cover
Contact Name
Dr. Achmad Amzeri, SP. MP.
Contact Email
-
Phone
+6285231168649
Journal Mail Official
agrovigor@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
Department of Agroecotechnology, Faculty of Agriculture University of Trunojoyo Madura Jl. Raya Telang PO BOX 2, Kamal - Bangkalan 69162
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi
ISSN : 1979577     EISSN : 24770353     DOI : https://doi.org/10.21107/agrovigor
Core Subject : Agriculture,
Agrovigor: Jurnal Agroekoteknologi is a scientific paper in the field of science Agroecotechnology which include: plant science, soil science, plant breeding, pest and plant diseases.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 1 (2014): Maret" : 8 Documents clear
UPAYA INISIASI KALUS TABAT BARITO (Ficus deltoidea Jack) DENGAN KULTUR JARINGAN Heru Sudrajad; Didik Suharto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.413 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1425

Abstract

PROSPEK INDUSTRI GULA DALAM EKONOMI WILAYAH KABUPATAN SAMPANG MADURA Ahmad Arsyadmunir
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.868 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1432

Abstract

Gula salah   satu    komoditas    strategis   dalam   perekonomian nasional  serta wilayah.  Madura  Sampang dengan lahan pertanian 90%, kepadatan geografis 600, penduduk 850.000 jiwa. Kontribusi sektor pertanian 46%  dengan andalan tanaman pangan dan industri. Lahan pertanian Sampang  utama adalah tegal dan sawah tadah hujan dengan pola usahatani subsisten dan pemilikan  lahan 0.25 ha.  Berdasarkan kategori kesesuaian  pengembangan tanaman tebu  lahan  Sampang mencapai 45%.   Pengembangan agroindustri berbasis gula wilayah  Sampang diharapkan dapat  meningkatkan perekonomian. Area tanam   tebu  Sampang  tahun 2012 masih  5 %  target pendirian pabrik gula, sehingga diperlukan dukungan berbagai pihak dalam pengembangan agroindusti gula  wilayah.  Strategi peningkatan area tanam dilakukan dengan pengembangan pola kemitraan sesuai kearifan lokal. Pola peternalistik  daerah dengan peran informal leader kyai yang kuat dapat dilibatkan dalam pengembangan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan industri gula di Kabupaten Sampang.
TANGGAPAN AGRONOMIS TEMBAKAU TEMANGGUNG TERHADAP DOSIS PUPUK NITROGEN SERTA KAITANNYA DENGAN HASIL DAN KADAR NIKOTIN RAJANGAN KERING Lestari -; Djumali -
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.854 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1427

Abstract

Tembakau Temanggung berperan sebagai pemberi rasa (lauk) pada rokok kretek dengan karakter mutu yang menonjol yaitu kadar nikotin yang tinggi berkisar antara 3-8%. Tanaman tembakau sangat membutuhkan unsur nitrogen di dalapertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tanggapan agronomi tembakau temanggung terhadap dosis pupuk N dan karakter agronomi yang mempengaruhi hasil dan kadar nikotin rajangan kering akibat penggunaan dosis pupuk N yang berbeda-beda. Penelitian  dilakukan di rumah kaca Balittas Malang pada bulan Maret – Agustus 2009 dengan  Rancangan Acak Kelompok dan diulang 3 kali. Perlakuan yang dicoba sebanyak 6 dosis pupuk N, yaitu 0, 30, 60, 90, 120, 150 kg N/ha atau setara dengan 0; 1,62; 3,24; 4,86; 6,48 dan 8,10 g N/tanaman. Hasil penelitian karakter agronomi yang mencakup bobot kering tanaman, tajuk tanaman, batang, daun, bunga, tunas samping, luas daun, hasil rajangan kering dan kadar nikotin tembakau temanggung menanggapi dosis pupuk N dengan membentuk kurva kuadratik tertutup.  Dosis pupuk N mempengaruhi hasil rajangan kering melalui pengaruhnya terhadap bobot kering daun, bobot kering tunas samping, bobot kering bunga, dan jumlah daun per tanaman. Adapun dosis pupuk N mempengaruhi kadar nikotin melalui pengaruhnya terhadap bobot kering akar, jumlah daun, dan rasio tajuk/akar.Kata kunci: tembakau temanggung, nitrogen, kadar nikotin.
KUALITAS BIJI SORGUM MANIS VARIETAS NUMBU DENGAN PEMBERIAN PUPUK SUMBER FOSFAT YANG BERBEDA Winata, N.A.S.H.1; D.R. Lukiwati; E.D. Purbajanti Purbajanti
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.88 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1433

Abstract

Sorghum is a source of animal feed poultry and ruminants . Source of phosphate fertilizer consists of SP36 ( water soluble ) and rock phosphate ( BP ) ( acid soluble ) . Manure comes from the decomposition of faeces , urine and the rest of the animal feed . Charcoal is used as a soil amendment , because of its improved physical properties soil . The study was conducted from March to August 2013 in the collection of cropland Faculty of Animal Husbandry and Agriculture Diponegoro University . The experimental design used in this study is a randomized block design ( RBD) with three replications as a group . Study treatment consisted of T0 = Control , T1 = SP 36 , T2 = Rock Phosphate , T3 = Manure , T4 = Manure " Plus " , T5 = Charcoal , T6 = Rock Phosphate + Charcoal , T7 = SP 36 + Charcoal , T8= Charcoal +Manure , T9 = Manure " Plus " + Charcoal . Manure " plus " can be used as a substitute for SP36 . Pile " plus " produce the same levels of P with SP36 . Pile " plus " gives the results of the different levels of P seed .Keyword: Sorghum bicolor  (L.) Moench, seeds quality, manure, SP36, rock phosphate.
PENGARUH PEMUPUKAN DAN WAKTU PEMANENAN TERHADAP PRODUKSI ANTOSIANIN DAUN DAN KUISERTIN UMBI TANAMAN DAUN DEWA (Gynura pseudochina (L.) DC)1 Mustika Tripatmasari Tripatmasari; Sandra Arifin Aziz; Munif Ghulamahdi
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.67 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1428

Abstract

Daun dewa (Gynura pseudochina (L.) DC) merupakan tanaman obat yang mempunyai beberapa khasiat penting yaitu sebagai penurun panas, anti tumor atau kanker, dan obat kulit. Kandungan kimia daun dewa yaitu antosianin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan: (1) menemukan kombinasi pemupukan dan waktu panen daun dewa yang tepat di lapang untuk menghasilkan senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi tinggi; (2) menentukan produksi total senyawa antosianin daun dan kuersetin umbi daun dewa. Penelitian menggunakan rancangan petak terpisah (split plot design), Petak utama adalah Pupuk (P) ditempatkan sebagai (tanpa pemupukan; pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha), pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) + NPK (Urea=300kg/ha, SP36=100 kg/ha, KCl=50 kg/ha) + MgSO4 (50 kg/ha) dan anak petak adalah waktu panen (W) (4, 5.5, 7 bulan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan nyata meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, panjang dan lebar daun, lebar daun dan luas daun hingga 8 (MST). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton/ha) dan waktu panen 4 bulan nyata meningkatkan bobot basah daun tertinggi (38,83 g) dan meningkatkan produksi total antosianin dauntertinggi (13,41 mg/ tanaman). Perlakuan pupuk kotoran sapi (20 ton /ha) + NPK (300kg/ha urea, 100 kg /ha SP36, 50 kg/ha KCl) nyata meningkatkan rata-rata produksi total quercetin umbi (59.74 mg/tanaman). Semua peubah menunjukkan pola linier negatif setelah umur 16 MSTKata kunci: Gynura pseudochina (L.) DC), pemupukan, waktu panen, antosianin daun, kuersetin umbi
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PANGAN PADI DI KABUPATEN BANGKALAN DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS Firman Farid Muhsoni; Eko Murniyanto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (798.844 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1430

Abstract

Menekan laju alih fungsi lahan dan mewujudkan ketahanan pangan di suatu wilayah perlu segera dilakukan. UU No 41 Tahun 2009, PP No 1 Tahun 2011 dan 41/Permentan/OT.140/9/2009 mendesak dilakukan dengan mewujudkan lahan pertanian berkelanjutan. Tujuan penelitian ini memetakan kesesuaian lahan untuk tanaman pangan padi. Metode yang dipergunakan melalui pendekatan pemodelan Sistem Informasi Geografis.  Hasil yang telah didapatkan untuk penggunaan lahan untuk lahan produktif sawah mencapai 34.676,6 Ha (26,58%), Kondisi topografi sebagian besar datar  mencapai 90,3% dari wilayah Bangkalan, Jenis tanah dominan adalah jenis Mediteran Rodik mencapai 37%. Kesesuaian lahan untuk tanaman pangan padi lahan sangat sesuai mencapai  22.074 Ha (16,9%), lahan yang sesuai 16.352 Ha (12,5%), lahan kurang sesuai 30.085 Ha (23,1%) dan lahan tidak sesuai 61.952 (47,5%).Kata kunci: Pemetaan, kesesuaian lahan, SIG
RELATIONSHIP BETWEEN MANGOSTEEN LEAF NITROGEN CONTENTS AND LEAF SPAD VALUES Eko Setiawan
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.052 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1424

Abstract

We investigated nitrogen contents on mangosteen leaf and related on leaf SPAD value. The experiment was conducted using mangosteen trees grown in commercial orchard in Bogor, Indonesia during May to October 2010. Mangosteen trees of 3 different ages, young (20-year-old), middle-aged (35-year-old), and old (50-year-old) trees, each of five trees, were selected for study, and the canopy of each tree was divided into 9 sectors based on height (bottom, middle, top) and width (inner, center, outer). SPAD values had a negative correlation with leaf N content in all ages and could be explained by regressionl equations N level (% DW) = -0.0099 × SPAD + 2.2366; R² = 0.91; N level (% DW) = -0.0177 × SPAD + 2.8001; R² = 0.67; and N level (% DW) = -0.0187 × SPAD + 2.7785; R² = 0.45 in young, middle-aged and old trees, respectively. It is suggested that the SPAD value determined by a portable chlorophyll meter can be used to obtain a quick estimation of mangosteen leaf N status. Keywords: age, fruiting position, Garcinia mangostana L., nitrogen, SPAD
STUDI POTENSI PERTANIAN “KAKI“ LAWU SELATAN WILAYAH WONOGIRI Arief Budi Nugroho; Eko Murniyanto
Agrovigor Vol 7, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.533 KB) | DOI: 10.21107/agrovigor.v7i1.1431

Abstract

Agricultural potential have the highest contribution to Gross Domestic Product Wonogiri (BPS, 2011) because it is proper database agricultural potential is necessary for basic agricultural development planning in particular and the economy in general. In turn can be achieved high revenue. This study aims to provide information on the potential of agriculture in the "Kaki Lawu Selatan" South and provide recommendations on the development of agricultural. From this study the South Lawu Foot Zone can be divided into 4 (four) zones: the upper leg, foot zone central zone, lower leg and foot slope zone. Among these zones, based on the parent material foot zone less potential for commercial agriculture, based on the value of LQ, three priority commodities suspected potential for the avocado fruit, rambutan, breadfruit. Vegetables garlic, carrots and cabbage. Plantation commodities include coffee, cocoa and tobacco / patchouli. Food commodities include cassava, maize and peanuts.Kata kunci : Agricultural potential

Page 1 of 1 | Total Record : 8