cover
Contact Name
Suwarsito
Contact Email
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteks
ISSN : 08521468     EISSN : 26860546     DOI : https://doi.org/10.30595/sainteks
Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di sains dan teknologi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan. Sainteks terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober. Namun mulai tahun 2019 Sainteks terbit di bulan April dan Oktober.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS" : 9 Documents clear
Fuzzy Inference System Menggunakan Metode Tsukamoto Untuk Menentukan Tingkat Kompetensi Pedagogik Guru Anton Suroto; Hindayati Mustafidah
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1552

Abstract

As an educator, teacher must have pedagogic competence, personality competence, social competence, and professional competence to do the task. To know how important pedagogic competence point of teacher it’s needed difficulties accounting, so it has been made online application by using Fuzzy Inference System(FIS) use Tsukamoto Method which be able to access by whoever and whereever. Point of pedagogic competence can be gotten from input of scores in each aspect of pedagogic competence, then output of result is a point which indicate pedagogic competence level of teacher. Key words: Fuzzy Inference System, Tsukamoto Method, Pedagogic Competence, online.
Perbedaan Stroke Lesi Hemisfer Kiri Dan Stroke Lesi Hemisfer Kanan Terhadap Terjadinya Demensia Di RSUD Banyumas Siti Rokhayah; Hidayat Budi
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1502

Abstract

Kejadian penyakit stroke di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan pola hidup seseorang maupun riwayat penyakit yang menyertai. Stroke merupakan problem neurologis serius yang sering dijumpai di dunia, masih merupakan kontributor utama terhadap morbiditas, disabilitas fungsional dan mortalitas. Stroke apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan factor gangguan kognitif seperti demensia. Untuk itu diperlukan pengetahuan mengenai apakah penyakit stroke berpengaruh pada demensia. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui perbedaan stroke lesi hemisfer kiri dan kanan terhadap kejadian demensia di RSUD Banyumas. Metode Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan desain cross sectional. Teknik sampling menggunakan sistematic random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner dengan instrumen MMSE, dan wawancara. Populasi penelitian adalah seluruh pasien di Poliklinik saraf RSUD Banyumas. Ukuran sampel sebanyak 60 siswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan dengan menggunkan Uji Chi Square. Dari penelitian ini diketahui bahwa pasien di Poliklinik RSUD Banyumas sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 35 orang (58,33%), dan sebagian besar berusia 51-60 tahun sebanyak 23 orang (38,33%). Rerata frekuensi jumlah penderita stroke yang mengalami demensia sebanyak 26 orang (43,33%). Dan perbandingan kejadian demensia diperoleh 23 orang (85,7%) dari 30 orang pada penderita stroke lesi hemisfer kiri, kejadian demensia sebanyak 3 orang (14,3%) dari 30 orang pada stroke lesi hemisfer kanan. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh angka lebih besar dari harga kritik untuk taraf signifikansi α=0,05 yaitu sebesar 3,84 yang berarti hipotesis nol diterima. Akhirnya disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kejadian stroke lesi hemisfer kiri dan kanan yang bermakna pada pasien demensia di RSUD Banyumas. Kata kunci : Stroke hemisfer kiri, stroke hemisfer kanan, demensia
Pengaruh Penyakit Stroke Terhadap Terjadinya Epilepsi Di RSUD Banyumas Abdul Hakim; Siti Rokhayah
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1503

Abstract

Stroke merupakan suatu kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke suatu bagian otak tiba­tiba terganggu. Bekas penderita stroke bisa terserang epilepsi. Dalam jaringan otak, kurangnya aliran darah menyebabkan serangkaian reaksi bio­kimia, yang dapat menimbulkan serangan kejang pada epilepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara stroke dengan angka kejadian epilepsi di RSUD Banyumas. Penelitian ini menggunakan observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah penderita stroke dan non stroke. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang, yang terdiri dari 20 pasien stroke dan 10 pasien non stroke. Instrumentasi penelitian menggunakan data dari status pasien dan instrumen uji pada penderita stroke dan non stroke di RSUD Banyumas. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikansi α = 0,05. Dari uji statistik diperoleh X² hitung = 0,0085 lebih kecil dari X² tabel = 3,841 dengan taraf signifikan 0,05 dan derajat bebas = 1. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stroke dengan angka kejadian epilepsi di RSUD Banyumas. Kata kunci : stroke, non stroke, epilepsi
Hubungan Antara Rentang Lengan Terhadap Tinggi Badan Dalam Penentuan Indeks Massa Tubuh (IMT) Pada Lansia Di Kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap Nurrizki Haitamy; Ageng Barahmadhi
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1499

Abstract

Tahap dewasa merupakan tahap tubuh mencapai titik perkembangan yang maksimal. Setelah itu tubuh mulai menyusut dikarenakan berkurangnya sel-sel yang ada didalam tubuh. Sebagai akibatnya, tubuh juga akan mengalami penurunan fungsi secara perlahan-lahan, itulah yang dikatakan proses penuaan. Tujuan Penelitian untuk mengetahui hubungan antara rentang lengan terhadap tinggi badan dalam penentuan indeks massa tubuh (IMT) pada lansia di kelurahan Adipala Kabupaten Cilacap. Hal ini ditinjau dari hubungan antara rentang lengan dan tinggi badan pada lansia. Metode penelitian bersifat observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive random sampling. Jumlah sampel sebanyak 60 lansia berusia > 60 tahun yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian diperoleh melalui pengukuran langsung tinggi badan, rentang lengan, dan berat badan. Analisis data menggunakan uji analisis korelasi Pearson. Hasil Penelitian berdasarkan analisis uji korelasi Pearson antara tinggi badan dan rentang lengan didapatkan r = 0,761 (perempuan) dan r = 0,740 (laki-laki). Sedangkan pada uji korelasi Pearson antara IMT tinggi badan (IMT TB) dan IMT rentang lengan (IMT RL) didapatkan r = 0,856 (perempuan) dan r = 0,852 (laki-laki). Secara keseluruhan nilai kemaknaan yang diperoleh
Pengaruh Pemberian Petidin Dan Fentanyl Sebagai Premedikasi Anestesi Terhadap Perubahan Tekanan Darah Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Susiyadi Susiyadi; Refni Riyanto
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1504

Abstract

Petidin dan fentanil pada saat ini sering digunakan untuk obat anestesi intravena. Keuntungan menggunakan kedua obat ini adalah mempunyai batas keamanan yang lebih besar karena dapat mencapai efek opioid yang diinginkan pada Sistem Saraf Pusat tanpa mendatangkan efek samping. Sedangkan kerugian anestesi intravena pada petidin dan fentanil, yaitu terjadinya hipoventilasi atau penurunan volume tidal serta hipotensi tetapi tidak terlalu banyak. Pada fentanil hipoventilasi dan hipotensi yang terjadi tidak seberapa dibandingkan petidin, serta efek analgesiknya yang lebih kuat dibandingkan petidin. Penelitian in bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian petidin dan fentanyl sebagai premedikasi anestesi terhadap perubahan tekanan darah. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang sudah ditentukan. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok secara random sederhana, yaitu 15 orang pasien dimasukkan dalam kelompok petidin dan 15 orang pasien dimasukkan dalam kelompok fentanil. Instrumen penelitian menggunakan Alat monitor tekanan darah dan laju nadi, alat undian, spuit 3 cc, Petidin, Fentanil, lembar persetujuan pasien. Analisa bivariate menggunakan uji-t untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan yang bermakna. Hasil penelitian yang didapatkan pada penelitian ini yaitu anestesi intravena dengan menggunakan fentanil mempunyai efek hipotensi lebih sedikit dibanding dengan menggunakan petidin. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara perlakuan petidin dan fentanil pada tekanan darah sistole, tekanan darah diastolik, tekanan darah MAP sebagai anestesi intravena pada menit ke 0 hingga 5 menit ke III. Kata kunci : tekanan darah, petidin, fentanil
Pengaruh Obstructive Sleep Apnea (OSA) Terhadap Terjadinya Hipertensi Di Poli Saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Oke Kadarullah; Yunia Annisa
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1500

Abstract

Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan bernafas saat tidur dengan dengkuran yang keras serta berhentinya nafas dalam periode pendek.Obstructive Sleep Apnea (OSA) ditandai dengan episode berulang dari keruntuhan dan obstruksi jalan napas atas saat tidur.Episode obstruksi ini berhubungan dengan desaturasi oksihemoglobin secara berulang ketika tidur.OSA terkait dengan rasa kantuk di siang hari yang berlebihan. Kematian pada usia produktif sebagian besar dikarenakan menderita OSA yang kemudian mengalami komplikasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh obstructive sleep Apnea (OSA) terhadap terjadinya hipertensi di poli saraf RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo.Penelitian ini dilakukan di unit rawat jalan bagian penyakit saraf pada bulan Septermber – Oktober 2015. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Besar populasi adalah 80 responden sedangkan besar sampel adalah 40 orang. Teknik sampling yang digunakan purposive random sampling.Data diperoleh dengan instrumen penelitian kuisioner dengan teknik wawancara terpimpin, dan sfigmomanometer jenis jarum. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square pada taraf signifikasi α = 0,05. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang mengalami hipertensi 17 orang (79 %) lebih banyak dari pada jumlah pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang tidak hipertensi sebanyak 6 (21%) orang dari total 20 pasien Obstructive Sleep Apnea (OSA). Sedangkan jumlah pasien yang tidak mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA) tapi hipertensi adalah 6 orang (32%),lebih sedikit dari pada jumlah pasien yang tidak mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA) dan tidak hipertensi sebanyak 14 orang (68%).Sedangkan dari hasil analisis data didapatkan hasil X² = 9.482 dan OR = 6,879; sehingga dapat disimpulkan secara statistik, bahwa terdapat hubungan antara Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan kejadian hipertensi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara Obstructive Sleep Apnea (OSA) dengan kejadian hipertensi. Kata kunci: obstructive sleep apnea (OSA) – peningkatan saraf simpatis – hipertensi
Perbedaan Antara Tingkat Kecemasan Pada Wanita Menopause Dan Wanita Usia Reproduktif Di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas Yenni Bahar; Retno Soesuliwati
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1506

Abstract

Berdasarkan data World Health Organization (WHO) ledakan menopause pada tahun-tahun mendatang sulit sekali dibendung dan diperperkirakan pada tahun 2030 nanti akan ada 1,2 miliar wanita yang berusia diatas 50 tahun.. Penelitian ini dirancang untuk mengetahui adanya perbedaan tingkat kecemasan pada wanita usia menopause dengan wanita masa reproduksi. Metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini mengambil sample dengan cara purposive sampling. Sedangkan teknik pemilihan subjek/ sampel dengan cara restriksi karena menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah: 1. Uji analisis yang digunakan adalah chi-square ( X²), untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri dari dua atau lebih klas, data berbentuk nominal dan sampelnya besar. Uji menggunakan program SPSS (Stastistical Product and Service Solution) 16.0 Production Facility. 2. Analisis regresi logistik untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, pendapatan dengan tingkat kecemasan. Uji menggunakan program SPSS (Stastistical Product and Service Solution) 16.0 Production Facility. Dalam penelitian ini data yang didapat dianalisis dengan uji statistik chi square untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan kecemasan dan uji analisis regresi logistik untuk mengetahui pengaruh antara tingkat pendidikan, status pekerjaan, status perkawinan, pendapatan dengan tingkat kecemasan. Dari Uji Chi-Square didapatkan p value sebesar 0,006 dimana nilai ini kurang dari 0,05. Hal ini menunjukkan hasil yang signifikan yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kecemasan antara wanita usia menopause dengan wanita usia reproduksi. Wanita usia menopause lebih cemas dari wanita usia reproduksi. Pada hasil uji Logistic Regression pada penelitian ini didapatkan bahwa pekerjaan mempunyai pengaruh paling besar terhadap kecemasan (OR=25.609; p=0.011). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: wanita usia menopause di desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas lebih cemas daripada wanita usia reproduksi di desa Pekunden Kecamatan Banyumas Kabupaten Banyumas( p=0,006). Kata Kunci : Tingkat kecemasan, wanita menopause, wanita usia reproduktif
Pengaruh Beban Kerja Berlebihan Terhadap Terjadinya Andropause Pada Pria Lansia Di Kabupaten Cilacap Soegimin Ardi Soewarno; Islimsyaf Anwar Salim
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1501

Abstract

Andropause merupakan suatu sindrom pada pria lansia yang terdiri dari gejala fisik, seksual, dan psikologis, meliputi: kelemahan, kelelahan, pengurangan masa otot dan tulang, gangguan hematopoiesis, oligospermia, disfungsi seksual, despresi, kecemasan, iritabilitas, insomnia, gangguan memori dan penurunan fungsi kongnitif. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh beban kerja berlebihan terhadap terjadinya andropause pada pria lansia di kabupaten Cilacap. Metode Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 300 orang berumur 40-65 tahun yang memiliki pekerjaan.Teknik pengambilan sampel dilakukan secara proporsional dengan Purposive Random Sampling yaitu pemilihan subjek berdasarkan atas ciri-ciri atau sifat tertentu yang berkaitan dengan karakteristik populasi, secara proporsional menurut jumlah penduduk tiap kecamatan.Data diambil melalui kuesioner. Data akan dianalisis dengan metode analisis uji korelasi Lambda dan diolah dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.0 for windows. Hasil Penelitian ini adalah pengujian statistik dengan metode analisis uji korelasi Lambda, baik melalui penghitungan menggunakan rumus maupun dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.0 for Windows, didapatkan nilai r=0.408. Simpulan Penelitian adalah berdasarkan hasil uji korelasi Lambda tersebut, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh beban kerja berlebihan terhadap terjadinya andropause pada pria lansia di kabupaten Cilacap, dengan kekuatan korelasi sedang (r=0.408) dan arah korelasi positif yang berarti semakin meningkat derajat stres, semakin meningkat pula angka kejadian andropause. Kata kunci: andropause – Stres kerja
Pengaruh Frekuensi Konsumsi Kafein Terhadap Sindrom Premenstruasi Pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Angkatan 2013 – 2015 Universitas Muhammadiyah Purwokerto Anis Kusumawati; Irma Finurina
Sainteks Vol 13, No 2 (2016): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v13i2.1507

Abstract

Sindrom Premenstruasi adalah sekumpulan gejala berupa perubahan fisik dan psikis yang dialami oleh wanita 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Keluhan yang ditimbulkan bisa bervariasi bisa menjadi lebih ringan ataupun lebih berat sampai berupa gangguan mental (mudah tersinggung, sensitif) maupun gangguan fisik. Salah satu faktor yang memengaruhi terjadinya sindrom premenstruasi adalah faktor kebiasaan yaitu konsumsi kafein. Mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang berlebih dapat menimbulkan efek salah satunya adalah sindrom premenstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi konsumsi kafein terhadap sindrom premenstruasi pada mahasiswa kedokteran angkatan 2013 - 2015 Universatas Muhammadiyah Purwokerto. Metode dalam penelitian ini menggunakan rancangan penelian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sample random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswi fakultas kedokteran angkatan 2013-2015 Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Subjek dalam pnelitian ini 40 subjek penelitian, data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney dan regresi logistik. Dari penelitian ini didapatkan bahwa frekuensi konsumsi kafein pada mahasiswi kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto dengan nilai (p=0,235). Kafein dikontrol usia, usia menarche, dan Indeks Massa Tubuh tidak meningkatkan risiko terjadinya sindrom premenstruasi (OR=1,05; CI 95%=0,98-1,09; p=0,105). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa frekuensi konsumsi kafein tidak berpengaruh pada sindrome premenstruasi pada mahasiswi kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Kata kunci: frekuensi konsumsi kafein, sindrom premenstruasi, mahasiswi

Page 1 of 1 | Total Record : 9