cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 561 Documents
ANALISIS REGIONAL SUBSEKTOR PERIKANAN WILAYAH PESISIR KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Vivi Nur Praditha; H. Helminuddin; Said Abdusysyahid
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4356

Abstract

Sumber daya perikanan adalah potensi yang membutuhkan pengembangan dalam pengembangan ekonomi regional, terutama di Balikpapan, mengingat wilayah pesisir dan lautnya. Potensi sumber daya perikanan sebagai sumber daya terbarukan dapat menjadi sumber ekonomi alternatif dalam mewujudkan tujuan dan sasaran pembangunan ekonomi di Balikpapan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Basis ekonomi sektor perikanan dalam meningkatkan ekonomi regional Balikpapan; (2) Efek pengganda pendapatan sektor perikanan terhadap peningkatan ekonomi regional Balikpapan; (3) Pindah shift positif dan negatif di sektor perikanan di Kalimantan Timur dan Balikpapan.Penelitian ini dilakukan di wilayah pesisir Balikpapan menggunakan data dari Biro Pusat Statistik Balikpapan dan Departemen Pertanian, Perikanan dan Pangan pada tahun 2010-2017. Data dianalisis dengan menggunakan Location Quotient (LQ) Analysis, Income Multiplier Effects, dan Shift Share Analysis (SSA).Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Sektor Perikanan di Kota Balikpapan adalah sektor non-basis dengan nilai LQ 0,29 - 0,36 pada 2010 - 2017, (2) Nilai efek pengali adalah -219,70, mencapai 658,59 pada tahun 2016, dan terendah adalah -219,70 pada tahun 2017 (3) Nilai SSA -0,28 menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi sektor perikanan di tingkat Provinsi Kalimantan Timur dikombinasikan dengan sektor perikanan Kota Balikpapan pada periode 2010 - 2017 relatif lambat atau regresif. Sedangkan untuk net shift (Pb), perekonomian Balikpapan dengan nilai Pb = 1,03 menunjukkan bahwa sektor ekonomi dikategorikan sebagai cepat dan kompetitif dengan Kabupaten/Kota lain
KNOWLEDGE AND ACTION OF FARMERS IN COFFEE CONTROL OF PLANT CUTTING ORGANISM ON AGRO FORESTRY IN SUKASARI, SUMEDANG DISTRICT, WEST JAVA AHMAD THORIQ
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 1 (2019): Maret 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i1.4038

Abstract

Teknik budidaya kopi berperan penting terhadap produktivitas biji kopi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan memperoleh informasi mengenai pengetahuan, dan tindakan petani dalam budidaya tanaman kopi di Desa Genteng Kecamatan Sukasari Kabupaten Sumedang. Penelitian dilakukan dengan metode survei langsung dengan menggunakan kuesioner terstruktur untuk mendapatkan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi pemerintah. Pemilihan lokasi survei dilakukan secara terpilih (purposive). Data yang diperoleh disajikan secara deskriptif dan dianalisis dengan menggunakan χ2 (chi-square). Hasil penelitian menunjukkan 66,67 % petani kopi berada pada usia 15 – 49 tahun (sangat produktif), dengan tingkat pendidikan 63,33 % lulusan Sekolah Dasar (SD), dan tanggungan keluarga 2 - 4 orang.  Rata –rata luas kebun kopi setiap petani adalah  7.500 m2 dengan usia tanaman rata-rata 4 tahun dan menghasilkan penghasilan rata-rata Rp.5.710.619 /KK/ha/tahun.  Sebagian besar petani (78%) memiliki pengetahuan yang baik tentang budidaya tanaman kopi, sedangkan 18% petani yang memiliki pengetahuan sedang dan 4% petani memiliki pengetahuan rendah namun  hanya 54% tindakan petani yang telah menerapkan teknik budidaya kopi yang baik sesuai dengan anjuran. Tingkat pengetahuan petani berkolerasi dengan usia dan pengalaman usaha tani sedangkan tindakan petani berkorelasi dengan tingkat pendidikan. 
PERBANDINGAN KINERJA MODEL ARIMA DAN THOMAS-FIERING DALAM MEMPREDIKSI DEBIT SUNGAI LONING, MAGELANG Joko Suryanto
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 15, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v15i1.1782

Abstract

Perbandingan Kinerja Model ARIMA Dan Thomas-Fiering Dalam Memprediksi Debit Sungai Loning, Magelang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa data debit bulanan sungai Loning Magelang menggunakan pendekatan stokhastik. Tahap awal adalah melakukan uji konsistensi data debit menggunakan metode Rescaled Adjusted Partial Sums (RAPS) untuk mendeteksi homogenitas data debit. Dua pendekatan stokhastik dalam simulasi debit bulanan sungai Loning adalah model ARIMA dan Thomas-Fiering. Indeks error (RMSE dan MAPE) prediksi dua model tersebut dibandingkan untuk menentukan model yang sesuai dalam mensimulasi debit sungai Loning. Nilai RMSE dan MAPE pada periode prediksi 2014 – 2015 diperoleh sebesar 9.710 lt/dt dan 27.23 %, 11,325 lt/dt dan 32.71 %, berturut-turut untuk model ARIMA dan Thomas-Fiering. Nilai indeks error tersebut mengidikasikan bahwa model ARIMA lebih sesuai untuk simulasi debit bulanan sungai Loning dibandingkan model Thomas-Fiering.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOMPOS DAN PUPUK NPK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L) VARIETAS HARMONY Wendelinus Sai Mali; Mairisi Napitupulu; Zuhdi Yahya
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 19, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v19i2.4787

Abstract

Prospek pengembangan budidaya mentimun secara komersial yang dikelola secara agribisnis semakin cerah, karena pemasaran hasilnya tidak hanya dilakukan di dalam negeri (domestik), tetapi juga ke luar negeri (ekspor). Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska serta interaksinya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun, danuntuk memperoleh dosis pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska yang optimum untuk menghasilkan produksi yang maksimal.Penelitian menggunakan analisis faktorial 3x4 dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 3 kali ulangan. Faktor penelitian terdiri atas 2 faktor. Faktor I adalah Pupuk Kompos (K), terdiri atas 3 taraf, yaitu :tanpa pupuk kompos atau kontrol (k0), dosis pupuk kompos 10 ton/ha setara 400 g/tanaman (k1), dan dosis pupuk kompos 20 ton/ha setara 800 g/tanaman (k2).  Faktor II adalah Pupuk NPK Phonska (P), terdiri atas 4 taraf, yaitu : tanpa pupuk NPK Phonska atau kontrol (p0), dosis pupuk NPK Phonska 100 kg/ha setara 4 g/tanaman (p1), dosis pupuk NPK Phonska 200 kg/ha setara 8 g/tanaman (p2), dan dosis pupuk NPK Phonska 300 kg/ha setara 12 g/tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kompos tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari setelah tanam dan umur berbunga. Berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman.  Berpengaruh sangat nyata terhadap  panjang tanaman umur 40 hari setelah tanam, panjang buah, diameter buah dan produksi buah per tanaman.Perlakuan pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari dan umur 40 hari setelah tanam dan umur berbunga. Berpengaruh sangat nyata terhadap panjang buah, diameter buah, jumlah buah per tanaman dan produksi buah per tanaman.Interaksi perlakuan antara pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska tidak berpengaruh nyata terhadap panjang tanaman umur 20 hari dan umur 40 hari setelah tanam, umur berbunga, diameter buah dan jumlah buah/tanaman.  Berpengaruh sangat nyata terhadap produksi buah/tanaman. Berat buah tertinggi terdapat pada perlakuan k2p3 (dosis pupuk kompos 20 ton/ha dan dosis pupuk NPK Phonska 300 kg/ha), yaitu 3,94 kg/tanaman, sedangkan berat buah terendah terdapat pada perlakuan k0p0 (tanpa pupuk kompos dan pupuk NPK Phonska atau kontrol), yaitu 2,54 kg/tanaman.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK TANAMAN PADI DAN PADI LADANG DI DESA BILA TALANG KECAMATAN TABANG KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Ince Raden, Thamrin, S. Syarif
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 11, No 2 (2012): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v11i2.112

Abstract

This study aimed to determine the suitability classes of land and improvement efforts in order to develop lowland and upland rice in the Bila Tabang village of Tabang Sub District.  Survey fieldwork was conducted with making mini profile (1.2 x 1.2 x 1 m) for morphological properties of the samples that were carried out at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm, while drilling carried around a mini profile with composite method (8 points) for the analysis of the nature of soil physic/chemical.  The data obtained were analyzed using standard criteria of the Soil Research Institute, Centre for Research and Development of Land and Agro-climate, Agricultural Research Agency, the Department of Agriculture in 2003 that use of land quality criteria which include temperature, availability of water, availability of oxygen, rooting media, nutrient retention, sodisitas, erosion and land preparation.  Each area was divided into several quality characteristics of land used as a reference to assess the characteristics of the land so that this land can be determined several factors limiting the growth of rice crops to be developed.  The survey showed that the actual land suitability classes are marginally suitable (S3) for lowland paddy as well as upland rice, but compliance can be improved through efforts to improve by adding the organic matter, fertilizing, liming, drainage, terracing and guludan so that potential land suitability class to be quite suitable (S2).
UJI DAYA HASIL DUA VARIETAS PADI SAWAH DENGAN PEMBERIAN PUPUK NITROGEN MENGIKUTI METODE SRI Rudy .
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 16, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v16i1.2594

Abstract

Uji Daya Hasil  Dua Varietas Padi Sawah  Dengan  Pemberian Pupuk Nitrogen Mengikuti Metode SRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon dua varietas padi sawah dan mengetahui dosis pupuk nitrogen yang  meningkatkan pertumbuhan dan daya hasil pada padi sawah serta diperolehnya suatu metode yang dapat meningkatkan produktivitas tanaman padi sawah. Penelitian dilakukan pada areal sawah petani di Desa Singa Geweh Kecamatan Sengata Utara Kabupaten Kutai TimurPenelitianini menggunakan Rancangan Petak Terpisah (RPT) yang diulang sebanyak 3 kali, dengan perlakuan terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah penggunaan pupuk Nitrogen (P) sebagai petak utama yaitu: Tanpa pupuk Nitrogen (P0), pupuk Nitrogen 35 kgha-1 (P1), pupuk Nitrogen 70kg ha-1 (P2), pupuk Nitrogen 105kg ha-1 (P3) pupuk Nitrogen 140kg ha-1 (P4). Faktor perkedua adalah varietas (V) sebagai anak petak, yaitu :Varietas IR – 64  (V1) dan Varietas Ciherang (V2)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk Nitrogen menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Gabah kering giling tertinggi dihasilkan oleh perlakuan P2(dosis nitrogen70 kgha-1) yaitu 5,99 Mg.ha-1.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan uji varietas tanaman padi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter pengamatan. Produksi tertinggi dihasilkan oleh perlakuan V1 (varietas IR 64) yaitu 5,96 Mgha-1Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi perlakuan pupuk Nitrogen dan uji varietas tanaman padi menunjukkan hasil berbeda tidak nyata terhadap semua parameter. Produksi tertinggi dihasilkan oleh perlakuan interaksi P4 (dosis nitrogen 140 kgha-1) dan perlakuan V1 (varietas IR 64) yaitu 6,64 Mgha-1.
Test Various Media Against Lettuce Plant Growth (Lactuca Sativa L.) Hydroponics. Agus Trikoriantono
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i1.3355

Abstract

This research was conducted in STIPER Muhammadiyah Tanah Grogot for 3 (two) months. This study aims to determine the effect of planting media usage and proper nutrition on the growth of lettuce plants with hydroponics system.The experimental design used was a two factor factorial and three replications arranged in a randomized block design (RAK). The first factor was using treatment of planting medium consisting of three levels, namely P1 = Using sawdust planting media, P2 = using the medium of husk charcoal planting, P3 = using the planting medium of straw. The second factor is using Nutrition Addition treatment consisting of two levels, namely Q1 = Using Good Plant Nutrition, Q2 = Using Hydro J Nutrition.The results showed that: Planting media (P) has a significant effect on stem diameter. In the treatment of Nutrition (Q) has significant effect on leaf number, stem diameter and root length, and very significant effect on plant weight. The interaction treatment between planting medium and nutrient feeding significantly affected the growth of plant height and number of leaves.
PENGARUH JENIS DAN WAKTU PEMBERIAN BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. saccharata Sturt) VARIETAS SUPER SWEET Wike Setiani
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 13, No 2 (2014): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v13i2.867

Abstract

Effect of Type and Bokashi Application Time on the Growth and Yield of Sweet Corn (Zea mays L. saccharata Sturt), Super Sweet variety. Objectives of the research were to know the effect of Bokashi types and application time as well as their interactions on the growth and yield of sweet maize.  The research lasted for about four months, started from February 2013 to May 2013, carried out in Dempar Village,  Nyuatan Sub-District of West Kutai District, East Kalimantan Province.  The research employed Randomised Block Design (RBD) with factorial 3x3 experiment and 3 replications.  The first factor was Bokashi fertilizer types (A), that consisted of three levels, namely: no bokashi fertilizer (a1), bokashi of paddy straw (a2) and bokashi of reeds (a3).  The second factor was Application Time of Bokashi (B), that consisted of three levels, namely: bokashi was given 1 week before planting (b1), given 2 weeks before planting (b2), and given 3 weeks before planting (b3).  Results of the research indicated that Bokashi fertilizer types (A)  affect significantly on plant height at 15 days after planting, but it did not affect significantly on plant height at 35 days and 45 days after planting, male flowers appear, cob length, cob diameter, cob weight, and cob production.  Application time of bokashi (B) did not affect significantly on plant height at15 days,  35 days, and 45 days after planting, male flowers appear, cob length, cob diameter, cob weight, and cob production.  The interaction between bokashi fertilizer types and application time of bokashi did not affect significantly on plant height at 35 days 15 days 45 days after planting, flowers males appear, cob length, cob diameter, cob weight  and cob production.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA MANGROVE DI KELURAHAN TERITIP BALIKPAPAN Ningsy Indrianti Junus; H. Iwan Suyatna; A. Syafei Sidik
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 18, No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v18i2.4228

Abstract

The aim of the research are to describe prospect and  development strategy of mangrove ecoturism in Teritip, East Balikpapan and the potential of ecotourism  development in mangrove forest. Mangrove area at Sub distric Teritip, East Balikpapan was exploitation by local community such as conversion of mangrove forest to fishpond area, settlement,cutting of wood for firewood. The main objective of this research was to formulated strategy of sustainable mangrove ecoturism at Teritip. The result showed that the Mangrove Ecoturism Teritip has potential aspects to develop in reffering to the ecology place, the natural resources including flora and fauna
Giving Effect Trichoderma sp. In Tomato Plant To Production Factors Sopialena Sopialena
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 17, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/af.v17i2.3620

Abstract

Research on the effect of Trichoderma sp. In tomato plants on the factors of production is a study carried out for 4 months starting from June to October 2017. The research was carried out at the Green House of the Faculty of Agriculture, Mulawarman University, Samarinda.This research was conducted using a completely randomized design (CRD) with each treatment repeated 3 times. The treatment is Po: Without Trichoderma sp. / Control treatment; P1: 25 g culture of Trichoderma sp. per polybag; P2: 30 g of mushroom culture Trichoderma sp. per polybag; P3: 35 g of mushroom culture Trichoderma sp. Per polybag; and P4: 40 g culture of Trichoderma sp. per polybag As the second factor, tomato varieties include V1: Lentana; V2: Permata and V3: Ratna. The data observed included the number of planting fruit (calculated from the first harvest to the last harvest for each crop); Average diameter of planting fruit and. The average weight of fresh fruit plantations.The results showed that the dose of 40g Trichoderma sp. most effective in controlling F. oxysporum wilt disease on tomato plants, which can increase tomato crop production by 293.48 g. Variety treatment was not significantly different from all treatments. So that there is no interaction between Trichoderma sp. and tomato varieties.