cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
ANALISA PERBANDINGAN CAMPURAN BETON DENGAN AGREGAT HALUS EX. MAHAKAM EX. PALU DAN AGREGAT KASAR EX. PALUDENGAN CARA PERENDAMAN AIR RAWA DAN AIR PDAM WIDODO, SUPOMO TRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.28 KB)

Abstract

Supomo Tri Widodo, Analisa Perbandingan Campuran Beton Dengan Agregat Halus Ex. Mahakam Ex. Palu Dan Agregat Kasar Ex. Palu Dengan Cara Perendaman Air Rawa Dan Air PDAM, di bawah bimbingan Dr. Ir. H. Habir, MT dan Musrifah Tohir, ST., MT.                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Perbedaan perendaman air terhadap karakteristik kuat tekan beton. Air yang digunakan pada penelitian ini adalah air rawa Dan air PDAM untuk melakukan Curing pada sampel beton. Dan menentukan proporsi campuran sampel beton dengan menggabung 2 jenis agregat halus, yaitu agregat halus Ex. Mahakam dan Ex. Palu dan agregat kasar Ex. Palu. Dimana kadar lumpur untuk agregat halus Ex. Mahakam lebih besar dari pada agregat Ex. palu. Untuk mencapai kuat tekan yang di rencanakan f’c 20.75 Mpa (K-250). Penelitian ini menggunakan metode perancangan campuran (Standar Nasional Indonesia) SNI 03-2847-2013 yang dilakukan di laboratorium masing-masing menggunakan 30 sampel dan jumlah keseluruhan sampelnya adalah 60 sampel.Dari Hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari Pada Perendaman Beton Air PDAM Nilai kuat (F’cr) adalah = 296.72 kg/cm² = 24.63 Mpa Dan kuat tekan yang diisyaratkan adalah (F’c) = 250 kg/cm² = 2.10 Mpa. Dan kuat tekan beton pada perendaman air Rawa Dihasilkan nilai kuat tekan (F’cr) = 228.31 kg/cm² = 18.95 Mpa. Kuat tekan yang diisyartkan adalah (F’c) = 250 kg/cm² = 20.75 Mpa.Dari Hasil pengujian kuat tekan beton Dan pada perendaman Beton Curing Pada Air PDAM smua memenuhi syarat kuat tekan pada penelitian ini Dan pada air Rawa nilai kuat tekan hanya umur 3 hari yang bias masuk dalam nilai kuat tekan rencana Yaitu Mencapi 23.81 Mpa, Pada umur 7, 14, 21, dan 28 Hari didapat niali kuat tekan yang tidak memenuhi syarat Dalam penelitian ini. campuran Beton merupakan hasil mix design dengan FAS 0,5 dan nilai slump 80-120mm. Benda uji yang digunakan pada penelitian ini adalah Silinder beton dengan ukuran 30 cm x 15 cm dan berjumlah 60 buah Benda uji. Beton diuji pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari Untuk menghasilkan nilai kuat tekan (F’c) = 20.75 Mpa (K-250).
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN TYPE KANTILEVER DAN GRAFITASI TERHADAP DINDING PENAHAN TANAH PADA INSTALASI PENGELOHAN AIR (IPA) BANTUAS TIRTA KENCANA KOTA SAMARINDA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR RAHMANSYAH, IDUL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.307 KB)

Abstract

Retaining wall is a construction that serves to hold the soil loose or natural and preventthe collapse of sloping land or slopes whose stbility can’t be guaranteed by the slope of the land it self. Retained soil gives an active impluse to the structure of the wall so that the structure tends tobe rolled and displaced. The water treatment plants (IPA) Bantuas Tirta Kencana, the to avoid landslides, the soil shifts or collapses in the area, it’s necessary to build a retaining wall. The water treatment plants (IPA) Bantuas Tirta Kencana located in a location far from residential areas, because of it’s position arround the forest area, the location of the building is at’n altitude of +15 m from the main road. In addition to avoiding landslides, sliding, and collapsing also because the istalasi Bantuas is a public facility and a large-scale treatment plant. The method used for retrieving land data using boring and sondir data and laboratory data that support this research and carried out in the field. While the analysis method for handling the stability of shear, roll nd collapse using rankine and coulomb method on cantilever type and gravity type retaining walls. From the result of the calculations, it was concluded that the retaining wall heigh was 5,2 m and the width was 3,5 m and the lenght of the segmenting was 20 m. Stability of retaining wall cantilever type method rankine against bolster 2,933 ≥ 2 (safe ), shear 2,397 ≥ 2 ( safe ), and collapse 26,74 ≥ 3 ( safe). Whereas in the coulomb method against bolster 3,252 ≥ 2 (safe ), shear 2,650 ≥ 2 ( safe ), and collapse 27,951 ≥ 3 ( safe). Stability of retaining grafity type method rankine against bolster 1,760 ≥ 2 (no safe ), shear 1,609 ≥ 2 ( no safe ), and collapse 14,366 ≥ 3 ( safe). Whereas in the coulomb method against bolster 1,947 ≥ 2 (no safe ), shear 1,806 ≥ 2 ( no safe ), and collapse 16,185 ≥ 3 ( safe).
ANALISA PENGENDALIAN MUTU HASIL UJI BETON UNTUK KEPALA JEMBATAN (ABUTMENT) PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN RUAS JALAN TALISAYAN DI KABUPATEN BERAU SITUMORANG, BENGET P
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (17.733 KB)

Abstract

Indonesia dengan lebih dari 200 juta jiwa penduduk merupakan pasar yang potensial untuk melakukan investasi. Jumlah penduduk yang demikian besar ini tersebar dalam wilayah yang sangat luas pula dengan kekayaan alam yang sangat melimpah sedemikian hingga mampu menciptakan peluang bagi dunia bisnis untuk melakukan investasi dalam segala bidang. Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Indonesia. Keberadaan infrastruktur yang memadai sangat diperlukan seperti halnya infrastruktur jalan dan jembatan.Guna terwujudnya pengendalian pelaksanaan dan kualitas Pekerjaan Jalan dan Jembatan di Indonesia sesuai dengan yang diharapkan dan yang ingin dicapai.Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum nomor: 603/PRT/M/2005 tentang Pedoman Umum Sistem Pengendalian Manajemen Penyelenggaraan Pembangunan Prasarana dan Sarana Bidang Pekerjaan Umum, guna meningkatkan tertib penyelenggaraan pembangunan dan mewujudkan prasarana dan sarana bidang jalan dan jembatan yang effisien, efektif dan produktif dalam pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan dan sesuai dengan kebijakan sistem manajemen mutu konstruksi yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 34/PRT/M/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Sistem Pengendalian Manajemen Jasa Pelaksanaan Konstruksi (Pemborongan) di Lingkungan Departemen Pekerjaan Umum, pengendalian mutu/kualitas terhadap proses dan hasil pelaksanaan kegiatan Pembangunan Jalan dan Jembatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan secara konsisten dan terus menerus berupaya meningkatkan kualitas konstruksi jalan dan jembatan yang handal.Permasalahannya adalah sejauh mana kesesuaiannya terhadap norma, standar, pedoman, tatacara dan spesifikasi teknik yang merupakan alat strategis pemerintah untuk menjamin mutu infrastruktur jalan dan jembatan yang telah dilaksanakan sehingga dapat menjamin ukuran hasil pekerjaan sesuai mutu yang disyaratkan dan diharapkan.Jembatan merupakan suatu konstruksi yang gunanya untuk meneruskan jalan melalui suatu rintangan yang berada lebih rendah, dimana rintangan ini biasanya jalan berupa lain yaitu jalan air atau jalan lalu lintas biasa. Jembatan memiliki arti penting bagi setiap orang, dengan tingkat kepentingan yang berbeda-beda tiap orangnya (Supriyadi, 2000).  Menurut Dr. Ir. Bambang Supriyadi, jembatan bukan hanya kontruksi yang berfungsi menghubungkan suatu tempat ke tempat lain akibat terhalangnya suatu rintangan, namun jembatan merupakan suatu sistem transportasi, jika jembatan runtuh maka sistem akan lumpuh. Maka untuk pengendalian mutu dari kegiatan pelaksanaan pembangunan  jembatan  ruas jalan Lingkar P. Nunukan yang merupakan salah satu paket kegiatan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur untuk mencapai  kesesuaian penggunaan perlu adanya pengelolan mutu dengan benar dan tepat yang bertujuan mencapai peryaratan mutu proyek sesuai dengan standar yang disyaratkan.Pada kegiatan pembangunan Jembatan Ruas Jalan Talisayan di Kabupaten Berau salah satu bahan yang dipakai dalam pelaksanaan pembangunan kepala Jembatan (abutment) yaitu beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK.SNI T-15-1990-03:1).Kontrol yang baik dapat dicapai dengan menggunakan bahan-bahan yang memenuhi syarat, penakaran dan pencampuran bahan yang benar, sesuai dengan kualitas yang diinginkan, serta pelaksanaan yang baik dalam pengangkutan, penuangan, perawatan dan pengujian. Meskipun sifat alamiah beton yang komplek menghalangi kesempurnaan homogenitas beton adanya variasi kekuatan yang cukup besar lebih menandakan kurang adanya kontrol yang baik pada pembuatan beton..  Benda  uji  lebih mengindikasikan potensi kekuatan dari pada kekuatan beton yang sebenarnya supaya diperoleh hasil yang lebih tepat, kesimpulan kekuatan beton harus didapat dari suatu pola pengujian dimana karakteristik beton dapat diperkirakan dengan cukup tepat. Pengujian yang tidak cukup akan menghasilkan kesimpulan yang tidak meyakinkan.Prosedur statistik pengendalian mutu (Control Quality) beton berdasarkan 03-2847-2002 yang berisi tata cara mengevaluasi hasil uji kekuatan beton disediakan untuk memperoleh nilai – nilai yang paling mendekati dalam mengevaluasi hasil pengujian  kekuatan  beton. Informasi  yang  didapat dari prosedur statistik juga merupakan nilai yang digunakan dalam menentukan kriteria perencanaan dan spesifikasi. Tata cara ini secara ringkas menampilkan variasi yang terjadi dalam kekuatan beton dan berguna dalam menginterprestasikan variasi tersebut yang berhubungan dengan kriteria dan spesifikasi yang dibutuhkan.
ANALISA KINERJA TERHADAP WAKTU DAN BIAYA DENGAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS PADA PEMBANGUNAN GEDUNG AUDITORIUM IAIN SAMARINDA FEBRIANI, NOR FAJRI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2931.43 KB)

Abstract

Planning, cost control, and time are part of the overall construction project management. In addition, quality, projects can also be known in terms of cost and time. The danger of deviations from plans in terms of costs and time that are very important for construction construction must be measured continuously. Significant cost and time deviation. Poor depreciation. As for the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method at the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building using Earned Value Analysis Method by collecting data in the field at the IAIN Auditorium Building Construction Project in Samarinda. In this study the Performance Analysis of Time and Cost with Earned Value Analysis Method in the Construction of the IAIN Samarinda Auditorium Building results in the SPI value of 0.853 while the CPI is 1.006, which means that the project experiences delays in terms of schedule but issues less actual costs of work already done. For the ETC value of Rp. 13,380,535,283 and an EAC value of Rp. 30,483,085,771 while the ECD value to 294 days for project completion time is recommended so that the relevant parties control the progress of the performance in the following weeks and find a solution so that the project is completed on time with the remaining costs.
KINERJA RUAS JALAN KEMUNING LOA BAKUNG DI KOTA SAMARINDA FIKRI, MUAMMAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.916 KB)

Abstract

Kemuning Loa bakung in Samarinda City is a road Secondary collectors that connect primary and secondary regions to each other. The conditions of land use found on Kemuning road are dominated by the public market with trading activities etc. Kemuning Road in Samarinda is classified as a class III road category C. When the economy grows and the level of population prosperity will result in an increase in the level of traffic. Traffic resulting from transportation needs from the community, where people will always look for ways that are faster, safer and smoother. Increasing population and the amount of urbanization to urban areas will cause movement and density, so the need for transportation also increases. On this basis, a research was conducted on the performance of the Kemuning road in Samarinda. In the Kemuning Road Performance Analysis, the Indonesia Manual Road Capacity Manual (MKJI'1997), which is explained by Form UR-1 in General and Geometrical forms of road conditions, UR-2 in the form of advanced input data, namely Flow and Composition of Side of Traffic and Obstacles, UR-3 is in the form of analyzing the free flow rate of light vehicles, light vehicle capacity and speed. In the Kemuning Road Performance Analysis study, a peak hour survey was conducted at Jl. Jakarta to Jl. Kemuning and Jl. KH. Mas Mansyur to Kemuning and the survey was conducted from 8:00 to 9:00, 11:00 to 12:00, 16:00 to 17:00. After calculating existing data, in segment I directions Jl. Jakarta - Kemuning is 1404.44 pcu / hour and the service level is at level C, which means the current stable zone, the driver at the limit of choosing speed. Then Segment II Kemuning Segment II KH. Mas Mansyur - Kemuning is 1404.44 junior / hour from standard <2900 pcu / hour. (Table 2.10) and the service level is at the C level, which means the current stable zone, the driver at the speed limit.
PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LINGKUNGAN PROYEK PEMBANGUNAN MIDTOWN HOTEL SAMARINDA BRAMANTYA, DARMA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.321 KB)

Abstract

Darma Bramantya, Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Lingkungan Proyek Pembangunan MIDTOWN Hotel Samarinda dengan bimbingan Dr. Ir. Hendrik Sulistio, MT  dan Megawaty, ST,.MT.Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) adalah pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan menerapkan sistem manajemen untuk mencapai hasil yang efektif dalam mencegah kecelakaan dan efek lain yang merugikan, juga merupakan hal yang tidak bisa disepelekan dalam pekerjaan sebuah proyek konstruksi karena keselamatan kerja erat hubungannya dengan nyawa manusia yang bekerja di dalam proyek terkait.Masalah yang ingin diteliti adalah bagaimana penerapan SMK3 di lingkungan proyek ?, dan apakah fasilitas pendukung sudah memadai?Metode yang digunakan untuk mengetahui keberhasilan penerapan SMK3 adalah menggunakan metode kuantitatif dan analisis Univariat. Kuantitatif ialah pengukuran berdasarkan teori-teori yang sudah ada, sedangkan analisis Univariat ialah analisis terhadap satu variabel. Metode ini dipakai untuk mengukur keberhasilan penerapan SMK3. Data diperoleh dengan menyebarkan lembar kuesioner kepada 20 responden.Penelitian ini memberikan hasil untuk nilai keberhasilan Penerapan SMK3 di Lingkungan proyek Pembangunan MIDTOWN Hotel Samarinda sebagai berikut; Penerapan dan operasi kegiatan K3 (84%), Evaluasi K3 (96%), Tinjauan Manajemen K3 (87%), maka diperoleh total penerapan SMK3 sebesar 89% yang tergolong dalam kategori Baik. Sedangkan untuk ketersediaan dan kelengkapan Fasilitas Pendukung yang telah disediakan oleh Perusahaan di proyek pembangunan MIDTOWN Hotel Samarinda berada di kisaran 94.91% angka ini dikategorikan Sangat Baik dalam Hal ketersediaan dan kelengkapan fasilitas K3 di lingkungan proyek.
STUDY PERENCANAAN SALURAN DRAINASE PADA JALAN GUNUNG LINGAI KOTA SAMARINDA PERKHASA, FREDDY ANGGA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.786 KB)

Abstract

Jalan gunung lingai, Kelurahan Gunung Lingai yang berada pada koordinat. lintang -0.461513, dan garis bujur 117.174646 Merupakan daerah yang banyak belum mempunyai saluran drainase. saluran pada daerah tersebut hanya memakai saluran alam dan saluran buatan yang belum terselesaikan sebagai tempat pengaliran air hujan dan air buangan. Dengan tidak adanya saluran drainase pada daerah tersebut maka dilakukan perencanaan saluran drainase pada daerah tersebut.dengan membuat dan merencanakan drainase yang nantinya akan berguna untuk mengalirkan air hujan dan air buangan pada daerah tersebut agar tidak terjadinya genangan pada kawasan atau jalan di daerah tersebut. Dalam perencanaan saluran drainase harus melakukan beberapa analisa seperti analisa curah hujan , analisa drainase existing dan analisa debit banjir nantinya akan mengetahui debit air hujan yang ada dan debit air hujan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan debit yang ada pada saluran ekisting sehingga air permukaan tetap terkontrol dan tidak mengganggu pengguna jalan. Luas tangkapan air (Catchment Area) adalah daerah pengaliran yang menerima curah hujan selama waktu tertentu (Intensitas Hujan) sehingga menimbulkan debit limpasan yang harus ditampung oleh saluran hingga mengalir ke ujung saluran (outlet). Analisa ini lakukan untuk mengontrol antar debit dari saluran drainase dan debit dari rancangan . Pada perhitungan dimensi ekisating pada jalan Gunung Lingai menggunakan persamaan Manning.
STUDI DINDING PENAHAN SUNGAI MAHAKAM DENGAN METODE SITE PILE PADA JALAN KH MAS MANSYUR KOTA SAMARINDA WIN, IR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.421 KB)

Abstract

Kota Samarinda adalah salah satu Ibu kota di provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Kota ini memiliki luas wilayah 718.23 km² yang tidak luput dari bencana longsor, khususnya pada jaringan jalan raya yang merupakan salah satu prasarana perhubungan darat yang sangat penting dan merupakan unsur perkembangan wilayah di Propinsi Kalimantan Timur yang mengalami perkembangan pesat.Longsoran yang  meliputi daerah kehutanan, pertanian, pemukiman, pengairan, jalan, prasarana dan sarana lainnya, memerlukan data yang lengkap, analisis yang teliti, serta memerlukan pula berbagai bidang keahlian dan koordinasi yang terpadu dalam penanggulangannya.Selama ini telah banyak literatur yang membahas teori, penyelidikan dan penanggulangan longsoran. Demikian pula telah banyak dilakukan penyelidikan dan penanggulangan longsoran yang terjadi pada jaringan jalan, jaringan pengairan dan jaringan pemukiman.                Banyaknya kegiatan fisik khususnya penanggulangan longsoran yang sedang berjalan, tentunya juga menuntut adanya kemampuan, keahlian dan sumber daya manusia yang cukup tinggi, baik dalam perencanaan proyek, pengawasan dan pelaksanaan di lapangan.                Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota sebagai Dinas yang memegang peranan penting dalam meningkatkan mutu dan fasilitas Satuan Kerja Perangkat Daerah Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Kota Samarinda Khususnya Pada Pembangunan dinding penahan tanah ( sheet pile ) maka Pemerintah Kota Samarinda Melalui Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Samarinda wilayah ini  mengalami longsoran di ruas jalan tersebut, sehingga diharapkan penanganan yang dapat memberikan penyelesaiaan untuk menangani longsoran - longsoran yang ada sekarang ini maupun di masa yang akan datang.                Sehubungan dengan hal diatas maka, mulailah dengan penanganan longsoran yang nantinya diharapkan dapat menunjang dan meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi, tanpa harus kuatir kemacetan dan keselamatan bagi pengguna jalan, selain itu juga di ruas jalan tersebut mengalami lonsoran di tahun 2014 yang mengakibatkan rusak atau patahnya Rigid Pavement sepanjang 80,00 meter maka direncanakan Pembangunan Dinding Penahan Tanah dan yang akan di laksanakan pada tahun 2015 pada ruas Jalan KH Mas Mansyur Kecamatan Loa Bakung Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur
PENGARUH ARUS KENDARAAN KE JEMBATAN MAHAKAM KOTA (MAHKOTA) TERHADAP KEMACETAN PADA RUAS JALAN R.OTTO ISKANDARDINATA KOTA SAMARINDA SAPUTRO S, ANDRIANTO MASHADI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1352.63 KB)

Abstract

Jalan R.Otto Iskandardinata di Samarinda merupakan jalan arteri sekunder yang menghubungkan kawasan primer dan sekunder yang satu ke kawasan yang lainnya. Kondisi guna lahan yang terdapat pada ruas jalan Jendral Sudirman didominasi oleh bangunan umum dengan aktivitas umum yaitu perdagangan Jalan R.Otto Iskandardinata di Samarinda ini termasuk kategori jalan kelas III C. Seiring berkembangnya ekonomi dan naiknya tingkat kemakmuran penduduk akan mengakibatkan bertambahnya tingkat perjalanan Lalu lintas, yang terjadi akibat adanya kebutuhan akan transportasi dari masyarakat, dimana masyarakat akan selalu mencari jalan yang lebih cepat, aman dan lancar. Kenaikan jumlah penduduk dan banyaknya urbanisasi ke daerah perkotaan maka akan menimbulkan tingkat pergerakan dan kepadatan, sehingga kebutuhan akan transportasi pun meningkat pula. Atas dasar inilah, maka di lakukan penelitian bagaimana pengaruh arus kendaraan ke jembatan mahakam kota ( mahkota ) terhadap kemacetan pada ruas jalan R. Otto Iskandardinata kota samarinda. Adapun dalam pengaruh arus kendaraan ke jembatan mahakam kota ( mahkota ) terhadap kemacetan pada ruas jalan R. Otto Iskandardinata kota samarinda ini menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI’1997), yang di uraikan berdasarkan Formulir UR-1 berupa Kondisi umum dan Geometrik jalan, UR-2 berupa data masukan lanjutan yaitu Arus dan Komposisi lalu lintas dan Hambatan samping, UR-3 berupa Analisa Kecepatan arus bebas kendaraan ringan, Kapasitas dan Kecepatan kendaraan
STUDI PERENCANAAN KONSTRUKSI INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH KECAMATAN SAMARINDA ILIR ADYATMA, ARIES
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.865 KB)

Abstract

Kecamatan Samarinda Ilir merupakan salah satu kecamatan yang ada di KotaSamarinda dengan kondisi pembuangan limbah-nya yang sebagai kawasan-nya masih belummemenuhi standar dalam pembuangan air limbah, oleh karena itu, perlu adanya pengolahanlimbah secara komunal agar tidak mencemari lingkungan. Solusinya adalah denganmembangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) komunal. Pembangunan IPAL komunaltersebut diharapkan dapat mencegah dan mengurangi terjadinya pencemaran lingkungan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya jumlah pengeluaran air buangan dankeperluan yang di butuhkan. Data yang akan disajikan dalam penelitian ini adalah data primeryaitu, data yang diperoleh dari penelitian langsung di lapangan berupa data dari wawancaralangsung serta data sekunder, yaitu data yang diperoleh melalui telaah pustaka, baik melaluibuku – buku, jurnal, majalah, tulisan ilmiah, dan akses internet yang dinilai relevan dengantema yang diangkat dalam penelitian ini. Adapun teknik analisa data yang digunakan adalahmetode analisis interaktif yang merupakan rangkaian dari proses pengumpulan data, reduksidata, penyajian data dan menarik kesimpulan / verifikasi data.Hasil penelitian dengan proyeksi penduduk 15 tahun masing-masing kelurahan yang adadi Samarinda Ilir disertai dengan perhitungan proyeksi kebutuhan air bersih dan proyeksi airbuangan yang di keluarkan di Kecamatan Samarinda Ilir menunjukkan bahwa kebutuhan IPALyang di perlukan di Kecamatan Samarinda Ilir sebanyak 40 unit dengan kapasitas yang diperlukan sebanyak 300 m3/ hari

Page 91 of 111 | Total Record : 1106