cover
Contact Name
Muhammad Rifqi Hidayat
Contact Email
rifqifebi@uin-antasari.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
yuliahafizah@uin-antasari.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
ISSN : 19793804     EISSN : 25489941     DOI : -
Core Subject : Economy, Education,
At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi:This journal is published twice a year in June and December with a focus on economics and the like with the same science
Arjuna Subject : -
Articles 435 Documents
PELUANG DAN TANTANGAN BISNIS HOTEL SYARIAH PADA MASYARAKAT KOSMOPOLITAN Firqah Annajiyah Mansyurah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 9, No 2 (2018)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v9i2.2511

Abstract

Tujuan tulisan karena adanya peluang dan tantangan hotel syariah dalam masyarakat kosmopolitan yang  dapat bertahan dan bahkan semakin maju di dalam tatanan masyarakat kosmopolitan. Penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan analisis kualitatif. Hasil dari penelitian ini terlihat peluang untuk hotel syariah yaitu; Jumlah umat Islam dunia terus meningkat, konsep syariah diterima oleh universalitas moral, dan layanan kualitas syariah. Tantangannya yaitu masih belum akrabnya orang-orang dengan hotel yang berbasis syariah dan pelatihan-pelatihan tentang konsep syariah harus dilakukan oleh pelaku bisnis untuk para staf yang bekerja di hotel syariah.
PERBANKAN SYARIAH DAN TANGGUNGJAWAB SOSIAL: SEBUAH STUDI KOMPARASI INDONESIA DAN MALAYSIA DENGAN PENDEKATAN ISLAMIC SOCIAL REPORTING INDEX DAN GLOBAL REPORTING INITIATIVE INDEX Hafiez Sofyani; Anggar Setiawan
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v5i2.228

Abstract

This study aimed to compare the social performance between Islamic banking in Indonesia and Malaysia were measured by using a model of Islamic Social Reporting Index ( ISR ) and the Global Reporting Initiative Index ( GRI ). The objects of this study were drawn from three Islamic banks in Indonesia and three Islamic banks in Malaysia that meet certain criteria, namely; Islamic banking report annual report for 2010 and report the social responsibility disclosure. Analysis using content analysis approach. The results showed that the overall average social performance of Islamic banking in Malaysia higher than social performance of Islamic banking in Indonesia.However, when tested statistically, this difference did not show significant value. Moreover, there are noislamic banking in Indonesia and in Malaysia reached a perfect level of social performance (100%) of the ISR and the GRI index .
Pengembangan Wirausaha Islami Melalui Reksadana Syariah Nurwahidah Nurwahidah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v10i1.2805

Abstract

Islam yang diwujudkan dalam Alquran dan Hadits kaya akan konsep kewirausahaan, dan ini telah dipraktikkan oleh Nabi Muhammad sebelum masa kerasulannya. Tetapi jika kita melihat kenyataan di masa sekarang, keberadaan wirausaha Muslim masih kalah dari wirausaha non-Muslim, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Salah satu alasannya diduga karena modal yang lemah karena dominasi perbankan berbasis riba konvensional. Masalah yang dirumuskan dalam makalah ini adalah bagaimana Islam mendorong upaya kewirausahaan dan bagaimana sumber pendanaannya didasarkan pada reksadana Islam. Hasil penelitian menyimpulkan, bahwa agama Islam mendorong pengembangan bisnis seluas mungkin, karena dalam muamalah tidak ada batasan, kecuali ada larangan shara; Larangannya adalah jika bisnis yang dikembangkan tidak bermoral, mengekang ribawi, gharar, penipuan dan penimbunan sehingga tidak membawa manfaat bagi masyarakat. Sumber modal bisnis Islam dapat diperoleh dari reksa dana syariah, di mana pemilik modal mempercayakan modalnya kepada lembaga reksadana Islam tepercaya, yang kemudian mendistribusikannya ke wirausahawan tepercaya, melalui sistem bagi hasil dan bentuk bisnis lainnya. dibenarkan oleh syariah, transparan dan menguntungkan bagi para pihak. Keberadaan reksa dana syariah selama ini belum optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dan masih dominannya dominasi masyarakat melalui transaksi perbankan konvensional.
JAMINAN PEMBIAYAAN MUDHARABAH DALAM PERSPEKTIF MASLAHAT
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v4i1.90

Abstract

Mudharabah (Profit Share) finance is one of Islamic Banking products which characteristically different and has higher risk compared to other finances. At this point, the Islamic Banking has resolved to provide an assurance for their Mudharabah customers as stated in the Act No. 21 year 2008, and also Fatwa of The National Sharia Committee No. 07/DSN-MUI/IV/2000 regarding basic foundation of Islamic Banking. However, this foundation in contrast, rejects the application of the assurance into the Mudharabah Finance.The idea of the application of this assurance in the Mudharabah Finance is taken to make protection from the existence of Moral Hazard and Asymmetric Information, and to achieve the humanity values for all the humankind as the customers. Moreover, for the Islamic Banking themselves, this application is necessarily a part of their concerns to anticipate the Moral Hazard and Asymmetric Information, assess the liquidity, and secure from the breach of the contract. On the other hand, due to the assurance, the customers without restraint tend to feel safe and work normally keeping on the contract given by the banks. In fact, since the variation of multiple finances today, most of the society needs to have the assurance to assure their investment, and in a wider effect, to create kindness for the human beings.
ANALISIS HUKUM KONTRAK SYARIAH TERHADAP TRANSAKSI KEPEMILIKAN RUMAH DENGAN TANAH BERSERTIFIKAT HAK GUNA BANGUNAN DI PT. SUCI GRIYA PERSADA Rabiatul Adhawiyah; Parman Komarudin; Muhammad Rifqi Hidayat
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 8, No 2 (2017)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v8i2.2526

Abstract

Riset ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisa praktik transaksi jual-beli rumah dengan tanah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) di PT. Suci Griya Perdana melalui perspektif hukum kontrak syariah. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif yang menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis. Data diolah dengan menggunakan teknik triangulasi berdasarkan wawancara kepada pihak perusahaan dan pembeli, observasi langsung ke kantor perusahaan dan tanah yang menjadi objek jual-beli, serta dokumen berupa akta jual beli tanah tersebut. Data yang telah diolah kemudian dianalisa menggunakan perspektif hukum kontrak syariah, khususnya melalui teori jual-beli dan teori kepemilikan dalam hukum Islam sebagai dasar qiyas terhadap praktek penjualan rumah dengan tanah berstatus HGB ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa transaksi seperti ini tidak diperkenankan jika mekanismenya dilakukan sepenuhnya dengan akad jual beli. Terkecuali developer menjualnya secara terpisah, yaitu rumah dengan akad jual beli dan tanah dengan akad sewa, maka transaksi tersebut dapat dibenarkan.
AN ANALYSIS OF WAQF MANAGEMENT IN TERMS OF WAQF LAW NO. 41 YEAR 2004 (Study on Waqf Management by Branch Head of Muhammadiyah 1 to 13 Banjarmasin) MAIRIJANI MAIRIJANI
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 6, No 2 (2015)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v6i2.714

Abstract

Abstract: In some countries, waqf isused as media for walfare of people. It is also possible to be implemented in Indonesia, where the majority of its population is Muslim, if properly managed waqf. The government issued a regulation that Law No. 41 Year 2004 on Waqf in an attempt to achieve these expectations. The method used in this research is a juridical approach, analyzing the management of waqf held by PCM (Branch Head of Muhammadiyah) 1 to 13 Banjarmasin in perspective Law No.41 Year 2004 on Waqf. Muhammadiyah is one of nadzir with legal form in accordance to the Decree of the Minister of Home Affairs No. SK 14/DDA/1972 on appointment Muhammadiyah as a legal entity, therefore Muhammadiyah Central, Regional and Branch entitled appointed as nadzir, including Branches Head of Muhammadiyah in Banjarmasin. Nadzir responsibility is to manage the assets of waqf, either by registering waqfassets as well as develop the waqf assets and expansion waqf assets through productive business. Based on the result of the research, it is illustrated that from 88 waqf assets in all Branches Head of Muhammadiyah Banjarmasin only 41 assets that registered in the name of Muhammadiyah. The development of the existing assets still consumptive, such as mosque, maqbarah, and others, it should be developed through productive business, for example built of?ces, outlets, pharmacies, hotels, conference halls, home industries, and plantations. In fact there is an opportunity for Branches Head of Muhammadiyah to manage HTR (Plantation Forest), the funding provided by the Government in the revolving loan fund, which ultimately waqf assets is not only bene?cial but can also be a source offunds (fundraising).
PERUSAHAAN PEMBIAYAAN SYARIAH DI INDONESIA (SEBUAH TINJAUAN ANALISIS TERHADAP PERUSAHAAN PEMBIAYAAN PT. FIF SYARIAH) muhaimin muhaimin
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v3i2.565

Abstract

FIF Syariah is a non-bank Sharia-based unit running a financing business. The fact thatit follows Sharia precepts and that the majority of Indonesian citizens are Muslims make it pro-spective to be an alternative in distributing funds to people in Indonesia. In middle term, there isa big chance that FIF Syariah will have a speedy growth since the number of company that openSharia financing units is still relatively small. It is important that every stakeholder pay attentionsto these Sharia financing units so they can grow and stay in the right track (complying withIslamic law). The commitment of the government will certainly support the development ofSharia financing in Indonesia.
Gerakan Ekonomi Islam Kontemporer: Studi terhadap Perkembangan Mitra Koperasi Syariah 212 di Kalimantan Selatan Yulia Hafizah; Erissa Nilasari
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v11i1.3609

Abstract

Penelitian ini bermaksud membaca fenomenena mutakhir terkait gerakan ekonomi Islam kontemporer di Indonesia, dengan mengambil lingkup studi perkembangan koperasi 212 di Kalimantan Selatan. Gerakan politik yang menghimpun sejumlah besar umat Islam melakukan demonstrasi pada 2 Desember 2016 telah memberikan pengaruh kuat, bukan saja pada wilayah politik, tetapi juga pada dimensi ekonomi, yang dipandang sebagai akar persoalan dari ketertinggalan umat Islam. Penelitian ini merupakan kajian lapangan yang mengambil wilayah di Kalimantan Selatan, khususnya di Banjarmasin, Banjarbaru dan Kotabaru. Ketiga daerah ini termasuk yang cukup pesat perkembangan gerakan Koperasi Syariah 212. Temuan dari penelitian ini bahwa: Pertama, latarbelakang umat Islam di Kalimantan Selatan bergabung dan mendirikan mitra Koperasi Syariah 212 karena pengaruh spirit 212 yang mampu menawarkan sesuatu yang berbeda namun bersesuaian dengan karakter dari masyarakat di tiga kota tersebut yang lebih terbuka dan cenderung religius serta berhati-hati pada persoalan muamalah. Kedua, perkembangan mitra Koperasi 212 di Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang positif karena kurang dari dua tahun sudah terdapat 5 gerai 212 Mart dengan total anggota sebanyak 599 orang. Ketiga, faktor-faktor yang menghambat adalah pemahaman anggota terhadap karakter lembaga koperasi yang masih kurang, adanya kebutuhan yang lebih mendesak sehingga mereka menarik dana simpanan, dan yang terakhir mengenai prospek mitra Koperasi Syariah 212 dalam pengembangan ekonomi umat adalah hadirnya koperasi ini memberikan alternatif tempat investasi dan belanja yang sesuai syariah bagi umat di Banua dan secara kelembagaan memiliki peluang untuk menjadi lebih besar lagi apabila tidak membatasi dirinya hanya pada kalangan dengan ideologi tertentu saja, tetapi memberikan ruang bagi yang lainnya dengan tetap berpegang pada prinsip untuk pemberdayaan ekonomi umat.
PERAN MASJID DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI SYARIAH DI KOTA BANJARMASIN Mochammad Arif Budiman
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/at-taradhi.v7i2.2014

Abstract

ABSTRAKMasjid merupakan institusi penting dalam Islam yang memiliki beragam fungsi. Sejauh ini, fungsi masjid yang terkait dengan aspek ekonomi nampaknya masih kurang mendapatkan perhatian. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran masjid di Kota Banjarmasin dalam upaya pengembangan ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Data penelitian dikumpulkan melalui survei terhadap sejumlah masjid beserta pengurus dan jamaah tetapnya. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masjid-masjid di Banjarmasin pada umumnya masih belum menunjukkan peran yang signifkan dalam pengembangan ekonomi syariah. Hal tersebut terlihat dari rendahnya sinergi dan kerjasama antara masjid dan lembaga keuangan syariah, terbatasnya frekuensi pengajian dan/atau pelatihan tentang ekonomi dan keuangan syariah, dan minimnya kegiatan-kegiatan masjid yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi syariah. Kata kunci: masjid, ekonomi syariah, bank syariah, persepsi, sinergi ABSTRACTMosque is an important institution in Islam that posses various functions. So far, its function which relates to economic aspect has apparently received less attention. The objective of this study is to reveal the roles of mosques in Banjarmasin in enhancing Islamic economy. This study employs a quantitative approach while the data are collected through a survey towards mosques as well as their respective management and community. It is found that the mosques in Banjarmasin generally do not play a signifcant role in enhancing Islamic economy. This can be seen from a low level of synergy and cooperation with Islamic fnancial institutions, a minimum frequency of religious talks and/or trainings concerning Islamic economy and fnance, and limited activities related to the development of Islamic economy.Keywords: mosque, Islamic economics, Islamic bank, perception, synergy
EKONOMI SYARIAH SEBAGAI LANDASAN DALAM AL-BAI (JUAL BELI) Syaugi Mubarak Seff
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 3, No 1 (2012): JURNAL STUDI EKONOMI
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v3i1.578

Abstract

Normatively, Sharia economy as a part of Sharia law focuses on Islamic norms in economydeduced from al-Quran and al-Hadith as well as from other secondary sources. As a derivation ofIslam, Sharia economy will follow Islam in all aspects. Islam is a way of life as it provides acomplete guidance in the forms of legal norms for human beings, including in economic field.The norms of Sharia economy are: (a) partnership (b) the existence of moral drives (c) the exist-ence of social role.