cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Fakultas Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agricultural Science Journal – ASJ atau disebut juga Jurnal Fakultas Pertanian adalah jurnal yang menampung artikel-artikel ilmiah yang relevan dengan bidang ilmu yang sedang ditekuni yang merupakan bagian dari Skripsi, Tesis maupun Disertasi sebagai penulis utama. Jurnal ini menerbitkan 4 volume dalam setahun.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 2, No 1 (2015)" : 5 Documents clear
Pengaruh Kadar Air Awal Benih dan Jenis Kemasan terhadap Populasi Hama Callosobruchus maculatus F., Viabilitas dan Vigor Benih Kedelai (Glycine max L. Merr.) setelah Penyimpanan Tiga Bulan Hastuti, Dwi; Sumadi, Sumadi; Suminar, Erni
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) merupakan salah satu palawija yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat karena nilai gizinya yang tinggi dan sering dijadikan sebagai bahan pangan, namun banyak permasalahan yang terjadi dalam pengadaan benih kedelai tersebut yaitu mutu fisiologis benih kedelai mudah rusak selama penyimpanan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti kadar air benih saat disimpan tinggi, penggunaan jenis kemasan yang kurang tepat atau serangan hama gudang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana pengaruh interaksi kadar air awal dan jenis kemasan terhadap populasi hama Callosobruchus maculatus F., viabilitas dan vigor benih kedelai. Percobaan dilakukan dari bulan April 2014 hingga Juli 2014 di Laboratorium Teknologi Benih, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, Jatinangor. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan empat ulangan. Faktor pertama adalah kadar air awal yang terdiri dari kadar air awal ≤ 11 % dan > 11 %. Faktor ke dua adalah jenis kemasan yang terdiri dari kemasan alumunium foil, botol kaca, plastik polietilen dan karung terigu. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh interaksi antara kadar air awal dan jenis kemasan terhadap kadar air benih 1 bulan setelah penyimpanan (BSP) tetapi tidak terdapat pengaruh interaksi terhadap variabel lain yang diamati. Kadar air awal 10,20 % dan jenis kemasan alumunium foil serta botol kaca memberikan hasil yang baik terhadap peubah daya berkecambah dan indeks vigor benih meskipun terjadi peningkatan populasi hama Callosobruchus maculatus F., kerusakan benih dan kadar air benih kedelai (Glycine max (L.) Merr.) setelah penyimpanan tiga bulan dibandingkan dengan kadar air awal 12,56 % dan jenis kemasan plastik polietilen serta kain terigu.Kata kunci     : Hama Callosobruchus maculatus F., Jenis Kemasan, Kadar Air Awal, Kedelai.
Evaluasi Karakter Tahan Wereng Cokelat, Aromatik, dan Kegenjahan Pada Genotip Padi Hasil Piramidisasi Menggunakan Marka Molekuler dan Marka Fenotipik Utami, Riski Gusri; Carsono, Nono; Wicaksana, Noladhi
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Padi yang tahan wereng cokelat, aromatik, dan umur genjah saat ini menjadi target piramidisasi di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh individu hasil piramidisasi yang terpaut dengan ketiga karakter tersebut berdasarkan analisis marka molekuler dan marka fenotipik. Penelitian dilakukan pada bulan Mei hingga September 2014 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Rumah Kaca Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan analisis molekuler menggunakan marka SSR RM586, RM589, RM8213, marka Bradbury, primer RM7601 dan RM19414. Selain itu juga menggunakan analisis karakter penting secara fenotipik yaitu dengan pengamatan kandungan klorofil, konduktan stomata, kerapatan trikoma, uji sensori, dan umur keluar malai. Berdasarkan hasil penelitian ini diperoleh 7 genotip (#2, #3, #4, #5, #6, #10, #11) yang memiliki karakter tahan wereng cokelat, aromatik, dan umur genjah berdasarkan analisis marka molekuler. Genotip #1, #2, #4, #6 dan #11 merupakan genotip yang hampir mirip dengan tetua-tetua piramidisasi (PTB, PW, Kitaake) berdasarkan analisis karakter penting secara fenotipik. Melalui program piramidisasi berbasis marka molekuler dan marka fenotipik sudah memungkinkan untuk menggabungkan tiga karakter unggul pada padi. Persilangan sendiri, seleksi, dan pengujian melalui bioassay sangat dibutuhkan pada penelitian lanjutan untuk mendapatkan generasi fiksasi hasil akhir program piramidisasi. 
Pertumbuhan Tanaman Tomat Transgenik Miraculin dan Non Transgenik Miraculin Kultivar Moneymaker di Fasilitas Uji Terbatas Desiana, Nia
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Tomat kultivar Moneymaker telah disisipi gen miraculin yang dapat mengubah rasa asam menjadi manis di lidah disebut tomat transgenik miraculin. Pengujian sifat agronomis harus dilakukan untuk memastikan karakter agronomisnya sebagai bagian dari pengujian keamanan hayati. Percobaan ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan tanaman tomat transgenik miraculin cv. Moneymaker dan tanaman tomat non transgenik miraculin cv. Moneymaker. Percobaan ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juli 2014 di Fasilitas Uji Terbatas, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian (BB-Biogen), Bogor yang terdiri dari dua faktor dan empat ulangan. Data dianalisis menggunakan uji t-student. Hasil percobaan menunjukkan bahwa tanaman tomat transgenik miraculin cv. Moneymaker memiliki variabel pertumbuhan seperti tinggi tanaman, diameter batang, Indeks Luas Daun, waktu munculnya bunga, dan umur panen pertama yang sama dengan tanaman tomat non transgenik miraculin cv. Moneymaker. Secara keseluruhan, pengujian sifat agronomis tidak menunjukkan banyak perbedaan antara tanaman tomat transgenik miraculin cv. Moneymaker dan tanaman tomat non transgenik miraculin cv. Moneymaker berdasarkan uji t-student.Kata kunci: Miraculin, Pertumbuhan, Tomat, Transgenik 
Pengaruh Berbagai Pengaturan Jarak Tanam dan Konsentrasi Giberelin (GA3) Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Gandum (Triticum aestivum L.) Kultivar Dewata di Dataran Medium Jatinangor Ariani, Efrida; Irwan, Aep Wawan; Wicaksono, Fiky Yulianto
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi antara jarak tanam dengan konsentrasi giberelin yang dapat memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gandum di dataran medium. Percobaan dilakukan sejak Mei 2014 hingga September 2014 di Kebun Percobaan Ciparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran, dengan ketinggian tempat yaitu ± 750 meter di atas permukaan laut. Rancangan percobaan yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan, masing-masing terdiri dari 3 taraf faktor, yang diulang tiga kali. Faktor pertama adalah jarak tanam, terdiri dari taraf jarak tanam larikan (25 x 0 cm), jarak tanam legowo 2 : 1 (25 x 12,5 x 25 cm) dan jarak tanam persegi (25 x 25 cm). Faktor kedua adalah konsentrasi giberelin (GA3) terdiri dari taraf konsentrasi 250 ppm, 500 ppm dan 750 ppm. Hasil percobaan menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi antara perlakuan jarak tanam dan konsentrasi giberelin terhadap indeks luas daun (ILD), jumlah gabah isi, bobot biji per malai, bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak. Jarak tanam larikan dan konsentrasi giberelin 750 ppm menunjukkan indeks luas daun tertinggi (ILD). Jumlah gabah isi menunjukkan hasil tertinggi pada taraf jarak tanam legowo 2 : 1 dan taraf konsentrasi giberelin 250 ppm. Perlakuan jarak tanam legowo 2 : 1 dengan konsentrasi giberelin 250 ppm menghasilkan bobot biji per malai tertinggi namun tidak menunjukkan perbedaan dengan jarak tanam legowo 2 : 1 dengan konsentrasi giberelin 500 ppm. Bobot biji per tanaman tertinggi pada taraf jarak tanam legowo 2 : 1 dengan konsentrasi giberelin 250 ppm. Bobot biji per petak pada taraf jarak tanam larikan dengan konsentrasi giberelin taraf 250 ppm menunjukkan hasil yang tidak berbeda dengan taraf jarak tanam legowo 2 : 1 dan konsentrasi giberelin taraf 250 ppm. Kata Kunci : giberelin, jarak tanam, pertumbuhan dan hasil, tanaman gandum
Pengaruh Berbagai Jenis Kemasan dan Desikan terhadap Viabilitas, Vigor Benih Kedelai (Glycine max (L.) Merr.) dan Perkembangan Hama Callosobruchus maculatus Selama Periode Simpan Tiga Bulan Dewi, Fathirohmah Oktaviani
Jurnal Fakultas Pertanian Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Jurnal Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.424 KB)

Abstract

ABSTRAK Benih kedelai adalah benih ortodoks dengan kandungan lemak dan protein yang tinggi, sehingga memiliki daya simpan yang rendah. Selain itu, masalah dalam penyimpanan benih kedelai adalah serangan Callosobruchus maculatus. Hal yang harus diperhatikan dalam penyimpanan benih adalah kemasan yang digunakan dan kondisi ruang simpan. Penggunaan desikan dapat menjaga kelembaban sekitar benih, sehingga kadar air benih relatif stabil. Tujuan penelitian adalah mengetahui jenis kemasan dan desikan yang mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih, serta menghambat perkembangan Callosobruchus maculatus. Percobaan dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, dari bulan April sampai Juli 2014.  Percobaan dirancang dengan Rancangan Acak Lengkap sederhana yang mengkombinasikan antara jenis kemasan dan desikan yang diulang tiga kali. Jenis kemasan yang digunakan adalah aluminium foil, botol kaca, plastik poliethilen, dan kain terigu. Desikan yang digunakan adalah silika gel, zeolit, dan arang aktif. Hasil percobaan menunjukkan penggunaan aluminium foil disertai desikan silika gel mampu mempertahankan viabilitas dan vigor benih hingga 3 BSP. Hal ini ditunjukkan dengan kadar air (5,22%), bobot 100 butir (14,28g), daya berkecambah (80%), indeks vigor (7,61), daya hantar listrik (0,12µS/g), kerusakan benih (2%), dan dapat menekan perkembangan Callosobruchus maculatus. Kata kunci :         Callosobruchus maculatus, Desikan, Kedelai, Kemasan, Penyimpanan Benih

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2015 2015