cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 1,106 Documents
STUDI EFISIENSI PENGGUNANAAN FLAT SLAB DENGAN DROP PANEL TERHADAP PELAT KONVENSIONAL PADA GEDUNG 5 LANTAI WIDHI PRATOMO, ALOYSIUS HARIO
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.482 KB)

Abstract

Flat slab merupakan pelat yang langsung didukung oleh kolom dengan atau tanpa penebalan pelat di atas kolom (drop panel). Pada peneltian ini menggunakan permodelan pelat flat slab dua arah dengan drop panel. Dalam suatu perencanaan bangunan gedung terdapat faktor-faktor yang harus diperhatikan, beberapa faktor tersebut adalah arsitektur, struktur, dan biaya. Pelat datar (flat slab) memiliki beberapa kelebihan pada penggunaan struktur pelat lantai, antara lain fleksibilitas terhadap pengaturan tata letak ruang, instalasi utilitas mekanikal dan elektrikal yang lebih mudah, pelaksanaan konstruksi bekisting dan penulangan yang sederhana, begistingnya lebih sedikit, yang tentunya dari segi biaya menjadi lebih ekonomis, dan untuk kekuatan strukturnya dapat diberikan penebalan (drop panel) pada sekitar kolom penumpunya. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan metode portal ekivalen didapatkan tebal pelat 170 mm dan tebal drop panel 50 mm, dengan 11 tipe drop pnael, serta didapatkan volume beton pelat konvensional 205,39 m3 dan flat slab dengan drop panel 162,45 m3 , dengan hasil perbandingan kebutuhan beton sebesar 21%, untuk penulangan yang digunakan adalah D16 dan D19. Flat slab merupakan jenis pelat dua arah, sebaiknya dalam menrencanakan flat slab saat menentukan bentang panjang dan lebar pelat haruslah ≤ 2, sehingga dalam mendesain pelat tidak menggunakan balok pada interiornya.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR BERSIH PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR BERSIH KECAMATAN SANGA SANGA KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA TAHSURUR, AHMAD
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.593 KB)

Abstract

Clean water is a very important part of all the basic needs of living things, especially for humans. Humans use water for various purposes in their daily lives. This research was conducted at the Clean Water Treatment Plant of PDAM Tirta Mahakam, Sanga-Sanga Branch, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, aimed at analyzing the need for clean water for population growth in 2018 to 2028. From the data obtained from PDAM Tirta Mahakam the discharge capacity of clean water produced is 40 liters / second, with the longest distant distribution network at 13,000 meters leading to the village, the type of pipe used is HDPE pipe with a diameter of 203 , 2 mm, with a roughness level of 130. The results of the calculation and analysis of clean water needs in Sanga-Sanga Subdistrict, noramal water needs in 2028 (10-year projection) of 38,703 liters / second and the peak water demand in 2028 (peak discharge) of 67,731 liters / second. From the results of the hydraulic analysis the main distribution pipeline network towards the neighborhood is very much needed, the flow velocity in the pipe is 1.052 meters / second with a pressure loss of 76.2 meters, so that the distribution of clean water needs of the community can be maximized.
PILE DRIVING ANALYZER (PDA TEST) MINI PILE CONCRETE ARTAPILE PADA PROYEK PEMBANGUNAN FASILITAS PENDUKUNG PT THIESS BALIKPAPAN PAELONGA, ISA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2012)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (13.494 KB)

Abstract

Seiring  berkembangnya suatu kota, tentu memerlukan berbagai sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dalam perkembangannya ke depan, dimana bertambahnya penduduk sudah barang tentu diperlukan juga pembangunan permukiman serta penataan lingkungannya. Sesuai dengan kebijakan Pemerintah dalam Pembangunan di bidang perumahan dan permukiman adalah upaya penciptaan lingkungan permukiman yang bersih dan sehat. Peningkatan pembangunan perumahan dan permukiman secara terarah dan terpadu dengan jalan pemenuhan kebutuhan prasarana ataupun menata kembali berbagai infrastruktur yang telah ada. Kenyataan di lapangan keadaan prasarana lingkungan permukiman di Kabupaten Kutai Timur yang dirasakan masih kurang memenuhi persyaratan kualitas maupun kuantitas.Dalam hal perencanaan drainase terutama untuk jalan baik di perkotaan dan pedesaan, maka hal yang harus dilaksanakan dengan seksama adalah sesuai standar dan sistem perencanaan drainase perkotaaan yaitu menyangkut pola arah aliran, situasi dan kondisi kota, langkah perencanaan dengan memperhatikan aspek hidrologi yang meliputi : siklus hidrologi (hidrologi cycle), karakteristik hujan, data hujan, pengolahan data hujan, debit rancangan serta aspek hidrolika yang menyangkut aliran air pada saluran, sifat-sifat aliran, rumus-rumus aliran air dan analisis dimensi saluran.            Hal tersebut terlihat bahwa terutama musim penghujan saluran drainase yang ada sudah tidak bisa menampung air, sehingga akan terjadi genangan/banjir. apabila tidak segera ditangani akan mengakibatkan penurunan daya dukung lingkungan permukiman dan akhirnya akan berdampak terhadap kesehatan lingkungan. Berkaitan dengan hal tersebut diatas maka perlu kiranya  disusun Kajian Teknis Drainase di Perumahan Dayung Cluster Sangatta Kabupaten Kutai Timur.
ANALISA MANAJEMEN RISIKO PADA PROYEK REHAB BENGKEL UNTUK RUANG WIDYAISWARA, PENYULUH, DAN LAB. IT DI DINAS PANGAN, TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR LITAD, TRACY ALEXIA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.358 KB)

Abstract

Identifikasi risiko operasional pada proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasikan seluruh jenis risiko yang berpotensi memengaruhi kerugian proyek tersebut. Hal tersebut dapat menimbulkan kerugian bagi proyek sehingga harus memperhatikan faktor internal. Faktor internal yang harus di perhatikan adalah kualitas sumberdaya manyusia, material, dan peralataan. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui masalah apa saja yang paling berbahaya dari adanya indikasi yang melatar belakangi masalah pada proyek konstruksi, serta mengendalikan suatu risiko yang sebelumnya memiliki tingkat risiko yang tinggi menjadi tingkat risiki yang rendah atau tidak menjadi ancaman bagi proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT tersebut.Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kuantitatif dengan cara wawancara dan survey. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden. Adapun jumlah responden adalah 30 responden yang mewakili proyek rehab bengkel untuk ruang widyaiswara, penyuluh, dan lab. IT di dinas pangan, tanaman pangan dan hortikultura provinsi Kalimantan timur.Hasil penelitian menunjukan bahwa ada 28 resiko yang teridentifikasi dari 3 kategori. Diketahui tingkatan dari risiko yang dihadapi ada risiko ekstrim, risiko tinggi, risiko sedang, dan risiko rendah. Melakukan tindakan penanganan yang di lakukan terhadap risiko yang terjadi dengan cara : Mengalihkan risiko ( risk sharing ), menahan risiko ( risk retaining ), mengurangi risiko ( risk reducing ), mengabaikan risiko ( risk ignoring ).
ANALISA UJI KUAT TEKAN BETON PADA PENGGUNAAN SEMEN PCC PRODUK SEMEN TIGA RODA DAN TONASA DENGAN AGREGAT HALUS PASIR MALINAU DAN PASIR TENGGARONG MAHARLIKA, SEIRENDRA
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (883.723 KB)

Abstract

Tugas Akhir Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kuat tekan beton penggunaan semen Tiga Roda dan Tonasa dengan agregat halus pasir Malinau dan pasir Tenggarong. Jenis semen yang digunakan adalah semen tipe PCC produk semen Tiga Roda dan semen Tonasa, Agregat halus yang digunakan adalah agregat halus pasir Malinau dan pasir Tenggarong, Agregat kasar yang digunakan adalah agregat kasar ex. palu ukuran 1-2 cm dan ukuran 2-3 cm. Metode perancangan campuran beton menggunakan metode Standar Nasional Indonesia 03-2847-2013. Pengujian sampel beton akan dilakukan pada umur beton 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 28 hari. Benda uji dibuat masing – masing 10 buah sampel untuk setiap umur pengujian sehingga jumlah sampel beton yang digunakan berjumlah 80 buah. Dimensi sampel beton berbentuk kubus dengan ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm dengan kuat tekan beton yang direncanakan mutu K- 225. Dari hasil pengujian kuat tekan beton pada umur 28 hari untuk penggunaan semen Tiga roda campuran pasir Malinau adalah f’c = 233,30 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 283,47 kg/cm2 . Penggunaan semen Tonasa campuran pasir Malinau adalah f’c = 226,97 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 258,85 kg/cm2 . Penggunaan semen Tiga roda campuran pasir Tenggarong adalah f’c = 230,08 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 277,43kg/cm2 . Penggunaan semen Tonasa campuran pasir Tenggarong adalah f’c = 225,44 kg/cm2 , dengan nilai rata-rata f’cr = 271,03 kg/cm2 , dan nilai kuat tekan pada semua sampel ini memenuhi syarat yang di rencanakan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perbandingan nilai uji kuat tekan beton dengan menggunakan semen Tiga roda lebih tinggi dari pada menggunakan semen Tonasa walaupun berbeda jenis campuran Agregat halusnya
Kajian Kapasitas Saluran Drainase Kel. Bayur Kec. Samarinda Utara Kota Samarinda RIANTO, ANDI
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.504 KB)

Abstract

Andi Rianto, NPM 11.11.1001.7311.186, 2011, Civil Engineering Study Program, Faculty of Engineering, University of 17 August 1945 Samarinda. Flood is natural disaster that occurs due to the inability of channel of a region to accommodate the high rainfall in the region. One solution to overcome the flood is to improve the dimensions of the drainage channel to be able to accommodate the amount of water debit contained in a region. This research took place in Kel. Bayur, Kec. North Samarinda, Samarinda City. Calculation analysis using Gumbel and Log Person Type III method to calculate drainage channel capacity. Based on the calculation of the existing flood discharge of drainage channel at the research location that is smallest 2,924 m3/dt - biggest 8,667 m3/dt and flood discharge design at Kel. Bayur Samarinda City that is smallest 0,511 m3/dt - biggest 1,013 m3/dt with kala 10 years until year 2027. With the design of dimensional cross-sectional capacity : an average upper width of 3,15 meters width an average of 2,30 meters, and an average height of 1,30 meters. From the calculation results can be concluded that the drainage channel capacity enough to accommodate all the water discharge that exist in the area.
PERENCANAAN PEMELIHARAAN JALAN DALAM KOTA SAMARINDA HAKIM HUTAGALUNG, DIPO NOEL
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.544 KB)

Abstract

Jalan adalah prasarana Transportasi Darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Karena begitu pentingnya fungsi jalan, maka agar fungsi dari jalan itu sendiri dapat dimaksimalkan oleh penggunanya diperlukan kondisi jalan yang baik. Bertitik tolak dari kondisi yang baik tersebut, suatu perkerasan jalan sekuat apapun seiring dengan waktu dan tingginya aktifitas yang melintasinya akan dengan mudah menurun kekuatannya sebagai akibat dari melemahnya kepadatan lapisan pondasi dan terurainya butiran agregat dari bahan pengikatnya. Kerusakan pada struktur perkerasan jalan dapat terjadi dengan kondisi yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat kerusakannya : berat, sedang, ataupun ringan. Disarankan pada saat kerusakan ringan dapat segera diperbaiki dengan cara pemeliharaan rutin, agar kerusakan tidak berkembang lebih lanjut atau semakin parah yang berakibatkan semakin mahal biaya untuk perbaikannya. Adapun dalam penelitian ruas Jalan Harmonika, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Gor Segiri, Jalan Pulau Sebatik, Jalan Abdul Muthalib, Jalan PM. Noor ini menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) dan Metode AASTHO 93, yang diuraikan berdasarkan jenis-jenis kerusakan jalan, tingkat kerusakan jalan, data CBR tanah dan data LHR. Dalam penelitian ini dapat dihasilkan penggolongan tingkat kerusakan pada setiap jalan seperti pada ruas jalan Harmonika dengan nilai PCI 12 (sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 43 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. Rp. 23.521.000,00, Jalan Pintu Masuk Stadion Timur Stadion Segiri dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 42 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 23.521.000,00, Jalan Pulau Sebatik dengan nilai PCI 12 (Sangat Jelek) dan lapis perkerasan AASTHO 93 32 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 37.097.000,00, Jalan Abdul Muthalib dengan nilai PCI 66 (Baik) dan lapis perkerasan AASTHO 93 yaitu 46 cm dan pada Jalan PM. Noor dengan nilai PCI 71 (Sangat Baik) dan tebal lapis perkerasan AASTHO 93 35 cm dengan rancangan anggaran biaya Rp. 44.612.000,00.
STUDI ANALISA TEBAL PERKERASAN KAKU PADA RUAS JALAN KAMPUNG DATAH BILANG - LUTAN DI KABUPATEN MAHAKAM ULU RAD, MU
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1094.716 KB)

Abstract

Roads are one of the land transportation infrastructure that has an important role for human life. In addition to geometric road planning, road pavement is part of road planning that must be planned effectively and efficiently, because the road service level requirements are higher. Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section is one part of the collector's road that connects the sub-district and TransProvince Roads, which until now are very much expected to be developed. The construction of this road using rigid pavement, so that the pavement is resistant until its service life, it needs the right design method in its planning. There are many methods for designing the thickness of this concrete plate, including using the Bina Marga 2013 method and AASHTO 1993. In this thesis, the aim is to analyze the alternative thick design of pavement to examine the planning parameters of both methods, plan the thickness of the concrete slab, and analyze the comparative results of the two methods. This method begins with the collection of secondary data in the form of traffic data, land data and hydrological data, then calculating the thickness of the hardness using both methods. In planning the calculation of plate thickness, the input parameters for each method are needed. The input parameters for pavement thickness planning for the Bina Marga 2013 method are traffic parameters, subgrade, sub base course, sub base course of grained material, and concrete strength. The input parameters for pavement thickness planning for the 1993 AASHTO method are traffic parameters, subgrade modulus, pavement construction material, realibility, and drainage coefficient. For the case study of Kampung Datah Bilang – Lutan Road Section the concrete slab thicker based on the Bina Marga 2013 method calculation was 28,5 cm, while based on the 1993 AASHTO method was 17 cm. The difference obtained is quite large, namely 11,5 cm. This is due to differences in the input parameters of each method.
EVALUASI DAYA TAMPUNG SALURAN DRAINASE PADA JALAN POROS SAMARINDA – MUARA BADAK, KECAMATAN SAMARINDA UTARA SUBAKTI, AKBAR
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.8 KB)

Abstract

Banjir yang dialami oleh Kecamatan Samarinda Utara khususnya pada Jalan Poros Samarinda – Muara Badak, Kecamatan Samarinda Utara akhir – akhir ini merupakan imbas dari semakin banyaknya lahan yang tertutup oleh bangunan – bangunan baru yang tak berlandaskan strategi perencanaan dari sistem drainase yang ada. pada musim hujan debit air yang memasuki badan sungai sebagai saluran drainase yang utama juga menjadi lebih besar dan berakibat pada tidak mencukupi kapisitas saluran yang ada dan berakibat pada tidak mencukupinya kapasitas saluran yang ada dan akibat dari itu saluran drainase tidak berfungsi secara baik sehingga meluap. Salah satu upaya yang dilakukan untuk penanggulangan banjir dengan menganalisa dimensi saluran jalan Poros Samarinda – Muara Badak Kecamatan Samarinda Utara dengan menggunakan metode (Distribusi Normal) dan (Log Pearson Tipe III). Analisa ini melalui tahapan seperti ini, pengumpulan data curah hujan 10 tahun, pengumpulan data actual lapangan (catchment area) sampai pada menganalisa saluran dimensi yang ada pada jalan Poros Samarinda – Muara Badak, Kecamatan Samarinda Utara.
STUDI PERENCANAAN PENGEMBANGAN SALURAN DRAINASE PADA KOMPLEKS PERUMAHAN PREVAB KOTA SAMARINDA HANAFI, ARIS
KURVA S JURNAL MAHASISWA Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : KURVA S JURNAL MAHASISWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.336 KB)

Abstract

Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi mengurangi atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan sehingga kawasan tersebut dapat difungsikan secara optimal. Beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui besarnya debit banjir yang ada dengan melakukan evaluasi kapasitas saluran dan menentukan dimensi saluran drainase kala ulang 5 tahun dan 10 tahun.Penelitian ini dilakukan bulan April 2016 pada 19 saluran drainase di Kompleks Perumahan Prevab Kota Samarinda. Data yang diperlukan adalah data primer hasil survey di lokasi penelitian dan data sekunder seperti data curah hujan, peta topografi, dan kependudukan.Berdasarkan evaluasi saluran drainase yang ada di kompleks perumahan tersebut perencanaan ulang perlu dilakukan terhadap dimensi saluran drainase seperti pada Jalan Angklung, Jalan Gitar, Jalan Kecapi. Jalan Piano, dan Jalan Harpa.

Page 90 of 111 | Total Record : 1106