cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA MANAJEMEN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALISYS PADA PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN PONPES HIDAYATULLAH BONTANG WAHYUNI, WAHYUNI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancanaan pengendalian biaya merupakan bagian dari manajemen proyek konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, presentasi suatu proyek dapat juga dinilai dari segi biaya. Kemungkinan penyimpangan terhadap rencana dalam aspek biaya yang digunakan untuk suatu pekerjaan konstruksi harus diukur secara berkelanjutan. Penyimpangan biaya yang signifikan mengindikasi adanya penyimpangan pengelolaan proyek yang buruk. Oleh karena itu diperlukan adanya analisa biaya secara terpadu,sehingga diharapkan dapat dengan akurat memperlihatkan presentasi suatu pekerjaan pada saat pelaporan,serta membuat perkiraan berupa biaya yang diperlukan sampai proyek tersebut selesai. Kemudian dari hasil analisa tersebut dapat melakukan perbaikan-perbaikan yang diperlukan agar hasil pekerjaan mencapai sasaran. Konsep “Earned Value” merupakan salah satu alat yang digunakan dalam pengelolaan proyek yang mengintegrasikan biaya. Konsep earned value menyajikan tiga dimensi yaitu penyelesaian fisik dari proyek (the percent complete) yang mencerminkan rencana penyerapan biaya (budgetedcost), biaya actual yang sudah dikeluarkan atau yang disebut actual cost serta apa yang didapatkan dari biaya yang sudah dikeluarkan atau yang disebu tearned value. Dari ketiga dimensi tersebut,dengan konsep earned value dapat dihubungkan antara kinerja biaya dengan waktu yang berasal dari perhitungan varian dari biayadan waktu. Dalam pelaksanaan suatu proyek sangat jarang ditemui suatu proyek yang berjalantepat sesuai dengan yang direncanakan. Umumnya mengalami keterlambatan yang direncanakan, baik waktu maupun kemajuan pekerjaan, tetapi ada juga proyek yang mengalami percepatan dari jadwal awal yang direncanakan. Untuk menghindari kerugian dalam proyek kita dapat meramalkan (forecasting) terhadap biaya penyelesaian proyek dengan Konsep Nilai Hasil (Earned Value Analysis)
STUDI KARAKTERISTIK ARUS PEJALAN KAKI DI RUAS JALAN OTTO ISKANDARDINATA KOTA SAMARINDA SYAHRIZAL, MUHAMMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi Karakteristik Alur Pejalan Kaki di Jalan Otto Iskandardinata di Kota Samarinda. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Akhirnya, lalu lintas pejalan kaki dinyatakan dengan cara yang mirip dengan kinerja lalu lintas kendaraan dengan kecepatan dan kepadatan yang saling berhubungan. Dalam penelitian ini berlangsung di Pejalan Kaki Otto Iskandardinata di Kota Samarinda. Dengan pertimbangan, Jalan Otto Iskandardinata adalah Area Pasar Sungai Dama adalah hubungan perdagangan aktif dan pusat kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik pejalan kaki, bagaimana hubungan antara kecepatan (speed), arus (flow), kepadatan (density), dan ruang (space) di wilayah tersebut. Selain itu, untuk mengetahui apakah Level Layanan (LOS) masih dapat mengakomodasi jumlah pejalan kaki di sana. Metode penelitian dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan metode analitik. Metode survei menggunakan teknik manual dalam observasi dan pengumpulan data di lapangan. Dari hasil survei di lapangan diperoleh data tentang jumlah pejalan kaki dan waktu tempuh pejalan kaki. Sedangkan metode analitik menggunakan metode Highway Capacity Manual (HCM) 1985 untuk mendapatkan tingkat layanan pejalan kaki. Berdasarkan jumlah arus (ruang) dan area ruang pejalan kaki (ruang) pejalan kaki pada interval 10 menit terbesar dan dicocokkan dengan bidang pada arus C dengan arus 11.3636 dan ruang 2.0243, sedangkan tingkat layanan Segmen C sesuai dengan tingkat layanan "C" Ini menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki di Otto Iskandardinata Kota Samarinda di segmen C harus ditata ulang sehingga jalur ini sesuai dengan tingkat layanan yang diperlukan
DESAIN STRUKTUR ATAS JEMBATAN TEPIAN LANGSAT TIPE THROUGH ARCH KABUPATEN KUTAI TIMUR PRATHAMA, REZZA RACHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan Jembatan Tepian Langsat sudah lama menjadi perbincangan oleh banyak kalangan. Wilayah yang disebut-sebut sebagai desa tertua di Kabupaten Kutai Timur, yakni Desa Tepian Langsat Ulu dan Tepian Langsat Ilir terpisah oleh Sungai Telayus hanya dihubungkan jembatan gantung selebar 1 meter. Dengan dibangunnya jembatan tersebut diharapakan dapat membuka isolasi Desa Tepian Langsat serta mengurangi jarak tempuh dan menghemat waktu perjalanan dari desa di Kecamatan Bengalon ini menuju ke Ibukota Sangatta. Pada tahap awal mendesain adalah perhitungan struktur atas pelengkung yang meliputi pipa dan tiang sandaran, trotoar, pelat lantai kendaraan, gelagar memanjang, gelagar melintang, sambungan gelagar memanjang terhadap gelafgar melintang, sambungan gelagar melintang tehadap balok induk dan sekaligus perhitungan sambungan geser (shear connector). Perhitungan konstruksi utama struktur pelengkung, dilakukan perhitungan terhadap beban-beban yang bekerja kemudian dianalisa mengunakan softwere analisa struktur. Setelah diketahui gaya-gaya dalam yang bekerja dilakukan perhitungan kntrol teganngan dan dan perhitungan sambungan. Bersamaan juga dilakukan perhitungan ikatan angin atas dan ikatan angin lantai kendaran (bawah). Dari hasil perhitungan didapat profil yang dipakai dalam desain struktur atas Jembatan Tepian Langsat tipe through arch Kabupaten Kutai Timur yaitu: gelagar memanjang WF 450x200x9x14, gelagar melintang WF 800x300x14x28, balok pelengkung Box 800x500x38x38, balok induk Box 800x500x38x38, ikatan angin atas Box 250x250x8x8 dan pipa 12”, ikatan angin bawah 2L 200x200x20, kabel penggantung Macalloy Bar System tipe M85, dan perletakan mengunakan Pot Bearing Unidirectional tipe PMG 15000.
ANALISA BANGKITAN PERJALANAN PADA PERUMAHAN KORPRI LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA MARDA, AGUS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Residential area causing changes in land use functions which later cause problems, community activities to engage in activities lead to trip generation that can burden the road network paths to activity centers. Problems that occur in the residential area of Loa Bakung Korpri have the following problem formulation: 1. How is the rise of the trip model at the Loa Bakung Korpri Housing. 2. How is the R2 Test Result on the generation at the Loa Bakung Korpri Housing. For data that corresponds to the problem under study, the researcher uses data collection techniques to disseminate 167 questionnaire sheets and by interviewing the family is done in order to get direct information about the questionnaire in the questionnaire and in the data processing the analyst using a SPSS software with double regression analysis. From the data on the Housing Loa Bakung Korpri population there are 3 RT 57, RT 67, RT 71 and the number of Residents is 286 Family Heads. The results of the data obtained from the questionnaire contained 4 Modeling of Movement Generations namely Monthly Income (X3), the purpose of the trip =0,189 (X4),the reason for vehicle users= 0,087 (X7), Gasoline Costs =0,737. Departure time to destination (X9) =0,120 So the dependent variable that is formed is Y (trip awakening). Of the 4 models, the regression equation Y = -0,379+ 0.189 (X3) + 0.087 (X4) + 0.737 (X7) + 0.120 (X9) 2 Shows the levels of the relationship of the dependent variable (Bound Variable) with the Independent variable (the independent variable) at the level of strong correlation The mathematical model of trip generation above states that out of the total of fourteen independent variables (X) there are four variables selected that have a high degree of correlation and has a significant relationship to the dependent variable (Y)
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN PANGERAN SURYANATA KOTA SAMARINDA SAPUTRA, SUFARJI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya nilai hambtan samping pada suatu ruas jalan akan menyebabkan penurunan pada kinerja jalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja lalulintas pada beberapa kondisi hambatan samping. Penelitian ini dilakukan meliputi survey volume lalulintas, dan hambatan samping. Penelitian dilakukan selama 6 hari dalam 4 segmen, pelaksanaan survey dilaksanakan waktu sibuk. Lokasi penelitian di ruas jalana Pangeran Suryanata Kota Samarinda dengan panjang tiap segmen yaitu segmen satu 0,865 km, segmen dua 0,4 km, segmen tiga 0,35 km, segmen empat 0,412 km, dengan total keseluruhan 2,027 km. Dari hasil survey didapat data yang selanjutnya akan dihitung menggunakan pedoman Manual Kapasitas Jalan 1997 untuk jalan perkotaan. Dari data survey kemudian diolah menggunakan panduan MKJI 1997, terdapat di segmen satu bobot hambatan samping terbesar 546,9 (Tinggi), arus lalulintas 1425,65 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 30 km/jam,derajat kejenuhan 0,35 dan tingkat pelayanan jalan C. Segemen dua bobot hambatan samping terbesar 5421,1 (Tinggi), arus lalulintas 1437,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 30 km/jam, derajat kejenuhan 0,54 dan tingkat pelayanan jalan C. Segmen tiga bobot hambatan samping terbesar 226,6 (Rendah), arus lalulintas 1425,75 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 35 km/jam, derajat kejenuhan 0,50 dan tingkat pelayanan jalan C. Segmen empat arah satu bobot hambatan samping terbesar 160,4 (Rendah), arus lalulintas 1381,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 36 km/jam, derajat kejenuhan 0,95 dan tingkat pelayanan jalan E. segmen empat arah dua bobot hambatan samping terbesar 168,5 (Rendah), arus lalulintas 1381,9 smp/jam, kecepatan kendaraan rata-rata 35 km/jam, derajat kejenuhan 0,95 dan tingkat pelayanan jalan C.
ANALISA PERSEDIAAN BAHAN MATERIAL BANGUNAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY (EOQ) (STUDI KASUS: Pekerjaan Renovasi Gedung Aula Tahap I Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) JL. Cipto Mangunkusumo KM.2 Samarinda Seberang Kalimantan Timur) SETIAWAN, DEDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persediaan material pada suatu proyek konstruksi merupakan faktor yang sangat penting, mengingat sebagian besar biaya yang dikeluarkan adalah untuk bahan material. Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, masalah umum yang sering dihadapi adalah pemesanan material yang jumlahnya berlebihan atau pemesanan material yang terlalu sedikit. Agar pelaksanaan proyek dapat berjalan lebih efektif, Oleh karena itu dibutuhkan suatu metode pengendalian persediaan dengan baik untuk mendapatkan tingkat persediaan yang optimum. Terdapat beberapa metode yang bisa digunakan. Metode Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik penyelesaian masalah persediaan material. Material yang ditinjau disini yaitu kayu meranti papan 2/20/400, besi beton ulir ø d.19 mm, semen ,pasir, dan kerikil, khususnya pada pekerjaan pondasi peor plat dan struktur lantai 1. Adapun tahap-tahap perhitungan metode EOQ yaitu untuk mengetahui jumlah material yang dipesan, kapan pemesanan harus dilakukan agar mendapatkan biaya yang minimum sehingga tidak terjadi pemborosan material maupun biaya. Setelah dilakukan perhitungan dengan metode EOQ maka dapat diketahui dengan jelas jumlah material yang harus dipesan, waktu untuk melakukan pemesanan, dan total biaya yang harus dikeluarkan. Dari hasil perhitungan, jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kayu meranti papan 2 2/20/400 adalah 420 batang pada frekuensi pemesanan 9 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.851.172,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk besi beton ulir ø d.19 mm adalah 113 batang pada frekuensi pemesanan 10 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 2.075.876,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk semen adalah 199 zak pada frekuensi pemesanan 6 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 1.297.657,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk pasir adalah 23 m³ pada frekuensi pemesanan 3 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 674.988,-. Jumlah pemesanan yang ekonomis untuk kerikil adalah 21 m³ pada frekuensi pemesanan 5 kali dengan total biaya persediaan sebesar Rp. 918.551,-.
“ANALISIS KINERJA BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE NILAI HASIL (EARNED VALUE ANALYSIS) PADA PEKERJAAN PEMBANGUNAN GEDUNG LANJUTAN SMP NEGERI 38 KOTA SAMARINDA” WAHYU, WAHYU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan suatu proyek jarang ditemui suatu proyek yang berjalan tepat sesuai dengan yang direncanakan.Untuk menghindari kerugian dapat dilakukan pengendalian proyek baik dalam aspek biaya dan waktu dengan metode Earned Value. Pengendalian dilakukan pada proyek Gedung lanjutan sekolah SMP Negeri 38 kota samarinda, karena pada pelaksanaan proyek mengalami keterlambatan selama Lima minggu dari perencanaan.Dari data yang diperoleh dari kontraktor pelaksana, dilakukan perhitungan nilai ACWP (Actual Cost of Work Performance), BCWS (Budgeted Cost Work Schedule), dan BCWP (Budgeted Cost for Work Performed). Dari parameter tersebut dilakukan estimasi terhadap aspek biaya dan waktu. Selanjutnya menganalisa percepatan proyek pada lintasan kritis pekerjaan. Analisis Earned Value dilakukan pada minggu ke-28 dengan nilai ACWP Rp. 2.756.807.684, nilai BCWS Rp. 3.014.017.389 dan nilai BCWP Rp. 2.809.288.591. Hasil analisis data diperoleh estimasi nilai akhir proyek sebesar Rp. 4.228.638.684 dengan penyelesaian waktupelaksanaan selama 180 hari.
STUDI OPTIMALISASI EMBUNG SEI LIMAU UNTUK PEMENUHAN KEBUTUHAN AIR BAKU (AIR BERSIH) DI KECAMATAN NUNUKAN SELATAN KABUPATEN NUNUKAN OKTAVIA, DINA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Nunukan mempunyai banyak sumber alam antara lain minyak bumi dan gas alam sehingga beberapa perusahaan internasional pengeksplorasian minyak bumi dan gas alam beroperasi di daerah tersebut. Dengan adanya aktifitas tersebut, pertumbuhan ekonomi terpacu dan disusul dengan meningkatnya sektor-sektor lain, antara lain pertumbuhan penduduk yang harus diimbangi dengan pembangunan sarana infrastruktur seperti sarana air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Total kebutuhan air baku untuk air bersih Kabupaten Nunukan dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dari berbagi tahapan yang telah di analisa diketahui debit kebutuhan air baku untuk air bersih Kabupaten Nunukan sebesar 0,0754 m3 /dtk dan kebutuhan air untuk penduduk di Kecamatan Nunukan Selatan sebesar 0,0752 m3 /dtk, dari hasil perhitungan kebutuhan air Embung Sei Limau masih mencukupi untuk menyuplai air sampai periode 15 tahun kedepan Kabupaten Nunukan tidak mempunyai sungai besar, disarankan untuk mencari alternatif tampungan-tampungan air lain, untuk mencukupi kebutuhan air penduduk di waktu yang akan datang. Bagi penelitian selanjutnya, dapat dikaji mengenai permasalahan sedimentasi yang dapat mengakibatkan luas tampungan dari Embung semakin berkurang dari waktu ke waktu..
ANALISA KAPASITAS DAN TINGKAT PELAYANAN RUAS JALAN DI KOTA BALIKPAPAN Studi Kasus : Jalan Soekarno Hatta-Jalan Projokal (Simpang Tiga) ARJUNA, ARJUNA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi lalu lintas di Kota Balikpapan khusunya di ruas Jalan Soekarno Hatta - Jalan Projokal (Simpang Tiga) saat ini sekalipun belum dikatakan crowded (Padat), namun sudah terjadi kemacetan dan antrian yang lumayan cukup lama dibeberapa jalan yang ada terutama pada jam-jam sibuk (pada jam pergi dan pulang sekolah atau jam berangkat dan pulang kerja). Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan kota serta laju penduduk. Studi yang dilakukan pada penelitian ini bersifat riset dengan tujuan untuk menghitung kapasitas dan tingkat pelayanan jam puncak (peack hour), yaitu dengan cara melakukan survey selama 7 hari (dimulai dari Pagi jam 07.00 – 09.00, Siang jam 12.00 – 14.00 dan Sore jam 16.00 – 18.00) yang mana dari survey ini didapatkan data volume lalu-lintas, hambatan samping serta data geometrik jalan. Dalam pengolahan data dilakukan dengan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 dimana derajat kejenuhan (DS) sebagai indikator perilaku lalu-lintas. Berdasarkan analisis perhitungan dengan metode MKJI’97 didapat Kapasitas dan Tingkat Pelayanan jam puncak (peack hour) ruas jalan adalah sebagai berikut: 1. Nilai kapasitas jalan Soekarno Hatta arah Samarinda = 2923,50 smp/jam, jalan Soekarno Hatta arah Balikpapan = 3265,30 smp/jam, jalan Projokal = 2453,25 smp/jam. 2. Tingkat Pelayanan jalan Soekarno Hatta arah Samarinda C (Q/C=0,45), jalan Soekarno Hatta arah Balikpapan C (Q/C=0,50), jalan Projokal B (Q/C=0,38).
ANALISA BANGKITAN PADA PERUMAHAN ARIESCO DI KOTA SAMARINDA SULIANTO, GUMILANG
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Perumahan Menyebabkan berubahnya fungsi tata guna lahan yang kemudian hari menimbulkan permasalahan , kegiatan masyarakat untuk beraktifitas menyebabkan timbulnya bangkitan-bangkitan perjalanan yang dapat membebani Jalur-jalur jaringan jalan menuju pusat-pusat kegiatan .Permasalahan yang terjadi pada kawasan perumahan   Ariesco Samarinda mempunyai Rumusan masalah sebagai berikut : Bagaimana Model bangkitan Perjalanan pada Perumahan Ariesco ?Bagaimana Hasil Uji  R2  Terhadap Bangkitan Perjalanan Pada Perumahan Ariesco ?Untuk data yang sesuai dengan masalah yang diteliti maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data penyebaran 200 Lembar Kuesioner dan dengan mewawancarai keluarga dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan Informasi langsung perihal daftar pertanyaan pada Lembar Kuesioner dan Program Softwere SPSS yang digunakan untuk melakukan Perhitungan.Dari data penduduk Perumahan   Ariesco terdapat 6 RT yaitu,RT 20, RT 21, RT 22, RT 23, RT 24, RT 25, dan jumlah Penduduk adalah 663 Kepala Keluarga. Hasil data yang diperoleh dari kuesioner terdapat 3 Pemodelan Bangkitan Perjalanan yaitu Biaya Bahan Bakar (X8), Penghasilan dalam sebulan (X5), maksud perjalanan (X6), sehingga variable terikat yang terbentuk adalah Y (Pengguna jenis Kendaraan). Dari 3 model tersebut memiliki persamaan regrensi Y = 0,269 + 0,425 (X8) + 0,062(X6) + 0,074(X5),  dan Nilai Uji R (Koefisien Kolerasi berganda = 0,797. Menunjukan tingkat hubungan variable dependen (Variabel terikat) dengan Variabel independen (Variabel Bebas) pada tingkat Kolerasi Kuat menunjukan bahwa 79,7 % dari (variable terikat) dapat dijelaskan oleh Biaya Bahan Bakar (X8), Penghasilan dalam sebulan (X5), maksud perjalanan (X6), (Variabel terikat).