cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
PEMAHAMAN DAN PERILAKU PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PERAN ADVOKAT PASIEN DI RUMAH SAKIT Suryani, Maria
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu peran perawat adalah peran advokat. Dalam melaksanakan peran ini perawat perlu memposisikan dirinya sebagai pasien. Tujuan penelitian ini adalah memberikan pemahaman dan perilaku perawat dalam melaksnaakan advokasi klien di rumah sakit. Desain penelitian ini adalah kualitatif etnografi. Sample penelitian dari penelitian ini adalah 2 orang kepala ruangan dan 18 perawat pelaksana di suatu rumah sakit di Jakarta. Metode pengumpulan datanya adalah wawancara mendalam, observasi partisipan, dan diskusi kelompok terfokus dengan menggunakan catatan lapangan, video dan radio untuk merekam. Hasil penelitian ini ditemukan lima tema, dimana setiap tema memiliki dua sampai tiga sub tema. Tema pertama dan ketiga adalah pemahaman perawat kepala ruangan dan perawat pelaksana tentang advokasi. Mereka memahami bahwa mereka seharusnya melindungi dan berbicara atas nama pasien. Tema kedua dan ke empat tentang perilaku perawat kepala ruangan dan perawat pelaksana tentang advokasi. Mereka mempersepsikan bahwa mereka telah melaksanakan peran advokasi. Bagaimanapun sebagian besar dari mereka masih menggunakan bentuk komunikasi otoriter yang terlihat dari hasil observasi. Hanya sedikit dari mereka yang menggunakan bentuk komunikasi advokasi. Tema ke lima tentang pemahaman kepala ruangan terhadap perilaku perawat pelaksana dalam advokasi. Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa evaluasi pelaksanaan advokasi di ruangan oleh kepala ruangan sudah cukup baik. Mereka percaya bahwa perilaku perawat pelaksana dipengaruhi oleh karakteristik individu. Supervisi oleh kepala ruangan yang adekuat merupakan issue lain yang dikemukakan oleh partisipan dalam penelitian ini yang harus lebih diintensifkan dalam melaksanakan peran advokasi. Saran dari penelitian ini adalah perlu adanya pengenalan peran advokasi ini pada profesi lain, khususnya profesi kedokteran sebagai mitra perawat dalam bekerja. Rekomendasi juga diberikan kepada komite keperawatan untuk melaksanakn peran mereka secara aktif dengan membuat standar pelaksanakan advokasi pasien.   Kata kunci : pemahaman, perilaku, perawat, peran advokat
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PERAWAT DENGAN PENGGUNAAN SARUNG TANGAN PADA TINDAKAN IVASIF DI RUANG RAWAT INAP RSUD Dr. H. SOEWONDO KENDAL Wibowo, Aditya Sekti; Suryani, Maria; Sayono, -
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga kesehatan di rumah sakit memiliki resiko tinggi terkena / terpajan penyakit infeksi dari pasien. Perawat dapat menghindarkan penyebaran infeksi dengan cara mempraktikan teknik pencegahan dan pengendalian infeksi. Pencegahan infeksi di rumah sakit dilakukan dengan mengaplikasikan universal precaution, salah satunya penggunaan sarung tangan pada tindakan invasif.Penggunaan sarung tangan, merupakan komponen kunci dalam meminimalkan penularan penyakit serta mempertahankan lingkungan bebas infeksi.Desain penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional, jumlah sampel 55 responden dengan teknik total sampling. Hasil analisa univariat menunjukkan karakteristik perawat di RSUD Dr. H. Soewondo Kendal paling banyak meliputi jenis kelamin perempuan 43 orang (78,2%), berpendidikan D3 sebanyak 33 orang  (60%),usia perawat 29 tahun sebanyak 10 orang (18,2%),  lama kerja perawat  3 tahun sebanyak 12 orang (21,8%).Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p=0,121), tingkat pendidikan (p=0,23), dan jenis kelamin (p=0,136) denganpenggunaan sarung tangan pada tindakan invasif, terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja (p=0,000) dengan penggunaan sarung tangan pada tindakan invasif. RSUD Dr. H. Soewondo Kendal perlu adanya tindak lanjut dari manajemen rumah sakit Dr. H. Soewondo Kendal untuk memberikan sanksi tegas kepada perawat yang tidak melakukan prosedur pencegahan infeksi nosokomial khususnya dalam penggunaan sarung tangan dalam menangani pasien serta penambahan fasilitas jumlah sarung tangan pada setiap perawat dan menyediakan berbagai jenis dan fungsi sarung tangan.   Kata Kunci : Sarung tangan, perawat, tindakan invasif
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ORIENTASI REALITAS SESI I-III TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PADA KLIEN HALUSINASI DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Qodir, Aksi Muhammad; Surtiningrum, Anjas; Nurullita, Ulfa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperkirakan lebih dari 90% klien yang menderita gangguan jiwa mengalami halusinasi. Halusinasi merupakan hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal (pikiran) dan rangsangan eksternal (dunia luar). Pada penelitiaan ini yang termasuk variabel bebas adalah terapi aktivitas kelompok orientasi realitas sesi I-III, sedangkan variabel terikatnya adalah kemampuan mengontrol halusinasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok (TAK) orientasi realitas sesi I-III terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada klien halusinasi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan pendekatan one group pre and post test. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 55 responden, dengan tehnik pengambilan sampel simple random sampling. Pada penelitian ini klien yang mampu mengontrol halusinasi sebelum TAK sebanyak 11 (20.0%) responden, sedangkan klien yang mampu mengontrol halusinasi setelah TAK mengalami peningkatan menjadi 36 (65.5%) responden. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terapi aktivitas kelompok (TAK) orientasi realitas sesi I-III terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada klien halusinasi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Terlihat dari nilai p value sebesar 0,000 (p kurang dari 0,05).   Kata kunci   :     Halusinasi, Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) Orientasi Realitas sesi I-III, dan Kemampuan Mengontrol Halusinasi
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN KETEPATAN IMUNISASI POLIO DI POSYANDU RW 10 KAMPUNG BANTENG KOTA SEMARANG Dyah S, Anissa Dyah; Saraswati, Sri Haryani; Meikawati, Wulandari
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit polio masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia, mengingat masih adanya kasus dan wabah polio di beberapa daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap ibu dengan ketepatan imunisasi polio di Posyandu RW 10 Kampung Banteng Kota Semarang. Variabel bebas penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap ibu, sedangkan variabel terikat adalah ketepatan imunisasi polio. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelatif , jumlah sampel 40 responden dengan teknik simple random sampling. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan ketepatan imunisasi polio. Terlihat dari hasil variabel pengetahuan cukup sebesar 19 ibu (47,5%), sedangkan variabel sikap mendukung sebesar 24 ibu (60%), sedangkan pada variabel ketepatan imunisasi polio yang tidak tepat sebesar 23 (57,5%). Pada karakteristik ibu dengan umur terbanyak adalah 20-40 (85%), pendidikan ibu tertinggi adalah SMA 23 (57,5%), sedangkan ibu yang menjadi ibu rumah tangga sebanyak 26 (65%), sedangkan pada karakteristik anak terbanyak pada umur 12 bulan adalah 15 anak (37,5%) dan jenis kelamin terbanyak adalah perempuan 23 anak (57,5%). Pada tingkat pengetahuan ibu yang paling banyak berpengetahuan cukup dan tidak tepat sebanyak 10 ibu (52,6%) dengan p-value 0,057, sikap ibu yang paling banyak adalah sikap  mendukung dan tepat sebanyak 14 ibu (58,3%) dengan p-value 0,031. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah agar meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu terhadap ketepatan dalam pemberian imunisasi polio.   Kata kunci : pengetahuan, sikap dan ketepatan imunisasi polio
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECEMASAN DENGAN LAMA PERSALINAN KALA I-KALA II PADA IBU PRIMIGRAVIDA DI RUMAH BERSALIN MARDI RAHAYU SEMARANG Sunarno, Rita Dewi; Putu Ariastuti, Ni Luh; Marettina, Nita
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya ibu dalam menjalani proses persalinan mengalami kecemasan akibat dari berbagai stressor yang timbul selama proses persalinan berlangsung. Di Indonesia pada tahun 2008 terdapat ibu yang mengalami kecemasan dalam menghadapi proses persalinan sebanyak 107.000.000 (28,7%) orang dari 373.000.000 orang ibu yang melahirkan. Kecemasan selama proses persalinan relatif lebih tinggi terjadi pada ibu primigravida dibandingkan ibu multigravida, karena ibu primigravida baru pertama kali melahirkan dan belum pernah merasakan hamil dengan segala kesulitannya. Keadaan psikis (cemas) pada ibu melahirkan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi lama persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh hubungan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I – kala II pada ibu primigravida. Jenis penelitian ini adalah Analitik (Observasional) dengan pendekatan Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan yaitu total sampling, dengan jumlah sampel 32 responden dari jumlah populasi sebayak 55. Pengambilan data diperoleh dengan menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini didapatkan, sebanyak 59.4 % responden mengalami kecemasan dan 56.2 % responden mengalami persalinan lama pada kala I-kala II. Pada analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan lama persalinan kala I – kala II pada ibu primigravida dengan (p-value 0.006). Dilihat dari nilai OR (Odd Ratio) = 12.500 sehingga dapat disimpulkan hahwa ibu dalam menjalani proses persalinan yang mengalami kecemasan mempunyai peluang 12.5 kali untuk terjadi persalinan lama dibandingkan dengan ibu yang tidak mengalami kecemasan. Kata Kunci : Ibu primigravida, Lama Persalinan Kala I - Kala II, Tingkat kecemasan
PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMPRES HANGAT DAN KOMPRES ALKOHOL TERHADAP PENURUNAN NYERI PLEBITIS PADA PEMASANGAN INFUS DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Jayanti, Aprilia Eka Suci; Kristiyawati, Sri Puguh; Purnomo, S. Eko Ch.
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian terapi infus dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya yaitu plebitis. Plebitis dapat terjadi akibat prosedur pemasangan yang kurang tepat, posisi yang salah, serta kegagalan menembus vena, dan dapat juga menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien salah satunya menimbulkan nyeri plebitis. Nyeri plebitis dapat ditangani dengan cara pemberian kompres hangat dan kompres alkohol. Penelitian ini bertujuan. Untuk mengetahui perbedaan efektivitas antara kompres hangat dan kompres alkohol terhadap penurunan nyeri plebitis pada pemasangan infus di RSUD Tugurejo Semarang. Jenis penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah quasi experiment dengan metode pendekatan Pretest – Post Test Design, menggunakan teknik sampling purposive sampling, dengan jumlah sempel adalah 50 responden, 25 responden kompres hangat dan 25 responden kompres alkohol. Pengambilan data dengan menggunakan lembar observasi dan melakukan intervensi kompres hangat dan kompres alkohol, kemudian diuji kenormalan data dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk diperoleh (0,000) yang artinya data berdistribusi tidak normal sehingga menggunakan uji alternatif non parametrik Mann Whitney U-Test.Hasil penelitian menunjukkan nilai Z sebasar 2,236 dengan p value sebesar 0,025 terdapat adanya perbedaan antara kompres hangat dan kompres alkohol terhadap penurunan nyeri plebitis pada pemasangan infus. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kompres air hangat dan kompres alkohol dapat menurunkan nyeri plebitis sehingga didapatkan kompres air hangat lebih efektif dibandingkan dengan kompres alkohol dengan hasil selisih mean sebelum dan sesudah sebesar 2,88 sedangkan pada kompres alkohol terdapat selisih antara sebelum dan sesudah sebesar 2,16. diharapkan perawat untuk mengurangi kejadian plebitis pada saat memberikan terapi intravena dengan bekerja sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).Kata kunci :Kompres Hangat, Kompres alkohol,Nyeri plebitis, Pemasangan Infus.
EFEKTIFITAS FUNGSI MANAJERIAL KEPALA RUANG TERHADAP KINERJA PERAWAT PELAKSANA DALAM MELAKSANAKAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD UNGARAN Kusumaningrum, Asti Dewi; Sukesi, Niken; Kusuma, Muslim Argo Bayu
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 1, No 4 (2013)
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fungsi rumah sakit yang baik harus didukung manajemen yang baik. Fungsi manajemen sangat penting diimplementasikan oleh kepala ruang secara konsisten untuk meningkatkan kinerja perawat. Kinerja perawat yang baik memberikan asuhan keperawatan yang baik pula. Proses manajemen keperawatan sejalan dengan proses keperawatan sebagai salah satu metode pelaksanaan asuhan keperawatan secara profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang efektifitas fungsi managerial kepala ruang terhadap kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Ungaran dan mengidentifikasi karakteristik perawat di RSUD Ungaran (umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lamanya bekerja). Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, jumlah sampel 66 responden dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini berupa kuesioner dan lembar checklist. Prosedur pengumpulan data pada penelitian ini terdiri dari prosedur administratif dan prosedur teknis. Hasil analisa univariat menunjukkan karakteristik perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Ungaran paling banyak meliputi usia ≥ 32 tahun 40 orang (60,6%), berjenis kelamin perempuan 55 orang (83,3%), berpendidikan D3 Keperawatan 63 orang (95,5%) dengan lamanya bekerja ≥ 5 tahun 38 orang (57,6%), untuk fungsi manajerial kepala ruang yang dipersepsikan oleh perawat sebanyak 37 orang (56,1%) mempersepsikan baik dan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan menyatakan baik 29 orang (43,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara umur (p=1,000), jenis kelamin (p=1,000), pendidikan (p=1,000), dan lamanya kerja (p=0,366) terhadap kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan, ada pengaruh fungsi manajemen terhadap kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan (p=0,034). Rekomendasi penelitian ini agar kinerja perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan dilaksanakan secara optimal seperti dalam mendokumentasikan catatan keperawatan, perawat perlu mengembangkan diri dengan melanjutkan jenjang pendidikan formal. Kata Kunci: Fungsi manajemen, kinerja perawat pelaksana, dan asuhan keperawatan
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK BALITA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG TAHUN 2013 Ati, Choirunnisa Adhi; Alfiyanti, Dera; Solekhan, Achmad
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan motorik kasar anak usia balita dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah status gizi. Perubahan status gizi dan status kesehatan anak akan berpengaruh terhadap perkembangan motorik kasar anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar balita di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah Descriptive correlation, jumlah sampel 50 responden dengan tekhnik cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan perkembangan motorik kasar anak (p value: 0,000 ; ɑ= 0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan ditambahkan pengadaan sarana bermain untuk merangsang perkembangan motorik dan psikologis anak serta perlu meningkatkan penyuluhan masalah kesehatan bagi masyarakat tentang kebutuhan gizi pada balita sehingga status gizi buruk balita dapat dicegah dan kurang gizi pada balita dapat teratasi dengan baik serta perkembangan motorik anak di RSUD Tugurejo Semarang dapat ditingkatkan.Kata kunci : Status gizi, perkembangan motorik kasar, anak balita
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK ASERTIF TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU PADA PASIEN PERILAKU KEKERASAN Irvanto, Danny; Surtiningrum, Anjas; Nurullita, Ulfa
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian kasus gangguan jiwa menurut WHO (2009) memperkirakan 450 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan jiwa. Berdasarkan data survei yang diperoleh dari Rumah Sakit Dr Amino Gondo Hutomo klien yang dirawat di ruang psikiatri 90% terdiagnosa skizofrenia dan berdasarkan alasan masuk rumah sakit klien dengan perilaku kekerasan sebanyak 55%. Asertif adalah tindakan mengemukakan pendapat/ekspresi tidak senang/tidak setuju tanpa menyakiti lawan bicara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok asertif terhadap perubahan perilaku pada pasien perilaku kekerasan. Desain penelitian ini adalah quasi eksperiment dengan menggunakan pendekatan one group pre test and post test design. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 71 responden dengan teknik simple random sampling. Pada karakteristik responden jenis kelamin laki-laki sebanyak 41 (57,7%), dan perempuan sebanyak 30 (42,3%), sedangkan usia terbanyak pada usia 21-35 tahun 34 (47,9%). Perilaku sebelum dilakukan terapi aktifitas kelmpok asertif paling banyak masuk kategori buruk sebanyak 51 (71,8%) dan baik 20 (28,2%) sedangkan perilaku kekerasan setelah terapi aktifitas kelompok asertif paling banyak masuk kategori baik sebanyak 50 (70,4) dan buruk 21 (29,6%). Perilaku pasien yang mendapatkan terapi dapat mengontrol kemarahannya dibandingkan yang tidak mendapatkan terapi asertif. Hasil uji wilcoxon menunjukan ada pengaruh yang signifikan antara terapi aktivitas kelompok asertif terhadap perubahan perilaku pada pasien perilaku kekerasan Terlihat dari nilai p value sebesar 0,000 (p< 0,05), perubahan perilaku dari buruk ke baik tampak pada hasil penurunan sebelum mendapat terapi dan setelah mendapat terapi.Kata Kunci : TAK Asertif, perilaku kekerasan, perubahan perilaku
PENGARUH TERAPI BERCERITA TERHADAP SKALA NYERI ANAK USIA PRASEKOLAH (3-6 TAHUN) SELAMA TINDAKAN PENGAMBILAN DARAH VENA DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Winahyu, Dewi; Alfiyanti, Dera; Solekhan, Achmad
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit dan hospitalisasi seringkali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. Pengambilan sampel darah merupakan salah satu prosedur invasif yang sering dilakukan pada anak yang mengalami hospitalisasi dan dapat mengakibatkan rasa nyeri. Terapi bercerita adalah salah satu tehnik distraksi untuk mengurangi rasa nyeri pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai apakah ada pengaruh dari terapi bercerita terhadap skala nyeri pada anak usia prasekolah selama tindakan pengambilan sampel darah di ruang rawat inap RSUD Tugurejo Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental, yang dibagi dalam 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dan analisa yang digunakan adalah uji t independent non parametrik Mann-Whitney U test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara terapi bercerita terhadap skala nyeri anak selama tindakan pengambilan sampel darah (ρ value = 0,003;α = 0,05). Peneliti selanjutnya diharapkan dapat dilakukan terapi model lainnya untuk mengurangi rasa nyeri pada tindakan invasif seperti pengambilan sampel darah. Kata kunci : terapi bercerita, skala nyeri anak prasekolah, pengambilan sampel darah