cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Articles 427 Documents
APLIKASI VARIASI MEDIA PERKECAMBAHAN PADA PERSEMAIAN PULAI Application of germination media variation ofpulai nursery Mashudi Mashudi; Dedi Setiadi; Surip Surip
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 2, No 1 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.953 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2005.2.1.13-19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media perkecambahan yang bagus untuk persemaian pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br). Penelitian dilaksanakan di rumah kaca Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Rutan, Yogyakarta mulai Februari sampai April 2004. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan, dimana setiap ulangan terdiri dari 100 benih. Parameter yang diukur meliputi persen berkecambah, kecepatan berkecambah, persen tumbuh dan tinggi semai. Berdasarkan hasil analisis, dari beberapa parameter yang diamati berbeda nyata. Media campuran pasir + kompos (3 :  1) merupakan media terbaik sebagai media perkecambahan
DISTRIBUSI KERAGAMAN GENETIK POPULASI Santalum album BERDASARKAN PENANDA RAPD Anto Rimbawanto; AYPBC Widyatmoko; Purnamila Sulistyowati
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 3 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.192 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2006.3.3.175-181

Abstract

Santalum album atau yang dikenal dengan nama cendana merupakan jenis kayu bemilai  tinggi dan telah mengalami degradasi sumber genetik yang serius. Jenis ini merupakan tanaman asli Propinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman  genetik dan hubungan kekerabatan  populasi Santalum  album untuk mendukung  program konservasi dan pemuliaan jenis tersebut. Sampel daun dikumpulkan dari 17 populasi dan dianalisa menggunakan 17 primer RAPD yang menghasilkan 34 lokus polimorfik. Rata-rata lokus polimorfik per primer adalah 2. Nilai rata- rata keragaman genetik dalam populasi sebesar 0,391 sedangkan keragaman  antara populasi 0,038. Analisis klaster membagi 17 populasi menjadi dua kelompok besar. Secara umum pembagian kelompok tidak memperlihatkan hubungannya denganjarak geografis, tetapi populasi-populasi yang berdekatan mempunyai kecenderungan untuk membentuk satu  sub-kelompok.
SIKLUS PERKEMBANGAN PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN SERTA PEMBENTUKAN BUAH KEMENYAN (Styrax benzoin) DI AEK NAULI Dida Syamsuwida; Aam Aminah; Nurkim Nurochman; E. Baeni Sumarni; Johan Ginting
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.844 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2014.11.2.89-98

Abstract

Jaminan ketersediaan benih secara terus menerus memerlukan informasi tentang fenologi pembungaan dan pembuahan. Informasi ini sangat bermanfaat untuk menduga waktu pemanenan yang tepat dan memperkirakan potensi produksi benih. Jumlah maksimum produksi benih yang dihasilkan dapat dideterminasi dari ratio bunga menjadi buah. Tujuan penelitian adalah mengetahui siklus reproduksi dan pembentukan buah jenis kemenyan (Styrax benzoin) di Aek Nauli. Pohon sampling dipilih sebanyak10 pohon dengan dua perlakuan yaitu pembungaan pada arah Timur dan Barat. Jumlah bunga dan buah per malai dihitung untuk mengukur ratio bunga menjadi buah (fruit set) tanaman kemenyan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa siklus reproduksi tanaman kemenyan di arboretum Aek Nauli pada periode tahun 2012–2013 berlangsung selama 8–9 bulan diawali dari terbentuknya tunas generatif pada bulan Juni–Juli, bunga mekar Agustus dan buah masak pada bulan Februari–Maret. Ratio buah/bunga (fruit set) kemenyan berkisar antara 10–13%. Pembungaan pada dahan bagian Barat dan Timur tidak menunjukkan perbedaan nyata. 
PENGARUH INOKULASI FUNGI MIKORIZA ARBUSKULA Glomus clorum, Glomus etunicatum DAN Gigaspora sp. TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI MAHONI DAN SERU Maliyana Ulfa; Efendi Agus Waluyo; Edwin Martin
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 6, No 5 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2403.229 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2009.6.5.273-280

Abstract

Penelitian pengaruh inokulasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) Glomus clorum, Glomus etunicatum dan Gigaspora sp. terhadap pertumbuhan semai mahoni dan seru telah dilakukan selama 4 bulan di persemaian PT Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Penelitian menggunakan 4 perlakuan, yaitu inokulasi FMA G. clorum, G. etunicatum, Gigaspora sp. dan kontrol, menggunakan Rancangan Acak Blok dengan tiga ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi, diameter dan berat kering total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Inokulasi G. clorum, G. etunicatum dan Gigaspora sp. mampu meningkatkan tinggi dan diameter seru di persemaian. Sedangkan mahoni tidak menunjukkan respon pertumbuhan yang baik akibat inokulasi G. clorum, G. etunicatum dan Gigaspora sp.
ANALISIS PERUBAHAN FISIOLOGI DAN BIOKIMIA BENIH TENGKAWANG SELAMA PENGERINGAN Asep Rohandi; Nurin Widyani
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2011.8.1.31-40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari aspek fisiologi dan biokimia kemunduran (penurunan viabilitas) benih tengkawang (S. stenoptera) selama proses pengeringan. Berdasarkan kadar air awal benih (46,06%), target penurunan kadar air (TKA) dalam proses pengeringan adalah 45%, 40%, 35%, 25%, 15% dan 8%. Rancangan yang digunakan merupakan RancanganAcak Lengkap dengan satu faktor yaitu pengeringan. Setiap perlakuan terdiri dari 25 satuan percobaan yang diulang 3 kali. Parameter fisiologi yang diamati meliputi daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan nilai perkecambahan sedangkan parameter biokimia meliputi kandungan pati, lemak, protein dan daya hantar listrik. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa viabilitas benih semakin menurun sejalan dengan penurunan kadar air benih. Viabilitas maksimum dicapai pada benih segar (KA: 46,06%) dengan daya berkecambah 85,33%, kecepatan tumbuh 2,65% per etmal dan nilai perkecambahan 0,43. Kandungan biokimia (lemak, pati, dan daya hantar listik) benih S. stenoptera cenderung mengalami peningkatan, sedangkan protein cenderung mengalami penurunan dengan semakin menurunnya tingkat kadar air benih. Kadar air kritis benih S. stenoptera diduga terjadi pada target kadar air (TKA) 15%, karena pada TKA 8% benih sudah tidak mampu berkecambah (DB : 0%). Berdasarkan parameter fisiologi dan biokimia, benih S. stenoptera dapat dikategorikan ke dalam kelompok benih rekalsitran.
PENINGKATAN DAYA KECAMBAH BENIH BALSA MELALUI PERENDAMAN DALAM AIR DAN LARUTAN KIMIAWI M. Charomaini; Sri Rukun Diana Windiasih
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 2, No 2 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (603.611 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2005.2.2.68-73

Abstract

Balsa (Ochroma sp.) berasal dari Amerika Latin, ditanam sebagai tanaman introduksi di Indonesia. Jenis ini tumbuh sangat cepat, kayuriya berwama cerah, sangat ringan jika dipanen sebelum umur 5 tahun.  Setelah umur tersebut, kayu akan berwama semakin gelap dan keras atau berat, sehingga kualitasnya menurun untuk keperluan tertentu seperti pelampung, sol sepatu, bahan rangka pesawat dan perahu model. Penelitian ini dimaksudkan guna meneliti pengaruh perendaman benih dalam air panas, kalium nitrat  (KN03)    dan asam sulfat (H2S04)     terhadap daya berkecambah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Litbang Hutan Tanaman (P3HT) Yogyakarta. Penelitian terdiri dari faktor tunggal yang diatur dalam desain Acak Lengkap CRD menggunakan 4 perlakuan sebagai berikut: 1)  benih tidak diberi perlakuan, kontrol; benih direndam air panas selama 6,  9 dan 12 jam. 2) benih direndam dalam larutan kalium nitrat 0,2% selama 20, 30 dan 40 menit; 3) benih direndam dalam larutan asam sulfat 95% selama 10, 15, 20, 25 dan 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman benih dalam air panas selama 6 jam sampai 12 jam dan dalam larutan asam sulfat 95% selama 30 menit dapat meningkatkan perkecambahan benih.
KERAGAMAN POPULASI Eusideroxylon zwageri KALIMANTAN TIMUR BERDASARKAN PENANDA RAPD Anto Rimbawanto; AYPBC Widyatmoko; Harklngto Harklngto
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 3 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1433.101 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2006.3.3.201-208

Abstract

Eusideroxylon zwageri  atau ulin adalah kayu bemilai ekonomi tinggi dan telah mengalami eksploitasi yang intensif sehingga keberadaan tegakan ulin di hutan alam semakin langka. Penelitian ini bertujuan mempelajari keragaman genetik populasi ulin di Kalimantan Timur guna membantu program konservasi genetik, dengan menggunakan penanda RAPD. Sampel daun dikumpulkan dari 5 populasi dan dianalisa menggunakan 19 primer RAPD  yang menghasilkan 48 lokus polimorfik. Nilai keragaman  genetik rerata dalam populasi sebesar 0.3564 sedangkan keragaman antara populasi 0.0415. Analisis AMOVA menunjukkan  bahwa 96% dari keragaman genetik terdapat di dalam populasi, sedang sisanya ada di antara populasi. Analisis klaster menghasilkan dua kelompok populasi yaitu TN Kutai, Meratus, S.Wain dan Semboja, sedang populasi Lempake satu kelompok tersendiri.
EVALUASI AWAL KOMBINASI UJI SPESIES-PROVENAN JENIS-JENIS SHOREA PENGHASIL TENGKAWANG DI GUNUNG DAHU, BOGOR, JAWA BARAT Dedi Setiadi; Budi Leksono
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 3 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.707 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2014.11.3.157-164

Abstract

Kombinasi uji spesies-provenan jenis-jenis shorea penghasil tengkawang dibangun pada tahun 2011 di Stasiun Penelitian Meranti di Gunung Dahu, Bogor, Jawa Barat. Evaluasi dilakukan secara periodik setiap enam bulan selama 18 bulan untuk mengetahui kemampuan adaptasi dari jenis dan provenan yang diuji. Materi genetik yang digunakan adalah jenis-jenis shorea penghasil tengkawang (S. macrophylla, S. gybertsiana, S. stenoptera, S. pinanga) yang berasal dari 4 provenan (Gunung Bunga-Kalimantan Barat, Sungai Runtin-Kalimantan Barat, Bukit Baka-Kalimantan Tengah,  dan  Haurbentes-Jawa  Barat).  Penelitian  menggunakan  Rancangan Acak  Lengkap Berblok (RCBD) dengan 11 plot, 4 ulangan, 25 pohon per plot (5 x 5 pohon) dan jarak tanam 5 x 5 meter. Sifat yang diukur adalah persen hidup dan tinggi tanaman pada umur 6,12 dan 18 bulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa persen hidup tidak berbeda nyata, dan pertumbuhan tinggi tanaman menunjukkan perbedaan yang nyata. Jenis-jenis shorea pengasil tengkawang (S. macrophylla, S. pinanga dan S. stenoptera) dari ras lahan Haurbentes (Jawa Barat) menunjukkan pertumbuhan terbaik sampai dengan umur 18 bulan. 
PENGARUH INOKULASI CENDAWAN MIKORIZA ARBUSKULA PADA TANAMAN PULAI DI LAHAN BEKAS TAMBANG BATUBARA Maliyana Ulfa; Efendi Agus Waluyo; Edwin Martin
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 3, No 2 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1093.279 KB) | DOI: 10.20886/jpht.2006.3.2.101-106

Abstract

Pengaruh inokulasi Cendawan Mikoriza Arbuskula (CMA) Glomus etunicatum terhadap pertumbuhan tanaman pulai darat (Alstonia Sp.) telah dilakukan di lahan reklamasi bekas tambang batubara pada Dumping Area Pit tiga, Bangko Timur, PT. Bukit Asam, Tanjung Enim, Sumatera Selatan, setelah 9 bulan ditanam. Riset menggunakan 2 perlakuan inokulasi G. etunicatum dan perbedaan media sapih, menggunakan Rancangan Acak Blok dengan tiga ulangan. Parameter pertumbuhan yang diukur adalah tinggi, diameter dan persen hidup. Hasil penelitian menunjukan  bahwa setelah ditanam dilahan pertumbuhan pulai darat (Alstonia Sp.) relatif tidak menunjukan perbedaan parameter tinggi dan diameter diantara. Tetapi disisi lain inokulasi G. etunicatum berpegaruh pada persenatase hidup tanaman untuk hidup dibekas lahan tambang,yang ditunjukan dengan hampir 100% persen hidup pulai darat (Alstonia Sp.). G. etunicatum tidak cukup berpengaruh pada pertumbuhan pulai dilahan. Hal tersebut diduga disebabkan proses biokimia tanaman, seperti ketersediaan nitrogen dan akumulasi bahan organik yang tidak terdekomposisi dengan baik. Hal tersebut menyebabkan  sporulasi dan kolonisasi CMA tidak berjalan dengan baik.
PENGARUH PENUAAN DAN IRADIASI BENIH DENGAN SINAR GAMMA (Co) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SUREN (Toona sureni Blume Merr) Muhammad Zanzibar; Witjaksono Witjaksono
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 8, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpht.2011.8.2.89-96

Abstract

Suren adalah tanaman berkayu cepat tumbuh yang telah dibudidayakan petani secara tumpang sari dengan jagung atau padi dan kayunya dipakai untuk perabot rumah tangga, lantai, peti kemas dan secara ekonomi menguntungkan. Tanaman ini telah semakin disukai untuk hutan rakyat. Informasi teknologi perbenihan jenis suren telah tersedia cukup banyak, namun informasi tersebut masih belum lengkap. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh penuaan benih dan kombinasinya dengan tingkat iradiasi dengan sinar gamma ( 60 Co) terhadap pertumbuhan bibit suren. Penuaan dilakukan pada benih segar dari panenan baru selama 0, 2 dan 4 hari dengan metoda inkubasi dalam wadah tertutup pada suhu 27 C. Benih-benih tersebut selanjutnya diiradiasi dengan dosis 0, 5, 10, 20, 40, 80 dan 100 Gy kemudian dikecambahkan pada media pasir halus. Kecambah normal yang diperoleh kemudian ditanam dalam plastik polibag media tanah dan pasir dengan perbandingan yang sama. Pertumbuhan bibit diamati pada umur 6 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penuaan dan iradiasi benih serta interaksinya berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan bibit umur 6 bulan. Kepekaan benih terhadap iradiasi berkurang akibat penuaan, penuaan 2 hari menghasilkan benih yang sangat tidak peka terhadap iradiasi. Pertambahan pertumbuhan yang sangat nyata sampai 600% diperoleh dari bibit yang berasal dari benih segar dan di iradiasi pada dosis 5 Gy. Jadi, perlakuan iradiasi dosis rendah dapat dipakai sebagai perlakuan pada benih baru untuk mendapatkan pertambahan pertumbuhan bibit yang sangat nyata.

Filter by Year

2004 2023


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2023): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 2 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 19, No 1 (2022): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 18, No 2 (2021): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 18, No 1 (2021): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 17, No 2 (2020): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 17, No 1 (2020): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 16, No 2 (2019): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 16, No 1 (2019): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 15, No 2 (2018): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 15, No 1 (2018): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 14, No 2 (2017): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 14, No 1 (2017): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 13, No 2 (2016): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 13, No 1 (2016): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 3 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 3 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 12, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 2 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 1 (2015): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 12, No 1 (2015): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 3 (2014): Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 11, No 3 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 11, No 2 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 11, No 1 (2014): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 1, No 1 (2014): JPHT Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 4 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 3 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 2 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 10, No 1 (2013): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 4 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 4 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 3 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 3 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 2 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 5 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 5 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 4 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 3 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 3 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 2 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 8, No 1 (2011): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 5 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 4 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 3 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 2 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 7, No 1 (2010): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 5 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 4 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 3 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 2 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 6, No 1 (2009): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 3 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 2 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 5, No 1 (2008): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 4, No 2 (2007): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 4, No 1 (2007): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 3 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 2 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 3, No 1 (2006): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 3 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 2 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 2, No 1 (2005): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN Vol 1, No 1 (2004): JPHT More Issue