cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2: Oktober 2018" : 10 Documents clear
Peran Kompetensi Penyuluh Pertanian pada Keterampilan Petani Bawang Merah Mohamad Ikbal Bahua
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4489

Abstract

Penyuluh pertanian dalam upaya mengubah perilaku petani bawang merah menjadi petani yang berkualitas perlu mempunyai kompetensi teknis budidaya tanaman maupun kompetensi manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik penyuluh pertanian, menganalisis faktor-faktor kompetensi penyuluh pertanian yang berhubungan dengan keterampilan petani bawang merah, dan menganalisis kekuatan hubungan kompetensi penyuluh pertanian dengan keterampilan petani bawang merah. Metode penelitian ini adalah ex post facto. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Gorontalo. Data penelitian di analisis menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa penyuluh pertanian di Kabupaten Gorontalo tersebar pada sejumlah karakteristik individu, yaitu: umur penyuluh, masa kerja, jumlah petani binaan, tingkat pendidikan, dan pelatihan yang pernah diikuti penyuluh. Kompetensi penyuluh memiliki keeratan hubungan dengan keterampilan petani bawang merah melalui dimensi kompetensi kepribadian, kompetensi andragogik, kompetensi profesionalisme, dan kompetensi sosial.
Peran Konsep Contract Farming Agro Jamur Pabuwaran Terhadap Pengembangan Agribisnis Jamur Tiram di Kabupaten Banyumas Yusuf Enril Fathurrohman; Rahmi Hayati Putri
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3462

Abstract

Sistem Contract Farming yang dijalankan Agro Jamur Pabuwaran bersama petani mitra/plasma fokus pada produksi dan pemasaran. Konsep tersebut bertujuan agar petani jamur dapat mengembangkan usahanya tanpa khawatir akan kelangkaan pasar serta ketidakpastian harga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan peran Contract Farming yang dijalankan Agro Jamur Pabuwaran. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif. Terdapat dua jenis sampel yaitu Agro Jamur Pabuwaran selaku petani inti dan petani jamur mitra selaku petani plasma yang berada di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Contract Farming yang digunakan Agro Jamur Pabuwaran merupakan pola kemitraan semi intiplasma dengan kerjasama produksi dan pemasaran serta memiliki manfaat sosial dan ekonomi yang berdampak pada kedua belah pihak.
Kelayakan dan Nilai Tukar Petani Padi Organik di Kabupaten Sleman Pinjung Nawang Sari; Yahya Shafiyuddin Hilmi; Windy Septita Hariswanti
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3928

Abstract

Padi dihadapkan pada isu global seperti penggunaan bahan sintetis dalam proses usaha tani yang dapat mengurangi kualitas lingkungan maupun produknya. Sebaliknya, beberapa penelitian menyatakan bahwa penggunaan bahan alami yang hemat biaya dapat meningkatkan pendapatan petani maupun menjaga kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya dan pendapatan usaha tani, mengetahui kelayakan usaha tani, mengetahui nilai tukar petani serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usaha tani padi organik di Kabupaten Sleman. Penelitian dilakukan terhadap 30 sampel rumah tangga tani padi organik dengan metode proportional random sampling. Analisis kelayakan usaha tani didapat melalui analisis R/C ratio, sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi padi organik didapat melalui metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha tani padi organik di Kabupaten Sleman layak untuk dikembangkan. Luas lahan dan pendidikan kepala keluarga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi organik.
Analisis Kelayakan Usaha Peternakan Broiler di Kabupaten Malang Nanang Febrianto; J.A. Putritamara; B. Hartono
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4451

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang dengantujuan untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan, pendapatandan kelayakan usaha peternakan broiler. Metode yang digunakan adalah metodesurvey. Pengambilan sampel secara purposive random sampling terhadap 69 peternak berdasarkan jumlah kepemilikan ternak. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara dan penyebaran kuisioner terstruktur. Data dianalisis menggunakan analisis biaya dan R/C ratio. Hasil analisis menunjukkan bahwa biaya tetap sebesar Rp. 3.167.031, biaya variabel sebesar Rp. 161.697.460, penerimaan total sebesar Rp. 183.335.616, keuntungan sebesar Rp. 18.471.124. Usaha peternakan broiler di Kecamatan Bululawang layak untuk dikembangkan, dengan nilai analisa R/C ratio yaitu sebesar 1 (rata-rata 1,11).
Pengaruh Peran Kelembagaan Penyuluhan Pertanian Terhadap Penyusunan Program Penyuluhan Peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Tulungagung Andi Warnaen; Bambang Riyanto
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.3544

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengkaji Peran BP3K dan BPP terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kuantitatif, penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Tahun 2016. Jumlah populasi adalah 317 orang, Jumlah sampel 90 orang dengan cara menentukan jumlah sampel yaitu menggunakan rumus Slovin dengan taraf kesalahan 10%. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan teknik propotional random sampling. Variabel penelitian ini yaitu Variabel independent adalah peran BP3K dan BPP. Variabel dependent adalah penyusunan Program Penyuluhan Peternakan. Metode pengumpulan data adalah Wawancara menggunakan kuesioner dan Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Regresi Linier berganda. Hasil penelitian menunjukan Pengaruh BP3K dan BPP secara bersama-sama mempengaruhi dalam penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 57,5%. peran BP3K yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan adalah sebesar 18 %. Sedangkan pengaruh peran  BPP yang secara langsung terhadap penyusunan program penyuluhan peternakan sebesar 64,7 %.
Prospek Pengembangan Usaha Ternak Kambing dan Memacu Peningkatan Ekonomi Peternak Aries Maesya; Supardi Rusdiana
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4459

Abstract

Pengembangan usaha ternak kambing dipedesaan cukup tinggi, dilihat dari agroekosistem di Indonesia cukup baik. Secara sosial ekonomi kepemilikan ternak kambing dapat memberikan arti tersendiri bagi peternak. Tujuan tulisan adalah untuk mengetahui prospek pengembangan usaha ternak kambing dan memacu peningkatan ekonomi peternak. Fokus bahasan ini menjadi bagian terpeting yang perlu ditangani dalam menjawab, juga sebagai dasar pengembangan ternak kambing selanjutya. Pendekatan dapat dilakukan melalui usaha ternak kambing pada tingkat peternak, industri maupun tingkat wilayah. Kedepan pengembangan usaha ternak kambing lokal Indonesia dapat dilakukan melalui dengan budidaya, perbanyakan bibit betina, jantan produktif dan pembesaran pejantan secara nasional. Selain untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan peternak, juga dapat meningkatkanpopulasi ternak kambing. Secara tidak langusng kebutuhan konsumen akan daging, pasar domestik maupun pasar ekspor dapat terpenuhi. Peningkatan skala usaha ternak kambing bukan lagi sebagai usaha sampingan, namun diharapkan sebagai usaha pokok. Jenis-jenis kambing yang ada di wilyah Indonesia perlu dilestarikan dan diushakan. Prospek kedepan sektor peternakan memiliki peran yang sangat strategis, dalam upaya untuk kecukupan pangan, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan peternak.
Dinamika Generasi Muda Pertanian dalam Pemilihan Usahatani Tanaman Pangan Ronaldus Don Piran; Agnes Quartina Pudjiastuti; Dyanasari Dyanasari
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4133

Abstract

Saat ini semakin sedikit orang (generasi muda) yang tertarik untuk bekerja di sektor pertanian, sehingga perlu ada perubahan paradigma melalui penyadaran generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh faktor-faktor internal dan eksternal terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan dan pemilihan usahatani tanaman pangan. Sampel ditentukan dengan teknik stratified random sampling sebesar 100 orang generasi muda pertanian di Kecamatan Pakis Kabupaten Malang, yang terdiri dari 30 taruna bumi, 30 taruna tani dan 40 petani muda. Data dianalisis dengan Structural Equation Modelling teknik Partial Least Squares. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor eksternal generasi muda pertanian berpengaruh siginifikan terhadap persepsi generasi muda pertanian tentang ketahanan pangan. Persepsi generasi muda ini berpengaruh signifikan terhadap pemilihan usahatani tanaman pangan.
Kelayakan Finansial Agroindustri Kopi Lengkuas di Desa Matanair, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep Ika Fatmawati; Fatmawati Fatmawati; Sri Lestari
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4323

Abstract

Kopi lengkuas merupakan kopi jamu dengan cita rasa yang khas akan lengkuas, serta bermanfaat baik untuk kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) menganalisis tingkat kelayakan finansial agroindustri kopi lengkuas, 2) mengetahui pengaruh sensitivitas perubahan harga bahan baku kopi dan lengkuas serta jumlah penjualan kopi lengkuas terhadap kelayakan usaha agroindustri kopi lengkuas. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif (kriteria investasi serta analisis sensitivitas dengan metode switching value) dan analisis deskriptif. Hasil perhitungan analisis kelayakan diperoleh nilai NPV sebesar Rp. 241.604.291,70,- ; Pay Back Periode dengan jangka waktu 1,53 tahun (1 tahun 6 bulan 10 hari) ; nilai IRR yaitu 58,80%, Net B/C sebesar 2,35, sehingga disimpulkan bahwa agroindustri kopi lengkuas menguntungkan dan layak dikembangkan. Sedangkan hasil analisis sensitivitas switching value menunjukkan agroindustri kopi lengkuas tetap layak sampai terjadi perubahan kenaikan harga bahan baku lengkuas pada 1777,1%, kenaikan harga bahan baku kopi sebesar 206,64%, serta penurunan penjualan pada tingkat 25,223%.
Indeks dan Status Keberlanjutan Ketersediaan Tembakau Madura Raden Faridz; Ariffin Ariffin; Soemarno Soemarno; Henny Pramoedyo
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4784

Abstract

Tembakau merupakan tanaman perkebunan penting yang memberikan devisa tinggi melalui cukai mencapai Rp. 144,64 trilyun tahun 2015.  Akhir-akhir ini produksinya turun dibanding 3-4 tahun sebelumnya rata-rata17 000 ton menjadi 14,435 ton pada tahun 2015. Terdapat ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran yang  berdampak pada keberlanjutan ketersediaan tembakau Madura. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Indeks dan status keberlanjutan ketersediaan tembakau Madura dari dimensi ekologi, sosial-ekonomi, kelembagaan dan teknologi, faktor-faktor yang sensitif dan bobot prioritas dimensi. Penelitian ini  dianalisis menggunakan  Multi Dimensional Scaling (MDS) RAP-TOBACCO modifikasi dari RAP-FISH Status keberlanjutan ketersediaan tembakau seluruh dimensi cukup berkelanjutan dimana dimensi teknologi memiliki nilai tertinggi 56,375, dimensi ekologi 52,370, dimensi kelembagaan 50,703 dan dimensi sosial ekonomi 50,432. Faktor yang sensitif untuk dimensi teknologi adalah sistem informasi iklim, penggunaan dan pengadaan bibit. Sedangkan bobot prioritas proses keberlanjutan ketersediaan tembakau berdasarkan pakar adalah sosial-ekonomi.
Sektor Pertanian: Faktor Utama Penentu Kemiskinan Jawa Barat Indra Satrio
Agriekonomika Vol 7, No 2: Oktober 2018
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v7i2.4707

Abstract

Penjelasan mendasar mengenai faktor yang menyebabkan kemiskinan merupakan strategi yang efektif untuk memberantas kemiskinan. Penelitian yang dilakukan menggunakan data rumah tangga untuk menganalisis faktor penentu kemiskinan karakteristik rumah tangga di Jawa Barat. Dengan menggunakan regresi model logit, variabel dependen terdiri dari dua bagian, yaitu rumah tangga miskin dan rumah tangga tidak miskin. Hasilnya menunjukkan bahwa usia dan lama pendidikan dari kepala rumah tangga, serta pekerjaan di sektor pertanian, industri dan perdagangan, secara signifikan menjelaskan variasi kemungkinan menjadi miskin. Variabel usia, lama pendidikan, dan pekerjaan kepala rumah tangga di sektor industri dan perdagangan, mengurangi kemungkinan menjadi miskin, sedangkan pekerjaan di sektor pertanian dikaitkan dengan kemungkinan terbesar rumah tangga untuk menjadi miskin.

Page 1 of 1 | Total Record : 10