cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
dwisukama.ti@upnjatim.ac.id
Phone
+6289672577797
Journal Mail Official
tekmapro@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya no. 1 Gunung Anyar
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
ISSN : 19075146     EISSN : 26566109     DOI : https://doi.org/10.33005/tekmapro.v19i2
Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 328 Documents
PERECANAAN DAN PENGENDALIAN PRODUKSI UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA PRODUKSI DENGAN METODE ECONOMIC PRODUCTION QUANTITY MULTI ITEM DI CV. FAJAR TEKNIK SEJAHTERA dan Budi santoso, Dio Kharisma Putra, Rusindiyanto
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (670.945 KB)

Abstract

ABSTRAKCV. Fajar Teknik Sejahtera merupakan perusahaan yang bersifat mass production yang memproduksi beberapa jenis produk karet seperti belt conveyor, O-ring seal, LPG shield. Semakin meningkatnya permintaan konsumen dari waktu ke waktu terutama untuk jenis produk belt conveyor membuat perusahaan berproduksi semaksimal mungkin, sehingga seringkali menyebabkan terjadinya penumpukan produk di gudang. Penumpukan. produk ini dapat mengakibatkan tingginya biaya produksi yang dikarenakan tingginya biaya simpan dari jumlah produksi yang tidak terkendali tersebut. Selain itu penumpukan juga menyebabkan bertambahnya kerusakan produk yang disimpan. Keadaan ini membuat perusahaan tidak bisa memperoleh keuntungan yang maksimal karena produksi yang tidak terencana dan terkontrol. Untuk data penelitian Produk yang diteliti adalah Belt Conveyor lebar (0,5 meter), Belt Conveyor lebar (1meter), dan Belt Conveyor lebar (1,5 meter) Data produksi yang diambil bulan Januari 2013 – Desember 2013 Data permintaan yang diambil bulan Januari 2013 – Juni 2014Variabel Bebas data produksi yang diambil bulan Januari 2013 – Desember 2013, Data permintaan yang diambil bulan Januari 2013 – Juni 2014, biaya produksi, biaya simpan, biaya set up per run dan Variabel Terikat total biaya persediaan yang minimum. Dengan adanya masalah tersebut, maka diadakan penelitian perencanaan dan pengendalian produk belt conveyor untuk meminimalakan total biaya kesediaan. Total biaya persediaan pada periode periode Januari 2013 – Desember 2013 diperoleh total biaya persedian sebesar Rp. Rp. 127.361.078, sedangkan dengan menggunakan metode EPQ didapatkan total biaya persedian sebesar Rp. 102.086.643,-. Dimana berarti dengan menggunakan metode EPQ biaya total persedian bisa dikurangi sebesar Rp. 25.274.435,- ( 15, %)Keywords: Economic Quantity Production, Nasution, A.H, Perencanaan dan Pengendalian Persediaan.ABSTRACTIn the development of the industry is rapidly increasing world will cause competition. This competition arises because of the and the emergence of a variety of similar companies. In order to survive it is necessary to performance improvements as well as production management in order to achieve optimal bacilli. Besides, the products also have to be able to compete in the market in terms of both price and qualityCV. Dawn Engineering Sejahtera is mass production to produce several kinds of rubber products such as conveyor belts, O-ring seal, shield LPG. In production for this company does not have a definite plan and produce only based on intuition alone leadership. The increasing consumer demand from time to time, especially for the type of conveyor belt products making the company producing as much as possible, so that often lead to the accumulation of products in the warehouse. Stacking. This product could result in higher production costs due to the high cost of the savings and the amount of the uncontrolled production. In addition it also causes increased accumulation of damage stored products. This situation makes the company can not obtain the maximum profit because production is not planned and controlled. Given these problems, the research conducted planning and control of conveyor belt products to minimize the number of the total cost of readiness. The total cost of inventory in the period the period January 2013 - December 2013 acquired the total cost of supply of Rp. USD. 127 361 078, while the EPQ obtained using total supply cost of Rp. 102 086 643, -. Where mean EPQ using total supply costs can be reduced by Rp. 25,274,435, - (15%).Keywords: Economic Production Quantity, Nasution, AH, Planning and Inventory Control
KEBIJAKAN PERBAIKAN KUALITAS AIR SUNGAI PEGIRIKAN DENGAN METODE SISTEM DINAMIK & Ony Kurniawan2), Yustina Ngatilah 1)
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 1 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.876 KB)

Abstract

ABSTRAKBanyaknya lahan pemukiman serta tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan timbulnya berbagai masalah diantaranya adalah meningkatnya sumber pencemaran limbah domestik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai berdasarkan pada perilaku masyarakat sekitar daerah aliran sungai (DAS) Pegirian dan membuat model dinamik yang menyatakan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air Sungai PegirianVariabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Curah hujan, Debit aliran sungai, Suhu sungai, Tingkat pertumbuhan penduduk, Kebutuhan oksigen biologis, Kebutuhan oksigen kimia. Sedangkan variabel terikat, yaitu; kualitas air sungai Pegirian Ujung Surabaya Pengumpulan data diperoleh dari perilaku pemukim di sekitar Sungai Pegirian, pembuangan limbah domestik (rumah tangga), keadaan Kelurahan Ujung, Penelitian ini menggunakan metode sistem dinamik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menghasilkan 3 skenario kebijakan yang dapat memperbaiki kualitas air Sungai Pegirian di Kelurahan Ujung yaitu penggusuran rumah sekitar aliran sungai, pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split serta Pembuatan jamban di setiap rumah serta pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split. Dari ketiga skenario tersebut skenario ketiga yaitu pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split dapat mereduksi kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD) sebesar 15% - 71% serta kadar Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 32% - 88%.Kata Kunci : Aerob,Anaerob,BOD,COD,Lahan permukiman, Pencemaran air sungai, Sistem dinamis ABSTRACTThe river provides water for the benefit of human life and the organisms that live in Increasing the density of the population with poor economic conditions forced people to live along the watershed (DAS). The number of residential land and high population density along the watershed (DAS) resulted in the emergence of a variety of issues such as increasing sources of domestic sewage pollution. The problems of river water pollution is a problem with the system is quite complex and involves a variety of components interacting variables. Complex problems and the many variables that affect the system, because that study using dynamical systems methods to solve the problem. The research result in 3 scenarios policies that can improve water quality in the Village of River Pegirian the eviction of houses around the river, making the “IPAL” Domestic Individual Biofilter Anaerobic-aerobic with Media Split Rock and the Making toilets in every home and making BioFilter Individual Domestic “IPAL”Anaerobic -aerobic With Split Rock Media. Of the three scenarios is a third scenario that is making BioFilter Individual Domestic “IPAL” Anaerobic-aerobic Media Split Rock can reduce BOD levels of 15% - 71% and COD levels of 32% - 88%. Key word : Aerob,Anaerob,BOD,COD,residential land, River water pollution, the dynamic sistem.ABSTRAK Banyaknya lahan pemukiman serta tingkat kepadatan penduduk yang tinggi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) mengakibatkan timbulnya berbagai masalah diantaranya adalah meningkatnya sumber pencemaran limbah domestik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas air sungai berdasarkan pada perilaku masyarakat sekitar daerah aliran sungai (DAS) Pegirian dan membuat model dinamik yang menyatakan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air Sungai PegirianVariabel penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu: Curah hujan, Debit aliran sungai, Suhu sungai, Tingkat pertumbuhan penduduk, Kebutuhan oksigen biologis, Kebutuhan oksigen kimia. Sedangkan variabel terikat, yaitu; kualitas air sungai Pegirian Ujung Surabaya Pengumpulan data diperoleh dari perilaku pemukim di sekitar Sungai Pegirian, pembuangan limbah domestik (rumah tangga), keadaan Kelurahan Ujung, Penelitian ini menggunakan metode sistem dinamik untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Penelitian ini menghasilkan 3 skenario kebijakan yang dapat memperbaiki kualitas air Sungai Pegirian di Kelurahan Ujung yaitu penggusuran rumah sekitar aliran sungai, pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split serta Pembuatan jamban di setiap rumah serta pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split. Dari ketiga skenario tersebut skenario ketiga yaitu pembuatan Ipal Domestik Individual Biofilter Anaerob-Aerob dengan Media Batu Split dapat mereduksi kadar Biologycal Oxygen Demand (BOD) sebesar 15% - 71% serta kadar Chemical Oxygen Demand (COD) sebesar 32% - 88%.Kata Kunci : Aerob,Anaerob,BOD,COD,Lahan permukiman, Pencemaran air sungai, Sistem dinamis ABSTRACT The river provides water for the benefit of human life and the organisms that live in Increasing the density of the population with poor economic conditions forced people to live along the watershed (DAS). The number of residential land and high population density along the watershed (DAS) resulted in the emergence of a variety of issues such as increasing sources of domestic sewage pollution. The problems of river water pollution is a problem with the system is quite complex and involves a variety of components interacting variables. Complex problems and the many variables that affect the system, because that study using dynamical systems methods to solve the problem. The research result in 3 scenarios policies that can improve water quality in the Village of River Pegirian the eviction of houses around the river, making the “IPAL” Domestic Individual Biofilter Anaerobic-aerobic with Media Split Rock and the Making toilets in every home and making BioFilter Individual Domestic “IPAL”Anaerobic -aerobic With Split Rock Media. Of the three scenarios is a third scenario that is making BioFilter Individual Domestic “IPAL” Anaerobic-aerobic Media Split Rock can reduce BOD levels of 15% - 71% and COD levels of 32% - 88%. Key word : Aerob,Anaerob,BOD,COD,residential land, River water pollution, the dynamic sistem.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK PIRING MELAMIN DENGAN METODE SIX SIGMA DI PT SEMESTA RAYA ABADI JAYA & Minto Waluyo, Hadi Syamsudin, Didi Samanhudi,
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.613 KB)

Abstract

AbstractThis research was made based on the existing problems in the melamine company PT. Abadi Jaya Raya universe, namely the frequent occurrence of product defects or problems it defect. made this study by using the SIX SIGMA method. The purpose of this study was to determine the factors causing defect and propose improvements to reduce defects. Data from this study were drawn based on the number of defects during the month of January 2014 - June 2014. And the object of this research is a type of crown glass. The variables used are divided into 3 independent variables, including production data, the data of disability, type of disability.While the dependent variable is the increase in quality. With SIX SIGMA approach then be controlled by analyzing the causes of disability with fishbone diagram obtained factors cause defects there are 5 factors, human factors, factors machines, factor method, material factors, and environmental factors and based on the obtained data processing defects occur most commonly in January and CTQ most defects are Gupil.dan DPMO greatest value artifacts in april that 22500 were convertedi sigma at 3,451 and the proposed improvements to reduce the defect is FMEA.Keywords: Metode Six Sigma ,DMAIC, defectAbstrakPenelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di perusahaan PT. Semesta Raya Abadi Jaya, yaitu sering terjadinya produk cacat atau defect.Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan metode six sigma Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor –faktor penyebab defect dan memberikan usulan perbaikan untuk menurunkan defect. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan jumlah defect selama bulan Januari 2014 – Juni 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah piring melamin. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 3 variabel bebas, antara lain data produksi, data kecacatan, jenis kecacatan. Sedangkan variabel terikatnya adalah peningkatan kualitas. Dengan  metode six sigma kemudian dilakukan pengendalian dengan menganalisa penyebab kecacatan dengan fishbone diagram didapat faktor faktor penyebab defect ada 5 faktor yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, faktor material,dan faktor lingkungan dan berdasarkan pengolahan data didapat defect paling banyak terjadi pada bulan januari dan CTQ paling banyak defect adalah Gupil.dan nilai DPMO paling besar tedapat pada bulan april yaitu 225500 yang dikonversikan ke nilai sigma sebesar 3,451 dan usulan perbaikan untuk menurunkan defect adalah menggunakan FMEA.Kata Kunci : Metode Six Sigma ,DMAIC, defectAbstractThis research was made based on the existing problems in the melamine company PT. Abadi Jaya Raya universe, namely the frequent occurrence of product defects or problems it defect. made this study by using the SIX SIGMA method. The purpose of this study was to determine the factors causing defect and propose improvements to reduce defects. Data from this study were drawn based on the number of defects during the month of January 2014 - June 2014. And the object of this research is a type of crown glass. The variables used are divided into 3 independent variables, including production data, the data of disability, type of disability.While the dependent variable is the increase in quality. With SIX SIGMA approach then be controlled by analyzing the causes of disability with fishbone diagram obtained factors cause defects there are 5 factors, human factors, factors machines, factor method, material factors, and environmental factors and based on the obtained data processing defects occur most commonly in January and CTQ most defects are Gupil.dan DPMO greatest value artifacts in april that 22500 were convertedi sigma at 3,451 and the proposed improvements to reduce the defect is FMEA.Keywords: Metode Six Sigma ,DMAIC, defect Abstrak Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di perusahaan PT. Semesta Raya Abadi Jaya, yaitu sering terjadinya produk cacat atau defect.Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan metode six sigma Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor –faktor penyebab defect dan memberikan usulan perbaikan untuk menurunkan defect. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan jumlah defect selama bulan Januari 2014 – Juni 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah piring melamin. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 3 variabel bebas, antara lain data produksi, data kecacatan, jenis kecacatan. Sedangkan variabel terikatnya adalah peningkatan kualitas. Dengan  metode six sigma kemudian dilakukan pengendalian dengan menganalisa penyebab kecacatan dengan fishbone diagram didapat faktor faktor penyebab defect ada 5 faktor yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, faktor material,dan faktor lingkungan dan berdasarkan pengolahan data didapat defect paling banyak terjadi pada bulan januari dan CTQ paling banyak defect adalah Gupil.dan nilai DPMO paling besar tedapat pada bulan april yaitu 225500 yang dikonversikan ke nilai sigma sebesar 3,451 dan usulan perbaikan untuk menurunkan defect adalah menggunakan FMEA.Kata Kunci : Metode Six Sigma ,DMAIC, defect
ANALISIS KINERJA PERUSAHAAN DENGAN METODE BALANCED SCORE CARD DAN SWOT Ali S, Yuliatin
JURNAL TEKMAPRO Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.121 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan  penelitian ini untuk mengetahui  kinerja perusahaan menggunakan Balance Score Card (BSC) dan SWOT dan memberikan usulan alternatif-alternatif strategi yang dipilih perusahaan. Metode BSC menggunakan 4  perspektif, yaitu : keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan permbelajaran dan pertumbuhan yang diintegrasikan.  Perspektif keuangan dengan tolok ukur ROE, ROI, TATO dan SG.  Perspektif pelanggan dengan tolok ukur jumlah pelanggan, jumlah komplain dan retur penjualan.  Perspektif proses bisnis dengan tolok ukur kinerja pemasok dan prosentase produk cacat.  Dan Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dengan tolok ukur Employee Turn Over dan Produktifitas. Model SWOT digunakan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan serta sebagai dasar dalam merumuskan strategi perusahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja perusahaan dari perspektif keuangan dan pertumbuhan dan pembelajaran sudah baik, tetapi  perspektif pelanggan dan proses internal masih belum baik karena belum  memenuhi target yang ditetapkan perusahaan.   Alternatif-alternatif Strategi yang dapat dipilih peruahaan adalah : melakukan ekspansi perusahaan, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kualitas rantai pasokan, meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan promosi perusahaan.Kata Kunci : Kinerja, Balance Score Card dan SWOTABSTRACTAFTA free trade can make the highes competiton between  the  domestic and the foreign product.  The competetion adventage can be reached by increasing perfomance   correctlt strategic company.  The integration Balance Score Card (BSC) and SWOT model can be to increase the competetion campany. BSC model measure the performance companny by 4 perspective : financiil, customer, internal bisness process and Growth and Learning process.  SWOT model  analyze strength, weekness, opportuniy and treat.  Swot can be choiced the best alternative strategy company. The result showed that Two perspective (Financiil and  Growth and Learning process)  have good performance, but two perspective the oothers have eneough performance.  The Company can be choiced the one from the many alternative : company expanding, increasing product quality, increasing supply chain quality, increasing Human Resources quality and increasing company promotion.Key words : performance, BSC and SWOTABSTRAKTujuan  penelitian ini untuk mengetahui  kinerja perusahaan menggunakan Balance Score Card (BSC) dan SWOT dan memberikan usulan alternatif-alternatif strategi yang dipilih perusahaan. Metode BSC menggunakan 4  perspektif, yaitu : keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan permbelajaran dan pertumbuhan yang diintegrasikan.  Perspektif keuangan dengan tolok ukur ROE, ROI, TATO dan SG.  Perspektif pelanggan dengan tolok ukur jumlah pelanggan, jumlah komplain dan retur penjualan.  Perspektif proses bisnis dengan tolok ukur kinerja pemasok dan prosentase produk cacat.  Dan Perspektif pertumbuhan dan pembelajaran dengan tolok ukur Employee Turn Over dan Produktifitas. Model SWOT digunakan untuk menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi perusahaan serta sebagai dasar dalam merumuskan strategi perusahaan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja perusahaan dari perspektif keuangan dan pertumbuhan dan pembelajaran sudah baik, tetapi  perspektif pelanggan dan proses internal masih belum baik karena belum  memenuhi target yang ditetapkan perusahaan.   Alternatif-alternatif Strategi yang dapat dipilih peruahaan adalah : melakukan ekspansi perusahaan, meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kualitas rantai pasokan, meningkatkan kualitas SDM dan meningkatkan promosi perusahaan.Kata Kunci : Kinerja, Balance Score Card dan SWOT ABSTRACTAFTA free trade can make the highes competiton between  the  domestic and the foreign product.  The competetion adventage can be reached by increasing perfomance   correctlt strategic company. The integration Balance Score Card (BSC) and SWOT model can be to increase the competetion campany. BSC model measure the performance companny by 4 perspective : financiil, customer, internal bisness process and Growth and Learning process.  SWOT model  analyze strength, weekness, opportuniy and treat.  Swot can be choiced the best alternative strategy company. The result showed that Two perspective (Financiil and  Growth and Learning process)  have good performance, but two perspective the oothers have eneough performance.  The Company can be choiced the one from the many alternative : company expanding, increasing product quality, increasing supply chain quality, increasing Human Resources quality and increasing company promotion.Key words : performance, BSC and SWOT
EVALUASI KESELAMATAN KERJA DENGAN MENGGUNAKAN METODE HAZARDS IDENTIFICATION, RISK ASSESSMENT AND RISK CONTROL(HIRARC) & Pailan, Budi Luhur AW.,
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.313 KB)

Abstract

ABSTRAKKeselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perlindungan tenaga kerja dari segala aspek yang berpotensi kecelakaan kerja dan penyakit serta karakteristik pekerja. Untuk menyelesaikan permasalahan kecelakaan kerja yaitu mengidentifikasi bahaya dan pengendalian resiko terhadap pekerja. dengan menggunakan metode Hazards Identification, Risk Assessment And Risk Control(Hirarc).Pada tugas akhir ini penulis melakukan penelitian di PT. X SIDOARJO bertujuan untuk mengidentifikasi kecelakaan kerja dan aspek – aspek penyebabnya, untuk mengurangi tingkat kecelakaan kerja di PT.X SIDOARJO dan mengetahui level tingkat kecelakaan di PT.X SIDOARJO. Jumlah sampel yang digunakan adalah 75 sampel dari jumlah populasi yang ada, pengumpulan data yang diperlukan menggunakan kuisioner dan data dari perusahaan, untuk pengolahan data menggunakan rumus normalisasi De Boer dengan hasil penggunaan APD sebesar 79.5 %, Upaya pencegahan (79%), Penyelidikan (80%), Koordinasi security (81%), Koordinasi dengan bidang teknik (79,5%), pelatihan (80%), Inspeksi (82%), Limbah dan polusi (82%), akses jalan (80,5%). Level implementasi program kesehatan dan keselamatan kerja di PT.X Sidoarjo berada pada level 3 yaitu hati – hati kategori warna kuning, Pencapaian implementasi program K3 di PT.X Sidoarjo sebesar 71,27% sehingga termasuk dalam kategori kuning (berada pada range 60% - 84%).Kata Kunci : Keselamatan dan kesehatan kerja, Analisys Hirarc Process, Resiko.
OPTIMISASI PELETAKAN DAN SIZING DISTRIBUTED GENERATION (DG) MENGGUNAKAN TWO LAYER PARTICLE SWARM OPTIMIZATION (TLPSO) Arfah Z, Efrita
JURNAL TEKMAPRO Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.395 KB)

Abstract

ABSTRAKTwo Layer Particle Swarm Optimization (TLPSO) untuk optimisasi peletakan dan sizing DG.Distributed Generation (DG) merupakan pembangkit tersebar dengan tujuan menekan losses daya riil pada sistem. Data yang digunakan pada sistem ini adalah 30 bus IEEE.  TLPSO yang merupakan perkembangan dari PSO terbukti lebih unggul di bandingkan dengan PSO.TLPSO mampu menurunkan losses sebesar 57.3%sedangkan PSO sebesar 51.11%.dibandingkan dengan sebelum peletakan DG. Losses daya riil  setelah peletakan DG dengan optimisasi TLPSO turun sebesar 12.6% dibandingkan PSO.Kata kunci: Distributed generation (DG), peletakan dan sizing optimal, Two Layer Particle Swarm Optimization (TLPSO)ABSTRACTTwo Layer Particle Swarm Optimization (TLPSO) for laying and sizing optimization DG.Distributed Generation (DG) is the power spread with the aim of suppressing the real power losses in the system. The data used in this system is the IEEE 30 bus. TLPSO which is the development of PSO is shown to be superior in comparison with PSO.TLPSO able to reduce losses by 57.3% and amounted to 51.11% of PSO. Compared with before laying DG.Real power losses after laying the optimization TLPSO DG decreased by 12.6% compared to PSO.Keywords: Distributed generation (DG), placement and optimal sizing, Layer Two Particle Swarm Optimization (TLPSO)
ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN JASA DENGAN METODE SERVICE QUALITY (ERVQUAL) FUZZY DI PT. POS INDONESIA SIDOARJO dan Dira Ernawati, Muchamad Mustofa
JURNAL TEKMAPRO Vol 11, No 1 (2016): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1957.926 KB)

Abstract

ABSTRAKKualitas pelayanan jasa merupakan faktor terpenting bagi perusahaan yang bersangkutan, agar perusahaan dapat terus berdiri dan berkembang. Cara meningkatkan kualitas jasa adalah dengan berusaha untuk mengetahui dan memahami keinginan pelanggan. Pelayanan yang berkualitas terjadi apabila jasa atau produk (hasil) yang dirasakan oleh pelanggan sama atau melebihi harapan pelanggan maka pelayanan tersebut dikatakan berkualitas. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis tingkat kualitas pelayanan jasa di PT. Pos Indonesia cabang Gedangan Sidoarjo (kantor pos) dengan tujuan mengetahui tingkat kualitas pelayanan dan mengusulkan atribut yang perlu ditingkatkan kualitas pelayananya. Dengan menggunakan metode servqual (service qulity) and Fuzzy didapatkan nilai servqual gap keseluruhan sebesar -0,21 yang menggambarkan kualitas pelayanan PT. Pos Indonesia cabang Gedangan Sidoarjo (kantor pos) belum memenuhi harapan pelanggan dan masih perlu dilakukan perbaikan lagi dan didapatkan nilai IKP sebesar 77,17% . Untuk nilai servqual peratribut yang bernilai negatif diantaranya D1, D2, C1, A2, B2, B4, C2, D3, B1, E1, A5, E3 atribut ini yang perlu dilakukan peningkatan kualitas. Dan terdapat atribut yang tidak perlu dilakukan peningkatan kualitas karena atribut tersebut sudah berkualitas dengan nilai gap positif. Atribut tersebut yaitu A3, A4, A1, C3, E2, B3.Kata Kunci : Servqual (Service Quality) dan Fuzzy, analisis tingkat kualitas pelayanan jasa.ABSTRACTQuality of service is an important factor for the company concerned, so that the company can continue to stand up and thrive. How to improve the quality of services is to seek to know and understand the customers wishes. Quality service occurs when the service or product (result) perceived by the customer equal to or exceeding customer expectations, the quality of the service said. In this study the authors analyze the level of quality of service in PT. Pos Indonesia Gedangan Sidoarjo branch (post office) in order to know the level of quality of service and propose the attributes that need to be improved quality of His ministry. By using servqual (service qulity) and Fuzzy obtained servqual gap overall value of -0.21 which describe the quality of service of PT. Pos Indonesia Gedangan Sidoarjo branch (post office) do not meet customer expectations and still need to be improved again and obtained values of 77.17% IKP. For peratribut servqual value negatively including D1, D2, C1, A2, B2, B4, C2, D3, B1, E1, A5, E3 this attribute are necessary to improve quality. And there are attributes that are not necessary to improve the quality because these attributes are already qualified with a positive gap value. The attribute that is A3, A4, A1, C3, E2, B3.Keywords: Servqual (Service Quality) and Fuzzy, analysis of the level of quality of services.Keywords: Servqual (Service Quality) and Fuzzy, analysis of the level of service quality.
CLUSTERING KONDISI LABORATORIUM BERDASARKAN PENILAIAN MAHASISWA DENGAN METODE WARD DI JURUSAN TEKNIK INDUSTRI UPN “VETERAN” JAWA TIMUR dan Nisa Masruroh, Ivandora Agnestisia
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.25 KB)

Abstract

Abstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Jawa Timur, yaitu mengenai kondisi laboratorium berdasarkan beberapa pendapat dari mahasiswa. Mereka yang telah melaksanakan praktikum berpendapat bahwa fasilitas dan kondisi ruangan masih belum maksimal. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan  analisa cluster dengan metode Ward. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kelompok-kelompok praktikum di jurusan Teknik Industri,mengetahui karakteristik dari setiap cluster yang terbentuk, dan membuat usulan perbaikan untuk kelompok yang memiliki nilai tidak baik. Data dari penelitian ini diambil dari hasil penyebaran kuesioner sebanyak 60 buah kuesioner. Dan objek dalam penelitian ini adalah seluruh praktikum di jurusan Teknik Industri. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 7 variabel bebas, antara lain kedisiplinan, materi praktikum, cara mengajar, waktu bimbingan, kondisi laboratorium, suasana laboratorium, dan evaluasi pembelajaran. Ketujuh variabel tersebut kemudian dijabarkan menjadi 12 atribut pertanyaan. Sedangkan variabel terikatnya adalah kondisi laboratorium yang masih kurang maksimal dan perlu dilakukan perbaikan agar lebih optimal. Dari hasil pengolahan data, kesepuluh praktikum terbagi menjadi 3 cluster. Cluster pertama terdiri dari 4 praktikum, cluster kedua terdiri dari 4 praktikum juga. Dan cluster ketiga terdiri dari 2 praktikum. Dan setelah dilakukan karakteristik untuk masing-masing cluster, ternyata cluster 3 lah yang justru harus dilakukan banyak perbaikan. Karena dari hasil pendapat mahasiswa yang telah menjadi responden, praktikum-praktikum yang masuk dalam cluster 3 nilainya masih kurang baik.Kata Kunci    :    laboratorium, analisis cluster, metode WardAbstractThis study is based on the existing problems in the Industrial Engineering Department UPN "Veteran" East Java, which is based on laboratory conditions some opinions from students. Those who have carried out the lab found the facility and the condition of the room was not maximized. Based on these problems then be made to this study by using a cluster analysis with Wards method. The purpose of this study was to determine the groups in Industrial Engineering lab, know the characteristics of each cluster is formed, and make suggestions for improvements that the group has no value either. Data from this study were drawn from the results of the questionnaire were 60 pieces of questionnaires. And the object of this research is the whole lab in the department of Industrial Engineering. The variables used are divided into seven independent variables, such as discipline, lab materials, teaching methods, time guidance, laboratory conditions, the atmosphere of the laboratory, and evaluation of learning. The seven variables are then translated into 12 attributes question. While the dependent variable is the laboratory conditions is still less than the maximum and needs to be improved to be more optimal. From the data processing, the tenth practicum is divided into 3 clusters. The first cluster consists of 4 lab, the second cluster consists of 4 lab as well. And the third cluster consists of two practicum. And after the characteristics of each cluster, cluster 3 turns out the ones who have to do a lot of repairs. Because of the results of the opinion that the student has become the respondents, lab-lab included in cluster 3 is still not good value.Keywords: laboratory, cluster analysis, Wards method
PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI TEH BOTOL MENGGUNAKAN METODE TRAVELING SALESMAN PROBLEM (TSP) UNTUK MINIMASI BIAYA DISTRIBUSI & Sumiati, Fahmi Fuadi Al Akbar
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.199 KB)

Abstract

ABSTRAKPT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam produk minuman  yang terletak di Jl. Cangkir KM 21 Driyorejo Gresik, ada pun macam-macam produknya seperti Teh Botol, Fruit Tea, Cuntry Choice, Tebs dll. Dalam aktivitas setiap harinya tentu perusahaan akan melakukan pendistribusian produk kepada konsumen yang di lakukan setiap hari. Di lihat dari jumlah agen/lokasi dengan data jarak terhadap rute distribusi menimbulkan kondisi yang kurang optimal. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu rute distribusi yang kurang optimal, sehingga berdampak pada biaya distribusi yang Optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan dapat di lakukan dengan menggunakan metode Traveling salesman Problem, metode ini dapat di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan jalur optimal, metode Traveling Salesman Problem itu sendiri  adalah sebuah metode yang digunakan untuk meminimasi biaya distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat, waktu tercepat dan biaya yang minimal.Kata Kunci : Distribusi, Traveling salesman Problem (TSP), Minimasi Biaya.ABSTRAKPT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam produk minuman  yang terletak di Jl. Cangkir KM 21 Driyorejo Gresik, ada pun macam-macam produknya seperti Teh Botol, Fruit Tea, Cuntry Choice, Tebs dll. Dalam aktivitas setiap harinya tentu perusahaan akan melakukan pendistribusian produk kepada konsumen yang di lakukan setiap hari. Di lihat dari jumlah agen/lokasi dengan data jarak terhadap rute distribusi menimbulkan kondisi yang kurang optimal. Masalah yang dihadapi perusahaan saat ini yaitu rute distribusi yang kurang optimal, sehingga berdampak pada biaya distribusi yang Optimal. Dalam menyelesaikan permasalahan perusahaan dapat di lakukan dengan menggunakan metode Traveling salesman Problem, metode ini dapat di gunakan untuk menyelesaikan permasalahan penentuan jalur optimal, metode Traveling Salesman Problem itu sendiri adalah sebuah metode yang digunakan untuk meminimasi biaya distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat, waktu tercepat dan biaya yang minimal.Kata Kunci : Distribusi, Traveling salesman Problem (TSP), Minimasi Biaya.
MINIMASI BIAYA PENDISTRIBUSIAN PUPUK DENGAN METODE TRAVELLING SALESMAN PROBLEM (TSP) STUDI KASUS PT. BUNGA TANI LAMONGAN & Budi Santoso, Ni Luh Mahariani, Rusindiyanto,
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.989 KB)

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilaksanakan di Distributor Bunga Tani yang berlokasi di kota Lamongan  dan penelitian dilakukan pada bulan Februari 2014. Tujuan penilitian ini adalah untuk Merencanakan distribusi produk pupuk dari Distributor Bunga Tani ke sejumlah agen untuk mencapai jarak terpendek dan menghasilkan total biaya distribusi yang minimum. Objek penelitian adalah distribusi pupuk awal distribusi, biaya awal distribusi, data lokasi agen, data jarak tempuh dan armada yang dipakai. Variabel penelitian meliputi Variabel terikat yaitu penetuan rute terpendek guna meminimumkan biaya ditribusi. Sedangkan variabel bebasnya terdiri dari rute awal distribusi, biaya awal distribusi, data lokasi agen, data jarak tempuh dan armada yang dipakai.Pengumpulan data diperoleh dari keterangan dan penjelasan secara langsung dengan pimpinan perusahaan, karyawan dan pihak-pihak yang terlibat langsung dengan proses pendistribusian pupuk dan dokumen perusahaan jenis produk, data permintaan,  jumlah data yang diangkut, jarak masing-masing customer. Metode pengolahan data menggunakan metode Branch And Bound dan metode Nearest Neighbour dengan   software WinQsbKesimpulan yang diperoleh dari hasil dan pembahasan bahwa distribusi pupuk  dengan  menggunakan Metode Branch And Bound dengan total jarak yang dilalui perusahaan dapat lebih  efisiensi jarak (4,67 %). Sedangkan  biaya transportasi yang dikeluarkan dengan metode Traveling Salesman Problem (Branch and Bound) lebih baik dari metode awal perusahaan dengan penghematan jarak sebesar 33,5 km /minggu dan  668 km /bulan dan penghematan biaya sebesar Rp. 615.395,-/bulan.Kata Kunci    : Metode Travelling Salesman Problem(TSP), Distribusi.

Page 9 of 33 | Total Record : 328