cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi
Published by Universitas Terbuka
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Analisis Pengaruh Faktor-Faktor Motivasi Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) Kabupaten Flores Timur Balela, Gerterudis Lepan
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Kinerja Birokrasi sering menjadi sorotan masyarakat. Kinerja Penyuluh lapangan keluarga berencana kabupaten Flores Timur masih menunjukkan kondisi kinerja yang belum optimal. Penelitian ini dilakukan untuk 1)memperoleh gambaran yang lebih rinci tentang  motivasi, kepuasan kerja  dan kinerja PKB di Kabupaten Flores Timur.2) mengetahui adanya pengaruh motivasi dan kepuasan kerja secara parsial terhadap kinerja PKB di Kabupaten Flores Timur.3)mengetahui besarnya pengaruh motivasi dan kepuasan kerja secara simultan terhadap kinerja PKB di Kabupaten Flores Timur. Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja terhadap kinerja PKBAda pengaruh yang signifikan dari motivasi terhadap kinerja PKB. Ada pengaruh yang signifikan dari kepuasan kerja dan motivasi terhadap  kinerja PKB. Populasi penelitian adalah penyuluh keluarga Berencana (PKB) di Kabupaten Flores Timur berjumlah 33 orang, metode pengambilan sampel adalah studi populasi atau studi sensus Prosedur pengumpulan data adalah metode survey menggunakan instrumen kuesioner sebagai instrumen utama untuk pengumpulan data. Analisis data menggunakan analisis kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah  :1)Secara keseluruhan presepsi responden atau capaian indikator terhadap ketiga variabel  (motivasi kerja, kepuasan kerja dan kinerja)adalah setuju/tinggi.2)Secara parsial Motivasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja, sedangkan kepuasan kerja berpengaruh terhadap kinerja PKB kabupaten Flores Timur.3)Secara simultan motivasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja PKB kabupaten Flores Timur. Sumbangan dari motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap turun-naiknya kinerja PKB kabupaten Flores Timur hanya sebesar 29,9 %, sedangkan sisa sebesar 70,1 % disumbangkan oleh variabel lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Variabel lain seperti : Faktor individual (kemampuan dan keahlian, latar belakang, demografi); Faktor psikoligi (persepsi, attidude, personality, pembelajaran); Faktor organisasi (sumber daya, kepemimpinan, struktur, job design). Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kepuasan Kerja dan Kinerja.  ABSTRACT Performance of the bureaucray often becomes the spotlight of society. The performance of family planning wokers in Flores Timur District still showed far from satisfactory. The purpose of this  study was : 1) to get a more detailed description about the motivation, job satisfaction and performance of the PKB bureaucracy in Flores Timur, 2) to know of any  effect of motivation and job satisfaction  on the performance of the PKB  bureaucracy. The results of this  study were : 1)  in general the respondents perception of the three variables (work motivation, job satisfaction and performance)  was very agreeable; 2)  motivation alone has no effect on performance, while job satisfaction significantly affected the performance of family planning workers in Flores Timur. 3) taken together motivation and job satisfaction significantly affected  the performance of family planning wokers , 4) the contribution of  motivation and job satisfaction towards  worker performance  amounted only to 29,9%, while the rest, 70,1% were contributed by other variables not involved in the study. Other variables such as : individual variables ( ability and expertise , background , demographics ) ;  psychological variables ( perception , attidude , personality , learning ) ; organizational variables (resources , leadership , structure , job design ), may contribute to performance. Keywords : work motivation, job satisfaction and performance.
Implementasi Kebijakan Pembentukan Organisasi Pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Model Berau Barat Di Kabupaten Berau Hamzah, Hamzah
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam rangka memperbaiki tata kelola hutan dan memperkuat desentralisasi sektor hutan. Berbagai kebijakan telah dikeluarkan untuk mempercepat pembangunan KPH diantaranya adalah kebijakan pembentukan organisasi melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pedoman Organisasi dan Tata kerja Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi di Daerah. Meskipun demikian pembentukan  organisasi KPH diberbagai daerah, termasuk di  Kabupaten Berau belum berjalan sebagaimana yang diharapkan. sehubungan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses implementasi kebijakan pembentukan organisasi KPH  pada KPHP Model Berau Barat  serta mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi. Metode Penelitian ini adalah deskripsi dengan pendekaan Kualitatif, bentuk data terdiri data sekunder dan primer di peroleh melalui, wawancara, observasi dan kajian dokumen terkait. Sedangkan informannya terdiri dari instansi terkait yaitu Kementerian Kehutanan, Bagian organisasi Provinsi Kaltim, Bagian organisasi Setda Berau, Dinas Kehutanan kabupaten Berau, serta pendapat  Pakar Kehutanan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa implementasi pembentukan organisasi KPHP Model Berau Barat dilaksanakan secara bertahap yaitu dengan pembentukan UPTD pada Dinas Kehutanan Kabupaten Berau sebagai persiapan pembentukan Organisasi KPHP dalam Bentuk SKPD. Pengambilan kebijakan tersebut setelah melalui  proses sosialisasi, penyampaian telaahan staf, konsultasi dan koordinasi serta  rapat dan pertemuan Tim Teknis Kelembagaan daerah. Sedangkan faktor-faktor yang memepengaruhi implementasi pembentukan organisasi KPHP Model Berau Barat  adalah faktor komunikasi terutama terkait kejelasan dan konsistensi aturan serta pola komunikasi dan koordinasi yang dilakukan para pihak, faktor sumber daya terutama ketersediaan SDM, sarana prasarana dan pendanaan,  faktor birokrasi meliputi ketidakjelasan SOP pembentukan organisasi teknis lain dan pembuatan Naskah Akademik, tata hubungan dalam proses pembentukan kelembagaan SKPD yang memerlukan waktu dan pendanaan yang khusus karena melibatkan proses di Legislatif. Dalam rangka efektifitas implementasi kebijakan dalam pembentukan organisasi KPH maka disarankan perlunya dilakukan komunikasi yang efektif yang melibatkan pihak-pihak yang pengambil keputusan dan berbagai pihak terkait, perlu dipersiapkan sumber daya  baik sumber daya  manusia, sarana dan prasarana maupun pendanaan yang dianggarkan secara khusus. Serta perlu  kejelasan birokrasi yang meliputi SOP Kegiatan dan kejelasan tata hubungan antara  organisasi dalam pelaksanaan kegiatan. Kata Kunci : Kebijakan, Implementasi,  Organisasi, KPH. ABSTRACT Forest Management Unit (FMU) was one of top priorities in order to improve forests governance and strengthening decentralization in the forestry sector.   Many  policies have been introduced to expedite FMU development such as Interior Ministry Regulation (Permendagri) 61 Year 2010 regarding Guideline on Organization and Procedure of Production Forest and Protection Forest Management Unit. This I study aimed at describing the implementation of organization policy of the Berau Barat FMU Model (KPHP). This study was  also trying to identify and analyze factors which influence the implementation process of the policy. The method used in this study was  qualitative based on primary and secondary data. The data were collected  by interviews, observation and documents reviews. Some Government officials were interviewed including officials from the Ministry of Forestry, the Provincial Government of Kaltim, the Berau  District Secretariat, the Forest Service of Berau, and forest experts. The result of this study showed  that the implementation of the Organization Policy  of the Production of the Forest Management Unit according to the Berau Barat Model In Berau District  was done in stages. The establishment of UPTD, was the first stage in the gradual process of KPHP development towards SKPD l (Satuan Kerja Perangkat Daerah).At this stage activities include socialization, staff assessment, and consultation meetings. Key factors in the implementation process are communication, infrastructure, human and financial resources. Communication include clarity of regulation, consistency with other regulations, and coordination among parties. In addition, bureaucractic factors which include unclear standard operating procedures (SOP) of organization establishment, concept note making process, coordination rules among institutions in SKPD development, needs certain time and funding allocations due to political processes in the local parliament. To achieve effectiveness, it was recommended to develop effective communications involving all decision makers and other stakeholders. In addition sufficient infrastructure, human and financial resources were critical.   Enhancing bureaucracy I was also recommended to guarantee the success of the process. Keywords : Policy, Implementation, Organization,  FMU.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan Pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Flores Timur Kereta, Laurensius Boro
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

PDAM merupakan salah satu instansi yang sering mendapat keluhan dari masyarakat sebagai pelanggan mengenai kualitas pelayanannya. Keluhan tersebut antara lain mengenai penanganan pengaduan yang responnya lamban, lambatnya penanganan kebocoran pipa.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) Apakah ada pengaruh kualitas pelayanan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible) terhadap kepuasan pelanggan pada PDAM Kabupaten Flores Timur secara bersama-sama, dan (2) Apakah ada pengaruh kualitas pelayanan (reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangible) terhadap kepuasan pelanggan pada PDAM Kabupaten Flores Timur secara parsial. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kualitas pelayanan, yang terdiri dari reliability(X1), responsiveness(X2), assurance(X3), empathy(X4),dan tangible(X5). Sedangkan, variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pelanggan (Y). Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah para pelanggan PDAM Kabupaten Flores Timur. Jumlah responden yang ditentukan sebanyak 100 responden. Penentuan sampel menggunakan nonprobability sampling,yaitu dengan cara purposive sampling,artinya penentuan sampel berdasarkan tujuan dan pertimbangan tertentu. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi. Analisis data menggunakan analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara bersama-sama atau simultan seluruh variabel, yaitu faktor keandalan (reliability) (X1), faktor ketanggapan (responsiveness) (X2), faktor keyakinan (assurance) (X3), faktor empati (emphaty) (X4), dan faktor berwujud (tangible) (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kabupaten Flores Timur, dan (2) Secara parsial faktor keandalan (reliability) (X1), jaminan (assurance) (X3), dan faktor berwujud (tangible) (X5) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kabupaten Flores Timur. Sebaliknya, faktor ketanggapan (responsiveness) (X2) dan faktor empati (emphaty) (X4) dalam model ini berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepuasan pelanggan PDAM Kabupaten Flores Timur. Kata Kunci : Dimensi Kualitas Pelayanan, Kualitas Pelayanan, Kepuasan Pelanggan. ABSTRACT PDAM is one of the agencies that often gets complaints from customers regarding the quality of service. These include complaints about the handling of complaints that the response was slow, slow handling of the pipe leak. This study aims to analyze (1) the extent to which the influence of service quality (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible) to customer satisfaction in the PDAM Kabupaten Flores Timur together, and (2) the extent to which the influence of service quality (reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangible) to customer satisfaction in the PDAM Kabupaten Flores Timur partially. The method used in this research is descriptive quantitative research methods. The independent variable in this study is the quality of service, which consists of reliability (X1), responsiveness (X2), assurance (X3), empathy (X4), and tangible (X5). Meanwhile, the dependent variable in this study is customer satisfaction (Y). As for the population in this study is the PDAM Kabupaten Flores Timur customers. Specified number of respondents of 100 respondents. The samples using nonprobability sampling, is by purposive sampling.. The data was collected through questionnaires and observations. Analysis of data using multiple regression analysis. The results showed that (1) Taken together or simultaneously all the variables, namely the reliability factor (reliability) (X1), factor responsiveness (responsiveness) (X2), the belief factor (assurance) (X3), factor empathy (empathy) ( X4), and intangible factors (tangible) (X5) and a significant positive effect on customer satisfaction PDAM Kabupaten Flores Timur, and (2) Partially reliability factor (reliability) (X1), security (assurance) (X3), and intangible factors (tangible) (X5) and a significant positive effect on customer satisfaction PDAM Kabupaten Flores Timur. In contrast, factor responsiveness (responsiveness) (X2) and factor empathy (empathy) (X4) in this model and no significant positive effect on customer satisfaction PDAM Kabupaten Flores Timur. Keywords : Customer Satisfaction, Dimensions of Service Quality, Service Quality.
Analisis Kinerja Kantor Camat Gunung Tabur Kabupaten Berau Windyani, Indrayana
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Permasalahan utama yang terdapat di Kantor Camat Gunung Tabur adalah belum adanya Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang dapat digunakan untuk mengetahui serta mengevaluasi kinerja organisasi pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kinerja Kantor Camat Gunung Tabur serta untuk menganalisis aspek penghambat dan pendorong kinerja di Kantor Camat Gunung Tabur. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Unit analisis dalam penelitian ini adalah Kantor Camat Gunung Tabur sebagai suatu organisasi. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan menggambarkan setiap fenomena kinerja serta aspek penghambat maupun pendorong kinerja. Analisis kinerja ini mencakup efektifitas, responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas, dan keadaptasian. Hasil penelitian menggambarkan bahwa dari segi efektifitas terdapat kesesuaian antara visi misi dengan program dan kegiatan yang ada serta terlibatnya pegawai dalam kegiatan organisasi. Responsivitas dapat dilihat dari cara organisasi menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat. Dari aspek responsibilitas Kantor Camat Gunung Tabur sudah melaksanakan tupoksinya masing-masing sesuai dengan struktur organisasi serta prosedur dan mekanisme yang ada. Secara akuntabilitas, pelaporan kegiatan dan keuangan di Kantor Camat Gunung Tabur sudah berjalan lancar akan tetapi Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah untuk tahun 2011 dan tahun sebelumnya belum dibuat. Dari aspek keadaptasian, pegawai diberikan kesempatan untuk mengembangkan diri. Aspek pendorong kinerja di Kantor Camat Gunung Tabur terdiri dari aspek individual, psikologis, dan organisasi. Adapun aspek penghambat kinerja adalah terbatasnya jumlah SDM, sarana dan prasarana yang masih kurang, dana operasional kegiatan kantor yang kurang memadai, dan letak kantor yang kurang strategis.           Kata Kunci : Kinerja, efektifitas, responsivitas, responsibilitas, akuntabilitas, keadaptasian. ABSTRACT  The main problem at Gunung Tabur district office is the absence of Government Performance Accountability Report which could be used to determine and evaluate the performance of government organizations.The purposes of this study were to analyze the performance of Gunung Tabur sub-district office  and to analyze the resistant and supportive  aspects of performance in Gunung Tabur district office. The data used in this study weree primary and secondary data. The unit of analysis in this study was  Gunung Tabur office as an organization. The methods used in this studi were  descriptive qualitative, that as a way way to describe the performance of each phenomenon and the  resistant and supportive  aspects performance at Gunung Tabur district office. This performance analysis includeded  effectiveness, responsiveness, responsibility, accountability and adaptation. The results illustrated that in terms of effectiveness there was congruence between the vision and mission of the program and the existing activities  as well as employee involvement in organizational activities. Responsiveness can be seen from the way organizations follow up on complaints from the public, from the aspect of Gunung Tabur district office responsiveness was performed well according to basic tasks and functions in their respective organizational structures, procedures and mechanisms.   Accountability, which was performance and financial activities reporting  by the Gunung Tabur District Office has been running smoothly but the Government Performance Accountability Report for 2011 and the previous year have not been  submitted. With regard to the aspect adaptation, the employees were  given the opportunity to develop themselves. The  supportive aspects of performance at Gunung Tabur district office consists of  individual human resources, psychological make up, and organization. The performance inhibiting aspects  were the limited number of human resources, facilities, infrastructure and operationl funding. Keywords :     performance, effectiveness, responsiveness, responsibility, accountability, adaptation.
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus Pada IGD RSUD Larantuka) M. Hallan, Maria Avelina
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Salah satu indikator kepuasan pelanggan adalah kualitas pelayanan. Menurut Parasuraman, dkk. (1990) dalam Pasolong (2011), terdapat lima dimensi service quality (servqual) yaitu tangibles, responsiveness, reliabilty, assurance dan emphaty. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif eksplanatif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh secara parsial maupun simultan antara variabel bebas yaitu tangibles, responsiveness, reliabilty, assurance dan emphaty terhadap variabel terikat yaitu kepuasan pelanggan pada Instalasi Gawat Darurat di RSUD Larantuka. Data diperoleh melalui jawaban terhadap kuisioner yang disebarkan terhadap 91 orang responden yang dipilih secara acak. Berdasarkan hasil olah data dengan menggunakan SPSS v.19, diperoleh hasil : Uji t menunjukan bahwa hanya dua dimensi yang berpengaruh signifikan secara parsial terhadap kepuasan pelanggan yaitu responsiveness dengan nilai t hitung sebesar 3.105 dan reliablity dengan t hitung sebesar 3.935. Sedangkan tangibles,  assurance dan emphaty tidak berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan pelanggan, karena nilai t hitung lebih kecil dari t tabel (1.987). Sedangkan uji F menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai F hitung sebesar 38.830, nilai ini lebih besar dari F tabel sebesar 3,1884 sehingga hipotesis diterima. Nilai R2 pada uji koefisien determinasi sebesar 0.696 artinya variabel tangibles, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty secara bersama – sama mampu mempengaruhi kepuasan pelanggan sebesar 69.6%. Sisa sebesar 30.4% dipengaruhi oleh variabel lain. Sebagai kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa tidak semua variabel bebas (tangibles, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty) dapat berpengaruh secara parsial terhadap kepuasan pelanggan, tetapi semua variabel bebas (tangibles, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty) berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan. Saran yang dapat diberikan adalah pihak manajemen IGD lebih memperhatikan kualitas pelayanan agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan pasien dan keluarganya. Kata Kunci : kualitas pelayanan, tangibles, responsiveness, reliability, assurance dan emphaty, kepuasan pelanggan. ABSTRACT  One of the indicators of customer satisfaction is the service quality. According to Parasuraman et al. (1990) in Pasolong (2011), there are five dimensions of service quality (servqual) i.e tangibles, responsiveness, reliability, assurance and empathy.This study was quantitative explanatory  The aim of this  study was, to find  partial and simultaneous effect of the independent variables, which were tangibles, responsiveness, reliability, assurance and empathy on the dependent variable which was customer satisfaction in the Emergency Room at Larantuka Hospital. The data were collected through  questionnaires distributed to 91 randomly selected respondents. Based on the analyses of the data using SPSS v.19, the obtained results were as follows The T test showedthat only two dimensions partially affect significantly on customer satisfaction with the responsiveness t value of 3.105 and reliability with t count of 3,935. Whereas tangibles, assurance and empathy partially were not partially effect on customer satisfaction, because the t value is smaller than the t table (1.987). The F-test showed that there was a significant influence on customer satisfaction if the independent variables were used simultaneously, with the calculated F value of 38.830, this value was greater than F table at 3.1884 so the hypothesis  was  accepted. The value of the determination coefficient (R2) on test for was 0.696, which meant that  tangibles, responsiveness, reliability, assurance and empathy taken together  were capable of influencing customer satisfaction  at 69.6 %. The  remaining 30.4 % were influenced by other variables. In conclusion, this study showed that not all independent variables (tangibles, responsiveness, reliability, assurance and empathy) could partially influence  customer satisfaction, but simultaneously  they could. The emergency management service should pay more attention to the quality of service to satisfy the patients and their family. Keywords : quality of service, tangibles, responsiveness, reliability, assurance and empathy, customer satisfaction.
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, Serta Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Kabupaten Barito Timur Amalia, Nazma
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Dinas Pendapatan, pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Barito Timur dalam menjalankan Tugas Pokok dan Fungsinya  memang terlihat belum bekerja secara professional. Kurangnya penyerapan sumber Pendapatan Asli Daerah karena petugas retribusi yang lambat. Alur birokrasi yang panjang dalam proses pengelolaan keuangan daerah menjadi keluhan utama.  Data-data aset daerah yang sampai saat ini masih banyak yang tidak tertib sehingga membuat penilaian dari BPK selalu disclaimer. Kepemimpinan di Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Barito Timur belum sepenuhnya menjalankan fungsi sebagai penentu pencapaian tujuan organisasi. Ketidakmampuan tersebut dapat dilihat dari kurangnya memotivasi bawahan dalam mengefektifkan penyelesaian tugas, termasuk di dalamnya ketidakmampuannya meningkatkan kemampuan pegawai sesuai dengan kebutuhan ketrampilan guna kelancaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, serta lingkungan kerja baik secara parsial maupun simultan terhadap kinerja pegawai Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Barito Timur.  Instrumen penelitian ini berupa kuesioner yang mengacu kepada variabel kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja, dan  kinerja.  Indikator-indikator disusun dalam bentuk pertanyaan dengan lima alternatif jawaban. Menurut Kuswandi (2004:27) faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja antara lain diantaranya adalah kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja.  Nawawi (2006) mengemukakan bahwa kinerja adalah kuantitas  dan kualitas pencapaian tugas-tugas, baik yang dilakukan individu, kelompok maupun organisasi. Ordway Tead (dalam Kartini Kartono, 1994:49) Kepemimpinan adalah kegiatan mempengaruhi orang-orang agar mereka mau bekerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.  Menurut Hasibuan (1995) motivasi adalah pemberian daya penggerak yang menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau bekerja samabekerja efektif dan terintegrasi dengan segala daya upaya untuk mencapai kepuasan. Menurut Nitisemoto (2000;183) mendefinisikan lingkungan kerja sebagai sebagai sesuatu yang ada disekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang diembannya. Pengujian hipotesis penelitian menggunakan uji T dan uji F. Uji T digunakan untuk menguji variabel independen secara satu persatu ada atau tidaknya pengaruh terhadap variabel dependen (Y). Uji F digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan (X1), motivasi (X2), lingkungan kerja fisik (X3) secara simultan terhadap  kinerja pegawai (Y). Uji T untuk variabel kepemimpinan (X1) didapatkan nilai thitung sebesar 4,710, untuk variabel motivasi (X2) sebesar 3,847, dan untuk variabel lingkungan kerja (X3) sebesar 4,012.  Nilai thitung dari ketiga variabel independen > ttabel dan bernilai positif ini membuktikan bahwa kepemimpinan (X1), motivasi (X2), dan lingkungan kerja (X3) secara parsial berpengaruh terhadap kinerja pegawai (Y). Secara simultan ketiga variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen ini dilihat dari nilai Fhitung sebesar 10,894 yang lebih besar dari Ftabel 1,549. Kesimpulan dari analisis penelitian ini adalah bahwa semua hipotesis dapat diterima. Hipotesis pertama yakni kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja.  Hipotesis kedua yakni motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hipotesis ketiga yakni lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Hipotesis terakhir adalah kepemimpinan, motivasi, lingkungan kerja secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja. Kata Kunci : Kepemimpinan, Motivasi, Lingkungan Kerja, Kinerja. ABSTRACT The Office of Revenue, Finance and Asset management in East Barito Distrist  main tasks and functions was not implemented in a professional manner. The lack of income generation from local resources was because the employees were slow . The lengthy bureaucratic procedures of regional financial management becomes also a major  impediment. Data of local assets were not orderly,  producing results of financial assessment always as dsclaimer. The  leadership  of the Office of Revenue, Finance and Asset Management in East Barito District had not  fully achieve  the organizational goals. Inability could be seen from the lack of subordinates’ motivation  to  effectively complete  their tasks, also the inability of the leasership  to increase the skills of employees to fit the needs of  their tasaks. This study aimed at  analyzing the influence of leadership, motivation, and work environment either partially or simultaneously on employee performance of the Office of Revenue, Finance and Asset Management in East Barito District. The study instruments  were questionnaires to obtain information about  leadership, motivation, work environment, and work performance. The questions were arranged with five alternative answers. Nawawi (2006) suggested that the quantity and quality of performance is the achievement of the tasks, either by individuals, groups or organizations. According to Kuswadi (2004:27) the factors that affect performance include, leadership, motivation and work environment. Ordway Tead (in Kartini Kartono, 1994:49) leadership  is the activity of influencing people so that they would work together to achieve the desired purpose. According to Hasibuan (1995) motivation is the driving force that gives excitement so they want to work together effectively and in an integrated  manner to achieve satisfaction. Nitisemoto (2000: 183) defines  work environment as something   which can influence the workers in carrying out their  tasks. The testing of the study hypotheses used  T and F tests  T test was used to test the independent variables one by one whether there was any effect on the dependent variable (Y).The F test was used to determine how much influence leadership (X1), motivation (X2), and physical work environment (X3) simultaneously had on employee performance (Y). T test for leadership variable (X1) was 4.710, for the motivation variable (X2)   it was 3.847, and for the work environment variable (X3) 4,012. Values of the three independent variables of t  was positive and this proves that leadership (X1), motivation (X2), and the work environment (X3) partially affect the employees performance (Y). Simultaneously the three independent variables affect the dependent variable is seen from the value of F at 10.894 larger than the F table of 1,549. The conclusion from this study  was  that all hypotheses can be accepted. The first hypothesis was that leadership have significant effect on  performance. The second  was that motivation significantly influence  performance. The  third  was that  work environment significantly influence  performance. The last hypothesis  was that leadership, motivation, work   environment simultanously influence  performance significantly. Keywords : Leadership, Motivation, Work Environmet, Performance.
Pengaruh Disiplin Pegawai Dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Kelurahan Di Kecamatan Tanjung Redeb Kabupaten Berau Jaya, Ichwanul
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Berbagai rumor yang berkembang di masyarakat perihal kinerja aparatur kelurahan di kecamatan Tanjung Redeb telah mendorong penulis untuk melakukan penelitian, yang berjudul “Pengaruh Disiplin Pegawai dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Aparatur Kelurahan di Kecamatan Tanjung Redeb”. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama antara variabel bebas, yaitu disiplin dan lingkungan kerja terhadap variabel terikat yaitu kinerja aparatur kelurahan. Data dalam penelitian ini diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada para responden maupun data-data sekunder yang tersedia. Alat analisa yang digunakan adalah analisa regresi linier sederhana, regresi linier berganda dan analisa korelasi berganda dengan bantuan program SPSS versi 16. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat, baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. Dari nilai koefisien determinan (R Square) diperoleh persentase sumbangan/pengaruh variabel disiplin pegawai dan lingkungan kerja terhadap variabel kinerja aparatur kelurahan di kecamatan Tanjung Redeb sebesar 91,5%. Kata Kunci : disiplin, lingkungan kerja, kinerja. ABSTRACT Various rumors about performance of the village apparatus at Tanjung Redeb subdistrict has encouraged the author to undertake the study, entitled "Influence of Discipline and Work Environment on Employee Performance in Tanjung Redeb Villages ,Tanjung Redeb Subdistrict,  Berau  District". This study aimed to examine whether there were partial or simultaneous effect of the independent variables, discipline and work environment, on the dependent variable, employee performance. The data were obtained by  questionnaires  and supplemented with available secondary data .. This study used simple linear regression analysis, multiple linear regression and  correlation analysis from SPSS version 16. The results indicated a positive and significant influence of the independent variables on the dependent variable, either partially or simultaneously. The value of the determinant coefficient (R Square) of the independent variables  on employee  performance amounted to 91.5%. Keywords : discipline, work environment, performance.
Analisis Pengaruh Kualitas Pelayanan, Kualitas Kinerja Pegawai Dan Kualitas Barang Terhadap Kepuasan Pelanggan Kelompok Rumah Tangga Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Seruyan Sutrisman, Sutrisman
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Sebagai perusahaan Daerah Air Minum yang bergerak dalam bidang pelayanan air bersih, PDAM Kabupaten Seruyan akan sangat tergantung dari keberadaan dan kesetiaan pelanggannya. Kepuasan pelanggan merupakan bagian dari salah satu tujuan perusahaan,  faktor-faktor apa saja yang mempegaruhi kepuasan pelanggan. Penelitian terhadap kepuasan pelanggan sangat berguna untuk mengetahui sejauh mana respon pelanggan terhadap produk yang di pasarkan.Variabel yang mempengaruhi kepuasan pelanggan yaitu kualitas pelayanan, kualitas kinerja pegawai dan kualitas barang. Responden penelitian sebanyak 95 orang yang merupakan pelanggan PDAM kelompok rumah tangga. Berdasarkan hasil analisis SPSS for windows 14.0, diperoleh persamaan regresi berganda Y= (20,252) + 0,100 X1 + 0,109 X2 + 0,467 X3 Dari persamaan regresi tersebut di atas, nilai konstanta sebesar 20,252 menunjukkan bahwa jika tidak terdapat X1, X2, X3 maka nilai kepuasan pelanggan (Y) sebesar 20,252. Kualitas pelayanan (X1) memberikan sumbangan positif  kepada kepuasan pelanggan (Y) sebesar 0,100. Kualitas kinerja pegawai (X2) memberikan sumbangan positif  kepada kepuasan pelanggan (Y) sebesar 0,109. Kualitas barang (X3) memberikan sumbangan positif kepada kepuasan pelanggan (Y) sebesar 0,467. Variabel X1, X2 dan X3 secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan, hasil uji F dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,293. Kata Kunci : Kualitas pelayanan, kualitas kinerja pegawai dan kualitas barang. ABSTRACT As the regional  water company (Seruyan PDAM) engaged in the service of clean water,  it will depend on cutomer loyalty. Customer satisfaction is part of one of the goals of the company.. This study on customer satisfaction was very useful to know how far  the customers  responded  to the marketed product. The variables which affected customer satisfaction  were the quality of service, the quality of employee performace and the quality of product . The respondents of study were 95 people who were PDAM household customers. The   multiple regression was taken from SPSS for Windows 14.0, which was  Y = (20,252) + 0,100 X1 + 0,109 X2 + 0,467 X3, the constant value of 20,252 indicated that if  X1, X2, X3 had those values then the value of customer satisfaction (Y) was 20,252. Quality of service ( X1 ) contributed positively to customer satisfaction ( Y ) of 0,100, quality performance of employees ( X2 ) contributed positively to customer satisfaction ( Y ) of 0,109, Quality of Goods ( X3 ) contributed positively to customer satisfaction ( Y ) of 0,467. The results of the F test with Adjusted R Square of 0.293  indicated that variables X1, X2  and X3 jointly also affected customer satisfaction. Keywords :  quality of service,  quality of employees performance and  quality of goods.
Partisipasi Masyarakat Dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan Larantuka Kabupaten Flores Timur Gedeona, Alexander Buditjahjono
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Larantuka bagian dari penyelenggaraan perencanaan pembangunan tingkat kecamatan berdasarkan Amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan. Musrenbang Kecamatan merupakan forum musyawarah antar para pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi masyarakat dalam proses musrenbang  Kecamatan Larantuka. Aspek-aspek untuk menganalisis partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan adalah bentuk partisipasi, kewenangan pengambilan keputusan dan cara pemberian usulan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, teknik wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis adalah deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini adalah: (1) partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan  Kecamatan  Larantuka secara umum belum optimal, dimana bentuk partisipasi berupa, pemberian ide serta gagasan dan bantuan tenaga secara langsung masih rendah; (2) Kurangnya penyampaian ide dan gagasan dari masyarakat dikarenakan terbatasnya forum dalam menampung usulan masyarakat; (3) Cara pemberian usulan, partisipasi masyarakat untuk mengumpulkan informasi serta usulan kepada forum musrenbang masih rendah; dan  (4) Partisipasi masyarakat dalam mengajukan usulan program pembangunan  tertulis  dalam bentuk proposal masih rendah.Saran dari hasil penelitian (1) Perlu mengoptimalkan kegiatan identifikasi masalah dan kebutuhan masyarakat mulai tingkat desa;(2) Perlu ada peningkatan pemahaman perangkat kecamatan dan unsur masyarakat mengenai mekanisme perencanaan pembangunan melalui kegiatan pelatihan; (3) Perlu adanya penyuluhan tentang pentingnya peran masyarakat dalam perencanaan pembangunan;(4) Perlu sosialisasi yang optimal dengan memberdayakan pemerintah Desa dan Kecamatan, SKPD, dan kader pembangunan dalam pemberian informasi kepada masyarakat; dan (5) Perlu adanya mekanisme untuk melibatkan masyarakat secara lebih luas dalam perencanaan pembangunan  sehingga diharapkan muncul program baru yang tidak hanya menekankan kegiatan pembangunan fisik saja, tetapi juga pembangunan non fisik. Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Perencanaan Pembangunan.    ABSTRACT Musrenbang (Development Planing Conference) at the Larantuka sub-district level  was part of Law  Number 25 Year 2004 on National Development Planning System Musrenbang represent a forum   for a conference of   stakeholders at the sub-district level. This  study aimed at describing  community participation in the planning process at the Larantuka sub-district . Aspects of community participation in the planning process were the format of participation, decision-making authority and method of submitting proposals. This study was  descriptive qualitative.  using, observation, interviews and document  search to collect data. The results showed  that: (1) community participation in the planning process at Larantuka sub-district in general  does not run  smoothly;  where participation such as attendance,  submission of ideas and physical assistance in planning meetings were still low; (2)  lack of submission of ideas and suggestions from the community was because of the limited forum to accommodate proposals; and (3)  the method of proposal submission, community participation in gathering information to be presented at the forum were still low: (4) participation of the community in submitting a written proposal to the forum  was also low. This  study  suggested that (1) the forum should optimize the activities to identify problems and community needs. (2)  the forum needed  a rtraining program for the village community regarding the mechanism of development planning (3) the community needed to be given counsel on the importance of its  role in development planning. (4)  information should be given continuously by empowering rural and sub-district officials , employees of local offices, and development cadres to distribute the necessary information to the community (5) there should be a mechanism to engage a wider community in the planning of rural development that were expected to emerge as a new program that not only emphasizes physical development activities, but also non-physical development Keywords : Public Participation, Development Planing.
Penilaian Kinerja Pegawai Negeri Sipil (Kajian Pra Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja PNS Di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur) Wahyudi, Jhon
Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol 1, No 3 (2014): Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi Vol. 1 No. 3, 2014
Publisher : Jurnal Administrasi Publik dan Birokrasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.63 KB)

Abstract

Penilaian prestasi kerja pegawai memegang peranan yang sangat penting, diantaranya untuk melihat bagaimana kinerja pegawai, namun juga akan bermanfaat bagi pengembangan kemampuan dan kompetensi serta jenjang karier pegawainya. Dalam pelaksanaannya Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan bagi Pegawai Negeri Sipil belum mampu memberikan hasil penilaian yang objektif dan bermanfaat bagi  Pegawai Negeri yang dinilai. Lahirnya Peraturan Pemerintah  Nomor 46 Tahun 2011 Tentang Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil diharapkan akan mampu menjawab kritikan-kritikan atau permasalahan umum atas penilaian prestasi kerja Pegawai Negeri Sipil selama ini. Permasalahan yang dimunculkan dalam tulisan ini adalah bagaimana respon dari PNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur, berkenaan dengan rencana pemberlakuan Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2011;Tahapan atau hal apa saja yang perlu dipersiapkan berkaitan dengan  pemberlakuan  Peraturan Pemerintah tersebut; Bagaimana harapan PNS di Kabupaten Barito Timur berkaitan dengan pola  penilaian prestasi kerja yang baru. Dalam penelitian ini metode yang akan digunakan adalah metode kualitatif,penelitian ini dilaksanakan di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Timur. Pengambilan data akanmemilih informan yang dianggap tepat, tahu dan dapat dipercaya untuk menjadi sumber data yang akurat. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini digunakan beberapa teknik, yaitu :observasi, teknik wawancara, teknik kepustakaan dan teknik dokumentasi.Analisis data akan dilakukan dengan tahapan mengatur, mengurutkan, mengelompokan, memberi kode dan mengkategorisasikan serta menafsirkan data tersebut, guna memberikan makna atas data yang didapat. Penilaian Prestasi Kerja PNS diharapkan dapat membangun suatu pemahaman bersama, bahwa penilaian prestasi kerja sudah semestinya harus diperbaiki sesuai tuntutan semua PNS dalam rangka perbaikan kinerja. Penilaian prestasi kerja pegawai harus dimulai dengan menyempurnakan informasi mengenai tugas dan fungsi dari jabatan,harus memahami proses Penilaian Prestasi Kerja, setiap instansi Pemerintah juga harus menata aturan kerja dan Aparatur Pemerintah harus dapat merubah pola piker dan Budaya kerja. Kedepan hasil penilaian yang obyektif dan terukur ini akan berdampak pada pengembangan karier PNS serta Pejabat Pembina Kepegawaian harus memiliki keinginan kuat atau mempunyai komitmen untuk memberikan penghargaan bagi PNS yang berprestasi dan menjatuhkan hukuman disiplin bagi PNS yang berkinerja kurang baik. Kata Kunci : Penilaian Prestasi Kerja, Pegawai Negeri SipilABSTRACT Performance appraisal of civil servants plays a very important role, such as to see how  civil servants perform , but also  to see how the development of skills and competencies and career path of civil servants progresses.  The execution of Performance Appraisal of Civil Servants have not been able to provide  objective l results and being useful for the civil  servants assessed. The  birth of Government Regulation Number 46 Year 2011 about Job Performance Appraisal of Civil Servants were expected to be able to answer criticisms or general concerns over the performance appraisal.. Concerns raised in this paper  was how the  civil servants in East Barito District Government responded with regard to the application of Regulation Government Number 46 in 2011 ; Stages  of to be preparation  for the enforcement of the regulation ; How expectancy of  ihe civil servants in East Barito related to the pattern of the new performance appraisal. This study was qualitative and wa done in  Barito District. Respondents were selected among those who were considered reliable and informed. Observation, interviews, literature and documents search were used to collect data. Data were sorted, classified, categorized and given a member code, in order to give meaning to the data. Performance appraisal of civil servants were expected to develop a common understanding that the appraisal should be revised in order to meet the demands of all civil servants to improve their performance. A civil service performance appraisal should begin with complete information on the tasks and function of the office. Those appraised should understand the process of appraisal. Every government agency should establish work rules. Government officials should be able to change the mindset and work culture of their sudordinates. The results of the assessment should be objective and hve a measurable impact on the careers of the civil servants. The officers in charge of the career development of civil servants should use reward and punishment diligently. Keywords : Job Performance appraisal, Civil Servants.

Page 3 of 3 | Total Record : 30