cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
KARAKTERISTIK HABITAT DAN POLA AKTIVITAS LANGUR BORNEO (Presbytis chrysomelas cruciger) DI TAMAN NASIONAL DANAU SENTARUM Muhammad Elfaza Faishal Musyaffa; Nyoto Santoso
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2020.17.2.155-172

Abstract

Langur borneo merupakan satwa primata endemik Kalimantan Barat dan hingga saat ini hanya ditemukan di Taman Nasional Danau Sentarum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan komponen habitat serta pola aktivitas langur borneo dalam memanfaatkan ruang habitat di Taman Nasional Danau Sentarum. Waktu pelaksanaan yaitu pada bulan September sampai Oktober 2019 di Pulau Semujan. Metode analisis vegetasi dan scan sampling digunakan untuk mengidentifikasi karakteristik habitat dan pola aktivitas langur borneo. Suhu udara rata – rata lokasi penelitian berkisar antara 24,8oC - 30,6oC, kelembaban udara relatif berkisar antara 71,8% - 93,2% dan ketinggian jelajah 30 - 50 mdpl. Buah karet merupakan pakan utama langur borneo. Jenis pohon yang digunakan langur borneo sebagai pohon tidur adalah jenis pohon empakan (Durio kutejensis) dan pohon ara (Ficus spathulifolia). Kelompok langur borneo di Pulau Semujan diperkirakan ada empat kelompok dengan jumlah anggota 10 – 20 individu. Aktivitas tertinggi langur borneo di tiga tipe habitat (hutan dataran rendah, hutan perbukitan dan hutan karet) yaitu vokalisasi dengan persentase berturut – turut 65%, 72% dan 73%. Strata vegetasi C merupakan strata yang paling banyak digunakan untuk beraktivitas oleh langur borneo dengan persentase 78%. Selain Pulau Semujan, Pulau Vega diduga menjadi habitat langur borneo di Taman Nasional Danau Sentarum.
Orchids From Five Districts in Fakfak Regency, West Papua: Diversity and Distribution Reza Saputra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.1.29-38

Abstract

A study of the diversity and distribution of orchids has been conducted in five districts in Fakfak Regency, i.e. Kokas, Fakfak Tengah, Fakfak, Wartutin, and Karas. This study was conducted based on current condition that research on orchid inventory has never been carried out in Fakfak Regency. Therefore, there is lack information and report related to the data of orchids collection from this regency. The objective of the research was to provide a preliminary note on the diversity and distribution of orchids in the Fakfak Regency. The study was carried out using the Visual Encounter Survey and the Purposive Exploration method. The result determined 67 collection numbers consisting of 49 epiphytic orchids, 16 terrestrial orchids, and two holomycotrophic orchids classified into 33 genera and 67 species. Fakfak Tengah District has the most diverse orchids species compared to other districts, viz. 37 species.
Sediaan Karbon pada Hutan Bekas Terbakar di PT Bumi Andalas Permai, Provinsi Sumatera Selatan Nur M HERIYANTO; Dolly Priatna; Ismayadi Samsoedin
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.111-122

Abstract

Kebakaran sering terjadi di hutan hujan tropis terutama di musim kemarau. Salah satu dampaknya yaitu berkurangnya biomassa dan menurunkan kandungan karbon. Tujuan penelitian adalah melakukan evaluasi sediaan karbon pada hutan bekas terbakar berulang. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2019 di hutan sekunder terbakar pada tiga lokasi terpilih yaitu lokasi kebakaran tahun 2015, lokasi kebakaran tahun 2017, serta lokasi kebakaran berulang tahun 1997, 2015 dan 2017 yang berada di areal kerja PT Bumi Andalas Permai, Provinsi Sumatera Selatan. Pada masing-masing lokasi, plot penelitian dibuat seluas satu Ha (100 x 100 m). Penelitian menunjukkan bahwa komposisi tegakan tingkat pohon, tiang dan semai di hutan terbakar tahun 2015 didominasi jenis uba (Syzygium sp.), pada hutan terbakar tahun 2017 didominasi jenis Acacia crassicarpa dan Macaranga sp., sedangkan pada hutan yang terbakar berulang tahun 1997, 2015 dan 2017 didominasi oleh jenis gelam (Melaleuca cajuputi). Sediaan karbon pada tegakan berdiameter ≥10 cm secara umum sangat rendah, yaitu sebesar 20,06 ton C/Ha pada tegakan hutan terbakar tahun 2015, sebesar 0,42 ton C/Ha di hutan terbakar tahun 2017 dan sebesar 0,16 ton C/Ha pada hutan terbakar berulang tahun 1997, 2015 dan 2017. Kebakaran hutan berulang berdampak pada turunnya biomassa dan jumlah pohon per-ha, sehingga untuk memulihkannya diperlukan restorasi dan kerja yang ektra keras mencegah kebakaran.
Karakter Fisik dan Fisiologi Serta Metode Konservasi Benih Vatica venulosa Blume (Dipterocarpaceae) Aulia Hasan Widjaya; M. Rahmad Suhartanto; Endah R. Palupi; Dian Latifah
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.167-181

Abstract

Vatica venulosa Blume merupakan jenis tumbuhan langka dengan kategori Critically Endangered A1c ver 2.3. Benih V. venulosa bersifat rekalsitran dan studi mengenai penentuan waktu panen, standar pengujian viabilitas, kadar air kritis benih untuk mendukung konservasi V. venulosa belum banyak dilakukan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mempelajari periode perkecambahan, waktu masak fisiologi buah, kadar air kritis dan metode konservasi embrio V. venulosa. Periode perkecambahan V. venulosa memiliki hitungan awal dan akhir pada 23 hari setelah semai (HSS) dan 33 HSS. Benih V. venulosa mencapai masak fisiologi pada 101±3 hari setelah antesis (HSA) sampai 106±3 HSA. Kadar air kritis benih V. venulosa sebesar 38,63%-39,59%. Pertumbuhan embrio V. venulosa menggunakan Woody Plant Medium (WPM) memiliki tingkat keberhasilan sebesar 70% pada kadar air 34,1%. Woody Plant Medium hanya bisa digunakan hingga 15 hari setelah tanam (HST) untuk eksplan embrio tumbuhan berkayu yang memiliki kandungan fenolik tinggi. Benih V. venulosa memiliki daya berkecambah sebesar 78,75%-81,25% dan akan menjadi bibit dengan 2 helai daun pada 45 HSS. Hasil penelitian ini memberikan informasi bahwa benih V. venulosa dapat dipertahankan melalui metode konservasi secara invitro untuk mendukung program konservasi benih tanaman langka.
Mammal Distribution and Diversity in the Protected Forest of RPH Sumbermanjing Kulon KPH Malang Nirmala Ayu Aryanti; Dany Fiqrullah Jaki; Teguh Pribadi; Iwan Kurniawan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.97-110

Abstract

The Protected Forest of RPH (Forest Management Resort) Sumbermanjing Kulon is an area, which is susceptible to land conversion due to human activities, such as road construction and tourism. These conditions might harm the habitat of several animals and disturb their movements, specifically in the mammal group. Therefore, the purpose of this research is to determine the distribution and diversity of mammals as the basis for the proper management of the RPH. This research was conducted on a variety of forest habitats located on plot 97A, which covers an area of 331.5 Ha. Moreover, data were collected by creating line transects in this location and then analyzed by constructing a map of the mammals' distribution using the Shannon-Winer diversity index, evenness, and species richness. According to the results, 23 species of mammals were scattered in three types of habitats. The low category of mammal species diversity index was discovered in the mangrove forest (0.69), while the tropical rainforest (2.48) and coastal forest (2.18 were moderate). Furthermore, the mammal species evenness index in the lowland tropical rainforest, mangrove, and coastal forests indicated relatively even results while the highest mammal species richness index was detected in the lowland tropical rainforest. The mammal diversity results can be used by area managers for sustainable management.  
Feed Preferences of Yellow-crested cockatoo (Cacatua sulphurea sulphurea) in Pasoso Island, Central Sulawesi Moh. Ihsan; Ani Mardiastuti; Burhanuddin Masy’ud; Yeni A. Mulyani
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.183-193

Abstract

The yellow-crested cockatoo (Cacatua sulphurea sulphurea) is a sub-species of Cacatua sulphurea widely distributed in Sulawesi and several surrounding islands including Pasoso. Currently, the population has decreased and is categorized as critically endangered, hence, conservation measures are needed. One conservation approach is by understanding feed preference as an important aspect of improving survival. This study, then, aims to determine the feed preferences of yellow-crested cockatoos on Pasoso Island. It was conducted from April-September 2019 using data on the regeneration of forage plants obtained with a 20 m x 20 m plot, while feed preference data were taken using the focal animal sampling method. Furthermore, the data obtained were analyzed using the Jacobs preference index and the results showed that Buchanania arborescens is the type of forage plant that is most consumed. Based on the Jacobs category, it was known that B. arborescens and Ficus benjamina were the preferred types of feed, while Aglaia argentea was less preferred. However, the most preferred feed do not regenerate in the primary forest and had low regeneration in the ecotone habitat type, and an effort to develop the habitats by planting more B. Arborescens is necessary.
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kompetensi Petani Hutan Rakyat Jati di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara Musdi Musdi; Hardjanto Hardjanto; Leti Sundawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.123-135

Abstract

Hutan rakyat merupakan salah satu usaha tani yang umum dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Muna. Motivasi utama para petani untuk mengembangkan hutan rakyat adalah sebagai investasi untuk menunjang perekonomian rumah tangganya di masa depan. Pengelolaan hutan rakyat yang baik harus didukung oleh petani yang kompeten. Saat ini belum banyak kajian terkait dengan tingkat kompetensi petani dalam mengelola hutan, oleh karena itu perlu dilakukan kajian terhadap kinerja petani dalam mengelola hutan guna menjaga dan meningkatkan produktivitas hasil hutannya. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kompetensi petani hutan rakyat jati; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kompetensi. Pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling berdasarkan pada domisili dan jenis tanaman yang dibudidayakan. Structural Equation Modeling (SEM) yang dioperasikan dengan program Linear Structural Relationship (LISREL) digunakan sebagai analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kompetensi petani termasuk dalam kategori sedang, dilihat dari aspek pengetahuan, keterampilan petani dan tindakannya dalam mengelola hutan rakyat jati. Kompetensi petani dipengaruhi secara nyata oleh faktor eksternal yaitu kelompok tani dan akses informasi. Indikator yang paling berpengaruh secara signifikan terhadap kompetensi petani adalah keberadaan kelompok tani. Tingkat kompetensi yang dimiliki petani saat ini memberikan gambaran tentang bentuk pengelolaan hutan rakyat yang telah dilakukan.
Identification of Red Meranti Group (Shorea spp., Dipterocarpaceae) Saplings Based on Variations in the Morphological Features of Quantitative Leaves Nur Mufarhatun; Iwan Hilwan; Henti Hendalastuti Rachmat
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.137-149

Abstract

Shorea is the largest genus within the family of Dipterocarpaceae, a major timber tree dominating tropical forest in South East Asia. The genus of Shorea has many similarities, and species identification is often tricky. Most Shorea (Dipterocarpaceae) species perform as a big emergent tree; thus, species discrimination at seedlings level will benefit practical use in the field scale. A study of variations of leaf morphology and color on Red Meranti seedlings growing in an experimental nursery. A total of 450 individuals of 29 species of the Red Meranti were measured for their leaf characters. Data analysis was performed using the application R Statistics 3.6.0, RawTherapee 5.5, ImageJ 1.32, nixsensor, and encycolorpedia.id to obtain the leaf color of the observed species. Cluster analysis (Hierarchical Cluster Analysis) and Principal Component Analysis (PCA) were executed using IBM SPSS Statistics 25. The results showed that 11 of 13 observed leaf characters were, all variables support the grouping and species kinship, and those can be as determinants, except for AS and BS. Leaves color may be helpful in species determination only if transformed into digital color. This study result supports current taxonomical grouping based on flower and fruit characteristics.
Analisis Pola Sebaran Hotspot Di Taman Hutan Raya Raden Soerjo Hamam Asyrowi; Bambang Hero Saharjo; Erianto Indra Putra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2021.18.2.151-165

Abstract

Kebakaran hutan masih menjadi faktor penyebab kerusakan hutan dan lahan di Indonesia. Kejadian kebakaran tidak hanya terjadi di Pulau Kalimantan dan Pulau Sumatera akan tetapi juga terjadi di Pulau Jawa, seperti di Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran hotspot kebakaran hutan di Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R. Soerjo) Jawa Timur. Metode yang digunakan adalah analisis time series untuk mendapatkan informasi kejadian kebakaran di Tahura R. Soerjo dari tahun 2011- 2015. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hotspot muncul pada bulan Juni sampai November dan mengalami kenaikan pada bulan Agustus. Pola sebaran hotspot pada tahun 2011-2015 dipengaruhi oleh curah hujan dengan nilai R2 9% dan P-value 0,0169. Nilai tersebut menandakan bahwa terdapat hubungan negatif antara curah hujan dan hostpot. Sebaran hotspot didonimasi pada kondisi lereng landai dengan kemiringan 8-15%. Sebaran hotspot terendah ditemukan pada kondisi lereng curam dengan kemiringan 25-45%.
Keanekaragaman Tumbuhan Berbiji di Blok Malagembol Cagar Alam Gunung Tilu Jawa Barat Muhammad - Efendi; Tri - Cahyanto; Dian Muhamad Ramdan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.1-31

Abstract

Pendataan flora di Cagar Alam Gunung Tilu Bandung Jawa Barat masih terbatas. Di sisi lain, eksploitasi tumbuhan menjadi ancaman terhadap penurunan flora yang mengakibatkan rawan kepunahan. Penelitian ini difokuskan pada pendataan jenis tumbuhan berbiji di kawasan tersebut. Pengambilan data dilakukan di zona pegunungan Cagar Alam Gunung Tilu, Bandung, Jawa Barat, untuk mengungkap keanekaragaman spesies di kawasan tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei di blok Malagembol, pada ketinggian 1.500 - 2.100 mdpl. Pendataan jenis meliputi nama daerah dan nama ilmiah, sedangkan data morfologi dicatat dalam buku lapangan dan difoto. Sampel yang belum teridentifikasi dijadikan sebagai voucer herbarium untuk diidentifikasi lebih lanjut. Status konservasi tumbuhan dicatat berdasarkan pangkalan data IUCN redlist. Studi pustaka dilakukan untuk melengkapi data biopotensinya. Sebanyak 74 suku, 178 marga dan 260 jenis dicatat pada area pengamatan. Hasil temuan pada penelitian ini dapat dijadikan acuan dalam rencana pengelolaan hutan untuk menentukan spesies prioritas untuk dikonservasi. Data tumbuhan endemik dan terancam yang tercatat dari daerah penelitian dapat digunakan lebih lanjut untuk memastikan bahwa daerah tersebut tetap terlindungi dan lestari serta digunakan untuk tujuan konservasi dan penelitian.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue