cover
Contact Name
Globila Nurika
Contact Email
nurikaglobila@unej.ac.id
Phone
+6281235181803
Journal Mail Official
ikesma@unej.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Published by Universitas Jember
ISSN : 18297773     EISSN : 26847035     DOI : https://doi.org/10.19184
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) diterbitkan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Uiversitas Jember sejak tahun 2005 dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam satu tahun (Maret dan September). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) menerbitkan artikel penelitian di bidang kesehatan masyarakat dengan topik kajian: administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, kesehatan dan keselamatan kerja, gizi masyarakat, epidemiologi, promosi. kesehatan dan ilmu perilaku, kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi, biostatistika, sistem informasi kesehatan, dan demografi/kependudukan. Pada Bulan Agustus 2020, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) memulai kolaborasi dengan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (PERSAKMI) untuk penerbitan jurnal. Sejak tahun 2022, Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKESMA) meningkatkan frekuensi terbitan menjadi 4 kali dalam satu tahun (Maret, Juni, September, dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 12 No 1 (2016)" : 8 Documents clear
UMUR, KOMORBIDITAS , DAN METASTATIS DALAM PENENTUAN KONDISI PASIEN KANKER KOLOREKTAL DI KOTA MAKASSAR Pebrianty Pebrianty
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kecenderungan masyarakat untuk terbuka pada perubahan memberikandampak pada perubahan gaya hidup seperti kurangnya aktifitas fisik karenaketergantungan pada teknologi, kebiasaan konsumsi junk food,paparan zat kimia padamakanan dan lingkungan menyebabkan dunia mengalami transisi penyakit dari penyakitmenular ke penyakit tidak menular. Salah satu penyakit tidak menular yang saat inimenyebabkan angka morbiditas dan mortalitas meningkat adalah kanker kolorektal.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara usia,komorbiditas, dan metastatis dengan kondisi pasien kanker kolorektal di Kota Makassar.Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kohort retrospektifdengan melihat riwayat pasien kanker kolorektal kemudia menelusuri kondisi pasienpada tahun 2015. Populasi adalah semua pasien yang terdiagnosa kanker kolorektal tahun2012-2015, dan sampel dipilih secara total dengan menggunakan kriteria inklusi. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 70 sampel. Analisis data menggunakan analisis chisquare.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, komorbditas dan metatstatisberhubungan secara statistic dengan kondisi pasien kanker kolorektal denga p value: usia(0,02), komorbiditas (0,00) dan metastatis (0,00).Hal ini terjadi akrena dengan adanyakomorbiditas akan memperlambat pengobatan dan dengan adanya metastatis makapengobatan pasien umumnya akan bersifat paliatif yaitu mencegah perkembangan kankernamun tidak menghilangkan sel kanker karena telah terjad penyebaran sel kanker.Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa terdapat 2 faktor yang dapat dicegahyaitu variabel komorbiditas dan metastatis. Komorbiditas dapat di cegah denganmencegah terjadinya penyakit degenerative dengan menerapkan pola hidup yang sehat,sedagkan pencegahan metastatis dapat dilakukan dengan deteksi dini kanker kolorektalsehingga pasien mendapat pengobatan lebih cepat sebelum sel kanker menyebar kejaringan lain. Kata kunci : Kolorektal, Usia, Komorbiditas, Metastatis, Pasien
LELAKI SEKS LELAKI: AKTIVITAS SEKSUAL DAN BAGAIMANA MEREKA MEMULAINYA? Forman Novindo Sidjabat; Henry Setyawan; Suharyo Adisaputro Setyawan
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: LSL akan mudah terkena HIV akibat perilaku hubungan seksual yang tidakaman, baik yang dilakukan secara anal maupun oral. Hubungan seksual melalui anal (analintercourse) yang banyak dilakukan oleh LSL merupakan teknik hubungan seks yangpaling berisiko menularkan HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS pada kelompok LSL terusmeningkat tiap tahun sementara tidak banyak data dan penelitian dilakukan.Tujuan Penelitian: Penelitian ini untuk mengetahui aktifitas seksual dan bagaimanaproses kelompok LSL memulai aktifitas seksualnya.Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakanpendekatan explanatory researchyang dilakukan di Kota Semarang dengan sampel 108 orang LSL yang diambil denganteknik consecutive sampling. Semua responden adalah laki-laki berhubungan seks denganlaki-laki minimal satu kali. Data dianalisis menggunakan metode field research denganmelakukan observasi dan berinteraksi di dalam lingkungan sosial.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menemukan LSL melakukan aktifitas seksual berisikotinggi untuk mendapatkan sensasi dan kepuasan seksual. Aktivitas seksual yang dilakukandiantaranya memasukkan jari ke dubur dan menjilati dubur pasangan, memakai obatpembangkit gairah saat melakukan seks grup serta melakukan dan mendapatkankekerasan saat berhubungan seksualyang akan menyebabkanperlukaan/peradangan/infeksi yang memudahkan penularan HIV. Aktifitas seksualdimulai dengan mencari pasangan seksual melalui pertemuan komunitas atau LSL baru lainnya di pertemuan rutin, tempat umum atau tempat khusus gay lain yang lebih dahulumereka temui secara viral dimedia sosial atau jejaring sosial internet gay lainnya. Kata Kunci: Lelaki Seks Lelaki, Aktivitas Seksual, Kesehatan Reproduksi
Faktor Risiko Barotrauma Telinga pada Nelayan Penyelam di Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember Siti Fatimatun Navisah; Isa Ma'rufi; Anita Dewi Prahastuti Sujoso
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Barotrauma telinga adalah kerusakan jaringan pada telinga beruparupturnya membran timpani akibat kegagalan tuba eustachius untuk menyamakantekanan antara telinga tengah dengan lingkungan saat terjadi perubahan tekanan yangekstrim. Nelayan penyelam tradisional menggunakan peralatan yang terbatas, kurangmemperhatikan aspek K3, dan sebagian besar pernah mengalami keluhan barotraumatelinga.Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yangberhubungan dengan barotrauma telinga pada nelayan penyelam.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain crosssectional. Analisis data menggunakan uji Cramer Coeficient C.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 20 orang (58,7%) dari34 orang nelayan penyelam yang diperiksa mengalami barotrauma telinga. Hasil ujiCramer Coeficient C menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan barotraumatelinga adalah kedalaman menyelam (nilai Cramers’V = 0,006, nilai Approx. Sig< 0,05) danlama menyelam (nilai Cramers’V = 0,008, nilai Approx. Sig< 0,05). Kesimpulan penelitian:faktor risiko yang berhubungan dengan barotrauma telinga pada nelayan penyelam WatuUlo adalah kedalaman dan lama menyelam. Kata kunci: Barotrauma telinga, Perforasi, Membran timpani, Nelayan penyelam.
Hubungan Karakteristik ODHA Dengan Kejadian Loss To Follow Up Terapi ARV Di Kabupaten Jember Yudhi Tri Gunawan; Irma Prasetyowati; Mury Ririanty
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Human Immunodeficiency Virus atau HIV adalah virus yang adalah virus yangmenyerang sel darah putih di dalam tubuh (limfosit) yang mengakibatkan turunnya kekebalan tubuhmanusia. ODHA yang loss to follow up atau berhenti memakai ARV akan meningkatkan resistensiterhadap ARV, meningkatkan risiko untuk menularkan HIV pada orang lain, serta meningkatkanrisiko kematian.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor penyebab loss to follow upterapi ARV di Kabupaten Jember berdasarkan karakteristiknya.Metode Penelitian: Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasionalanalitik dengan pendekatan case control study. Data diperoleh dengan wawancara dan kuosioner yangkemudian dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan dari 65 ODHA yang loss to follow up, 20 orangbersedia menjadi responden sampel kasus sehingga responden kontrol sebanyak 40 orang.Berdasarkan uji chi square didapatkan satu variabel yang bermakna secara statistik terhadapkejadian loss to follow up yaitu Suku (p=0,020. ODHA yang bersuku Madura perlu mendapatperhatian lebih. Kata kunci: HIV, AIDS, Loss to Follow Up, Terapi ARV
PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PEMBUATAN SABUN BELERANG MENURUNKAN JUMLAH KASUS SKABIES SANTRI NURUL QARNAIN SUKOWONO JEMBER Ika Rahmawati Sutejo; Viddi Agustian Rosyidi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skabies masih menjadi salah satu penyakit kulit utama santri pondokpesantren Nurul Qarnain desa Baletbaru kecamatan Sukowono. Penyakit ini menggangguproses belajar santri & menyebabkan produktivitas berkurang. Faktor yang mempengaruhiperkembangan penyakit adalah lingkungan kurang bersih dan personal higiene yang jelek.Kebersihan lingkungan dan fasilitas ponpes sudah sangat memadai sehingga faktor yangberperan utama menyebabkan penyakit adalah personal higiene yang jelek akibattidakpahamnya santri terhadap penyakit ini serta pengobatan awal yang kurang cepat dantepat.Tujuan Penelitian: Salah satu bahan penting untuk pencegahan dan pengobatan yaitu sabunbelerang harganya mahal, sehingga santri tidak membeli sabun jenis ini. Sehingga diperlukanpenerapan teknologi tepat guna berupa pelatihan pembuatan sabun belerang antiskabies.Metode Penelitian: Metode kegiatan berupa pendataan jumlah santri penderita skabies,penyuluhan tentang penyakit skabies dan pencegahannya, pelatihan pembuatan sabunbelerang antiskabies, dan pengkaderan santri untuk penanganan awal penyakit skabies.Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus-Oktober 2016 di pondokpesantren Nurul Qarnain Kecamatan Sukowono. Hasil Penelitian: Hasil penelitian awal menunjukkan 151 santri menderita skabies(prevalensi 13,48%) dan setelah kegiatan berakhir jumlah santri yang menderita skabies jauhberkurang dan tersisa sebanyak 15 santri. Kata kunci: skabies, teknologi tepat guna, sabun belerang, pondok pesantren
ANALISIS PENGEMBANGAN SIMPUS “SI JEMPOL SEHAT SI JEMPOL WANGI” DI KABUPATEN BANYUWANGI Syifa'ul Lailiyah; Diansanto Prayoga; Setya Haksama; Ayik Mirayanti Mandagi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sistem informasi puskesmas adalah suatu tatanan yang menyediakaninformasi untuk membantu proses pengambilan keputusan dalam melaksanakanmanajemen Puskesmas dalam mencapai sasaran kegiatannya. Data dan informasikesehatan sangat berguna sebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan danmeningkatkan manajemen program pembangunan kesehatan. Petugas puskesmas harusmelakukan double data entry pada SIMPUS “Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi” dan P-Carebaik data pendaftaran maupun pelayanan. Hal tersebut menambah waktu pekerjaanpetugas dan waktu tunggu pasien menjadi lebih lama.Tujuan Penelitian: Penelitian bertujuan menganalisis pengembangan SIMPUS “Si JempolSehat Si Jempol Wangi” di Kabupaten Banyuwangi.Metode Penelitian: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dilaksanakan diBagian Penyusunan Program (Sungram) Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi,Puskesmas Mojopanggung, dan BPJS Kesehatan Banyuwangi. Data primer didapatkan dari wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder didapatkan dari studi dokumen.Pengolahan dan analisis data secara deskriptif.Hasil Penelitian: Rekomendasi pengembangan SIMPUS di Kabupaten Banyuwangi yaitudesain logis yang telah dinormalisasi perlu dilanjutkan pada tahap desain fisik, perlunyapenggunaan e-ktp reader untuk mempercepat entry data sehingga mengurangi antrianwaktu tunggu pendaftaran pasien; mempercepat proses bridging system P-Care dengan SiJempol Sehat Si Jempol Wangi; dibutuhkan koordinasi Sub Bagian Penyusunan Programdengan Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit, Bidang Pelayanan Kesehatandan Farmasi, dan Bidang Kesehatan Keluarga untuk menentukan kelompok umur masingmasing penyakit; dan menambahkan aplikasi GIS pada SIMPUS untuk pemantauan wilayah setempat. Kata Kunci : SIMPUS, Si Jempol Sehat Si Jempol Wangi, analisis
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA PELAJAR SMAN 1 BANTUL TENTANG PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DENGAN INTERVENSI CBIA-NARKOBA Sinta Rachmawati
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractBackground: Prevention programme of drug abuse in adolescents can be done in a schoolsetting. Evidence-based interventions is a must to guarantee the effectiveness of the methods.CBIA (Community Based Interactive Approach) is educational method based on interactiveapproach. It was proved to enhance health knowledge in community setting. CBIA-Drugs wasadopted from CBIA to improve knowledge of high school students to resist drugs.Objective: The objective of this study was to measure the effectiveness of CBIA-Drugs.Method: It was a quasi-experimental design with pretest-posttest control group design. Eachgroup of CBIA-Drugs and control consisted of 30 respondents. The relationship betweenvariables was analyzed by Wilcoxon Signed Rank and Mann Whitney, used 5% level ofconfidence.Result: The results of this study found that there were significant differences in pretest andposttest of knowledge on CBIA-Drugs group (p <0.05). It was concluded that knowledge wereimproved after intervention. CBIA-Drugs were able to maintain the consistency of theincreasing knowledge three weeks after the intervention. Keywords: Knowledge, CBIA, Drugs
Health Risk Management Pada Unit Insektisida Padatan Kurnia Ardiansyah Akbar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Kegiatan produksi pada unit insektisida padatan PT Petrosida Gresikmasih menggunakan proses manual secara keseluruhan sangat rentan terhadap risikobahaya bagi pekerja. Bahaya tersebut sangat berpotensi mempengaruhi kesehatan pekerjayang pada akhirnya akan mempengaruhi performa kerja dan produktifitas pekerja.Penggunaan manajemen risiko kesehatan diperlukan dalam upaya preventif terjadinyapenyakit akibat kerja dan kecelakaan akibat kerja.Tujuan Penelitian: melakukan health risk management di unit insektisida PT. PetrosidaGresik..Metode Penelitian : Kegiatan health risk management meliputi mengidentifikasi bahayakesehatan, melakukan analisis penilaian bahaya dan pengendalian risiko bahaya yangtepat di tempat kerja unit insektisida PT. Petrosida GresikMetode observasi partisipatifdigunakan sebagai bahan identifikasi, analisis dan pengendalian health risk management.Perhitungan risiko dan pengolahan data dilakukan menggunakan Quantitative RiskAnalysis Matrix-Level Of Risk The Australia Standards / New Zealand Standards 4360, 2004.Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 63 faktor risiko dengan tingkatrisiko Tinggi berasal sejumlah 26 sumber bahaya, risiko sedang berasal sejumlah 35sumber bahaya, dan risiko rendah berasal sejumlah 2 sumber bahaya dengan metodepengendalian menggunakan pengendalian berjenjeng sesuai hirarki pengendalian. Kata Kunci : health risk management, faktor risiko, PT. Petrosida Gresik

Page 1 of 1 | Total Record : 8