cover
Contact Name
Dr. Ir. Toto Rusianto, M.T
Contact Email
-
Phone
0274-563029 Psw. 113
Journal Mail Official
jurtek@akprind.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak 28 Kompleks Balapan, Yogyakarta, 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 19793405     EISSN : 23386711     DOI : https://doi.org/10.34151/jurtek
Jurnal Teknologi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai wahana publikasi karya ilmiah/penelitian di bidang sains dan teknologi. Jurnal Teknologi menerbitkan dua terbitan per tahun (Juni dan Desember). Tujuan Jurnal Teknologi adalah untuk menerbitkan artikel penelitian yang berkualitas yang didedikasikan untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang teknologi industri.
Articles 397 Documents
PENERAPAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN BACKPROPAGATION UNTUK MEMPREDIKSI NILAI UJIAN SEKOLAH Kosasi, Sandy
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebijakan penghapusan Ujian Nasional (UN) bagi jenjang sekolah dasar/sederajat mulai tahun ajaran 2013-2014 membawa konsekuensi pada semakin meningkatnya kedudukan Ujian Sekolah (US), terutama dalam penentuan kelulusan serta pengukuran kompetensi para siswa. Oleh sebab itu, sebagai salah satu persiapan dalam menghadapinya, penulis membuat sebuah aplikasi jaringan saraf tiruan menggunakan metode backpropagation untuk memprediksi nilai Ujian Sekolah siswa sekolah dasar. Penelitian ini berbentuk studi kasus, berlokasi di SDN 1 Singkawang Tengah dan menggunakan metode eksperimental. Variabel penelitian berupa nilai rapor mata pelajaran Matematika dan IPA serta nilai Ujian Sekolah pada kedua mata pelajaran tersebut. Metode perancangan dan pengembangan menggunakan prototipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mean Square Error (MSE) terkecil pada mata pelajaran Matematika diperoleh sebesar 0,5100175 dengan kombinasi parameter pelatihan berupa 26.000 epoch dan learning rate sebesar 0,5. Pada mata pelajaran IPA, nilai MSE terkecil diperoleh sebesar 0,1405143 lewat kombinasi parameter pelatihan 1.000 epoch dan nilai learning rate 0,9. Tingkat akurasi rata-rata keluaran jaringan diperoleh sebesar 80,15 %. Dapat disimpulkan bahwa jaringan saraf tiruan backpropagation yang dihasilkan cukup dapat diandalkan untuk melakukan prediksi nilai ujian sekolah siswa sekolah dasar. Kata Kunci: , , , , MSE
DESAIN LINGKUNGAN KERJA INDUSTRI KARET BERBASIS ERGONOMI GUNA REDUKSI BEBAN KERJA DAN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS Setiawan, Heri
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian kapasitas pabrik dan reduksi bottleneck proses produksi di lingkungan fisik kerja blanket basah sangat ditentukan oleh tingkat beban kerja pekerja dan hasil produksi per shift kerja. Kemampuan dan keterbatasan pekerja, peralatan kerja, task, organisasi dan lingkungan kerja harus diserasikan guna mereduksi beban kerja pekerja dan meningkatkan hasil produksi per shift kerja. Penentuan skala prioritas permasalahan berbasis ergonomi total dilakukan sejak dini dengan identifikasi 8 aspek ergonomi, direncanakan dan dipertimbangkan secara sistemik, holistik, interdisipliner dan partisipatori serta menerapkan konsep teknologi tepat guna menjadi salah satu metode yang mampu memberi solusi terhadap masalah tersebut. Reduksi beban kerja pekerja dan hasil produksi per shift kerja berbasis ergonomi meliputi; redesain meja dan kursi kerja lipat blanket basah, pengaturan pola sistem kerja berpasangan, pemberian istirahat aktif, pemberian asupan nutrisi tambahan berupa teh manis dan snack pempek, pemberian alat pelindung diri, dan redesain lingkungan fisik kerja. Penelitian eksperimental dengan rancangan sama subjek, melibatkan 17 pekerja sampel yang melakukan aktivitas pada kondisi lingkungan fisik kerja sebelum dan setelah desain berbasis ergonomi. Data beban kerja dan hasil produksi per shift kerja dianalisis dengan uji Two Pair Sample t-test pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, setelah desain lingkungan fisik kerja blanket basah berbasis ergonomi terjadi reduksi beban kerja sebesar 24,39% dan peningkatan hasil produksi per shift kerja sebesar 20,29%. .
AUDIT TATA KELOLA TEKNOLOGI INFORMASI MENGUNAKAN FRAMEWORK COBIT DENGAN MODEL MATURITY LEVEL (STUDI KASUS FAKULTAS ABC) Wardani, Setia; Puspitasari, Mita
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peranan Sistem Informasi/Teknologi Informasi yang sangat signifikan harus diimbangi dengan pengaturan dan penegelolaan yang tepat sehingga kerugian/ancaman yang mungkin terjadi dapat dihindari bahkan mampu dicegah. Pengamatan ini membahas mengenai keefektifan Tata Kelola Teknologi Informasi (TI) pada Fakultas ABC. Tujuan pengamatan ini adalah mempelajari pengelolaan TI sesuai dengan standar COBIT Framework, membuat rancangan Tata Kelola infrastruktur yang relevan dengan kegiatan operasional Fakultas ABC sesuai dengan standar COBIT Framework, membangun Tata Kelola TI yang mampu mengimplementasi dan dapat menilai tingkat kematangan. Metode yang digunakan pada pengamatan ini adalah metodologi kualitatif sedangkan metode pengumpulan datanya dilakukan dengan Interview/wawancara dan kuisioner dengan narasumber yang telah ditentukan sesuai dengan domain dan Control Objective yang digunakan. Narasumber audit Tata Kelola TI pada Fakultas ABC yaitu Dekan, Ketua Program Studi, Dosen, Kepala Laboratorium dan administrasi. Metode analisis data dilakukan beberapa tahap, yaitu penentuan domain, penentuan proses kontrol, penentuan indikator dan pemetaan tingkat kematangan. Kesimpulan pengamatan ini adalah sebagian besar penerapan proses COBIT di Fakultas ABC berada pada level 2, pada Fakultas ABC terdapat 7 proses TI berada pada level Initial dan 3 proses TI berada pada level repeatable dan 1 proses TI berada pada level define, berdasarkan hasil mapping, terdapat 11 proses TI dan 46 detail Control Cbjectives yang harus diperhatikan pada Fakultas ABC serta tidak semua rekomendasi proses menurut COBIT dapat diterapkan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGAPLIKASIAN E-COMMERCE Hidayat, Rachmad
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi seseorang mengaplikasikan e-commerce. Variabel yang dipakai dalam penelitian ini diadopsi melalui proses identifikasi dari para pakar bisnis online. Populasi dalam penelitian ini adalah seseorang yang tergolong pelaku e-commerce. Hasil pengolahan dan analisis faktor yang dilakukan, terdapat 6 faktor mempengaruhi seseorang untuk melakukan implementasi bisnis menggunakan media e-commerce yaitu optimalisasi, keberagaman barang, area pemasaran, perluasan bisnis, keberagaman konsumen dan promosi.
PENGUKURAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD DAN INTEGRATED PERFORMANCE MEASUREMENT SYSTEM (IPMS) Susetyo, Joko; Sabakula, A.U.L
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Madubaru merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi gula dan spritus. Selama ini, aspek finansial memegang peranan yang sangat penting dalam mengukur kinerja perusahaan, terfokusnya pada aspek finansial inilah yang sering membuat perusahaan terjebak pada orientasi pencapaian keuntungan dalam jangka waktu yang pendek, Adanya berbagai kepentingan yang tidak dapat dielakkan dalam peningkatan performansi kerja perusahaan, selain aspek finansial, menuntut adanya sistem pengukuran kinerja yang dapat mempresentasikan seluruh aktivitas perusahaan, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran kinerja perusahaan menggunakan Balanced Scorecard dan Integrated Performance Measurement System (IPMS). Pengukuran kinerja menggunakan Balanced Scorecard dilakukan dengan melihat empat perspektif, yaitu perspektif Finansial, Pelanggan, Proses Bisnis Internal, dan perspektif Pembelajaran dan pertumbuhan. Sedangkan IPMS dilakukan dengan melihat kebutuhan dari Stakeholder perusahaan. Berdasarkan hasil analisis Balanced Scorecard tolak ukur yang mengalami kinerja kurang baik antara lain Working Capital Turn Over (WTCO) dengan rata-rata sebesar -19,80 ; Total Debt to Equity Ratio (TDER) :175,13 %; pengukuran rasio tingkat pertumbuhan dan permintaan rata-rata sebesar : 6,5% . Hasil analisis menggunakan IPMS diperoleh 30 KPI, dan prioritas utama perusahaan dengan urutan : Stakeholder pelanggan, Stakeholder penanam modal, Stakeholder tenaga kerja, Stakeholder supplier, dan Stakeholder masyarakat, dengan demikian dari hasil pembobotan KPI, kinerja perusahaan yang sudah baik adalah Stakeholder pelanggan karena lebih memperhatikan kepuasan dan kenyamanan pelanggan.
PROTOTIPE SISTEM PENGATUR ISYARAT LALU-LINTAS TERKOORDINASI UNTUK SIMPANG EMPAT GONDOMANAN DAN BINTARAN Kurniawan, Freddy; Honggowibowo, Anton Setiawan
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kelemahan alat pengatur isyarat lalu-lintas (APILL) di persimpangan Gondomanan dan Bintaran adalah tidak adanya koordinasi di antara keduanya. Hal ini telah mengakibatkan terjadinya antrian panjang kendaraan dan kemacetan lalu-lintas. Salah satu solusinya adalah digunakannya sistem pengatur isyarat lalu-lintas terkoordinasi. Tujuan metode ini adalah agar sebagian besar kendaraan di jalur utama dapat melewati kedua persimpangan tersebut tanpa mendapat isyarat merah. Prototipe sistem pengatur isyarat lalu-lintas terkoordinasi ini terdiri dari dua APILL, yaitu APILL master dan slave. APILL master mengatur lalu-lintas sesuai jadwal, sedangkan APILL slave mengatur lalu-lintas sesuai jadwal dan mengikuti pewaktuan dari master. APILL slave dapat menambah atau mengurangi waktu hijau beberapa fase agar pewaktuan kedua APILL menjadi sinkron. Program pengatur isyarat lalu-lintas terkoordinasi ini dijalankan di mikrokontroler AVR ATmega128A. Program hanya menggunakan tidak lebih dari 10 % sumber daya prosesor, sehingga dapat dikembangkan dengan leluasa tanpa mengganti prosesor yang digunakan. Kata kunci: , APILL master, APILL slave
PENGEMBANGAN METODE BEAUFORT CIPHER MENGGUNAKAN PEMBANGKIT KUNCI CHAOS Widyastuti, Naniek
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dunia kriptografi saat ini telah menerapkan berbagai metode untuk penyandian pesan. Semakin rumit metode yang digunakan, maka tingkat keamanan yang dihasilkan pun akan semakin baik pula. Dalam rangka meningkatkan tingkat keamanan dalam algoritma kriptografi, digunakanlah teori chaos. Teori chaos ini merupakan cabang dari matematika yang mempelajari bagaimana membangkitkan bilangan secara acak. Teori chaos ini sangat sensitive pada nilai awal (initial condition), hal ini sangat berguna dan dapat diterapkan di dalam dunia kriptografi sebagai pembangkit kunci acak yang nantinya akan diolah sebagai sarana dalam melakukan proses enkripsi dan dekripsi. Semakin acak bilangan yang dihasilkan, semakin baik pula tingkat keamanan dari suatu cipherteks. Penelitian ini secara khusus membahas tentang bagaimana teori chaos diterapkan pada penyandian menggunakan metode Beaufort Cipher untuk meningkatkan keamanan pada kunci yang digunakan. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan terhadadap citra yang diujikan menunjukkan bahwa algoritma Beaufort Cipher yang menggunakan kunci yang dibangkitkan menggunakan fungsi chaos terbukti efektif dan aman. Hal ini dibuktikan dengan rata-rata waktu proses yang dibutuhkan untuk melakukan proses enkripsi maupun dekripsi cukup cepat yaitu sekitar 0,7 detik. Dan berdasarkan pengujian secara visual dan uji statistik algoritma enkripsi yang digunakan tidak dapat memberikan petunjuk apa-apa untuk dilakukan statistical attack oleh kriptanalis.
EVALUASI PROSES PENGOLAHAN LIMBAH KULIT UDANG UNTUK MENINGKATKAN MUTU KITOSAN YANG DIHASILKAN Purwanti, Ani; Yusuf, Muhammad
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Udang merupakan hasil perikanan yang bernilai ekonomis tinggi. Dalam pengolahannya menghasilkan limbah yang berupa kepala, kulit, dan ekor udang yang dapat didayagunakan sebagai bahan baku penghasil kitin, kitosan, dan turunannya yang bernilai tinggi. Kitosan banyak digunakan dalam industri kosmetik, pelarut lemak, pengawet makanan, dan juga sebagai edible film. Untuk menghasilkan kitosan dilakukan proses ekstraksi kitin yang kemudian dilanjutkan dengan proses deasetilasi kitin. Pengolahan limbah kulit udang untuk menghasilkan kitin melalui beberapa tahapan proses yaitu proses demineralisasi dan deproteinasi. Mutu kitin yang dipakai untuk menghasilkan kitosan juga sangat mempengaruhi karakteristik kitosan yang digunakan. Aplikasi kitin dan kitosan sangat dipengaruhi oleh karakteristik keduanya, yaitu karakter derajat deasetilasi, kelarutan, viskositas, dan berat molekulnya. Dalam penelitian ini dilakukan peningkatan karakteristik kitin dengan mengoptimalkan proses demineralisasi dan deproteinasi untuk meningkatkan mutu kitosan yang dihasilkan yang ditinjau dari karakter rendemen yang dihasilkan, kelarutan, derajat deasetilasi, viskositas, dan berat molekulnya dengan cara melakukan proses perebusan pendahuluan sebelum dilakukan proses demineralisasi dan deproteinasi dan juga melakukan pengacakan urutan proses pembuatan kitin yaitu proses demineralisasi kemudian diikuti proses deproteinasi dan juga proses deproteinasi yang diikuti dengan proses demineralisasi. Penelitian dilakukan dengan mengolah limbah kulit udang kering melalui proses perebusan, proses deproteinasi menggunakan larutan NaOH, proses demineralisasi menggunakan larutan HCl, dan dilanjutkan dengan proses deasetilasi menggunakan larutan NaOH. Keseluruhan proses dijalankan dalam rangkaian alat labu leher tiga yang dilengkapi dengan pengaduk, pemanas, dan pendingin balik. Hasil reaksi yang berupa kitosan dinetralkan dan dikeringkan yang selanjutnya dilakukan analisa untuk menentukan karakter kitosan yang dihasilkan. Hasil penelitian yang diperoleh memperlihatkan bahwa proses perebusan kulit udang secara keseluruhan dapat meningkatkan kualitas kitosan yang dihasilkan. Urutan proses demineralisasi, deproteinasi pada pembuatan kitosan dari limbah udang tidak begitu menunjukkan perbedaan signifikan dilihat dari kitosan yang dihasilkan. Proses perebusan mampu meningkatkan kelarutan kitosan dalam larutan asam asetat 1% secara signifikan.
PENGOLAHAN SINYAL KARDIOGRAFI DENGAN MENGGUNAKAN ALIHRAGAM GELOMBANG SINGKAT Utari, Evrita Lusiana
Jurnal Teknologi Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sinyal Kardiografi merupakan sinyal yang diperoleh dari proses perekaman menggunakan 12 sadapan yang dipasang pada dada, lengan kanan, lengan kiri dan tungkai kaki sebelah kiri. Rekaman tersebut memungkinkan terjadinya kesalahan yang disebabkan oleh adanya kesulitan teknik Elektrokardiografi (EKG). Alihragam gelombang-singkat merupakan metode yang dapat digunakan untuk menyajikan data dan fungsi kedalam komponen frekuensi lainnya. Proses pengolahan sinyal kardiografi dengan menggunakan alihragam gelombang-singkat memiliki keberhasilan tinggi. Dengan alihragam gelombang-singkat ini dimungkinkan pelokasian frekuensi-waktu. Dengan metode membatasi dan menghilangkan bagian-bagian sinyal yang dianggap tidak banyak memberikan informasi. Dari hasil pengamatan dapat dilihat bahwa nilai negatif pada sinyal kardiografi menunjukkan adanya kelainan pada pasien.
PEMANFAATAN PANAS PADA KOMPOR GAS LPG UNTUK PEMBANGKITAN ENERGI LISTRIK MENGGUNAKAN GENERATOR THERMOELEKTRIK Sugiyanto, Sugiyanto; Siswantoro, Soeadgihardo
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah Indonesia meluncurkan program konversi minyak tanah ke LPG pada tahun 2007 menyebabkan jumlah kompor Gas LPG di masyarakat semakin banyak. Kompor LPG memiliki efisiensi thermal yang tinggi sehingga memanfaatkan sebagian panas dari kompor ini akan memberi nilai tambah ekonomis. Salah satu teknlogi yang sangat dimungkinkan untuk diaplikasikan dalam penkonversian panas menjadi energi listrik pada kompor gas LPG tersebut adalah teknologi thermoelektrik. Penelitian ini memanfaatkan panas dari kompor gas LPG RI-511A dan RI-300HP dengan menggunakan thermoelectric generator tipe TEG 127-40A dan TEG 126-40A. Panas ini dikonversi menjadi energi listrik mengunakan efek Seebeck yang ada pada thermoelektrik. Dari pengujian dan analisa data TEG 126-40A lebih baik dalam pembangkitan tegangan dan arus dibandingkan TEG 127-40A. Pengujian dengan kompor RI-551A, nilai tegangan dan arus mencapai 2.69 V, 0.12 A lebih kecil dibandingkan menggunakan TEG 126-40A yang mencapai 3.59 V dan 0.34 A. Sedangkan nilai tegangan dan arus yang dibangkitkan TEG 127-40A pada kompor RI-300HP mencapai 3.77 V dan 0,39 A, masih lebih kecil dibandingkan menggunakan TEG126-40A yang mencapai 4.17 V dan 0.48 A. Kata kunci : , , , .