cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Konstruksi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 378 Documents
Pengaruh Penggunaan Agregat Abu Batu Sebagai Pengganti Agregat Halus Alami Terhadap Sifat-Sifat Beton Bayu Zamzam Nurjaman; Roestaman Roestaman; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.890

Abstract

Kabupaten Garut terdapat kekayaan kekayaan alam, salah satunya adalah agregat yang dapat digunakan sebagai agregat material pengisi pada campuran beton. Berdasarkan sudut pandang sumber, agregat dibagi menjadi dua jenis: agregat alami dan agregat buatan. Penggunaan struktur beton menyebabkan permintaan pasir yang besar, sehingga diperlukan inovasi untuk mencari alternatif pengganti pasir. Agregat buatan menjadi pilihan untuk bahan campuran beton, salah satunya agregat buatan adalah abu batu. Penulis meneliti pengaruh dari penggunaan abu batu sebagai agregat buatan pada campuran beton yang dikombinasikan dengan agregat alami (Pasir Ex. Cilopang). Proses dalam penelitian ini di Uji Laboratorium. Agregat halus buatan abu batu hasil produksi pemecahan batu (Ex. Gunung Wayu). Penggunaan abu batu pada campuran beton yang divariasikan menjadi 25%, 50%, 75% dan 100% digunakan rancangan mix design SNI 7833-2012. Pengujian kekuatan tekan pada umur 14 hari, berdasarkan nilai kuat tekan yang dianalisis menggunakan trendline dan pembatasan ± 5% untuk mendapat hasil nilai relevan menujukan adanya peningkatan 24.63% pada campuran variasi 25%, 11.37% pada variasi 50%, 8,72% pada 75% dan 3.4% pada variasi 100%.
Meninjau Kekuatan Beton Pada Lingkungan Air Laut Pameungpeuk Kabupaten Garut Fajar Abdul Sidiq; Eko Walujodjati
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.892

Abstract

Proses peninjauan kekuatan beton pada lingkungan air laut tentunya akan mempengaruhi kekuatan tekan beton. Garam-garam 3,5% yang memuat di air laut bisa makan tenaga pada beton. Air laut terdapat kandungan klorida (cl) tinggi sehingga mempunyai sifat garam yang kasar sehingga menembus pada beton beserta senyawa pada beton, menyebabkan beberapa kualitas yang lenyap, lenyap kekukuhan dan kekakuan dengan reaksi pelapukan dipercepat. Target dari penyelidikan ini adalah untuk mendapati kekuatan beton lingkungan air laut pada usia beton 7 dan 14 hari sesudah pengujian beton yang berumur 21 hari dalam keadaan normal dengan perawatan air tawar. Tabung dan beton rencana mutu 20 MPa merupakan benda uji. Hasil 3 sampel pengujian kuat tekan beton normal selama 14 hari mengalami peningkatan dan penurunan rata-rata sebesar 11,69491 Mpa. Hasil 3 sampel beton normal yang direndam pada lingkungan air laut selama 7 hari rata-rata sebesar 12,2608 Mpa.Hasil 3 sampel beton normal yang direndam pada lingkungan air laut selama 14 rata-rata sebesar 12,92099 Mpa. Peningkatan hasil kuat tekan beton selama 7 hari perendaman pada lingkungan air laut terhadap beton normal yang direndam air tawar sebesar 4,83871 %. Peningkatan hasil kuat tekan beton selama 14 hari perendaman pada lingkungan air laut terhadap beton normal yang direndam air tawar sebesar 10.48387 %. Hasil persentase kuat tekan beton yang merendam pada lingkungan air laut selama 7 hari dan 14 hari terhadap beton normal yang direndam selama 14 hari sebesar 7,66129 %. Tidak terjadi penurunan kuat tekan beton yang direndam pada lingkungan air laut selama 7 dan 14 hari.
Pengaruh Penggunaan Agregat Kasar Kerikil Alami Terhadap Mutu Beton Sena Arian; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.896

Abstract

Sungai menghasilkan agregat dengan karakteristik yang berbeda, khususnya Kabupaten Garut dilalui oleh Sungai Cimanuk. Sungai Cimanuk mempunyai pola aliran yang berbeda-beda, sehingga kualitas agregat yang dihasilkan juga berbeda- beda. Setiap pola aliran menghasilkan material kerikil sungai yang bisa digunakan untuk campuran agregat kasar pada campuran pembuatan beton. Penggunaan struktur beton menyebabkan tingginya permintaan material, dibutuhkan inovasi guna mencari pengganti agregat. Agregat alami menjadi pilihan untuk bahan campuran beton, salah satunya agregat alami adalah kerikil alami yang berasal dari sungai. Penulis meneliti pengaruh dari penggunaan kerikil alami sebagai agregat bu pada campuran beton yang dikombinasikan dengan agregat (Spilt Ex. Garut). Proses dalam penelitian ini di Uji Laboratorium STT Garut. Agregat kerikil alami hasil produksi langsung dari Sungai Cimanuk. Penggunaan kerikil alami pada campuran beton yang divariasikan menjadi 5, 10%, dan 15% digunakan rancangan mix design SNI 7833-2012. Berdasarkan nilai kuat tekan yang dianalisis menggunakan trendline dan pembatasan ± 5% untuk mendapat hasil nilai relevan menujukan adanya peningkatan pada campuran variasi 5% sebesar 1,81%, 0,87% pada variasi 10%, 8,72% dan 3,01 pada variasi 15%.
Analisis Manajemen Risiko K3 Pekerjaan Jalan Tol Cisumdawu Phase III Eko Walujodjati; Satrio Putra Rahadian
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.874

Abstract

Jalan bebas hambatan cisumdawu phase III yang sedang dibangun terbentang dari cileunyi hingga rancakalong, dalam proyek ini peneliti memfokuskan penelitian pada analisis pekerjaan bagaimana cara mengidentifikasi mencegah, mengevaluasi serta mengendalikan resiko resiko pada keselamatan dan kesehatan kerja. Pada analisis risiko dapat menggunakan cara menstukturkan terlebih dahulu factor yang berisiko untuk lebih memudahkan peneliti menggunakan metode SPSS (Statistical Program For Social Science) dimana nilai dari dampak frekuensi dari tingkat risiko tersebut. Hasil analisis dari SPSS kemudian dituangkan dalam bentuk analisis pada proses pelaksaannya hal ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah risiko serta tingkat kepentingan risiko berdasarkan risiko yang terjadi dilapangan. Rekapitulasi tanggapan responden mengenai analisis pekerjaan pembangunan jalan tol cisumdawu phase III yaitu Identifikasi bahaya 63,27% yang dikategorikan kuat, pencegahan risiko 62,00% yang dikategorikan kuat, evaluasi risiko 63,00% yang dikategorikan kuat, pengendalian risiko 68,10% yang dikategorikan kuat dan empati yang dikategorikan kuat.
Kinerja Simpang dan Upaya Penanganan Pada Bundaran Simpang Lima di Kabupaten Garut Ida Farida; Nizar Rahman
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.886

Abstract

Seiring berjalannya waktu di Garut Kota sering terjadi kemacetan lalu lintas. Salah satu titik kemacetan yang ada di Garut terjadi di Bundaran Simpang Lima yaitu pada ruas Jl. Otto Iskandardinata, Jl. Terusan Pembangunan, Jl. Cimanuk, Jl. Pembangunan dan Jl. Patriot. Tujuan penelitian dari ini untk menganalisis knerja bundaran, mengetahui volume lalu lintas tertinggi serta memberikan solusi terhadap kemacetan di Bundaran Simpang Lima Garut. Pengumpulan data dilakukan dengn survei langsung lapangan pada ke 5 pendekat selama 3 minggu per 3 hari pada pukul 06.OO WIB – 18.OO WIB. Analisis kinerja bundaran dilakukan dengan metode pendekatan kuantitatif merujuk pada MKJI (1997) dan PKJI (2014). Hasil kinerja bundaran pada Bundaran Simpang Lima memiliki nilai kapasitas jalinan terbesar sebesar 124990 smp/jam yaitu pada jalinan CD (Jl. Cimanuk), nilai tundaan rata-rata bundaran sebesar 5,5 det/smp, sedangkan untuk derajat kejenuhan terbesar yaitu pada jalinan DE (Jl. Pembangunan) di Bundaran Simpang Lima sebesar 0,77 dimana pengemudi memiliki keterbatasan untuk memilih kecepatan, pindahl ajur dan mendahului. Volume tertinggi yaitu pada jalinan AB (Jl. Otista) sebesar 17687 smp/jam. Dalam mengatasi kemacetan di Bundaran Simpang Lima pemerintah daerah harus tetap siaga untuk mempersiapkan melakukan manajemen lalu lintas pada jalinan yang sudah mulai mengalami kepadatan lalu lintas seperti pelebaran jalan dan hambatan samping (menyediakan tempat parkir khusus) agar tidak terjadi kepadatan lalu lintas di bahu jalan yang memang menyebabkan terjadinya kemacetan.
Analisa Faktor yang Mempengaruhi Keterlambatan Proyek Infrastruktur di Kabupaten Garut Ganjar Jojon Johari; Acep Gunawan
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.887

Abstract

Menuju era globalisasi keberadaan pembangunan infrastruktur sangat mutlak diperlukan. Selain dapat mengubah suatu negara menjadi lebih maju dan subur makmur rakyatnya, negara mampu menyamakan diri dengan negara lain. Walau begitu pembangunan infrastruktur khususnya dibidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Garut selalu ada hambatan yang mengiringi proses pelaksanaan proyek tersebut. Keterlambatan proyek keterlambatan umumnya akan menimbulkan kerugian baik bagi pemilik maupun kontraktor karena akan mengakibatkan pemborosan biaya maupun kerugian pada pihak proyek swasta akibat bertambahnya waktu serta tenaga. Penyusunan skripsi ini bertujuan untuk mengidentifikasi Factor yang mempengaruhi keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut.Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan mengidetifikasi factor yang mempengaruhi proyek infrastruktur. Methode yang digunakan adalah Analytical Hierarchy Process (AHP). Dengan hasil didapatkan yaitu 35 sub variable dari 5 variable factor yang mempengaruhi keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut. . Dari 5 variable yang di teliti, ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek infrastruktur dikabupaten Garut. Factor dominan yang menjadi penyebab keterlambatan proyek infrastructure adalah. Factor Tenaga Kerja dengan sub variable secara yang dominan yaitu: Kurangya keterampilan Tenaga Kerja (0,038), disusul Terjadinya kekurangan tenaga yang mumpuni (0,036), Terjadinya pemogokan tenaga (0,034), terjadinya kecelakaan kerja (0,036), buruknya kualitas pengerjaan (0.034), dan kurangnya staff yang berpengalaman/ mumpuni (0,034).
Inspeksi Keselamatan Jalan Pada Ruas Jalan Raya Limbangan Kabupaten Garut Muhamad Alfi Naufal; Ida Parida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.888

Abstract

Kecelakaan lalu lintas pada jalan raya merupakan peristiwa tidak terduga yang melibatkan kendaraan atau pengguna jalan dan mengakibatkan kerugian materi serta korban jiwa. Ruas jalan Limbangan merupakan jalan nasional yang terletak di kabupaten Garut, Jawa Barat. Lalu lintas kendaraan yang padat dan dilewati oleh kendaraan tonase besar memungkinkan ruas jalan ini memiliki resiko kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan, mendapatkan nilai jarak pandang henti dan menyiap yang aman, serta melakukan inspeksi keselamatan jalan. Data penelitian ini diperoleh dari Polsek Limbangan serta Bina Marga. Metode yang digunakan yakni analisis deskriptif untuk mengidentifikasi karakteristik kecelakaan serta inspeksi keselamatan jalan mengacu pada metode Bina Marga 1997. Hasil penelitian ini yakni terjadi 278 kasus kecelakaan, terbanyak mengalami luka ringan dengan 197 korban. Berdasarkan perhitungan jarak pandang henti dan menyiap dari kecepatan rencana dan kecepatan operasional bisa ditetapkan aman karena secara struktural memenuhi perencanaan jalan yang memberikan jaminan keselamatan bagi pengguna jalan. Akan tetapi masih terjadi kecelakaan lalu lintas, dan untuk meningkatkan keselamatan perlu adannya perbaikan rambu dan marka pada ruas jalan limbangan.
Studi Banding Metode Bina Marga dan Aashto untuk Perencanaan Perkerasan Kaku Muhammad Faisal; Roestaman Roestaman; Ida Parida
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.891

Abstract

Kabupaten Garut menggambarkan wilayah sesuatu sedang berkembang dimana pembangunan dan peningkatan infrastruktur. Terlebih lagi Kota garut merupakan kota wisata yang banyak terhubung dengan jalan lokal hingga jalan provinsi sehingga menyebabkan banyaknya kerusakan seperti jalan yang berlubang kondisi serta drainase yang kurang baik. Oleh karna itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan pembangunan jalan serta rehabilitasi agar membasmi masalah tertentu. Penelitian ini berguna agar menganalisis perbedaan antara metode Bina Marga dan metode AASHTO dalam merencanakan ketebalan perkerasan kaku. Lokasi penelitian ini yaitu pada Ruas Jalan Jend. Sudirman Sta. 0+000 – Sta. 0+135. Jalan ini diklasifikasikan sebagai jalan arteri dengan status jalan provinsi yang mempunyai lebar 6 meter. Direncanakan lintasan beton pada bagian lintasan Jend. Sudirman ini memakai mutu beton K-350 dan menggunakan lama direncana 2.0 tahun. Perhitungan ketebalan lintasan semen agartidaknya methode BinaMarga dan methode ASHTO, memiliki perbedaan yang sangat signifikan dengan mengacu pada parameter yang berbeda. Faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil ketebalan tersebut antara lain pada metode AASHTO memasukkan banyak faktor selain dari beban lalu-lintas dan kekuatan tanah dasar, yaitu seperti koefisien drainase, reliabilty, serviceability hingga faktor tingkat kelayanan dalam metode ini sangat diperhatikan. Hal tersebut membuat ketebalan yang dihasilkan metode AASHTO lebih besar dibandingkan dengan metode Bina Marga.
Pengaruh Penggunaan Bahan Tambah Tipe A (Water Reducing) Terhadap Sifat-Sifat Beton Adri Triadi; Roestaman Roestaman; Sulwan Permana
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.893

Abstract

Beton merupakan suatu material yang keras menyerupai batu yang dibuat dengan campuran semen, pasir, kerikil/split dan air serta dengan penambahan bahan lainnya yang dapat mempengaruhi beton itu sendiri. Penelitian ini menggunakan aditif sika viscocrete 1003 yang bertujuan untuk menambah nilai kuat tekan beton dari rancangan beton normal pada umur 14 hari. Urutan penelitian dimulai dari pengumpulan material, pengumpulan data, pengujian agregat, proses rekayasa, pembuatan benda uji, pengujian sample dan mengambil kesimpulan dari penelitian tersebut. Untuk persentase aditif sika viscocrete 1003 yaitu 0,2 % sampai 0,6 % diambil dari berat semen, ditambah dengan komposisi campuran beton normal dibuat dalam benda uji slinder ukuran 10 x 30 pada umur 14 hari. Penelitian dengan menggunakan aditif sika viscocrete 1003 ini menghasilkan nilai slump antara 75-100 mm. Nilai dari kuat tekan yang didapat dari penambahan superplasticizer ini pada umur 14 hari untuk penambahan 0,5 % dan 0,6 % mengalami penurunan berdasarkan perhitungan trendline. Pada campuran 0,2 % didapat nilai kuat tekan sebesar 14,33 MPa, campuran 0,3 % sebesar 14,99 MPa, campuran 0.4 % sebesar 13,67 MPa, Campuran 0,5 % sebesar 14,23 MPa dan campuran 0,6 % sebesar 14,23 dari kuat tekan beton normal dihasilkan sebesar 10,67.MPa.
Faktor yang Mempengaruhi Terhadap Kualitas Proyek Kontruksi Jalan di Kabupaten Garut Rizki Supian; Ganjar Jojon Johari
Jurnal Konstruksi Vol 19 No 1 (2021): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.19-1.894

Abstract

Dalam setiap pembangunan jalan, kualitas kontruksi jalan sangat di pengaruhi oleh proses perencanaan, proses pelelangan dan pelaksanaan kontruksi serta pemakaian berbagai macam sumberdaya. Pembangunan kontruksi jalan yang tidak efisisen akan mengakibatkan pemborosan, di lain pihak masih terdapat rendahnya kualitas jalan. Penyusunan skripsi ini betujuan mengidentifikasi, faktor yang mempengaruhi kualits proyek kontruksi jalan sehingga umur rencana jalan tidak tercapai, yang terjadi pada proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut.Tahapan dalam penelitian ini dimulai dengan identifikasi factor yang dapat mempengaruhi kualitas proyek kontruksi jalan. Analytical Hierarchy Process (AHP) yaitu metode yang di pakai. Dengan hasil yang didapatkan yaitu 36 sub kriteria dari 5 kriteria kualitas proyek kontruksi jalan yang terjadi di Kabupaten Garut. Dari 5 kriteria yang di teliti, ternyata memiliki pengaruh signifikan terhadap kualitas proyek kontruksi jalan di Kabupaten Garut. Faktor dominan yang mempengaruhi kualitas proyek kontruksi jalan adalah perencanaan dengan indicator-indikator seperti survey, studi lingkungan, desain, jenis pekerjaan, kualitas perencanaan, perubahan desain, waktu desain, persetujuan desain dan geograf.

Page 9 of 38 | Total Record : 378