cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
AGRIEKONOMIKA
ISSN : 23019948     EISSN : 24076260     DOI : -
AGRIEKONOMIKA, terbit dua kali dalam setahun yaitu pada April dan Oktober yang memuat naskah hasil pemikiran dan hasil penelitian bidang sosial, ekonomi dan kebijakan pertanian dalam arti umum.
Arjuna Subject : -
Articles 312 Documents
PERUMUSAN STRATEGI BERSAING JAHE INSTAN PRODUK CV. INTRAFOOD SURAKARTA MENGGUNAKAN PERCEPTUAL MAPPING Mohd. Harisudin; Emi Widiyanti; Anita Suharyati
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i2.428

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi bersaing jahe instan produk CV. Intrafood dan strategi bersaing yang dapat direkomendasikan untuk meraih keberasilannya. Metode dasar yang digunakan adalah analisis deskriptif. Penentuan lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive, yaitu CV. Intrafood Surakarta. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode analisis data menggunakan analisis Perceptual Mapping. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa jahe instan produk CV Intrafood berada pada peringkat ke-2 dari produk empat jahe instan yang diperbandingkan. Atribut yang dapat dijadikan kekuatan utama dalam meningkatkan pemasaran jahe instan produk CV. Intrafood adalah manfaat produk. Sisi yang paling lemah adalah atribut desain kemasan dan kinerja produk dalam kemasan.  AbstractThis study aims to determine the competitive position of the product instant ginger CV. Intrafood and competitive strategy can be recommended to achieve success. The basic method used is descriptive analysis. Determining the location of the study are determined by purposive method, namely CV. Intrafood Surakarta. Data used in this study is primary data and secondary data. Method analyzed using Perceptual Mapping. From the results of the study concluded that instant ginger of CV Intrafood product ranks second of four instant ginger products are compared. Attributes that can be used as a major force in improving product marketing instant ginger CV. Intrafood is the benefits of the product. The weakest side is the packaging design and performance attributes of the product in the packaging.
ADOPSI TEKNOLOGI PERTANIAN UNTUK PEMBANGUNAN PEDESAAN: SEBUAH KAJIAN SOSIOLOGIS Apri Kuntariningsih; Joko Mariyono
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v3i2.453

Abstract

ABSTRAKTeknologi pertanian diharapkan dapat membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraan. Berbagai teknologi pertanian telah diperkenalkan dan disebarluaskan kepada petani, tetapi sebagian besar petani pedesaan masih dianggap tertinggal dari masyarakat lain. Kajian ini bertujuan  mempelajari kegagalan penyebaran teknologi pertanian dalam mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan. Berdasar kajian ini nantinya diharapkan mampu merumuskan strategi dari asepk sosiologis terkait penyebaran teknologi pertanian. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa faktor sosial, ekonomi dan kelembagaan perlu mendapat perhatian lebih dari pembuat kebijakan baik di tingkat nasional dan lokal dalam rangka untuk meningkatkan dampak diseminasi teknologi pertanian dalam peningkatan kesejahteraan petani di daerah pedesaan.ABSTRACTAgricultural technology is expected to help farmers to improve welfare. Various agricultural technologies have been introduced and disseminated to farmers, but to some extents, peasants are still considered lag behind other communities. This paper is conducted investigate the failure of agricultural technologies dissemination in alleviating poverty in rural areas. This strudy showssocial, economic and institutional factors that need more attention from policy makers both at national and local levels in orde to improve impact of agricultural technology dissemination in escalating farmers’ welfare in rural areas. 
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN KOPI DI DESA SIDOMULYO KECAMATAN SILO KABUPATEN JEMBER Yuli Hariyati
Agriekonomika Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v3i1.442

Abstract

ABSTRAKKopi (Coffea spp. L.) merupakan komoditi perkebunan yang strategis. Kopi rakyat tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Jember, terutama di Kalisat dan Silo. Adanya faktor pendorong dan faktor penghambat pada pengolahan produk olahan kopi dapat dirumuskan suatu rekomendasi kebijakan pengembangan produk olahan kopi, dimana meningkatkan faktor pendorong dan meminimalisir faktor penghambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan pada pengembangan pengolahan kopi di Desa Sidomulyo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode analitis. Analisis data yang digunakan adalah analisis medan kekuatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong tertinggi adalah motivasi petani yang tinggi dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,74, sedangkan faktor penghambat tertinggi adalah bahan baku yang diolah terbatas dengan nilai faktor urgensi sebesar 1,42. Rekomendasi yang sebaiknya diterapkan untuk mendukung faktor pendorong adalah melakukan penyuluhan secara berkesinambungan, sedangkan rekomendasi sebagai solusi faktor penghambat adalah menjalin kerja sama dengan petani olah basah yang belum melakukan olah basah untuk melakukan olah basah  guna menjaga ketersediaan kopi olah basah dan menambah modal bagi unit usaha produksi pada koperasi ABSTRACTCoffee (Coffea spp. L.) is one of a strategic commodity. The coffee public plantation is spread out to some sub-districts in Jember, especially in Kalisat and Silo. The existence of factors driving and inhibiting factors in the processing of coffee processed products can be formulated a policy recommendation development of processed coffee products, which enhance the driving factors and minimize the inhibiting factors. This study aims to determine policy recommendations on the development of coffee cultivation in the village of Shiloh Sidomulyo Jember District. The method used is descriptive method and analytical methods. Data analysis is force field analysis. The results showed that the highest motivating factor is the high motivation of farmers to the value of the urgency factor of 1.74, while the highest inhibiting factor is the raw material that is processed is limited by the value of the urgency factor of 1.42. The recommendations should be implemented to support the driving factor is to do counseling on an ongoing basis, while the recommendation as an inhibiting factor solution was worked with farmers who have not wet if if if wet wet to do in order to maintain the availability of coffee if wet and raise capital for the business unit of production the cooperative
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT NELAYAN KECAMATAN PADEMAWU KABUPATEN PAMEKASAN Liony Wijayanti; dan Ihsannudin
Agriekonomika Vol 2, No 2: Oktober 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i2.433

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan nelayan, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemiskinan dan strategi peningkatan kesejahteraan pada masyarakat nelayan di Kecamatan Pademawu. Data penelitian diperoleh dari data primer dan data sekunder yang kemudian dianalisis dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didasarkan pada kriteria World Bank dinyatakan nelayan belum sejahtera. Namun jika didasarkan pada kriteria BPS propinsi Jawa Timur dinyatakan sudah sejahtera. Kemiskinan di lokasi ini disebabkan oleh faktor alam, budaya dan struktur. Sementara strategi guna meningkatkan kesejahteraan masih didominasi oleh program pemerintah.ABSTRACTThe aims of this research are to find out the level welfare of fishermen, determinant factor of poverty and its improvement strategic on fisherman society in Pademawu sub-district. Data is derived from primary and secondary data, and then analyzed by descriptive qualitative analysis. The results of this research shows welfare level of fisherman based on world bank standard is not on welfare yet. While, based on both Provincial and National Statistic bureau welfare level of fisherman society is on welfare. Poverty in this location is caused by some factors such as nature, culture and structure. The strategic to improve the welfare is dominated by government program.
PELUANG USAHA KULINER KHAS MADURA BERBAHAN SINGKONG PADA AGROINDUSTRI KREPEK TETTE DI PAMEKASAN Badrut Tamami, Novi Diana
Agriekonomika Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

FAO and World Bank’s predictions about the threat of food crisis in 2025 had a special attention from the many countries over the world. Indonesia had several programs to keep the food security. One of this campaigns was changing consumer behavior from rice to yam group. In this program cassava was chosen as a national strategic food like rice and corn. One of the food agroindustry from cassava that have a potential market is Krepek Tette. But, This Business Opportunity of Maduraness traditional food had not cultivated seriously. Krepek Tette’s Agroindustry is just a side job with small scale production for local. The aim of this study was to calculated the economic value added and the profit opportunity by Krepek Tette’s Agroindustry so that this activity become one of the local livelihood choice. The Hayami’s value added was used to analysed this research. The result of this study shows in once production of Krepek tette’s agroindustry is small scale but feasible and prifitable.
KONTRIBUSI PENDAPATAN AGRIBISNIS KELAPA PADA PENDAPATAN KELUARGA PETANI DI KABUPATEN GORONTALO Mohamad Ikbal Bahua
Agriekonomika Vol 3, No 2: Oktober 2014
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v3i2.447

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pendapatan keluarga petani dari usahatani kelapa, dan mengetahui tingkat distribusi pendapatan keluarga petani dari usahatani kelapa. Metode yang digunakan adalah metode survei. Teknik pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan kecamatan yang mempunyai potensi perkebunan kelapa yang di tarik purposive random sampling masing-masing dua Desa yang merupakan wilayah potensial perkebunan kelapa. Dari setiap desa ditarik secara acak sederhana 25 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan, besarnya kontribusi usahatani kelapa pada pendapatan keluarga petani adalah 53,6 % atau 4,77 juta rupiah per tahun (2.62 juta rupiah/ha). Sumber pendapatan di luar usahatani kelapa telah memperbaiki distribusi pendapatan keluarga petani yang ditunjukkan dengan semakin kecilnya nilai koefisien Gini. Koefisien Gini untuk pendapatan yang berasal dari kelapa sebesar 0,364, untuk pendapatan keseluruhan usahatani sebesar 0,329, sedangkan untuk seluruh pendapatan termasuk non usahatani 0,275.ABSTRACTThis research aims to know the contribution of income farm families of coconut farmer, and knowing the level of distribution of income farm families of coconut farmer. The method used is the method the survey. Sampling technique is based on the consideration of the district which had the potential of plantations are in random simple pull each of the two villages which are the potential areas of coconut plantations. From each village are pulled purposive random sampling 25 respondent. The results showed, the amount of contribution revenues from agribusiness coconut farmer in the family income is the 53.6% or 4.77 million rupiah per year (2.62 million rupiah/hectare). Other sources of income outside of farming has coconut farming families improve income distribution as indicated by the small value of the Gini coefficient. Gini coefficient for income derived from oil of 0.364, for overall farm income amounted to 0.329, while for all, including non-farm income of 0.275.
PENGENALAN MODEL KEBUN SAYUR SEKOLAH UNTUK PENINGKATAN KONSUMSI SAYURAN BAGI PARA SISWA DI KEDIRI - JAWA TIMUR Evy Latifah; Kuntoro Boga; dan Joko Maryono
Agriekonomika Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v3i1.438

Abstract

ABSTRAKSebagian penduduk mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran lebih rendah dari yang direkomendasikan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Pada tahun 2005, tingkat konsumsi sayur di Indonesia hanya 35.30 kg/kapita/tahun. Kemudian pada tahun 2006, konsumsi sayuran sedikit menurun menjadi 34.06 kg/kapita/tahun. Berdasarkan hasil kajian Badan Litbang  Pertanian, Kementerian Pertanian pada Maret 2013 lalu, tingkat konsumsi buah per kapita hanya 34,55 kg/tahun, sedangkan tingkat konsumsi sayuran per kapita 40,35 kg/tahun. Jika dibandingkan dengan konsumsi buah dan sayur per kapita warga Singapura dan Vietnam melebihi 100 kg/tahun. Konsumsi sayuran perlu ditingkatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap beras. Penelitian ini dilakukan dalam rangka mempromosikan peningkatan konsumsi sayur bagi siswa melalui model kebun sayur sekolah. Penelitian ini dilakukan di SMK Negeri Plosoklaten selama 2012. Sepuluh jenis sayuran ditanam di lahan seluas  36 m2. Pola tanam diatur sedemikian rupa sehingga sayuran dapat dipanen hampir setiap hari. Siswa terlibat dalam pemeliharaan tanaman sayuran sebagai latihan bercocok tanam sayur. Setiap panen sayuran direkap dan kandungan gizinya dihitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total panen berbagai macam sayuran ialah 249.6 kg, yang setara dengan 683.8 gram per hari. Jika sebuah keluarga memiliki empat anggota, masing-masing orang akan mengkonsumsi sayur 171g per hari. Hal ini memenuhi 43% dari rekomendasi WHO untuk konsumsi buah-buahan dan sayuran. Dengan kata lain, konsumsi sayuran telah mencapai 85%. Dengan demikian, sayuran di lahan seluas 36 m2 telah mampu memenuhi konsumsi sayur sehari-hari. Hal ini menunjukkan pemenuhan asupan gizi harian untuk beberapa vitamin dan mikro-nutrisi.  ABSTRACTAccording to Indonesian Ministry of Agriculture, Indonesian people consume horticultural products especially fruits and vegetables, are still lower than that of recommended by Food and Agriculture Organization (FAO). Vegetable consumption level in Indonesia 2005 was 35.30 kg/capita/year. In 2006, the consumption of vegetables slightly declined to 34.06 kg/capita/year. Based on the results of the study in March 2013 conducted by IAARD, The Ministry of Agriculture known that level of fruit consumption per capita is only 34.55 kg/year, while consumption of vegetables the per capita is 40.35 kg/year. It is lower compared to fruit and vegetable consumption per capita for the citizens of Singapore and Vietnam that are exceeded 100 kg/year. Vegetable consumption has to be increased  and rice consumption has to reduce. This study is aimed to make an effort to increase vegetable consumption via school garden model. The research was conducted at SMK Ploso Klaten during 2012. Ten kinds of vegetables were sequentially grown in about a space of 36 m2land. The cropping pattern was arranged in such away so that the vegetables can be harvested almost every day. Students were involved in maintenance of vegetable crops in order to familiarize them with the crops. Every harvest of vegetables, the nutritional contents of the vegetable were calculated and recorded. The results showed that every day  the students can harvest about 249.6 kg of mixed vegetables, which is equivalent to 683.8 g/day. If a family has 4 members, each person will consume vegetable about 171 g/day. This fulfills 43% of WHO recommendation for consumption of fruits and vegetables. In other words, it has been fulfilled 85% of vegetable intake recommendation. Thus, vegetables garden on a piece of 36 m2land is able to meet daily consumption. This also has meet daily nutritional intake for several essential vitamins and micro-nutrients. 
SOCIAL QUALITY MASYARAKAT LAHAN PASIR PANTAI PADA ASPEK SOCIAL EMPOWERMENT DI KECAMATAN PANJATAN KABUPATEN KULONPROGO (SOCIAL QUALITY OF SAND LAND COMMUNITY ON SOCIAL ASPECT OF EMPOWERMENT IN PANJATAN SUB-DISTRICT, KULONPROGO REGENCY) Kusumaningrum, Juliman Foor Z; Dalvi Mustava
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.669

Abstract

ABSTRAKPada dasarnya peradaban diciptakan oleh budaya masyarakat. Kemampuan budaya dalam menciptakan peradaban merupakan level tertinggi dari suatu budaya, Yang memiliki arti bahwa tidak lagi tergantung pada alam tetapi mampu memanajemen alam. Pada kajian ini akan diketahui mengenai kualitas sosial dari Peter Herrmann di lahan pasir pantai Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulonprogo. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui kualitas sosial yang berdasar pada pemberdayaan masyarakat di lahan pasir pantai. Metode yang digunakan adalah observasi, wawancara dan pencatatan dengan ketua kelompok dan petani di area tersebut. Teknik sampling dilakukan dengan purposive sampling dengan memilih petani yang membudidayakan tanaman cabai di lahan pasir pantai Kecamatan Panjatan, Kulonprogo. Hasil dari kajian ini yaitu menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu aspek di dalam kualitas sosial. Ini dapat disimpulkan bahwa masyarakat secara mandiri atau masyarakat dapat melakukan aktivitas kelompok dengan mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan kekuatan dari dalam.ABSTRACTBasically, civilization was created by the culture of society. Capability of culture in creating a civilization is the highest level of a culture, it means that it is no longerdepending on nature but capable to manage the nature. This study determined quality of social by Peter Herrmann at sandy land, Panjatan District of Kulonprogo Regency. The aims of this study are to determine social quality based on social empowerment in sandy land. The methods used observation, interview and note-writing with group leaders and farmers in the area. Sampling technique was done by purposive sampling by choosing farmers who cultivate chilies in sandy land Panjatan District of Kulon Progo. The result of this study is explanation about social empowerment as one of aspect in social quality. It can conclude that the society is independently can do group activities by optimizing natural resources and human resources within internal forces.
KAJIAN PEMANFAATAN PUPUK ORGANIK PADA USAHATANI PADI SAWAH DI SERANG BANTEN (STUDY OF ORGANIC FERTILIZER UTILIZATION ON PADDY FARMING AT SERANG DISTRICT, BANTEN) Resmayeti Purba
Agriekonomika Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v4i1.674

Abstract

ABSTRAKUntuk meningkatkan hasil padi sawah yang ramah lingkungan diperlukan upaya pengelolaan hara sumbedaya lahan secara efektif dari segi ekologi dan efisien dari segi ekonomi. Tujuan kajian adalah mengetahui hasil dan keuntungan usahatani padi sawah  dengan penggunaan pupuk organik  yang berbeda. Pengkajian dilakukan  di desa Pamengkang, Kec. Kramatwatu. Kab. Serang pada  bulan April-Juli 2013. Kajian  dilakukan  di lahan sawah irigasi milik petani dengan susunan perlakuan (1). Pupuk kandang, (2). Kompos jerami, (3). Pola petani, mengunakan varietas  Ciherang. Hasil kajian  menunjukkan bahwa perlakuan  kompos jerami    dapat meningkatkan hasil  GKP padi  700 kg/ha (10,2%) dibanding dengan  pupuk kandang  .dan 1.100 kg/ha  (17,1%).  dibanding dengan perlakuan  petani. Tingkat keuntungan yang diperoleh dengan  perlakuan  kompos jerami lebih tinggi Rp. 2.440.000 (17,1%)  dibanding pupuk kandang  dan Rp. 3.320.000 ((25,0%) dibanding dengan perlakuan pola petani. Untuk memenuhi kebutuhan  hara tanaman padi dapat dimanfaatkan sumber hara yang berasal jerami padi insitu  karena murah dan tersedia di tingkat petani. ABSTRACTIn order to increase agricultural production, it needs efforts to manage natural resources efectively and efficiently in terms of ecology and economies. The aims of this study were to know yield and profit on paddy rice farming by the use of different organic fertilizer. The study carried out in Pamengkang Kramatwatu village, Serang district Banten.  The study was started in April to July 2013 at irrigation rice field farm belongs to farmer with following treatment formation: (1). Manure, (2). Straw compost, (3). Farmer pattern, using Ciherang variety.  The study result showed that straw compost could increase GKP of paddy by 700 kg/ha (10,2%) compared to manure and 1.100 kg/ha (17.1%) compared to the pattern of farmers.  Benefits rate gained by straw compost was higher Rp.2.440.000/ (25.0%) compared to treatment of manure treatment and Rp. 3.320.000 (17.10.2%) compared to farmers pattern. In order to meet nutrient needs of rice plant, straw compost of in situ can be used because of cheap and available at the farm level
KERAGAAN KOPI PASAR DOMESTIK INDONESIA Taufani Sagita; Dwi Ratna Hidayati
Agriekonomika Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v2i1.665

Abstract

  Coffee has been becoming one of priority commodity of Indonesia since this country also as one of main producer in the world. However, Indonesia got hardly in maintaining world position due to increasing of production and capacity of other country such as in Vietnam and Brazil. Therefore, it is necessary to recognize situation of demand and supply for coffee commodity in domestic scope to understand further the  bargaining position level. Various variable such as production, productivity,demand, supply, domestic price, export and import of coffe are considered to be performance variables for domestic market.  This research used SAS (Statistical Analysis System) tool by using times series data. The result of the analysis shown that the performance of Indonesian coffee trading is affected by the supply, demand and price of Indonesian coffee.