cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
Keanekaragaman Jenis Herpetofauna sebagai Dampak Pembangunan Perkebunan Kelapa Sawit di Sumatera Selatan Muhammad Farid Al Faritsi; Yanto Santosa
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.39-51

Abstract

Perluasan perkebunan kelapa sawit yang terus terjadi dianggap memengaruhi keanekaragaman dan kekayaan satwa liar khususnya herpetofauna. Herpetofauna memiliki peran yang penting dalam ekosistem sehingga upaya pelestariannya dalam kajian ekologis perlu menjadi perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak perkebunan kelapa sawit terhadap keanekaragaman jenis dan komposisi jenis herpetofauna. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode Visual Encounter Survey (VES) dengan membandingkan lima tipe tutupan lahan dengan tutupan lahan semak belukar, yang merupakan tipe tutupan lahan sebelum dialihkan menjadi perkebunan sawit. Perubahan dari semak belukar menjadi perkebunan kelapa sawit berdampak positif pada keanekaragaman jenis herpetofauna. Jumlah jenis herpetofauna pada kondisi semak belukar sebanyak 6 jenis dengan indeks kekayaan jenis sebesar 1,48, indeks keanekaragaman jenis sebesar 0,83, dan indeks kemerataan jenis sebesar 0,46. Setelah menjadi perkebunan kelapa sawit, terjadi penambahan 4 jenis herpetofauna, serta peningkatan indeks kekayaan jenis sebanyak 1,09, indeks keanekaragaman jenis sebanyak 1,08, dan  indeks kemerataan jenis sebanyak 0,37. Dengan demikian, jumlah jenis herpetofauna setelah konversi lahan menjadi 10 jenis dengan indeks kekayaan jenis sebesar 2,57, indeks keanekaragaman jenis sebesar 1,91, dan indeks kemerataan jenis sebesar 0,83. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan dari semak belukar menjadi perkebunan sawit menyebabkan perubahan pada komposisi jenis herpetofauna sebesar 63%.
ANALISIS KESESUAIAN KORIDOR HALIMUN SALAK SEBAGAI PERLUASAN HABITAT MACAN TUTUL JAWA (Panthera pardus melas) DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN SALAK Ikhwal Riza Ardiansyah; Jarwadi Budi Hernowo; Hendra Gunawan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.2.127-142

Abstract

Macan tutul jawa yang memiliki jenis kelamin sama biasanya akan saling menghindar bahkan bertengkar untuk memperebutkan habitatnya. Areal koridor Gunung Halimun Salak yang berfungsi sebagai saluran pertukaran genetik dapat menjadi perluasan habitat macan tutul jawa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagian-bagian areal koridor yang sesuai sebagai habitat macan tutul jawa (Panthera pardus melas) dengan membuat peta kesesuaian habitat. Data diambil dengan pemasangan kamera jebak dan survei lapang. Data yang diambil meliputi keberadaan macan tutul jawa, kondisi habitat, dan gangguan habitat. Analisis kesesuaian habitat menggunakan variabel kelerengan, ketinggian, tutupan lahan, satwa mangsa, dan jarak dari sumber gangguan. Hasil penelitian menunjukkan pada areal koridor ditemukan sebanyak empat individu macan tutul jawa dan terdapat 18 jenis mangsa potensial. Dalam peta kesesuaian habitat, diketahui bahwa 49% memiliki kesesuaian tinggi dan 40% memiliki kesesuaian sedang. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar areal koridor masih sesuai sebagai habitat macan tutul jawa. Namun demikian masih tetap diperlukan upaya untuk pemantauan, pengendalian dan penjagaan terhadap gangguan habitat seperti penebangan liar, perburuan liar, pembukaan lahan, pencarian rumput serta kegiatan motocross.
ANALISIS POPULASI KEDIH (Presbytis thomasi) DI CAGAR ALAM PINUS JANTHO ACEH BESAR PROVINSI ACEH Ruskhanidar Ruskhanidar; Hadi Sukadi Alikodra; Entang Iskandar; Nyoto Santoso; Sri Supraptini Mansjoer
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.2.207-220

Abstract

Kedih (Presbytis thomasi) merupakan satwa primata endemic Sumatera, yang sebarannya terbatas di wilayah Aceh dan sebagian kecil Sumatera Utara. Populasi spesies ini sangat terancam karena habitatnya banyak mengalami gangguan, terutama kebakaran hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kedih di Cagar Alam Pinus Jantho (CAPJ) pada blok rehabilitasi dan blok perlindungan, dengan luas lokasi penelitian 184hektar. Penelitian dilakukan sejak Desember 2017 sampai September 2018. Metodologi penelitian pada pengamatan kedih menggunakan line transect sampling dan scan sampling untuk mengidentifikasi strata tajuk yang digunakan kedih untuk istirahat dan tidur. Jumlah jalur sebanyak 23 transek dengan panjang bervariasi antar jalur. Dari hasil pengamatan, ditemukan 7 kelompok kedih dengan total jumlah individu 34 ekor yang terdiri dari 8 jantan dewasa, 9 betina dewasa, serta 12 remaja dan 5 anak. Struktur umur kedih di CAPJ termasuk dalam kategori struktur umur stabil dibuktikan dengan umur kedih muda (anak+remaja) sama jumlahnya dengan kedih dewasa. Nisbah kelamin jantan dan betina dewasa 1:1,12 dan usia muda (anak dan remaja) dan dewasa 1:1. Strategi konservasi yang dapat dilakukan untuk pelestarian dan perlindungan kedih adalah dengan melakukan perbaikan habitat melalui pengayaan jenis vegetasi, peningkatan pengawasan terhadap kebakaran hutan dan kehadiran pemburu satwa, serta pembinaan terhadap masyarakat sekitar kawasan melalui penyuluhan dan pendidikan konservasi.
Penggunaan Habitat dan Pemodelan Distribusi Spasial Macan Tutul Jawa di Kawasan Gunung Sawal, Jawa Barat Ilham Setiawan Noer; Hendra Gunawan; Dede Aulia Rahman
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.53-66

Abstract

Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan predator puncak yang berstatus dilindungi, kritis (critically endangered), dan salah satu dari 25 satwa prioritas nasional. Data dan informasi terkait penggunaan habitat dan pemodelan distribusi spasial macan tutul jawa masih sedikit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi penggunaan habitat macan tutul jawa, serta membuat pemodelan distribusi spasial macan tutul jawa. Data penelitian ini dikumpulkan melalui pemasangan camera trap, metode eksplorasi, dan pengumpulan variabel lingkungan dengan metode Maximum Entropy. Analisis dilakukan menggunakan Relative Use Index, pemodelan Maximum Entropy, dan Relative Abundance Index. Berdasarkan penelitian, penggunaan habitat oleh macan tutul jawa dengan nilai paling tinggi terdapat pada tipe habitat berupa hutan alam primer, ketinggian 751-1.250 mdpl, dan kemiringan lahan curam (26-40%), dengan sedikit gangguan manusia. Variabel lingkungan yang paling berpengaruh adalah jarak dari satwa mangsa, lereng, dan ketinggian. Penelitian ini menghasilkan implikasi pengelolaan, yaitu 1) area yang dinilai sesuai bagi macan tutul jawa dapat dipertahankan keberadaannya, sedangkan area yang kurang sesuai dapat dilakukan perbaikan habitat; 2) integrasi antara kawasan konservasi dengan kawasan hutan disekitarnya penting untuk dilakukan agar populasi macan tutul jawa dapat tertampung dengan baik, 3) mitigasi konflik juga penting untuk dilakukan melalui kerja sama yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
VARIASI STATUS AIR PADA Rhododendron javanicum Benn. Dyan M.S. Putri; Tri Warseno
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.2.143-153

Abstract

Rhododendron merupakan jenis tanaman berbunga dari keluarga Ericaceae yang berpotensi sebagai tanaman hias dan obat. Banyak jenis-jenis Rhododendron yang dikategorikan sebagai spesies terancam dan termasuk dalam Red List IUCN sehingga perlu upaya konservasi dengan mempertimbangkan salah satu faktor penunjang pertumbuhannya, yaitu status air. Penelitian ini bertujuan mengetahui variasi status air dari Rhododendron javanicum Benn. sehingga dapat dimanfaatkan untuk menunjang keberhasilan usaha konservasi secara ex situ, khususnya di Kebun Raya Bali. Penelitian menggunakan metode time series experiment (Rancangan Acak Lengkap). Perlakuan (variabel bebas) yang digunakan adalah waktu pengamatan (06.00 WITA, 12.00 WITA, 18.00 WITA) dan lokasi tumbuhan (tempat terbuka dengan rerata intensitas cahaya 125,23 Klux dan tempat teduh dengan rerata intensitas cahaya di 105,15 Klux), sedangkan faktor iklim mikro (suhu, intensitas cahaya dan kelembaban) dan status air daun (RWC) merupakan parameternya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air pada Rhododendron javanicum Benn. bervariasi namun dalam kondisi berimbang, yaitu pemeliharaan aktivitas fisiologis secara individu maupun pada seluruh tubuh tanaman cukup stabil. Hal ini ditunjukkan dengan nilai RWC yang berkisar 97,79-182,83% pada tempat terbuka, dan 79,00-170,67% pada tempat teduh. Hasil penelitian yang diperoleh dapat dapat digunakan sebagai dasar dalam upaya konservasi R. javanicum secara ex-situ khususnya di Kebun Raya Bali dalam kegiatan pemeliharaan, pengelolaan dan pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Pendugaan Keanekaragaman Mamalia Menggunakan Camera Trap di Hutan Desa Senamat Ulu, Lanskap Bujang Raba, Jambi Zola Anjelia Putri; Nindy Lady Fandela; Elfira Septiansyah; Bimo Premono
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.1-12

Abstract

Hutan Desa Senamat Ulu merupakan bagian dari kawasan hutan lindung Bukit Panjang Rantau Bayur, Jambi yang memiliki beragam tipe ekosistem yang menjadi habitat bagi banyak satwa liar termasuk jenis mamalia. Minimnya data mengenai keanekaragaman jenis mamalia di kawasan tersebut melatarbelakangi dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan kelimpahan mamalia di kawasan hutan Desa Senamat Ulu. Jenis dan kelimpahan mamalia diketahui dengan menggunakan camera trap dan pengamatan secara langsung di lapangan. Sebanyak 25 jenis mamalia berhasil direkam selama pengamatan. Hasil pengamatan menunjukkan mamalia dengan kelimpahan yang tinggi adalah adalah Sus scrofa (babi hutan) sebesar 28,34% dan nilai terendah adalah Hemigalus derbyanus (musang belang), Panthera tigris sumatrae (Harimau Sumatera), dan Tragulus napu (kancil/napu) dengan nilai 0,23%. Indeks keanekaragaman satwa kawasan hutan Desa Senamat Ulu tergolong sedang sebesar 2,72. Keutuhan hutan Desa Senamat Ulu perlu terus diupayakan karena memiliki peran penting terhadap keberadaan satwa mamalia di lanskap Bujang Raba.
A Phenetic Analysis of Korthalsia spp. in Sumatra Based on Morphological Characters Fadjri Maarif; Himmah Rustiami; Priyanti Priyanti
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.67-82

Abstract

Korthalsia (Blume) is a genus in the sub-family Calamoideae of the family Arecaceae. Research on a phenetic study of Korthalsia in Sumatra has never been published. The research was conducted to describe the specific characteristics of Korthalsia spp. in Sumatra and analyze their morphological character and similarity with a phenetic analysis. There were 85 herbarium specimens of Korthalsia deposited at the Herbarium Bogoriense (BO). Twenty-four vegetative and six generative characters were observed. Scoring was analyzed with a multinomial approach. The analysis was performed using the NTSys pc 2.02. The result showed that nine species of Korthalsia in Sumatra were distinguished based on their ocrea types, leaflets shape, and rachillae. The phenogram showed a similarity coefficient value of 0.53 for two main clusters, cluster A consisting of 4 species of Korthalsia (K. debilis, K. paucijuga, K. rigida, and K. rostrata) and Cluster B consisting of 5 species (K. echinometra, K. flagellaris, K. laciniosa, K. hispida, and K. robusta).
VEGETATION CHARACTERISTICS AND CARBON STOCKS AFTER EARTHQUAKE IN FOREST FOR SPECIFIC PURPOSE (KHDTK) SENARU Sitti Latifah; Muhammad Husni Idris; Rato Silamon Firdaus; Niechi Valentino; Eni Hidayati; nuraini nuraini; Tedi Zulia Putra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.2.173-189

Abstract

Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) or Forest for Specific Purposes in Senaru is a forest area designated for educational purposes. This study aims to assess ecological changes (i.e., vegetation cover, vegetation structure and diversity, and carbon storage) in KHDTK Senaru during three-time scales, namely in 2013 and in 2018; before and after the earthquake. Data were collected from 30 permanent quadratic plots, systematically distributed in these three different time scales. The vegetation cover resultsshow a decreasing vegetation cover in the dense class but increasing in middle and sparse density classes. Changes in vegetation structure and diversity are noticeable at all regeneration stages, while the carbon storage changes at each time scale. This study indicates that disturbance due to the earthquake has minimal effect on the species diversity than management practices. Therefore, we recommend that the manager or forest users to consider planting more species to increase diversity, improve ecosystemresiliency, prevent damage expansion, and decrease the ecological function of KHDTK Senaru.
Kesesuaian Lahan Beberapa Jenis Tanaman untuk Perbaikan Kualitas Lahan di Hutan Lindung Sekaroh Muhamad Yusup Hidayat; Ridwan Fauzi; Chairil Anwar Siregar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.13-27

Abstract

Laju penambahan lahan kritis di Indonesia menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan setiap tahun. Upaya untuk menguranginya dilakukan dengan rehabilitasi hutan dan lahan. Untuk itu diperlukan telaah atas informasi terkait jenis-jenis tanaman yang sesuai, faktor pembatas, kondisi lahan saat ini (aktual) serta metode perbaikannya. Metode penelitian yang diterapkan pada kasus hutan lindung adalah analisis deskriptif, yaitu dengan menerapkan hukum minimum Leibig (Liebig law) dalam menentukan faktor pembatas yang akan berdampak pada kelas kesesuaian lahan. Hasil analisis kesesuaian lahan aktual yang diujicobakan menunjukkan bahwa seluruh satuan lahan mahoni (Swietenia macrophylla) termasuk pada kelas S3, sedangkan jenis trembesi (Samanea saman), jati (Tectona Grandis) dan nangka (Artocarpus heterophyllus), dua satuan lahannya pada kelas S2 dan dua satuan lahan lainnya pada kelas S3. Tiga jenis unggulan lokal, yaitu durian (Durio zibethinus) dan rambutan (Nephelium lappaceum), seluruh satuan lahannya termasuk pada kelas S3, sedangkan jenis mangga (Mangifera indica) dua satuan lahan tergolong kelas S2 dan dua satuan lahan lainya tergolong kelas S2. Kelas kesesuaian lahan potensial dapat ditingkatkan dengan perbaikan karakterisitik lahan sebesar satu sampai dua tingkat lebih tinggi. Jenis tanaman buah-buahan perlu diprioritaskan karena mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi dan nilai ekologis yang tidak kalah dengan jenis tanaman kayu.
Impact of Litter Quality and Earthworm Populations on Seruk Spring Forest’s Soil Characteristic Abban Putri Fiqa; Siti Sofiah
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.83-95

Abstract

Seruk spring, located in Batu, East Java, is a spring with four different Land Use Systems (LUS) in its surrounding area, comprising a mixed, a pine, an eucalypt, and a bamboo forests. Over time, there have been changes in land use around the area of Seruk Spring. This results in a decrease in the environmental quality, and even in the spring’s water discharge. As spring serves as an important part of people living in the immediate vicinity, this research aimed to determine the differences in litter quality, earthworm populations, and soil porosity at each LUS. Litter was measured in each area and analyzed in the laboratory to determine its biomass and quality. Earthworm populations and biomass were measured with the iron box method, while the soil porosity and organic matter were based on secondary data from the previous research. The correlation among all the parameters was analyzed with Principal Components Analysis (PCA) using PAST 3 software. The results showed that the bamboo forest had the most suitable land-use system around spring, based on the highest litter thickness and its quality in the area. The different qualities of each LUS provided diverse advantages for the spring ecosystem. The presence of the bamboo forest around the spring area should be conserved, to maintain the quality of the ecosystem and the sustainability of the spring area itself.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue