cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2: Oktober 2013" : 16 Documents clear
POTENSI DAYA DUKUNG PENGEMBANGAN KAWASAN MINAPOLITAN DI KABUPATEN GIANYAR, BALI Arnawa, I Ketut; Korri Arisena, Gede Mekse
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan pokok penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengembangan kapasitas Minapolitan di Gianyar Bali. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas pengembangan kapasitas Minapolitan relative baik, dimana terdiri atas 14,790 ha lahan sawah dan 97.82% adalah irigasi semi teknis, rat-rata curah hujan adalah 75-909 mm, didominasi iklim tipe C dan didukung oleh beberapa mata air. Wilayah ini juga dilengkapi infrastruktur dan fasilitas irigasi yang memadai. Tata kelola air dilaksanakan dengan Subak. Sumberdaya manusia seperti tenaga kerja mendekati 79.38%, atau 30.87% mayoritas bekerja di sektor pertanian.Kata Kunci: minapolitan, perikanan, pengembangan dan kapasitas.ABSTRACTThe main purpose of this study is to identify potential carrying capacity Minapolitan development in Gianyar Bali. This study uses descriptive analysis. The results found carrying capacity development Minapolitan relatively good, which consists of; 14,790 ha rice area and 97.82% semi technical irrigation, the average rainfall is 75-909 mm, predominantly belonging to the C-type climate and supported by many distribution springs. Infrastructure and adequate irrigation facilities. Raw water for irrigation management implemented by the subak. Human resources, ie labor force reached 79.38%, or 30.87% majority of work in the agricultural sector.Keywords: minapolitan, fisheries carrying dan capacity
AKSESIBILITAS PETANI TERHADAP LEMBAGA KEUANGAN (Studi Kasus Pada Petani di Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu Kabupaten Bojonegoro) Supanggih, Dhianon; Widodo, Slamet
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Desa Sidodadi Kecamatan Sukosewu Bojonegoro. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui aksesibilitas petani Desa Sidodadi terhadap lembaga keuangan dan pola perilaku petani dalam akses modal usahatani. Lokasi ditentukan secara purposive, sementara untuk pengambilan sampel menggunakan stratified random sampling. Data dianalisis secara kualitatif dengan metode interakitif terdiri dari reduksi data, display data, penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa petani melakukan akses modal ke Bank BRI, KSP Mitra Usaha, Kelompok Tani, Toko pertanian. Alasan utama peminjaman modal karena masih kurangnya modal pribadi, biaya hidup tinggi, masih tergantung terhadap sektor pertanian. Kendala akses modal yaitu masih belum merata jangkauan kredit ke pedesaan, sumberdaya manusia yang belum memadahi. Pola perilaku yang tercipta dari petani adalah pemilik lahan luas dan sedang mayoritas memilih KSP Mitra Usaha dan BRI. Pemilik lahan sempit memilih KSP Mitra Usaha, Kelompok Tani, toko pertanian.Kata Kunci: aksesibilitas, petani, pola perilaku petani, lembaga keuanganABSTRACTThis research was conducted in the Sidodadi village, Sukosewu, Bojonegoro districts. The purpose of the study was to determine the accessibility of Sidodadi’s farmer against financial institutions and behavior patterns of farmers in farming capital access. The location chosen purposively, while for sampling method using stratified random sampling. Data were analyzed qualitatively with an interactive method consist of data reduction, data dispaly, making conclusions. The results of the study illustrates that farmers capital access to BRI, KSP Mitra Usaha, farmer groups, farm shop. The main reason of capital lending are insufficient private capital of farmer, high cost of living, it is still dependent on agriculture. Constraint of capital access are still not spread of reach into rural credit, incapable human resources. Behavior patterns which created are large area owner and middle owners majority chose KSP Mitra Usaha and BRI. small area owner selecting KSP Mitra Usaha, farmer groups, farm shop.Keywords: accessibility, farmers, financial institutions.
PENGEMBANGAN DESA WISATA RUMAH DOME BERBASIS AGROINDUSTRI PANGAN LOKAL (Kajian Diversifikasi Ketela Pohon di Desa Wisata Rumah Dome Prambanan) Ani, Susi Wuri; Sundari, Mei Tri; Antriyandarti, Ernoiz
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPangan merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan manusia. Pemenuhan kebutuhan pangan baik dari segi jumlah, mutu, gizi maupun keamanan berkaitan dengan Sumberdaya Manusia (SDM). Kualitas konsumsi pangan dan gizi masyarakat menentukan SDM masyarakat tersebut. Agroindustri pangan lokal merupakan kegiatan yang memberdayakan sumberdaya lokal (indigenous resources). Seluruh potensi lokal dimanfaatkan untuk menguatkan agroindustri pangan lokal. Penduduk di kawasan wisata Rumah Dome belum mampu mengolah bahan pangan lokal. Kegiatan ini bertujuan membentuk kelompok usaha produktif Ibu-Ibu PKK di Rumah Dome untuk dapat meningkatkan nilai ekonomis pangan lokal (ketela pohon). Hal yang dilakukan adalah memberikan pelatihan pengolahan ketela pohon menjadi ceriping singkong berbagai rasa, keripik belut daun singkong, membuat brownies berbahan tepung ketela, mengemas produk dengan brand Rumah Dome dan memberikan pelatihan pembukuan sederhana. Dengan kegiatan ini diharapkan akan tumbuh kelompok usaha produktif sehingga dapat mengangkat citra wisata Rumah Dome dan meningkatkan pendapatan masyarakat di Rumah Dome.  Kata Kunci: kelompok usaha, brownies singkong, Rumah DomABSTRACTFood is a major necessity in human life. Food needs are important for human resource (HR) both in terms of quantity and quality. Quality of food consumption and nutrition communities determine the HR community. Local food agroindustry is an activity that empowers local resources (indigenous resources). The whole potential of local food used to strengthen local agroindustry. Residents in the tourist area of Dome House have not been able to process local food. This activity aims to establish productive business of woman group (PKK) in Dome House to increase the economic value of local food (cassava). The activities are training for production process, packaging with Dome House’s brand and simple accounting management. The cassava processing training are: (1) making variety flavors of cassava chips; (2) producing eel chips from cassava leaves and (3) making brownies from cassava flour. These activities are expected to grow productive business groups that can raise the image of Dome House tour and increase the income of Dome House household. Keywords: Business of Woman Group (PKK), Cassava, Training, Dome House, Local Food Agroindustry
KECEPATAN ADOPSI VARIETAS UNGGUL DAN KELAYAKAN USAHATANI KEDELAI DI SUMATERA SELATAN Hutapea, Yanter; woto, Supar; Efendy, Jauhari
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTerdapat beberapa upaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai, salah upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengembangan benih dengan penggunaan varietas unggul. Adopsi varietas-varietas unggul oleh petani adalah salah satu dalah salah satu ukuran keberhasilan program penilaian teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan adopsi varietas unggul kedelai serta kelayakannya. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Lahat pada 2010. Data dikumpulkan melalui wawancara secara individual kepada petani. Strata petani dikelompokkan kecepatan adopsi varietas unggul 1-2 musim tanam setelah direkomendasikan, 3-4 dan 5-6 musim tanam setelah direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani, pendidikan petani, area tanam kedelai, pengalaman usahatani kedelai, kompatibilitas, triabilitas, observabilitas, cosmopolitan, saluran komunikasi, media komunikasi, intensitas konseling, profitabilitas relative usahatani dan jumlah anggota keluarga yang ikut serta dalam usahatani kedelai memiliki perbedaan signifikan diantara tiga strata. Pengalaman berusahatani kedelai memiliki korelasi signifikan dengan kecepatan petani dalam mengadopsi varietas yang dikembangkan, sementara faktor lainya memiliki korelasi dengan signifikansi yang tinggi. Petani yang mengadopsi varietas-varietas 1-2 musim tanam setelah direkomendasikan, 3-4 dan 5-6 musim tanam setelah direkomendasikan memperoleh pendapatan usahatani kedelai sebesar Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha dan Rp 2,240,925/ha dengan nilai R/C 1.58; 1.53 dan 1.39.Kata Kunci: Adopsi, kedelai, kelayakan usahatani             ABSTRACTTo increase the productivity of soybeans, one of the efforts that can be done is by improving the seeds that using high yielding varieties. Adoption of high yielding varieties by farmers is one measure for success of technology assessment program. This research have aims to find out the factors that influenced to the adoption acceleration of advance variety of soybean and its feasibility. This research was conducted in Musi Rawas, Musi Banyuasin and Lahat Regencies in 2010. Data collected through interviews of individual farmers. Strata farmers are grouped into the speed of adopting high yielding varieties 1-2 planting season after the recommended, 3-4 and 5-6 planting season after the recommended. The results showed that the age of farmers, farmer education, area of soybean planting, soybean farming experience, compatibility, triability, observability, cosmopolitan, complexity, communication channels, communication media, counseling intensity, the relative profitability of farming and family members that joint in soybean farming has a significant difference between the three strata. Soybean farming experience was significantly correlated with the speed of farmers to adopt improved varieties, while other factors were highly significant correlated. Farmers who adopt improved varieties 1-2 planting season after the recommended, 3-4 and 5-6 planting season after the recommended get soybean farm incomes as follow Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha and Rp 2,240,925/ha with R/C 1.58; 1.53 and 1.39.Key words: Adoption, soybean, farming feasibility
PERUMUSAN STRATEGI BERSAING JAHE INSTAN PRODUK CV. INTRAFOOD SURAKARTA MENGGUNAKAN PERCEPTUAL MAPPING Harisudin, Mohd.; Widiyanti, Emi; Suharyati, Anita
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi bersaing jahe instan produk CV. Intrafood dan strategi bersaing yang dapat direkomendasikan untuk meraih keberasilannya. Metode dasar yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penentuan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive, yaitu CV. Intrafood Surakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Perceptual Mapping. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa jahe instan produk CV Intrafood berada pada peringkat ke-2 dari produk empat jahe instan yang diperbandingkan. Atribut yang dapat dijadikan kekuatan utama dalam meningkatkan pemasaran jahe instan produk CV. Intrafood adalah manfaat produk. Sisi yang paling lemah adalah atribut desain kemasan dan kinerja produk dalam kemasan.Kata Kunci: Jahe Instan, Strategi, Perceptual Mapping
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN Wijayanti, Liony; Ihsannudin, dan
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan strategi peningkatan kesejahteraan pada masyarakat nelayan di Kecamatan Pademawu. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didasarkan pada kriteria World Bank dinyatakan nelayan belum sejahtera. Namun jika didasarkan pada kriteria BPS propinsi Jawa Timur dinyatakan sudah sejahtera. Kemiskinan di lokasi ini disebabkan oleh faktor alam, budaya dan struktur. Sementara strategi guna meningkatkan kesejahteraan masih didominasi oleh program pemerintah.Kata Kunci: Kesejahteraan, Nelayan, KemiskinanABSTRACTThe aims of this research are to find out the level welfare of fishermen, determinant factor of poverty and its improvement strategic on fisherman society in Pademawu sub-district. Data is derived from primary and secondary data, and then analyzed by descriptive qualitative analysis. The results of this research shows welfare level of fisherman based on world bank standard is not on welfare yet. While, based on both Provincial and National Statistic bureau welfare level of fisherman society is on welfare. Poverty in this location is caused by some factors such as nature, culture and structure. The strategic to improve the welfare is dominated by government program.Keywords: Welfare, Fishermen, Poverty
ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN SUMENEP Nikmah, Ainun; Fauziyah, Elys; Rum, Mokh.
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, efisiensi ekonomis usahatani jagung hibrida dan sumber inefisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggih Kabupaten Sumenep. Sampel penelitian menggunakan teknik insidential sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani belum efisien secara teknis, alokatif dan ekonomi. Sementara penyebab inefisiensi teknis disebabkan pendidikan dan pengalaman.Kata Kunci: produktivitas, efisiensi, sumber inefisiensi
PREFERENSI KONSUMEN DALAM MEMBELI RENGGINANG LORJUK DI KECAMATAN KAMAL BANGKALAN Kalsum, Ummi; Fauziyah, Elys; Adi Nugroho, Taufik Rizal Dwi
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAtribut sebuah produk dapat menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli sebuah produk. Preferensi konsumen dalam membeli rengginang lorjuk dipengaruhi oleh beberapa atribut. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik konsumen dan menganalisis atribut-atribut yang menjadi pertimbangan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk. Penelitian ini dilakukan di daerah Kamal. Sampel diambil dengan menggunakan metode accidental sampling sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode deskripitif kualitatif dan konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam membeli rengginang lorjuk adalah bentuk, harga, berat isi kemasan, jenis dan kemasan.Kata Kunci: Rengginang Lorjuk, Atribut, Konjoin.ABSTRACTAttribute of product can be used as consideration of consumer in buying product. Consumer preference in buying rengginang lorjuk is affected by several attributes. Objective of this research is to describe characteristic of consumer and to analyze attributes being considered by consumer in buying rengginang lorjuk. This research was conducted in Kamal. Sample was taken by using method of accidental sampling meanwhile method of data analysis used descriptive qualitative and conjoint. Result of research showed that attributes that most considered by consumer in buying rengginang lorjuk is weight, price, volume, type and packaging.   Keyword: Rengginang Lorjuk, Attributes, Conjoint.
KECEPATAN ADOPSI VARIETAS UNGGUL DAN KELAYAKAN USAHATANI KEDELAI DI SUMATERA SELATAN Yanter Hutapea; Suparwoto dan; Jauhari Efendy
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i2.432

Abstract

ABSTRAKTerdapat beberapa upaya untuk meningkatkan produktivitas kedelai, salah upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pengembangan benih dengan penggunaan varietas unggul. Adopsi varietas-varietas unggul oleh petani adalah salah satu dalah salah satu ukuran keberhasilan program penilaian teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh terhadap kecepatan adopsi varietas unggul kedelai serta kelayakannya. Penelitian ini dilakukan di kabupaten Musi Rawas, Musi Banyuasin dan Lahat pada 2010. Data dikumpulkan melalui wawancara secara individual kepada petani. Strata petani dikelompokkan kecepatan adopsi varietas unggul 1-2 musim tanam setelah direkomendasikan, 3-4 dan 5-6 musim tanam setelah direkomendasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur petani, pendidikan petani, area tanam kedelai, pengalaman usahatani kedelai, kompatibilitas, triabilitas, observabilitas, cosmopolitan, saluran komunikasi, media komunikasi, intensitas konseling, profitabilitas relative usahatani dan jumlah anggota keluarga yang ikut serta dalam usahatani kedelai memiliki perbedaan signifikan diantara tiga strata. Pengalaman berusahatani kedelai memiliki korelasi signifikan dengan kecepatan petani dalam mengadopsi varietas yang dikembangkan, sementara faktor lainya memiliki korelasi dengan signifikansi yang tinggi. Petani yang mengadopsi varietas-varietas 1-2 musim tanam setelah direkomendasikan, 3-4 dan 5-6 musim tanam setelah direkomendasikan memperoleh pendapatan usahatani kedelai sebesar Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha dan Rp 2,240,925/ha dengan nilai R/C 1.58; 1.53 dan 1.39.ABSTRACTTo increase the productivity of soybeans, one of the efforts that can be done is by improving the seeds that using high yielding varieties. Adoption of high yielding varieties by farmers is one measure for success of technology assessment program. This research have aims to find out the factors that influenced to the adoption acceleration of advance variety of soybean and its feasibility. This research was conducted in Musi Rawas, Musi Banyuasin and Lahat Regencies in 2010. Data collected through interviews of individual farmers. Strata farmers are grouped into the speed of adopting high yielding varieties 1-2 planting season after the recommended, 3-4 and 5-6 planting season after the recommended. The results showed that the age of farmers, farmer education, area of soybean planting, soybean farming experience, compatibility, triability, observability, cosmopolitan, complexity, communication channels, communication media, counseling intensity, the relative profitability of farming and family members that joint in soybean farming has a significant difference between the three strata. Soybean farming experience was significantly correlated with the speed of farmers to adopt improved varieties, while other factors were highly significant correlated. Farmers who adopt improved varieties 1-2 planting season after the recommended, 3-4 and 5-6 planting season after the recommended get soybean farm incomes as follow Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha and Rp 2,240,925/ha with R/C 1.58; 1.53 and 1.39.
ANALISIS PRODUKTIVITAS USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN SUMENEP Ainun Nikmah; Elys Fauziyah; Mokh. Rum
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i2.429

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi teknis, efisiensi alokatif, efisiensi ekonomis usahatani jagung hibrida dan sumber inefisiensinya. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanah Merah Kecamatan Saronggih Kabupaten Sumenep. Sampel penelitian menggunakan teknik insidential sampling. Data selanjutnya dianalisis dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata petani belum efisien secara teknis, alokatif dan ekonomi. Sementara penyebab inefisiensi teknis disebabkan pendidikan dan pengalaman.ABSTRACTThe purpose of this study were to analyze the technical efficiency, allocative, economic hybrid corn farm and sources of inefficiency. The study was conducted in Tana Merah Village, Saronggih Subdistrict, in Sumenep Regency. The incidental sampling technique was used to determined sample. Data were analyzed using the stochastic frontier production function. The results showed that the average farmer is not efficient yet on technically, allocative and economic. while the cause of technical inefficiency were education and experience.

Page 1 of 2 | Total Record : 16