cover
Contact Name
Amirullah
Contact Email
amirullah8505@unm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.pattingalloang@unm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pattingalloang : Jurnal Pemikiran Pendidikan dan Penelitian Kesejarahan
Jurnal Pattigalloang adalah Publikasi Karya Tulis Ilmiah dan Pemikiran Kesejarahan dan ilmu-ilmu sosial.
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No. 3, Desember 2024" : 4 Documents clear
Dinamika Gerakan dan Hak Buruh di Amerika Serikat Pada Tahun 1791-1886 Putri, Kamelia
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.53578

Abstract

Kajian Sejarah Amerika ini memuat judul “Dinamika Gerakan Dan Hak Buruh Di Amerika Serikat Pada Tahun 1791-1886”. Kajian ini berisikan tentang perjuangan para pekerja atau kaum buruh di Amerika Serikat dalam mendapatkan kembali hak-hak mereka sebagai pekerja yang dihilangkan oleh para pemilik modal (kaum kapitalis). Banyak peristiwa yang membuat pekerja buruh bisa mendapatkan haknya kembali hingga saat ini karena awal mula gerakan ini dipelopori oleh sesama pekerja buruh dimana organisasi pergerakan buruh ini dapat berdiri di kota-kota yang terdapat di wilayah bagian negara Amerika Serikat. Organisasi pergerakan buruh di Amerika Serikat diantaranya adalah  Persatuan Buruh Nasional (National Labor Union) di Baltimore tahun 1866, Para Ksatria Buruh (Knight Of Labor) di Philaderphia tahun 1869, Federasi Serikat Buruh Industri dan Kerajinan Amerika Serikat dan Canada (Federation of Industrial and Craft Workers' Unions of the United States and Canada) di Pittsburgh pada tahun 1869, Federasi Buruh Amerika (American Federation of Labor) di Ohio pada tahun 1881, dan lain-lain. Pembentukan gerakan ini pada awalnya didirikan untuk membantu para sesama buruh yang tidak mendapat kehidupan yang jauh dari kata layak, akibatnya banyak buruh yang resah dan melakukajn demo besar-besaran sekaligus terwujudnya hak-hak para buruh yang telah dirampas. Kajian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode studi dokumen yang penilisannya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kata Kunci: Amerika, Buruh, Gerakan, dan Kapitalis.
Tradisi Massaung Manuk Pada Upacara Adat Rambu Solo’ di Toraja Utara Palayukan, Kurniati Mana'; Syukur, Muhammad; Amirullah, Amirullah
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.50505

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) persepsi masyarakat terkait praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' dan 2) jejak dari praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' bagi masyarakat. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) persepsi masyarakat terkait praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' yakni, a) tidak setuju: berpendapat bahwa praktik perjudian bukan bagian dari tradisi Massaung Manuk karena tidak sesuai dengan tujuan dari tradisi Massaung Manuk, dimana tujuan dari tradisi Massaung Manuk itu hanya sebagai hiburan bagi keluarga/masyarakat yang Thailand. b) setuju: masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda. masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda. masyarakat berpendapat bahwa praktik perjudian dalam tradisi Massaung Manuk pada upacara adat Rambu Solo' sudah dianggap lumrah oleh sebagian masyarakat. 2) dampak dari praktik perjudian a) dampak positif: sebagai mata unsur tambahan, dan perluasan hubungan sosial. b) dampak negatif: lunturnya budaya putus/tradisi asli, meresahkan/mengganggu ketenteraman masyarakat, terjadinya tingkah laku di rumah tangga, banyaknya generasi muda putus/bolos sekolah, maraknya kasus pencurian, pelaku perjudian menjadi malas dan menghapusnya harta benda.Kata kunci : Perjudian, Massaung Manuk, Rambu Solo' This research aims to determine 1) public perceptions regarding the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony and 2) the impact of the gambling practice in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony for the community. This type of qualitative research with a descriptive approach. The data collection techniques are observation, interviews and documentation. Data analysis namely data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that: 1) public perceptions regarding the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo' traditional ceremony namely, a) disagree: the community believes that the practice of gambling is not part of the Massaung Manuk tradition because it is not in line with the objectives of the Massaung Manuk tradition , where the purpose of the Massaung Manuk tradition is only as entertainment for the grieving family/community. b) agree: the community believes that the practice of gambling in the Massaung Manuk tradition at the Rambu Solo traditional ceremony is considered normal by some people. 2) the impact of the practice of gambling a) positive impact: as an additional livelihood, and expanding social relations. b) negative impacts: the erosion of original culture/traditions, disturbing/disturbing public peace, occurrence of disputes in the household, many young people dropping out/skipping school, rampant cases of theft, gambling actors become lazy and loss of property.  Keywords: Gambling Practices, Massaung Manuk, Rambu Solo'.  
Awal Mula Jayengan Kampung Permata ditetapkan menjadi Kampung Wisata Tahun 2015-2024 Utami, Nuraniki Afif; Utami, Nurul Huda; Kaafi, Surya Syaukaany
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.61087

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana awal mula Jayengan kampung permata ditetapkan menjadi kampung wisata. Pertanyaan penelitian yang diajukan berupa hal istimewa apa saja yang menjadikan Jayengan kampung ditetapkan menjadi kampung wisata serta Hambatan apa saja yang menghalangi dalam proses perkembangan Jayengan kampung permata. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah mulai dari pengumpulan data, kritik dan seleksi sumber hingga dengan interpretasi dan historiografi. Analisis data yang dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan fenomena tersebut secara rinci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Jayengan kampung permata memiliki beberapa hal menarik seperti adanya bubur Samin khas Banjar, penghasil permata, bangunan Masjid Darussalam, sebagai pusat kuliner yang kemudian hal tersebut mendorong Jayengan kampung permata menjadi kampung wisata. Pada pengembangannya sendiri, pemerintah Kota Solo ikut berperan dalam pengembangannya. karena di JKP memiliki hambatan berupa kurang kompaknya pengusaha besar dan rendahnya semangat masyarakat dalam mengembangkan JKP. Bahkan dari hasil wawancara yang telah dilaksanakan, Jayengan telah berusaha untuk membangun museum yang hingga saat ini telah mencapai 50% dari tahap penyelesaian.Kata Kunci : Jayengan, Kampung Wisata, Permata, Perkembangan AbstrakThis research aims to find out how the beginning of Jayengan gem village was determined to be a tourist village. The research questions asked were what special things made Jayengan village become a tourist village and what obstacles hindered the development process of Jayengan gem village. This research uses historical research methods ranging from data collection, criticism and selection of sources to interpretation and historiography. The data analysis used a descriptive approach to describe the phenomenon in detail. The results showed that Jayengan gem village has several interesting things such as the existence of Banjar's special Samin porridge, gem producers, the Darussalam Mosque building, as a culinary center which then encouraged Jayengan gem village to become a tourist village. In its own development, the Solo City government played a role in its development. because JKP has obstacles in the form of lack of cooperation from large entrepreneurs and low community enthusiasm in developing JKP. Even from the results of interviews that have been carried out, Jayengan has tried to build a museum which has reached 50% of the completion stage.Keywords: Jayengan, tourist village, Permata, development
Perubahan Makna Mappasikarawa dalam Tradisi Pernikahan Suku Bugis Soppeng Firdausiah, Andi Dzalzabyla Nuur
Jurnal Pattingalloang Vol 11, No. 3, Desember 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/pattingalloang.v11i3.69987

Abstract

Penelitian ini membahas tradisi mappasikarawa dalam pernikahan suku Bugis di Soppeng sebagai simbol keislaman yang mempresentasikan perpaduan antara adat lokal dan nilai-nilai Islam. Mappasikarawa tidak hanya mencerminkan hubungan kedua keluarga akan tetapi juga diiringi dengan nilai-nilai spiritual Islam dan sosial yang mendalam. Namun, seiring dengan adanya perkembangan zaman menjadikan tradisi ini mengalami pergeseran dan hanya menjadi ritual yang dilakukan sebagai formalitas saja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan makna mappasikarawa dalam pernikahan suku Bugis khususnya di wilayah Kabupaten Soppeng. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, observasi, dan wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mendorong adanya perubahan makna dalam tradisi mappasikarawa yaitu modernisasi, globalisasi, dan perkembangan teknologi. Selain itu, perubahan pandangan dan pola pikir dari generasi muda terhadap adat istiadat turut berkontribusi pada pergeseran makna mappasikarawa. Dampaknya, tradisi ini seringkali hanya dilihat sebagai formalitas sehingga kehilangan esensi sakral dan nilai spiritualnya. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian tradisi mappasikarawa sebagai warisan budaya yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang mendalam. Dengan mempertahankan tradisi ini, masyarakat Bugis Soppeng diharapkan untuk terus menjaga identitas budaya mereka di tengah modernisasi tanpa mengabaikan ajaran agama.

Page 1 of 1 | Total Record : 4