cover
Contact Name
Yuliana Rakhmawati
Contact Email
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Phone
+628562991762
Journal Mail Official
jurnalkomunikasiutm@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Komunikasi, Universitas Trunojoyo Madura
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Komunikasi
ISSN : 19784597     EISSN : 25494902     DOI : https://doi.org/10.21107/komunikasi
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2020): Maret" : 8 Documents clear
Pengaruh Penggunaan Tagline KFC "Jagonya Ayam!" Terhadap Pembentukan Brand Association Vanya Kirana; Vidya Fitri Ferdiansyah; Melisa Arisanty
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.557 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.5548

Abstract

Restoran cepat saji yang semakin menjamur di Indonesia membuat persaingannya semakin ketat. Masing-masing restoran cepat saji harus memiliki keunggulan strategi pemasaran untuk mempertahankan keberadaan mereknya dan dapat tetap bersaing. KFC, salah satu restoran cepat saji di Indonesia yang menggunakan tagline sebagai strategi pemasarannya. Penggunaan tagline yang efektif dapat membentuk brand association yang berguna membentuk makna dibenak konsumen terhadap brand KFC. Maka diperlukan penelitian yang dapat mengkaji hubungan antara penggunaan tagline terhadap pembentukan brand association pada konsumen KFC Bintaro Sektor 9. Pengumpulan data menggunakan cara penyebaran kuesioner sesuai sampel yaitu 100 konsumen KFC. Tinjauan pustaka dimulai dari penjelasan konsep komunikasi pemasaran, dilanjutkan konsep tagline, lalu konsep brand association hingga teori brand personal resonance. Uji yang dilakukan menggunakan rumus Pearson dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan tagline dan pembentukan brand association tergolong kuat karena berpengaruh 44% serta nilai korelasi antara Variabel X dan Y yaitu 0,644. 
Teori Manajemen Identitas: Kajian tentang Faceworks dalam Hubungan antar Budaya Nikmah Suryandari
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.481 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.7171

Abstract

Teori Manajemen Identitas (TMI) memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai kompetensi komunikasi antar budaya dengan cara mengklarifikasikan hubungan antara manajemen identitas dengan strategi tatap muka, Prinsip dari teori ini memperoleh dukungan dari beberapa hasil penelitian dan memiliki ketahanan yang baik terhadap kritik-kritik. Teori Manajemen Identitas (TMI)  disusun dalam kerangka kerja heuristis untuk membantu memahami kerumitan / kompleksitas dari manajemen identitas dalam kaitannya dengan interaksi antar budaya. Meskipun TMI tidak disusun dalam bentuk preskriptif 'berbentuk ketentuan', Teori Manajemen Identitas (TMI) menyajikan beberapa prinsip terhadap perkembangan kompetensi komunikasi pada  pasangan antar budaya, yaitu (a) Menentukan hubungan identitas melalui peningkatan coactions,konvergensi simbolik, dan koordinasi suatu hubungan dari aturan-aturan , (b) Memandang perbedaan budaya sebagai aset bukan hambatan, dan (c) mengetahui bahwa manajemen identitas dan hubungan 'relasi' dapat dianalogikan seperti dua sisi uang logam.
Branding “Kampong Parjhuge” sebagai Destinasi Kampung Pendidikan Karakter Mahasiswa di Lingkungan Universitas Trunojoyo Madura Fachrur Rozi
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.783 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6974

Abstract

Masalah keamanan akhir-akhir ini masih menjadi topik diskusi tanpa akhir di sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura. Problema ini jika tidak ada langkah nyata baik dari pihak berwenang, aparat desa, pemerintah kabupaten, bahkan kampus UTM sendiri akan menimbulkan masalah baru. Tentu saja, penduduk lokal dan mahasiswa UTM akan dirugikan. Mereka akan selalu merasa cemas, dan takut dengan masalah tersebut. Selain itu, perilaku asosial dengan banyak rumah kos dan mahasiswa sewaan menjadi kerumitan masalah baru yang mengarah pada munculnya ide tentang konsep pendidikan karakter di lingkungan UTM. Pengabdian masyarakat yang dikemas sebagai bentuk kegiatan, dan branding desa harapannya desa bisa memiliki ciri khas dan siappun yang berada di desa tersebut mampu mendapatkan perubahan karakter yang lebih baik.
Peran Komunikasi antara Guru dan Murid dalam Membangun Minat Belajar di Komunitas Jendela Jakarta Rizki Putri Nadia; Santi Delliana
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.539 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.7019

Abstract

Komunitas Jendela Jakarta adalah komunitas yang berfokus pada pendidikan non-formal. Relawan komunitas memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, sehingga gaya mengajar masing-masing relawan juga berbeda. Psikologi dan gaya belajar siswa yang bervariasi membutuhkan pola komunikasi baru. Studi ini meneliti pola komunikasi guru dalam membangun minat siswa di Komunitas Jendela Jakarta dan bagaimana mengatasi hambatan komunikasi yang ditemukan selama proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Informan dalam penelitian ini adalah guru, sukarelawan, dan koordinator Divisi Hubungan Komunitas Jendela Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan oleh sukarelawan Komunitas Jendela Jakarta untuk meningkatkan minat belajar adalah melalui pendekatan pribadi, diskusi, dan negosiasi. Metode pembelajaran menggunakan media visual dan berbicara tentang pembelajaran aktif. Namun, kendala dalam proses pembelajaran masih sering ditemukan dalam bentuk kurangnya antusiasme, perilaku bodoh, dan melarikan diri dari kelas karena mereka tidak tertarik. Solusi yang biasa adalah memberikan kebebasan untuk bermain di luar kelas untuk menghilangkan kebosanan, mendekati siswa, membujuknya perlahan untuk mau mengikuti pelajaran.
“Smart Flight” sebagai Bentuk Pelatihan Pilot Drone oleh Pasukan Drone Bogor Indonesia Riris Endah Respati; Irwansyah Irwansyah
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.584 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.5503

Abstract

Banyaknya kasus drone yang mengancam keselamatan dan keamanan baik di Indonesia maupun di luar negeri, membuat banyak orang menjadi khawatir tentang drone itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat orang-orang paham mengenai keselamatan, keamanan, dan regulasi tentang drone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara. Informan yang akan diwawancarai adalah Sigit Pramono sebagai Ketua dan pendiri dari Pasukan Drone Bogor Indonesia. Pasukan Drone Bogor Indonesia merupakan komunitas yang menciptakan sebuah konsep sertifikasi pelatihan bagi pilot drone yang dinamakan Smart Flight. Pelatihan Smart Flight berisi tentang hal teknis dan sistem tentang drone, keselamatan, peraturan dan regulasi dari pemerintah. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai masukan bagi pilot drone yang telah memiliki sertifikasi dengan membuka peluang pekerjaan baru dan menambah nilai tawar menawar di mata klien. Paham pada aturan dan regulasi, akan membuat angka kecelakaan karena drone menjadi berkurang.
Pembentukan Konsep Keintiman Berdsarkan Social Information Processing Theory pada Komunitas Sehatmental.id Casey Catherina; Rino F Boer; Mei Talia; Stephanie Cecilia
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (746.909 KB) | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6035

Abstract

Kesehatan mental telah menjadi isu global di berbagai negara sehingga diperlukan penanganan yang serius terhadap isu ini. Di Indonesia sendiri, masyarakat yang mengalami gangguan mental semakin meningkat tajam. Sejalan dengan meningkatnya jumlah komunitas di media sosial yang menyuarakan pentingnya kesehatan mental, ada optimisme bahwa upaya kesehatan mental dapat dilakukan juga melalui media sosial. Namun, benarkah media sosial dapat membangun semangat volunteer (ingin ikut terlibat secara langsung) karena keintiman yang terjalin didalamnya? Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui konsep keintiman yang terbentuk dalam gerakan sosial kesehatan mental berdasarkan social information processing theory. Penelitian ini menggunakan konsep keintiman dari teori social information processing oleh Joseph Walther. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada individu – individu di Komunitas Sehatmental.id. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap 7 informan dari Komunitas Sehatmental.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keintiman tidak terjadi pada individu – individu di Komunitas Sehatmental.id. Hubungan yang terbentuk bersifat impersonal karena hanya berfokus pada peran masing – masing anggota di dalam komunitas dan kegiatan yang akan dilaksanakan. Hal ini berdampak pada anggota volunter yang sering berganti – ganti di dalam Komunitas Sehatmental.id. Kecepatan respon yang diberikan saat berinteraksi pun tidak membuat anggota komunitas merasa lebih dekat satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan kata “kita” atau “kamu” dapat membuat followers merasa dilibatkan. Namun, interaksi di media sosial sering kali dirasa tidak cukup sehingga perlu dilakukan pertemuan tatap muka di antara anggota dengan pengurus.
Strategi Komunikasi Politik Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019 sebagai Humas Pemerintah Silvanus Alvin
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6031

Abstract

Keberadaan Government Public Relations itu penting di tengah tuntutan keterbukaan informasi. Meski demikian, penelitian yang membahas topik ini di lingkup istana masih minim. Berangkat dari keresahan tersebut penelitian ini dilakukan untuk mengungkap strategi yang diterapkan oleh Juru Bicara Wakil Presiden periode 2014-2019 sebagai humas pemerintah. Metode yang dipakai dalam penelitian kualitatif ini adalah wawancara mendalam serta observasi terhadap Husain Abdullah selaku Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019. Terdapat beberapa tahapan-tahapan strategi yang diterapkan, yakni penentuan citra pihak yang direpresentasikan, penentuan publik sasaran, menjalankan fungsi manajemen komunikasi dan fungsi proteksi, serta evaluasi. Selain itu, temuan menarik dari penelitian ini membuktikan Husain Abdullah sebagai Juru Bicara Wakil Presiden 2014-2019 diberikan keleluasaan dalam menentukan strategi komunikasi politik yang ia rasa penting dilakukan, tanpa perlu melapor ataupun mendapat persetujuan dari Jusuf Kalla sebagai pihak yang direpresentasikan. Beberapa bentuk keleluasaan itu antara lain adalah kebebasan dalam menginterpretasikan pesan wakil presiden kemudian menyebarluaskan kepada pers, berperan pula sebagai penasihat (advisor) yang bisa memberi masukan-masukan, serta menentukan konten-konten mana yang layak di media sosial tanpa perlu persetujuan Jusuf Kalla
Pengaruh Special Event Pembukaan ASIAN GAMES ke-18 Tahun 2018 terhadap Reputasi Ketua Panitia INASGOC Alfilonia Harwinda; Andre Ikhsano
Jurnal Komunikasi Vol 14, No 1 (2020): Maret
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi UTM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/ilkom.v14i1.6029

Abstract

Penelitian ini penting karena dilihat dari kesuksesan pembukaan acara Asian Games ke-18 tahun 2018 yang megah dan spektakuler berkaitan dengan reputasi ketua panitia INASGOC. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa adakah pengaruh dan seberapa besar pengaruh special event pembukaan Asian Games ke 18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC dari sudut pandang teori harapan melalui special event, dan reputasi. Dalam penelitian ini ada 2 variabel yaitu variabel X (special event) menggunakan 8 dimensi terdiri dari uniqueness, perishability, intangibility, ritual or ceremony, ambience and service, personal contact and interaction, labour intensive, dan fixed timescale sedangkan variabel Y (reputasi) menggunakan 4 dimensi terdiri dari kredibilitas, terpercaya, keterandalan dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini melalui metode penelitian kuantitatif dengan menguji regresi linear sederhana, koefisien persamaan regresi, uji anova, analisis korelasi, dan uji normalitas. Responden dalam penelitian ini adalah 100 orang responden yang menonton langsung pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 di Gelora Bung Karno Jakarta. Penelitian ini mendapatkan hasil dari Pearson Correlation Product Moments menunjukkan sebesar 0,628 bahwa terdapat pengaruh positif dan kuat yang signifikan antara special event pembukan Asian Games ke-18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC.  Penelitian ini juga terdapat besar pengaruh special event pembukaan Asian Games ke-18 tahun 2018 terhadap reputasi ketua panitia INASGOC adalah 39,4%.

Page 1 of 1 | Total Record : 8