cover
Contact Name
Akhmad Farid
Contact Email
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalkelautan@trunojoyo.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Kelautan : Indonesian Journal of Marine Science and Technology
ISSN : 19079931     EISSN : 24769991     DOI : -
Core Subject :
This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Marine and fisheries ecology and biology, Marine fisheries, Marine technology, biotechnology, Mariculture, Marine processes and dynamics, Marine conservation, Marine pollution, Marine and coastal resource management, Marine and fisheries processing technology, Salt technology, Marine geology, physical and chemical oceanography.
Arjuna Subject : -
Articles 394 Documents
PERFORMA UDANG VANAME Litopenaeus vannamei (Boone, 1931) YANG DIPELIHARA PADA SISTEM BIOFLOC DENGAN SUMBER KARBON BERBEDA Supono Supono; Rehulina Tresia Pinem; Esti Harpeni
Jurnal Kelautan Vol 14, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i2.9191

Abstract

ABSTRACTThe intensive cultivation of Litopenaeus vannamei with biofloc systems is one of the most efficient way to reduce shrimp cost production, because the biofloc can be used as feed subtitution for L. vannamei cultured. The application of the biofloc system in commercial ponds is still experiencing many obstacles so that it is not optimal in supporting the success of cultivation. One of the factors that determine the success of shrimp farming with a biofloc system is the determination of the right organic carbon source. The objective of this research was to know the effect of addition of C-carbohydrate (wheat, tapioca, and mollases) on shrimp growth, survival rate, biomass, efficency of feed and feed conversion ratio of white shrimp L. vannamei. The design of the research was using a completely randomized design, consisted of three experimental treatments with four replications. The result of this research showed that the biofloc systems with addition of C-carbohydrate on growth performance of the shrimps were not significantly different (P0.05) among those treatments. The biofloc technology with addition of C-carbohydrate using treatment B (wheat) showed higher survival rate (SR), biomass, feed conversion ratio (FCR), and feed efficiency were significantly different (P0.05) than the C-carbohydrate from treatment C (tapioca) and D (mollases). The bioflocs system with addition of C-carbohydrate from treatment B (wheat) had SR (75.4±7.2%), biomass (256,8±23,6 g), FCR (1.3±0.1) and efficiency of feed (74.9±7.3%).Keyword: biofloc, wheat, tapioca, mollase,ABSTRAKBudidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) secara intensif menggunakan sistem biofloc merupakan salah satu upaya efisiensi biaya produksi, karena biofloc dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pakan bagi udang vaname yang dibudidayakan. Aplikasi sistem biofloc di tambak komersial masih mengalami banyak kendala sehingga tidak optimal dalam mendukung keberhasilan budidaya. Salah satu faktor yang menentukan keberhasian budidaya udang dengan system biofloc adalah penentuan sumber karbon organic yang tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan sumber karbon organik yang berbeda dalam sistem biofloc terhadap   pertumbuhan, tingkat kelangsungan hidup, biomassa, efisiensi pemanfaatan pakan, dan konversi pakan udang vaname. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dengan 4 ulangan. Ketiga perlakukan sumber karbon organik tersebut adalah gandum, tapioka, dan molase. Pemeliharaan udang vaname dilakukan selama 35 hari.  Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan sistem biofloc dengan penambahan sumber karbon organik yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan mutlak dan spesifik udang vaname (P0.05).  Penggunaan sumber karbon organik yang berbeda berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, biomasa, konversi pakan, maupun efisiensi pakan udang vaname.  Sumber karbon gandum menghasilkan tingkat kelangsungan hidup, biomassa, konversi pakan, dan efesiensi pemanfaatan pakan yang lebih baik dibandingkan dengan sumber karbon tapioka dan molase.  Penggunaan sumber karbon gandum dalam sistem biofloc menghasilkan nilai tingkat kelangsungan hidup 75,4±7,2%, biomassa 256,8±23,6g, FCR 1,3±0,1 dan efisiensi pemanfaatan pakan sebesar 74,9±7,3%.Kata kunci: biofloc, gandum, molase, tapioka
KEANEKARAGAMAN HASIL TANGKAPAN SONDONG DI PERAIRAN LAUT KUALA TUNGKAL KABUPATEN TANJUNG JABUNG TIMUR L Lisna; N Nelwida; Fauzan Ramadan
Jurnal Kelautan Vol 14, No 2: Agustus (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i2.9147

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this research to examine the diversity of the catch of the sondong fishing gear, which includes: main catch, by-catch and discard. The research was conducted in the waters of Kuala Jambi in May 2020. Sampling of the catch of sondong fishing gear was carried out using the purposive sampling method using 4 sondong boats that made 8 trips.. The research data obtained 32 species consisting of 6 species of Main catch, 7 species of By-catch and 18 species of discard. The composition of the catch consisted of 43.4% main catch, 5.2% by-catch and 51.4% discard. From the research results, it can be concluded that the sondong fishing gear is classified as non-environmentally friendly fishing gear.Key words: Sondong, Main Catch, By-catch, Discard ABSTRAKPenelitian ini bertujuan  untuk mengkaji keanekaragaman dari hasil tangkapan alat tangkap sondong, yang meliputi : hasil tangkapan utama, sampingan dan buangan. Penelitian dilakukan di perairan laut Kuala Jambi pada bulan Mei 2020. Pengambilan sampel hasil tangkapan alat tangkap sondong yang dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan 4 buah kapal sondong yang melakukan penangkapan 8 trip. Data hasil penelitian mendapatkan 32 spesies yang terdiri dari 6 spesies merupakan Main catch, 7 spesies By-catch dan 18 spesies discard. Komposisi hasil tangkapan terdiri dari 43,4 % main catch, 5,2% By-catch dan 51,4% discard. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alat tangkap sondong tergolong alat tangkap tidak ramah lingkungan.Kata kunci : sondong, utama, sampingan dan buangan
POLA SEBARAN HORISONTAL LOGAM BERAT TIMBAL (PB) DAN ZENG (ZN) PADA SEDIMEN DI PERAIRAN MUARA SUNGAI KALIGUNG TEGAL Pratama Andika Rondi; Lilik Maslukah; Warsito Atmodjo
Jurnal Kelautan Vol 14, No 1: April (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i1.8481

Abstract

ABSTRACTMuara Kaligung receives waste from industry and human activities. This condition will have an impact on the accumulation of heavy metals in the sediment. The high concentration of heavy metals in the waters can endanger the survival of living organisms in the waters. The purpose of this study was to determine the concentration and distribution pattern of the heavy metals lead (Pb) and zinc (Zn) sediments in the Kaligung estuary, Tegal and to analyze their relationship to organic carbon and sediment grain size and flow patterns. The method used is descriptive exploratory and the selection of station points using purpose sampling. Sediment sampling in September 2018. Heavy metal analysis using Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), at the Chemical Laboratory, University of Jakarta. The distribution pattern of heavy metal concentrations used QGIS software. The results showed that the concentration of lead (Pb) was between 17.8 ppm - 31.4 ppm and zinc (Zn) ranged from 107.1 ppm - 112.1 ppm. The metal distribution pattern is concentrated in front of the estuary and then decreases towards the sea. The simple linear model analysis of metals to organic carbon has a coefficient of determination (R2) for Pb and Zn of 0.4 and 0.3, respectively. This model explains that the distribution of Pb and Zn metals is influenced by organic carbon by 40% and 30%. Other environmental factors that affect the distribution are grain size and current patterns.Keywords: organic carbon, Pb, Zn, Kaligung estuary, current patternABSTRAKMuara Sungai Kaligung menerima limbah yang berasal dari industri dan aktivitas manusia. Kondisi tersebut akan berdampak terhadap akumulasi logam berat pada sedimen. Logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) di perairan dapat membahayakan keberlangsungan organisme hidup di perairan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pola persebaran konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) pada sedimen dan menganalisis faktor keterkaitannya dengan bahan organik dan ukuran butir sedimen serta pola arus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dan penentuan titik stasiun berdasarkan metode purpose sampling. Pengambilan sampel sedimen dilakukan pada bulan September 2018. Analisis logam berat menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Laboratorium Kimia Universitas Negeri Jakarta. Pola sebaran konsentrasi logam berat menggunakan softtware QGIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai konsentrasi logam berat timbal (Pb) berkisar antara 17,8 ppm – 31,4 ppm dan seng (Zn) berkisar antara 107,1 ppm – 112,1 ppm. Pola sebaran logam terkonsentrasi di depan muara dan kemudian mengalami penurunan ke arah laut. Tingginya konsentrasi logam berat timbal (Pb) dan seng (Zn) tidak selalu diikuti tingginya bahan organik. Hasil analisis model linier sederhana antara logam timbal (Pb) dan seng (Zn) terhadap bahan organik memiliki koefisien determinasi (R2=0,4) dan (R2=0,3), secara berturut-turut. Model ini menjelaskan bahwa keberadaan logam Pb dipengaruhi oleh bahan organik sebesar 40% dan dan Zn sebesar 30%. Ada faktor lingkungan lain yang turut mempengaruhi konsentrasinya, seperti ukuran butir dan pola arus. Kata Kunci: bahan organik, Pb, Zn, muara sungai Kaligung, pola arus
STUDY OF NUTRITIONAL CONTENTS OF SEA URCHIN GONAD FROM DRINI BEACH, GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA Delianis Pringgenies; Richardus Mahatmada Indrajati; Ali Djunaedi
Jurnal Kelautan Vol 13, No 3: Desember (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i3.7808

Abstract

ABSTRACTThis paper aims to determine the types and contents of protein, fatty acids, amino acids and protein in the gonads of Arbacia lixula, Colobocentrotus atratus, Heterocentrotus trigonarius and Echinotrix diadema from the waters of Drini, Gunung Kidul, Yogyakarta. Kjedal method was used to analyze the protein content, while GC and HPLC methods were employed to analyze amino acids in this study. The results showed that the protein contents of each sample, consequently from highest to lowest, were Heterocentrotus trigonarius (13.3 %), Echinotrix diadema (10.86), Colobocentrotus atratus (10.41) and Arbacia lixula (9.90%). Amino acids analysis from all identified both saturated fatty acids, consisting of lauric acid, myristic acid, palmitic acid, stearic acid, arachidonic acid, lignoceric acid, as well as non-saturated fatty acids, consisting of palmitoleic acid, oleic acid, linoleic acid, erucic acid, EPA, and DHA. The highest contents of non-saturated fatty acids were identified in Colobocentrotus atratus (434.14 mg/100g) and the lowest content in Arbacia lixula (197.71 mg/100g). The highest percentage of essential fatty acids was found in Heterocentrotus trigonarius (0.29%), whereas the lowest was found in Echinotrix diadema (0.19 %). It is concluded that the gonad of Heterocentrotus trigonarius showed the highest protein and essential fatty acids contents. This study also found that Colobocentrotus atratus sea urchin gonads possess the highest content of non-saturated fatty acids (434.14 mg/100g).  Keywords: amino acid, fatty acid, protein, sea urchin gonad.
KARAKTERISTIK PASANG SURUT DI PERAIRAN PULAU BINTAN BAGIAN TIMUR MENGGUNAKAN METODE ADMIRALTY K Khairunnisa; Dony Apdillah; Risandi Dwirama Putra
Jurnal Kelautan Vol 14, No 1: April (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i1.9928

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze of tidal in the Eastern Bintan Island waters, including the harmonic constant value, water level elevation and type of tidal. This study used tidal observation data obtained from the Badan Informasi Geospasial (BIG) during 2015-2019. The tidal harmonic constant value is calculated using the Admiralty method, which is one of the harmonic methods that calculates the mean sea level and the sinuoidal function. Admiralty calculations used schemes and tables which are operationalized by Excel software. The water level field observation was carried out in August 2020 with the Tide master instrument. The analysis results obtained 9 harmonic constants which are then used to determine the Formzahl number and water level elevation. Furthermore, the calculation results of harmonic constants and water level elevations are used in tidal forecasting for the next 8 months using Worldtides software. The results showed that the Eastern Bintan Island waters had a tye of Mixed Tide Prevailing Semi Diurnal. Meanwhile, the water level elevation has a Mean High Water Spring (MHWS) of 403.2 cm (SE±3.2), Mean High Water Level (MHWL) of 381.6 cm (SE ± 3.47), Mean Sea Level (MSL) value was 268.2 cm (SE±3.1), Mean Low Water Level (MLWL) was 154.6 cm (SE±2.77) and Mean Low Water Spring (MLWS) was 133 cm (SE±3.1). Tide prediction accuracy test results obtained RMSE value generated at 0.098. These results indicate a small error rate, it can be used as a reference for development planning in the Eastern Bintan Island waters.Keywords: Admiralty, Eastren Bintan Island, Tidal, Water level elevationABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik pasang surut di Perairan Pulau Bintan Bagian Timur mencakup nilai konstanta harmonik, elevasi muka air dan tipe pasang surut. Penelitian menggunakan data observasi pasang surut yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG) selama tahun 2015-2019. Nilai konstanta harmonik pasang surut dihitung menggunakan metode Admiralty, yakni merupakan salah satu dari metode harmonic yang perhitungannya melibatkan kedudukan permukaan air laut rata-rata dan fungsi sinuoidal. Perhitungan Admiralty menggunakan bantuan skema dan Tabel yang dioperasionalkan dengan perangkat lunak Excel. Pengamatan lapang tinggi air dilakukan pada Bulan Agustus 2020 dengan instumen Tide master. Hasil analisis diperoleh 9 konstanta harmonik yang selanjutnya digunakan untuk menentukan bilangan Formzahl dan elevasi muka air. Selanjutnya hasil perhitungan konstanta harmonik dan elevasi muka air digunakan dalam peramalan pasang surut untuk 8 bulan kedepan menggunakan perangkat lunak Worldtides. Hasil penelitian menunjukan wilayah peraian Pulau Bintan Bagian Timur memiliki tipe pasang surut campuran condong harian ganda. Sedangkan elevasi tinggi muka air memiliki rerata tinggi muka air pada saat pasang purnama (MHWS) sebesar 403,2 (SE±3,2) cm, rata-rata MHWL sebesar 381,6 (SE±3,47) cm, rata-rata nilai MSL 268,2 (SE±3,1) cm, rata-rata MLWL 154,6 (SE±2,77) cm dan rata-rata MLWS sebesar 133 (SE±3,1) cm.  Hasil uji akurasi prediksi pasang surut diperoleh nilai RMSE yang dihasilkan sebesar 0,098. Hasil ini menunjukan tingkat kesalahan yang kecil, dapat digunaan sebagai bahan referensi untuk perencanaan pembangunan di perairan Pulau Bintan Bagian Timur.Kata kunci: Admiralty, Elevasi muka air, Pasang surut, Pulau Bintan Bagian Timur
KAJIAN STOK RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PENDARATAN IKAN DESA BANCARAN BANGKALAN Nur Dina Kamelia; Firman Farid Muhsoni
Jurnal Kelautan Vol 13, No 3: Desember (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i3.7523

Abstract

ABSTRACTBlue Swimming Crab (Portunus pelagicus) is an important commodity because it has high economic value and market demand both at home and abroad is still high. The higher demand for crabs for export makes the existence of crabs decrease. The purpose of this study is to assess the status of crab stocks (Portunus pelagicus) in the landing fish of Bancaran village, Bangkalan which includes growth rates, mortality, exploitation rates and recruitment patterns. This research was conducted in December 2019-February 2020. The small crab samples were caught by local fishermen using gill nets with a mesh size of 3.0-3.5 inches with a total sample of 624 in which 339 male crab and 285 females. The range of carapace widths is 5.24-13.83 cm which consists of 3 groups of sizes where as a whole the small crab in Bancaran Village, Bangkalan has an average carapace width ranging from 10.46 cm with a weight of 76.5 g. In general the growth patterns of male, female, and combined crabs are allometric negative (α, 0.05) with a growth equation Lt = 19.5 [1-e-0.11 (t - (- 0.5652))]. The natural mortality rate (M) of the crab is 0.49 per year and the catch mortality rate (F) is 0.40 per year, so that the crab exploitation rate (E) is known to be 45% (under fishing). The cradle recruitment pattern in the research location was the highest in June (17.77%).Keywords: Blue Swimming crab (Portunus pelagicus), Stock, Growth Rate, Mortality, Exploitation, RecruitmentABSTRAKRajungan (Portunus pelagicus) merupakan komoditas yang penting karena mempunyai nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar baik di dalam maupun luar negeri masih tinggi. Semakin tingginya permintaan akan rajungan untuk diekspor membuat eksistensi dari rajungan menjadi semakin menurun. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji status stok rajungan (Portunus pelagicus) di pendaratan ikan desa Bancaran, Bangkalan yang meliputi laju pertumbuhan, mortalitas, tingkat eskploitasi dan pola rekrutmen. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019-Februari 2020. Sampel rajungan yang ditangkap nelayan setempat menggunakan jaring insang dasar dengan mesh size 3,0-3,5 inci dengan total sampel berjumlah 624 ekor dimana 339 ekor rajungan jantan dan 285 ekor betina. Kisaran lebar karapas 5,24-13,83 cm yang terdiri atas 3 kelompok ukuran dimana secara keseluruhan rajungan di Desa Bancaran, Bangkalan memiliki rata-rata lebar karapas berkisar antara 10,46 cm dengan bobot 76,5 g. Secara umum pola pertumbuhan rajungan jantan, betina, dan gabungan adalah allometrik negatif (α, 0.05) dengan persamaan pertumbuhan Lt = 19,5 [1-e-0,11(t-(-0,5652))]. Laju mortalitas alami (M) rajungan sebesar 0,49 per thaun dan laju mortalitas penangkapan (F) 0,40 per tahun, sehingga diketahui laju eksploitasi rajungan (E) sebesar 45% (under fishing). Pola rekrutmen rajungan di lokasi penelitian tertinggi pada bulan Juni (17,77%).Kata kunci : Rajungan (Portunus pelagicus), Stok, Laju Pertumbuhan, Mortalitas, Eksploitasi, Rekrutmen
IDENTIFIKASI BAKTERI BIOREMEDIASI PENDEGRADASI TOTAL AMMONIA NITROGEN (TAN) Ramaita Ajizah Yuka; Agus Setyawan; S Supono
Jurnal Kelautan Vol 14, No 1: April (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i1.8499

Abstract

ABSTRACTIncreasing the amount of feeding in shrimp culture feeding will trigger the accumulation of organic matter and toxic compounds in the form of waste in the pond. One of the effort that can be done is bioremediation or the return system of environmental conditions that are polluted through the addition of certain bacteria. This research aims to identify bioremediation degradation bacteria in shrimp pond waste. This study was held in November 2019 - March 2020. Twelve isolates of bacteria wich isolated from the shrimp pond sediment at Pasir Sakti, East Lampung and cultured on sewage media. Subsequent samples were screened to select total ammonia nitrogen (TAN) degradation bacteria candidates. Bacterial isolates with the best activity are subsequently identified morphologically including cell form, Gram test, motility, and molecular identification with 16S rRNA sequential analysis. The results showed that the best isolate were able to reducing TAN was T4.10 isolate with activity able to reduce TAN by 0,404 mg/L. Morphological, biochemical, and molecular identification confirm that the isolate was 100% Bacillus megaterium bacteria. These bacteria can be used as bioremediation candidates. Shrimp pond waste will be degraded into compounds that can be reused for shrimp metabolic processes, so the sustainability aquaculture can happened.Keywords: Bacillus megaterium, Bioremediation, Screening, Shrimp Pond, Total Ammonia Nitrogen.ABSTRAKPeningkatan jumlah pemberian pakan budidaya udang akan memicu terjadinya akumulasi bahan organik dan senyawa toksik berupa limbah dalam tambak. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah bioremediasi atau sistem pengembalian kondisi lingkungan yang tercemar melalui penambahan bakteri tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri bioremediasi pendegradasi limbah tambak udang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2019 – Maret 2020. Dua belas isolat bakteri diisolasi dari sedimen tambak udang vaname Pasir Sakti, Lampung Timur pada media Sewage. Sampel selanjutnya dilakukan penapisan (skrining) untuk memilih kandidat bakteri pendegradasi Total Ammonia Nitrogen (TAN). Isolat bakteri dengan aktivitas terbaik selanjutnya diidentifikasi secara morfologi meliputi bentuk sel, uji Gram, motilitas, dan identifikasi secara molekuler dengan analisis sekuen 16S rRNA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat terbaik yang mampu menurunkan TAN yaitu isolat T4.10 dengan aktivitas mampu menurunkan TAN sebesar 0,404 mg/L. Identifikasi morfologi, biokimia, dan molekuler mengkonfirmasi bahwa isolat tersebut 100 % merupakan bakteri Bacillus megaterium. Bakteri tersebut dapat dijadikan sebagai kandidat bioremediasi. Limbah tambak udang akan di degradasi menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan kembali untuk proses metabolisme udang sehingga terjadi akuakultur berkelanjutan (Sustainable aquaculture).Kata kunci: Bacillus megaterium, Bioremediasi, Tambak udang, Total Ammonia Nitrogen.
PERUBAHAN SEBARAN LIMBAH AIR PANAS PT. PJB UP MUARA KARANG AKIBAT MASTERPLAN REKLAMASI Alfath Islami; Rudhy Akhwady; M Mauludiyah
Jurnal Kelautan Vol 13, No 3: Desember (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i3.7823

Abstract

ABSTRACTThe reclamation master plan in muara karang waters has the potential to influence the hydrodynamic conditions and the temperature distribution of the waters affected by the inclusion of hot water waste from the PT.PJB UP muara karang power plant activities. The purpose of this study is to determine changes in current patterns and the heat distribution of waste water from PT. PJB UP muara karang due to the reclamation master plan in muara karang waters, north Jakarta. this research uses hydrodynamic modeling. The hydrodynamic modelling is based on continuity and momentum equations. The model produced in this study is quite in accordance with field conditions with a relative error value less than 15%. the conditions of reclamation masterplan result the change of current patterns, especially around the intake canal where the current velocity decreased due to obstruction of water mass flow by islands g and h and the canal boundary on both. the changes of the current pattern inflicted the changes of distribution pattern of heat water waste in muara karang. Increased water temperatures due to the reclamation masterplan occur in the western and eastern areas with a difference in water temperature of 0.35oc - 1oc compared to post reclamation conditions. this is inversely proportional to the temperature in the area around the intake canal which is decreased with a temperature difference of -1oc to -3oc.keyword: Reclamation, Thermal dispersion, ModelingABSTRAKRencana induk reklamasi di perairan Muara Karang berpotensi mempengaruhi kondisi hidrodinamika dan distribusi temperatur perairan yang dipengaruhi oleh masuknya limbah air panas dari kegiatan PLTU PT.PJB UP Muara Karang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pola arus dan distribusi kalor air limbah dari PT. PJB UP Muara Karang karena adanya rencana induk reklamasi di Perairan Muara Karang, Jakarta Utara. Penelitian ini menggunakan pemodelan hidrodinamik. Pemodelan hidrodinamika didasarkan pada persamaan kontinuitas dan momentum. Model yang dihasilkan pada penelitian ini cukup sesuai dengan kondisi lapangan dengan nilai error relatif kurang dari 15%. Kondisi masterplan reklamasi mengakibatkan terjadinya perubahan pola arus terutama disekitar intake canal dimana kecepatan arus menurun akibat terhambatnya aliran massa air oleh pulau G dan H serta batas saluran pada keduanya. Perubahan pola arus tersebut menyebabkan terjadinya perubahan pola sebaran limbah air panas di Muara Karang. Peningkatan suhu air akibat masterplan reklamasi terjadi di wilayah barat dan timur dengan perbedaan suhu air 0,35oC - 1oC dibandingkan kondisi pasca reklamasi. Hal ini berbanding terbalik dengan temperatur di sekitar saluran intake yang mengalami penurunan dengan perbedaan temperatur -1oC sampai -3oC.Kata Kunci: Reklamasi; Sebaran Panas; Pemodelan
FORTIFIKASI PAKAN IKAN DENGAN TEPUNG RUMPUT LAUT Gracilaria sp. PADA BUDIDAYA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Luh Putu Mitha Dhila Endraswari; Nunik Cokrowati; Salnida Yuniarti Lumbessy
Jurnal Kelautan Vol 14, No 1: April (2021)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v14i1.9991

Abstract

ABSTRACTTilapia is a fishery commodity and plays a role in supporting national food security. The development of tilapia aquaculture needs to be carried out, including the development of feed. Feed fortification with other ingredients can reduce the production costs of tilapia aquaculture. Fortification that can be done includes using seaweed. Seaweed is an algae that is used as raw material in various industries because seaweed has good nutritional content. This study aims to analyze the effect of fortification of fish feed with Gracilaria sp. on growth, survival, feed efficiency and FCR of cultured tilapia. The research method used is an experimental method. This study used a completely randomized design (CRD) using four (4) treatments of fortification of fish feed with Gracilaria sp. Seaweed flour. in the cultivation of tilapia (Oreochromis niloticus) with 3 replications, namely the P1 Control treatment (without the addition of Gracilaria sp. seaweed flour) P2 (Gracilaria sp. 4% seaweed flour), P3 (Gracilaria sp. 8% seaweed flour) , P4 (Gracilaria sp. 12% seaweed flour). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a significant level of 5% with a confidence interval of 95% and continued with the Duncan test. The results showed that the absolute length growth of tilapia during 42 days of rearing with artificial feeding at various fortification concentrations of Gracilaria sp. Seaweed flour. ranged from 8.43 cm -1.2cm. Fortification treatment of Gracilaria sp. 8% (P3) gave the highest average value of growth in absolute weight, namely 32.17 g. The specific weight growth rate of tilapia ranged from 1.34% / day -1.74% / day. Tilapia FCR ranged from 1.79% - 2.31% and the efficiency of feed utilization ranged from 43.37% - 56.29%. The survival rate for tilapia ranged from 73.3% - 76.7%. The conclusion of this study is the fortification of fish feed with seaweed flour Gracilaria sp. can affect the absolute growth of tilapia (Oreochromis niloticus), but does not affect the specific growth rate, FCR value, feed efficiency and survival rate.Keywords: nutrition, food, growth, survival, feed efficiency.ABSTRAKIkan nila merupakan komoditas perikanan dan berperan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan budidaya ikan nila perlu terus dilakukan, diantaranya adalah pengembangan pakan. Fortifikasi pakan dengan bahan lainnya dapat mengurangi biaya produksi budidaya ikan nila. Fortifikasi yang dapat dilakukan diantaranya dengan menggunakan rumput luat. Rumput laut merupakan alga yang dimanfaatkan sebagai bahan baku di berbagai industri karena rumput laut memiliki kandungan nutrisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fortifikasi pakan ikan dengan tepung rumput laut Gracilaria sp. terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan FCR ikan nila yang dibudidaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan menggunakan empat (4) perlakuan fortifikasi pakan ikan dengan tepung rumput laut Gracilaria sp. pada budidaya ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan 3 kali ulangan, yaitu perlakuan P1 Kontrol (tanpa penambahan tepung rumput laut Gracilaria sp.) P2 (tepung rumput laut Gracilaria sp. 4%), P3 (tepung rumput laut Gracilaria sp. 8%), P4 (tepung rumput laut Gracilaria sp. 12%). Data dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) pada taraf nyata 5% dengan selang kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pertumbuhan panjang mutlak ikan nila selama 42 hari masa pemeliharaan dengan pemberian pakan buatan pada berbagai konsentrasi fortifikasi tepung rumput laut Gracilaria sp. berkisar antara 8,43 cm –1,2cm. Perlakuan fortifikasi tepung rumput laut Gracilaria sp. 8% (P3) memberikan nilai rata-rata pertumbuhan berat mutlak tertinggi yakni 32,17 g. Laju pertumbuhan berat spesifik ikan nila berkisar antara 1,34 %/hari –1,74 %/hari. FCR ikan nila berkisar antara 1,79 % – 2,31% dan efisiensi pemanfaatan pakan  berkisar antara 43,37 % – 56,29%. Tingkat kelangsungan hidup ikan nila berkisar antara 73,3 % – 76,7%. Kesimpulan penelitian ini adalah fortifikasi pakan ikan dengan tepung rumput laut Gracilaria sp. dapat mempengaruhi pertumbuhan mutlak ikan nila (Oreochromis niloticus), namun tidak berpengaruh terhadap laju pertumbuhan spesifik, nilai FCR, efisiensi pakan dan tingkat kelangsungan hidupnya.   Kata kunci : Nutrisi, pangan, pertumbuhan, kelangsungan hidup, efisiensi pakan.
ANALISA TEMPORAL SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT TAHUN 2018 HINGGA 2020 DENGAN DATA CITRA TERRA MODIS Aulia Azizah; Hendrata Wibisana
Jurnal Kelautan Vol 13, No 3: Desember (2020)
Publisher : Department of Marine Sciences, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jk.v13i3.7550

Abstract

ABSTRACTSea surface temperature (SPL) information is the most important water quality parameter in the ocean, especially in coastal areas. Remote sensing technology with Terra Modis satellite data is used for periodic monitoring of SPL changes. The purpose of this study was to analyze the temporal distribution of SPL on the coast of Malang, East Java. The data used are SPL data from Terra-MODIS satellite sensors in May 2018, 2019 and 2020. Analysis of the data used is descriptive analysis which includes temporal analysis of SPL based on SPL fluctuations in graphical form. The results showed that the temporal variation of the 2018-2020 SPL on the coast of Malang tends to increase. The SPL value in 2018 varies between 25 ° C - 26 ° C while in 2019 it varies between 26 ° C - 27 ° C and in 2020 it ranges between 30 ° C - 31 ° C. The highest average SPL value from 2018 - 2020 is in 2020 with a temperature of 30.58 ° C. In an effort to model sea surface temperatures used calculations using mathematical models. From the results obtained it can be concluded that the most optimal mathematical model is derived from the wavelength of 667 nm on May 23, 2020 with the equation model y = -0,498ln (x) + 27,936 which results in a correlation value of R = 0.6561.Keywords: sea surface temperature, terra modis, satellite, mathematical models.ABSTRAKInformasi suhu permukaan laut (SPL) merupakan parameter kualitas perairan yang paling penting di lautan terutama kawasan pesisir. Teknologi penginderaan jauh dengan data satelit Terra-MODIS digunakan untuk pemantauan perubahan SPL secara berkala. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sebaran temporal SPL di pesisir pantai Malang, Jawa Timur. Data yang digunakan adalah data SPL dari sensor satelit Terra Modis bulan Mei 2018, 2019 dan 2020. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yang meliputi analisis SPL secara temporal berdasarkan fluktuasi SPL dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukan bahwa variasi temporal SPL tahun 2018-2020 di pesisir Malang cenderung mengalami peningkatan. Nilai SPL tahun 2018 bervariasi antara 25°C – 26°C sedangkan tahun 2019 bervariasi antara 26°C – 27°C dan tahun 2020 berkisar antara 30°C – 31°C. Nilai SPL rata-rata tertinggi dari tahun 2018 – 2020 berada pada tahun 2020 dengan suhu 30,58°C. Dalam upaya memodelkan suhu permukaan laut digunakan perhitungan dengan menggunakan model matematika. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa model matematis yang paling optimal berasal dari panjang gelombang 667 nm pada tanggal 23 Mei 2020 dengan model persamaan y = -0,498ln(x) + 27,936 yang menghasilkan nilai korelasi R = 0,6561.Kata Kunci: suhu permukaan laut, terra modis, satelit, model matematis.