cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 1,559 Documents
PENGARUH LAMA PERENDAMAN PANAS DALAM PENGAWETAN LIMA JENIS KAYU DENGAN METODE RENDAMAN PANAS DINGIN Pipin Permadi; Barly Barly
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4544.669 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.4.220-224

Abstract

Wood preservative penetration and retention on five wood species using hot and cold bath process was studied. Wood samples measuring 5 cm x 5 cm x 60 cm were immersed in BFCA preservative solution under temperature of 70° C for nil (control), one, two and three hours then cooled for a day.The result indicates that red meranti (Shorea platycados V.Sl .) is more permeable compared with other species (bangkirai, bungur, damar laut and kapur). In red meranti, one hour immersion in hot preservative yields penetration which conforms with the SKI C-bo-008 Standard for wood building, whereas in other 4 species, the treatment does not seem to be more superior. compared with cold immersion method.
ANATOMI BATANG AREN (ARENGA PINNATA MERR.) Y I Mandang; Nenny S Sudarna
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4741.35 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1989.6.5.334-339

Abstract

The  anatomical   features  of  aren stem  in relation  to  its utilization   were  studied   by  taking  samples  from  Bogor  Re- gency,   West Java.   The  mature  stem  has 8 to 10 m of clear bole with  30 to 43 cm  in diameter.  The hard pheripheral  region of  the stem  is only  0.5 to 5.2  cm in thickness   or 4 to 20 percent  of the .stem  volume.The pheripheral  region of  the stem  consists  largerly of fibrouascular  bundles  while  the central portion   consists  mainly bf parenchyma   tissues.  The frequency   of  vascular bundles  at pheripheral  region may  reach 139 bundle/sq.  cm  then gradually decreased  to 10 bundles/sq.   cm at the center.The  fiber  dimension   vary along and  across the  stem:   length  1618  to 2712  microns,  diameter.28   to 52 microns,  wallthickness  5 to 24 microns.   The Runhell  ratio varies from  0. 56 to 13.33.
ANALISIS KOMPONEN KIMIA BEBERAPA KUALITAS GAHARU DENGAN KROMATOGRAFI GAS SPEKTROMETRI MASSA Gunawan Pasaribu; Totok K Waluyo; Gustan Pari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2013.31.3.181-185

Abstract

Tulisan ini menyajikan kadar resin dan komposisi senyawa kimia dari beberapa kualitas gaharu menggunakan kromatografi gas spektrometri massa.  Kualitas gaharu yang diuji adalah kemedangan C, teri C, kacangan C dan super AB. Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak gaharu pada berbagai pelarut berturut-turut paling tinggi adalah kualitas super AB, kacangan C, teri C, dan kemedangan C. Komponen kimia gaharu mengandung senyawa furan dan kelompok ester lainnya yang menimbulkan aroma wangi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengkelasan kualitas gaharu secara tradisional tidak objektif.
KERUSAKAN TEGAKAN DAN LIMBAH PEMANENAN HUTAN RAWA PADA KAWASAN SUATU PERUSAHAAN HUTAN DI KALIMANTAN BARAT Jumalis Thaib
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6807.685 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1991.9.3.97 -102

Abstract

An  investigation   was carried out  at  one swamp  forest  company   in  West Kalimantan.  Timber  stand  conditions  indi­ cated  by  the  diameter  of  tree  felled  all  of  wich  were  dominant    tree  species  and  the  density   of  all tree species  having diameter   of  20  cm  and  up are as follows:   the  diameter  ranging from  39, 7 to  62,2  cm  with  an average of  51,0  cm  while the  timber  density   ranging from  89  to  164  trees with  an average of  127 trees per  hectare.By  felling  one  tree  for  harvesting  purpose,   it caused  residual  stand  damages  between   0,35  and  1, 7.1  trees  with  an average of  1,04  trees.  This  large range was caused  not  only  by  the distribution   of  timber  stand  but also by  inappropriate felling directions. Logging  waste  that  consisted  of  stump,   clear bole,  branch  and  victimized   trees  with  the  diameter  o/ 10 cm and up were  0,10  m3  (2  %),  0,80  m3  (19  %), 0,16  m3  (4 %) and  0,49  m3  (12%), respectively.   These  wastes Cx n be utilized in the  future   because  the output  of processing  industry  is sawn  timber  only  and  the location  of  log resources area is closed to the saw mill site.
PRODUKTIVITAS PENGELUARAN KAYU TUSAM (PINUS MERKUSII SP) DENGAN SEPEDA MOTOR YANG DIMODIFIKASI DI PERUM PERHUTANI UNIT III JAWA BARAT Zakaria Basari
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3425.505 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2010.28.4.427-440

Abstract

Tulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang kinerja pengeluaran kayu tusam dengan sepeda motor yang dimodifikasi dari hutan ke tempat pengumpulan kayu sementara (TPn). Tujuan penelitian adalah mengetahui produktivitas kerja, volume permukaan tanah lantai hutan yang tergeser dan biaya oprasi. Lokasi penelitian di BKPH Sagaranten, KPH Sukabumi Perum Perhutani Unit III Jawa Barat. Sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut dolok adalah Yamaha Firz 100 cc dan Suzuki Bravo 110 cc. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas Yamaha dan Suzuki masing masing adalah 1,02 m3/jam hm dan 1,12 m3/jam hm. Volume tanah lantai hutan yang tergeser 0,1 m3/m2. Biaya operasi motor Yamaha dan Suzuki berturut-turut adalah Rp 9.850,- /m3hm dan Rp 8.971,-/m3hm.
KANDUNGAN RESIN PADA KAYU GAHARU TANAMAN Jamal Balfas
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2243.273 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2009.27.3.235-244

Abstract

Kelestarian tanaman dan produksi gaharu telah menjadi perhatian dan program internasional. Kegiatan budidaya dan inokulasi gaharu di beberapa negara termasuk Indonesia telah memberikan hasil yang menggembirakan. Namun demikian, sukar diperoleh informasi mengenai karakteristik hasil gaharu yang diperoleh dari program budidaya. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian hasil resin dari jenis gaharu tanaman dan alami dengan menggunakan pelarut air destilasi dan metanol. Bahan gaharu tanaman yang berasal dari Jambi dibedakan dalam dua kelompok, yaitu campuran dan coklat.  Sebagai bahan pembanding digunakan kayu gaharu alami asal Irian. Pada masing-masing bahan gaharu tersebut dilakukan identifikasi secara anatomis untuk mengetahui otentitas jenisnya. Hasil determinasi jenis menunjukkan bahwa bahan kayu tanaman asal Jambi merupakan spesies Aqularia malaccensis, sedangkan kayu asal Irian merupakan jenis Gyrinops sp. Secara statistik kandungan resin pada kayu gaharu dipengaruhi secara nyata oleh faktor jenis bahan dan faktor pelarut yang digunakan dalam ekstraksi. Contoh uji kayu gaharu tanaman dari kelompok campuran memiliki kandungan resin lebih rendah daripada contoh uji kelompok coklat. Kandungan resin kayu gaharu tanaman lebih rendah dibandingkan dengan kandungan resin kayu gaharu alami dengan menggunakan pelarut yang sama. Kandungan resin pada kayu gaharu Jambi dalam pelarut akuades relatif lebih banyak dibandingkan dengan resin yang diperoleh dari kayu gaharu Irian. Kelarutan kayu gaharu Jambi dalam alkohol jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kayu Irian. Kelarutan resin tertinggi diperoleh pada ekstraksi kayu gaharu Irian dengan menggunakan pelarut metanol.
PENDUGAAN BESARNYA LIMBAH INDUSTRI PERKAYUAN DI KALIMANTAN SELATAN DAN KEMUNGKINAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER ENERGI Han Roliadi; Buharman Buharman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3765.139 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1985.2.3.23-26

Abstract

The  volume  of  wood  waste from  sawmills and plywood mills in South  Kalimantan  was estimated  using the regression method. Data  were  collected   from sample mills  in the province.       Based on  the  regression analysis,  the estimated volume  of  sawmill waste generated by sawmills in South Kalimantan during the 1981 - 1982 period  was 684,353 m3 per year, and that of plywood mill was 221,818 m3 per year.       The total wood  waste could produced heat energy (fuel) as much as 12.29  x 1011k.cal/year, or 5.42 x 109 KWH per year  of  electric  energy.
PENGOLAHAN NILAM HASIL TUMPANG SARI DI TASIKMALAYA Gusmailina Gusmailina; Zulnely Zulnely; E Suwardi Sumadiwangsa
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8377.423 KB) | DOI: 10.20886/jphh.2005.23.1.1-14

Abstract

Peran hasil hutan bukan kayu (HHBK) dalam menunjang kegiatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan perlu dikembangkan. Pengelolaan hutan perlu diarahkan tidak hanya sebagai penghasil kayu tetapi juga sebagai penghasil HHBK yang dapat membuka lapangan perkerjaan dan penghasilan bagi masyarakat lokal dengan tetap memperhatikan faktor ekologis. Salah satu program untuk memcapai partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan hutan yang lestari adalah meningkatkan peran HHBK yang mampu meningkatkan kegiatan dan kesejahteraan masyarakat lokal sekitar hutan. Salah satu komoditi HHBK yang perlu dikembangkan adalah pengusahaan nilam secara tumpang sari terutama pada lahan kawasan hutan, sehingga dapat mendukung optimalisasi penggunaan lahan.Data, informasi serta contoh uji (daun dan minyak nilam) dikumpulkan dari kampung Pager Ageung, Desa Pager Sari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pertanian dan perkebunan pada kebun campuran. Basil pengamatan di lapangan menunjukkan bahwa produktivitas nilam yang ditanam secara tumpang sari di Tasikmalaya sebesar 4 kg/rumpun/panen dengan hasil DNB (daun nilam basah) sekitar 75-100 ton/ha atau sama dengan 15-20 ton DNK (daun nilam kering) per hektar sekali panen, lalu dijual ke pedagang dengan harga Rp 500/kg basah, dan Rp 2.500/kg kering, dengan nilai jual sekitar Rp 37,5-50 juta/ha. Usaha ini dikelola oleh Kelompok Tani Mitra Usaha Jaya, proses penyulingan dengan cara uap panas.Kualitas dan rendemen minyak yang ditanam secara tumpang sari tidak kalah bagus dengan kualitas minyak yang ditanam secara monokultur. Kadar Patchouli berkisar antara 26-39,5% bahkan yang disuling di laboratorium berkisar antara 41-49,7% dengan rendemen berkisar antara 2,4-5%. Masyarakat sekitar kota Tasikmalaya semakin berminat untuk memperluas areal penanaman nilam terutam sejak adanya pabrik penyulingan di Pager Ageung, demikian juga pihak kehutanan dan PT Perhutani. Oleh sebab itu pengusahaan nilam secara tumpang sari di lahan kawasan hutan perlu dijadikan bahan pertimbangan kebijakan bagi pengelola dan pengusahaan hutan tanaman.
PENYARADAN YANG DIRENCANAKAN UNTUK MINlMASI KERUSAKAN TEGAKAN TlNGGAL: Kasus Di Dua Perusahaan Hutan Di Kalimantan Timur Sona Suhartana
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2938.346 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1997.15.1.60-67

Abstract

Tulisan ini mengetengahkan hasil-hasil penelitian tentang kerusakun tegakan tinggal akibat kegiatan penyaradan yang direncanakan. Penyaradan dengan traktor meskipun hati-hati dilaksanakan, namun kerusakan terhadap tegakan tinggal tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Dengan teknik penyaradan yang direncanakan, diharapkan dapat meminimalkan kerusakan tersebut. Penelitian telah dilaksanakan di dua perusahaan hutan di Kalimantan Timur. Tujuan penelitian adalah untuk meminimalkan kerusakan tegakan tinggal yang terjadi.Data yang dikumpulkan adalah jumlah pohon ditebang/disarad, kerapatan tegakan berupa jumlah pohon berdiameter 20 cm dan ke atas, kemiringan lapangan dan jumlah pohon yang rusak. Data dianalisis dengan uji-t dan regresi berganda.Penelitian menghasilkan hal-hal sebagai berikut : Rata-rata kerusakan tegakan tinggal akibat penyaradan yang direncanakan adalah 8,4% dan untuk yang konvensional sebesar 13,47%. Terjadi penurunan kerusakan sebesar 5,07%.Adapun faktor dominan yang mempengaruhi terjadiuya kerusakan tegakan tinggal pada teknik penyaradan yang direncanakan adalah kemiringan lapangan (sangat berbeda nyata pada taraf 99%). Sementara itu untuk penyaradan konvensional faktor dominan yang sangat berpengaruh adalah kerapatan tegakan dan kemiringun lapangan (sangat berbeda nyata pada taraf 99%).Teknik penyaradan yang direncanakan dapat mengurangi kerusakan tegakan tinggal yang terjadi (5,07%).
ELASTISITAS SUBSTITUSI ANTAR FAKTOR PRODUKSI PADA INDUSTRI PENGGERGAJIA KAYU TROPIS (Elasticity of substitution between production factors on tropical sawn timber industry) Setiasih Irawanti
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4068.168 KB) | DOI: 10.20886/jphh.1993.11.5.189-196

Abstract

The objective of this study is to estimate elasticity of substitution, coefficient, and technological parameter on sawn timber industry analyzed is limited to the sawmill belongs to the forest concession.This study used primary data. Analysis of data is conducted using CES production function data analyzed are cross-section primary data on wage, capital value, and production value, collected from 13 forest concession sawmills.The result of CBS production function shows that the elasticity of substitution 0 = 0,5247, it means that power of substitution between capital and labor in sawn timber industry is low. Technological coefficient A = 4.9654 shows that the increase of sawn timber production level is about 5 times of the increasing capital and labor inputs. Distribution parameter β = 0,7114 shows that relative contribution of capital input is about 71 % and labor input is about 29% on sawn timber production. Sawn timber industry is a capital intensive, which means that the increase of production is more effective through the increasing of capital input. The revenue of sawn timber industry is distributed more to the owner of capital than to labor.

Page 65 of 156 | Total Record : 1559


Filter by Year

1984 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 40, No 3 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 40, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 3 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 3 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 3 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 4 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 3 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 4 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 3 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 4 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 4 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 4 (2013): Vol 31, No 4 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 3 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 31, No 1 (2013): Vol 30, No 4 (2012): Vol 30, No 4 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 3 (2012): Vol 30, No 3 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 30, No 2 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 3 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 4 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 3 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 4 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 3 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 4 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 4 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 3 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 5 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 4 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 3 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 5 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 4 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 3 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 4 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 3 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 3 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 2 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 21, No 1 (2003): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 5 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 4 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 3 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 2 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 20, No 1 (2002): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 4 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 3 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 2 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 19, No 1 (2001): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 2 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 18, No 1 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 4 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 3 (2000): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 2 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 17, No 1 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 5 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 4 (1999): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 3 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 2 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 16, No 1 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 8 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 7 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 6 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 5 (1998): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 4 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 3 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 2 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 15, No 1 (1997): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 10 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 9 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 8 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 7 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 6 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 5 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 4 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 3 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 2 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 14, No 1 (1996): Buletin Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 8 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 7 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 6 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 5 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 4 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 3 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 2 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 13, No 1 (1995): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 6 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 5 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 4 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 3 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 2 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 12, No 1 (1994): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 8 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 7 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 6 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 5 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 4 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 3 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 2 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 11, No 1 (1993): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 6 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 5 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 4 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 3 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 2 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 10, No 1 (1992): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 7 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 4 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 3 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 2 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 9, No 1 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 6 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 5 (1991): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 8, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 4 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 3 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 2 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 7, No 1 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 8 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 7 (1990): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 6 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 5 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 4 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 3 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 2 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 6, No 1 (1989): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 7 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 6 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 5 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 4 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 3 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 2 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 5, No 1 (1988): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 4 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 3 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 2 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 4, No 1 (1987): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 4 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 3 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 2 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 3, No 1 (1986): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 4 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 3 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 2 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 2, No 1 (1985): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 4 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 3 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 2 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 1, No 1 (1984): Jurnal Penelitian Hasil Hutan More Issue