cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2: Oktober 2017" : 10 Documents clear
STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN WISATA LEMBAH HARAU-SUMATERA BARAT BERBASIS KEARIFAN LOKAL: TUNGKU TIGO SAJARANGAN Iis Ismawati; Siska Fitrianti; Nova Sillia; Nurul Fauzi
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.1830

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi pembangunan  agrowisata  sebagai diversifikasi obyek wisata di Taman Wisata Lembah Harau  berbasis  kearifan lokal dan  menyusun strategi pengembangan Taman Wisata Lembah Harau melalui pendekatan kearifan lokal dengan analisis SWOT. Metode penelitian menggunakan survey, wawancara dan studi literatur.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pembangunan agrowisata berpotensi untuk dikembangkan di luar areal obyek wisata Lembah Harau yaitu di Nagari Tarantang, Harau dan Solok Bio-Bio Kawasan Lembah Harau berpotensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata dan dinilai sesuai dengan kebutuhan pengunjung, 2) . Filosofi Tungku Tigo Sajarangan merupakan potensi kearifan lokal yang dapat dijadikan model kepemimpinan untuk mengatasi konflik kepentingan pengelolaan Taman Wisata Lembah Harau dan 3). Strategi pengembangan yang dapat dilakukan adalah mengembangkan atraksi dan obyek wisata baru berbasis budaya dan kearifan lokal yang lebih banyak melibatkan pihak masyarakat disertai dengan kegiatan pemasaran dan promosi berbasis IT.DEVELOPMENT STRATEGY OF LEMBAH HARAU GARDEN TOURISM BASED ON LOCAL WISDOM: TUNGKU TIGO SAJARANGANABSTRACTThe purposes of this study are 1)   identification of potential cultural and local knowledge that supports the development of Lembah Harau Garden Tourism (LHGT)  , 2)  to arrange management strategy of LHGT through local wisdom approach  with a SWOT analysis. The research method uses surveys, interviews and study of literature.  The results suggest that 1) Harau Valley region has a diverse cultural and historical potential that can be developed to enrich the tourist attraction in LHGT, 2)  philosophy of Tungku Tigo Sajarangan is a potential local wisdom that can be used as a model of leadership to resolve conflicts of interest LHGT  management and 3). The development strategy of LHGT is to develop new tourist attractions and object-based culture and local wisdom that  more involving local communities with marketing and promotional activities based.
HARMONISASI KEPEMIMPINAN KEPALA DAERAH DI KABUPATEN WONOSOBO DALAM MENJALANKAN KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN Nur Saudah Al Arifa
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3035

Abstract

Wonosobo merupakan kabupaten yang mempunyai petensi besar di sektor Pertanian. Lebih dari 50% penduduk Kabupaten Wonosobo berprofesi sebagai petani. Isu tentang pertanian dan kesejahteraan petani selalu menjadi isu sentral ketika memasuki masa pemilihan kepala daerah. Di era otonomi daerah, setiap kepala daerah mempunyai kewenangan dalam menjalankan tata kelola pemerintahan sesuai dengan potensi sumberdaya yang dimiliki. Tulisan ini merupakan suatu kajian analitik berdasarkan literatur yang bertujuan untuk mengupas sejauh mana pengaruh penerapan otonomi daerah di Kabupaten Wonosobo dalam hal kebijakan pembangunan pertanian berkelanjutan, serta memberi gambaran kelebihan serta kelemahan otonomi daerah dalam tata kelola pemerintahan di sektor pertanian. Adapun hasil kajian menunjukkan bahwa saat ini bahwa harmonisasi kepemimpinan dalam hal pengambilan kebijakan kepala daerah di Wonosobo belum berjalan sesuai harapan, ego dan gaya kepemimpinan menjadi alasan mengapa setiap pergantian periode cenderung berganti pula kebijakan yang dijalankan.
PEMBANGUNAN DAN KONFLIK SOSIAL DI MASYARAKAT DESA (Studi Etnografi Implementasi Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai di Kabupaten Bondowoso-Jawa Timur) Hamyana Hamyana; Ugik Romadi
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.1959

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan yang diajukan yaitu: mendiskripsikan Implementasi Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (UPSUS PAJALE) di Kab. Bondowoso yang dimaknai oleh masyarakat secara umum; mendiskripsikan dampak dan manfaat yang ditimbulkan  dari program UPSUS PAJALE yang dirasakan oleh masyarakat; mendiskripsikan apakah aktivitas program UPSUS PAJALE telah mendorong terjadinya konflik sosial dikalangan masyarakat di Bondowoso. Untuk mewujudkan tujuan penelitian tersebut, metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan etnografi, yang dikemas dalam bingkai penelitian kualitatif. Penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive yaitu di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Teknik Pengumpulan data mengkombinasikan studi dokumen dan penelitian lapangan (field study) melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengamatan berperanserta.  Hasil penelitian menunjukan bahwa  implementasi UPSUS Pajale memberikan gambaran bahwa pada kalangan elit, telah memberikan dampak yang cukup baik dan respon yang positif terhadap implementasi program UPSUS, namun belum menyentuh masyarakat marginal dan masyarakat powerless ditingkat struktur terbawah.DEVELOPMENT AND SOCIAL CONFLICT (Ethnographic Study of Implementation of Special Effort Program for Increasing Rice, Corn, and Soybean Production in Bondowoso-East Java)ABSTRACTThis research aims to answer the question raised is: describing the Program Implementation Specialty Effort Increasing Production of Rice, Corn and Soybeans (UPSUS PAJALE) in Kabupaten Bondowoso is understood by the general public; describe the impact and the benefits arising from program UPSUS PAJALE perceived by the public; describe whether UPSUS PAJALE program activities have lead to social conflicts among people in Bondowoso. To realize the goal of the research, the research method used is an ethnographic approach, which is encapsulated in frames of qualitative research. Location research is purposive in Kabupaten in East Java. Data collection technique combines the study of documents and field study through interviews, observation, and observation participate.  The results showed that the implementation of UPSUS Pajale illustrates that the elite, has impacted quite good and positive response to the implementation of the program UPSUS, but has not touched the marginalized people and communities powerless level structure of the lowest.
DAMPAK TRANSFER FISKAL (CONDITIONAL GRANT) TERHADAP PEMBANGUNAN PERTANIAN, KEMISKINAN DAN KETIMPANGAN DI INDONESIA: ANALISIS DATA PANEL Nor Qomariyah; Suharno Suharno; D. S. Priyarsono
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.1874

Abstract

Kemiskinan menjadi permasalahan utama bangsa Indonesia, jumlah penduduk miskin sebesar 28.55 juta orang (11. 47%), sementara ketimpangan pendapatan meningkat hingga mencapai 0.41 (BPS, 2013). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak Dana Alokasi Khusus (DAK) yang berupa conditional grant terhadap pembangunan pertanian, kemiskinan, dan ketimpangan pendapatan. Penelitian ini menggunakan model persamaan simultan dengan data time series tahun 2009-2013 dan data cross section pada 11 provinsi di Indonesia. Metode untuk estimasi parameter menggunakan 2SLS. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan alokasi DAK jalan dan irigasi dapat meningkatkan kinerja fiskal, sektor PDRB pertanian, total PDRB, dan total penyerapan tenaga kerja, tetapi penyerapan tenaga kerja sektor pertanian menurun disebabkan adanya kenaikan upah, menurunkan ketimpangan pendapatan dan mengurangi kemiskinan baik di daerah pedesaan maupun perkotaan. Penelitian ini merekomendasikan bahwa pemerintah pusat hendaknya meningkatkan injeksi dana langsung ke daerah lewat dana alokasi khusus (DAK) bidang infrastruktur karena dampaknya efektif menurunkan kemiskinan.THE IMPACT OF FISCAL TRANSFER (CONDITIONAL GRANT) ON AGRICULTURAL DEVELOPMENT, POVERTY AND INEQUALITY : PANEL ANALYSIS DATAABSTRACTPoverty is the main problem in Indonesia, the number of the poor is 28.55 million people (11.47%), while income inequality increased until 0.41 (BPS, 2013). The main objective of this study was to evaluate the impact of Special Allocation Fund on agricultural development, poverty, and income inequality. This study uses simultaneous equation models with time series data of 2009-2013 and cross section data of 11 provinces in Indonesia. Method for parameter estimation is 2SLS. The simulation results show that the increased allocation of DAK road and irrigation can increase fiscal performance, the agricultural sector GRDP, total GRDP, but the labour force absorbtion of agricultural decreases because of the increasing of wages, the decreasing of income inequality and the reducing of poverty either in rural or urban areas. This study recomends that the central government should improve the injection of funds directly to the regions through a special allocation fund for rural infrastructure and agriculture because it gives an effective impact on poverty alleviation.Keywords : Special allocation fund, poverty, income inequality, fiscal transfer.
AGRO-ECOLOGICAL AND SOCIO-ECONOMIC ASPECTS OF CROP PROTECTION IN CHILI-BASED AGRIBUSINESS IN CENTRAL JAVA Joko Mariyono
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.2294

Abstract

The purpose of this study is to analyze the socio-economic and agro-ecological aspects of chili production in three selected communities of three districts —Magelang, Brebes, and Rembang—that represent distinct agro-ecosystems of chili cultivation within Central Java province. This is to answer a problem statement that chili farming still faces crop protection aspects as limiting factors in chili production. This study uses quantitative descriptive methods. Data were compiled from a survey of 160 chili farmers in 2010-2011. The results show that yield loss due to pests and diseases was considerable, and some of these problems were becoming difficult to control. The three top pests were thrips, mites, and whitefly; and the top three diseases were Anthracnose, Gemini-viruses, and Phytophthora. During the wet season, risk of anthracnose was very high; in the dry season, risk of yield lost to Gemini-viruses and Phytophthora was high. The potential losses could reach 100%. There is a crucial need to solve the problems by enhancing farmers’ knowledge and involving research institutions focusing on crop protection strategy.
HUBUNGAN PEMASARAN (RELATIONSHIP MARKETING) AGRIBISNIS BERAS ORGANIK Silvana Maulidah; Djoko Koestiono; May Vindari
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3080

Abstract

Agribisnis merupakan sebuah sistem yang mengaitkan proses usahatani dengan subsistem hulu dan hilir. Setiap elemen entitas sepanjang rantai dalam agribisnis mempunyai hubungan saling ketergantungan. Hubungan tersebut disebut hubungan pemasaran (relationship marketing), merupakan pendekatan dalam pemasaran yang didasarkan pada pengembangan hubungan jangka panjang dengan pemasok dan pelanggan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pemasaran (relationship marketing) agribisnis beras organik dan tingkat keterikatannya. Kajian hubungan tersebut meliputi: costomer service, quality and marketing. Dalam menjalankan kegiatan bisnisnya, unit bisnis beras organik bekerjasama dengan petani padi organik sebagai pemasok dan distributor beras organik sebagai pelanggan. Hubungan kerjasama dievauasi melalui analisis tingkat relationship marketing yang ditinjau dari 4 dimensi (kepercayaan, komitmen, kepuasan, dan ketergantungan), serta tingkat keterikatan relationship marketing yang terjalin dengan rekan bisnisnya, dengan menggunakan metode scoring.  Hasil penelitian menunjukkan: bahwa tingkat relationship marketing antara unit bisnis beras organik dengan petani padi organik dan dengan pelanggan beras organik berada pada kategori sedang. Hal ini menunjukkan bahwa antara unit bisnis beras organik, petani padi organik, dan pelanggan beras organik telah memiliki kepercayaan satu sama lain, memiliki komitmen untuk menjalin kerjasama jangka panjang, puas terhadap kinerja rekan bisnis, dan tergantung terhadap rekan bisnisnya. Tingkat keterikatan relationship marketing yang terjalin antara pelaku agribisnis beras organik adalah pada level koordinatif. Pada level ini hubungan yang terjalin antar pelaku agribisnis beras organik lebih dari sekedar kegiatan transaksional karena telah ada ikatan yang lebih erat.RELATIONSHIP MARKETING OF ORGANIC RICE AGRIBUSINESSABSTRACTAgribusiness is a farming system that associates on farming processes with the up stream and downstream subsystem.  Each element throughout the chain in agribusiness entities have a interdependence relationship. That  is called relationship marketing, a marketing approach that is based on developing long-term relationships with suppliers and customers. The purposes of this reseach are: . analyzing of organic rice agribusiness relationship marketing and the level of its attachment. Study of the relationship includes: costomer service, quality and marketing. In carrying out its business activities, the rice organic business unit is cooperating with organic rice farmers as suppliers and distributors of organic rice as customers. The relationship between rice organic business unit with the business partner is evaluated through the level of relationship marketing analysis in terms of 4 dimensions (trust, commitment, satisfaction, and dependency), and the level of attachment relationship marketing that exists with their business partner, that using scoring method .The results of analysis show that the level of relationship marketing between rice organic business unit with organic rice farmers and organic rice customers are on normal category. This show that between rice organic business unit, organic rice farmers, and organic rice customers have trust in each other, a commitment to establish long-term cooperation, satisfied with the performance of business partners, and dependent on its business partner . Level of relationship marketing attachment that exists between agribusiness organic rice is at the level of coordinatio . At this level the relationship between agribusiness, organic rice is more than just a transactional activity because there has been closer  relationship .
ANALISIS PENGEMBALIAN KREDIT KETAHANAN PANGAN DAN ENERGI (KKP-E) PETANI PADI DI KABUPATEN KUDUS Widhi Netraning Pertiwi; Irham Irham; Masyhuri Masyhuri
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3052

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) tingkat pengembalian KKP-E yang sudah dibayarkan oleh petani padi dan untuk mengetahui tingkat kelancaran serta kemampuan pengembalian KKP-E dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pengembalian KKP-E oleh petani padi di Kabupaten Kudus. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden petani padi yang mengambil KKP-E yang telah jatuh tempo pengembalian kredit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengembalian KKP-E di Kabupaten Kudus dikategorikan lancar dan tepat waktu dengan persentase tingkat tunggakan adalah sebesar 8%, Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan pengembalian KKP-E padi di Kabupaten Kudus secara parsial signifikan berpengaruh adalah jumlah pinjaman, lama usahatani, luas lahan, serta umur. Sedangkan yang tidak signifikan berpengaruh adalah pendapatan usahatani, pendidikan, jumlah tanggungan keluarga dan dummy wilayah. Secara simultan, faktor-faktor independen bersama-sama mempengaruhi jumlah pengembalian KKP-E padi (F sig α = 5%). Nilai adjusted R2 adalah 0.883 atau 88.30%.ANALYSIS OF REPAYMENT OF ‘FOOD AND ENERGY SECURITY’ CREDIT AMONG RICE FARMERS IN KUDUS REGENCYABSTRACTThe aims of this study are (1) to find out various uses of ‘Food and Energy Security’ Credit (Kredit Ketahanan Pangan dan Energi—KKP-E) and its proportion used in rice farming among farmers in Kudus Regency, (2) to examine the repayment of KKP-E ever paid by the rice farmers as well as the smoothness and ability of repaying the credit and (3) to identify the factors affecting the repayment rate of KKP-E by rice farmers in Kudus Regency. This study to collect a sample of 31 respondents among rice farmers taking KKP-E with the expired credit repayment.. The results of the credit repayment rate in Kudus Regency was categorized as smooth and timely with a percentage of back payment was 8% and the factors affecting the success of credit repayment were the amount of credit, farming period, land size, and age, while the factors that did not affect it were farming income, education, number of family member, and dummy of regions. All the independent factors simultaneously affect the amount of KKP-E repayment for rice commodity was F α = 5%. The value of adjusted R2 was 0,.883 or 88,.30%.
FAKTOR PENENTU PRODUKSI SAYURAN DAERAH DATARAN TINGGI DI KECAMATAN SUKAPURA KABUPATEN PROBOLINGGO Ana Arifatus Sa'diyah; Agnes Quartina Pudjiastuti
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.3082

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan petani sayuran dataran tinggi dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sayuran dataran tinggi. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan regresi linear berganda dengan model Cobb-Douglass. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) usahatani sayuran dataran tinggi menguntungkan dengan nilai R/C1, (2) bibit, luas lahan, pupuk buatan, pupuk kandang, tenaga kerja, dan pestisida berpengaruh signifikan terhadap produksi sayuran.DETERMINANTS OF UPLAND AREA VEGETABLE PRODUCTION  IN SUKAPURA, PROBOLINGGOABSTRACTThis study aims to analyze the income of upland vegetable farmers and the factors-factors that effect the production of high land vegetables. This research uses descriptive analysis method and multiple linear regression with Cobb-Douglass model. The result of the analysis showed that: (1) upland vegetable farming profitable with R/C1, (2) seeds, land area, artificial fertilizer, manure, labor, pesticide have significant effect on vegetable production.
STRATEGI PENGEMBANGAN PASAR OTAK-OTAK BANDENG DI KABUPATEN GRESIK Nofiyati Nofiyati; Novi Diana Badrut Tamami
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.2856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik konsumen otak-otak bandeng di Gresik, (2) menganalisis atribut-atribut yang mempengaruhi pembelian otak-otak bandeng di Gresik. Penelitian ini dilaksanakan di Toko Muzanah dan Sari Kelapa. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode diskriptif dan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen otak-otak bandeng berusia antara 25-35 tahun, rata-rata pendidikan terakhir sarjana dan bekerja sebagai karyawan swasta dengan gaji rata-rata lebih dari Rp. 2.500.000dan memiliki tanggungan keluarga antara 1-5 orang. Berdasarkan hasil analisis konjoin diketahui bahwa konsumen otak-otak bandeng lebih menyukai bahan kemasan kardus, desain kemasan bergambar bandeng, rasa pedas, harga Rp. 45.000 dan ukuran berat 400 gr.MARKETING STRATEGY OF OTAK-OTAK BANDENG IN GRESIKABSTRACTThe aims of this study are (1) to know the characteristics of the consumers who buy otak-otak bandeng in Gresik, (2) to analyze what kinds of attributes that become the consumers’ choice on otak-otak bandeng in Gresik. This study is conducted in Muzanah Store and Sari Kelapa. This study uses descriptive analysis and conjoint analysis. The results of this study show that the consumers who buy otak-otak bandeng are consumers in the age of 25-35 years old with college as their last education that work as private sector employees with salary Rp 2,500,000 and have a number of family members of 1-5 people. The results of conjoint analysis show that the consumers prefer cardboard packaging material, milkfish image packaging design, dominant blue color packaging, spicy flavor, price of Rp 45,000, and size of 400 gr.
ADAPTASI STRUKTUR KOMUNIKASI PEMERINTAH DAN PETERNAK DALAM BUDIDAYA KAMBING PERANAKAN ETTAWA (PE) DI PURWOREJO Tatag Handaka; Hermin Indah Wahyuni; Endang Sulastri; Paulus Wiryono
Agriekonomika Vol 6, No 2: Oktober 2017
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v6i2.1909

Abstract

Tujuan penelitian adalah menganalisis adaptasi yang dikembangkan sistem komunikasi Pemerintah dan peternak. Teori yang digunakan adalah teori sistem komunikasi dalam perspektif Niklas Luhmann. Metode penelitian yang digunakan adalah etnografi. Populasi penelitian di Kabupaten Purworejo yang menjadi sentra budidaya kambing Peranakan Ettawa (PE). Informan penelitian adalah Kepala Dinas Pertanian Peternakan Kelautan dan Perikanan (DPPKP), Ketua Kelompok Jabatan Fungsional (KJF), Kepala Bidang Peternakan DPPKP, Koordinator Balai Penyuluhan Kecamatan (BPK), Petugas Penyuluhan Lapang (PPL), Ketua Kelompok Tani, dan Peternak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi Pemerintah dijalankan oleh struktur komunikasi yang ada di KJF dan BPK. Sistem komunikasi Pemerintah dalam menghadapi kompleksitas lingkungan budidaya kambing PE berevolusi menjadi sistem yang tidak adaptif. Sistem komunikasi peternak dikembangkan oleh struktur kelompok tani (poktan). Sistem komunikasi peternak dalam menghadapi kompleksitas lingkungan budidaya kambing PE berevolusi menjadi sistem adaptif.ADAPTATION OF GOVERNMENT AND FARMER COMMUNICATION SYSTEMS INETTAWA CROSSBREED GOAT FARMING IN PURWOREJO REGENCYASBTRACTThe aim of this research was to analyze the adaptation process that was developed by government and farmer communication systems. The theory used was communication system by Niklas Luhman’s perspective. The research method used was ethnography. Population of this study was conducted in Purworejo regency as the center of Ettawa Crossbreed (EC) goat farming.Informants of the study are: Head of the Agricultural, Livestock, Marine and Fisheries Offices, Head of Functional Group, Head of Livestock Affairs, Coordinator of Center for Agricultural Extension, extension staff, head of farmer groups, and farmers. The result of the study showed  that government communication system was developed by Functional Group (KJF) which is underthe Agricultural, Livestock, Marine and Fisheries Offices (DPPKP) and Center for Agricultural Extension (BPK) located in the subdistrict. Government communication system in encountering the environmental complexity of EC goat farming evolved into a system that was not adaptive. On the other hand, farmer communication system was developed by farmer groups (poktan). Farmercommunication system encountering environmental complexity of EC goat farming evolved into an adaptive system.

Page 1 of 1 | Total Record : 10