cover
Contact Name
Dr. Ir. Toto Rusianto, M.T
Contact Email
-
Phone
0274-563029 Psw. 113
Journal Mail Official
jurtek@akprind.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Jl. Kalisahak 28 Kompleks Balapan, Yogyakarta, 55222
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Teknologi
ISSN : 19793405     EISSN : 23386711     DOI : https://doi.org/10.34151/jurtek
Jurnal Teknologi adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknologi Industri Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta sebagai wahana publikasi karya ilmiah/penelitian di bidang sains dan teknologi. Jurnal Teknologi menerbitkan dua terbitan per tahun (Juni dan Desember). Tujuan Jurnal Teknologi adalah untuk menerbitkan artikel penelitian yang berkualitas yang didedikasikan untuk semua aspek perkembangan terkini di bidang teknologi industri.
Articles 397 Documents
PENGARUH KOMPOSISI SERAT KELAPA TERHADAP KEKERASAN, KEAUSAN DAN KOEFISIEN GESEK BAHAN KOPLING CLUTCH KENDARAAN PADA KONDISI KERING DAN PEMBASAHAN OLI Ilmu Purboputro, Pramuko; Kusuma, Rahmat
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi bahan dengan menggunakan fraksi berat serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass dengan resin phenolic terhadap keausan dan kekerasan specimen kampas kopling dan membandingkannya dengan kampas kopling yang sudah ada di pasaran Special Genuine Part (SGP ). Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah serat kelapa, serbuk tembaga, fiberglass, dan resin phenolic. Pembuatan dilakukan dengan proses kompaksi, dengan gaya sebesar 2 ton dan ditahan selama 60 menit. Setelah mencapai holding time yang diinginkan, dies (cetakan) dimasukkan kedalam oven dan dilakukan proses sintering dengan suhu 800 C selama 40 menit dan specimen dikeluarkan dari cetakan. Setelah didapat tiga specimen kampas kopling variasi serart kelapa, serbuk tembaga, dan fiberglass lalu dilakukan proses pengujian kekerasan Brinell dengan standar ASTM F 1957-99 dan pengujian keausan dengan standar ASTM D 3702-94 kemudian dilakukan foto makro untuk melihat kepadatan dan sifat masing-masing bahan penyusun specimen kampas kopling. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa komposisi bahan dengan fraksi berat serat kelapa sebesar 40 %, serbuk tembaga sebesar 20 %, fiberglass 20 % dan resin phenolic 20% didapat harga kekerasan 4,098 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,14 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,19 mm/jm. Sehingga mendekati harga kampas kopling SGP dengan harga kekerasan 3,974 kg/mm2, harga keausan uji kering sebesar 0,15 mm/jm dan harga keausan uji basah pengaruh oli sebesar 0,20 mm/jm. Kata kunci : , , ,,, , .
PENGARUH METODE MINIMUM LUBRICATION KEAUSAN PAHAT DAN KEKASARAN PERMUKAAN BENDA KERJA AISI 4340 Basuki, Budi
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini telah dikembangkan teknik pendinginan yang baru yaitu Minimum Quantity Lubrication (MQL), dimana 50-500 ml/jam lubricant disemprotkan ke arah sisi kontak antara pahat dengan benda kerja. Keberadaan lubricant sebagai pelumas dapat mengurangi gaya gesek antara pahat dengan benda kerja, sehingga umur pahat dapat diperpanjang. Pada penelitian ini akan dikembangkan teknik lubrikasi minimal yaitu dengan metode tetesan. Penelitian ini menggunakan empat metode pendinginan pahat yaitu: wet, dry, MQL, dan tetesan. Ester oil digunakan sebagai media lubrikasi pada penelitian ini. Pengujian menggunakan mesin Lathe CNC Denford Cyclone P, dengan insert carbide PLANSEE TIZIT DCMT 11T304 EN-SM. Nosel diarahkan pada sisi flank pahat bubut. Selama pembubutan dilakukan perekaman foto flank wear (VB). Pembubutan dilakukan hingga tercapai lebar flank wear 0.3 mm. Hasil dari pengujian ini menunjukkan teknik tetesan dapat meningkatkan umur pahat dan memperbaiki kekasaran permukaan benda kerja dibandingkan teknik wet ataupun dry. Teknik tetesan dalam hal umur pahat masih di bawah teknik MQL, tetapi teknik tetesan ini lebih sederhana jika dibanding teknik MQL, karena tidak memerlukan kompresor sebagai penyalur lubricant bertekanan.
PERANCANGAN SOLAR WATER HEATER JENIS PLAT DATAR TEMPERATUR MEDIUM UNTUK APLIKASI PENGHANGAT AIR MANDI Edi Sudrajat, Subur; Santosa, Irfan
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan air hangat untuk keperluan mandi, baik untuk skala rumah tangga maupun skala perhotelan sangatlah penting. Selama ini kebutuhan tersebut terpenuhi dengan air panas yang dipanaskan dengan tungku maupun pemanasan menggunakan listrik. Salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan air panas adalah dengan menggunakan media surya sebagai supply energinya. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka permasalahan yang akan diteliti adalah: Menghitung spesifikasi panjang pipa pemanas yang dibutuhkan pada solar water heater (SWH) supaya suhu air keluar mencapai 450C dan Merancang dan membuat solar water heater kolektor plat datar yang mampu menghasilkan temperatur air 450C. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan panjang pipa pemanas keseluruhan untuk membuat solar water heater dengan temperatur air keluar (Tout) 450C adalah 1,63 m, dan terbuat dari bahan jenis tembaga, berdiameter 0,5 inchi dan beberapa pengujian solar water heater mampu bekerja sesuai harapan dengan mencapai temperatur minimal air keluar 45 0C (318 K), dimana temperatur rata – rata selama pengujian adalah 52 0C (325) K dan dengan demikian alat dinyatakan layak secara teknis Kata kunci : Pipa pemanas, , ,
KAJIAN KOMPREHENSIF KEKUATAN BENDING KOMPOSIT SANDWICH SERAT AREN-POLYESTER DENGAN CORE GEDEBOG POHONG PISANG Wijoyo, Wijoyo; Nurhidayat, Achmad
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan serat alam sebagai penguat komposit mempunyai berbagai keunggulan, diantaranya sebagai pengganti serat buatan, harga murah, mampu meredam suara, ramah lingkungan, mempunyai densitas rendah, dan kemampuan mekanik tinggi, yang dapat memenuhi kebutuhan industri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki peningkatan kinerja kekuatan bending komposit sandwich serat aren-polyester dengan core pelepah pohon pisang dengan variasi jumlah lamina. Penelitian dilakukan dengan bahan utama serat aren, matrik Polyester type 157 BQTN dan G3253T, katalis MEKPO, akselerator Cobalt naphtenate, max way, wax/miror, dan inti limbah pelepah pohon pisang. Peralatan yang digunakan adalah alat uji bending, timbangan digital, mikroskop mikro, foto makro dan peralatan fabrikasi komposit. Spesimen uji yang dibuat merupakan komposit jenis sandwich, dengan metoda hand lay up. Jumlah lamina pada lapisan atas adalah 1, 2 dan 3 layer serat aren, sedangkan lapisan bawah adalah 1 layer serat aren. Struktur lapisan komposit sandwich dan fabrikasinya berukuran 0,4 m x 0,6 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah lamina komposit sandwich mengakibatkan kekuatan bendingnya juga semakin meningkat. Kekuatan bending komposit sandwich serat aren-polyeser dengan core pelepah pohon pisang berbanding lurus dengan penambahan variasi jumlah lamina yang diberikan.
PENINGKATAN KUALITAS DAYA LISTRIK DALAM PEMAKAIAN LUMINER MENGGUNAKAN LAMPU HEMAT ENERGI (LHE) Handajadi, Wiwik
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan LHE (Lampu Hemat Energi ) yang menggunakan ballast elektronik akan menimbulkan harmonik, baik harmonik arus maupun tegangan dan adanya harmonik akan berakibat kualitas daya listrik menjadi buruk. Disisi lain LHE yang menggunakan ballast elektronik mempunyai sifat- sifat yang baik dalam mengkonversikanenergi listrik menjadi cahaya, karena mempunyai efisiensi diatas 80%. Riset ini melakukan kegiatan yang bertujuan menganalisis kualitas daya listrik (EPQ = Electric Power Quality) pada jaringan distribusi akibat beban LHE dengan ballast elektronik. Selanjutnya dilakukan pengukuran dengan skala laboratorium dan dilanjutkan analisis dengan menggunakan program, untuk itu dianalisis permasalahan yang meliputi: penggunaan ballast elektronik akan menimbulkan harmonik arus maupun tegangan, harmonik yang berpengaruh harmonik ganjil dan harmonik ke-3 paling dominan , harmonik akan berpengaruh pada kualitas daya listrik.Dengan demikian akan ditindak lanjuti upaya untuk memperkecil adanya harmonik khususnya harmonik arus dan selanjutnya dianalisis pengaruh harmonik untuk kapasitas kelompok beban dengan LHE berkapasitas besar pada jaringan distribusi. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi dengan program PSIM versi 9.0 dan menggunakan acuan, untuk meminimalkan adanya harmonik arus pada LHE dengan ballast elektronik agar dapat meningkatkan kualitas daya listrik. Dari hasil penelitian ini dapat diperoleh pengurangan besarnya harmonik arus sebesar 10 % akibat penyearahan AC- DC, akibat penggunaan ballast elektronik. Selain itu juga diperoleh peningkatan EPQ sebesar 1,24 % sesuai standar IEC 61000-3-2. Class C .
PENINGKATAN KUALITAS PERMUKAAN PADA STAINLESS STEEL 316L DENGAN METODE COLD WORKING Mahardika, Muslim; Saputra, Yosferi
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri, kemampuan untuk memproduksi sendiri alat-alat industri manufaktur sangat dibutuhkan oleh semua pihak, siapapun yang memiliki industri manufaktur yang lebih lengkap dan baik akan menghasilkan produk-produk manufaktur yang baik pula. Oleh karena itu, maka dalam penelitian ini dilakukan berbagai macam penelitian untuk meningkatkan kualitas produk-produk setelah dilakukan proses permesinan, seperti halnya dengan proses pengerjaan dingin (cold working). Hal ini akan mempengaruhi pula pada nilai jual dan persaingan dalam industri. Dalam penelitian ini, dilakukan proses cold working yaitu dengan proses penekanan pada permukaan benda kerja. Untuk melakukan proses penekanan, ada beberapa hal yang harus disediakan dan ditentukan terlebih dahulu, yaitu parameter-parameter yang di inginkan untuk melakukan proses penekanan antara lain kedalaman penekanan dan lama waktu penekanan. Setelah dilakukan proses penekanan maka dilakukan pengujian pada permukaan benda kerja tersebut. Pengujian yang dilakukan antara lain yaitu: uji surface roughness, uji hardness dan uji struktur mikro. Dari pengujian surface roughness, didapat bahwa nilai kekasaran permukaan benda kerja bisa diturunkan dengan pengerjaan cold working pada permukaan benda kerja tersebut. Sebelum dilakukan penekanan, kekasaran permukaan berkisar Ra: 1,18 µm dan setelah dilakukan penekanan nilai kekasarannya menjadi Ra: 0,24 µm. Dari pengujian kekerasan didapat juga bahwa nilai kekerasan permukaan benda kerja bisa dinaikan dengan pengerjaan cold working. Sebelum penekanan yaitu 220 HV dan setelah dilakukan penekanan nilai kekerasan permukaannya mencapai 285 HV. Sedangkan dari pengujian struktur mikro dapat juga dilihat bahwa pada butir-butir strukturnya yang berada didekat daerah proses penekanan berukuran lebih kecil dan rapat dibandingakan dengan ukuran butir struktur didaerah yang jauh dari proses penekanan. Kata Kunci : cold working, surface roughness, kekerasan permukaan
EVALUASI SKENARIO KOORDINASI SUPPLY CHAIN UNTUK MODEL PRICING DAN KEPUTUSAN ORDER/DELIVERY Yuliawati, Evi; Hermanto, Luky Agus
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pricing dan keputusan order/delivery merupakan model yang menggabungkan aktivitas penentuan harga (pricing) dan penentuan jumlah unit produk yang harus di order dan delivery. Model gabungan ini akan memaksimalkan keuntungan yang diperoleh oleh supply chain, yaitu melalui peningkatan pendapatan dan meminimalkan biaya yang terlibat seperti biaya pembelian, biaya pemesanan dan biaya handling. Pada penelitian ini akan dikembangkan model matematik pada 2 (dua) skenario yang berbeda, yang menggambarkan karakteristik sistem pada sebuah ritel modern di Surabaya. Pada skenario pertama adalah implementasi model pricing dan keputusan order/delivery pada supply chain ritel modern tanpa koordinasi, dimana pelaku bisnis yang terlibat yaitu DC-Ritel dan Distributor, akan menetapkan keuntungannya masing-masing tanpa mempedulikan keuntungan supply chain secara keseluruhan. Sedangkan pada skenario yang kedua akan dihitung keuntungan model pada skema koordinasi supply chain, yaitu koordinasi antara DC-Ritel-Distributor. Evaluasi model pricing dan keputusan order/delivery dilakukan pada dua skenario tersebut. Nilai-nilai yang digunakan sebagai parameter model diukur dari dua skenario untuk melihat besarnya pendapatan dan biaya-biaya yang dibutuhkan. Dengan menggunakan parameter sebagai ukuran kuantitatif model, skenario koordinasi supply chain dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan skenario tanpa koordinasi.
PENGARUH TAWAS DAN ARANG AKTIF DALAM PROSES DETOKSIFIKASI-FERMENTASI UNTUK MENINGKATKAN KADAR ETANOL Gusmarwani, Sri Rahayu
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bioetanol merupakan salah satu energi terbarukan yang menjanjikan. Bioetanol dapat diproduksi dari bahan lignoselulosa seperti limbah pertanian yang keberadaannya sangat melimpah dan tidak banyak dimanfaatkan. Sangat penting untuk menghidrolisis limbah biomassa sebelum dilakukan fermentasi. Kadar etanol yang didapatkan dari fermentasi hasil hidrolisis biomasa relatif sangat kecil dikarenakan adanya komponen pengotor yang terbentuk selama proses hidrolisis. Untuk mengurangi komponen pengotor ini dapat dilakukan detoksifikasi-fermentasi. Proses detoksifikasi-fermentasi adalah proses fermentasi yang diawali dengan proses detoksifikasi untuk mengurangi komponen pengotor yang menjadi racun bagi mikroba yang digunakan dalam proses fermentasi. Empat langkah utama dalam proses detoksifikasi-fermentasi, yaitu penambahan basa yang diikuti dengan penambahan tawas, penambahan arang aktif, sterilisasi, dan proses fermentasi. Proses detoksifikasi dilakukan di dalam reaktor yang dilengkapi dengan pemanas. Sebanyak 16.65 gram tawas ditambahkan ke dalam 1 liter hidrolisat (sebutan untuk cairan hasil hidrolisis) pada langkah detoksifikasi flokulasi-adsorpsi dan dihasilkan kadar etanol dalam cairan fermentasi sebesar 2.3%. Ini merupakan hasil yang lebih baik dibandingkan kadar etanol yang didapatkan tanpa penambahan tawas yaitu sebesar 2.1%. Arang aktif diberikan sebagai adsorben untuk menjerap bahan pengotor yang menjadi racun dalam cairan hidrolisat. Sebanyak 2,5 gram arang aktif ditambahkan kedalam 150 mL hidrolisat dan dihasilkan kadar etanol sebesar 2,2154%. Penggabungan penambahan tawas dan arang aktif dalam proses detoksifikasi dapat meningkatkan kadar etanol dari 2.1% menjadi 7.38%. Hal ini menjukkan bahwa proses detoksifikasi-fermentasi dapat meningfkatkan kadar etanol secara signifikan. Kata kunci: , , ,
ANALISIS AHBC (ASYMMETRIC HALF BRIDGE CONVERTER) PADA SRM (SWITCHED RELUCTANCE MOTOR) 3 FASA MENGGUNAKAN PSIM Jumardi, Jumardi; Wijaya, Danang; Firmansyah, Eka
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AHBC (asymmetric half bridge converter) adalah catu daya yang diperlukan untuk menggerakkan motor SRM (switched reluctance motor). Sebelum membuat peranti catu daya yang sesungguhnya, perlu dilakukan pemodelan untuk mengetahui perilakunya dan memahami interaksi antara konverter tersebut dengan motor. Dalam penelitian ini, AHBC dimodelkan dengan software PSIM untuk diketahui kinerjanya. Variabel yang diamati adalah sudut on dan sudut pulsa. Sudut on adalah sudut untuk menghasilkan putaran maju, besarnya 900. Sudut pulsa adalah sudut untuk menghasilkan putaran dan torsi yang dinginkan, besarnya 00 – 1200. Sudut on dan sudut pulsa dimasukkan ke rangkaian controller untuk menghidupkan dan mematikan rangkaian AHBC yang mensuplai tegangan sumber menuju kumparan stator. Sudut pulsa sama (sudut pulsa1 = sudut pulsa2) menghasilkan putaran, torsi minimal, tegangan, induktansi dan fluks gandeng yang lebih besar daripada sudut pulsa berbeda (sudut pulsa1 sudut pulsa2). Sudut pulsa berbeda menghasilkan arus motor dan rugi-rugi semikonduktor yang lebih besar daripada sudut pulsa sama. Sudut pulsa sama menghasilkan torsi maksimal yang hampir sama dengan sudut pulsa berbeda (1,213 Nm dan 1,216 Nm).
KAJIAN KONDISI PROSES DELIGNIFIKASI TEPUNG SOHUN DENGAN METODE TAGUCHI Indri Parwati, Cyrilla; Purnawan, Purnawan
Jurnal Teknologi Vol 7 No 2 (2014): Jurnal Teknologi
Publisher : Jurnal Teknologi, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi tepung Sohun di desa Daleman Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten rata-rata 200 ton/tahun, dan menghasilkan limbah berupa serat sebanyak 2,19 ton/hari. Limbah tersebut dibuang ke lingkungan atau sungai sehingga berdampak negatif terhadap lingkungan dan sangat mengganggu fungsi sungai sebagai saluran air hujan dan pengairan (Purnawan, 2014). Dalam mensikapi permasalahan tersebut dilakukan penelitian sebagai upaya pemanfaatan limbah menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomis yang menguntungkan. Penelitian dilakukan dalam skala laboratorium dengan menambahkan pereaksi berupa larutan asam nitrat dalam labu yang berisi serat dengan volume dan konsentrasi yang telah ditentukan. Dengan menentukan kondisi proses delignifikasi tepung sohun menggunakan metode Taguchi. Hasil penelitian yang diperoleh terhadap penentuan kondisi proses delignifikasi tepung sohun yaitu : Faktor kendali terdiri dari empat faktor yaitu NaOH proses soda, NaOH proses Nitrat, waktu proses dan kecepatan. Masing masing faktor kendali mempunyai level yang berbeda. Sedangkan faktor tak terkendali meliputi jenis larutan yang digunakan yang dikategorikan air dan aquades. Air merupakan H2O yang tidak murni atau mengandung mineral sedangkan aquades merupakan H2O murni atau hasil destilasi. Setting Level terbaik dalam penelitian setelah dilakukan percobaan adalah level 1 untuk NaOH proses soda sedangkan untuk NaOH proses nitrat ada di level 3.