cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 12, No 1 (2019): Maret" : 6 Documents clear
Produktivitas Tanaman Rambutan (Nephelium lappaceum L.) Lahan Pekarangan Kabupaten Bangkalan Ahmad Arsyadmunir; Abdul Ghofur
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.065 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5209

Abstract

Pekarangan  merupakan tanah yang terletak di sekitar rumah. dengan batas pemilikan yang jelas potensial untuk produksi pertanian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pemanfaatan dan pola tanam lahan pekarangan serta  mengetahui hasil produksi tanaman rambutan (Nephelium lappaceum L.) di Kecamatan Socah Kabupaten Bangkalan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari sampai bulan Juli 2018. Penelitian ini dilakukan pada 3 (tiga) desa di kecamatan Socah kabupaten Bangkalan. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling yaitu berdasarkan lahan pekarangan yang ditanami tanaman rambutan. Penentuan informan atau narasumber menggunakan  teknik snowball sampling. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Masyarakat di Kecamatan Socah  memanfaatkan lahan pekarangannya dengan ditanami beberapa tanaman buah tahunan. Sistem pola tanam yang dilakukan adalah secara tumpang sari antara tanaman rambutan, mangga, salak, sawo, dengan jarak tanam  rata-rata 6 m antar tanaman. Rata-rata produktivitas tanaman rambutan pada lahan pekarangan di Kecamatan Socah tertinggi secara berurutan yaitu desa Jaddih 29.97 (kw/ph), desa Keleyan 26.45 (kw/ph), dan desa Bilaporah 22.86 (kw/ph).
Kelimpahan, Biologi, dan Kemampuan Pemangsaan Oligota sp. (Coleoptera: Staphylinidae), Kumbang Predator Tungau pada Tanaman Ubikayu Widyantoro Cahyo Setiawan; Sugeng Santoso
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.502 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5090

Abstract

Pengendalian hayati dilakukan untuk mengendalikan tungau salah satunya dengan agen hayati seperti serangga predator. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi tentang kelimpahan, biologi, dan potensi pemangsaan kumbang predator tungau Oligota sp. pada tanaman ubi kayu. Tungau dan kumbang Oligota sp. yang diperoleh dilapang dipelihara sampai menghasilkan telur dan diamati setiap perkembangan stadianya. Pengujian predasi kumbang predator dilakukan menggunakan larva instar 3 kumbang Oligota sp. dengan cara dimasukkan kedalam cawan dan diberi tungau dengan perlakuan sebanyak 5, 10, 15, 20, dan 25 imago tungau. Pengamatan dilakukan selama 3 jam, 6 jam, dan 24 jam dilakukan dengan 10 kali ulangan. Kumbang ini memiliki siklus hidup dari telur sampai mati pada imago jantan rata-rata selama 36.021 hari, sedangkan betina 37.774 hari. Rata-rata dari telur yang dihasilkan semua pasangan sebanyak 22.923 telur. Kumbang Oligota sp. memiliki kemampuan predasi memangsa tungau dalam sehari rata-rata sebanyak 18 ekor. Predator tungau yang paling banyak ditemukan dilapang yaitu tungau predator. Kata kunci: biologi, kelimpahan, kumbang predator, tungau.
Respon Bibit Tebu Akibat Komposisi Media Tanam yang Diaplikasikan Formulasi Dobel Inokulan Pseudomonad Pendarflor dan Azospirillum Gita Pawana; Achmad Djunaedy; Syaiful Khoiri
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.139 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5287

Abstract

Untuk mendapatkan bibit berkualitas baik toleran terhadap cekaman biotik dan abiotik dengan perakaran baik dan efisien terhadap pemupukan pada media tanam diaplikasikan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum, namun demikian pada pembibitan tebu informasi tentang hal ini masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang diaplikasikan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum terhadap pertumbuhan bibit budchip tebu. Budchip ditumbuhkan pada nampan pembibitan dengan komposisi media tanam sebagai perlakuan yaitu M1: top soil dan bahan organik dengan komposisi 1:1, M2: top soil dan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum dengan komposisi 1:1, M3: top soil dan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum dengan komposisi 2:1, M4: top soil dan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum dengan komposisi 1:2. Digunakan rancangan acak lengkap. Pada parameter data dilakukan analisa varian, jika terdapat perbedaan yang siknifikan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan taraf nyata (α) 5%. Parameter data yang diamati meliputi: tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, bibit yang hidup, jumlah akar primer dan sekunder, dan biomassa tanaman. Kesimpulan yang diperoleh adalah  formulasi konsursium pseudomonad pendarfluor dan Azospirilum dapat meningkatkan pertumbuhan pembibitan tebu, dapat menstimulasi pertumbuhan akar sekunder.  Adapun media tanam dengan komposisi top soil dan formulasi dobel inokulan pseudomonad pendarflor dan Azospirillum 1:1 merupakan komposisi yang paling ideal.
Deteksi Virus Pada Tanaman Mentimun Di Jawa Barat Nur Unsyah Laili; Tri Asmira Damayanti
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.839 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5089

Abstract

Gejala infeksi virus banyak ditemukan di pertanaman mentimun di Jawa Barat. Namun, sulit membedakan virus penyebab hanya berdasarkan pengamatan gejala visual. Penelitian ini bertujuan untuk pemutakhiran data virus yang menginfeksi mentimun di Kabupaten Bogor, Karawang dan Subang, Jawa Barat. Sampel tanaman bergejala dikoleksi dari tiap lokasi. Frekuensi virus ditentukan secara serologi dengan metode DIBA (dot immunobinding assay) menggunakan antiserum Cucumber mosaic virus (CMV), Cucurbit aphid borne yellow virus (CABYV), Cucurbit green mottle mosaic virus (CGMMV), Papaya ringspot virus (PRSV), Squash mosaic virus (SqMV), Watermelon mosaic virus (WMV), dan Zucchini yellow mosaic virus (ZYMV). Deteksi asam nukleat dilakukan terhadap virus baru yang dominan dengan reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR)/PCR. Hasil deteksi menunjukkan bahwa frekuensi virus CMV, CABYV, CGMMV, PRSV, SqMV, WMV, dan ZYMV berturut-turut di Bogor mencapai 98%, 100%, 86%, 0%, 8%, 32%, dan 6%, di Subang mencapai 86%, 100%, 88%, 2%, 8%, 60%, and 46%, dan di Karawang 100%, 100%, 98%, 14%, 72%, 68%, and 64%. CMV, CABYV, and CGMMV were the most common viruses detected in three regencies, while PRSV only detected on samples from Subang and Karawang. RT-PCR/PCR  menggunakan primer spesifik atau universal belum berhasil mendeteksi CGMMV dan WMV, namun berhasil mengonfirmasi keberadaan PRSV, Polerovirus, dan Begomovirus.  Kata kunci: Cucurbitaceae, Geminiviridae, Luteoviridae, Potyviridae, Tobamovirus
Karakterisasi Internal Transcribed Spacer (ITS) rDNA Nematoda Pucuk Putih (Aphelenchoides besseyi Christie) Ade Indra Maulana Sembiring; Fitrianingrum Kurniawati; Supramana Supramana
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (747.238 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5085

Abstract

Aphelenchoides besseyi merupakan nematoda parasit tumbuhan penting pada padi dan dapat menyebabkan kehilangan hasil hingga 54%. Informasi mengenai nematoda A. besseyi di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi A. besseyi berdasarkan daerah ITS dan menganalisis runutan nukleotida dari daerah ITS. Nematoda A. besseyi diekstraksi dari 6 g benih dari tujuh varietas padi, yaitu Ciherang, Gondo Roso, Hibrida Prima, Inpari Sidenuk, Pertiwi, Pandan Wangi, dan Sintanur. Ekstraksi nematoda dilakukan dengan metode Corong Baermann yang telah dimodifikasi. Identifikasi molekuler dengan PCR mengamplifikasi wilayah ITS menggunakan pasangan primer spesifik forward (5’-ACA ATC GAG TTG GGA GTG-3’) dan  reverse (5’-GGT CAG TGT CAT CAA TCG-3’). Hasil amplifikasi DNA A. besseyi diperoleh fragmen berukuran sekitar ±750 bp. Hasil analisis penyejajaran diperoleh 555 nukleotida. Isolat A. besseyi asal Indonesia varietas Inpari Sidenuk, Ciherang, Hibrida Prima, dan Pandan Wangi menunjukkan homologi  nukleotida 100% dengan isolat asal Cina dan Rusia, serta varietas Sintanur, Pertiwi, dan Gondo Roso memiliki homologi 100% dengan isolat asal India. Perbandingan homologi isolat asal Indonesia dengan outgroup isolat A. primadentus asal Iran menunjukkan kemiripan nukleotida 74.4%. Perbedaan runutan nukleotida antar isolat terletak pada posisi 216, 376, dan 448. Hal tersebut menunjukkan isolat asal Indonesia memiliki tingkat kesamaan yang tinggi dan berkerabat sangat dekat dengan isolat asal Cina, Rusia, dan India.Kata kunci: analisis filogenetika, analisis penyejajaran, homologi
Aktivitas Antimikroba Ekstrak Bakau (Rhizophora mucronata) dalam Menghambat Pertumbuhan Ralstonia solanacearum Penyebab Penyakit Layu Saat Egra; Mardhiana Mardhiana; Mut Rofin; Muhammad Adiwena; Nur Jannah; Harlinda Kuspradini; Tohru Mitsunaga
Agrovigor Vol 12, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.853 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v12i1.5143

Abstract

R. mucronata telah banyak digunakan sebagai tanaman obat-obatan tradisional karena mampu menghasilkan metabolit sekunder seperti tanin, alkaloid, terpenoid, sapponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bagian tanaman daun dan kulit batang sebagai penghambat bakteri R. solanacearum, dengan konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm, kontrol positif (Chlorampenicol), kontrol negatif (Etanol). Metode yang digunakan untuk uji daya hambat menggunakan metode difusi agar sumuran. Hasil penelitian menunjukan faktor kelembaban daun R. mucronata (0.33g) kulit batang (0.58g). Hasil rendemen ekstrak daun (17.61%) kulit batang (7.85%). Persentase penghambatan menunjukkan bahwa ekstrak daun R. mucronata memiliki daya hambat terhadap R. solanacearum pada konsentrasi 20000 ppm dan 10000 ppm masing-masing 31% dan 29%, namun disisi lain pada daun R. mucronata konsentrasi 5000 ppm tidak ada aktivitas daya hambat. Pada sampel yang berbeda Kulit batang R. mucronata menunjukkan adanya aktivitas daya hambat pada konsentrasi 5000 ppm, 10000 ppm dan 20000 ppm dengan nilai persentase secara berturut-turut 34%, 39%, dan 44%.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6