cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Khizanah al-Hikmah : Jurnal Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan
ISSN : 23549629     EISSN : 25491334     DOI : -
Core Subject : Science,
KHIZANAH AL-HIKMAH adalah jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar sejak Januari 2013. Terbit dua kali setahun pada bulan Januari – Juni dan Juli – Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan.
Arjuna Subject : -
Articles 317 Documents
Membangun Sistem Otomasi Perpustakaan dengan Senayan Library Management System (SLiMS) Azwar, Muhammad
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract : Currently, information age encourages every organization to implement technology for its own convenience. Library  as  one  of  the  professional  institutions,  develop  automation  systems  as  one  application  of  the technology.  The  using  of  Free  Open  Source  Software  (FOSS)  is  growing  in  IT  world  because  it  has  some advantages. Many organizations including the libraries choose to use FOSS. Senayan Library Management System or SLiMS is a web-based FOSS that  can be used to build the library automation system . SLiMS has many advantages for the library automation systems. SLiMS is widely used in various types of libraries both in  Indonesia  and  abroad.  It  has  a  great  power  in  the  SLiMS  community  that  formed  an  important  role  in almost every city in Indonesia.  Keywords : Free Open Source Software (FOSS),   Library automation system, Senayan Library Management System (SLiMS)Abstrak : Era informasi saat ini mendorong setiap organisasi untuk mengimplementasikan teknologi untuk berbagai kemudahan. Perpustakaan sebagai salah satu institusi profesional mengembangkan sistem otomasi sebagai salah satu penerapan teknologi tersebut. Free Open Source Software (FOSS) semakin semarak dan berkembang di dunia IT dikarenakan beberapa keuntungan yang dimilikinya, sehingga banyak organisasi termasuk perpustakaan memilih menggunakan FOSS tersebut. Senayan Library Management System atau SLiMS merupakan salah satu FOSS  berbasis web yang dapat digunakan untuk membangun sistem otomasi perpustakaan. SLiMS memiliki banyak kelebihan dibandingkan sistem otomasi perpustakaan lainnya. SLiMS banyak digunakan di berbagai jenis perpustakaan baik di Indonesia maupun di luar negeri. SLiMS memiliki kekuatan besar pada peran penting komunitas yang terbentuk di hampir setiap kota di Indonesia.Kata kunci : Free Open Source Software (FOSS); Sistem Otomasi Perpustakaan; Senayan Library Management System (SLiMS)
Pengelolaan e-SKP (Elektronik Sasaran Kinerja Pegawai) dalam Upaya Menstandarisasikan Kompetensi Pustakawan Lolytasari, Lolytasari
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan e-SKP sangat membantu pegawai dalam mengisi Rencana Sasaran Kinerja Pegawai yang setiap bulannya menguras waktu pegawai dalam merencanakan pekerjaan. SKP ini merupakan suatu pedoman bagi pegawai untuk melakukan kegiatan harinya. Tulisan ini membahas tentang standarisasi kompetensi pustakawan yang akan dicantumkan dalam pengelolaan e-SKP (Elektronik Sasaran Kinerja Pegawai).
Hubungan Minor-Mayor Antar Budaya dalam Perspektif Perkembangan Perpustakaan Mathar, Muh. Quraisy
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan hubungan antar budaya ikut dipengaruhi oleh keberadaan sejarah perkembangan perpustakaan di dalamnya menyebabkan terjadinya peralihan budaya, dari lisan menjadi tulisan, yang secara langsung juga berdampak signifikan terhadap berprosesnya sebuah kebudayaan yang berujung kepada lahirnya sebuah peradaban baru. Hubungan minor-mayor antar budaya merupakan sebuah proses yang lahir dari sebuah inovasi, kesepakatan serta sistem eliminasi alamiah. Pergumulan panjang sejarah kebudayaan manusia melahirkan 3 fase kebudayaan, yaitu fase dogmatis, fase filosofis, dan fase metodologis. Ketiga fase kebudayaan tersebut telah berkontribusi terhadap munculnya pengaruh dan perubahan terbesar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam tradisi mendokumentasikan segala bentuk data dan informasi yang terekam dalam berbagai bentuk media, lisan maupun tulisan. Keberadaan perpustakaan ikut menjadi bagian dari lahirnya budaya-budaya baru hasil akulturasi budaya-budaya sebelumnya. Perpustakaan menjadi tokoh sentral yang sangat berpengaruh terhadap hubungan minor-mayor antar seluruh kebudayaan di dunia.
Membangun Inovasi di Perpustakaan Perguruan Tinggi Melalui Konsep KM (Knowledge Management) Almah, Hildawati
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan KM ke dalam sistem perpustakaan perguruan tinggi dilakukan sebagai upaya dan inovasi dalam mendukung Tridarma Perguruan Tinggi. Melalui konsep Knowledge Management dapat melakukan proses penciptaan pengetahuan baru di dalam organisasi perpustakaan. Hal ini akan menuntut manajemen perpustakaan untuk mengadakan penyesuaian dalam berbagai hal, baik pada aspek sistem, organisasi, kultur, sumber daya perpustakaan, dan aspek lain. Sehingga perpustakaan tidak akan ditinggalkan atau tertinggal dari proses perubahan yang terjadi di lingkungan masyarakat akademik. Untuk menerapkan konsep knowledge management di perpustakaan ada beberapa dukungan dan sarana yang dibutuhkan, yaitu sistem atau organisasi yang baik, budaya organisasi, baik pada staf atau pemustaka, dan adanya alat (tool) sebagai sarana berbagi (sharing) informasi di perpustakaan.
Revitalisasi Peran Stake Holders Perpustakaan Sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Bangsa dalam Rangka Membangun Kerjasama Perpustakaan di Kawasan Asia Tenggara Muliyadi, Irvan
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mencoba menyoroti perlunya revitalisasi peran stake holders perpustakaan sebagai upaya meningkatkan dan memaksimalkan kegiatan pelestarian budaya bangsa dan bentuk-bentuk warisan budaya apa yang harus mendapatkan perhatian utama untuk dilestarikan. Beberapa warisan budaya yang bisa dilestarikan khususnya di Sulawesi Selatan adalah : Manuskrip La Galigo, kitab Tafsir yang ditulis oleh ulama Sulawesi Selatan, Perahu Phinisi, Balla Lompoa, dan Jenazah orang Toraja yang diistirahatkan di dalam goa. Dengan revitalisasi peran dan fungsi stake holders perpustakaan dan perluasan makna warisan budaya bangsa, diharapkan tema CONSAL kali ini “National heritage” preservation and dissemination.” tidak hanya melangit tetapi tema tersebut benar-benar membumi.
Layanan dan Pelayanan Perpustakaan : Menjawab Tantangan Era Teknologi Informasi Himayah, Himayah
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nowadays, library services are varied compared several decades ago. Information technology gives a new meaning of the services provided by the library. There are several changes of the library users’ orientation and expectation of what kind of information the need and want, and in what form. Also, they tend to rely on the internet to find up-to-date information, whereas it is difficult to provide by printed based material mostly provided by the libraries. And there is digital natives, a new generation of the library users, a generation that born with electronic devices in their hands. They may come the library not to look for books, but for free wi-fi.For user satisfaction, libraries should focus on the users’ need, or user orientation. In the realization of the information orientation changing of the library users, the libraries should also change its policy, especially about library services, and collection development. Libraries not only about books, but also about information in any kind of forms and by any kind of meaning and technology. The users need technology based services and information, so that libraries should provide. By providing the users’ need, libraries will not be abandoned by them and will be still the users’ preference in seeking information and knowledge.
Literasi informasi : peningkatan kompetensi informasi dalam proses pembelajaran Pattah, Sitti Husaebah
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of knowledge and life became ease with the presence of information communication and technology, particularly internet. Information literacy is needed to access any form of information through the internet. Academicians are expected to be information literate. They should use and evaluate information resources, especially from the internet in any kind of learning process. The ability to be literate in library services is necessary important in order to optimize library resources and services. Besides, information literacy tells end-users to recognize information sources and can be ease to find the needed information from different and varieties sources. Many models of information literacy are implemented in many libraries in which the objective is to enhance literacy skills for library users.
Sejarah Perkembangan Perpustakaan di Indonesia Nurlidiawati, Nurlidiawati
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Libraries in Indonesia have been established since the time of Majapahit, which then, according to the ebb and flow of Indonesian history. The development of the library at the time marked by the royal library cultivated a more religious and feudalistic. In the Dutch colonial era, libraries had been used as a vehicle to perform the occupation. Receding rapidly developing libraries in Indonesia occurred at the time of the Japanese. Later, a few years after Indonesian Independence Proclamation, libraries in Indonesia were gradually developed. In the New Order Era, library development had become one of the sub development outlined in REPELITA (Indonesian Development Plans for the next 5 years).
Penerapan RFID (Radio Frequency Identification) di Perpustakaan: Kelebihan dan Kekurangannya Hamdani, Fadhilatul
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Library is a dynamic organization and always change according to the times. With the development of information technology, libraries must change the way it works to be more advanced, efficient and effective. One application of the latest technology in libraries is using RFID technology, which has two main functions, namely identification and security of library materials. In addition to having several advantages, RFID also has some shortcomings when it will be implemented in the library. Application of RFID in libraries is expected to maximize the performance and service libraries.
Konsep dasar manajemen perpustakaan dalam mewujudkan mutu layanan prima dengan sistem temu kembali informasi berbasis digital Ibrahim, Andi
Jurnal Ilmu Perpustakaan & Informasi KHIZANAH AL-HIKMAH Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Ilmu Perpustakaan Khizanah Al-Hikmah
Publisher : Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The satisfaction of library users is an indication to know how successful a library in giving good services. It is involved in the way how communication is being conducted and librarian behave to guide, direct, and provide information to its users. From here, library can show its roles when facing information technology today. The development of information technology has given a chance for library to develop its online retrieval system in which it can be used to help user to find the needed information. It is therefore important to note by all libraries around the world to consider today environment that the technology has been involved in many kind of human activities, including in library routines. Due to a library is a service organization, the main aim is to give good services and satisfying library users. One effort is IRS, Information Retrieval System.

Page 2 of 32 | Total Record : 317