cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Kreatif
Published by Universitas Tadulako
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
ADVERSITY QUOTIENT Pembangkit Motivasi Siswa dalam Belajar Matematika ., Sudarman
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.199 KB)

Abstract

Abstrak: Adversity quotiont (AQ) adalah kecerdasan mengatasi kesulitan. Siswa yang memiliki AQ tinggi disebut siswa climber. Siswa climber gigih, ulet, dan tabah dalam menghadapi kesulitan. Mereka selalu berusaha mencari jalan keluar penyelesaian jika menghadapi kesulitan. Mereka tidak pernah membiarkan ada sesuatu yang menghalangi cita-citanya. Potensi Adversity Quotient telah banyak dimanfaatkan untuk meningkatkan motivasi karyawan di dunia kerja, perusahaan, perkantoran, dan atlit berbagai cabang olah raga. Semenetara itu, dalam dunia pendidikan, Adversity Quotient belum banyak dimanfaatkan. Dewasa ini masih banyak siswa yang mempunyai kesan negatif terhadap matematika, misalnya: matematika dianggap sebagai momok, matematika menakutkan, bahkan ada siswa yang fobia terhadap matematika. Mengingat kondisi ini, potensi Adversity Quotient nampak sangat berperan dalam memotivasi siswa belajar matematika. Siswa yang memiliki motivasi belajar matematika yang tinggi, sesulit apapun materi pelajarann matematika itu, niscaya mereka akan senang belajar. Meningkatkan AQ siswa juga akan sendirinya membangkitkan motivasi siswa belajar matematika. Meningkatkan AQ siswa dapat dilakukan dengan LEAD, dengan megedepankan komponen D, yaitu melakukan sesuatu yang dapat menyadarkan siswa akan pentingnya belajar matematika. Kata-kata kunci:Adversity Quotient, motivasi, matematika
PERKULIAHAN BERBASIS PROBLEM SOLVING DENGAN INVESTIGASI KELOMPOK (PBPS-IK) PADA MATERI ANALISIS KUANTITATIF Pursitasari, Indarini Dwi; Permanasari, Anna; Hendayana, Sumar
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.306 KB)

Abstract

Abstract: Quantitative analysis subjects requires knowledge and problem solving skills of pre-service chemistry teachers. The aims of this study was to develop and to analyze problem solving skills in quantitative analysis of preservice teachers through Problem Solving Based Lecture with Group Investigation (PSBL-GI). The study was quasy experiment conducted to pre-service teachers of year 2010 in semester three of Chemistry Education programs in one of LPTK in Central Sulawesi that is one experiment class (PBPS-IK) and one control class (concept and practice approach). Data were then collected on using a test problem solving skills with a reliability coefficient of 0.84. The collected data were analyzed qualitatively and tested the difference between N-gain of problem solving  PSBL-GI class with control class at level of significance is 5%. The results showed PSBL-GI can develop pre-service teachers problem solving skill with categories medium (0,56).The ability to solve problem of pre-service teacher of PSBL-GI class have is greater than the control class. Problem solving skill of high group is better than medium and low groups. The highest N-gain of indicator of problem solving skill is representation (0.82) and the lowest is identification (0,28) while the highest sub subject of quantitative analysis is neutralization titration (0,67) and the lowest is complexometry titration (0,34). Abstrak: Penguasaan materi analisis kuantitatif tidak terlepas dari pengetahuan dan kemampuan problem solving calon guru. Kemampuan problem solving tidak muncul begitu saja namun memerlukan latihan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan dan menganalisis kemampuan problem solving calon guru dalam analisis kuantitatif melalui PBPS-IK. Penelitian dengan quasi experiments ini dilakukan terhadap calon guru angkatan tahun 2010 semester 3 program studi Pendidikan Kimia di salah satu LPTK di Sulawesi Tengah meliputi satu kelas eksperimen (PBPS-IK) dan satu kelas kontrol  (strategi ceramah dan latihan soal). Data dikumpulkan menggunakan tes kemampuan problem solving dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,84. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan uji perbedaan antara capaian kemampuan problem solving kelas PBPS-IK dengan kelas kontrol pada taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan PBPS-IK dapat mengembangkan kemampuan problem solving calon guru dengan kategori sedang. Calon guru kelas PBPS-IK memiliki kemampuan problem solving yang lebih besar dibandingkan kelas kontrol. Kelompok tinggi memiliki kemampuan problem solving yang lebih baik daripada kelompok sedang dan rendah. Capaian indikator problem solving yang tertinggi adalah representasi (0,82) dan terendah identifikasi (0,28). Sub materi dengan capaian kemampuan problem solving tertinggi adalah titrasi netralisasi (0,67) dan terendah titrasi kompleksometri (0,34). Kata-kata kunci: problem solving, analisis kuantitatif, investigasi kelompok, calon guru
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PKLH DENGAN MODEL PROJECT BASED EARNING PADA MAHASISWA GEOGRAFI UNIVERSITAS TADULAKO ., Amiruddin
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.725 KB)

Abstract

Abstrak:Pengembangan perangkat pembelajaran pengelolaan sumber daya hutan Sulawesi Tengah dengan model project based learning mengacu pada model pengembangan Plomp. Model pengembangan Plomp dipilih dengan pertimbangan, bahwa model ini lebih: 1) sistematis, 2) terarah, 3) analitik, 4) cocok untuk perangkat pembelajaran, 5) relevan dengan karakteristik materi yang dipilih, dan  6) sesuai dengan perkembangan psikologis mahasiswa. Untuk melaksanakan pembelajaran dengan model Project Based Learning dan agar tujuan pembelajaran mencapai sasaran dengan baik diperlukan perangkat yang sesuai dengan model tersebut, maka diadakan penelitian tentang pengembangan perangkat pembelajaran pengelolaan sumber daya hutan Sulawesi Tengah dengan model project based learning, di Universitas Tadulako. Penelitian ini bertujuan mengembangkan perangkat pembelajaran pengelolaan sumber daya hutan Sulawesi Tengah dengan model Project Based Learning, sehinggga diperoleh perangkat pembelajaran yang Valid, Praktis dan Efektif. Kata-kata kunci: Perangkat Pembelajaran, project based earning, mahasiswa geografi
MEMAKSIMALKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN PERSAMAAN LINIER SATU VARIABEL DENGAN KOMBINASI TEKNIK PROBING DAN SCAFFOLDING PADA SISWA KELAS VIIA SMPN 20 PALU Tandiayuk, Marinus Barra’
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.88 KB)

Abstract

Abstrak: Masalah pokok dari penelitian ini adalah siswa masih kurang mampu dalam meyelesaikan persamaan linier satu variabel (PLSV). Hal ini disebabkan beberapa faktor, antara lain siswa: (1) kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran, (2) kurang bersemangat dalam belajar matematika, (3) kurang mengembangkan potensi yang dimilikinya, baik dari segi akademik maupun keterampilan sosial serta (4) kurang memiliki retensi terhadap pengetahuan prasyarat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti mencoba menerapkan kombinasi teknik probing dengan scaffolding dalam megajarkan materi SPLSV. Rumusan masalah adalah: “bagaimana penerapan kombinasi teknik probing dan scaffolding dapat memaksimalkan kemampuan siswa SMP N 20 Palu dalam meyelesaikan SPLSV?” Tujuan menelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan kombinasi dua teknik tersebut yang dapat memaksimalkan kemampuan siswa SMPN 20 Palu dalam menyelesaikan SPLSV. Untk menjawab masalah penelitian tersebut maka peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan rangkaian empat kegiatan persiklus dengan mengacu kepada model Kemmis dan Mc. Taggart yakni: (1) perencanaan,(2) pelaksanaan tinadakan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi, dengan subyek penelitian 32 siswa kelas VIIA SMPN 20 Palu tahun ajaran 2010/2011. Hasil analisis data menunjukkan bukti bahwa penerapan kombinasi teknik probing dan scaffolding dapat memaksimalkan kemampuan siswa kelas VIIA SMPN 20 Palu dalam menyelesaikan SPLSV dengan hasil: kemampuan interaksi edukatif: 28,13%, pada tes awal, 71,88%, siklus I dan 100% siklus II serta penguasaan bahan ajar: 56,09%  pada tes awal, 73,28%  siklus I dan 87,66% siklus II. Terjadi juga rata-rata aktivitas guru dan siswa rata-rata kategori baik.   Kata-kata kunci: Kombinasi Teknik Probing dan Scaffolding, Kemampuan, PLSV.  
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT POKOK BAHASAN STRUKTUR ATOM UNTUK MEMBERIKAN HASIL BELAJAR YANG LEBIH BAIK PADA SISWA KELAS X DI MADRASAH ALIYAH AL-KHAIRAAT PUSAT PALU Mulyani, Sri Mulyani; ., Supriadi; Salam, Abd. Salam
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.838 KB)

Abstract

Abstrak:Hal mendasar yang melatarbelakangi penelitian ini adalah bahwa materi struktur atom merupakan  materi yang pertama dalam  pembelajaran kimia di SMA yang materinya sebagian teori dan sebagian hitungan sederhana, sehingga sangat cocok untuk diterapkan model pembelajaran  kooperatif tipe TGT, karena mewakili semua kemampuan siswa. Ada siswa yang kuat menghafal teori, ada juga siswa yang kuat berhitung sehingga ketika di turnamenkan nanti semua siswa akan merasa semangat. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X Madrasah Aliyah Al-khairaat Pusat Palu tahun ajaran 2011/2012. Dengan sampel penelitian kelas Xc sebagai kelas eksperimen (pembelajaran dengan menggunakan TGT) yang berjumlah 30 siswa dan kelas Xd sebagai kelas kontrol (pembelajaran konvensional) yang berjumlah 30 siswadengan teknik pengambilan sampel berdasarkan pertimbangan ( Purposive Sampling ). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen berupa tes hasil belajar kimia yang telah diuji validitas, realiabilitas, tingkat kesukaran dan daya pembeda. Untuk menguji hipotesis digunakan uji t satu pihak yaitu uji pihak kanan. Hasil analisis data  diperoleh  skor  rata-rata pada kelas eksperimen = 16,8 dengan standar deviasi = 4 dan untuk kelas kontrol diperoleh rata-rata = 7,5 dengan standar deviasi 5. Hasil pengujian hipotesis diperoleh harga thitung = 7,89 dan ttabel = 1,67 dengan taraf signifikan (α) = 0,05. Jadi  ttabel< thitung yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran  kooperatif Tipe Team Games Tournament memberikan hasil belajar yang lebih baik pada mata pelajaran kimia pokok bahasan struktur atom, dari pada tanpa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament.   Kata-kata kunci: kooperatif,  Team Games Tournament, struktur atom
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PERSAMAAN DIFFERENSIAL PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA ., Zainuddin
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.692 KB)

Abstract

Abstrak: Permasalahan mendasar yang akan dipecahkan dalam penelitian ini adalah apakah penerapan model pembelajaran pencapaian konsep dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Persamaan Differensial? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil pembelajaran Persamaan Differensial melalui model pembelajaran pencapaian konsep. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran pencapaian konsep dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa dalam mata kuliah Persamaan Differensial yang ditandai dengan peningkatan rata-rata hasil belajar Persamaan Differensial dalam setiap siklus : (1) Siklus I (rata-rata = 57,38) , dan Siklus II (rata-rata = 61,92),) ; (2) peningkatan jumlah mahasiswa yang bernilai ≥ 60 dari Siklus I (52,31 %) ke Siklus II (73,85 %), meskipun target indikator kinerja setiap siklus yaitu 75 % mahasiswa bernilai ≥ 60 belum tercapai.   Kata-kata kunci: persamaan differensial, pencapaian konsep, matematika  
PENGGUNAAN LEMBAR IDENTIFIKASI KASUS DALAM MENGATASI KESULITAN MENCATAT TRANSAKSI PADA SISWA KELAS I AKUNTANSI 2 SMKN 2 PALU M, Suryani M
Kreatif Vol 15, No 1 (2012)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.127 KB)

Abstract

: Salah satu kesulitan yang dialami oleh siswa SMKN 2 Palu dalam belajar akuntansi adalah pencatatan transaksi kedalam jurnal. Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan lembar identifikasi kasus (LIKSUS) sebagai media untuk menganalisa, mengidentifikasi dan mencatat transaksi kedalam akun-akun yang terkait. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas I SMKN 2 Palu tahun pembelajaran 2007/2008, dan terdiri dari 2 siklus, serta setiap siklus terdiri dari beberapa tahap. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kualitas pembelajaran akuntansi dalam topik pencatatan transaksi kedalam jurnal dengan menggunakan lembar identifikasi kasus. Selain itu, hasil belajar siswa pada siklus 1 dan 2 juga telah memenuhi indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan yaitu ketuntasan kelassikal 100%. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan lembar identifikasi kasus dapat mengatasi kesulitan siswa dalam mencatat transaksi keuangan perusahaan.   Kata-kata kunci: identifikasi kasus, mencatat transaksi, akuntansi
IMPLEMENTASI ASESMEN DAN INTERVENSI BAGI ANAK BERPERILAKU TEMPER TANTRUM (suatu kajian teori dan studi kasus) Amin, Abdul Muis
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.458 KB)

Abstract

Abstrak :Tulisan ini adalah suatu kajian teoritis dari kepustakaan dan studi kasus mengenai Asesmen dan Intervensi dini bagi anak yang berperilaku temper tantrum. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagi orang tua, pendidik, dan orang dewasa lainnya yang peduli terhadap perkembangan perilaku anak. Perilaku temper tantrum dikatakan sebagai suatu reaksi yang berlebihan dari seorang anak ketika keinginannya tidak terpenuhi atau merupakan suatu ekspresi kemarahan yan kuat dan lepas kontrol yang disertai dengan sifat menangis, menjerit, menghentak-hentakkan kaki, memukul, dan menentang. Pada dasarnya perilaku temper tantrum merupakan suatu hal yang wajar terjadi pada anak usia 2-4 tahun, walaupun ada orangtua yang masih harus menghadapi perilaku temper tantrum anaknya sampai mereka berusia 5-6 tahun. Perilaku temper tantrum ini umumya disebabkan karena pada usia ini seorang anak mulai menunjukkan sikap negativistie dan kemandirian. Anak juga mengalami kesulitan untuk mengungkapkan keinginannya secara verbal dan memiliki berlaku eksplosif atau meledak-ledak.   Kata Kunci : Implementasi Asesmen, Intervensi, Perilaku Temper Tantrum
PENGGUNAAN MEDIA PRESENTASE MICROSOFT POWER POINT UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU PADA SISWA KELAS VIII A SMP NEGERI 2 TANANTOVEA Hitler, Ahmad
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.329 KB)

Abstract

Abstrak : Permasalahan yang diangkat dalam penelitian  adalah apakah dengan penggunaan media Presentase Microsoft Power Point pada mata pembelajaran IPS Terpadu dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 2 Tanantovea. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada pokok bahasan Kolonialisme dan Imperialisme Barat di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanantovea. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kualitatif diperoleh dari hasil aktifitas siswa dan guru pada saat proses belajar mengajar berlangsung sedangkan data kuantitatif diperoleh dari hasil belajar siswa pada setiap akhir tindakan. Pada siklus I hasil yang diperoleh dari aktifitas guru sebesar 75% dan pada siklus II sebesar 93%. Sedangkan hasil aktifitas siswa pada siklus I diperoleh 68% dan siklus II sebesar 90%. Hasil tes tindakan siklus I diperoleh siswa yang  tuntas 16 orang dan tidak tuntas 7 orang siswa dengan persentase daya serap klasikal sebesar 67% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 69%. Pada siklus II hasil tes tindakan, siswa yang tuntas 21 orang dan 2 orang siswa tidak tuntas dengan persentase daya serap klasikal sebesar 82% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 86%. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh dari siklus I dan II,  hasil observasi guru dan siswa serta hasil tes tindakan mengalami peningkatan. Hal ini membuktikan bahwa Penggunaan media Presentase Microsoft Power Point dapat meningkatkan hasil belajar IPS Terpadu di kelas VIII A SMP Negeri 2 Tanantovea.   Kata Kunci : Media Presentase Microsoft Power Point , Hasil Belajar  IPS Sejarah
PERANCANGAN PROGRAM PEMBELAJARAN IPA BERBASIS TEMATIK INOVATIF KELAS VII SMP Pursitasari, Indarini Dwi; Nuryanti, Siti; Rede, Amran
Kreatif Vol 17, No 1 (2014)
Publisher : Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.5 KB)

Abstract

Abstrak : Tujuan dari penelitian ini adalah merancang program pembelajaran IPA berbasis tematik inoovatif yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis. Perancangan program dimulai dengan analisis pengetahuan awal dan gaya belajar siswa, analisis kurikulum, pemetaan kompetensi dasar dan topik pelajaran IPA. Selain itu dirancang juga alat evaluasi berupa tes kemampuan berpikir kritis, lembar observasi, dan angket. Hasil pemetaan selanjutnya dibuat silabus, RPP, LKS, dan media pembelajaran. Sintaks dalam pembelajaran IPAterpadu berbasis tematik dan inovatif adalahObservation, Questioning, Exploration, Analysis, Confirmation, and Evaluation (OQEACE). Kata kunci: IPA, tematik, inovatif, berpikir kritis

Page 3 of 12 | Total Record : 113