Articles
20 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 1 (2009)"
:
20 Documents
clear
SOSIOLOGI PEDESAAN SEBAGAI ILMU PENGETAHUAN
Sulthan, Sulthan
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.73 KB)
Sejarah perkembangan sosiologi sebagai ilmu yang mendiri dimulaidi Prancis, Eropa Barat, tapi kemudian berkembang pesat di BenuaAmerika. Di Indonesia sendiri sejarah perkembangan SosiologiPedesaan tidak terlepas dari sentuhan pemikiran kritis Prof.DR.Sajogyo. Beliau mulai memperkenalkan sosiologi (lebih tepatnyasosiologi pertanian) mulai paruh waktu 1957 mulai di UniversitasIndonesia kemudian berlanjut di IPB sampai sekrang. Mencermatiperkembangan sosiologi pedesaan di Indonesia memang mempunyaiciri khas tersendiri yang membedakannya dengan sosiologi pedesaandi benua Amerika. Salah satu yang menonjol bahwa sosiologipedesaan di benua Amerika berkembang pesat karena adanyakegelisahan dari para pendeta yang melihat kenyaan sosial.Sementara perkembangan sosiologi pedesaan di Indonesia hampirdipastikan karena usaha atau rintisan Prof.DR. Sajogyo denganbeberapa pakar dari luar melalui serangkaian kerjasama (penelitiandan praktek penyuluhan) pertanian di beberapa pulau di Indonesia.Kata Kunci : Sosiologi, Pedesaan dan Ilmu pengetahuan
EKSISTENSI NILAI-NILAI FILOSOFI KEBANGSAAN DALAM KEPEMIMPINAN NASIONAL
Alamsyah, Muhammad Nur
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (85.773 KB)
Kepemimpinan nasional yang terbangun dalam cara pandang,strategi, pilihan kebijakan dan orientasi sebagai proses dalammencapau tujuan negara semestinya harus berorientasikan nilaipancasila didalamnya. Ini merupakan perwujudan dari esensinasionalisme yang menempatkan mekanisme kepemimpinannasional sebagai perwujudan dari proses kedaulatan yangterlegitimasi oleh rakyat.Keutuhan impelementasi nilai tersebut, harus terdapat pada seluruhkomponen kepemimpinan bangsa baik formal maupun informalsehingga mengukuhkan sinergitas proses kepemimpinan yang dapatmembawa suasana kedamaian yang menciptakan keamanan sehinggasetiap masyarakat dapat beraktifitas secara baik sehingga akanmampu mencapai tahapan kesejahteraan yang merupakan cita-citanasional indonesia. Kondisi yang diciptakan dari mekanismetersebutlah yang dapat mewujudkan kepemimpinan nasional yangkokoh yang dapat diterima oleh seluruh lapisan dan berbagaikomponen masyarakat yang ada.Kata kunci: Pancasila, Kepemimpinan, Nasional
MASALAH DAN PROSPEK DEMOKRASI
Patta, Abdul Kadir
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (43.877 KB)
Demokratrisasi dapat diartikan sebagai suatu transformasi atauproses untuk mencapai suatu system yang demokratis. Sedangkanmakna dan subtansi kata demokrasi itu sendiri berarti-secarasederhana-pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat. Dalam artiyang (relative) agak luas, demokrasi sering dimaknai sebagaipemerintahan dengan segenap kegiatan yang dikelola, dijalankandengan menjadikan rakyat sebagai subjek dan titik tumpu rodapenentu berjalannya kepolitikan dan kepemerintahan. Oleh karenademokrasi merupakan system yang bertumpu pada daulat rakyat,maka nihilisme terhadap daulat elite, atau daulat partai, atau daulatNegara, ataupun daulat militer musti disingkirkan.Kata kunci : Prospek dan demokrasi
PELAYANAN LANGUSNG DAN PELAYANAN TIDAK LANGSUNG DALAM PEKERJAAN SOSIAL
Suasa, Suasa
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.626 KB)
Pekerja sosial dituntut keterampilan dalam mengenal sifat klien,situasi sekitar, komunikasi klien dengan masyarakat sekitar dantingkah laku kliennya. Disamping itu pekerja sosial harusmempunyai kemampuan yang tinggi dalam memahami interaksiantara klien dengan lingkungannya, lingkungan keluarga danlingkungan masyarakat secara timbal balik, ini merupakan pelayananlangsung dalam pekerjaan sosial.Proses perubahan/perbaikan suatu organisasi tentunya sesuai aturanseperti : perencanaan, konsultasi, pendidikan dan pengembanganorganisasi. Kegiatan seperti itu dianggap berhubungan erat denganpelayanan tidak langsung, hal tersebut ditinjau dari segi perananmembantu orang yang membutuhkan dimana secara tidak langsungdirasakan oleh klien melalui lembaga. Para pekerjan sosial sangatpenting memahami perubahan dan perkembangan perilaku individudan kelompok dalam proses interaksi sosial.Kata Kunci :Pelayanan, pekerjaan sosial
ETOS KERJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT PEDESAAN
Laebo, Asruddin
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kualitas sumber daya manusia merupakan titik sentral motorpenggerak dan pengelola dari berbagai jenis sumber daya lainnyapada arena pembangunan masyarakat, seperti : sumber daya alam,budaya, lembaga/ pranata sosial. Sumber daya alam, budaya,lembaga /pranata sosial, tidak dapat mengganti posisi sumber dayamanusia untuk menjadi titik sentral dan sebagai pengelola bagi yanglainnya baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama. Sikapmanusia terhadap kerja nilai unggulannya, nilai andalannya terhadapkerja merupakan pedomannya dalam bekerja disebut etos kerja.Etos kerja bersumber pada asas etis, yaitu kebajikan-kebajikan moraldalam bekerja. Asas etis dapat dijabarkan dalam suatu kode etik daninilah yang kemudian diwujudkan dalam bentuk etika kerja, etikaprofesi, atau etos kerja. Sebagai kearifan dalam sikap bekerja. Etoskerja menunjukkan ciri-ciri prilaku yang berkualitas tinggi padaseseorang yang mencerminkan keluhuran budi, keunggulan watak.Dengan berpedoman pada etos kerja seseorang melaksanakan kerjadengan baik.Kata Kunci : Etos Kerja, Masyarakat Pedesaan.
PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN PEGAWAI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA
Daswati, Daswati
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (57.035 KB)
Perlu disadari bahwa pegawai merupakan suatu potensi kesuksesanuntuk mengimbangi perubahan dan kemajuan dalam berbagai aspekyang mempengaruhi beban kerja pimpinan, dituntut tersedianyatenaga yang setiap saat memenuhi kebutuhan. Keseluruhan tugashanya akan bermanfaat dan berhasil baik, apabila diusahakan olehpribadi itu sendiri pengembangannya. Dengan adanyapengembangan diharapkan seseorang mempunyai kemampuan kerjayang serbaguna, berhasil guna dan dapat bekerja sesuai kebutuhanserta tuntutan organisasi dimana ia bekerja.Kemampuan untuk berkembang dan bertindak secara kreatif sertaberpikir untuk memecahkan masalah/mengambil keputusan,walaupun setiap pegawai berbeda tingkat kemampuannya. segalacara yang dimiliki oleh organisasi seperti peraturan, presedur,metode, struktur organisasinya hanya merupakan benda mati danhanya akan ada manfaatnya apabila di kelola oleh pikiran yangmemiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang tinggi, dengandisertai disiplin dan dedikasi yang besar.Kata Kunci: Pengembangan Pegawai Dan Produktivitas Kerja
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI PEREMPUAN BERAKTIVITAS DALAM PARTAI POLITIK
Nurhamni, Nurhamni
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.08 KB)
Motivasi perempuan beraktivitas pada partai politik didasarkan padamotivasi yang bersumber dari dalam dirinya maupun di luar dirinya,yang dikenal dengan motivasi internal dan eksternal. Motivasiinternal jika dikaitkan dengan teori Maslow ada 5 kebutuhan yaitukebutuhan dasar, keamanan, sosial, penghargaan dan pengembangandiri. Sedangkan motivasi ekternal dapat dilihat pada motivasi yangbersumber dari lingkungan sendiri yaitu keluarga dan motivasi diluar lingkungan adalah teman.Kata Kunci : Motivasi dan Partai Politik
PERSPEKTIF SOSIOLOGIS TENTANG KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA
Syufri, Syufri
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (60.735 KB)
Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga adalah masalahkeluarga yang sulit terekspos dirana publik, sebagai akibat dariadanya anggapan masyarakat bahwa masalah tersebut adalah suatuhal yang wajar dan dapat diselesaikan secara intern dalam suatukeluarga. Budaya Patriarki dan Pemahaman yang keliru terhadapajaran agama dan kepercayaan serta Peniruan seorang anak laki-lakiterhadap karakter ayahnya, adalah faktor-faktor dominan penyebabterjadi kekerasan tersebut. Oleh sebab itu, pendekatan-pendekatansecara idologis seperti kampanye untuk menghentikan pelbagaibentuk ketidak adilan gender serta mempelajari berbagai teknik olehkaum perempuan dalam menghentikan kekerasan.Kata Kunci : Kekerasan Terhadap Perempuan.
KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA SOSIALISASI KESEHATAN REPRODUKSI
Resmiwaty, Resmiwaty
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (98.256 KB)
Persoalan di seputar kehidupan remaja kini menjadi masalah yangcukup krusial dan perlu mendapat perhatian khusus. Salah satupersoalan tersebut adalah masalah pendidikan kesehatan reproduksi.Mengingat semakin banyaknya masalah-masalah seksualitas yangmelingkupi kehidupan mereka. Masalah ini tidak dapat dilepaskandari eksistensi keluarga sebagai sebuah lembaga yang berperandalam membimbing, mendidik, dan mengarahkan remaja ke dalamkehidupan yang lebih baik, terutama mengelola perilaku seksualmereka sesuai dengan tradisi, agama, dan gender yang berlaku dikehidupan sosialnya. Pendidikan kesehatan reproduksi diberikan dariorang tua kepada anak-anaknya, juga kepada anggota keluargalainnya. Hal ini ditujukan agar anak-anak terutama remaja dapatterhindar dari akibat-akibat negatif seksualitas.Kata Kunci : Keluarga Sosialisasi, dan Kesehatan Refroduksi
PENERAPAN DINAMIKA KELOMPOK
Amir, Andi Mascunra
Academica Vol 1, No 1 (2009)
Publisher : Academica
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (82.139 KB)
Dinamika kelompok merupakan cabang ilmu sosial yangmempelajari perilaku manusia dalam kelompok atau ilmu yangmempelajari tenaga-tenaga yang bekerja dalam kelompok, mencaripenyebabnya, dan apa akibatnya terhadap individu maupunkelompok. Sebelum perang dunia ke II para ahli masih memusatkanperhatiannya pada individu, seperti Kurt Lewin, sebagai pencetusgagasan dinamika kelompok berhasil menunjukkan bahwa tidak adamanusia yang dapat hidup sendiri. Berdasarkan hasil penemuantimbul suatu upaya bagaimana mendidik manusia untuk mencapaipertumbuhan kepribadian sendiri serta kelompok yangmemanfaatkan tenaga yang mempengaruhi tersebut.Kata Kunci : Dinamika Kelompok