cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 14 No 1 (2023)" : 5 Documents clear
Al-Ghazali's Sufistic Economy Concept; From Homo Islamicus To Economic Progress Havis Aravik; Achmad Irwan Hamzani; Nur Khasanah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v14i1.9131

Abstract

Islamic economics is present as a solution to the failure of capitalist and socialist economies in producing prosperity. Islamic economics is a new solution in answering various economic problems. For this reason, it is necessary to have the ability to access Islamic economic thought, especially from previous scholars to answer all existing problems. One such scholar is al-Ghazali. In Islamic economics, al-Ghazali offers a new perspective in the form of a Sufistic economic concept. This research is library research (library research) and is qualitative, which is sourced from primary and secondary data, and analyzed using content analysis both descriptively and inductively. The result is that Al-Ghazali no longer sees economic problems only in one field of knowledge, but is compared in various other fields of science to produce a comprehensive solution in which all human economic activity is part of worship to Allah Swt. For this reason, it must produce maslahah and falah in its activities. The state is obliged to play a role in ensuring that all of this is achieved by issuing various policies that help Muslims carry out their religious obligations as well as possible, including in economic matters and economic progress can only be achieved if justice, peace, and stability are fulfilled, in which the state plays an important role. inside it.
Resilience of Female Floating Market Traders in Lok Baintan, South Kalimantan During the Covid-19 Pandemic Muhammad Hafidz Ilmi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v14i1.8892

Abstract

This qualitative study investigates the resilience of female floating market traders in Lok Baintan, South Kalimantan during the Covid-19 pandemic. The research aims to understand the impact of the pandemic on these traders' income and their ability to adapt to the challenges posed by government policies and restrictions. The study employs interviews, observations, and documentation as data collection techniques and purposive sampling to select 10 female traders as research participants. The findings reveal that the pandemic has had varying effects on the traders, with some experiencing a moderate level of influence while others faced a strong level of impact, leading to resignations. Factors like adherence to government regulations and belief in fate play a role in the resilience of these traders. The paper contributes to the existing literature on resilience and the economic impact of the Covid-19 pandemic in Indonesia.Studi kualitatif ini mengeksplorasi ketahanan pedagang perempuan pasar terapung di Lok Baintan, Kalimantan Selatan selama pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak pandemi terhadap pendapatan pedagang ini dan kemampuan mereka dalam beradaptasi dengan tantangan yang ditimbulkan oleh kebijakan pemerintah dan pembatasan. Studi ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, serta purposive sampling untuk memilih 10 pedagang perempuan sebagai partisipan penelitian. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pandemi memiliki efek yang bervariasi pada para pedagang, di mana beberapa mengalami pengaruh sedang sementara yang lain menghadapi dampak yang kuat, hingga mengakibatkan keputusan untuk berhenti berdagang. Faktor-faktor seperti kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan keyakinan pada takdir berperan dalam ketahanan para pedagang ini. Riset ini memberikan kontribusi pada literatur yang sudah ada tentang ketahanan dan dampak ekonomi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Customer Loyalty in the Islamic Banking Industry: Insights from a Case Study of BPRS Puduarta Insani's Marketing Strategy Amelia Azura; Nurbaiti Nurbaiti; Nur Ahmadi Bi Rahmani
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v14i1.9754

Abstract

This research paper examines the role of relationship marketing, sharia compliance, and company image in influencing customer loyalty in the Islamic banking industry, moderated by customer satisfaction. The study focuses on a case study of BPRS Puduarta Insani's marketing strategy in Indonesia. The aim of the study is to provide insights into the factors that contribute to customer loyalty and to identify areas for improvement in the bank's marketing approach. The study uses a quantitative research method, collecting primary data through a Likert scale questionnaire. The data gathered from 99 participants are analyzed using SPSS 21.0, including tests of validity, reliability, classical assumptions, statistical significance, and pathway analysis. The results of the study reveal that variables related to relationship marketing and company image have a positive but insignificant effect on customer loyalty, while variables related to sharia compliance have a positive and statistically significant effect on customer loyalty. The findings suggest that Islamic banks need to prioritize sharia compliance and cultivate a positive image to enhance customer loyalty.Penelitian ini mengkaji peran dari relationship marketing, kepatuhan syariah, dan citra perusahaan dalam mempengaruhi loyalitas nasabah di industri perbankan syariah, yang dimoderatori oleh kepuasan nasabah. Studi ini difokuskan pada studi kasus strategi pemasaran BPRS Puduarta Insani di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai faktor-faktor yang berkontribusi terhadap loyalitas nasabah dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dalam pendekatan pemasaran bank tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan mengumpulkan data primer melalui kuesioner skala Likert. Data yang diperoleh dari 99 responden dianalisis menggunakan SPSS 21.0, termasuk uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, signifikansi statistik, dan analisis jalur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang terkait dengan pemasaran hubungan dan citra perusahaan memiliki efek positif namun tidak signifikan terhadap loyalitas nasabah, sementara variabel yang terkait dengan kepatuhan syariah memiliki efek positif dan signifikan secara statistik terhadap loyalitas nasabah. Hal ini mengindikasikan bahwa bank syariah perlu memprioritaskan kepatuhan syariah dan membangun citra positif untuk meningkatkan loyalitas nasabah.
Management of Cash Waqf by the Representative of the Indonesian Waqf Board of South Kalimantan Selbi Selbi; Pati Matu Jahra
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v14i1.8481

Abstract

This study aims to explore Cash Waqf Management by the representative of BWI in South Kalimantan Province in enhancing the practice of cash waqf in South Kalimantan. This research article uses field research with a qualitative approach, employing techniques such as in-depth interviews, observation, and documentary studies. Data analysis follows Miles and Huberman's techniques. The research results indicate that the cash waqf management by the representative of BWI in South Kalimantan Province has taken into account the functions of Planning, Organizing, Actuating, and Controlling (POAC) management. However, overall management is not yet optimal, with the dominant movement being in fundraising. Investment and distribution have not progressed according to theory. There has been no significant contribution to the social and economic empowerment of the community in South Kalimantan due to a very small acquisition of funds amounting to Rp27,404,000. As a result, the funds cannot be invested and distributed to the intended recipients (mauquf ‘alaih). Despite this, management efforts and empowerment have been carried out through the initiation of programs, socialization, benchmarking, consolidation, and building relationships. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi manajemen wakaf uang dan bentuk kontribusi manajemen wakaf uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalsel terhadap pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat di Provinsi Kalimantan Selatan. Fokus penulisan adalah bagaimana Peran Manajemen Wakaf Uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalimantan Selatan dalam Meningkatkan Praktik Wakaf Uang di Kalimantan Selatan. Artikel penelitian ini menggunakan penelitian lapangan (field reseach) dengan pendekatan kualitatif. Menggunakan teknik wawancara mendalam (in depth interview), observasi, dan studi dokumentasi.  Menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen wakaf uang oleh Perwakilan BWI Prov. Kalsel telah memperhatikan fungsi manajemen Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling (POAC). Secara keseluruhan manajemen belum maksimal, pergerakan dominan dilakukan pada fundraising. Investasi dan distribusi masih belum bergerak sesuai teori. Belum terdapat kontribusi pemberdayaan sosial dan ekonomi kepada masyarakat di Kalimantan Selatan karena perolehan dana sangat kecil sebesar Rp27.404.000,00, sehingga tidak dapat di investasikan dan  didistribusikan kepada mauquf ‘alaih. Namun, upaya manajemen dan pemberdayaan telah dilakukan melalui pencanangan program, sosialisasi, study banding, konsolidasi, dan relasi.
Examining the Application of Al-'Urf in Islamic Financial Contracts: Insights and Implications for Modern Banking Products Noorwahidah Haisyi
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 14 No 1 (2023)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v14i1.10246

Abstract

This study aims to investigate various examples of the implementation of al-`urf as a source of law in Islamic economy. The study used qualitative approach, which involves a review of relevant literature and an analysis of primary sources. The findings of this study suggest that the use of `urf in various practices of Islamic financial contracts including bai’ mu’atah, istishna, and profit-sharing arrangements in mudharabah or musharakah contracts is a long-lasting application that has become staple in modern banking products. However, we also discovered some challenges in these practices such as the lack of contract standardization, the absence of clear guidelines for the calculation of profits and losses, and the lack of awareness among the general public about the contracts. Future research could explore these issues to offer new standards and guidelines, or suggest ways to arise awareness of Islamic contracts. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai contoh implementasi al-‘urf sebagai sumber hukum dalam ekonomi Islam. Pendekatan yang digunakan dalam studi ini adalah kualitatif, yang melibatkan tinjauan terhadap literatur yang relevan dan analisis terhadap sumber-sumber utama. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan ‘urf dalam berbagai praktik kontrak keuangan Islam, seperti bai' mu'atah, istishna, dan pengaturan bagi hasil dalam kontrak mudharabah atau musyarakah, merupakan aplikasi yang sudah lama digunakan dan menjadi bagian penting dalam produk perbankan modern. Namun, kami juga menemukan beberapa tantangan dalam praktik-praktik ini, seperti kurangnya standarisasi kontrak, ketidakjelasan panduan untuk perhitungan keuntungan dan kerugian, dan kurangnya kesadaran di kalangan masyarakat umum tentang kontrak-kontrak tersebut. Penelitian yang akan datang dapat mengeksplorasi isu-isu ini untuk memberikan standar dan panduan baru, atau memberikan saran tentang cara meningkatkan pengetahuan publik tentang kontrak-kontrak Islam.

Page 1 of 1 | Total Record : 5