cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
ISSN : 02160439     EISSN : 25409689     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 716 Documents
Distribution, Population, and Habitat of Siamang (Symphalangus syndactylus) in Bulu Mario, South Tapanuli Safira Arda Meylia; Abdul Haris Mustari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.101-118

Abstract

The population of siamang in the forest around Bulu Mario Village needs attention even though it is outside the conservation area. Therefore, this study was conducted using survey methods, vegetation analysis, and concentration count. Based on the data, siamang was distributed at an elevation of 683 - 1123 m asl in forest and mixed plantations with a dominant slope of 70.02%. Furthermore, the population was 44 individuals from 15 groups with a density of 2.88 individuals/km2, and the ratio of adult males to females was 14:12. The age classes of adults and juvenile-1 dominated the age structure pyramid; hence, the population's sustainability is considered good enough. Also, the low population density of the primate is due to habitat fragmentation in several locations. The siamang uses the entire canopy space and is associated with various other primates. Both hayu ndolok (Syzygium sp.) and rubber (Hevea brasiliensis) are the tree species with the highest abundance in the forest and mixed plantations. The siamang eats more of the fruit of 51 plant species dominated by the Euphorbiaceae family and tree habitus. Therefore, the development of animal corridors is needed to reduce the impact of habitat fragmentation.
Kerawanan Pangan Rumah Tangga Petani di Dalam dan di Pinggiran Taman Nasional Gunung Palung Heri Sutiyono; Jajat Sudrajat; Novira Kusrini
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.33-47

Abstract

Kerawanan pangan petani sekitar Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) perlu mendapat perhatian khusus karena sering menimbulkan konflik antara tujuan konservasi dan pemenuhan pangan manusia. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani yang bermukim di dalam dan di pinggiran TNGP. Penelitian dilakukan dengan metode survey dan wawancara kepada 93 petani, serta metode pencatatan konsumsi pangan selama 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan pangan rumah tangga petani di pinggiran lebih stabil dibandingkan di dalam TNGP. Demikian juga proporsi pengeluaran pangannya, rumah tangga petani di pinggiran TNGP menunjukkan keadaan yang lebih baik. Sementara itu, dalam mengonsumsi energi, sebagian besar rumah tangga petani di kedua kelompok komunitas menggunakan energi kurang dari 80% dari angka kecukupan energi. Sebagai konsekuensinya, derajat ketahanan pangan kedua kelompok komunitas memiliki kecenderungan yang sama, yaitu sebagian besar berada pada status kurang pangan dan rawan pangan. Oleh karena itu, untuk mengurangi tekanan terhadap TNGP dan mengatasi kerawanan pangan, diperlukan upaya pemberdayaan kelompok petani miskin, antara lain melalui pemberian akses dalam mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam di areal TNGP.
Kepadatan Populasi dan Jenis Pakan Lutung Kelabu (Trachypithecus cristatus) di Hutan Mangrove, Kalimantan Timur Nur Rachman; Dyah Perwitasari-Farajallah; Entang Iskandar
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.119-137

Abstract

Lutung kelabu (Trachypithecus cristatus) merupakan salah satu primata dalam famili Cercopithecidae yang tersebar di Kalimantan dan Sumatera. Habitatnya yaitu daerah pesisir mangrove, tepi pantai dan riparian. Saat ini, penelitian lutung kelabu banyak dilakukan di pulau Sumatera, namun masih kurang informasi di pulau Kalimantan. Salah satu habitat yang menarik adalah hutan mangrove hasil restorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi dan kepadatan populasi lutung kelabu, serta mengindentifikasi jenis pakannya di Kelurahan Handil Baru, Kecaamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Informasi awal yang dapat digali adalah berupa kajian ekologi. Kepadatan populasi diketahui melalui pengamatan langsung dengan metode Concentration Count, sedangkan distribusi lutung dianalisis menggunakan software ArcGIS ver. 10.4. Penelitian ini menemukan tiga kelompok lutung kelabu pada kawasan mangrove Kelurahan Handil Baru, yang tersebar di wilayah Handil Baru Muara, Sungai Raden dan Sungai Mantri. Kepadatan populasi rata-rata yaitu sebesar 6,63 individu/ha di Handil Baru Muara 2,65 individu/ha di Sungai Raden dan 0,72 individu/ha di Sungai Mantri, dengan jumlah individu per kelompok antara 17-24 individu. Terdapat 22 jenis tumbuhan sebagai sumber pakan lutung kelabu. Kepadatan populasi dipengaruhi oleh luas penggunaan habitat, jumlah individu pada lokasi tersebut, serta ketersediaan pakan. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi pengelolaan habitat maupun pengembangan kawasan yang berkontribusi bagi kelestarian lutung kelabu.
Dampak Revegetasi Hutan dengan Tegakan Meranti di Hutan Penelitian Gunung Dahu Bogor Jawa Barat terhadap Karakteristik dan Kesuburan Tanah Wahyuni Ferdianti; Basuki Wasis; Yunita Lisnawati
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.49-67

Abstract

Revegetasi dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang terdegradasi yang disebabkan oleh konversi hutan. Pengelola Hutan Penelitian Gunung Dahu (HPGD) telah melakukan revegetasi menggunakan Shorea leprosula dan Shorea selanica yang berhasil memperbaiki bentang lahan HPGD. Namun belum diketahui bagaimana dampak revegetasi tersebut terhadap kondisi tanah di HPGD. Penelitian ini bertujuan mengkaji sifat tanah tegakan S. leprosula dan S. selanica yang ditanam menggunakan teknik penanaman berbeda di HPGD serta memperkirakan kesuburan tanah menggunakan Soil Fertility Index (SFI) dan Soil Evaluation Factor (SEF). Pengambilan sampel tanah menggunakan metode purposive sampling dan pemisahan fauna tanah dilakukan menggunakan corong Berlese dan hand sorting. Sebagai pembanding, pengamatan juga dilakukan pada lahan yang belum direvegetasi (tanah kosong) dan hutan alam terdekat. Hasil penelitian menunjukkan pasca 24 tahun penanaman, kondisi tanah di HPGD lebih baik dari kondisi tanah di tanah kosong dan telah mendekati kondisi tanah di hutan alam. Hal ini ditunjukkan dengan unsur hara yang tinggi terutama kandungan C-organik yang berkisar antara 3,09% hingga 3,28%. Keanekaragaman fauna tanah di HPGD tergolong sedang hingga tinggi. Petak S. leprosula dengan teknik penanaman line planting memiliki indeks kesuburan tanah tertinggi setelah indeks kesuburan tanah hutan alam dengan nilai SFI 40,50 dan SEF 62,54. Informasi ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam kegiatan revegetasi berikutnya.
Identifikasi Penyebab Ketidakhadiran Surili (Presbytis comata) pada Sebuah Ekosistem Kebun Campuran di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat Toto Supartono; Dede Kosasih
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.69-83

Abstract

Surili (Presbytis comata) tergolong primata langka dan tidak ditemukan lagi keberadaannya di beberapa habitatnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab hilangnya surili di kebun campuran pada blok yang tetap ditempati dan blok yang sudah tidak ditempati surili (Hulu Ciberung dan Argasari), dengan menggunakan metode wawancara, survei, dan analisis peta. Data dinalisis melalui uji beda nilai tengah dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel vegetasi berupa kepadatan pohon, kepadatan pohon berdiameter >30 cm, kepadatan pohon dengan tinggi >15 m, kepadatan pohon pakan, luas bidang dasar (LBDS) pohon, dan LBDS pohon pakan antara kedua blok tidak berbeda nyata (P >0,05). Penelitian juga memperoleh hasil bahwa blok Argasari dilalui oleh jalan angkutan, memiliki areal yang lebih sempit (137,39 ha vs 144,12 ha), lebih jauh terhadap hutan alam (1,04 km vs 2,06 km) dan lebih dekat terhadap jalan raya (154,35 m vs 169,63 m) dibandingkan dengan blok Hulu Ciberung. Hasil ini menunjukkan bahwa absennya surili di blok Argasari tidak berhubungan dengan kondisi vegetasi, tetapi diduga berhubungan dengan atribut lansekap yang memicu tingginya gangguan manusia. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelestarian surili di luar kawasan lindung harus menekankan faktor keamanan dengan meminimalkan gangguan, serta luasan areal.
Neraca Air Ekosistem Hutan Alam Gambut di Kawasan Taman Nasional (TN) Zamrud, Semenanjung Kampar Riau Hatma Suryatmojo; Muhammad Ali Imron; Rizki Ahmad Arfri; Maryani Maryani
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.1.85-100

Abstract

Ekosistem lahan gambut memiliki berbagai fungsi, baik secara hidrologis maupun ekologis. Pemanfaatan dan alih fungsi lahan gambut untuk kepentingan pembangunan dan produksi, telah mengubah keseimbangan ekosistem dan menimbulkan berbagai permasalahan terkait tata airnya. Restorasi ekosistem menjadi salah satu upaya untuk pemulihan fungsi tata air ekosistem gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi neraca air pada kawasan dengan fungsi lindung ekosistem gambut. Hasil penerapan Thornthwaite Mather Water Balance pada Sub Kesatuan Hidrologi Gambut di Taman Nasional Zamrud menunjukkan bahwa, kemampuan hutan alam dalam mengembalikan cadangan air di bumi melalui proses evapotranspirasi mencapai 72,5% dari hujan tahunan, dan yang tertinggal dalam wujud surplus air hanya 27,5%. Defisit air untuk kebutuhan evapotranspirasi terjadi pada bulan Juni hingga Oktober, namun kekurangan tersebut masih dapat tercukupi dari adanya simpanan pada tanah gambut.  Surplus air yang menjadi aliran bawah permukaan dan aliran permukaan adalah sebesar 75% dari total surplus tahunan. Sementara itu, potensi air yang tetap tinggal hanya 25% dari surplus tahunan, dan dipergunakan untuk mengisi dan mempertahankan tinggi muka air tanah pada ekosistem gambut. Profil neraca air yang diperoleh pada penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi target pengelolaan neraca air pada kegiatan restorasi ekosistem gambut.
Strategi Konservasi Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) Secara Ex Situ di Lembaga Konservasi Maiser Syaputra; Pande Komang Suparyana; Febriana Tri Wulandari
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.139-157

Abstract

Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) (KKJK) merupakan jenis burung dilindungi di Indonesia dan termasuk kategori kritis berdasarkan Red List International Union for Conservation of Nature (IUCN). Upaya konservasi oleh berbagai pihak diperlukan untuk mendukung kelestarian burung ini. Konservasi ex situ merupakan salah satu cara untuk memulihkan populasi KKJK melalui kegiatan pemeliharaan dan perkawinan yang lebih intensif. Namun, konservasi ex situ KKJK masih terbatas dengan tingkat keberhasilan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi konservasi KKJK secara ex situ di lembaga konservasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Focus Group Discussion (FGD) dan data dianalisis menggunakan metode SWOT dan QSPM. Berdasarkan hasil penelitian, faktor internal yang paling berpengaruh dalam kegiatan pemeliharaan Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) secara ex situ di lembaga konservasi adalah pengetahuan pengelola akan jenis, kuantitas dan kualitas pakan, sedangkan faktor eksternal terbesar adalah melakukan kerja sama dengan laboratorium, balai veteriner dan klinik satwa. Strategi pengelolaan yang sesuai untuk diterapkan dalam pemeliharaan Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) secara ex situ di lembaga konservasi adalah strategi pertumbuhan yang agresif (Growth oriented strategy) dengan strategi prioritas berupa peningkatan kapasitas perawat satwa.
Perubahan Keanekaragaman Jenis Satwa di Taman Kehati Bumi Patra, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Muhammad Farid Al-Faritsi; Alhalimata Rosyidi; Sugiarti Sugiarti; Ragil Agus Saputra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.219-230

Abstract

Salah satu Taman Kehati yang memiliki peran vital adalah Taman Kehati Bumi Patra yang berfungsi sebagai tempat untuk mendukung konservasi flora dan fauna di daerah perkotaan. Pada tahun 2018, dimulai kegiatan inventarisasi satwa di lokasi ini. Pada tahun selanjutnya, dilakukan pengayaan jenis tanaman sehingga diperlukan monitoring satwa. Penelitian ini bertujuan membandingkan keanekaragaman jenis satwa pada tahun 2018 dan 2020. Pengumpulan data mamalia dilakukan menggunakan line transect, burung menggunakan point count, amfibi menggunakan transect and patch sampling method, dan reptil menggunakan hand-capturing method. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragaman jenis dan mengidentifikasi status konservasi satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan jumlah jenis satwa, dari 63 jenis pada tahun 2018, menjadi 67 jenis pada tahun 2020. Taksa mamalia, burung, dan reptil mengalami peningkatan, sedangkan amfibi mengalami penurunan. Indeks keanekaragaman jenis mamalia, amfibi, dan reptil bervariasi pada masing-masing blok disertai adanya peningkatan dan penurunan nilai. Indeks keanekaragaman jenis burung meningkat pada masing-masing blok. Terdapat sebanyak 11 jenis burung dilindungi, 2 jenis mamalia appendix III, 1 jenis burung appendix II, dan 2 jenis reptil appendix II. Implikasi penelitian ini adalah 1) perlu dilakukan pengayaan habitat, 2) keberadaan Taman Kehati perlu dipertahankan, terutama karena ditemukan spesies dilindungi, 3) perlu dilakukan pemantauan satwa secara berkala, 4) pengembangan eduwisata birdwatching bisa dilakukan berdasarkan keanekaragaman burung.
Penggunaan Ruang Terbuka Hijau Pabrik PT Polytama Propindo, Indramayu, Sebagai Habitat Burung dan Herpetofauna Hendra Gunawan; Ilham Setiawan Noer; Hana Rizkia Armis
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.159-174

Abstract

Penurunan kelimpahan dan kehilangan jenis pada komunitas burung dan herpetofauna dilaporkan terjadi di area perkotaan. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mendukung upaya konservasi burung dan herpetofauna di perkotaan adalah membangun ruang terbuka hijau (RTH), seperti di lingkungan pabrik PT Polytama Propindo, Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan menganalisis keanekaragaman jenis burung dan herpetofauna, dan menganalisis penggunaan habitatnya di RTH PT Polytama Propindo. Penelitian dilaksanakan pada Juli 2020 di kawasan pabrik PT Polytama Propindo. Pengumpulan data komunitas burung dilakukan dengan metode point count dan pada komunitas herpetofauna secara Visual Encounter Survey dikombinasikan dengan transek. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, indeks keanekaragaman jenis, kemerataan jenis, dan kekayaan jenis pada komunitas burung masing-masing sebesar 2,26; 0,74; 2,73, sedangkan pada komunitas herpetofauna masing-masing sebesar 1,47; 0,70; 1,72. Berdasarkan penggunaan ruang secara vertikal, burung menggunakan strata E, D, dan C, sedangkan pada komunitas herpetofauna terdiri atas kelompok akuatik, arboreal, dan terestrial. Berdasarkan penggunaan ruang secara horizontal, seluruh area pabrik digunakan oleh satwa liar. Berdasarkan penggunaan makanan pada burung, kelompok insektivora dan granivora mendominasi. Sementara itu, penggunaan makanan pada herpetofauna menunjukkan bahwa umumnya pakan tersedia di RTH ini. Implikasi penelitian ini 1) perlu dilakukan monitoring satwa berkala, 2) perlu pengelolaan menyeluruh area pabrik sebagai satu kesatuan habitat, 3) perlu pengayaan vegetasi agar stratifikasi lebih beragam.  
Keragaman Jenis Avifauna dan Potensi Pengembangannya untuk Ekowisata Birdwatching di Resort Ake Jawi, Taman Nasional Aketajawe Lolobata Akhmad David Kurnia Putra
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphka.2022.19.2.231-248

Abstract

Kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) merupakan kawasan konservasi yang memiliki keanekaragaman avifauna dengan jenis endemik yang melimpah sehingga berpotensi dalam pengembangan ekowisata birdwatching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman jenis avifauna dan potensi pengembangan ekowisata birdwatching di Resort Ake Jawi, TNAL. Metode yang digunakan dalam penentuan keragaman jenis adalah Variable Circular Plot (VCP) dengan membuat 10 plot pada jalur pengamatan yang dilakukan pada pagi dan sore hari. Sedangkan untuk mengetahui potensi pengembangan ekowisata birdwatching digunakan metode kuesioner dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan jika keragaman jenis avifauna tergolong tinggi dengan nilai H’ = 3,59. Potensi ekowisata birdwatching memungkinkan untuk dikembangkan karena memiliki daya tarik berupa keragaman jenis burung yang tinggi, melimpahnya burung endemik, dan memiliki beberapa jenis burung yang menarik dari segi morfologi, suara, dan status konservasi. Pengembangan potensi ekowisata birdwatching juga didukung dengan penerimaan masyarakat yang baik. Bentuk implikasi pengembangan potensi ekowisata birdwatching yang dapat dilakukan adalah pembuatan jalur interpretasi.

Filter by Year

2004 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 17, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 16, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 15, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 14, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 13, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 11, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 10, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 7, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 5 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 6 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 5 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 4, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 3, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 6 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 2, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 1, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam More Issue