cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Oktober (2010)" : 12 Documents clear
UJI PERBEDAAN SALINITAS TERHADAP DAYA TETAS TELUR (Hatching Rate) KEPITING BAKAU (Scylla serrata) Budi Mulyawan; Haryo Triajie; Yudhita Perwitasari
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.926

Abstract

Mud crabs (Scylla sp.) is one of marine commodities that is profitable. Mangrove crabs are able to hatch and breed within large variety of salinity. One of the main factors affecting hatching rate and also breeding is salinity. This research is aimed to know the effect of salinity to hatching rate of mud crabs. The design used was complete random sampling through three treatments: those are 15%o, 25%o and 30%o with 3 repetitions. Result of this research shows that hatching rate of mud crabs is affected by salinity. Treatment B (25 %o ) is significantly different with treatment A (15%o) and C (30%o). The most appropriate hatching condition is gained from treatment B with average value 91.8%.Keywords: mud crab, Scylla sp, mangroves
ANALISA SEBARAN TOTAL SUSPENDED SOLID (TSS) DI PERAIRAN PANTAI KABUPATEN BANGKALAN PASCA JEMBATAN SURAMADU Aries Dwi Siswanto
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.917

Abstract

Konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) merupakan satu parameter yang mengindikasikan laju sedimentasi.penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) di perairan Kabupaten Bangkalan pasca pembangunan Jembatan Suramadu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan materi contoh air dan dianalisa Total Suspended Solid (TSS) dengan didukung oleh data sekunder berupa parameter hidrooseanograti dan sedimen. Metode ini dapat mendeskripsikan distribusi Total Suspended Solid (ISS). Hasilnya adalah konsentrasi Total Suspended Solid (TSS) yang berbeda antar lokasi sampling. Ada kecenderungan bahwa nilai Total Suspended Solid (TSS) secara umum relatif berkurang dan variatif sesuai profil kedalaman.Kata Kunci : Total Suspended Solid (TSS), Sedimen
ANALISIS PARAMETER FISIKA KIMIA DI PERAIRAN SUMENEP BAGIAN TIMUR DENGAN MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT TM 5 Halida Nuriya; Zainul Hidayah; Achmad Fachruddin Syah
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.922

Abstract

Perairan Sumenep bagian timur rnerupakan perairan yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa, Laut Flores dan Selat Madura. Pada Perairan Sumenep bagian timur ini terdapat aktifitas pelayaran. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui parameter fisika kimia perairan menggunakan citra Landsat TM 5 dan mengetahui tingkat keakurasian citra. Metode yang digunakan yaitu membandingkan data hasil analisis lapang dengan hasil pengolahan citra. Uji akurasi menggunakan RMS error digunakan untuk mengetahui tingkat kesalahan data citra dalam memberikan informasi tentang keadaan suatu objek yang ada di lapang. Dari parameter yang diuji, parameter klorofil-a mempunyai tingkat keakuratan yang paling baik dibandingkan dengan 2 parameter lainnya.Kata kunci: akurasi, RMS error, citra landsat, perairan Sumenep
STUDI KENAIKAN PARAS LAUT DAN DAMPAKNYA TERHADAP WILAYAH PESISIR SURABAYA dan BANGKALAN Achmad Fachruddin Syah
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.927

Abstract

Setiap perubahan iklim di permukaan bumi akan memberikan danyak terhadap keberlangsungan hidup manusia. Salah satu kajian yang saat ini banyak dilakukan berkaitan dengan isu pemanasan global adalah mengenai kenaikan paras air laut. Pengkajian mengenai kenaikan paras air laut dan dampaknya bagi wilayah pesisir memegang peranan sangat penting. Hal ini mengingat banyaknya masyarakat yang tinggal dan memanfaatkan wilayah pesisir. Kota Surabaya dan Kabupaten Bangkalan merupakan wilayah yang sebagian besar wilayahnya terletak di pesisir yang berhadapan langsung dengan perairan. Dengan kondisi hutan mangrove yang tipis, tanah yang landal, ketinggian dari permukaan laut yang rendah dan aktivitas-aktivitas yang dapat mengurangi ketahanan pesisir maka mengakibatkan terjadinya genangan air laut balk yang terjadi di darat maupun yang terjadi di luar garis pantal. Hal ini tentunya akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat pesisir.Kata kunci: pemanasan global, kenaikan paras laut, darnpak, pesisir
PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) MENGGUNAKAN CITRA SATELIT ASTER DI PERAIRAN LAUT JAWA BAGIAN BARAT MADURA Dyah Ayu Sulistyo Rini; Zainul Hidayah; Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.918

Abstract

Oceanographical temperature in Java Sea is very important to be considered. This research was combines in-site observation technique, Geographical Information System (GLS) and remote sensing in order to get accurate, present and updateable data. The aim of this research is to determine the distribution of sea-surface temperature and accuration-test value in Java Sea especially on western coast of Madura using ASTER satellite imagery. This research were used software of ENVI 4.5, ILWIS 3.3, and ArcGIS 9.3 and also changed the radian value until °C. Result showed that using ASTER satellite imagery within band 10 range between 32 "C-35 "C. Band 11,between 24.9"C 25,2"C. Band 12 between 16,7"C to 17"C. Band while band 13 abd 14 between 30.7, band 28. Band 11 is more accurate compared to Band 10, 12, 13. 14, the RMS Error on band 11 showed lower value compared to the other band.Keywords: Sea-surface Temperature. ASTER satellite imagery. Java Sea, Western coast of Madura
POPULASI BAKTERI PADA RUMPUT LAUT (Eucheuma Cottonii) YANG TERSERANG PENYAKIT ICE-ICE S Supatno; Wahyu Andy Nugraha; I Insafitri
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.923

Abstract

The period of sea-weed growing under low condition is a problem that is generally faced by the farmers. The spreading of ice ice disease is affected by the environment changes that suppress the sea-weed growing and become the cause of organic substances releasing, MUCUS on thallus and also stimulate the presence of bacteria around the plantation area. The aim of this research is to know the population of bacteria on E. cottonii infected by ice-ice disease at different location. The method used in the measurement of the population bacteria is total fiat analysis (TFA). Data collection was done three times weekly on three different places Lobuk village, Bluto sub district, Sumenep. The result of observation shows that the average of bacteria population on those three different locations and also different time-observing are significantly different. The total average of bacteria populations ranges from 7278 to 18060 coloni/gr. The high value of this population is assumed as a part of the environment parameter that supports the growing of E. cottonii such as temperature and velocity.Keywords : Bacteria population, Ice-ice, E. cottonli
PERBANDINGAN FLUKTUASI MUKA AIR LAUT RERATA (MLR) DI PERAIRAN PANTAI UTARA JAWA TIMUR DENGAN PERAIRAN PANTAI SELATAN JAWA TIMUR Zainul Hidayah; Anugrah Dewi Mahatmawati
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.924

Abstract

Perairan laut di sisi selatan pulau Jawa Timur mempunyai karakteristik dengan topografi dasar laut yang curam, dan gelombang besar, serta berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Sedangkan perairan Int di sisi utara pulau Jawa Tirnur memiliki karakteristik dengan kondisi topografi dasar laut yang lumayan landai dan bergelombang relatif kecil serta berbatasan langsung dengan lain Jawa. Perbedaan dua karakter ini merupakan hal yang menarik untuk diamati, terutama Muka Air Lain Rerata (MLR). Metode admiralty adalah metode perhitungan pasang surut yang digunakan untuk menghitung dua konstanta harmonik yaitu amplitudo dan kelarnbatan phasa. Perhitungan dengan cara admiralty diperoleh konstanta harmonik yang akan dilanjutkan dengan analisa data dengan menggunakan bilangan Formzahl yakni pembagian antara amplitudo konstanta pasang surut harian utama dengan amplitudo konstanta pasang surut ganda utama. Hasil perhitungan bilangan Formzahl ini akan diketahui tipe pasang surut di perairan Perak Surabaya dan perairan Prigi Trenggalek.Perbandingan tipe pasang surut di perairan utara Jawa (Perak Surabaya) dengan perairan selatan Jawa (Trenggalek) menggunakan bilangan Formzahl tidak menunjukkan perbedaan, berdasarkan penelitian ini maka diperoleh tipe pasang surut antara perairan perak surabaya dengan perairan prigi Trenggalek berkisar antara 0.26-1.5 maka tipe pasang surut antara kedua perairan ini adalah tipe pasang surut campuran condong ke harian ganda. Perbandingan fluktuasi Muka Laut Rata-rata (MLR) di perairan utara Jawa Timur (Perak Surabaya) dengan perairan selatan Jawa Timur (Trenggalek) berdasarkan uji analisa Mann Whitney U-Test diperoleh P0.05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai MLR di dua lokasi adalah sama nyata, dan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan metode admiralty, fluktuasi Muka Air Laut Rerata (MLR) di perairan Perak Surabaya rata-rata 1237.76 mm sedangkan rata-rata Muka Air Rerata (MLR) di perairan Prigi Trenggalek berkisar antara 1158.3 mm.Kata kunci: Pasang Surut, Admiralty, Mann Whitney U-Test
PROSENTASE PENUTUPAN KARANG DI PULAU KANGEAN-SUMENEP I Insafitri
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.920

Abstract

Terumbu karang merupakan habitat bagi spesies laut yang mernpunyai nilai komersial tinggi dan juga berfungsi untuk melakukan pemijahan, peneturan, pembesaran anak, makan dan mencari makan (Peding foraging). Sehingga terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati laut. Saat ini, peran terumbu karang sebagai gudang keanekaragaman hayati menjadikannya sebagai sumber penting bagi berbagai bahan bioaktif yang diperiukan di bidang medis dan farmasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prosentase penutupan karang di lokasi penelitian yang nantinya merupakan informasi awal dalam menentukan kondisi terumbu karang di Kepulauan Kangean Sumenep. Penelitian ini dilakukan pada tanggal Agustus 2010 di Pulau Kangean — Sumenep. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prosentase penutupan terumbu karang di pulau Kangean termasuk dalam kondisi buruk.Kata Kunci : terumbu karang, pulau kangean sumenep, prosentase peneutupanCORAL COVER IN THE KANGEAN ISLAND SUMENEPCoral reefs are habitat for marine species that have high commercial value and also serves as spawning, hatching, breeding, feeding and foraging (Peding foraging). So the coral reefs as marine biodiversity warehouse. Currently, the role of coral reefs as a house of biodiversity making it an important resource for a variety of bioactive materials that needed in the medical and pharmaceutical field. the purpose of this study was to determine the percentage of coral cover in the study site which will constitute the initial information in determining the condition of coral reefs in Kangean Islands, Sumenep. This research was conducted on August 2010 in Kangean Island - Sumenep. The results showed that the percentage of the coral cover in the Kangean Island including in adverse conditions.Keywords: Coral reefs, Kangean Island Sumenep, Coral cover
PENGARUH FOSFAT (TSP 36) TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT Y Yunus; Indah Wahyuni Abida; Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.925

Abstract

During its growing and development, sea-weed needs nutrient from sea water, instead of light quality and also sufficient organic matter such as nitrate and phosphat. Phosphat is one of the essential organic matters for metabolism of plants cell and also sea-weed growing. This research is aimed to know the effect of phosphat (TSP 35) addition toward the sea-weed growing Eucheuma cottonii, which was done on Desember 2009 in Laboratorium of marine science, agriculture faculty, Trunojoyo university. The design used for this research is complete random sampling with 5 treatments within phoslat (TSP 36) concentration PO = control, PI =0,1, P2 = 0,2, P3 = 0,4 and P4 = 0,8 ppm with 3 repetitions. The result shows that sea-weed growing is affected by phosphat addition. Treatment PI is significantly different with treatment P3 and P4, and not significantly different with treatment PO don P2. The most appropriate sea-weed growing condition is gained from treatment P4 with value 55,33 gram, with daily-growing average value 0,53%.Kate Kunci: Phosfat (TSP 36), Euchema cottonii, growing.
PERBANDINGAN KECEPATAN PEMBIUSAN DAN RECOVERY IKAN HIAS ZEBRA JAKARTA MENGGUNAKAN SIANIDA DAN MINYAK CENGKEH Wahyu Andy Nugraha; I Insafitri
Jurnal Kelautan Vol 3, No 2: Oktober (2010)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v3i2.916

Abstract

Page 1 of 2 | Total Record : 12