Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan
Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Published by the peer review process and open access with p-ISSN: 2356-0886 and e-ISSN: 2722-3086. Jurnal Sosialisasi: jurnal hasil pemikiran, penelitian dan pengembangan keilmuan sosiologi pendidikan. Intended as a media of information and arena of philosophical, theoretical, methodological debates related to sociological issues and their teaching. Journal of Socialization: a journal of the results of thought, research and development in the science of educational sociology. invited scientists, activists and public officials to write issues related to sociology and teaching. Articles can be research or conceptual. Published by Sociology and Education study programs. published three times a year namely March, July and November.
Articles
27 Documents
Search results for
, issue
"Volume 4 edisi 2 Juli 2017"
:
27 Documents
clear
ANALISIS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN (STUDI KASUS SMA NEGERI 5 PATAMPUAN)
Nuareni Nuraeni;
Chamsiah Ishak
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (434.405 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11800
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam meningkat mutu pendidikan di SMP Negeri 5 Patampanua. 2) Peran kepemimpinan kepala sekolah untuk menghadapi kendala dalam menjalankan tugasnya. Jenis penelitian ini kualitatif. Jumlah informan terdiri dari 20 orang dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitu dilakukan dengan menerapkan trianggulasi sumber, trianggulasi metode . Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepemimpinan yang diterapkan kepala sekolah SMP Negeri 5 Patampanua dalam meningkat mutu pendidikan yaitu demokratis dan karismatik dengan ditandainya sikap yang ditunjukkan kepala sekolah. 2) Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Patampanua dalam menjalankan kepemimpinannya telah melaksanakan peran dan fungsinya sebagai leader, supervisor, educator, innovator, motivator, administrator, dan manager dengan hasil yang baik. Dengan semangat, tekad, serta kemampuan diri dan keberanian untuk menggunakan kekuatan dalam menghadapi tantangan, hambatan, dan memanfaatkan peluang
TAWURAN ANTAR KELAS (STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 MAKASSAR)
Haerul Qadri;
M. Ridwan Said Ahmad
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (446.89 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11791
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya tawuran antar kelas di SMA Negeri 1 Makassar 2) bagaimana upaya yang dilakukan dalam mengatasi tawuran antar kelas di SMA Negeri 1 Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Adapun teknik analisis data yaitu dengan cara reduksi data, penyajian, data, penarikan kesimpulan. Tahap pengabsahan data menggunakan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya tawuran antar kelas di SMA Negeri 1 Makassar disebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor internal : saling mengejek antara kelas senior ke kelas junior, mempertahankan rasa senioritas, dominasi sosial, adanya sifat egoisme antara kelas senior ke kelas junior, saling menunjukkan status sosial, dan senioritas yang memiliki batasan wilayah terhadap junior atau biasa disebut perebutan tori-tori . faktor eksternal (a) keluarga : kurangnya perhatian orangtua (b) sekolah : kurangnya kegiatan yang diterapkan di sekolah 2) Upaya-upaya yang dilakukan dalam mengatasi tawuran antar kelas di SMA Negeri 1 Makassar ialah dengan memberikan hukuman kepada yang melanggar aturan sekolah, sekolah harus menerapkan aturan tata tertib yang lebih ketat, peran BK (bimbingan konseling) diaktifkan dalam rangka pembinaan mental siswa, mengkondisikan suasana sekolah yang ramah dan penuh kasih sayang, dan penyediaan fasilitas untuk mengembangkan bakat siswa contohnya menyediakan program ekstrakurikuler.
PARTISIPASI ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK (STUDI PADA PEDAGANG KAKILIMA DI BATUARAYA KELURAHAN BATUA KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR)
Andi Yusrita;
Musdaliah Mustadjar
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (49.445 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.8775
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Partisipasi orangtua dalam pendidikan anak 2) Dampak partisipasi orangtua dalam pendidikan anak. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penentuan informan di lakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu pedagang kakilima berjumlah 6 orang. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yaitu teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang di gunakan peneliti melalui tiga tahapan yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang di gunakan yaitu Triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) partisipasi orangtua dalam pendidikan anak (studi pada pedagang kaki lima di Batua RayaKelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar)sebagian besar adalah cukup rendah. Hal ini dikarenakan kurangaktifnya orangtua dalam pemberian dukungan, dan pemilihan jenispendidikan anak. Dalam memberikan dukungan keterlibatan orangtua untuk memberikan perhatian pada anak saat belajar masih kurang, orangtua lebih mengutamakanuntuk memenuhi biayapendidikan anak 2) Dampak dari partisipasi orangtua dalam pendidikan anak bagi orangtua yang aktif dan kurang aktif ditunjukkan dari tingkat keberhasilanpendidikan anak yakni berupa prestasi belajar anak yang cukup rendah.Anak kurang berprestasi di sekolahnya, bahkan ada yang tidakpernah mendapat peringkat di kelasnya. Kata kunci: Partisipasi, Pendidikan Anak
PROBLEM BELAJAR SISWA BERPRESTASI RENDAH DI KELAS XII IPS SMA NEGERI 06 MAKASSAR
Hadijah, Sitti;
Suhaeb, Firdaus W
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.844 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11805
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor apa saja yang menjadi problem belajar siswa berprestasi rendah di kelas XII IPS SMA Negeri 06 Makassar, 2) Bagaimana upaya guru dalam mengatasi problem belajar siswa berprestasi rendah dikelas XIIIPS SMA Negeri 06 Makassar. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu 9 informan siswakelas XII IPS SMA Negeri 06 Makassar yang memiliki problem belajar dan3 guru sebagai wali kelas XII IPS di SMA Negeri 06 Makassar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, mendisplaykan data dan penarikan kesimpulan.Teknik pengabsahan data yaituMember chek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor apa saja yang menjadi problem belajar siswa berprestasi rendah di kelas XII SMA Negeri 06 Makassar (a) faktor internal yang berasal dari siswa itu sendiri antaralain yaitu: Faktor kurangnya minat belajar siswa, menejemen waktu. (b) Faktor eksternal atau faktor penyebab dari luar antaralain yaitu, keluarga, lingkungan, dan aktifitas organisasi di sekolah. 2) Upaya guru dalammengatasi problem belajar siswa berprestasi rendah dikelas XII SMA Negeri 06 Makassaryaitu: Mengadakan remedial bagi siswa berprestasi rendah, Tugas Tambahan, Memberikan Nasehat dan motivasi.
OPTIMALISASI PEMENUHAN STANDAR PELAYANAN MINIMAL (SPM) DI SMP TRIDHARMA MKGR MAKASSAR
Abrar, Muh.;
Suhaeb, Firdaus W
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (355.694 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11796
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; 1) bagaimana pelayanan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar; 2) faktor-faktor apa yang menghambat dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar; 3) upaya-upaya yang dilakukan dalam pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di SMP Tridharma MKGR Makassar. Jenis penelitian kualitatif. Jumlah informan pada penelitian ini adalah 14 orang, yang dipilih berdasarkan kriteria; 1) pihak dinas pendidikan; 2) pihak sekolah 3) komite sekolah. Teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tahap pengabsahan data dengan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pelayanan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yakni pada jumlah peserta didik, laboratorium yang tidak tersedia, ruangan guru yang tidak tersedia, kunjungan pengawas yang hanya dilakukan 3 kali setiap semester, jam bekerja guru perminggunya, dan jumlah jam kegiatan pembelajaran di setiap minggunya. 2) faktor penghambat dalam pemenuhan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar yaitu tidak adanya fasilitas berupa gedung sekolah, adanya siswa pindahan, fasilitas dari gedung sekolah yang ditempati tidak memadai dan kunjungan pengawas se-kota Makassar serta struktur sekolah tidak berjalan dengan baik. 3) upaya yang dilakukan dalam pemenuhan standar pelayanan minimal di SMP Tridharma MKGR Makassar yaitu membentuk suatu tim dalam rangka pemenuhan standar pelayanan minimal serta melakukan komunikasi yang intens melaui handphone dengan pengawas.
FUNGSI PENDIDIKAN DALAM KELUARGA (STUDI DESKRIPTIF PADA PASANGAN YANG MENIKAH MUDA DI DESA BARUGAE KECAMATAN LAMURU KABUPATEN BONE)
Darwis, Arisa Darwis;
Awaru, A. Octamaya Tenri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (342.109 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11785
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) Bagaimana fungsi pendidikan dalam keluarga yang menikah muda dan 2) Bagaimana dampak pernikahan usia muda terhadap pendidikan anak di Desa Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone. Jenis Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan kriteria yaitu pasangan usia muda dan anak dari pasangan usia muda sebanyak 8 keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan peneliti melalui tiga tahapan kerja yaitu: reduksi kata, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Pengabsahan data yang digunakan yaitu member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Fungsi pendidikan dalam keluarga yang menikah muda di Desa Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone mayoritas orangtua dinilai gagal dalam melaksanakan tanggung jawabnya sebagai orangtua terutama fungsi pendidikan dalam keluarga, seperti: a) Pembinaan aqidah dan akhlak, b) Pembinaan intelektual, c) Pembinaan kepribadian dan sosial. 2) Dampak pernikahan usia muda terhadap pendidikan anak di Desa Barugae Kecamatan Lamuru Kabupaten Bone dilihat dari a) Segi Ekonomi, pasangan usia muda cenderung belum memiliki pekerjaan tetap sehingga anak dari pasangan usia muda mayoritas meninggalkan bangku sekolah dan lebih memilih ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. b) Segi pendidikan, keluarga yang berasal dari pernikahan usia muda memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan tentunya akan berpengaruh sikap orangtua dalam mendidik anak-anaknya, karena kurangnya bekal orangtua dalam mengasuh dan mendidik anak-anaknya, sehingga berdasarkan penelitian ditemukan beberapa anak tidak melanjutkan pendidikan atau putus sekolah.
DAMPAK PERTAMBANGAN NIKEL TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT POMALAA KABUPATEN KOLAKA SULAWESI TENGGARA
Irawati, Irawati -
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (66.404 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.4198
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pertambangan terhadap aspek sosial ekonomi masyarakat sekitar, dan persepsi masyarakat terhaadap pertambangan Nikel Pomalaa. Hasil pembahasan penelitian bahwan dampak pertambangan Nikel Pomalaa terhadap sosial ekonomi adalah interaksi sosial yang kental sebagai ciri masyarakat nelayan mulai terkikis oleh geserannya nilai-nilai budaya tradisional dan digantikan oleh nilai-nilai budaya masyarakat modern, dari segi lapangan kerja dan segi pendapatan masyarakat belum mengalami peningkatan yang mengembirakan. Hal ini dapat terlihat dari kondisi pendapatan yang belum mengalami peningkatan setelah adanya pertambangan Pomalaa. Persepsi masyarakat tentang eksentensi pertambangan Pomalaa sebahagian besar persepsinya negative di sebabkan karena tidak berpengaruh terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat sekitarnya dan mereka hanya pendapat dampak lingkungan yaitu polusi udara dan pencemaran air laut sementara yang persepsinya positif mereka yang bekerja sebagai karyawan dan buruh perusahaan tambang Pomala. Kata Kunci: Pertambangan Nikel, Sosial Ekonomi
PERAN KELOMPOK TEMAN SEBAYA TERHADAP PENCEGAHAN PERILAKU MENYIMPANG SISWA DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 WOTU KABUPATEN LUWU UTARA
Noor Hafidzah;
Supriadi Torro
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (437.77 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11799
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Peran kelompok teman sebaya terhadap pencegahan perilaku menyimpang 2) kendala kelompok teman sebaya terhadap pencegahan perilaku menyimpang. Jenis penelitian ini adalah jenis peneltian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan Deskriptif. Adapun pemilihan informan pada penelitian menggunakan tekhnik Purposive Sampling dengan kriteria siswa yang melakukan penyimpangan di sekolah. Teknik pengumpulan data yang di lakukan yaitu Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik pengecekan data yaitu Member Chek . Tekhnik analisis data deskriptif kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Peran kelompok teman sebaya terhadap pencegahan perilaku menyimpang: a) Menasehati Teman b) Mencegah teman yang melakukan perilaku menyimpang c) Membantu Teman Sebaya 2. Adapun kendala kelompok teman sebaya: a) Lingkungan Keluarga b) Pembiaran guru terhadap siswa pelaku perilaku menyimpang.
PERAN KELOMPOK SEKUNDER (GENG) SISWA DI SEKOLAH TERHADAP KENAKALAN REMAJA DI SMA NEGERI 22 MAKASSAR
Eka surianti;
Supriadi Torro
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (341.296 KB)
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.11790
Penelitian bertujuan untuk mengetahui: 1) peran kelompok sekunder (geng) siswa di sekolah terhadap kenakalan remaja di SMA Negeri 22 Makassar, 2) faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja pada siswa yang tergabung dalam kelompok geng di SMA Negeri 22 Makassar, dan 3) upaya yang dilakukan dalam menanggulangi tindak kenakalan remaja di SMA Negeri 22 Makassar. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan penelitian kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri 22 Makassar. Jumlah informan sebanyak 14 orang yang terdiri dari 12 orang siswa dan 2 orang guru Bimbingan dan Konseling. Adapun pemilihan informan pada penelitian ini menggunakan teknik purvosive sampling dengan kriteria yang digunakan adalah siswa yang tergabung dalam anggota suatu kelompok sekunder (geng). Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data menggunakan teknik member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) peran kelompok sekunder (geng) siswa di sekolah terhadap kenakalan remaja yaitu peran pembentukan ikatan solidaritas dalam kelompok, peran imitasi atau meniru yaitu adanya peniruan yang dilakukan oleh anggota kelompok seperti cara berpakaian, tutur kata, dan tingkah laku, peran kekuasaan yaitu ditunjukkan dengan berusaha untuk mempertahankan daerah atau tempat berkumpul dengan anggota kelompok gengnya sehingga dengan bebas melakukan tindak kekerasan baik secara fisik maupun psikis. 2) faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kenakalan remaja yaitu adanya faktor internal yaitu adanya dorongan dalam diri seseorang yang karena ketidakmampuan seseorang berbaur dengan lingkungan sekitarnya sehingga melakukan perbuatan yang melanggar tata tertib dan menganggu lingkungan sekitarnya. Faktor eksternal yang meliputi keluarga, lingkungan, dan media. 3) upaya yang dilakukan dalam menanggulangi kenakalan remaja yaitu tindakan preventif (pencegahan), tindakan represif (penindakan), dan tindakan kuratif (pembinaan).
POLA PERILAKU ETNIS TIONGHOA DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS DI SMA KATOLIK CENDRAWASIH
Andi Nursyahraeni;
Chamsiah Ishak
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 4 edisi 2 Juli 2017
Publisher : Universitas Negeri Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26858/sosialisasi.v0i0.8774
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Pola perilaku peserta didik etnis Tionghoa dalam membangun solidaritas di sekolah, 2) Upaya yang dilakukan pihak sekolah atau guru dalam membangkitkan rasa solidaritas etnis Tionghoa di Sekolah. Jenis penelitian ini kualitatif dengan penentuan informan melalui teknik sampling purposive dengan kriteria yaitu siswa Tionghoa dan Guru yang mengajarkan tentang solidaritas. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi.Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan tahapan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pengabsahan data yaitumember check.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Pola perilaku peserta didik etnis Tionghoa dalam membangun solidaritas di sekolah memiliki kesamaan dengan peserta didik pada umumnya yaitu (a) ramah (b) Toleransi (c) membangun kerjasama, (d) tidak melakukan diskriminasi (e) mengikuti kegiatan ekstrakurikuler 2) Upaya yang dilakukan pihak sekolah atau guru dalam membangkitkan rasa solidaritas etnis Tionghoa di sekolah yaitu: (a) memberikan contoh nyata, (b) menerapkan metode pembelajaran kerja kelompok, (c) melakukan pendekatan emosional. Kata kunci: Pola Perilaku, Etnis Tionghoa, Solidaritas