Articles
22 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)"
:
22 Documents
clear
EFEKTIVITAS KONSELING KOGNITIF DALAM MENGATASI DISLEKSIA PADA ANAK KELOMPOK B TK DAMHIL DWP UNG KOTA GORONTALO TAHUN AJARAN 2014/2015
Amalia Rizki Pautina
Irfani Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (200.952 KB)
Konseling Kognitif untuk mengatasi disleksia pada anak. Penelitian dilatarbelakangi oleh gangguan disleksia yang dialami anak Kelompok B di TK DAMHIL DWP UNG Kota Gorontalo, padahal disleksia dapat menghambat proses pembelajaran anak di sekolah. Penelitian ini bertujuan menguji keefektifan layanan bimbingan dan konseling dengan pendekatan konseling kognitif dalam mengatasi ganguan disleksia pada anak yang didasarkan pada pengolahan data empirik tentang kemampuan membaca permulaan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment. Penelitian dilaksanakan melalui enam tahapan sebagai berikut: studi pendahuluan, penyusunan program hipotetik, validasi program, revisi program, pelaksanaan layanan, dan pengungkapan akhir untuk melihat keefektifan pemberian layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling kognitif efektif untuk mengatasi gangguan disleksia pada anak kelompok B di TK DAMHIL DWP UNG Kota Gorontalo.Konseling kognitif untuk mengatasi gangguan disleksia direkomendasikan untuk dipertimbangkan sebagai salah satu kerangka kerja dalam pengembangan dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Rekomendasi untuk peneliti berikutnya adalah mengkaji kesulitan belajar dari aspek, sudut pandang dan dengan menggunakan teknik pendekatan yang lain yang mempengaruhi usaha pengembangan kemampuan belajar pada anak.
INTEGRASI NILAI KARAKTER PADA MATA PELAJARAN UMUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP AKTIVITAS SOSIAL DAN SPIRITUAL PESERTA DIDIK
Kasim Yahiji
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pendidikan yang bermutu masih merupakan salah satu masalah nasional yang dihadapi oleh bangsa Indonesi dewasa ini.Berbagai usaha telah dilakukan dalam meningkatkan mutu pendidikan.Mulai dari perubahan undang-undang yang disertai komponen-komponen normatifnya, pembaharuan kurikulum nasional, perbaikan mutu ketenagaan, hingga sarana/prasarana sekolah sudah dilakukan.Namun itu semua masih jauh dari kata memadai, dan hasil pendidikan justru belum menjamin terwujudnya watak generasi bangsa Indonesia yang berkarakter.Dari asumsi ini maka dalam konsep pembelajaran penting untuk mengintegrasikan muatan pelajaran dengan nilai-nilai luhur yang mencerminkan karakter bangsa.
PROBLEMATIKA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KOTA GORONTALO
Buhari Luneto
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Implementasi kurikulum 2013 di Kota Gorontalo dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 untuk jenjang sekolah dasar telah diujicobakan pada kelas 1 dan kelas 4 pada 12 sekolah yang telah ditentukan. Pada implementasinya masih mengalami hambatan antara lain masih ada guru yang belum mengikuti diklat, tidak ada pendampingan, pendistribusian buku terlambat. Akan tetapi kurikulum 2013 telah memberikan dampak terhadap peserta didik. Antara lain anak lebih religius, memiliki akhlakul karimah, displin, santun, aktif.
ADOPSI ANAK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM
Mujahid Damopolii
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada penelitian ini, paling tidak ada tiga permasalahan mendasar yakni pentingnya kajian adopsi anak dalam perspektif Pendidikan Islam. Pertama; tidak sedikit orang tua yang menjadikan anak angkat sebagaimana anak kandung dalam persoalan nasab dan keturunan, kedua; berangkat dari isu-isu sosial yang mencuat di masyarakat yang mana banyaknya kasus penculikan bayi, anak korban bencana alam, ibu yang menjual bayinya, yang tentunya berdampak pada pendidikan serta perlindungan hak anak. Ketiga; belum ada formulasi yang jelas tentang rujukan model pendidikan anak yang diadopsi.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, adopsi anak dalam Islam diperbolehkan dengan syarat untuk memelihara kehidupan manusia serta menjamin hak pendidikan anak. Dan sebaliknya adopsi anak tidak diperbolehkan jika pengadopsian anak hanya untuk mengambil manfaat (eksploitasi), apalagi tidak memberikan pendidikan yang baik untuk masa depan anak. Terkait persoalan nasab, anak adopsi tidak boleh diperlakukan sebagaimana anak kandung, tetapi dalam hal pendidikan wajib memberikan pendidikan sebagaimana anak kandung.
PENERAPAN METODE REWARD DAN PUNISHMENT PADA MAPEL PAI DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA DI KELAS I SD ISLAM AL-AZHAR 43 GORONTALO
Yanti K Manoppo
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini telah dilaksanakan peneliti di Kls I SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo, berjalan dengan baik dan hasil yang diperoleh sangat baik serta mempunyai pengaruh positif bagi siswa. Penelitian ini membahas tentang: Penerapan Metode Reward dan Punishment Pada Mapel PAI Dalam Meningatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas I SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mensdekripsikan Penerapan Metode Reward dan Punishment Pada Mapel PAI Dalam Meningatkan Prestasi Belajar Siswa Di Kelas I SD Islam Al-Azhar 43 Gorontalo. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk PTK. dalam pengumpulan data peneliti meminta bantuan guru yang bersangkutan. Penarapan metode Reward dan punishment sangat baik dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Siswa merasa senang dalam pembelajaran yang berlangsung dan tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan maksimal. Reward Dan Punushment mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar siswa. Siswa yang yang mendapat Reward dan Punishment keinginan belajarnya akan meningkat. Siswa terdorong untuk mengerjakan karena adanya dorongan untuk melakukanya. Implementasi Reward dan Punishment ini ketika siswa mengerjakan tugas dan berhasil. Sebelum siswa mengerjakan guru memberikan penjelasan bahwa yang berhasil menyelesaikan tugasnya akan mendapatkan Reward dan tidak mengerjakan tugasnya akan mendapatkan Punishment. Penjelasan guru tersebut adalah rangsangan yang diberikan oleh guru sehingga siswa dapat mengerjakan pekerjaannya dengan maksimal. Reward bisa berupa sanjungan, hadiah, dan nilai. Dari Reward yang telah diberikan. Penggunaan metode Reward dan Punishment ini adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa supaya siswa semangat dalam belajar dan memperoleh nilai yang melebihi standar.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL: Tinjauan Manajemen Lembaga Pendidikan Islam Pesantren dan Madrasah
Herson Anwar
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Urgensi pendidikan multikultural dalam lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat di lihat dari kebutuhan pendidikan akan model pendidikan yang dapat mengangkat derajat bangsa Indonesia.Oleh sebab itulah, kehadiran pendidikan multikultural sangat di harapkan. Dengan tidak menghilangkan model pendidikan yang lama telah mengakar di Indonesia artinya pendidikan multikultural dapat dilebur dan menyatu dengan model pendidikan yang ada sehingga akan membentuk model pendidikan multikultural ala indonesia itu sendiri. Namun demikian, pendidikan multikultural di samping urgensinya bagi dunia pendidikan nasional yang memiliki manfaat yang cukup besar dalam membentuk karakter manusia Indonesia, tetapi juga memiliki kekuran\gan dimana, keâ€waspadaâ€an terhadap pendidikan multikultural pun senantiasa dijaga. Hal itu menjadi upaya dalam menjaga integritas sebagai sikap hati-hati di dalam tubuh umat Islam di Indonesia.
PENDIDIKAN REVOLUSIONER: Studi atas Pemikiran Murtadha Muthahhari
Firmansah Kobandaha
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber ideologis-epistemologis gagasan pendidikan tokoh revolusioner Murtadha Muthahhari, implikasi ideologis-epistemologis gagasan pendidikan tokoh revolusioner Murtadha Muthahhari dalam pengembangan pendidikan dan gagasan inspiratif tokoh revolusioner Murtadha Muthahhari. Hasil penelitian tesis ini menunjukan bahwa, idealnya pendidikan Islam secara teoritik, praksis, maupun filosofis harus mampu menjadi sebuah instrumen bagi upaya pengembangan nalar yang kritis dan kreatif.Menurut Murtadha Muthahhari pendidikan harus mempunyai peran dalam membentuk peserta didik yang mampu mengembangkan potensi dalam dirinya. Adapun persamaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya pada temuan konsep-konsep pendidikan Murtadha Muthahhari yang sangat memprioritaskan peran akal dalam pengembangan pendidikan, sedangkan perbedaannya adalah, penelitian sebelumnya hanya menemukan pandangan Murtadha Muthahhari tentang pendidikan dan tidak mengungkap akar sejarah dari timbulnya gagasan tersebut. Sedangkan, tulisan ini menemukan gagasan pendidikan secara komprehensif mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, serta potensi apa yang harus dikembangkan oleh guru pada peserta didik.
PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF FAZLUR RAHMAN
Ahmad Zaenuri
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Gagasan pemikiran pendidikan Rahman menitikberatkan pada integrasi keilmuan, baik antara ilmu-ilmu Islam (al-ulum al-diniyyah) dan ilmu-ilmu rasional (al-ulum al-syar’iyyah). Rahman menginginkan bangunan keilmuan yang integral, holistik dan kontekstual. Dengan demikian al-Qur’an dan al-Sunnah tetap menjadi sentral pengetahuan. Akan tetapi terhadap ilmu-ilmu rasional, harus saling berinteraksi, saling memperbincangkan (dialog) dan saling menghargai, serta sensitif terhadap kehadiran ilmu yang lainya, sehingga dikotomi maupun segala bentuk pemisahan ilmu, tidak dikenal lagi.Implikasi dari pemikiran pendidikan Fazlur dalam dunia pendidikan menghasilkan formulasi keterpaduan ilmu (Integratif-interkonektif). Hal ini sejalan dengan semangat al-Quran, yaitu pendidikan al-Qur’an (hadlarah al-nash), juga mendalam dalam kajian-kajian keilmuanya (hadlarah al-‘ilm), serta peduli dengan wilayah ‘amali, praktis nyata dalam realitas dan etika (hadlarah al-falsafah).
KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM
Firman Sidik
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pengembangan kurikulum haruslah ditopang oleh kompetensi dan kualitas yang dimiliki oleh kepala madrasah sebagai pimpinan dalam lembaga pendidikan, yang juga sekaligus sebagai aktor penting yang mengatur jalannya roda pendidikan yang berada di bawah kekuasaannya, yang kemudian diharapkan akan mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam, bukan hanya bersifat konseptual teoritis namun bisa terealisasi dalam ranah operasional praksis pendidikan.Selain itu yang tak kalah penting dalam rangka pengembangan kurikulum pendidikan Islam adalah kualitas dan kompetensi seorang guru agar dapat mampu menterjemahkan dan memahami makna yang terkandung dalam kurikulum tersebut secara konseptual maupun praksis, selanjutnya dalam upaya pengembangan kurikulum juga seorang kepala madrasah dan guru harus selalu mampu membangun komunikasi yang dapat memberikan sebuah hal positif bagi pengembangan kurikulum pendidikan Islam, serta bisa membangun dan memanfaatkan segala potensi yang ada dalam lingkup internal maupun eksternal lembaga, agar kemudian apa yang menjadi cita-cita luhur dunia pendidikan dapat tercapai sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.
KONSEP FULL DAY SCHOOL DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN
Momy A Hunowu
Irfani (e-Journal) Vol. 12 No. 1 (2016): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Full day school bukanlah isu terbaru.Amerika sudah lama mengenal dan menerapkannya dalam dunia persekolahan. Isu ini menghangat di Indonesia sebagai konsekuensi logis dari dua hal; di satu sisi semakin tidak nyamannya lingkungan sosial bagi perkembangan anak, sementara pada sisi yang lain para orangtua sudah jarang membersamai anak-anak di rumah karena bekerja seharian penuh. Lalu, masih adakah lingkungan yang nyaman bagi anak-anak kita?Tulisan ini mengkaji FDS dalam perspektif sosiologi pendidikan.Bahwa sekolah sebagai learning organization ternyata menjadi lembaga terbaik dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif lingkungan sosial yang semakin tidak ramah anak itu.