cover
Contact Name
Prof. Wimpy Santosa, Ph.D
Contact Email
wimpy@unpar.ac.id
Phone
+62222042004
Journal Mail Official
fstpt7@unpar.ac.id
Editorial Address
Jl. Ciumbuleuit No. 94 Bandung 40141, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Transportasi
ISSN : 14112442     EISSN : 26151146     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Transportasi adalah jurnal ilmiah di bidang ilmu transportasi yang diterbitkan tiga kali setahun oleh Forum Studi Transportasi antar-Perguruan Tinggi (FSTPT). Makalah-makalah yang dimuat di jurnal ini merupakan makalah-makalah terbaik dari Simposium FSTPT yang diadakan setiap tahun. Selain sebagai wadah komunikasi ilmiah, penerbitan Jurnal Transportasi juga bertujuan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan bidang ilmu transportasi. Jurnal Transportasi terakreditasi yang kedua kali berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Nomor 51/DIKTI/ Kep/2010 tanggal 5 Juli 2010.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 19 No. 1 (2019)" : 8 Documents clear
STABILISASI TANAH EKSPANSIF MENGGUNAKAN KAPUR DAN SPENT CATALYST UNTUK TANAH DASAR PERKERASAN Arifudin Nur; Suryo Hapsoro Tri Utomo; M. Zudhy Irawan
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.9 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3259.21-30

Abstract

Abstract Expansive soils have high swelling and shrinkage potentials, which may cause damage to road structures. Therefore, stabilization is required. One method of stabilization is to use lime and spent catalysts with the aim of increasing carrying capacity and reducing swelling. Spent catalyst is a petroleum processing waste and classified as pozzolanic material. The addition of lime and spent catalysts can increase the CBR value and reduce swelling of soils. The results of this study indicate that the maximum increase in soaked CBR and unsoaked CBR values occurred in soil mixtures with optimum lime content and 12% spent catalyst with 7 days of curing. While the soil mixture with optimum lime content and 12% spent catalyst, with 7 days of curing, is the best mixture that produces soaked CBR value of 49.67%, swelling of 0.15%, and plasticity index value of 11.97%, so the soil meets the requirements to be used as pavement subgrade. Keywords: expansive soil, stabilization, road structure, subgrade, road pavement  Abstrak Tanah ekspansif memiliki potensi pengembangan dan penyusutan yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan kerusakan struktur jalan. Oleh sebab itu, perlu dilakukan stabilisasi. Salah satu metode stabilisasi adalah menggunakan kapur dan spent catalyst dengan tujuan meningkatkan kapasitas dukung dan menurunkan swelling. Spent catalyst merupakan limbah pengolahan minyak bumi dan termasuk bahan pozzolan. Penam-bahan kapur dan spent catalyst mampu meningkatkan nilai CBR dan mereduksi swelling. Hasil studi ini menunjukkan bahwa peningkatan maksimum nilai CBR soaked maupun CBR unsoaked terjadi pada campuran tanah dengan kadar kapur optimum dan 12% spent catalyst dengan peraman 7 hari. Sedangkan campuran tanah dengan kadar kapur optimum dan 12% spent catalyst, dengan peraman 7 hari, merupakan campuran terbaik yang menghasilkan nilai CBR soaked sebesar 49,67%, swelling sebesar 0,15%, dan nilai indeks plastisitas sebesar 11,97%, sehingga tanah memenuhi syarat untuk digunakan sebagai tanah dasar perkerasan jalan. Kata-kata kunci: tanah ekspansif, stabilisasi, struktur jalan, tanah dasar, perkerasan jalan
PEMILIHAN LOKASI BELANJA DAN PERILAKU PERJALANAN DI KOTA BANDUNG Muhamad Rizki Muhamad; Tri Basuki Joewono
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.686 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3264.67-76

Abstract

Abstract Grocery shopping activities play substantial role in fulfilling individuals’ daily-activities needs. Its spatial-separated location characteristics led to travel consequence. Grocery shopping activities and travels still partly contributed to several challenges on urban transportation, such as traffic congestion. This study aims to investigate the shopping location decision as a part of shoppers’ spatial attribute. The analysis conducted based on data from a survey in Bandung City in 2017 which the shopping activities and travel characteristics were recorded. Result of analyses using classification analysis confirmed the hypotheses that there is positive interaction between travel characteristics, activity arrangements, and spatial conditions in selecting shopping location. It is found, similar region shopping location with resident area not necessarily lead to a choice. The study finds that the attractions offered by shopping locations influence location selection. In addition, the activity arrangement of shoppers through the trip chain were also found to influence the selection of shopping locations. Keywords: grocery shopping, shopping location, travel characteristics, travel behavior  Abstrak Kegiatan belanja sehari-hari berperan penting dalam memenuhi kebutuhan aktivitas sehari-hari individu maupun rumah tangga. Karakteristik spasial lokasi belanja mengakibatkan konsekuensi pada perjalanan. Kegiatan dan perjalanan belanja sehari-hari berkontribusi pada permasalahan transportasi perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keputusan pemilihan lokasi belanja sebagai bagian dari atribut spasial pelaku belanja. Analisis dilakukan berdasarkan data survei wawancara di Kota Bandung tahun 2017 tentang kegiatan belanja dan karakteristik perjalanan. Hasil analisis menggunakan analisis klasifikasi mendukung hipotesis bahwa ada interaksi positif antara karakteristik perjalanan, pengaturan aktivitas, dan kondisi spasial dalam memilih jenis lokasi belanja. Kesamaan lokasi belanja dan lokasi tempat tinggal tidak selalu mengarahkan pelaku belanja untuk memilih lokasi tersebut. Studi ini menemukan pula bahwa atraksi yang ditawarkan oleh lokasi belanja memengaruhi pemilihan tersebut. Selain itu, pengaturan aktivitas pelaku belanja juga ditemukan memengaruhi pemilihan lokasi belanja, yaitu dengan melakukan pengaturan perjalanan dan aktivitas melalui rantai perjalanan. Kata-kata kunci: belanja kebutuhan sehari-hari, lokasi belanja, karakteristik perjalanan, perilaku perjalanan
KEMAMPUAN DAN KESEDIAAN MEMBAYAR PENGGUNA BUS TRANS SIDOARJO Albfrets David Imanuel Rumtily; Rudy Setiawan
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (759.311 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3260.31-38

Abstract

Abstract The operation of the Trans Sidoarjo Bus is an effort to reduce traffic congestion in Sidoarjo Regency. The determination of the bus fare should be proportional to the service quality received by its users. This study aims to determine the average current values of the ability to pay and willingness to pay and the average value of willingness to pay if there is an increase in the quality of Trans Sidoarjo Bus services. Data collection is done by distributing questionnaires on weekdays and on holidays, during peak hours in the morning and in the evening. Based on the results of the analysis, the average value of ability to pay for nonstudents and students is Rp5,437 and Rp3,355 for a single ride, respectively. While the average value of willingness to pay for nonstudents and students is Rp5,162,00 and Rp1,622,00 for a single ride, respectively If the quality of bus services can be improved, as expected by users, the average value of willingness to pay is increasing to Rp7,889,00 and Rp2,951,00 for a single ride for nonstudent and student, respectively. Keywords: ability to pay, willingness to pay, bus service, traffic congestion  Abstrak Pengoperasian Bus Trans Sidoarjo merupakan suatu upaya untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Kabupaten Sidoarjo. Penentuan besarnya tarif bus ini sebaiknya sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima oleh penggunanya. Penelitian ini bertujuan mencari nilai rata-rata kemampuan membayar dan nilai rata-rata kemauan membayar pada saat ini dan nilai rata-rata kemauan membayar jika ada peningkatan kualitas pelayanan Bus Trans Sidoarjo. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner pada hari kerja dan pada hari libur, pada saat jam-jam sibuk pagi dan sore hari. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh nilai rata-rata kemampuan membayar untuk mahasiswa atau umum dan pelajar masing-masing sebesar Rp5.437,00 untuk sekali naik dan Rp3.355,00 untuk sekali naik. Sedangkan nilai rata-rata kemauan membayar mahasiswa atau umum dan pelajar masing-masing sebesar Rp5.162 untuk sekali naik dan Rp1.622 untuk sekali naik. Seandainya kualitas pelayanan bus dapat ditingkatkan, sebagaimana yang diharapkan oleh pengguna, nilai rata-rata kemauan membayar mahasiswa atau umum dan pelajar masing-masing meningkat menjadi Rp7.889,00 dan Rp2.951,00 untuk sekali naik. Kata-kata kunci: kemampuan membayar, kemauan membayar, pelayanan bus, kemacetan lalu lintas
MODEL PILIHAN PENUMPANG ANGKUTAN KOTA DAN KERETA REL LISTRIK DI JAKARTA Mezky Matthew Yandito; Alvinsyah .
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.248 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3261.39-48

Abstract

Abstract With the operation of the Electric Rail Train in the Jakarta Kota-Tanjung Priok route at the end of 2015, it is estimated that there is a potential for the transfer of passengers from other modes to the Electric Rail Train. The purpose of this study is to estimate the factors that influence passenger preferences in traveling on the Jakarta Kota-Tanjung Priok route and form a demand analysis tool in the form of a modal choice model. The analysis was carried out using the binomial logit model approach which was developed based on the stated preference survey results on public transportation passengers that traveled on the similar route as the route where the Electric Rail Train operates. The factors included in the stated preference survey were obtained through literature studies and interviews, and through a pilot survey 3 factors were chosen which most influenced the mode choice. Based on the results of the correlation test, it was found that the variable that most influences the mode choice is the tariff. Keywords: passenger preferences, choice model, stated preference, tariff  Abstrak Dengan beroperasinya Kereta Rel Listrik rute Jakarta Kota–Tanjung Priok pada akhir tahun 2015, diperkirakan terdapat potensi perpindahan penumpang dari moda lainnya ke Kereta Rel Listrik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperkirakan faktor-faktor yang memengaruhi preferensi penumpang dalam melakukan perjalanan di rute Jakarta Kota–Tanjung Priok dan membentuk perangkat analisis permintaan berbentuk model pemilihan moda. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan model logit binomial yang dikembangkan berdasarkan hasil survei stated preference terhadap penumpang angkot yang melalui rute yang sama dengan rute Kereta Rel Listrik. Faktor-faktor yang dimasukkan dalam survei stated preference diperoleh melalui studi literatur dan wawancara, dan melalui survei pilot dipilih 3 faktor yang dinilai paling memengaruhi pilihan moda. Berdasarkan hasil uji korelasi ditemukan bahwa variabel yang paling berpengaruh terhadap pilihan moda adalah tarif. Kata-kata kunci: preferensi penumpang, model pemilihan, stated preference, tarif
PENGARUH VARIASI TEBAL DAN MUTU BETON TERHADAP RESPONS STRUKTURAL PERKERASAN KAKU Mizan Qisthi; Berlian Kushari
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.418 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3257.1-10

Abstract

Abstract Flexible pavement in the approaching legs of intersection carrying heavy vehicle traffic is often damaged more quickly than what happens in other parts of the pavement. This happens because of the increasing loading time which weakens the pavement stiffness modulus. To overcome this, the flexible pavement on the intersection approaching legs can be replaced by a rigid pavement. This study discusses the design of Jointed Plain Concrete Pavement rigid pavement in the Eastern Approach of North Ringroad-Seturan Highway intersection, in Sleman, Yogyakarta. The Guideline for Design of Cement Concrete Road Pavement, Pd T-14-2003, was used to calculatepaveent thickness and design of joints. The analysis was carried out using a mechanistic-empirical approach using KENSLABS software. The results show that the K400 concrete quality with a thickness of 24 cm is capable of meeting the of fatigue and erosion requirements for a 20-year design life. Keywords: flexible pavement, design life, pavement damage, stiffness modulus, rigid pavement  Abstrak Perkerasan lentur pada bagian pendekat simpang yang dilalui lalu lintas kendaraan berat sering kali mengalami kerusakan yang lebih cepat dibandingkan yang terjadi pada bagian lain perkerasan tersebut. Hal ini terjadi karena meningkatnya waktu pembebanan yang melemahkan modulus kekakuan perkerasan. Untuk mengatasi hal ini, perkerasan lentur pada pendekat simpang dapat diganti menjadi perkerasan kaku. Penelitian ini membahas perancangan perkerasan kaku jenis Jointed Plain Concrete Pavement pada Pendekat Timur Simpang Ring Road Utara–Jalan Raya Seturan, di Sleman, Yogyakarta. Pedoman Petunjuk Perencanaan Jalan Beton Semen Pd T-14-2003 digunakan untuk menghitung tebal perkerasan dan perancangan sambungan. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan mekanistik-empiris menggunakan perangkat lunak KENSLABS. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa mutu beton K400 dengan tebal 24 cm mampu memenuhi persyaratan kerusakan fatik dan erosi untuk umur rencana 20 tahun. Kata-kata kunci: perkerasan lentur, umur rencana, kerusakan perkerasan, modulus kekakuan, perkerasan kaku
MODEL PENGEMBANGAN ANGKUTAN UMUM KAWASAN WISATA DIENG JAWA TENGAH Titus Hari Setiawan; Heru Purboyo Hidayat Putro; Pradono .
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.225 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3262.49-58

Abstract

Abstract Transportation is one of the important elements in tourism activities. But the tourism sector often does not involve transportation planning in the process of developing a tourism area. This study presents the accessibility provided by the transportation sector in supporting the tourism sector and those related to the provision of public transport and policies in supporting sustainable tourism. The results of this study show that with good tourism and transportation governance, there will be a good balance between economic, social and environmental aspects in tourist areas. Tourists can explore existing attractions without getting lost. With good public transport, limited road capacity can be maximized and finally it can also reduce the negative impact of transportation on natural resources and natural beauty in tourist areas. Keywords: tourism sector, tourism area, public transportation, accessibility  Abstrak Transportasi merupakan salah satu unsur penting dalam kegiatan pariwisata. Namun sektor pariwisata seringkali tidak melibatkan perencanaan transportasi dalam proses pengembangan suatu kawasan pariwisata. Penelitian ini menyajikan aksesibilitas yang diberikan oleh sektor transportasi dalam mendukung sektor pariwisata dan hal-hal yang berkaitan dengan penyediaan angkutan umum serta kebijakan-kebijakan dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa dengan adanya tata kelola pariwisata dan transportasi yang baik, akan terjadi keseimbangan yang baik antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan di kawasan wisata. Wisatawan dapat mengeksplorasi objek wisata yang ada tanpa tersesat. Dengan angkutan umum yang baik, kapasitas jalan yang terbatas dapat dimaksimalkan dan akhirnya juga dapat mengurangi dampak negatif transportasi terhadap sumber-sumber daya alami dan keindahan alam di kawasan wisata. Kata-kata kunci: sektor pariwisata, kawasan pariwisata, angkutan umum, aksesibilitas
STRATEGI PENEGAKAN HUKUM DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN LALU LINTAS DI KOTA BANDUNG Fehbi Darmansyah; Dwi Prasetyanto
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.6 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3258.11-20

Abstract

Abstract Traffic violations are important factors that increase the risk of road accidents. Therefore, targeted and appropriate policy measures to improve compliance with road traffic regulations need to be developed. The purpose of this study is to determine the level of compliance of road users and strategic concepts of law enforcement that are able to improve compliance of road users and traffic safety. Secondary data used in this study were obtained from Polrestabes Bandung. The existing data shows that, in the past 10 years, traffic accidents that occurred in the City of Bandung have claimed the average death toll of 200 people per year. Overall, a single measure of law enforcement has proved insufficient to substantially reduce the risk of accidents in the long run. Law enforcement strategies that combine several policies to improve compliance of road users are generally more efficient. Keywords: traffic safety, traffic accidents, law enforcement, road user compliance  Abstrak Pelanggaran lalu lintas merupakan suatu faktor penting yang meningkatkan risiko kecelakaan di jalan. Karena itu, langkah-langkah kebijakan yang tepat sasaran dan tepat guna untuk meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas jalan perlu dikembangkan. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan pengguna jalan dan konsep strategis penegakan hukum yang mampu meningkatkan kepatuhan pengguna jalan dan keselamatan lalu lintas. Data sekunder yang digunakan pada studi ini diperoleh dari Polrestabes Bandung. Data yang ada menunjukkan bahwa dalam kurun waktu 10 tahun terakhir kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Kota Bandung telah merenggut korban meninggal rata-rata 200 orang per tahun. Secara keseluruhan, ukuran penegakan hukum tunggal terbukti tidak cukup untuk secara substansial mengurangi risiko kecelakaan dalam jangka panjang. Strategi penegakan hukum yang menggabungkan beberapa kebijakan untuk meningkatkan kepatuhan pengguna jalan umumnya lebih efisien. Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, penegakan hukum, kepatuhan pengguna jalan
PENGARUH LIMBAH PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLENE TERHADAP KARAKTERISTIK DASAR ASPAL Birahmatika Afriyanto; Eva Wahyu Indriyati; Probo Hardini
Jurnal Transportasi Vol. 19 No. 1 (2019)
Publisher : Forum Studi Transportasi antar Perguruan Tinggi (FSTPT)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.714 KB) | DOI: 10.26593/jtrans.v19i1.3263.59-66

Abstract

Abstract One way to reduce damage of the pavement structure is to improve the quality of asphalt used. In an effort to improve the quality of the asphalt, additives are added, such as polymers. This study aims to determine the basic characteristics of Low Density Polyethylene Plastic modified asphalt, which includes penetration, softening point, flash and fire point, specific gravity, ductility, viscosity. In addition, it will be determined the maximum content of Low Density Polyethylene Plastic which produces modified asphalt that meets the standards of the Directorate General of Highways. The results of this study show that modified asphalt with Low Density Polyethylene Plastic can increase the asphalt softening point and reduce penetration value, flash and fire point, specific gravity, ductility, and viscosity of asphalt. The maximum LDPE Plastic content that can produce modified asphalt that meets specifications of the Directorate General of Highways is 5%. Keywords: plastic, asphalt quality, additives, basic characteristics of asphalt, modified asphalt  Abstrak Salah satu cara untuk mengurangi kerusakan struktur perkerasan jalan adalah dengan meningkatkan mutu aspal yang digunakan. Dalam upaya peningkatan mutu aspal dilakukan penambahan bahan aditif, seperti polimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dasar aspal modifikasi plastik Low Density Polyethylene, yang meliputi penetrasi, titik lembek, titik nyala dan titik bakar, berat jenis, daktilitas, viskositas. Selain itu, akan ditentukan kadar maksimal plastik Low Density Polyethylene maksimal yang menghasilkan aspal modifikasi yang memenuhi standar Bina Marga. Hasil pengujian menunjukkan bahwa aspal modifikasi dengan plastik Low Density Polyethylene dapat meningkatkan titik lembek aspal serta menurunkan nilai penetrasi, titik nyala dan titik bakar, berat jenis, daktilitas, dan viskositas aspal. Kadar plastik LDPE maksimal yang dapat menghasilkan aspal modifikasi yang memenuhi persyaratan Bina Marga adalah 5%. Kata-kata kunci: plastik, mutu aspal, bahan aditif, karakteristik dasar aspal, aspal modifikasi

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 24 No. 3 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 2 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 3 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 2 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 23 No. 1 (2023): Jurnal Transportasi Vol. 22 No. 3 (2022) Vol. 22 No. 2 (2022) Vol. 22 No. 1 (2022) Vol. 21 No. 3 (2021) Vol. 21 No. 2 (2021) Vol. 21 No. 1 (2021) Vol. 20 No. 3 (2020) Vol. 20 No. 2 (2020) Vol. 20 No. 1 (2020) Vol. 19 No. 3 (2019) Vol. 19 No. 2 (2019) Vol. 19 No. 1 (2019) Vol. 18 No. 3 (2018) Vol 18, No 2 (2018) Vol. 18 No. 2 (2018) Vol. 18 No. 1 (2018) Vol 18, No 1 (2018) Vol 17, No 3 (2017) Vol. 17 No. 3 (2017) Vol 17, No 2 (2017) Vol. 17 No. 2 (2017) Vol. 17 No. 1 (2017) Vol 17, No 1 (2017) Vol. 16 No. 3 (2016) Vol 16, No 3 (2016) Vol. 16 No. 2 (2016) Vol 16, No 2 (2016) Vol 16, No 1 (2016) Vol. 16 No. 1 (2016) Vol 15, No 3 (2015) Vol. 15 No. 3 (2015) Vol. 15 No. 2 (2015) Vol 15, No 2 (2015) Vol. 15 No. 1 (2015) Vol 15, No 1 (2015) Vol. 14 No. 3 (2014) Vol 14, No 3 (2014) Vol 14, No 2 (2014) Vol. 14 No. 2 (2014) Vol 14, No 1 (2014) Vol. 14 No. 1 (2014) Vol 13, No 3 (2013) Vol. 13 No. 3 (2013) Vol 13, No 2 (2013) Vol. 13 No. 2 (2013) Vol. 13 No. 1 (2013) Vol 13, No 1 (2013) Vol 12, No 3 (2012) Vol. 12 No. 3 (2012) Vol. 12 No. 2 (2012) Vol 12, No 2 (2012) Vol. 12 No. 1 (2012) Vol 12, No 1 (2012) Vol. 11 No. 3 (2011) Vol 11, No 3 (2011) Vol. 11 No. 2 (2011) Vol 11, No 2 (2011) Vol 11, No 1 (2011) Vol. 11 No. 1 (2011) Vol. 10 No. 3 (2010) Vol 10, No 3 (2010) Vol 10, No 2 (2010) Vol. 10 No. 2 (2010) Vol 10, No 1 (2010) Vol. 10 No. 1 (2010) Vol 9, No 2 (2009) Vol. 9 No. 2 (2009) Vol. 9 No. 1 (2009) Vol 9, No 1 (2009) Vol 8, No 2 (2008) Vol. 8 No. 2 (2008) Vol 8, No 1 (2008) Vol. 8 No. 1 (2008) Vol 7, No 2 (2007) Vol. 7 No. 2 (2007) Vol. 7 No. 1 (2007) Vol 7, No 1 (2007) Vol 6, No 2 (2006) Vol. 6 No. 2 (2006) Vol. 6 No. 1 (2006) Vol 6, No 1 (2006) Vol 5, No 2 (2005) Vol. 5 No. 2 (2005) Vol 5, No 1 (2005) Vol. 5 No. 1 (2005) Vol 4, No 2 (2004) Vol. 4 No. 2 (2004) Vol 4, No 1 (2004) Vol. 4 No. 1 (2004) More Issue