cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
Fitur Habitat dan Penggunaannya oleh Burung dan Herpetofauna di Taman Kehati Indramayu, Jawa Barat Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Muhammad Andri Nugroho
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.175-191

Abstract

Salah satu peran penting Taman Kehati, seperti Taman Kehati Indramayu, dalam konservasi keanekaragaman hayati adalah mempertahankan keanekaragaman jenis satwa liar. Burung dan herpetofauna mengalami ancaman nyata akibat kehilangan habitat khususnya di perkotaan, sehingga berpotensi menurunkan keanekaragamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fitur habitat dan penggunaannya oleh burung dan herpetofauna. Analisis data kondisi dan fitur habitat, serta diagram profil dilakukan secara deskriptif kualitatif. Analisis satwa dilakukan menggunakan indeks keanekaragaman, kemerataan, dan kekayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur habitat di lokasi penelitian adalah hutan kayu putih, perairan terbuka bekas tambak, semak belukar daratan, dan vegetasi rawa payau. Fitur habitat telah berperan dalam mendukung kehidupan satwa liar. Sebanyak 18 jenis burung ditemukan, dengan indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis masing-masing sebesar 1,53, 0,53 dan 2,77. Sementara itu, pada komunitas herpetofauna ditemukan sebanyak empat jenis. Indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,03, 0,74, dan 0,80. Penelitian ini menghasilkan implikasi pengelolaan, yaitu 1) perlu pengayaan tanaman dengan jumlah yang proporsional atau tersebar merata pada setiap jenis, dan stratifikasi yang beragam, 2) kegiatan pemantauan satwa perlu dilakukan secara berkala guna mengukur keberhasilan pengelolaan Taman Kehati.
Sebaran dan Kelimpahan Jenis Invasif Bellucia pentamera Naudin di Taman Nasional Gunung Palung, Kalimantan Barat Endro Setiawan; Dedy Darnaedy; Tatang Mitra Setia; Cheryl Denise Knott; Campbell Owen Webb; Andrew John Marshall
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.249-263

Abstract

Bellucia pentamera Naudin (Famili: Melastomataceae), atau dikenal dengan nama lokal jambu perancis, kardia, dan harendong gede merupakan jenis tumbuhan invasif yang ditemukan di Taman Nasional Gunung Palung (TNGP). Jenis ini banyak dijumpai di TNGP selama dua dekade terakhir dan telah meningkatkan kekhawatiran tentang potensi dampak negatif pada keanekaragaman hayati asli. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran dan kelimpahan jenis asing invasif B. pentamera termasuk tingkat dominasi dan keparahan invasinya yang dapat digunakan sebagai dasar informasi ekologi. Informasi ini belum banyak tersedia di kawasan TNGP.  Sebanyak 215 plot vegetasi dibangun pada 14 lokasi yang berbeda di TNGP dengan total area pengambilan sampel seluas 8,6 ha. Hasil analisa vegetasi menunjukkan bahwa B. pentamera ditemukan pada 53% plot vegetasi yang dibangun. Dari seluruh batang pohon yang tercatat 16 % diantaranya adalah B. pentamera dan jenis tersebut memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi dari semua takson (26,7); di mana tidak ada takson pohon lain yang memiliki INP lebih besar dari 10. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa B. pentamera telah menginvasi TNGP secara ekstensif.
Jenis Asing Invasif: Kiacret (Spathodea campanulata P. Beauv.) di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Sulawesi Selatan Nasri Nasri; Putu Oka Ngakan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.193-206

Abstract

Kiacret (Spathodea campanulata P. Beauv) adalah jenis asing invasif yang telah menyebar secara alami terutama pada lahan-lahan tropis lembab di seluruh dunia. Jenis pohon ini memiliki pertumbuhan yang cepat dan dapat mengalahkan jenis-jenis pohon asli yang ada sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui invasi jenis asing Kiacret (Spathodea campanulata P. Beauv) di Taman Nasional Bantimurung Bulusarung (TN Babul). Penelitian ini dilakukan pada dua (2) lokasi (Pattunuang dan Karaenta) di kawasan TN Babul yang sebelumnya pernah menjadi areal penanaman S. campanulata sebagai tanaman reboisasi. Pada kedua lokasi tersebut dibuat jalur selebar 20 m dengan posisi melintang dan membujur (Utara-Selatan dan Timur-Barat) serta persimpangan jalur berada di pusat atau tengah-tengah tegakan Kiacret. Pada seluruh tingkat pertumbuhan terlihat bahwa S. campanulata telah menginvasi dan menyebar jauh keluar dari pusat tegakan sejauh 320 m ke arah Utara, 200 m ke arah Timur, 280 m ke arah Selatan, dan 320 m ke arah Barat pada lokasi Pattunuang sedangkan untuk lokasi Karaenta sejauh 300 m ke arah Utara, 80 m ke arah Timur, 60 m ke arah Selatan, dan 100 m ke arah Barat dari pusat tegakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ini mampu untuk menggantikan jenis tumbuhan asli, disarankan untuk melakukan pengendalian dan jika memungkinkan mengeradikasi dari kawasan taman nasional.
Dampak Kebakaran Perkebunan Kelapa Sawit terhadap Keanekaragaman Jenis Mamalia: Studi Kasus PT. RAJ, Sumatera Selatan Sahat Raja Girsang
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.265-277

Abstract

Perkebunan kelapa sawit adalah penyebab kebakaran terbesar di Indonesia. Kebakaran menyebabkan kerusakan ekosistem dan pengurangan keanekaragaman hayati, khususnya mamalia. Untuk mengetahui seberapa besar dampak dari kebakaran di konsesi kelapa sawit, maka perlu dilakukan penelitian dengan membandingkan keanekaragaman jenis mamalia di lahan yang tidak terbakar dengan lahan pasca kebakaran berdasarkan jenis tutupan lahan yang sama. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh nilai dampak pasca kebakaran dengan pembanding tutupan lahan yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keanekaragaman jenis mamalia dan nilai indeks Shannon-wiener paling tinggi adalah tutupan lahan Nilai Konservasi Tinggi (NKT). Nilai indeks Margalef dan Evennes paling tinggi adalah tutupan lahan semak belukar pasca kebakaran. Keanekaragaman jenis mamalia lebih tinggi di habitat pasca kebakaran. Dampak pasca kebakaran terhadap nilai keanekaragaman jenis mamalia mengalami peningkatan di lahan sawit dan semak belukar. Pada lahan sawit, nilai indeks Sorensen dan Bray-Curtis menunjukkan banyak jenis yang sama, sedangkan pada lahan semak menunjukkan banyak jenis yang berbeda. Lahan NKT tidak mengalami kebakaran, sehingga nilai dampak kebakaran tidak dihitung di lahan tersebut.
Inventory and Risk Analysis of Naturalized Exotic Species from the Cibodas Botanical Garden Collection Recorded in the Remnant Forest of Cibodas Dwinda Mariska Putri; Dadang Sunandar; Dadang Suherman; Decky Indrawan Junaedi; Muhammad Efendi; Risha Amilia Pratiwi; Vandra Kurniawan
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.207-218

Abstract

BBotanic Gardens cultivates exotic species for the purpose of ornamental plants. Moreover, these exotic species have the probability to escape the garden area and naturalized in adjacent forests. Cibodas Botanical Garden (CBG) is adjacent to four remnant forests: Jalan akar, Bengkel, Lumut, and Wornojiwo forests. There are several reports of naturalized CBG collections in Wornojiwo, thus this study does the inventory of naturalized exotic CBG collections in Cibodas remnant forests and perform Tropical Weed Risk Assessment Protocol (TWRAP) of these species. We found 26 CBG exotic species naturalized in remnant forests and more naturalized exotic species in Lumut and Jalan Akar forests than Wornojiwo and Bengkel forests. We presumed the topographic condition in Bengkel forest inhibit the spread of exotic species, meanwhile Jalan akar forest was located in the center area of CBG therefore holds the greatest number of naturalized exotic species. We found the domination of Chimonobambusa qudrangularis in Wornojiwo forest inhibiting other exotic species growth. The largest figure of the naturalized species belong to the family of Asteraceae, followed by Solanaceae, Marantaceae, Fabaceae, and Acanthaceae. The TWRAP assessment score results of the 81% naturalized species were above 10. Therefore TWRAP can be used as an early screening for botanic gardens exotic species naturalization probability. CBG commits to support the post-2020 biodiversity CBD target, with this inventory CBG can monitor the spread of CBG exotic plant collections that threaten native plant diversity and prevent future spreading of other exotic species.
The Extended Distributional Areas of Solanum lasiocarpum (Solanaceae) in Sumatra, Indonesia Muhammad Rifqi Hariri; Arifin Surya Dwipa Irsyam; Rina Ratnasih Irwanto; Kusnadi Kusnadi
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.279-286

Abstract

Solanum is one of Solanaceae's largest genera, where some species are usually used as food and medicine. Until recently, 15 species of Solanum subg. Leptostemonum has been listed in Sumatra, Indonesia. Solanum lasiocarpum Dunal is a native Leptostemonum found in Indonesia. S. lasiocarpum was only recorded in Northern Sumatra by several botanists. In 2019, S. lasiocarpum was also reported from Bengkulu, but there were still doubts about these findings. During the expedition of invasive alien plant species in Padang Bindu, Sumatra Selatan, in May 2021, we discovered S. lasiocarpum with different noticeable characteristics from S. lasiocarpum, which was previously found in Bengkulu. Detailed examination of the morphological characters, our study revealed that that species was S. lasiocarpum. This finding suggested an extended distributional record for S. lasiocarpum in Sumatra.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue