cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN BBLR DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013 Handayani, Prita Adisty
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka kematian bayi (AKB) di Indonesia yaitu sebesar 34/1000 kelahiran hidup pada tahun 2010 banyak disebabkan oleh bayi lahir dengan BBLR. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kejadian BBLR di RSUD Tugurejo Semarang pada tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah survey deskriptif dengan jumlah populasi pada tiga bulan terakhir tahun 2012 sebesar 53 bayi BBLR. Penelitian ini menggunakan responden berjumlah 24 ibu dengan bayi BBLR pada tahun 2013 yang ditarik menggunakan teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu yang melahirkan bayi BBLR memiliki status gizi baik sebesar 62.5%, status ekonomi rendah sebesar 70.8%, umur ibu pada usia reproduksi ideal sebesar 83.3%, dan paritas ibu multipara sebesar 62.5%. Berdasarkan kesimpulan tersebut disarankan ibu hamil harus memperhatikan kecukupan gizi dengan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi seperti makanan yang banyak mengandung asam folat, kalsium dan protein. Bagi semua petugas kesehatan yang melaksanakan program ANC untuk memperhatikan status ekonomi sebagai tolak ukur status gizi ibu selama kehamilan dengan cara screening atau dengan pemeriksaan antopometri, dan mempertimbangkan umur ibu pada saat kehamilan karena umur ibu dapat mempengaruhi fungsi dari organ reproduksi. Selain itu bagi petugas ANC harus memperhatikan jumlah paritas ibu dengan memberikan penkes kepada ibu dengan paritas yang tinggi agar teratur dalam memeriksakan kandungannya dan banyak mengkonsumsi makanan yang bergizi agar janin mendapatkan nutrisi yang adekuat.   Kata kunci : BBLR, status gizi, status ekonomi, umur, paritas
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG TOILET TRAINING DENGAN PRAKTIK IBU DALAM PENGGUNAAN DIAPERS PADA ANAK USIA TODDLER (1-3 TAHUN) DI KELURAHAN PUTAT PURWODADI Lestari, Puji
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak yang paling umum dalam kegagalan toilet training pada anak toddler (1-3 tahun) yaitu anak tidak bisa mengontrol saat buang air besar dan buang air kecil. Sebagian besar orang tua membutuhkan kesabaran dan waktu untuk mengajarkan toilet training pada anaknya, sehingga banyak orang tua yang memilih menggunakan diapers agar lebih praktis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan praktik ibu dalam penggunaan diapers pada anak usia toddler (1-3 tahun) di Kelurahan Putat Purwodadi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskripsi korelasi mengunakan desain Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 123 dan sampel sebanyak 94 responden dengan teknik Simple Random Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar kuesioner untuk tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training, dan dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan nilai p-value 0,018 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training dengan praktik ibu dalam penggunaan diapers pada anak usia toddler (1-3 tahun). Disarankan agar ibu dapat menambah pengetahuan tentang toilet training pada anaknya untuk mengatasi mengompol sehingga dapat mengurangi praktik ibu dalam penggunaan diapers.   Kata Kunci: Tingkat pengetahuan ibu tentang toilet training, Diapers.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN KONTROL BEROBAT PADA KLIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Indirawati, Regina
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa dipandang sebagai salah satu gangguan medis, salah satunya adalah skizofrenia. Prevalensi di Indonesia berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas, 2007) penderita skizofrenia 0,46% atau sekitar satu juta orang mengalami skizofrenia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 94 responden dengan teknik purposive sampling. Terlihat dari hasil dukungan keluarga yang mendukung sebesar 48 (51,1%), dan kepatuhan kontrol berobat dengan hasil patuh sebesar  52 (55,3%). Hasil uji statistik chi square (didapatkan nilai p = 0,004), disimpulkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kontrol berobat pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Kata kunci           : Dukungan keluarga, Kepatuhan kontrol berobat, dan Skizofrenia
PENGARUH KOMUNIKASI TERAPEUTIK TERHADAP KEMAMPUAN MENGENDALIKAN MARAH PADA PASIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Sari, Retno Narita
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 3 (2013): Juni 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasanmerupakan salah satu marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman,mencederai orang lain, dan atau merusak lingkungan. Untuk menagani perilaku kekerasan di lakukan dengan cara komunikasi terapeutik. pengaruh komunikasi teraupetik tehadap kemampuan mengendalikan marah bertujuan untuk Mengetahui gambaran kemampuan mengendalikan marah sebelum diberikan komunikasi terapeutik, Mengetahui gambaran kemampuan mengendalikan marah setelah diberikan komunikasi terapeutik, Menganalisis perbedaan kemampuan mengendalikan marah sebelum dan sesudah komunikasi teraupetik. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment (experimen semu) dengan menggunakan pendekatan One Group Pretest- Postest. jumlah sampel 72 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Wilcoxon. Hasil penelitian menjelaskan ada pengaruh kemampuan mengendalikan marah sebelum dan sesudah di berikan komunikasi terapeutikdengan nilai p= 0,000. Saran penelitian ini adalah supaya penerapan komunikasi terapeutik perawat dan pasien perlu di pertahankan dan di tingkatkan sesuai strategi pelaksanaan dan bertujuan untuk kesembuhan pasien Kata kunci = komunikasi, terapeutik, kendali marah
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU SOSIAL PASIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN Fawzi, Rizqa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan adalah suatu keadaan dimana seseorang melakukan tindakan yang dapat membahayakan secara fisik terhadap diri sendiri, orang lain maupun lingkungan, Salah satu tanda gejala yang dialami oleh pasien dengan gangguan perilaku kekerasan adalah perubahan perilaku sosial. Dalam penelitian Barrowclough dan Tarrier ditemukan bahwa salah satu faktor yang dapat meningkatkan keberfungsian sosial pasien dengan perilaku kekerasan pasca perawatan di rumah sakit adalah dengan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan perilaku sosial pada pasien dengan perilaku kekerasan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dan menggunakan uji statistik Pearson Product moment. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan perilaku sosial dengan arah korelasi positif dan kekuatan korelasi tingkat sedang. Saran dalam penelitian ini diharapkan tenagana kesehatan dapat menggunakan sebagai masukan dalam meningkatkan terapi kesehatan terutama dalam menangani perilaku kekerasan. Kata Kunci: Dukungan keluarga, perilaku sosial
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN HARGA DIRI PENDERITA KUSTA RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT REHATTA DONOROJO JEPARA Lestari, Sartika Dwi
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stigma yang ada di masyarakat tentang penyakit kusta menyebabkan masyarakat mengucilkan penderita kusta sehingga mereka kehilangan peran di masyarakat. Hal ini menjadikan penderita kusta merasa tidak berguna, dan pada akhirnya mereka akan merasa dirinya tidak berharga dan merasa rendah diri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan harga diri pada penderita kusta rawat jalan di Rumah Sakit Rehatta Donorojo Jepara. Desain penelitian ini adalah Descriptive correlation, dilakukan pada 51 responden dengan tekhnik concecutive sampling. Analisis data penelitian menggunakan uji Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataratadukungan keluarga pada penderita kusta sebesar 47.96 (penderita kusta tidak mendapat dukungan dari keluarga). Dukungan keluarga yang paling banyak tidak di dapat penderita kusta adalah dukungan informasional, hal ini dikarenakan persentase responden terhadap pernyataan tentang keluargamenjelaskan kepada responden jika responden bertanya hal-hal yang kurang jelas tentang penyakitnya didapatkan hasil hanya sebesar 3.9% responden sangat setuju terhadap pernyataan tersebut, 9.8% responden setuju, 39.2% responden cukup setuju, 45.1% tidak setuju dan responden yang sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut sebesar 2%. Nilai rata-rata harga diri penderita kusta adalah 17.25 (termasuk dalam harga diri rendah). Penelitian ini dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan harga diri penderita kusta di Rumah Sakit Rehatta Donorojo Jepara (p = 0.002). Saran dalam penelitian ini yaitu diharapkan bagi keluarga dan masyarakat tidak enggan dalam mencarikan informasi untuk keluarga maupun warganya yang menderita penyakit kusta.Kata Kunci: Dukungan keluarga, harga diri, penderita kusta.
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG PENGOBATAN KEMOTERAPI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN KANKER DI RUANG SITOSTATIKA RUMAH SAKIT TELOGOREJO SEMARANG Hidayah, Setya Nurul
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penderita kanker dari tahun ke tahun semakin mengalami peningkatan dengan dengan berbagai faktor penyebab yang bervariasi. Indonesia sendiri angka kematian akibat penyakit kanker semakin meningkat, pada tahun 2009 ditemukan penderita kanker sebanyak 11.862. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tingkat pengetahuan tentang pengobatan kemoterapi terhadap tingkat kecemasan pada pasien kanker di Ruang Sitostatika Rumah Sakit Telogorejo Semarang. Desian penelitian ini adalah Descriptive corelation, jumlah sampel 11 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kecemasan pada pasien kanker. Terlihat dari p value sebesar 0.000 (< 0.05). Pada karateristik responden berdasarkan variabel umur dengan dewasa tua 26-65 tahun  sebanyak 10 (81.%), jenis kelamin semua perempuan sebanyak 11 (100.0%), pendidikan SMA dan PT masing-masing 4 (36.4%), pekerjaan karyawan sebanyak 6 (54.5%), jenis kanker payudara sebanyak 8 (72.7%), tingkat pengetahuan tinggi sebanyak 8 (72.7%), dan tingkat kecemasan berat sekali sebanyak 5 (45.5%). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar dijadikan intervensi sebelum melakukan pengobatan kemoterapi pada pasien kanker.   Kata kunci : Tingkat pengetahuan, Tingkat kecemasan, dan Kanker
HUBUNGAN KUALITAS KUNJUNGAN KELUARGA DENGAN LAMA PERAWATAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG widayanti, silviana juni
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia adalah suatu penyakit yang mempengaruhi otak dan menyebabkan timbulnya pikiran, persepsi, emosi, gerakan dan perilaku aneh da terganggu. Skizofrenia terjadi pada 15-20/100.000 individu pertahun. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesembuhan  pasien skizofrenia salah satu diantarnya adalah kunjungan keluarga. Keluarga merupakan system pendukung utama bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal setiap individu. Peran serta keluarga sangat dibutuhkan pasien misalnya dengan melakukan kunjungan di rumah sakit. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 72 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan kualitas kunjungan keluarga dengan lama perawatan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Jenis penelitian ini adalah Deskriptive Correlative dengan pendekatan rancangan Cross Sectional. Uji statistic yang digunakan pada penelitian ini adalah Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara kualitas kunjungan keluarga dengan lama perawatan pada pasien skizofrenia, dengan p value sebesar 0,009 dan r= 0,049 dengan arah korelasi negative dan uji beda. Saran dari penelitian ini adalah keluarga harus meningkatkan jumlah kunjungan karena jika sering berkunjung maka lama perawatan akan semakin pendek. Kata kunci       : Skizofrenia, Kunjungan Keluarga, Lama Perawatan
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECEMASAN IBU DALAM MENGHADAPI PERSALINAN KALA I DI RUMAH BERSALIN MARDI RAHAYU SEMARANG Chalimah, Siti
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kecemasan yang dialami oleh ibu bersalin dengan rata-rata tiap harinya mencapai 10.000 persalinan per hari di Indonesia pada tahun 2010. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan ibu dalam menghadapi persalinan di Rumah Bersalin Mardi Rahayu Semarang yaitu faktor status ekonomi, kesiapan ibu, paritas, dan pendampingan keluarga. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif, dengan tekhnik sampling yaitu total sampling. Populasi dari penelitian ini adalah sebanyak 55 orang. Pengambilan data pada penelitian ini dengan menggunakan angket, analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan didapatkan hasil dari ke empat faktor yang masuk dalam penelitian ini yaitu faktor ekonomi didapatkan hasil yaitu ibu yang mempunyai status ekonomi tinggi sebanyak 60%, sedangkan ibu yang mempunyai status ekonomi rendah sebanyak 40%. Faktor kesiapan ibu didapatkan hasil yaitu ibu yang siap sebanyak 62.3%, sedangkan ibu yang belum siap sebanyak 32.7%. Faktor paritas didapatkan hasil yaitu ibu primigravida sebanyak 58.2%, sedangkan ibu multigravida sebanyak 41.8%. Faktor pendampingan keluarga didapatkan hasil yaitu Ibu yang mendapat pendampingan keluarga sebanyak 80%, sedangkan ibu yang tidak mendapat pendampingan keluarga sebanyak 20%. Dan pada tingkat kecemasan didapatkan hasil yaitu kecemasan ringan sebanyak 25.5%, kecemasan sedang sebanyak 47.3%, dan kecemasan berat sebanyak 27.3%. Berdasarkan kesimpulan tersebut, penolong persalinan bisa menyarankan ibu untuk menggunakan program pemerintah (jampersal) dan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada bayi, ibu dianjurkan untuk memberikan ASI eksklusif. Penolong persalinan diharapkan juga dapat memberikan pengetahuan mengenai tanda-tanda persalinan dan proses persalinan, selain itu, penolong persalinan pada ibu primigravida diharapkan untuk melibatkan keluarga dalam mengurangi kecemasan ibu, dan penolong persalinan diharapkan mengijinkan suami atau keluarga untuk mendampingi ibu bersalin. Kata Kunci: Kecemasan ibu bersalin, kesiapan ibu, paritas, pendampingan keluarga, status ekonomi
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DI PUSKESMAS BANDARHARO SEMARANG UTARA Mulyani, Sri
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Status gizi yaitu keadaan sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi sewaktu hamil. Status gizi ibu hamil sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan, apabila status gizi ibu buruk sebelum dan selama kehamilan akan menyebabkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR). Jika asupan gizi pada ibu hamil tidak dipenuhi dengan baik dapat mengakibatkan anemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kadar Hemoglobin pada ibu hamil trimester II di Puskesmas Bandarharjo Semarang Utara. Desain penelitian ini cross sectional, jumlah populasi ibu hamil trimester II di Puskesmas Bandarhajo tercatat sebanyak 24 ibu hamil trimester II, teknik sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan jumlah sampel 24 responden. Penelitian ini menggunakan statistik parametrik Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan nilai p value = 0,006 sehingga < 0,05, r = 0,542, artinya bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan kadar Hemoglobin pada ibu hamil trimester II. Setelah dilakukan penelitian ini diharapkan petugas kesehatan di Puskesmas Bandarharjo harus dapat meningkatkan pencegahan anemia dengan pemberian tablet besi, dan menganjurkan supaya ibu hamil mengkonsumsi gizi yang baik.   Kata Kunci: Ibu Hamil Trimester II, Kadar Hemoglobin, Status Gizi

Page 10 of 24 | Total Record : 237