cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
PREDIKSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 452 Documents
EFEKTIFITAS PENYELENGGARAAN PELAYANAN PERIZINAN IMB STUDI KASUS DI BADAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU SATU PINTU KOTA SAMARINDA Handayani, Andella Nur
PREDIKSI Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.429 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i2.2823

Abstract

Seiring dengan otonomi daerah yang telah berlangsung, pemerintah daerah kian giat untuk meningkatkan pelayanan publik, tidak terkecuali dengan pelayanan di bidang perizinan yang berguna untuk meningkatkan iklim investasi di daerah kota samarinda. Kota Samarinda sendiri berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 24 Tahun 2006 mengenai pedoman penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) serta Panduan Nasional Permendagri tersebut yang diluncurkan bulan mei 2007 membentuk Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu untuk melaksanakan PTSP.Berkaitan dengan hal itu peneliti ingin mendeskripsikan mengenai efektivitas penyelenggraan pelayanan perizinan IMB yang memfokuskan pada tercapainya tujuanpelayanan yang sederhana, cepat, tepat dan nyaman bagi masyarakat. Dan juga untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam penyelenggaraan pelayanan perizinan IMB di BPPTSP Kota Samarinda.Pengumpulan data dilakukan dengan teknik penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi.Nara sumber ditentukan melalui teknik sampling purposive yaitu pegawai/staf BPPTSP dan menggunakan sampling incidental yaitu masyarakat penerima pelayanan di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda.Data-data yang dikumpulkan dianalisis melalui tiga tahap yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian mendeskripsikan efektivitas penyelenggaraan pelayanan perizinan IMB di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kota Samarinda dilihat dari tercapainya tujuan pelayanan yang  sederhana, mudah dan nyaman yang dilihat dari indikator prosedur pelayanan dan kenyamanan lingkungan pelayanan telah tercapai sedangkan untuk tujuan  pelayanan yang cepat dan tepat belum tercapai secara optimal. Berdasarkan tercapainya tujuan pelayanan yang berhasil tercapai maka pelayanan perizinan IMB telah terselenggara dengan efektif karena indicator tujuan yang tercapai lebih banyak dibandingkan yang belum tercapai. Sedangkan untuk faktor-faktor penghambatterdapat : kurangnya sarana dan prasarana, kurangnya pegawai yang professional.
EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PELAYANAN ADMINISTRASI KEPADA MASYARAKAT (STUDI KANTOR KELURAHAN BANDARA KECAMATAN SUNGAI PINANG KOTA SAMARINDA) Hidayat, Rachmat
PREDIKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (41.312 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i1.2161

Abstract

The Effectiveness of Service of the Administrative services to the public (Study : at the offices of Kelurahan Bandara Kecamatan  Sungai Pinang of Samarinda City). Under the guidance of dr. Marjoni Rachman, as mentor 1 and Mr Drs, H. Maskan, M. Si, as mentor II.Kelurahan Bandara Kecamatan Sungai Pinang as the area device carrying out the tasks of the ministry that includes 4 (four) field which consists of the Government, the field of development and areas of society. Public Services are the focus of the study discipline of public administration in Indonesia is still a problem that need to gain attention and a comprehensive solution where the various demands of public services as a sign of community daily dissatisfaction. Services is one of the cornerstones of the efforts of the customer satisfaction and is a necessity which it must be optimized either by individual or organization that provides services.the purpose of this study was to determine and analyze the work ability  well as an inhibiting factor and supporting factors.The results showed that the quality of work discipline government officials sufficient is able to provide effective services to the community, so that every community who need services can be easily serviced. The process of services in general are in accordance with the expectations of society, But sometimes  the service still lacking because of factors which are not unexpected. The sense of justice  given by Kelurahan Bandara undifferentiated over status and economic level, but who apply first will be the first to be served.
PENGARUH INSENTIF TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN KABUPATEN KUTAI TIMUR Eliyasofa, Eliyasofa
PREDIKSI Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (53.439 KB) | DOI: 10.31293/pd.v4i4.2211

Abstract

semangat kerja pegawai di Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur, oleh karena itu maka peneliti merumuskan hipotesa “Diduga pemberian insentif memiliki pengaruh terhadap semangat kerja pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur”.Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada bulan Akhir Desember tahun 2015 sampai dengan bulan April tahun 2016 selama 4 (empat) bulan. Metode penelitian pada penelitian ini adalah kuantitatif , data didapatkan melalui pengamatan langsung ke lapangan, wawancara dan menyebarkan kuisioner kepada para narasumber dengan jumlah sampel yaitu 20 (dua puluh) responden.Berdasarkan perhitungan korelasi Product Moment diketahui terdapat korelasi antara insentif dengan semangat kerja pegawai dengan angka 0,756. Angka ini diinterpretasikan sebagai korelasi yang kuat antara insentif dengan semangat kerja pegawai.Sedangkan uji hipotesis menghasilkan angka rxy empiris sebesar 0,756 dimana rxy tabel untuk N = 20 (dengan taraf kepercayaan 95%) adalah 0,444, maka  rxy empiris > rxy tabel. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa ada hubungan positif antara variabel insentif  (X) dan variabel semangat kerja (Y) pegawai pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur. 
ANALISIS KORELASI ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA PEGAWAI PADA DINAS SOSIAL KABUPATEN KUTAI BARAT Suharni, Lily
PREDIKSI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.8 KB) | DOI: 10.31293/pd.v3i3.1982

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah Kepuasan Kerja mempunyai korelasi  yang positif dengan Kinerja Pegawai  Pada Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara variabel Kepuasan Kerja dengan variabel Kinerja Pegawai Dinas Sosial Kabupaten Kutai Barat.  Hal ini dapat diketahui dari hasil uji statistik dimana koefisien korelasi (r) adalah sebesar 0,684 yang berarti terdapat hubungan yang kuat dan positif diantara kedua variabel.Sementara itu hasil uji t (t-test) menunjukkan bahwa t empiris yang dihasilkan adalah sebesar  3,856.  Hasil ini jika dibandingkan dengan tabel harga-harga kritis t untuk n – 2 adalah 1,717.  Ini berarti terdapat hubungan dan pengaruh yg signifikan antara variabel Kepuasan Kerja dengan Kinerja Pegawai.  Dengan demikian maka dapat dikatakan pula bahwa tujuan penelitian ini dapat tercapai, permasalahan dapat terpecahkan dan hipotesis dapat dibuktikan.
PENGARUH SEMANGAT KERJA PEGAWAI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PADA KANTOR KELURAHAN LOA TEBU KECAMATAN TENGGARONG Jaya, Tova Amy
PREDIKSI Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.875 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i2.2427

Abstract

Berdasarkan data statistik pembuatan Surat/Dokumen di wilayah Kelurahan Loa Tebu pada tahun 2014 sampai dengan tahun 2015, bahwa permintaan Surat/Dokumen mengalami kenaikan (sumber data kantor Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong). Untuk menangani permintaan pembuatan Surat/Dokumen yang semakin meningkat, diperlukan semangat dan etos kerja pegawai yang tinggi. Dimana indikator semangat kerja terdiri dari tingkat disiplin kerja pegawai, tanggung jawab pegawai dan kerja sama pegawai dan indikator produktivitas adalah jumlah Surat/Dokumen yang dihasilkan, waktu yang diperlukan, dan kualitas Surat/Dokumen yang dihasilkan. Pengaruh semangat kerja pegawai dengan produktivitas Kerja dalam pembuatan Surat/Dokumen dengan menggunakan Korelasi Product Moment (Pearson).Hasil penelitian menunjukkan bahwa semangat kerja pegawai mempunyai korelasi yang kuat terhadap produktivitas pembuatan Surat/Dokumen, hal ini ditunjukkan oleh hasil perhitungan Koefesien Korelasi ( r ) sebesar 0,86. Ini berarti bahwa semangat kerja berpengaruh terhadap produktivitas dalam pembuatan Surat/Dokumen pada Kantor Kelurahan Loa Tebu Kecamatan Tenggarong
PENGARUH TATA RUANG KANTOR TERHADAP EFESIENSI KERJA PEGAWAI PADA KANTOR KECAMATAN KALIORANG KABUPATEN KUTAI TIMUR Nor, Sofyan
PREDIKSI Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.754 KB) | DOI: 10.31293/pd.v4i4.2101

Abstract

Hasil uji regresi linear sederhana diketahui bahwa Tata Ruang Kantor berpengaruh positif dan Signifikan terhadap Efesiensi Kerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur, setelah diketahui nilai R hitung +0,701 adalah positif dan lebih besar dari R tabel 0,254 dan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Diketahui juga bahwa Pengaruh Tata Ruang Kantor Terhadap Efesiensi Kerja Pegawai pada Kantor Kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur sudah dilaksanakan dengan baik sehingga efisiensi kerja pegawai yang diharapkan dapat diperoleh dengan baik pula.
Peran Masyarakat Dalam Pelestarian Fungsi Hutan Mariana, Uci
PREDIKSI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.897 KB) | DOI: 10.31293/pd.v1i1.2785

Abstract

ABSTRAKUCI MARIANA. Bentuk peran masyarakat dalam pengelolaan dan pelestarian hutan perlu dibina dan dikembangkansesuai dengan pengalaman anggota masyarakat yang bersangkutan dengan dibarengi pemahaman yang baik dari pemerintah tentang menjaga hutan yang baik dan benar. Tugas pemerintah dan masyarakat, adalah : Memberi informasi   kepada pemerintah, Meningkatkan kesediaan masyarakat untuk menerima keputusan, menerapkan penggunaan paperless.Peran Dinas Kehutanan sebagai perpanjangan tangan pemerintah di daerah yang berfungsi menjaga fungsi kelestarian hutan dengan proaktif dan berperan sebagai motor penggerak dan sebagai pelindung hutan yang utama.Pemerintah dan para penegak hukum juga harus memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku pembalakan liar danPemerintah juga harus menindak tegas orang-orang yang telah melakukan pencurian sumber daya hutan serta para pelaku perusak hutan.Pemanfaatan hutan harus sesuai dengan fungsi dan peruntukkannya menyebabkan menyebabkan berbagai masalah yang terkait beberapa kepentingan. Permasalahan yang diteliti yaitu tentang penggunaan lahan kawasan hutan konservasi Taman Nasional Kutai untuk pelebaran jalan poros Sangatta-Bontang dengan mengatasnamakan izin pinjam pakai kawasan hutan berdasarkan SK pembangunan jalan tahun 1990 Nomor 70 Menhut-VI/1990 tanggal 7 Februari 1990.Masyarakat merelakan pemakaian kawasan konservasi diberikan kepada perusahaan. Semaentara, masyarakat yang bergantung pada hutan berhak menuntut hak  yang sama untuk mendapatkan hak seabagai masyarakat dari kawasan konservasi ini.Masyarakat tahu status kawasan ini, janji dari calon kepala daerah yang harus ditagih ketika terpilih. Pengurangan kawasan untuk kepentingan ekploitasi sumber daya alam, ijin pinjam pakai kawasan hutan, dan pelepasan kawasan untuk ekspansi modal serta perluasan kota merupakan tiga masalah kritis yang dihadapi oleh Taman Nasional Kutai, selain kebakaran karena el-nino. Persoalan kritis yang sebenarnya disebabkan oleh kebijakan pemerintah akan tentang tata kelola kawasan konservasi. Pemerintah seakan-akan terlihat serius jika urusan hutan konservasi, pada kenyataannya nilai uang konservasi dianggap terlampau kecil dibanding memberikan akses pada pemodal untuk berinvestasi.Kepada perusahaan besar yang sanggup memberi “nilai lebih” kepada daerah namun masyarakat menganggap sebagai sebuah kemunduran.Keyword :  Peran Masyarakat ; Pelestarian Hutan ; Dinas Kehutanan Kutai Timur. =============== ABSTRAC               UCI MARIANA. Shape the role of communities in the management and conservation of forests needs to be fostered and developed in accordance with the relevant community members experience coupled with a good understanding of the government on maintaining the forest is good and right. The task of government and society, are: Providing information to the government, increase people's willingness to accept the decision, implementing the use of paperless.The role of the Forest Service as an arm of government in an area that serves to maintain the function of forest sustainability by proactively and act as a driving force and as the main protector of the forest.Government and law enforcement officials must also give the harshest penalty for illegal loggers and government also should take stern action against those who have committed theft of forest resources as well as the perpetrators of forest destruction.Uses must correspond with the functions and designation result in causing various problems related some interest. The problem under study is about the use of forest land conservation Kutai National Park for road widening shaft Bontang Sangatta-use permit on behalf of the forest area of road construction by decree of 1990 No. 70 Menhut-VI / 1990 dated February 7, 1990.Community to give up the use of conservation area given to the company.Semaentara, forest-dependent communities the right to demand the same rights to get the right people seabagai of this conservation area. The public knows the status of the region, the promise of prospective regional heads must be charged when elected. Reduction of the area for the benefit of the exploitation of natural resources, borrow and use permit forest area, and release area for capital expansion and the expansion of the city are three critical problems faced by the Kutai National Park, in addition to the fire because of el-nino.Critical issues are actually caused by government policy on the governance of protected areas. The government seemed to look seriously if the affairs of forest conservation, in fact conservation value of money is considered too small compared to providing access to investors to invest. To large companies who could provide "added value" to the region, but people perceive it as a setback.Keyword: Role of Civil Society; Preservation of Forests; East Kutai Forestry Service.              
HUBUNGAN ANTARA DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR SATUAN POLISI PAMONG PRAJA KABUPATEN KUTAI TIMUR Ardi, Kila
PREDIKSI Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.426 KB) | DOI: 10.31293/pd.v4i4.2146

Abstract

This research aims to find out whether the development of working discipline have a positive impact on the performance of the employees of Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur. The results of the study showed there is a positive signal and significant influence between variables working discipline with a variable performance of employees at Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kutai Timur. It could be known from the results of the test statistic koefisiensi correlation (r) was 0,287 which means there is a positive influence between both variables.         Data analysis results obtained a determination coefficient (r2), USD 0,082. This means that the variables that occur in the variable performance of civil servants 8.2 % can be explained through variants which occurs on variabeel working discipline or in other words that the performance of the employees of 8.2 % influenced by working discipline, the remaining 91,8 % influenced by other factors or other variables which are not included in this research.
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUTAI BARAT Fitriana, Fitriana
PREDIKSI Vol 3, No 3 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.064 KB) | DOI: 10.31293/pd.v3i3.2190

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh pengawasan  terhadap disiplin kerja  pegawai Pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Kutai Barat. Menggunakan analisis data yang digunakan adalah alat statistik koefisien korelasi  uji Product Moment (pearson).Hasil perhitungan nilai rxy coeffeicient corelasi atau r hitung sebesar 0,421 sedangkan nilai r product moment atau r tabel pada pengambilan taraf signifikansi alpa 0,05 atau 5% N = 25-1 adalah r0,05, 24 = 0,404 (terdapat pada lampiran). Oleh karena nilai r xy > r tabel  (0,421 > 0,404) maka Ho ditolak berarti dengan kata lain variabel pengawasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap disiplin Kerja pegawai diterima.            Hasil perhitungan output tabel coeficient pengawasan (X) diperoleh nilai sebesar 2,164. Pada tabel distribusi t dengan taraf pengambilan signifikansi 0,05 atau 5% didapatkan nilai ttabel atau t0.05, 24 = 1,710. Oleh karena thitung > ttabel atau (2,164 > 1,710) maka hasilnya adalah H0 ditolak berarti dengan demikian variabel pengawasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel disiplin kerja pegawai diterima. Pada kolom signifikan nilai probabilitas terlihat sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) maka  H0 ditolak berarti dengan demikian variabel (independen) pengawasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel (dependen) disiplin kerja pegawai diterima.
PENGARUH PENGEMBANGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Kantor Kecamatan Siluq Ngurai Kabupaten Kutai Barat) Rusdi, Rusdi
PREDIKSI Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : PREDIKSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.216 KB) | DOI: 10.31293/pd.v2i2.1973

Abstract

This study aims to determine whether the pattern of human resources competency development and performance of employees and the impact of competence development of human resources to employee performance Siluq Ngurai District of Kutai Barat. The results showed that the variable competence of human resources do not have a positive relationship with employee performance variables. It can be seen from the comparison between the value of r empirical (count) with the value of r theoretical (table) in the table prices are critical to r product moment, ie r (hit) = 0.052 < r (tab) = 0.288 at a significance level 0 05 to n = 45. This means that there is no positive relationship and influence between variable competence development of human resources with performance variables. The results show that the resulting R-Square is 0,003, which means contributions competence development of human resources to employee performance is only 0.03%. This means that there is no significant influence of the competence of human resources development variables to variable employee performance.