cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Jarkom
ISSN : -     EISSN : 23386312     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN KOMPUTER DENGAN MENGGUNAKAN METODE TOP DOWN Yosi Iman Setiadi; Catur Iswayudi; Erna Kumalasari Nurnawati
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kantor Pengadilan Agama Kota Pekalongan sebagai badan pelaksana kekuasaan kehakiman memiliki tugas pokok untuk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan setiap perkara. Perancangan jaringan di pengadilan agama mempunyai kendala lambatnya performa jaringan, komputer tidak terdeteksi oleh komputer lain dan masih terdapat ruangan yang belum terkoneksi jaringan. Perancangan jaringan menggunakan Metode Top Down, dinilai dari kualitas kinerja jaringan dengan pengujiannya menggunakan PING dan Traceroute.Analisis perangkat jaringan untuk membandingkan kinerja jaringan di beberapa ruangan pengadilan agama sehingga dalam kinerjanya lebih efisien. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi metode observasi dan wawancara untuk pengumpulan data.Sedangkan metode yang digunakan untuk perancangan jaringan adalah metode Top Down. Observasi dilakukan pengamatan langsung mengenai kondisi jaringan existing sedangkan metode wawancara mengajukan pertanyaan mengenai kondisi jaringan sebelum penelitian. Metode Top Down digunakan sebagai metode untuk perancangan jaringan yang diusulkan dengan menggunakan aplikasi Cisco Packet Traceroute. Analisis perbandingan perancangan jaringan dengan metode Top Down menggunakan topologi star.Perbedaan pada rancangan desain jaringan Top Down untuk merancang sebuah jaringan sesuai kebutuhan dan mudah dikembangkan, analisis kebutuhan hardware pada rancangan jaringan mempengarui kinerja jaringan yang diuji dengan PING dan Traceroute untuk titik yang terhubung oleh jaringan.Berdasarkan hasil ujicoba perbandingan kualitas kinerja jaringan, rancangan jaringan usulan dengan menggunakan metode Top Down dari rancangan topologi, hardware dan kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan rancangan jaringan existing.
ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) WIRELESS DAN BLOKIR USER DENGAN PENERAPAN WHITELIST DI HUAWEI HG8245H Ryvan Sirait; Amir Hamzah; Suwanto Raharjo
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan wireless LAN sering mengalami gangguan koneksi karena adanya penyusup yang menggunakan wireless LAN. Sehingga akses internet menjadi lambat dan merugikan penghuni Kos Komik Kreak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kualitas layanan dan kinerja wireless LAN yang digunakan saat ini dan melakukan pemblokiran kepada user penyusup. Metode yang digunakan untuk menguji kinerja jaringan wireless adalah dengan menggunakan Quality of Service, dengan parameter pengukuran download, upload, delay, jitter, packet loss. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini, yang pertama melakukan observasi langsung ke tempat pengujian, melakukan pengumpulan data, pengujian QoS, kemudian melakukan pemblokiran dan analisis terhadap hasil pengujian tersebut. Hasil penelitian ini antara lain: (a) Hasil pengujian sebelum penerapan whitelist menunjukkan bahwa rata-rata download sebesar 14 Mbps, upload sebesar 0,9 Mbps, delay/latency sebesar 87,5 ms masuk dalam kategori bagus, packet loss sebesar 0 % masuk dalam kategori sangat bagus dan jitter sebesar 63,6 ms masuk dalam kategori bagus; (b) Hasil pengujian setelah penerapan whitelist menunjukkan bahwa ratarata download sebesar 20,7 Mbps, upload sebesar 4,03 Mbps, delay/latency sebesar 53,38 ms masuk dalam kategori sangat bagus, packet loss sebesar 0% masuk dalam kategori bagus dan jitter sebesar 31,92 ms masuk dalam kategori bagus.
ANALISA PENGUKURAN LINE RATEDAN SIGNAL NOISE TO RATIO (SNR) SEBAGAI PARAMETER UNTUK MENGETAHUI KUALITAS JARINGAN WIRELESS DI KANTOR PEMERINTAHAN KABUPATEN BUOL PROVINSI SULAWESI TENGAH Fauzul Rachman Zulfikar; Uning Lestari; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan wireless yang tersedia di Kantor Pemerintah Kabupaten Buol tidak selalu stabil terkadang mengalami beberapa kendala seperti lambat diakses, susah melakukan download dan upload, bahkan tidak bisa digunakan sama sekali. Jaringan wirelessmemiliki banyak kekurangan apabila berkaitan dengan faktor cuacadan kualitas dari kabel yang digunakan. Seperti yang diketahui beberapa jaringan wireless sangat rentan bila berhubungan dengan perubahan cuaca, apalagi pada saat musim hujan, air yang sangat menganggu kualitas jaringan wirelesstersebut. Kemudian kabel atau access point yang sudah tua yang dapat menurunkan kualitas kecepatan yang dapat berpengaruh besar pada kualitas jaringan internet yang digunakan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan software wavemon, dan speedtest.Pengujian dilakukan pada jaringan wireless Gratis yang ada diKantor pemerintah Kabupaten Buol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan Line rate (kecepatan) dan Signal Noise to Ratio (kualitas sinyal) antara jaringan wireless yang berada didalam gedung dan diluar gedung. Pada hasil pengukuran Line Rate, perbandingan kecepatan rata-rata yang pada pengujian di dalam gedung dengan nilai 2142,71. Sedangkan kecepatan rata-rata pengujian di luar gedung dengan nilai 405,75. Pada hasil pengukuran SNR (Signal to Noise Ratio), perbandingan nilai SNR (Signal to Noise Ratio) rata-rata yang pada pengujian di dalam gedung dengan nilai 141,88 db. Sedangkan perbandingan nilai SNR (Signal to Noise Ratio) rata-rata yang pada pengujian di luar gedung dengan nilai 42,30 db. Hal ini disebabkan jarak access point lebih dekat dan tidak terhalang dinding gedung daripada pengguna yang berada diluar gedung.
OPTIMASI ROUTER UNTUK PEMBAGIAN BEBAN DAN PENANGANAN KEGAGALAN KONEKSI MULTI ISP Octario Harjanto Pinanggih; Catur Iswayudi; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet, dalam perkembangannya mengalami kemajuan yang cukup pesat. Diiringi dengan pertumbuhan kebutuhan yang juga cukup signifikan, membuat permintaan akan peralatan penunjang pengaksesan internet meningkat. Tidak hanya peralatan, jalur dan cara pengaksesan pun dituntut untuk mengikuti permintaan. Pemanfaatan yang hampir tidak boleh terputus dan dituntut untuk stabil dalam kondisi apapun menjadikan koneksi internet selalu diandalkan. Kedua topic bahasan tersebut dikenal dengan Load Balancing dan Failover. IST AKPRIND Yogyakarta merupakan kampus yang akan memanfaatkan pembagian beban dan penanganan kegagalan. Karena, dengan cara tersebut internet dapat dinikmati tanpa harus khawatir dengan beban yang tidak terbagi rata dan koneksi yang terputus akibat tidak adanya penanganan kegagalan. Pada penelitian ini, akan dibahas bagaimana konfigurasi Load Balancing dan Failover berikut juga simulasi konfigurasi beserta penerapan. Dalam pengaturan Load Balancing, digunakan metode Per Connection Classifier. Sedangkan failover menggunakan metode static routing. Hasil penelitian yang didapatkan, beban terbagi secara merata sehingga berdampak pada kecepatan akses koneksi internet. Begitu juga dengan Failover, hasil yang didapatkan koneksi dapat berpindah secara otomatis.
SISTEM PEMANTAUAN LINGKUNGAN RUANG SERVER BERBASIS INTERNET OF THINGS MENGGUNAKAN PROTOKOL MESSAGE QUEUE TELEMETRY TRANSPORT Muchamad Rizal Rinaldi; Amir Hamzah; Uning Lestari
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Server merupakan pusat kendali dan pintu akses ke dunia luar dalam lingkup teknologi informasi. Untuk menjaga server tetap beroperasi dengan baik, diperlukan beberapa usaha pemeliharaan dan pengamanan yang memadai, seperti pemantauan lingkungan ruang server. Lingkungan ruang server perlu dipantau karena berhubungan langsung dengan perangkat keras server dan dapat mempengaruhi kinerjanya. Karena keterbatasan kemampuan sumber daya manusia dalam memantau lingkungan ruang server, dibutuhkan suatu sistem pendukung yang selalu aktif, terhubung, dan bekerja secara terus menerus, dengan berbasis kepada Internet of Things (IoT) dan protokol Message Queu Telemetry Transport (MQTT). Sistem yang diteliti mampu memantau data suhu, kelembaban, kebakaran, kebisingan, dan pergerakan. Sistem terdiri dari alat, transmisi data, dan aplikasi. Alat bertugas membaca data pantauan. Transmisi data bertugas menjembatani alat dan aplikasi. Aplikasi bertugas menyimpan, mengolah, dan menyajikan data. Sistem disusun menggunakan arsitektur berbasis IoT dan komunikasi data menggunakan MQTT. Sistem dibangun menggunakan teknologi seperti Arduino, ESP8266, Node-RED, dll. Karena menggunakan MQTT, sistem dapat melakukan pembacaan dan pengiriman data secara cepat, terus menerus, dan real-time. Sistem dapat memberikan notifikasi apabila terdapat data pantauan yang tidak sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Sistem diharapkan dapat membantu pengelola/pengawas ruang server (pengguna) dalam memantau kondisi lingkungan ruang server.
ANALISIS KINERJA FAILOVER DENGAN PROTOKOL ROUTING BGP MENGGUNAKAN GNS3 Asih Meirani; Rr. Yuliana Rachmawati; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan kampus IST AKPRIND Yogyakarta menggunakan tiga jalur Internet Service Provider (ISP), yaitu ISP1 (Time Excelindo), ISP2 (Biznet) dan ISP3 (Astinet). Dalam jaringan link ISP kadang terjadi masalah dalam koneksi. Untuk mengurangi masalah kegagalan link salah satu jenis teknologi yang dapat digunakan adalah failover. Banyak cara untuk membuat sebuah failover, seperti dengan menggunakan protokol routing Border Gateway Protocol (BGP). Metodologi yang digunakan pada penelitian ini antara lain studi literatur, studi pustaka dan metode observasi. Untuk metode pada penelitian ini antara lain metode perbandingan, metode analisa, metode pengujian. Analisis perbandingan kinerja failover protokol routing BGP ini menggunakan topologi jaringan kampus IST AKPRIND Yogyakarta terhadap jaringan ISP yang digunakan. Protokol routing BGP merupakan jenis protokol routing mempunyai hold Time. Semakin kecil hold Time maka perpindahan link akan semakin cepat, begitu juga sebaliknya. Berdasarkan hasil pengukuran waktu konvergensi, sebuah routing lebih optimal digunakan sebagai link utama dikarenakan routing tersebut memiliki rata-rata waktu konvergensi terendah. Berdasarkan pada hasil perbandingan waktu konvergensi masing-masing ISP bahwa BGP timer dapat mengoptimalkan hasil waktu konvergensi.
ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA METODE ROUTING STATIC PADA PC ROUTER UBUNTU DAN MIKROTIK ROUTER Zainal Abidin; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam analisis dan perbandingan perangkat router dan kualitas traffic jaringan sangat penting, terutama pada perangkat yang digunakan untuk mengelola jaringan di laboratorium kampus 3 IST AKPRIND, khususnya perbandingan PC router ubuntu dan Mikrotik router sebagai transmisi data intranet (internal) maupun transmisi data internet (external). Dengan menggunakan metode static routing dan experiment pada router dan kualitas jaringan dianalisis dengan Quality Of Service (QOS) sesuai dengan paramater delay, troughput, dan packet loss. Perbandingan interface hardware dan interface software dapat digunakan sesuai dengan hasil analisis dan perbandingan router dalam kondisi waktu sepi, sedang dan ramai. Hasil dari analisis dan perbandingan kedua router waktu kondisi sepi, sedang dan ramai. Jalur Mikrotik router lebih stabil diwaktu kondisi sedang dengan parameter delay 47 ms, troughput 54 KBit/s dan waktu kondisi ramai parameter delay 51 ms, packet loss 7 % sedangkan jalur PC router hanya stabil diwaktu kondisi sepi dilihat dari parameter delay 45 ms, troughput 54 KBit/s. Dari segi perbandingan interface hardware dan interface software, Mikrotik router lebih baik di interface software dan PC router lebih baik di interfaces hardware.
ANALISIS KINERJA WIRELESS ACCESS POINT (WAP) DAN VIRTUAL ACCESS POINT (VAP) PAD afrial Amr; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wireless Access Point adalah perangkat keras yang memungkinkan perangkat wireless lain (seperti laptop, ponsel) untuk terhubung ke jaringan kabel menggunakan Wi-fi, bluetooth atau perangkat standar lainnya. Wireless Access point umumnya dihubungkan ke router melalui jaringan kabel (kebanyakan telah terintegrasi dengan router) dan dapat digunakan untuk saling mengirim data antar perangkat wireless dan perangkat kabel pada jaringan. salah satu Perangkat yang dibutuhkan untuk membangun sebuah jaringan wireless yaitu Mikrotik RB951Ui-2HnD merupakan satu dari seri Wireless RouterBoard keluaran MikroTik yang berfungsi sebagai router sekaligus Accsess Point (AP) yang dirancang khusus untuk SOHO (Small Office Home Office). Virtual Access Point (VAP) adalah salah satu fitur Multiple SSID yang ada pada router mikrotik, dengan Virtual AP memungkinkan sebuah perangkat yang hanya memiliki satu fisik interface wireless bisa memancarkan lebih dari 1 SSID. Implementasi pengujian kinerja jaringan WAP & VAP pada mikrotik RB 951 Ui-2Hnd menggunakan sebuah komputer server, komputer client, dan sebuah access point. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality Of Service (QOS) diantaranya delay, packet loss, jitter, throughput, dan kecepatanupload download. Pengujian tersebut dilakukan dalam tiga kondisi yang berbeda yaitu kondisi sepi, kondisi sedang dan kondisi padat. Hasil dari analisis dan perbandingan WAP dan VAP rata-rata dari kondisi sepi, sedang dan padat. Delay WAP lebih baik dari pada VAP dengan rata-rata delay53.281 ms, untuk jitter WAP lebih baik dari VAP dengan rata-rata jitter12.421 ms, sedangkan untuk packet loss WAP lebih baik dari VAP mendapatkan persentase 0,1 % dan untuk throughput VAP lebih baik dibandingkan dengan WAP dengan rata-rata 12.049 mbps
ANALISIS KINERJA WIRELESS POINT TO POINT MULTIPOINT CLIENT BRIDGE DAN REPEATER PADA FREKUENSI 2.4 GHZ Zeppi Maulana Bhakti; Suwanto Raharjo; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

INTISARI Dalam membangun jaringan wireless dibutuhkan sebuah teknologi yang tepat agar tercipta koneksi wireless yang baik. Teknologi nirkabel (wireless) memiliki fleksibilitas, mendukung mobilitas, memiliki teknik frequency reuse, selular dan handover, menawarkan efisiensi dalam waktu (penginstalan) dan biaya (pemeliharaan dan penginstalan ulang di tempat lain), mengurangi pemakaian kabel dan penambahan jumlah pengguna dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Beberapa teknologi itu diantaranya point to point, multipoint, client bridge dan repeater. Teknologi tersebut sangat efektif dan dapat mendukung saluran komunikasi informasi secara luas dan aman. Untuk implementasi teknologi wireless menggunakan beberapa access point dan satu buah mikrotik sebagai DHCP server. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality of Service (QoS) diantaranya delay, packet loss, throughput dan bandwidth pada masing-masing teknologi. Pengujian dilakukan dengan 2 pengujian yaitu pengujian A dan pengujian B, pengujian A dengan access point client ada diluar dan pengujian B dengan access point client ada didalam. Dari hasil pengujian beberapa kinerja jaringan wireless terdapat perbedaan nilai Quality of Service (QoS) pada masing-masing teknologi wireless. Dari kedua pengujian nilai throughput yang paling tinggi didapat dari teknologi point to point, pada pengujian A diperoleh nilai 86,4 byte/ms dan pada pengujian B diperoleh nilai 12,9 byte/ms. Jadi secara keseluruhan 2 pengujian nilai throghput yang tinggi didapat dari teknologi point to point.
MANAJEMEN FreeRADIUS HOTSPOT MENGGUNAKAN MIKROTIK API DAN PHP (Studi Kasus Uwong Coffee) Heru Suarman; Joko Triyono; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan akses internet melalui media wireless telah mengalami perkembangan pesat saat ini. Media ini memberikan metode keamanan melalui autentifikasi user.Ada dua kategori autentifikasi user yang umum digunakan yaitu penggunaan 1 kata kunci (password) secara bersama-sama dan penggunaan 1 kata kunci untuk setiap pengguna.Namun dalam implementasinya penerapan metode ini membutuhkan aplikasi pendukung RADIUS dan Captative Portal.Sistem FreeRADIUS berfungsi sebagai media autentikasi dan autorisasi data pengguna sedangkan Captative Portal berperan untuk mengarahkan pengguna ke halaman autentifikasi.Implementasi Sistem Hotspot pada Uwong Coffee menggunakan MikroTik Router, salah satu sistem operasi yang menyediakan aplikasi layanan berbasis Hotspot. Dengan sistem ini di harapkan dapat menangani kebutuhan layanan akses internet wireless bagi seluruh pelanggan cafe. Berdasarkan permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang bertujuan menciptakan sistem pendaftaran berbasis web secara realtime dan manajemen pengguna hotspot yang tersentralisasi. Aplikasi ini dikembangkan berbasis Web dengan memanfaatkan Bahasa Pemograman PHP, API PHP Class MikroTik, dan Database MySQL untuk pendaftaraan, pengelolalaan, dan verifikasi data pengguna. Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah kelancaran pengguna layanan hotspot, tersentralisasinya data dan autorisasi account dengan penerapan username dan password untuk tiap pengguna