cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Jarkom
ISSN : -     EISSN : 23386312     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 208 Documents
PERBANDINGAN MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN METODE FIFO (FIRST-IN FIRST-OUT) DAN PCQ (PER CONNECTION QUEUE) PADA ROUTER MIKROTIK Enggar Febriyanti; Suwanto Raharjo; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan bandwidth yang seringkali kurang dimanfaatkan secara optimal, untuk mengatasi permasalahan bandwidth dapat dilakukan manajemen bandwidth yang bertujuan agar bandwidth dapat dimanfaatkan secara optimal. Manajemen bandwidth selain untuk memaksimalkan bandwidth yang ada juga bertujuan untuk mengatasi masalah congestion. Congestion adalah kondisi dimana data yang akan dikirim lebih besar dari kapasitas link (media) jaringan yang tersedia. Congestion ini umum terjadi jika bandwidth yang tersedia tidak cukup lagi untuk mengalirkan packet-packet yang dibutuhkan oleh user. Pengujian kinerja jaringan bisa menjadi solusi untuk mengetahui kinerja jaringan. Pengujian dilakukan dengan analisa parameter Quality Of Service (QOS) diantaranya delay, packet loss, jitter dan throughput. Pengujian tersebut dilakukan dalam dua metode yang berbeda, yaitu FIFO (First-in First-out) dan PCQ (Per Connection Queue). Metode yang digunakan adalah studi literature, perancangan jaringan, dan implementasi pengujian jaringan. Hasil pengujian kinerja jaringan dengan metode FIFO pada jam sepi diperoleh hasil dengan indeks 3.5 dan pada jam padat diperoleh hasil dengan indeks 3. Dengan Metode PCQ pada jam sepi diperoleh hasil dengan indeks 3.25 dan pada jam padat diperoleh hasil dengan indeks 3.5. Secara keseluruhan jaringan dengan kedua metode tersebut mampu bekerja dengan baik, namum setiap metode mempunyai kinerja yang berbeda pada setiap kondisinya.
IMPLEMENTASI CACHE PROXY FILTERING KONTEN MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN PERL Fendhy Pamungkas; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proxy server adalah sebuah komputer atau kumpulan komputer yang diletakkan sebagai pelayanan pelanggan yang meminta pelayanan data baik dari pusat komputer yang disebut dengan server. Proxy server disebut sebagai media cache terhadap konten dari sebuah website, squid adalah program yang saat ini paling banyak digunakan oleh administrator jaringan sebagai program dalam menjalankan proxy server. Dalam dunia pendidikan di laboratorium komputer jaringan di Institut Sains & Teknologi AKPRIND terdapat jaringan internet yang masih belum ada penanganan masalah konten internet yang diakses berulang kali sehingga membuat bandwidth internet menjadi tidak efektif dalam penggunaanya tujuan dari penelitian ini adalah melakukan penyimpanan konten yang diakses ke dalam proxy server mengarahkan koneksi pengguna internet ke proxy server melakukan pemfilteran konten menggunakan pemrograman perl. Penelitian ini dilakukan dengan proxy server, terutama dalam fungsi caching dan filtering pada proxy server tersebut dengan menggunakan pemrograman perl dan regex pada perl. Hal ini berfungsi untuk melakukan pencocokan pola yang masuk pada proxy server dan mengolah pola tersebut menjadi konten url statik sehingga dihasilkan suatu pola konten yang bisa di cache pada proxy server dan memudahkan untuk membuat refresh_pattern dalam melakukan batasan waktu konten tersebut bisa bertahan pada proxy server. Hasil dari penelitian ini adalah presentase penggunaan proxy untuk semua protokol HTTP dan HTTPS dari penelitian dengan menggunakan pemrograman perl protokol HTTP akses loading dari jumlah total koneksi yang masuk dengan efektifitas penggunaan proxy server adalah 82%. Penggunaan pada protokol HTTPS adalah 67% Dan penggunaan koneksi tanpa menggunakan proxy sever akses loading hanya 15% untuk protokol HTTP dan 33% untuk penggunaan koneksi tanpa menggunakan pemrograman perl pada proxy server.
ANALISIS PERBANDINGAN QUALITY OF SERVICE (QOS) FIRMWARE DEFAULT DAN FIRMWARE OPENWRT PADA ACCESS POINT TP-LINK MR3020 Dedi setiawan; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Access point berfungsi sebagai pusat pemancar dan penerima sinyal radio pada jaringan nirkabel. Kinerja access point tidak hanya ditentukan oleh spesifikasi perangkat keras dalam access point tersebut, tetapi juga oleh firmware. Firmware bawaan dalam access point TP-LINK TL-MR3020 masih memiliki banyak kekurangan. Salah satu solusi mengatasi kekurangan tersebut adalah mengupgrade firmware asli dengan firmware OpenWRT yang bersifat open source. Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan kinerja acces point dengan firmware default dan firmware OpenWRT. Hasil pengujian pada parameter throughput menunjukkan bahwa kualitas bandwidth aktual menggunakan firmware openWRT memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan firmware default dengan selisih rata-rata 26.9%. Sedangkan pada parameter delay diketahui bahwa waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak dari titik asal ke titik tujuan menggunakan firmware openWRT lebih cepat dibandingkan access point dengan firmware default dengan rata-rata selisih 22.9ms. Pada pengujian parameter Jitter diketahui bahwa variasi kedatangan paket lebih rendah firmware openWRT dibandingkan dengan access point firmware default dengan rata-rata selisih 0.31ms. Pada pengujian parameter packet loss diketahui bahwa jumlah paket yang hilang lebih rendah pada firmware default dibandingkan firmware OpenWRT dengan rata-rata selisih 1.6%. Secara umum dapat disimpulkan bahwa firmware OpenWRT lebih unggul pada parameter throughput, delay, dan jitter, sedangkan firmware default unggul pada parameter packet loss.
ANALISIS DAN PERANCANGAN JARINGAN NIRKABEL BERBASIS CAPTIVE PORTAL MENGGUNAKAN SIMPLE QUEUE PADA MIKROTIK DI SMP AL - AZHAR 26 YOGYAKARTA Septi Ade Pamuji; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modern seperti sekarang ini manusia tidak terlepas dengan adanya teknologi. Teknologi sangat diperlukan untuk mempermudah pekerjaan kita dalam kehidupan dalam penggunaan jaringan nirkabel. Pada SMP Islam Al Azhar 26 Yogyakarta tidak menerapkan jenis pengamanan otentikasi WPE maupun otentikassi Captive Portal, sehingga semua orang di luar lingkungan sekolah dapat dengan mudah mengakses jaringan nirkabel, serta penggunaan bandwidth setiap user yang tidak dimanajemen dengan baik sehingga antar user saling berebut dalam penggunaanbandwidth. Pada tahap ini untuk menentukan kecepatan akses pada pengguna setelah login router akan melakukan limitasi kecepatan berdasarkan aturan konfigurasi bandwidth sesuai dengan user profil hotspot yang digunakan pada jaringan nirkabel dengan menangkap akses login. . Penggunaan bandwidth disetiap pengguna pada jaringan nirkabel dengan menggunakan captive portal adalah upload 14.8 kBps dan download 25.7 kBps serta penggunaan pada user guru 130,4 kBps untuk download dan upload 48.8 kBps. Prosentase penggunaan adalah 75,4% penggunaan untuk download terhadap total bandwidth dan penggunaan bandwidthupload 24,6% pada total bandwidth setelah menggunakan simplequeue pada jaringan nirkabel captiveportal.
IMPLEMENTASI SPANNING TREE PROTOCOL (STP) DALAM PERANCANGAN VIRTUAL LOCAL AREA NETWORK (VLAN) Tengku Rhedza Alifyaa; Catur Iswayudi; Rr. Yuliana Rachmawati
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep Virtual local area network (VLAN) banyak kelebihan yang dapat diperoleh dari konsep tersebut, dengan VLAN memungkinkan kita membuat banyak jaringan komputer (segmentasi) dan mendistribusikan hanya menggunakan sebuah media jalur distribusi serta mampu menghubungkan sebuah local area network (LAN) tanpa mengikuti letak geografisnya. Dengan penelitian akan dibuat sebuah rancangan jaringan baru untuk asrama Linggam Bertuah. Dari jaringan Local Area Network (LAN) ke Virtual Local Area Network (VLAN) bertujuan agar adanya sistem jaringan baru di asrama Linggam bertuah dan jaringan internet yang teratur. Dengan menggunakan konsep Virtual Local Area Network (VLAN) didapatkan keuntungan, dimana traffic lalu lintas pada jaringan lebih baik dan meminimal terjadinya collition (tabrak) pada saat jaringan sedang sibuk. Dan dengan menggunakan Virtual Local Area Network (VLAN) pengguna internet yang umumnya berbeda area dengan VLAN lain, makan pengguna tidak bisa saling ganggu. Dalam artian pengguna yang yang berbeda VLAN akan bebas dari gangguan gangguan yang bersifat pencurian data atau sejenisnya
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SSO (SINGLE SIGN ON) MENGGUNAKAN PROTOKOL OAUTH 2.0 Agus Suhardi; Erfanti Fatkhiyah; muhammad Sholeh
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aplikasi yang dibangun berbasis web pada umumnya menuntut pengguna aplikasi untuk login sebelum melakukan transaksi, dengan demikian pengguna harus melakukan login secara berulang-ulang untuk dapat melakukan transaksi pada server yang berbeda sehingga hal ini tidak efisien karena harus melakukan hal yang sama. Pada basis data aplikasi juga akan memiliki data yang sama yaitu nama pengguna dan kata sandi pada server yang berbeda, sehingga akan mengakibatkan redudansi data. Penelitian ini membahas tentang bagaimana memisahkan informasi pengguna dengan data pada server yang berbeda, dengan SSO (Single Sign On) pengguna dapat melakukan sekali login untuk dapat mengakses server yang berbeda. Aplikasi web berbasis SSO menggunakan protokol OAuth 2.0 dapat memberi Authorization antara server data dan server pengguna, sehingga informasi pengguna tidak terduplikasi baik pada satu server maupun server lainnya.
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI REVERSE PROXY SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI CLIENT SERVER MENGGUNAKAN APACHE (Studi Kasus Pada Lab. Jaringan Komputer IST AKPRIND YOGYAKARTA ) Ariyadi Dwi Utomo; Rr. Yuliana Rachmawati; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Internet di zaman postmodernis seperti saat ini bukanlah sesuatu hal lagi yang menjadi mitos perkembangan peradaban zaman pada manusia juga dunia bahkan kedengarannya sudah sangat tak asing di telinga, baik di desa maupun di kota internet sangatlah dekat dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan teknologi internet ini tentu diimbangi dengan teknologi jaringan komputer yang menaungi akses internet dimanapun ia berada. Internet adalah barang komoditas bagi setiap penggunanya baik untuk mencari informasi maupun sampai keperluan berinteraksi. Salah satu metode penyeimbang beban web dapat menggunakan reverse proxy, yaitu proxy yang memiliki maksud yang berkebalikan dengan forward proxy yaitu menjadi perantara user-user di internet terhadap akses ke web-web server yang berada pada LAN, sehingga seolah-olah user di internet mengakses langsung web server yang dimaksud padahal sesungguhnya user di internet mengakses web-web server yang terdapat di LAN melalui reverse proxy tersebut. Kesimpulan yang diambil dari penelitian ini adalah berdasarkan perbandingan analisis hasil pengujian akses web server menggunakan media reverse proxy terjadi peningkatan waktu yang dihabiskan oleh klien terhadap akses pada web server dengan sejumlah 60% dan pengurangan beban kinerja web server dalam melayani permintaan klien menggunakan media reverse proxy sejumlah 54%, sehingga dalam pengoptimalisasi dan kestabilan akses web server dapat dinyatakan telah berhasil sesuai yang diinginkan.
SISTEM OTENTIKASI PENGGUNA JARINGAN HOTSPOTMENGGUNAKAN FREERADIUS DAN CAPTIVEPORTAL DI IST AKPRIND YOGYAKARTA Bima Indra Sakti; Edhy Sutanta; Uning Lestari
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah pengguna internet saat ini berdampak positif pada perkembangan media koneksi internet.Metode otentikasi yang digunakan berbeda-beda, mulai dengan menggunakan satu kata kunci (password) secara bersama dengan metode enksripsi seperti WEP, WPA, ataupun menggunakan sistem captative portal yang mengharuskan pengguna memasukan username dan password untuk menggunakan layanan hotspot. Penerapan metode ini membutuhkan software pendukung FreeRADIUS dan Captative Portal. SoftwareFreeRADIUS berfungsi sebagai media otentikasi dan otorisasi data pengguna, sedangkan Captative Portal mengarahkan pengguna ke halaman otentikasi.Sistem yang dibangun adalah otentiksi user pengguna hotspot si IST AKPRIND Yogyakarta. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dan studi pustaka.Penyusunan meliputi identifikasi masalah dan analisis kebutuhanserta implementasi otentikasi user pengguna jaringan hotspotmenggunakan FreeRADIUS. Pengujian sistem dilakukan dengan mengases layanan hotspot menggunakan SSID skripsi.net, dengan memasukkan username dan password yang telah diberikan pihak BAA setelah mahasiswa melakukan herregistrasi pembayaran.Hasil penelitian user pengguna dapat mengakses layanan hotspot menggunakan username dan password yang telah diberikan oleh BAA. Sistem otentikasi user pengguna hotspot yang dibuat ini dapat membatasi jumlah pengguna dan meningkatkan keamanan dalam hal otentikasi. Tersentralisasinya data dan otorisasiaccount dengan penerapan username dan password untuk tiap userpengguna.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BANDWIDTH MENGGUNAKAN CONNECTION TRAFFIC RATE PRIORITY (STUDY KASUS LABORATORIUM KOMPUTER JARINGAN INSTITUT SAINS &TEKNOLOGI AKPRIND YOGYAKARTA) Cahyana -; Joko Triyono; Catur Iswayudi
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan internet di lingkungan IST AKPRIND Yogyakarta cusaat ini memiliki mobilitas yang tinggi, baik digunakan untuk browsing informasi, download menyebabkan proses dalam mengakses internet tidak stabil hal ini disebabkan karena belum adanya penerapan manajemen bandwidth yang optimal. Conection traffic rate priority berfungsi untuk mengalokasikan bandwidth berdasarkan kebutuhan kecepatan akses masing – masing unit komputer dengan mengutamakan koneksi yang diprioritaskan agar pengguna dalam mengakses internet mendapat jatah bandwidth yang sesuai dengan koneksi yang disediakan ke dalam tiga kategori yakni bandwitdh dengan ukuran kecil, sedang serta bandwidth dengan ukuran besar untuk selanjutnya memberikan aturan prioritas. Penentuan prioritas ditentukan berdasarkan besar bandwidth yang dibutuhkan pengguna, sehingga tidak terjadi ketimpangan dalam mengakses internet dan jaringan menjadi lebih stabil. Berdasarkan hasil analisi yang dilakukan hasil tanpa connection traffic rate priority dan jaringan sebelumnya terdapat selisih perolehan nilai rata-rata pada parameter QoS Throughput tanpa connection traffic rate priority 1.14 % connection traffic rate priority 76 % dari total bandwidth yang ada pada jaringan.
ANALISIS DAN IMPLEMENTASI MONITORING KAMERA CCTV MENGGUNAKAN JARINGAN VLAN DI SEKOLAH TELADAN YOGYAKARTA Fuad Aji N; Joko Triyono; Uning Lestari
Jurnal Jarkom Vol. 5 No. 2 (2017): Desember 2017
Publisher : Jurnal Jarkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah Teladan Yogyakarta merupakan salah satu instansi pedidikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah menerapkan teknologi pada instansinya dengan menggunakan kamera CCTV berbasis jaringan VLAN yang terhubung ke ruang monitoring. Tujuan dari pemasangan kamera CCTV oleh sekolah untuk terciptanya rasa aman dan nyaman bagi siswa maupun orang tuan yang berada dirumah. Hal lian yang tidak kalah penting adalah sebagai sarana untuk memantau keamanan aset sekolah serta dapat digunakan untuk memantau kinerja guru dan karyawan. Dengan adanya penerapan teknologi tersebut tersebut maka diperlukan IPkamera sebagai penghubung ke jaringan. Di dalam penerapan teknologi tersebut nantinya akan dilakukan pengukuran parameter kualitas layanannya (QoS)yang meliputi delay, packet loss, throughput,danjittersehingga munculah permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “ Analisis dan Implementasi Monitoring Kamera CCTV Menggunakan Jaringan VLAN”. Tools yang akan digunakan untuk mengukur parameter QoS ini menggunakan software Wireshark, WinPcap, putty, dan winbox-2.2.18. Dari hasil pengukuran parameter QoS tersebut dapat diketahui adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas QoS pada jaringan VLAN adalah besar data yang dikirim, jumlah pengguna jaringan, dan waktu dalam melakukan pengukuran trafik jaringannya, bisa pada waktu pagi sampai siang hari, siang sampai sore hari, dan sore sampai malam hari semuanya menghasilkan data yang berbeda-beda