cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
EVALUASI JUMLAH PENGGUNAAN TRUK ANGKUTAN DI SUATU PERUSAHAAN HUTAN DI RIAU (An evaluation of the number of logging trucks used by a forest company in Riau) Dulsalam Dulsalam
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1990.8.1.1-7

Abstract

A  study   of  the  number   of  logging trucks  used  by  a forest  company   in. Riau  was carried out  in 1989.  To  evaluate the  number   pf  logging  trucks,   transport   times  and  load.  volumes  of  logging trucks  were collected  through  a work  time study.   The  objective   is to find  out  the  number  of  loggine trucks   which  meets  the  logging company's   production   target. The  investigation   comes  up  to  the  following   conclusion:1.Log  number  and  load volume  averages hauled  by Nissan  TZ  52  logging trucks  were 4 logs/trip  and  23.84  m3 /trip, respectively.   At  the  distance  of  21 km,  the  logging trucks  normally  took  190.65  minutes  (3.18 hours)  to transport logs from  the  forest  to  log yard.  Logging  trucks  could  transport  logs three  round  trips per  day.2. The  normal  average productivity    of  the  logging trucks  was 71.52  m3  per  day.3.The average productive   time  of  logging trucks  was 80%  while  the average non  productive   time  was 20%.4. The  number   of  logging  trucks  available  was 2 units  which  conformed   with  the  company's   production    target. For better  operations:  it is recommended   that  the company  has one additional  logging truck  to meet  its production  target in the  next  working  plan.
BEBERAPA MACAM PERLAKUAN TERHADAP PENYADAPAN AGATHIS SPP. UNTUK MENINGKATKAN BASIL GETAH Dulsalam Dulsalam; Ishak Surnantri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1985.2.2.10-12

Abstract

An  investigation into tapping of Agathis  spp.  using several methods has been carried out in Malang Forest District,  Unit II Perum Perhutani, East  Java,  in 1983.  The  methods are designed  to  increase resin yield per  unit time by manipulating tapping time, duration and covers and orientation.The investigation reveals that:1. Average resin production of the Agathis  spp. for  one week to two weeks times using of black and white plastic covers are respectively 9,85  gram/tree and 9,61 gram/tree. Without plastic cover the yield is 7, 76 gram/tree, shightly lower then when they are covered.2. The application of black plastic cover at tapping his significantly  increased the yield up to 26,9%  and those covered with white plastic of 23,8"7o.   In both cases the resin yield is significantly higher compared to result obtained  when tapping was carried out without cover.3. Average resin yield at tapping face  oriented to in east and west from  one to two  weeks  are 7,48  gram/tree and 11,26  gram/tree, respectively.4. The tapping face oriented to the west increases the resin yield up to 50,5%  compared with that oriented to the east.5. The average resin yield for  one and two  week are respectively 8,57  gram/tree and 9,95  gram/tree.  Duration of  tapping of  the Agathis  spp. for one and two week does not effect the production level.  Therefore 2 week tappin~ is not recomended.
PENGARUH WAKTU TEKAN DAN UKURAN PARTIKEL KULIT TUSAM (Pinus merkusii Jungh. et. de Vr.) TERHADAP KUALITAS PAPAN PARTIKEL Asfarizal Saad; Anwar Kasim; Gunawarman Gunawarman; Santosa Santosa
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2019.37.3.171-183

Abstract

Papan partikel tanpa perekat sintetis memiliki peluang untuk dikembangkan menggantikan produk serupa dengan perekat sintetis. Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan kulit tusam sebagai papan partikel merupakan hal yang menarik dan belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh papan partikel yang memenuhi standar SNI 03-2105-2006. Komposisi papan partikel adalah 70% TKKS dan 30% kulit tusam, panjang serat TKKS 0,1-2,0 cm dan kadar air 5-6%. Variasi ukuran partikel kulit tusam adalah lolos saringan 30, 40, dan 50 mesh. Papan partikel dibuat dengan empat variasi waktu kempa panas yaitu 10, 15, 20 dan 25 menit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa waktu kempa panas 20-25 menit merupakan waktu terbaik untuk pembuatan papan partikel dari tandan kosong kelapa sawit dan kulit tusam. Pada produk papan partikel yang dibuat dengan ukuran partikel kulit tusam 50 mesh diperoleh sifat fisik dan mekanik yang sebagian besar memenuhi SNI 03-2105-2006 untuk papan partikel kerapatan sedang tipe 8, kecuali sifat mekanik MOE belum memenuhi syarat.
PEMBUDIDAYAAN JAMUR KUPING PADA KAYU TURI (Sesbania grandiflora (L.) Poir.) Sihati Suprapti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2714.691 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1988.5.5.262-264

Abstract

 Ear  mushroom (Auricularia polytrica)  was  cultivated on turi  logs.   The  logs  were  kept  slanted  on an  angle  of ± 60°  with  bamboo  supports   before  being inoculated  with spawn of ear mushroom  at Bogor.  The mature  mushroom were harvested  daily  after  the  growth   of  the  fruiting   body.The  logs start  producing   mushroom   two  months  after  inoculation.  After  seven  month   of  observation, the  average total yield  per  log was 0.589 kg  (at the  base of  trunk),  0.885 kg (middle  of trunk), 0.648  kg (top  of trunk)  and 0.141  kg (branch).The  total  yield  during seven  month   observation   was obtained  from  the  base of  trunk  (61.864 kg), middle  of  trunk (179.120  kg),  top of trunk  (203.656 kg) and branch (74.778 kg) per m3 of log.
PEMANFAATAN CAMPURAN BATANG JAGUNG DAN BAMBU SEMBILANG SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Dede Hermawan; Jajang Sutiawan; Nofrisman Jaya Putra Zendrato; Robi’atul Utami Aini; Ismail Budiman; Kurnia Wiji Prasetyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.1-9

Abstract

Batang jagung (Zea mays L.) dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan partikel. Namun demikian, papan patikel dari batang jagung memiliki sifat mekanis yang rendah, tidak dapat memenuhi standar Jepang (JIS A 5908:2003). Performa produk yang demikian dapat disempurnakan dengan penambahan bahan lignoselulosa lain yang memiliki nilai kekuatan yang tinggi seperti bambu sembilang (Dendrocalamus giganteus Munro). Penelitian ini menguji sifat papan partikel batang jagung yang ditambahkan serat bambu pada berbagai komposisi bahan baku. Jenis perekat yang digunakan adalah urea formaldehida dan fenol formaldehida dengan kadar perekat 10%. Komposisi campuran batang jagung dan bambu sembilang adalah 100 : 0; 75 : 25; 50 : 50; dan 25 : 75. Target kerapatan papan partikel yang diproduksi  adalah 0,8 g/cm3. Pengujian sifat mekanis papan partikel dilakukan dengan mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanis papan partikel dengan kualitas paling tinggi dihasilkan pada komposisi bahan baku 25% jagung dan 75% bambu sembilang dengan perekat fenol formaldehida. Penambahan bahan baku lignoselulosa yang memiliki kekuatan tinggi seperti bambu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan sifat mekanis papan partikel batang jagung.
PENGARUH EKSTRAK KAYU ULIN (Eusideroxylon zwageri) TERHADAP SERANGAN RAYAP KAYU KERING (Cryptotermes cynocephalus): PENELITIAN PENDAHULUAN Mohammad Listianto Raharjo; Desi Mustika Amaliyah; Ratri Yuli Lestari; Budi Tri Cahyana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.21-26

Abstract

Serangan rayap kayu kering merupakan salah satu permasalahan yang menimbulkan kerugian besar. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan pengawetan, baik dengan bahan kimia buatan ataupun bahan alami. Tujuan penelitian pendahuluan ini adalah mengetahui pengaruh ekstrak kayu ulin sebagai bahan pengawet kayu alami. Metode pengawetan yang digunakan adalah rendaman dingin pada suhu ruangan (± 25°C) dan rendaman panas pada suhu 80°C, dengan variasi konsentrasi bahan pengawet 5%, 10%, 15%, dan 20%. Variasi waktu rendaman yaitu 1, 2, dan 3 hari untuk rendaman dingin dan 0,5; 1; 2; dan 3 jam untuk rendaman panas. Hasil penelitian ini berupa data mortalitas dan derajat serangan rayap kayu kering. Dari data mortalitas, diperoleh kesimpulan bahwa terjadi peningkatan jumlah rayap yang mati sebesar 4-6%. Sedangkan dari data derajat serangan, tidak ditemukan perbedaan antara kayu yang telah diawetkan menggunakan ekstrak kayu ulin dan kayu tanpa pengawet.
PENGARUH KADAR PEREKAT PHENOL FORMALDEHIDA TERHADAP KEAWETAN PAPAN PARTIKEL BAMBU ANDONG Wa Ode Muliastuty Arsyad; Deazy Rachmi Trisatya
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.40-45

Abstract

Bambu merupakan salah satu material yang mengandung lignoselulosa yang potensial dimanfaatkan sebagai produk majemuk, khususnya papan partikel.  Pemanfaatan ini masih terbatas karena sifat sensitif bambu terhadap kelembapan dan rendahnya ketahanan terhadap serangan organisme perusak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketahanan papan partikel yang dibuat dari limbah bambu andong (Gigantochloa pseudoarundinacea (Steud.) Widjaja) dengan menggunakan perekat phenol formaldehida (PF) terhadap serangan rayap tanah Coptotermes curvignathus Holmgren dan rayap kayu kering Cryptotermes cynocephalus Light. Papan partikel berukuran 35 cm x 35 cm x 1,5 cm dibuat menggunakan perekat PF dengan variasi kadar perekat 8%, 10% dan 12% dari berat kering partikel. Pengujian ketahanan papan partikel terhadap rayap tanah dan rayap kayu kering mengacu pada SNI 7207-2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kadar perekat berpengaruh nyata terhadap penurunan berat papan partikel akibat serangan rayap tanah dan rayap kayu kering. Perbedaan kadar perekat juga berpengaruh nyata terhadap mortalitas rayap tanah dan rayap kayu kering. Papan partikel dengan kadar perekat PF 12% memiliki penurunan berat terendah yaitu 4,34% untuk rayap tanah dan 0,48% untuk rayap kayu kering. Mortalitas rayap meningkat dengan semakin bertambahnya kadar perekat PF dalam papan partikel. Papan partikel dengan kadar perekat 12% memiliki mortalitas rayap tertinggi, yaitu 71,5% untuk rayap tanah dan 76% untuk rayap kayu kering.
KETEGUHAN REKAT RESORSINOL FORMALDEHIDA PADA KAYU YANG DIA WETKAN DENGAN CELCURE Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.1995.13.1.9-18

Abstract

Production  of laminated  structural  timbers   suitable  for use under severe  conditions  dates back to the development   of resorcinol and phenol-resorcinol   adhesives.    These adhesives  could provide  highly  durable  bonds  with  untreated    wood.     Because  preservative  treatment  of the - wood is commonly  required,   it  became necessary   to  investigate  the effect of the treatment on glue bond strength.This  study  examined  the  shear  strength   of resorcinol formaldehyde on the untreated  and cetcure  treated   timbers.    Additionally,   a mechanical and a chemical surface  activation treat- ments   were   imposed  lo  the  system  prior  lo  gluing.    Species   included for  the  study  were: jeungjing   (Paraserianthes    falcataria   (L.)  Nielsen,   adinandra  (Adinandra brasii  Kobuski) and pala burung (Horsfieldia sylvestris Warrb.).  Defect-free airdried wood slicks measuring  50 mm (radial) x 50 mm (tangential) x 500 mm (longitudinal)  were divided into  two groups,   of which one  group   was celcure-treated    using  an  empty-cell process  and  the  other  was remained  as control.  Each  slick   was  then    cut  into  billets  for  adhesive   lamination.    Surface  activation treatments   were made mechanically by sanding  wood surface with an 80-grit  abrasive  paper, or chemically by smearing wood surface with  IM solution of NaOH approximately 24 h before  gluing.  Resorcinol formaldehyde  was applied  to each surface  at a spread rate of  120  mg/cm2.  Panels  were clamped  at  12   kg/cm2  for  7 h as recommended  by the   adhesive  manufacturer. Each panel  was  cut   into four  shear   specimens,    of  which  two specimens  were  tested   in dry condition   and the remaining  after  24 h immersion  in water at room temperature.    Strength  loss  due to wetting was also determined.Results  showed  that bond strength  of resorcinol formaldehyde varied according  to wood species.    Jeungjing had a weaker bond strength  than adinandra and pala burung.   Preservative treatment  had  no  deteriorating  effects on dry  shear  strength,   but it did  reduce  the wet  shear strength  of  wood laminates. The  application  of surface activation treatments  was more effective on the higher extractive  contained species   (adinandra  and pala  burung) and the  unpreserved laminates.    Surface mechanical  treatment  showed a better improvement on bond strength  than the chemical   treatment.  Jeungjing   experienced  a higher strength  loss during  immersion  than
KARAKTERISASI BIODIESEL DARI MINYAK KEMIRI SUNAN DENGAN KATALIS HETEROGEN SILIKA TERIMPREGNASI KALSIUM OKSIDA (CaO/SiO2) Haryono Haryono; Yati B Yuliyati; Atiek Rostika Noviyanti; Mochammad Rizal; Sarifah Nurjanah
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.10-20

Abstract

Biodiesel komersial umumnya diproduksi dari minyak sawit yang telah menjadi kontroversi karena minyak sawit merupakan minyak pangan dan tanaman kelapa sawit memanfaatkan lahan subur.  Salah satu jenis minyak nabati potensial sebagai bahan baku pembuatan biodiesel adalah minyak kemiri sunan (Reutealis trisperma (Blanco) Airy Shaw). Minyak kemiri sunan bersifat non-pangan sehingga tidak akan berkompetisi dengan kebutuhan pangan. Dalam pembentukan biodiesel, penggunaan katalis basa homogen pada tahap trans-esterifikasi berpotensi menimbulkan beberapa masalah, salah satunya akibat keberadaan asam lemak bebas (ALB). Penelitian ini bertujuan menyiapkan katalis padat heterogen berupa katalis SiO2 terimpregnasi CaO (CaO/SiO2), mempelajari pengaruh tahap esterifikasi terhadap perubahan kadar ALB minyak, dan menguji aktivitas katalis CaO/SiO2 pada tahap trans-esterifikasi dalam pembentukan biodiesel. Katalis CaO/SiO2 disiapkan dengan metode sol-gel dari bahan alam (cangkang telur dan sekam padi). Kadar ALB dari minyak kemiri sunan divariasikan melalui tahap esterifikasi selama 1; 1,5; dan 2 jam dengan bantuan katalis H2SO4. Sedangkan tahap trans-esterifikasi dilakukan pada suhu 60°C, rasio mol minyak terhadap metanol sebesar 1:9, lama reaksi dua jam, dan kadar katalis CaO/SiO2 sebanyak 3%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap esterifikasi selama 1; 1,5; dan 2 jam telah mampu menurunkan kadar ALB minyak dari 12,5% (tanpa esterifikasi) menjadi 0,65%; 0,58%; dan 0,54%. Biodiesel dari minyak kemiri sunan yang disintesis dengan bantuan katalis CaO/SiO2 pada kondisi optimal di tahap trans-esetrifikasi memenuhi standar SNI 7182-2015 mengenai biodiesel, untuk parameter densitas, viskositas, kadar air, bilangan iodin, dan bilangan cetana.
PHYSICAL AND CHEMICAL PROPERTIES OF LOCAL HONEY FROM EAST KALIMANTAN Umul Karimah; Rika Melati; Ayu Anita Sari Ratna Saputri
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.2.119-128

Abstract

Most of the local honey production in East Kalimantan is managed traditionally, thus honey quality, particularly its physical and chemical properties, are unknown. However, the honey analysis provides a comprehensive composition profile and potentially gives hints to improve the quality of local honey from East Kalimantan. This research aimed to analyse the properties of two local honey from East Kalimantan. The methods used in this study were gravimetric, volumetric, spectroscopy, spectrophotometry, and chromatography. Honey A was produced by Apis cerana whereas Apis dorsata produced honey B. The color intensities were 560±5.66 and 947.5±27.58 mAu for honey A and B, respectively. Honey A and B a had moisture content of 22.7 and 25.8% w/w, respectively. Other proximate analysis parameters were also reported. Fructose and glucose content for honey A were 30.65±2.35% w/w and 30.08±0.58% w/w, while honey B gave different pattern with fructose at 28.06±1.04 and higher glucose instead at 32.74±1.13% w/w. Reducing sugar and total sugar for both samples were higher than 60% w/w while sucrose in honey A and B were 2.8 and 1.4% w/w respectively, thus indicating no adulteration. Vitamin C content measurement showed negligible result with total phenolic content of honey A was lower than honey B. Honey B had higher Na, Ca, Fe and Zn than those of honey A. This study reported thorough chemical composition of local honeys from East Kalimantan in which some could have significant nutritional value. However, quality improvement particularly on moisture and reducing sugar content is necessary to meet Indonesian National Standard 8664:2018.

Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue