cover
Contact Name
jumani
Contact Email
jumaniani@gmail.com
Phone
+628125875659
Journal Mail Official
jumaniani@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Agriculture and Forestry Faculty of Agriculture of University 17 August 1945 Samarinda, East Kalimantan. Jl. Ir. H. Juanda No.80 Samarinda, East Kalimantan. Phone 0541 743390. Email:agrifor@untag-smd.ac.id; jumaniani@gmail.com, URL:http://ejurnal.untag-smd.ac.id/index.php/AG
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan
ISSN : 14126885     EISSN : 25034960     DOI : https://doi.org/10.31293/af.v18i2
Core Subject : Agriculture,
Agrifor Journal is a scientific journal that contains writings in the form of research results, book review, conceptual studies, and scientific works in the field of Agriculture and Forestry concerning relevant cultivation.
Articles 572 Documents
Analisis Stakeholder Dalam Mendukung Pemanfaatan Lahan Sistem Agroforestri Komoditas Alpukat Desa Giri Mulyo, Lampung Timur Salsabila, Naura Fathiya; Aprildahani, Baiq Rindang
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8704

Abstract

Sebagai solusi, sistem agroforestri komoditas alpukat diperkenalkan melalui program rehabilitasi hutan dan lahan oleh BPDAS Way Seputih Way Sekampung pada tahun 2020. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan petani sekaligus menjaga fungsi ekologis hutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stakeholder dalam mendukung pemanfaatan lahan sistem agroforestri komoditas alpukat di Desa Giri Mulyo, Lampung Timur dalam mengembalikan fungsi lahan Register 38 untuk dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain yang berada di dalam kawasan register di Provinsi Lampung. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu pendekatan deduktif dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dan analisis stakeholder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stakeholder terbagi menjadi tiga kategori, yaitu primer, sekunder, dan kunci. Peran mereka dikelompokkan menjadi pembuat kebijakan, koordinator, fasilitator, pelaksana, dan akselerator. Tingkat kepentingan dan kekuasaan stakeholder dipengaruhi oleh keterlibatan mereka dalam kegiatan agroforestri, kepemilikan akses terhadap sumber daya, dan pengaruh terhadap pengambilan keputusan. Keberhasilan sistem agroforestri sangat bergantung pada kolaborasi antara pihak yang memiliki kepentingan langsung dengan pihak yang memiliki kewenangan legal. Diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dalam perencanaan pengembangan pasar dan infrastruktur pascapanen, serta keterlibatan pihak swasta dalam bentuk investasi, inovasi produk olahan, dan kemitraan dengan petani untuk mendukung keberlanjutan sistem agroforestri di kawasan hutan lindung.
Analisis Sifat Fisik Tanah Di Bawah Tegakan Eboni (Diospyros celebica Bakh.) Murni Dan Campuran Di Desa Ako Kecamatan Pasangkayu Sulviana, Sulviana; Wardah, wardah; Pribadi, Hendra
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8694

Abstract

Diospyros celebica Bakh. merupakan salah satu jenis eboni yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar nasional maupun internasional. Namun, eksploitasi yang berlangsung sejak tahun 1920 telah menyebabkan penurunan populasi dan kerusakan habitat alami jenis ini. Pemahaman mengenai kondisi tempat tumbuh alami, khususnya sifat fisik tanah, menjadi hal penting dalam mendukung konservasi dan pengembangan budidaya eboni. Penelitian dilakukan di Desa Ako, Kecamatan Pasangkayu, Sulawesi Barat, menggunakan metode survei. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara purposive sampling pada dua jenis tegakan (murni dan campuran) pada dua kedalaman (0–30 cm dan 30–60 cm). Parameter yang diukur meliputi tekstur, struktur, bobot isi, porositas, dan permeabilitas. Hasil menunjukkan bahwa sifat fisik tanah pada kedua jenis tegakan berbeda. Tegakan campuran memiliki karakteristik tekstur, bobot isi, porositas, dan permeabilitas yang lebih baik dibandingkan tegakan murni. Struktur tanah pada kedua tegakan termasuk dalam kategori struktur granular. Perbedaan karakteristik sifat fisik tanah menunjukkan bahwa tipe tegakan memengaruhi kondisi tanah. Informasi ini penting dalam mendukung strategi konservasi dan pengelolaan habitat eboni di masa mendatang.
Persepsi Kelompok Tani Hutan Gempa 01 Terhadap Implementasi IUP-HKM Hutan Mangrove Sungai Munjang Desa Kurau Barat Kabupaten Bangka Tengah Annawawi, Annawawi; Evahelda, Evahelda
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8505

Abstract

   Aspek terpenting dalam pembangunan sektor kehutanan adalah memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berperan serta dalam proses perhutanan sosial, khususnya di wilayah hutan dalam program HKm, yang memungkinkan masyarakat untuk terlibat langsung dalam pengelolaan hutan. Namun keberhasilan program IUP-HKM sangat bergantung pada persepsi dan partisipasi masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Gempa 01 terhadap implementasi Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan (IUP-HKM) di Hutan Mangrove Sungai Munjang Desa Kurau Barat, Bangka Tengah. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan kuesioner yang diolah dengan skala Likert dan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota KTH terhadap IUP-HKM secara umum disepakati, bahwa terdapat pemahaman dan kesadaran terhadap pengelolaan hutan, terdapat manfaat ekonomi yang dirasakan, menjaga kelestarian hutan mangrove, dukungan dan partisipasi masyarakat serta tantangan dalam pengelolaan hutan mangrove. Faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi secara simultan meliputi tingkat pendidikan, lama bermukim, dan tingkat pengetahuan tentang ekosistem mangrove, dan secara parsial variabel pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap persepsi anggota KTH. 
Efektivitas Sistem Monitoring Dan Evaluasi Dalam Pengawasan Hutan Oleh Instansi Kehutanan Daerah Syafaat, Ikhsan Hilal; Anggara, Oktavianus Cahya; Firmansyah, Rizky
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9003

Abstract

Forest monitoring is a critical instrument for ensuring the sustainability of forest resources at the regional level. This study aims to evaluate the effectiveness of forest monitoring carried out by the Bojonegoro District Forestry Branch Office using a qualitative descriptive approach through field observations, in-depth interviews, and document analysis. The evaluation focuses on institutional aspects, operational techniques, community participation, and the implementation of monitoring and evaluation (Monev) as well as the Follow-Up Action Plan (RTT). The findings reveal that although monitoring activities are routinely conducted, their effectiveness remains limited due to structural constraints such as inadequate human resources, underutilization of technology, and suboptimal inter-agency coordination. Reporting systems are still manually operated and not yet integrated digitally, while community involvement in monitoring lacks a well-defined structure. Moreover, Monev and RTT programs have not been systematically implemented nor based on measurable performance indicators. The study recommends strengthening technology-based monitoring systems, reformulating annual evaluation policies, and enhancing the capacity of local institutions and community participation. A collaborative approach involving cross-sector stakeholders is expected to improve monitoring effectiveness and support sustainable forest governance in Bojonegoro District.
Korelasi Antara Faktor Klimatologi Terhadap Karakter Vegetatif Dan Generatif Tanaman Bunga Telang Dengan Pemupukan NPK Dan MKP Jinaan, Fairuuz Athaayaa; Kalsum, Ummu; Arti, Inti Mulyo
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9288

Abstract

Tanaman bunga telang merupakan salah satu tanaman leguminosa yang memiliki berbagai kandungan khususnya senyawa antosianin serta memiliki beragam manfaat yakni sebagai tanaman hias, produk konsumsi maupun obat herbal. Potensi pemanfaatan bunga telang yang tinggi perlu disesuaikan dengan peningkatan produksi bunga telang. Pemupukan dan kesesuaian klimatologi merupakan faktor penting untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman telang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara klimatologi dalam greenhouse dengan karakter vegetatif dan generatif tanaman bunga telang. Penelitian ini menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) faktor tunggal dengan 7 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 4 kali dengan 4 tanaman sampel sehingga diperoleh 112 tanaman. Faktor klimatologi yang diamati meliputi suhu udara, kelembaban udara serta intensitas cahaya di dalam greenhouse. Karakter vegetatif yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, bobot tajuk segar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot akar kering serta nisbah tajuk akar. Sementara karakter generatif yang diamati yaitu umur awal berbunga, jumlah bunga, frekuensi pemanenan, bobot per bunga, bobot total bunga segar per tanaman dan bobot total bunga kering per tanaman. Hasil analisis korelasi menunjukkan bahwa tidak ditemukan korelasi yang nyata antara klimatologi dalam greenhouse dengan karakter generatif tanaman bunga telang, namun ditemukan korelasi yang nyata antar variabel pada klimatologi dalam greenhouse, klimatologi dalam greenhouse dengan karakter vegetatif, antar variabel pada karakter vegetatif, antar variabel pada karakter generatif serta antara karakter vegetatif dengan generatif.
Penilaian Usaha Ternak Bebek Hibrida Gunsi 888 Ditinjau Dari Perspektif Kelayakan Finansial Ismunandar, Taufiq; Phentagon, Wicky Surya; Afifah, Inas Berliana; Puspapratiwi, Dian
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8349

Abstract

Perkembangan ternak bebek yang ada saat ini perlu ditingkatkan dengan melihat aspek pasar sebagai penentuan indikator kelayakan perkembangan bisnis dari ternak bebek. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui kelayakan finansial usaha bebek hibrida gunsi 888 di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis Net Present Value (NPV), R/C Ratio, Internal Rate of Return (IRR) dan Payback Periode (PP). Adapun hasil dari penelitian ini diperoleh yakni R/C > 1, sehingga dapat artikan secara kelayakan finansial pada usaha peternakan bebek hibrida Gunsi 888 menunjukkan prospek yang sangat menjanjikan dan menguntungkan serta layak untuk dijalankan.
Serapan Tembaga (Cu) Dan Hasil Tanaman Tomat Sebagai Respons Terhadap Pemupukan N, P, K Dan Pupuk Majemuk Mikro Pada Inceptisols Jatinangor Sofyan, Emma Trinurani; Solihin, Eso; Citraresmini, Ania; Widiantini, Fitri; Utami, Rahma Dyah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9369

Abstract

Secara umum, Inceptisols merupakan jenis tanah dengan kondisi kesuburan yang masih terbatas terutama terkait ketersediaan unsur hara mikro, sehingga dapat membatasi pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Praktik pemupukan yang hanya mengandalkan unsur hara makro sering kali belum mampu mencapai produktivitas optimal apabila tidak didukung oleh pupuk majemuk mikro, khususnya tembaga (Cu). Penelitian ini dirancang untuk mengevaluasi pengaruh pupuk N, P, K yang dikombinasikan dengan pupuk majemuk mikro melalui aplikasi foliar terhadap penyerapan Cu dan hasil tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Inceptisols di Jatinangor, serta menentukan kombinasi pupuk yang paling efektif. Percobaan dilaksanakan pada bulan September hingga Desember 2025 di Lahan Percobaan Cileles, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian disusun menggunakan rancangan acak kelompok dengan enam perlakuan dan empat ulangan, yaitu tanpa pupuk (kontrol); 1 dosis rekomendasi N, P, K; 1 N, P, K + ½ majemuk mikro; 1 N, P, K + 1 majemuk mikro; 1 N, P, K + 1½ majemuk mikro; serta ¾ N, P, K + 1 majemuk mikro. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pemberian kombinasi pupuk N, P, K dan pupuk majemuk mikro memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan serapan Cu serta hasil tanaman tomat. Perlakuan berupa ¾ dosis N, P, K yang dikombinasikan dengan 1 dosis pupuk majemuk mikro menghasilkan penyerapan Cu tertinggi sebesar 25,71 mg tanaman⁻¹ serta komponen hasil terbaik, meliputi bobot buah per petak 10,42 g, bobot buah rata-rata 58,75 g, dan diameter buah 45,6 mm.
Analisis Hara Jaringan Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) Hidroponik Dengan Pengaturan Temperatur Air Fauziyah, Aidah
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.8540

Abstract

Di Indonesia lahan pertanian semakin terbatas, sehingga membutuhkan metode budidaya yang berbeda dari biasanya, yaitu metode hidroponik. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh temperatur air hidroponik terhadap kandungan hara jaringan tanaman selada. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2024 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Merdeka Pasuruan, Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul, Kota Pasuruan. Tempat penelitian terletak pada ketinggian 0-50 meter di atas permukaan air laut (mdpl) dan suhu udara 24˚– 32 ˚C. Penelitian ini disusun secara non faktorial, yaitu perlakuan T1 (Pengaturan Temperatur 22 ˚C menyala 6 jam), T2 (Pengaturan Temperatur 25 ˚C menyala 6 jam), T3 (Pengaturan Temperatur 28 ˚C menyala 6 jam), T4 (Pengaturan Temperatur 31 ˚C menyala 6 jam), T5 (Tanpa Pengaturan Temperatur). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dimana masing-masing perlakuan diulang tiga kali. Data yang telah diperoleh dari penelitian, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (Uji F)), jika terdapat pengaruh nyata atau sangat nyata, makan dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa temperatur air hidroponik pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh terhadap kandungan hara jaringan tanaman selada. Hal tersebut dikarenakan alat pengatur suhu tidak dapat berfungsi secara maksimal sebagaimana mestinya, sehingga tidak didapatkan hasil yang sesuai harapan. Namun demikian, temperatur air diatas 30 ˚C, unsur hara tetap bisa terserap dengan baik, sehingga tanaman selada pun tetap bisa tumbuh dengan baik. Hal tersebut tercermin dari seluruh data hasil pengamatan.
Analisis Nilai Tambah Dan Pendapatan Usaha Dalam Pengembangan Produk Olahan Singkong Menjadi Keripik Singkong Juita, Firda; Tokan, Veronika Arany Jessyca; Duakaju, Nella Naomi
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9102

Abstract

Dalam perekonomian nasional, sektor agribisnis memberikan nilai tambah pada usaha agroindustri, misalnya dengan cara pengawetan produk pertanian menjadi produk olahan yang lebih tahan lama dan siap dikonsumsi. Keripik singkong merupakan salah satu usaha untuk memanfaatkan komoditas singkong yang cocok dijadikan unit bisnis. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui biaya produksi, penerimaan, pendapatan dan nilai tambah singkong menjadi keripik serta untuk mengetahui strategi pengembangan singkong menjadi keripik singkong pada usaha Mirasa di kelurahan Tanah Merah Kota Samarinda.  Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Samarinda Utara Kota Samarinda dari bulan Januari sampai Maret tahun 2025. Data yang dikumpulkan terdiri atas data rimer dan data sekunder dan analisis data menggunakan metode hayami dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan dari usaha keripik singkong di Kelurahan Tanah Merah adalah sebesar Rp 2.152.888;  Penerimaan yang diperoleh usaha keripik singkong adalah sebesar Rp 7.132.000 dan pendapatan adalah sebesar Rp 4.979.112; serta nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan singkong menjadi keripik singkong adalah sebesar Rp 13.315 dengan rasio nilai tambah keripik singkong adalah sebesar 53,26%. Strategi pengembangan usaha keripik singkong di Kelurahan Tanah Merah berada pada posisi kuadran I (S-O) yaitu memanfaatkan kekuatan-kekuatan internal untuk meraih peluang-peluang yang ada diluar usaha, yaitu antara lain meningkatkan produktivitas singkong yang berkualitas, tersedianya  modal usaha yang  dapat menunjang proses produksi menjadi lebih baik, memanfaatkan peluang sesuai dengan permintaan pasar dan selera konsumen sehingga pemasaran hasil produksi dapat berjalan dengan baik, dan meningkatkan kualitas produksi keripik singkong.
Keanekaragaman Jenis Dan Potensi Cadangan Karbon Di Kawasan Hutan Kota Taman Wisata Alam KM 14 Kota Sorong Layuk, Angeline Ta'dung; Ponisri, Ponisri; Febriadai, Ihsan
Agrifor : Jurnal Ilmu Pertanian dan Kehutanan Vol 25, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/agrifor.v25i1.9194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks keanekaragaman jenis, dominasi jenis dan kemeraatan jenis pada tingkat pohon serta mengestimasi potensi cadangan karbon dan daya serap karbondioksida yang tersimpan dalam biomassa vegetasi ada di Taman Wisata Alam Sorong. Metode yang digunakan purposive sampling dengan pembuatan plot penelitian dan metode sampling tanpa pemanenan (nondestructive sampling) untuk pengukuran biomassa pohon hidup. Pendataan secara in situ yaitu pengukuran langsung di lapangan untuk pendugaan dengan menggunakan persamaan alometrik. Data yang dikumpulkan dianalisis sesuai dengan parameter dan dideskripsi secara kualitatif dan kuantitatif serta disajikan dalam bentuk tabel.  Hasil penelitian menunujukkan bahwa jumlah jenis pohon ada 33 dengan total individu sebanyak 981. Dengan indeks keanekargaman jenis pohon 0,92 dalam kategori rendah, indeks dominasi jenis 1,00 dalam kategori tinggi dan indeks kemerataan jenis 0,62 dalam kategori sedang. Untuk jumlah biomassa total 74,232 kg, tertinggi terdapat pada plot 5 (14,56 kg) dan terendah pada plot 9 (0,427 kg). Cadangan  karbon  total sebesar 34,89 kg dengan tertinggi pada plot 5 sebesar (6,843 kg), terendah plot 9 (0,201 kg), kandungan karbon total 0,0348 ton/ha dengan tertinggi pada plot 5 (0,0068 ton/ha) dan terendah pada plot 9 (0,0002 ton/ha). Serta Daya serap karbondioksida total 0,127 dengan serapan karbondioksida tertinggi pada plot 5 (0,025), dan terendah pada plot 9 (0,001).