Jajang Sutiawan
Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara, Jalan Tri Dharma Ujung No.1 Kampus USU, Padang Bulan, Medan, Indonesia 20155

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KARAKTERISTIK PAPAN PARTIKEL CAMPURAN LIMBAH SENGON DAN BAGAS SORGUM MENGGUNAKAN PEREKAT ASAM SITRAT Jajang Sutiawan; Suci Mardhatillah; Dede Hermawan; Firda Aulya Syamani; Subyakto Subyakto; Sukma Surya Kusumah
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.3.139-150

Abstract

Limbah sengon dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan partikel. Namun demikian, papan patikel dari sengon memiliki beberapa kekurangan yaitu memiliki sifat fisis dan mekanis yang belum memenuhi standar Jepang (JIS A 5908:2003). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis papan partikel sengon dengan penambahan bagas sorgum pada berbagai komposisi bahan baku menggunakan perekat asam sitrat. Perekat yang digunakan adalah asam sitrat dengan kadar perekat 20% terhadap berat kering partikel. Komposisi campuran sengon dan bagas sorgum adalah 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75 (% g/g). Target kerapatan papan partikel yang diproduksi adalah 0,8 g/cm3. Papan partikel dikempa panas pada suhu 200°C selama 10 menit. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel dilakukan dengan mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, keteguhan lentur, keteguhan patah dan keteguhan rekat telah memenuhi persyaratan standar JIS A 5908-2003. Penambahan bagas sorgum bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis papan partikel sengon. Penambahan 75% bagas sorgum mampu meningkatkan kadar air, daya serap air, pengembangan tebal, keteguhan lentur, dan keteguhan patah terbaik pada papan partikel.
KARAKTERISTIK DAN DAYA JERAP POLUTAN ARANG AKTIF DARI BATANG KENAF (Hibiscus cannabinus L.) (Characteristics and Pollutan Absorbtion Capacity of Activated Charcoal Made Muhammad Sadir; Dede Hermawan; Ismail Budiman; Gustan Pari; Jajang Sutiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.7-18

Abstract

Kenaf adalah salah satu tanaman yang diambil seratnya, sehingga batang kenaf berpotensi menjadi limbah biomassa. Pemanfaatan limbah batang kenaf dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk, salah satunya adalah untuk bahan baku pembuatan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh suhu dan bahan kimia aktivasi terhadap sifat-sifat arang aktif dan daya jerap polutan. Bahan baku berupa arang hidro direndam dengan bahan kimia H3PO4 dan K2CO3 selama 24 jam, kemudian diaktivasi fisik pada suhu 600°C, 700°C, dan 800°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua arang aktif memenuhi syarat mutu arang aktif teknis yang ditetapkan standar SNI 06-3730-1995 untuk parameter kadar air dan kadar zat terbang, namun hanya sebagian arang aktif yang dapat memenuhi syarat untuk kadar abu, karbon terikat dan daya jerap yodium. Daya jerap arang aktif terhadap formaldehida, amonia, kloroform dan benzena cenderung meningkat seiring meningkatnya suhu aktivasi. Arang aktif terbaik berdasarkan rendemen dan daya jerap iodin adalah aktivator K2CO3 pada suhu 700°C dan aktivator H3PO4 pada suhu 600°C, sedangkan kemampuan daya jerap terbaik terhadap formaldehida, amonia, kloroform, dan benzena adalah pada suhu 800°C.
PEMANFAATAN CAMPURAN BATANG JAGUNG DAN BAMBU SEMBILANG SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Dede Hermawan; Jajang Sutiawan; Nofrisman Jaya Putra Zendrato; Robi’atul Utami Aini; Ismail Budiman; Kurnia Wiji Prasetyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.1-9

Abstract

Batang jagung (Zea mays L.) dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan partikel. Namun demikian, papan patikel dari batang jagung memiliki sifat mekanis yang rendah, tidak dapat memenuhi standar Jepang (JIS A 5908:2003). Performa produk yang demikian dapat disempurnakan dengan penambahan bahan lignoselulosa lain yang memiliki nilai kekuatan yang tinggi seperti bambu sembilang (Dendrocalamus giganteus Munro). Penelitian ini menguji sifat papan partikel batang jagung yang ditambahkan serat bambu pada berbagai komposisi bahan baku. Jenis perekat yang digunakan adalah urea formaldehida dan fenol formaldehida dengan kadar perekat 10%. Komposisi campuran batang jagung dan bambu sembilang adalah 100 : 0; 75 : 25; 50 : 50; dan 25 : 75. Target kerapatan papan partikel yang diproduksi  adalah 0,8 g/cm3. Pengujian sifat mekanis papan partikel dilakukan dengan mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanis papan partikel dengan kualitas paling tinggi dihasilkan pada komposisi bahan baku 25% jagung dan 75% bambu sembilang dengan perekat fenol formaldehida. Penambahan bahan baku lignoselulosa yang memiliki kekuatan tinggi seperti bambu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan sifat mekanis papan partikel batang jagung.
KARAKTERISTIK PAPAN PARTIKEL CAMPURAN LIMBAH SENGON DAN BAGAS SORGUM MENGGUNAKAN PEREKAT ASAM SITRAT Jajang Sutiawan; Suci Mardhatillah; Dede Hermawan; Firda Aulya Syamani; Subyakto Subyakto; Sukma Surya Kusumah
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.3.139-150

Abstract

Limbah sengon dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan partikel. Namun demikian, papan patikel dari sengon memiliki beberapa kekurangan yaitu memiliki sifat fisis dan mekanis yang belum memenuhi standar Jepang (JIS A 5908:2003). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis papan partikel sengon dengan penambahan bagas sorgum pada berbagai komposisi bahan baku menggunakan perekat asam sitrat. Perekat yang digunakan adalah asam sitrat dengan kadar perekat 20% terhadap berat kering partikel. Komposisi campuran sengon dan bagas sorgum adalah 100:0, 75:25, 50:50, dan 25:75 (% g/g). Target kerapatan papan partikel yang diproduksi adalah 0,8 g/cm3. Papan partikel dikempa panas pada suhu 200°C selama 10 menit. Pengujian sifat fisis dan mekanis papan partikel dilakukan dengan mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan, kadar air, pengembangan tebal, keteguhan lentur, keteguhan patah dan keteguhan rekat telah memenuhi persyaratan standar JIS A 5908-2003. Penambahan bagas sorgum bisa dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan sifat fisis dan mekanis papan partikel sengon. Penambahan 75% bagas sorgum mampu meningkatkan kadar air, daya serap air, pengembangan tebal, keteguhan lentur, dan keteguhan patah terbaik pada papan partikel.
KARAKTERISTIK DAN DAYA JERAP POLUTAN ARANG AKTIF DARI BATANG KENAF (Hibiscus cannabinus L.) (Characteristics and Pollutan Absorbtion Capacity of Activated Charcoal Made Muhammad Sadir; Dede Hermawan; Ismail Budiman; Gustan Pari; Jajang Sutiawan
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2022.40.1.7-18

Abstract

Kenaf adalah salah satu tanaman yang diambil seratnya, sehingga batang kenaf berpotensi menjadi limbah biomassa. Pemanfaatan limbah batang kenaf dapat digunakan sebagai bahan baku berbagai produk, salah satunya adalah untuk bahan baku pembuatan arang aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  pengaruh suhu dan bahan kimia aktivasi terhadap sifat-sifat arang aktif dan daya jerap polutan. Bahan baku berupa arang hidro direndam dengan bahan kimia H3PO4 dan K2CO3 selama 24 jam, kemudian diaktivasi fisik pada suhu 600°C, 700°C, dan 800°C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua arang aktif memenuhi syarat mutu arang aktif teknis yang ditetapkan standar SNI 06-3730-1995 untuk parameter kadar air dan kadar zat terbang, namun hanya sebagian arang aktif yang dapat memenuhi syarat untuk kadar abu, karbon terikat dan daya jerap yodium. Daya jerap arang aktif terhadap formaldehida, amonia, kloroform dan benzena cenderung meningkat seiring meningkatnya suhu aktivasi. Arang aktif terbaik berdasarkan rendemen dan daya jerap iodin adalah aktivator K2CO3 pada suhu 700°C dan aktivator H3PO4 pada suhu 600°C, sedangkan kemampuan daya jerap terbaik terhadap formaldehida, amonia, kloroform, dan benzena adalah pada suhu 800°C.
PEMANFAATAN CAMPURAN BATANG JAGUNG DAN BAMBU SEMBILANG SEBAGAI BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL Dede Hermawan; Jajang Sutiawan; Nofrisman Jaya Putra Zendrato; Robi’atul Utami Aini; Ismail Budiman; Kurnia Wiji Prasetyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2020.38.1.1-9

Abstract

Batang jagung (Zea mays L.) dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan partikel. Namun demikian, papan patikel dari batang jagung memiliki sifat mekanis yang rendah, tidak dapat memenuhi standar Jepang (JIS A 5908:2003). Performa produk yang demikian dapat disempurnakan dengan penambahan bahan lignoselulosa lain yang memiliki nilai kekuatan yang tinggi seperti bambu sembilang (Dendrocalamus giganteus Munro). Penelitian ini menguji sifat papan partikel batang jagung yang ditambahkan serat bambu pada berbagai komposisi bahan baku. Jenis perekat yang digunakan adalah urea formaldehida dan fenol formaldehida dengan kadar perekat 10%. Komposisi campuran batang jagung dan bambu sembilang adalah 100 : 0; 75 : 25; 50 : 50; dan 25 : 75. Target kerapatan papan partikel yang diproduksi  adalah 0,8 g/cm3. Pengujian sifat mekanis papan partikel dilakukan dengan mengacu pada standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat mekanis papan partikel dengan kualitas paling tinggi dihasilkan pada komposisi bahan baku 25% jagung dan 75% bambu sembilang dengan perekat fenol formaldehida. Penambahan bahan baku lignoselulosa yang memiliki kekuatan tinggi seperti bambu merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan sifat mekanis papan partikel batang jagung.
Pengaruh Jenis Perekat terhadap Sifat Papan Partikel dari Campuran Limbah Vinir Sengon dan Bagas Sorgum Jajang Sutiawan; Suci Mardhatillah; Dede Hermawan; Firda A. Syamani; Subyakto Subyakto; Sukma S. Kusumah
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis Vol 18, No 1 (2020): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis
Publisher : Masyarakat Peneliti Kayu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51850/jitkt.v18i1.539

Abstract

Limbah industri perkayuan dan pertanian memiliki potensi untuk dijadikan bahan baku dalam pembuatan papan partikel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis perekat terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel. Papan partikel dibuat dengan menggunakan perekat 10% urea formaldehida (UF), 10% fenol formaldehida (PF) dan 20% asam sitrat (CA). Komposisi campuran bahan baku partikel vinir sengon dan bagas sorgum yang digunakan dalam penelitian ini adalah 25:75 berdasarkan berat. Karakteristik papan partikel diuji secara fisis dan mekanis berdasarkan standar JIS A 5908:2003. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sifat fisis terbaik dimiliki oleh papan yang dibuat  dengan perekat CA. Sementara itu, sifat mekanis terbaik dimiliki oleh papan yang dibuat dengan perekat UF. Berdasarkan hasil penelitian, kadar air, pengembangan tebal, keteguhan patah, dan keteguhan rekat papan partikel telah memenuhi standar JIS A 5908:2003 untuk papan partikel.
Iptek Penguatan Ketahanan Pangan dengan Program Food Estate Sistim Agrosilvopastural di Humbang Hasundutan OK Hasnanda Syahputra; Rudi Hartono; Harisyah Manurung; Luthfi Hakim; Tito Sucipto; Apri Heri Iswanto; Jajang Sutiawan; Samsuri Samsuri; Anita Zaitunah; Agus Purwoko; Hafizah Arinah; Moehar Maraghiy Harahap; Mariah Ulfa; Ridahati Rambey; Suri Fadhilla; Arida Susilowati; Deni Elfiati; Ahmad Baiquni Rangkuti
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 1, No 2 (2022): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.084 KB) | DOI: 10.23960/rdj.v1i2.5994

Abstract

Desa Ria-Ria Kecamatan Pollung Kabupaten Humbahas, dipilih dan dipersiapkan sebagai lokasi dosen wajib mengabdi dari Universitas Sumatera Utara dalam program food estate dengan menerapkan sistem agroforestry melalui pola agrosilvopastural (ternak, kehutanan, dan pertanian). Humbang Hasundutan berpotensi karena terletak didataran tinggi yang memiliki curah hujan yang sangat tinggi dan agroklimat yang sesuai untuk budidaya holtikultura, oleh sebab itu agrosilvopastur cocok diterapkan. Sistem agrosilvopastur diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan secara keseluruhan dan berkelanjutan yang dapat menjamin dan memenuhi kebutuhan hidup masyarakat petani. PKM ini dilaksanakan tanggal 20 November 2021 yang bertempat di kantor kepala desa Riaria Kecamatan Pollung, yang dihadiri anggota kelompok tani agrosilvopastur maju karya sebanyak 24 orang angggota kelompok. Hasil bersama mitra nantinya selain dapat memasarkan produksi rumput sebagai hijauan pakan ternak juga akan mampu memasarkan daging seiring dengan meningkatnya kebutuhan pasar daging dalam negeri. Dari kegiatan dosen wajib mengabdi, dapat memberdayakan petani dalam bidang agrosivopastural, peningkatan pendapatan, dan sekaligus kesejahteraannya