cover
Contact Name
Dwi Sukma Donoriyanto
Contact Email
dwisukama.ti@upnjatim.ac.id
Phone
+6289672577797
Journal Mail Official
tekmapro@upnjatim.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Rungkut Madya no. 1 Gunung Anyar
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management
ISSN : 19075146     EISSN : 26566109     DOI : https://doi.org/10.33005/tekmapro.v19i2
Journal of Industrial Engineering and Management, National University of Veterans Development, East Java is a journal that effectively bridges the gap between academics, policy makers, and practitioners and connects various Industrial Engineering and Management communities. While the focus of the publication of this journal on Industrial Engineering and Management research includes: · Reverse Logistics Management · Global Supply Chain Management · Human Factors Engineering/Industrial Ergonomics · Risk Management · Operation Research/Optimization/Metaheuristics · Production Planning and Scheduling · Sustainable Manufacturing Systems · Management of Technology and Innovation · Quality Control and Management · Product Design and Development · Service Design and Management · Healt and Safety management · Cost Analysis Management/Financial Engineering · Business Process Engineering · Facility Design and Layout · Transportation Management · Information Management and Technology · Warehouse Management · Customer Relation Management
Articles 328 Documents
MINIMALISASI BIAYA DISTRIBUSI KAYU DENGAN METODE CLARKE AND WRIGHT SAVING HEURISTIC (DI CV. SUMBER JAYA GRESIK) &Dira Ernawati, Hantono Raharjo, Enny Aryani,
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.604 KB)

Abstract

Abstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di CV. Sumber Jaya, Gresik, yaitu belum memiliki rute pengiriman produk kayu ke sejumlah agen-agen yang tepat yang bisa memperpendek jarak dan meminimasi biaya transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan  metode Clarke and Wright Saving Heuristic. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute pengiriman yang optimal untuk pendistribusian kayu sehingga dapat meminimumkan biaya distribusi. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan permintaan kayu diambil pada bulan Desember 2013 – November 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah beberapa jenis kayu yaitu kayu kamper, kayu meranti, dan kayu nyatuh. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 5 variabel yaitu rute awal distribusi, data lokasi agen, data jaarak teempuh, kapasitas angkut kendaaraan, dan biaya transportasi.. Sedangkan variabel terikatnya adalah meminimumkan biaya distribusi. Dari hasil pengolahan data pengolahan rute distribusi menggunakan Metode Clarke And Wright Saving Heuristic diatas dapat disimpulkan bahwa total jarak yang di lalui perusahaan yaitu sebesar 121 km/minggu, dengan efisiensi jarak sebesar 28,1. Dengan biaya transportasi yang di keluarkan sebesar Rp 35.354.400,-/tahun. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa metode Cllarke And Wright Saving Heuristic lebih baik dari metode awal perusahaan dengan penghematan jarak sebesar 28,1 km dan penghematan biaya sebesar Rp. 789.360,-/tahun.Kata Kunci : Distribusi, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright Saving Heuristic, Rute OptimalAbstractThis research was made based on the existing problems in the timber company CV. Sumber Jaya, Gresik, which has not had a delivery route of timber products to a number of agents the right to shorten the distance and minimize transportation costs. Based on these problems then made this study by using the method Saving Clarke and Wright heuristic. The purpose of this study is to determine the optimal delivery route for timber distribution so as to minimize the cost of distribution. Data from this study were drawn based on the demand for wood was taken in December 2013 - November 2014. And the object of this research is some kind of timber that camphor wood, meranti wood, and wood nyatuh. The variables used are divided into five variables: the initial distribution route, agent location data, the data jaarak teempuh, kendaaraan transport capacity, and the cost of transportation .. The dependent variable is to minimize distribution costs. Processing of the data processing using the method of distribution route Wright Clarke And Saving Heuristics can be concluded that the total distance in through the company that is equal to 121 km / week, with an efficiency of 28.1 distance. With the cost of transportation is issued Rp 35.3544 million, - / year. Thus it can be concluded that the method Cllarke And Wright Saving Heuristic better than the companys initial method with a distance of 28.1 km savings and cost savings of Rp. 789 360, - / year.Keywords: Distribution, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright heuristic Saving, Optimal TheseAbstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di CV. Sumber Jaya, Gresik, yaitu belum memiliki rute pengiriman produk kayu ke sejumlah agen-agen yang tepat yang bisa memperpendek jarak dan meminimasi biaya transportasi. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan  metode Clarke and Wright Saving Heuristic. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rute pengiriman yang optimal untuk pendistribusian kayu sehingga dapat meminimumkan biaya distribusi. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan permintaan kayu diambil pada bulan Desember 2013 – November 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah beberapa jenis kayu yaitu kayu kamper, kayu meranti, dan kayu nyatuh. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 5 variabel yaitu rute awal distribusi, data lokasi agen, data jaarak teempuh, kapasitas angkut kendaaraan, dan biaya transportasi.. Sedangkan variabel terikatnya adalah meminimumkan biaya distribusi. Dari hasil pengolahan data pengolahan rute distribusi menggunakan Metode Clarke And Wright Saving Heuristic diatas dapat disimpulkan bahwa total jarak yang di lalui perusahaan yaitu sebesar 121 km/minggu, dengan efisiensi jarak sebesar 28,1. Dengan biaya transportasi yang di keluarkan sebesar Rp 35.354.400,-/tahun. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa metode Cllarke And Wright Saving Heuristic lebih baik dari metode awal perusahaan dengan penghematan jarak sebesar 28,1 km dan penghematan biaya sebesar Rp. 789.360,-/tahun. Kata Kunci : Distribusi, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright Saving Heuristic, Rute OptimalAbstractThis research was made based on the existing problems in the timber company CV. Sumber Jaya, Gresik, which has not had a delivery route of timber products to a number of agents the right to shorten the distance and minimize transportation costs. Based on these problems then made this study by using the method Saving Clarke and Wright heuristic. The purpose of this study is to determine the optimal delivery route for timber distribution so as to minimize the cost of distribution. Data from this study were drawn based on the demand for wood was taken in December 2013 - November 2014. And the object of this research is some kind of timber that camphor wood, meranti wood, and wood nyatuh. The variables used are divided into five variables: the initial distribution route, agent location data, the data jaarak teempuh, kendaaraan transport capacity, and the cost of transportation .. The dependent variable is to minimize distribution costs. Processing of the data processing using the method of distribution route Wright Clarke And Saving Heuristics can be concluded that the total distance in through the company that is equal to 121 km / week, with an efficiency of 28.1 distance. With the cost of transportation is issued Rp 35.3544 million, - / year. Thus it can be concluded that the method Cllarke And Wright Saving Heuristic better than the companys initial method with a distance of 28.1 km savings and cost savings of Rp. 789 360, - / year.Keywords: Distribution, Vehicle Routing Problem, Clarke and Wright heuristic Saving, Optimal These
PENGARUH KOMPETENSI KARYAWAN DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KUALITAS PRODUK dan Imam Santoso4, Alfredo Tutuhatunewa1*, Surachman2, Purn Purnomo B. Santoso3
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.73 KB)

Abstract

ABSTRAKTantangan utama perusahaan pada kondisi perekonomian dewasa ini, adalah menciptakan efektivitas dan efisiensi di segala bidang. Perusahaan berlomba-lomba menciptakan daya saing untuk tetap mampu berkompetisi dengan perusahaan lain. Kualitas dari produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan ditentukan berdasarkan ukuran-ukuran dan karakteristik tertentu. Suatu produk dikatakan berkualitas baik apabila dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan. PT. Adiprima Suraprinta adalah anak perusahaan PT Jawa Pos, yang memproduksi kertas koran dan kertas tulis cetak. Kompetensi adalah karakteristik dasar dari seseorang yang membuat mereka mengeluarkan kinerja terbaik dalam pekerjaannya (Boulter, Dalziel dan Hill, 1996). Kompetensi ditunjukkan dalam pengetahuan, keahlian dan kemampuan (Ulrich, 1996). Penelitian ini mencoba mengkaji lebih jauh pengaruh kompetensi karyawan dan kepuasan kerja terhadap kualitas produk yang dihasilkan perusahaan.Pendekatan yang dipakai dalam penelitian ini merupakan kombinasi penelitian deskriptif, dan explanatory. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sampel acak sederhana (simple random sampling) untuk pengumpulan data kualitas produk, sementara untuk data kompetensi SDM, pelatihan dan pengembangan SDM serta data kepuasan kerja, diambil dari karyawan departemen produksi, departemen SDM dan departemen QC, dengan metode yang dipakai adalah convenience sampling dan purposive sampling Analisis data yang dilakukan adalah analisis faktor, korelasi dan regresi. Analisis faktor adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mencari faktor-faktor yang mampu menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai indikator independen yang diobservasi.Kata Kunci: deskriptif, explanatory, simple random sampling
PROGRESSIVE DIES UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK PENGUNCI SABUK & Mrihrenaningtyas, Bambang Setyono
JURNAL TEKMAPRO Vol 8, No 1 (2013): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.779 KB)

Abstract

ABSTRAKProgressive dies adalah sistem Punching tool yang mampu mengerjakan satu atau lebih proses pembentukan dalam satu kali langkah pengerjaan. Hal ini bisa dilakukan karena pada progressive dies dirancang sedemikian rupa sehingga beberapa proses pembentukan misalkan shearing, blanking, pierching, dan sebagainya bisa dilakukan dengan satu kali jalan. Dalam penelitian ini dilakukan rancang bangun progressive dies produk pengunci sabuk (gasper) di industri kecil Ngunut - Tulungagung, dimana dengan cara konvensional memerlukan tujuh tahapan proses, sedangkan bila menggunakan progressive dies hanya memerlukan satu kali proses. Kata kunci : Progressive dies, waktu produksi, akurasi, presisi, daya saingABSTRACTProgressive dies Punching system is a tool that could do one or more of the process of formation in a single processing step. This can be done because of the progressive dies are designed so that some suppose that the formation process of shearing, blanking, pierching, and so on can be done with one-way. In this study the design of progressive dies belt locking products (Gasper) in small industry Ngunut - Tulungagung, where the conventional way requires a seven-stage process, whereas when using progressive dies only require a one time process. Key words: Progressive dies, production time, accuracy, precision, competitiveness
ANALISIS KUALITAS PRODUK GELAS KACA CROWN DENGAN METODE SIX SIGMA DAN KAIZEN DI PT.SEMESTA RAYA ABADI JAYA,GRESIK & Farida, Edwyn Dwi Defrianto,
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.886 KB)

Abstract

AbstractThis research was made based on the existing problems in the glass company PT. Abadi Jaya Raya universe, namely the frequent occurrence of product defects or problems it defect.Berdasarkan made this study by using the DMAIC method and kaizen. The purpose of this study was to determine the factors causing defect and propose improvements to reduce defects. Data from this study were drawn based on the number of defects during the month of January 2014 - June 2014. And the object of this research is a type of crown glass. The variables used are divided into 3 independent variables, including production data, the data of disability, type of disability. While the dependent variable is the increase in quality. With DMAIC approach then be controlled by analyzing the causes of disability with fishbone diagram obtained factors cause defects there are 5 factors, human factors, factors machines, factor method, material factors, and environmental factors and based on the obtained data processing defects occur most commonly in January and CTQ most defects are Gupil.dan DPMO greatest value artifacts in February that 2,111 were converted kenilai sigma at 4.3611 and the proposed improvements to reduce the defect is kaizen kaizen five M checklist and five step plan.Keywords: CTQ, DPMO, Six Sigma, DMAIC, Kaizen Abstraksi Penelitian ini dibuat berdasarkan permasalahan yang ada di perusahaan gelas kaca PT. Semesta Raya Abadi Jaya, yaitu sering terjadinya produk cacat atau defect. Berdasarkan permasalahan tersebut maka dibuatlah penelitian ini dengan menggunakan metode DMAIC dan kaizen. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor –faktor penyebab defect dan memberikan usulan perbaikan untuk menurunkan defect. Data dari penelitian ini diambil berdasarkan jumlah defect selama bulan Januari 2014 – Juni 2014. Dan objek dalam penelitian ini adalah gelas kaca tipe crown. Variabel-variabel yang digunakan terbagi menjadi 3 variabel bebas, antara lain data produksi, data kecacatan, jenis kecacatan. Sedangkan variabel terikatnya adalah peningkatan kualitas. Dengan pendekatan DMAIC kemudian dilakukan pengendalian dengan menganalisa penyebab kecacatan dengan fishbone diagram didapat faktor faktor penyebab defect ada 5 faktor yaitu faktor manusia, faktor mesin, faktor metode, faktor material,dan faktor lingkungan dan berdasarkan pengolahan data didapat defect paling banyak terjadi pada bulan januari dan CTQ paling banyak defect adalah Gupil.dan nilai DPMO paling besar tedapat pada bulan februari yaitu 2,111 yang dikonversikan ke nilai sigma sebesar 4,3611 dan usulan perbaikan untuk menurunkan defect adalah kaizen five M checklist dan kaizen five step plan.Kata Kunci    :CTQ, DPMO, Six Sigma, DMAIC, Kaizen.
OPTIMALISASI SISTIM PENGEMASAN PRODUK KRIPIK SINGKONG DENGAN MENERAPKAN METODE GKM-3P PERUSAHAAN CV. KEMBANG JAYA LUMAJANG Aroemsari, Roeri
JURNAL TEKMAPRO Vol 8, No 2 (2013): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1512.98 KB)

Abstract

ABSTRAKGugus Kendali Mutu Peningkatan Percepatan Produktivitas (GKM 3P) dibentuk dalam rangka mempercepat peningkatan produktivitas kerja terutama di Industri Kecil Menengah, dalam rangka menghadapi tuntutan dan harapan pelanggan. Oleh karena itu Industri Kecil Menengah harus meningkatkan konsistensi proses produksi, efisiensi biaya, motivasi serta sikap SDM, dan produktivitas, sehingga perusahaan Industri Kecil Menengah dapat berkompetisi era globalisasi perdagangan.Penelitian ini dilakukan di sebuah perusahaan IKM Produk Kripik Singkong, di mana permasalahan yang ada setelah dilakukan brainstorming di antara pekerja adalah sistim pengemasan ke plastik tidak optimal. Penyebab masalah tersebut adalah pemborosan tenaga kerja pada proses pengemasan dan produk kripik singkong pecah - pecah. Perbaikan-perbaikan yang dirancang adalah mengganti diameter mangkokan pada mesin pengemasan plastik dari 8 cm dan tinggi 3 cm dengan diameter 8,5 cm dan tinggi 2,5 cm. Dengan melakukan perbaikan secara bersamaan maka hasil yang diperoleh mengalami kenaikan dari rata-rata produksi sebesar 79.166 dos/ bulan menjadi 114.366 dos/ bulan. Sehingga dapat dilihat hasil terjadinya peningkatan produktivitas kerja sebesar 44,,46 % .Kata Kunci : GKM 3P, Produktivitas, Kripik Singkong
MENGURANGI KECACATAN GUNA MENINGKATKAN PRODUKSI DENGAN PENDEKATAN JUST IN TIME DI PT.KIA GENTENG & Sujito S3), Joumill SZS.1), Surachman 2),
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.287 KB)

Abstract

ABSTRAK PT.KIA Genteng Wringin Anom Gresik perusahaan yang bergerak dibidang industri pembuatan genteng. Permasalahan yang timbul terutama terjadi pada kecacatan yang ditimbulkan pada produksi pembuatan genteng berupa adanya genteng yang gupil, genteng yang retak, dan sebagainya disebabkan karena adanya kecacatan dan terjadi pada genteng Kia berdampak akan penurunan kualitas dari produksi genteng. Berdasarkan data yang didapat dari surve lapangan diperusahaan genteng terdapat banyaknya kecacatan yang timbul dari genteng tersebut disebabkan oleh kurang profesional dan kurang ketelitian dari pegawai pabrik terutama dalam melakukan aktifitas didalam proses produksi serta kurangnya setting mesin atau alat yang akan digunakan dalam proses produksi genteng begitu juga matrial yang tidak sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan oleh perusahaan untuk proses produksi. Serta perlunya waktu yang tepat sesuai permintaan konsumen atau order konsumen sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Maka Just In Time sangat berpengaruh dalam memproduksi genteng dengan waktu yang sudah ditentukan sesuai dengan jadwal pemesanan dan tidak mengurangi kualitas produk genteng Kia .Kata Kunci : Master Production Scheduling, Rough Cut Capacity Planing, Bill of Material Requirement Planing.
PENGEMBANGAN KNOWLEDGE SHARING PADA PENINGKATAN KETERHANDALAN Sudjito Suparman3), dan Purnomo Budi Santoso4), Tedjo Sukmono1), Pratikto2),
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.973 KB)

Abstract

ABSTRAK Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, utnuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya sistem perawatan yang baik.  Maintainability dapat didefinisikan juga sebagai kemampuan suatu peralatan atau mesin untuk dipelihara dimana perawatan merupakan serangkaian tindakan yang diambil untuk mempertahankan atau memperbaiki mesin sehingga mesin dalam kondisi siap pakai menurut Imam Sodikin (2008). Untuk mengoptimumkan maintainabilitas sistem ada dua factor yang perlu diperhatikan yaitu model knowledge sharing perawatan (maintenance model) dan perancangan untuk mendapatkan tingkat reliability tertentu. Pada idealnya semakin banyak jam mesin yang tersedia maka semakin banyak produk yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis, pada perusahaan “X”  waktu rata-rata diantara kerusakan untuk jenis kerusakan A 285,71jam, B 555,56jam, C 1020,41jam. Nilai Reliability mesin mixer scanima untuk jenis kerusakan A 95,9%, jenis kerusakan B 97,9%, untuk jenis kerusakan C 98,8%. Dari perhitungan Maintanability didapat, waktu rata-rata diantara perawatan untuk jenis kerusakan A 255,45jam, B 464,46jam, C 729,87jam. Didapat nilai Availability untuk semua jenis kerusakan mencapai diatas 98,8%. Total biaya perawatan pertahunnya untuk penjadwalan perawatan yang baru lebih hemat Rp. 334.938.472,76/tahun dengan penjadwalan yang lama.Kata kunci : Knowledge Sharing,  TPM (Total Productivity maintenance), Reliability) .ABSTRAK Salah satu hal yang mendukung kelancaran kegiatan operasi pada suatu perusahaan adalah kesiapan mesin-mesin produksi dalam melaksanakan tugasnya, utnuk mencapai hal tersebut diperlukan adanya sistem perawatan yang baik. Maintainability dapat didefinisikan juga sebagai kemampuan suatu peralatan atau mesin untuk dipelihara dimana perawatan merupakan serangkaian tindakan yang diambil untuk mempertahankan atau memperbaiki mesin sehingga mesin dalam kondisi siap pakai menurut Imam Sodikin (2008). Untuk mengoptimumkan maintainabilitas sistem ada dua factor yang perlu diperhatikan yaitu model knowledge sharing perawatan (maintenance model) dan perancangan untuk mendapatkan tingkat reliability tertentu. Pada idealnya semakin banyak jam mesin yang tersedia maka semakin banyak produk yang dihasilkan. Berdasarkan hasil analisis, pada perusahaan “X” waktu rata-rata diantara kerusakan untuk jenis kerusakan A 285,71jam, B 555,56jam, C 1020,41jam. Nilai Reliability mesin mixer scanima untuk jenis kerusakan A 95,9%, jenis kerusakan B 97,9%, untuk jenis kerusakan C 98,8%. Dari perhitungan Maintanability didapat, waktu rata-rata diantara perawatan untuk jenis kerusakan A 255,45jam, B 464,46jam, C 729,87jam. Didapat nilai Availability untuk semua jenis kerusakan mencapai diatas 98,8%. Total biaya perawatan pertahunnya untuk penjadwalan perawatan yang baru lebih hemat Rp. 334.938.472,76/tahun dengan penjadwalan yang lama.Kata kunci : Knowledge Sharing, TPM (Total Productivity maintenance), Reliability) .
PENENTUAN JUMLAH OPTIMAL LINE PENGIRIMAN SECONDARY RAW MATERIAL DI LANTAI PRODUKSI (STUDI KASUS PT. X,Tbk) dan Farida Pulansari, Minto Waluyo
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.603 KB)

Abstract

Abstraksi Dalam penelitian yang  dilakukan di PT. X,Tbk area gudang secondary raw material es krim, peneliti melihat terdapat bottleneck pada proses pengiriman secondary raw material seperti wrapper, outter, kacang, dan stick dalam proses pengiriman ke ruang produksi. Sehingga membuat terkendalanya proses pengiriman secondary raw material tersebut. Variabel terbagi menjadi 2 macam yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Untuk variabel terikat berupa waktu kedatangan material dan waktu pengiriman material. Untuk pengumpulan data terbagi menjadi 2 berupa data primer dan data sekunder. Data sekunder yaitu kegiatan pengiriman line material dan data kebutuhan macam-macam material.Pengolahan data dengan software Simul8 untuk rancangan model line pengiriman, Dari hasil proses running dan berdasarkan tabel rangkuman hasil simulasi diatas dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat kegunaan (utilitas) untuk periode produksi bulan oktober 2013 dengan jumlah 2 line pengiriman secondary raw material sebesar 92% artinya untuk pengiriman tersebut terjadi kesibukan dan antrian dalam sistem. Untuk itu perlu dilakukan pengoptimalan atau penambahan jumlah line pengiriman. Maka peneliti melakukan simulasi model usulan dengan rancangan beberapa line pengiriman seberikut;’  jika jumlah line pengiriman berjumlah 3 unit maka tingkat kegunaan (utilization) didapat sebesar 74% yang artinya kondisi line tidak mengalami kesibukan yang sangat tinggi. Sedangkan untuk jumlah line pengiriman 4 unit didapat tingkat kegunaan (utilization) sebesar 41% artinya line tidak mengalami kesibukan yang tinggi, namun dengan tingkat sebesar 41% tersebut ada kecenderungan jika line nantinya akan banyak menganggur.Keywords : secondary raw material, simulasi antrian, simul8Abstraksi Dalam penelitian yang dilakukan di PT. X,Tbk area gudang secondary raw material es krim, peneliti melihat terdapat bottleneck pada proses pengiriman secondary raw material seperti wrapper, outter, kacang, dan stick dalam proses pengiriman ke ruang produksi. Sehingga membuat terkendalanya proses pengiriman secondary raw material tersebut. Variabel terbagi menjadi 2 macam yaitu variabel terikat dan variabel bebas. Untuk variabel terikat berupa waktu kedatangan material dan waktu pengiriman material. Untuk pengumpulan data terbagi menjadi 2 berupa data primer dan data sekunder. Data sekunder yaitu kegiatan pengiriman line material dan data kebutuhan macam-macam material.Pengolahan data dengan software Simul8 untuk rancangan model line pengiriman, Dari hasil proses running dan berdasarkan tabel rangkuman hasil simulasi diatas dapat diketahui bahwa rata-rata tingkat kegunaan (utilitas) untuk periode produksi bulan oktober 2013 dengan jumlah 2 line pengiriman secondary raw material sebesar 92% artinya untuk pengiriman tersebut terjadi kesibukan dan antrian dalam sistem. Untuk itu perlu dilakukan pengoptimalan atau penambahan jumlah line pengiriman. Maka peneliti melakukan simulasi model usulan dengan rancangan beberapa line pengiriman seberikut;’ jika jumlah line pengiriman berjumlah 3 unit maka tingkat kegunaan (utilization) didapat sebesar 74% yang artinya kondisi line tidak mengalami kesibukan yang sangat tinggi. Sedangkan untuk jumlah line pengiriman 4 unit didapat tingkat kegunaan (utilization) sebesar 41% artinya line tidak mengalami kesibukan yang tinggi, namun dengan tingkat sebesar 41% tersebut ada kecenderungan jika line nantinya akan banyak menganggur.Keywords : secondary raw material, simulasi antrian, simul8
INTEGRASI PENERAPAN KAIZEN DAN SEVEN TOOLS DI PT. GUNAWAN DIANJAYA STEEL, Tbk & Pailan, Andre Arief Hendrawan, Yustina,
JURNAL TEKMAPRO Vol 10, No 1 (2015): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.165 KB)

Abstract

ABSTRAKIPT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk adalah suatu perusahaan yang bergerak di bidang produsen pelat baja karbon di indonesia. Salah satu produk yang ditawarkan oleh PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk adalah pelat baja karbon hot rolled. Namun dalam proses produksi masih terdapat defect diantaranya yaitu proses rolling, proses cutting, dan finishing. Tujuan dilakukannya penelitian di PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk adalah Untuk menganalisis menggunakan Seven Tools serta penerapan KAIZEN dalam mengendalikan kualitas produk PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk dan menekan kerusakan (Defect)Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pada proses produksi selama 3 bulan dengan kecacatan pada rolling sebesar 0,23%, kecacatan pada cutting sebesar 0,82%, dan kecacatan pada finishing sebesar 0,13% dapat diketahui juga jenis cacat yang dominan yaitu pada proses cutting sebesar 76 lembar pelat baja dengan prosentase cacat sebesar 0,82%. Sehingga untuk mengurangi waste tersebut disarankan untuk mengurangi Defect atau kecacatan yang terjadi di PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk perlu adanya peningkatan pengawasan terhadap pekerja maupun pemeliharaan terhadap mesin atau peralatan yang digunakan dan juga perlu melakukan pelatihan untuk mengasah kemampuan pegawai pada perusahan.Katakunci: Defect, Kaizen, SeventoolsABSTRACTPT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk is producer of carbon steel plate in Indonesia. The one of their product is steel plate hot rolled, but in production process still have defect, there are rolling process, cutting process, and finishing. The research in PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk is analyzed by seven tools and kaizen application on maintain of product quality and reduce waste (defect)Based on research result, on production process during 3 month. There is 0,23% rolling damage, 0,82% cutting damage, and 0,13% finishing damage, the most damage is in cutting process about 76 sheets of steel plate with defect percentage 0,82%. For reducing waste is recommended to reducing defect in PT. Gunawan Dianjaya Steel, Tbk needs increase supervision to employee and machine maintenance or toolskit and needs training for increase ability of employee in this company.Key word: Defect, Seven tools, Kaizen
KEPUASAN PELANGGAN DENGAN PENDEKATAN PHYSICAL DISTRIBUTION SERVICE QUALITY (PDSQ) PADA DISTRIBUSI PRODUK KONSTRUKSI DI CV. TUNGGAL TEKNIK SURABAYA & Nisa Masruroh, Achmad Lutfianto,
JURNAL TEKMAPRO Vol 9, No 2 (2014): JURNAL TEKMAPRO
Publisher : JURNAL TEKMAPRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.954 KB)

Abstract

ABSTRAKCV. Tunggal Teknik Surabaya merupakan salah satu perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang perdagangan umum dan pembuatan produk-produk konstruksi. Dengan Produk yang paling banyak permintaan adalah Pagar besi minimalis. Dimana banyak pesaing yang harus dihadapi, maka peningkatan kualitas pelayanan merupakan salah satu cara yang sangat penting yang dapat dilakukan pihak perusahaan dalam menghadapi banyaknya pesaing tersebut, agar dapat menjaga loyalitas konsumen perusahaan secara continue dan jangka panjang. Dengan permasalahan tersebut, metode Physical Distribution Service Quality (PDSQ) merupakan metode yang tepat untuk mengukur kualitas layanan suatu distribusi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik kualitas layanan distribusi yang telah diberikan kepada para konsumen dan dapat menjadi usulan perbaikan terhadap layanan distribusi diperusahaan bila terdapat indikasi kurangnya kualitas layanan diperusahaan. Hasil penelitian diperoleh data sebanyak 47 buah dan selanjutnya dilakukan perhitungan dengan menggunakan rumus slovin dan didapatkan sampel sebanyak 42 buah, maka sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 42 buah. Berdasarkan pengolahan data terhadap masing-masing dimensi PDSQ, maka diperoleh indeks kepuasan pelanggan (IKP) dari yang terbesar sampai yang terkecil adalah sebagai berikut, pada dimensi timeliness sebesar 92,5%, untuk dimensi contition sebesar 88,5%, dan availability sebesar 82,7%. Sedangkan hasil perhitungan nilai indeks kepuasan pelanggan secara keseluruhan didapat sebesar 87,9%, artinya sebesar 87,9 % itulah tingkat kepuasan yang dirasakan oleh pelanggan atas kualitas layanan distribusi fisik yang diterima dari perusahaan. Dengan demikian maka pelayanan yang diberikan oleh perusahaan sudah sangat baik.Kata Kunci : Physical Distribution Service Quality, Indeks Kepuasan Pelanggan.

Page 8 of 33 | Total Record : 328