cover
Contact Name
Muhammad Azwar
Contact Email
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
muh.azwar@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Hikmah
ISSN : 14115557     EISSN : 29627206     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Jurnal A-Hikmah adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar. Terbit dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Berisi tulisan ilmiah dan hasil penelitian dalam bidang keislaman (religious studies).
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 23 No 2 (2021): December" : 5 Documents clear
JILBAB DALAM PANDANGAN ULAMA KLASIK DAN KONTEMPORER (Kajian Filosofis dan Implementatif) Nur Asia Hamzah; Zaenal Abidin
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.22462

Abstract

This article aims to examine the hijab in Islam philosophically and implementationally. Through a search for literature sources and content analysis, this article finds that the essence of the hijab is all clothing that covers all members of a woman's body. By the majority of scholars, they do not exclude the face and palms. The law of hijab according to the views of classical scholars, there are differences regarding the limits of the aurat that must be covered, but they agree that the obligation to veil for Muslim women is a provision from Allah that must be obeyed. According to them, hijab is not only Arab culture, therefore the shari'ah of hijab is generally accepted by all Muslim women in the world. That is different from the views of contemporary scholars, the hijab is not a mandatory law that must be implemented. The verse about hijab only talks about local Arab culture. Thus, the standard of women's clothing is based on a measure of respectability and modesty in a particular region. The implementation of the hijab law depends on the goal of maintaining the honor and glory of Muslim women, free from distractions and temptations from fasiq people, more easily recognizable. As for the conditions, among others: it must cover the entire body except what is commonly seen, must be thick, must be loose, and must not resemble men's clothing.Keywords: Hijab in Islam; philosophically; implementationally; classical scholars; contemporary scholars. AbstrakArtikel ini betujuan untuk mengkaji jilbab dalam Islam secara filosofis dan implementatif. Melalui penelusuran sumber primer dan sekunder, artikel ini menemukan bahwa hakikat jilbab adalah setiap pakaian yang menutupi seluruh anggota badan perempuan, oleh mayoritas ulama, mereka mengecualikan muka dan telapak tangan. Hukum jilbab menurut pandangan ulama klasik terdapat perbedaan terkait batasan aurat yang harus ditutupi, namun mereka sepakat bahwa kewajiban berjilbab bagi wanita muslimah adalah syariat dari Sya>ri‘ yang harus ditaati. Jilbab tidak hanya sekedar budaya orang Arab, karena itu yari’at jilbab berlaku umum bagi seluruh wanita muslimah di dunia. Berbeda halnya dengan ulama kontemporer, jilbab bukanlah sebuah syariat wajib yang harus dilaksanakan. Ayat tentang jilbab hanya berbicara tentang budaya lokal Arab. Dengan demikian, Standar pakaian wanita didasarkan pada ukuran kehormatan dan kesopanan di daerah tertentu. Implementasi hukum pemakaian jilbab terpulang kepada tujuannya untuk menjaga kehormatan dan kemuliaan wanita muslimah, bebas dari gangguan maupun godaan orang-orang fasiq, lebih mudah dikenali. Adapun syaratnya, antara lain: harus menutupi seluruh tubuh kecuali yang biasa tampak, harus tebal, harus longgar, dan tidak boleh menyerupai pakaian laki-laki.تهدف هذه المقالة إلى دراسة الحجاب في الإسلام فلسفياً وتطبيقياً. من خلال البحث عن مصادر المكتبة مع تحليل المحتوى، تجد هذه المقالة أن الحجاب هو كل الملابس التي تغطي جميع أعضاء جسد المرأة. ولجمهور العلماء لا يتوقعون الوجه والكفين. وشريعة الحجاب في رأي العلماء الكلاسيكيين، هناك اختلافات في حدود العورات التي يجب تغطيتها، لكنهم اتفقوا على أن وجوب الحجاب للمرأة المسلمة حُكم من عند الله الذى يجب طاعته. وفقا لهم، الحجاب ليس مجرد ثقافة عربية، لذلك فإن شريعة الحجاب مقبولة بشكل عام من قبل جميع النساء المسلمات في العالم. وهذا يختلف عن آراء العلماء المعاصرين، فالحجاب عندهم، ليس قانونًا إلزاميًا يجب تنفيذه. الآية الكريمة التي تتحدث عن الحجاب تتحدث فقط عن الثقافة العربية المحلية. وبالتالي، فإن معيار ملابس النساء يقوم على قدر من الاحترام والتواضع في منطقة معينة. يعتمد تطبيق قانون ارتداء الحجاب على الهدف المتمثل في الحفاظ على شرف ومجد المرأة المسلمة، خالية من الانحرافات والإغراءات من قبل الفاسق، ويسهل التعرف عليها. أما من بين الشروط؛ يجب على النساء تغطية الجسم بالكامل باستثناء ما هو ظاهر عادة، ويجب أن تكون الملابس سميكة (غير شفافة) ، ويجب أن تكون واسعة (غير ضيقة) ، ويجب ألا تشبه ملابس الرجال.
DISTINGSI KITAB TAFSIR MA'ANY AL-QUR'AN KARYA AL-FARRA' DAN PENGARUHNYA DI INDONESIA Dr. Asriyah, M.Pd.I ASRIYAH M.Pd.I; Marwah LIMPO M.HUM
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.23902

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini mengajukan permasalahan tentang konstruksi penafsiran Al-Farra’ dalam Ma’any al-Qur’an, keunikan metode penafsirannya, dan pengaruh Al-Farra’ pada perkembangan tradisi tafsir di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penafsiran al- Farra’ dalam Kitab Ma’any al-Qur’an, untuk mengetahui keunikan metode al-Farra’ dalam Kitab Ma’any al-Qur’an, serta mengetahui pengaruh al- Farra’pada perkembangan penafsiran di Indonesia.Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dan merupakan penelitian yang bersifat kualitatif, data diperoleh dari kitab utama karya al-Farra’ yakni Tafsir Ma’any al-Qur’an sebagai sumber utama (primary resources) dan didukung oleh buku-buku, jurnal dan referensi lainnya yang mendukung kajian tersebut. Selanjutnya data tersebut dianalisis secara kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab tafsir Ma’any al-Qur’an karya al-Farra’ menggunakan metode analisis tahlili. Adapun konstruksi penafsiran ayat al-Qur’an dalam kitab tafsir Ma’any al-Qur’an karya al- Farra’ terkadang menafsirkan suatu ayat dengan ayat yang lain, terkadang mengemukakan suatu qira’at yang dijelaskan lengkap dengan sanadnya, terkadang menafsirkan ayat al-Qur’an dengan hadis Rasulullah saw, dan terkadang juga memfokuskan penafsiran kepada beberapa ayat atau bagian ayat al-Qur’an yang memiliki problematika i’rab. Adapun keunikan metode penafsiran Kitab Tafsir Ma’any al-Qur’an yaitu kecenderungan al-Farra’ dalam menafsirkan ayat-ayat yang musykil saja. Ternyata kitab ini belum memiliki pengaruh yang signifikan di kalangan masyarakat Indonesia.Implikasi penelitian ini diharapkan agar para pengkaji al-Qur’an dapat menjadikan tafsir al-Farra’ ini sebagai inspirasi dalam melakukan kajian al- Qur’an terutama dengan menggunakan pendekatan Linguistik-Semantik dan selanjutnya diintegrasikan dengan pendekatan kontemporer dalam rangka membumikan al-Qur’an bukan saja sebagai rujukan religius, sains dan lainnya. Namun sebagai pedoman hidup ummat manusia agar selamat di dunia dan bahagia di akhirat.Kata Kunci: Kitab Tafsir Ma’any al-Qur’an, Al-Farra’, Pengaruhnya di Indonesia ملخّصهذا البحث يعرض عن مسائل نظام تفسير معاني القرأن للفراء, و فريدة من نوع منهجه في تفسيره. و أثر الفراء في تطور التفسير في إندونيسيا. يهدف هذا البحث  لبيان تفسير الفراء في كتابه معاني القرآن ليعرف فريدة نوع منهجه في تفسيره معان القرأن وليعرف تأثير الفراء في تطور الفسير في أندونيسيا.أما هذا البحث فهوالبحث المكتبي والتحليل القيمي, وأما معلوماته من كتاب الفراء يعني كتاب معاني القرآن وهو مصدر رئيسي .ويعضد الكتب الأخرى, والمصدر الآخر, ثم تلك المعلومات تحلل بالقيمي.أما نتيجة البحث تشير إلى أن كتاب تفسير معاني القرآن للفراء يستخدم المنهج التحليلي, وأما نظام تفسير آيات القرآن في كتاب تفسير معاني القرآن للفراء أحيانا يفسر الآية بآية أخرى, وأحيانا يظهر شيئ من القراءات كاملا بإسناده. وأحيانا يفسر آية القرآن بأحاديث الرسول صلي الله عليه وسلم, وأحيانا يركزالتفسير في بعض الآيات أو الآيات التي لها مشاكل في الإعراب. وأما فريدة الوحيدة في تفسير معاني القرآن هو مائل الفرآء في تفسير الآيات التي لها مشاكل فقط. وفي الحقيقة هذا الكتاب لم يتأثر على المغزي في أندونيسيا.وأما تأثير هذا البحث يرجى لباحثي القرآن ليجعلوا تفسير الفراء إلهاما أو وحيا في بحث القرآن خاصة بمقاربة الدلائل ثم بمقاربة المعاصرة, بغرض مؤرض القرآن ليس فقط لأجل مرجع الديني وعلم أو الآخر، بل لأجل القواعد الإرشادية لحياة الأمة الإنسانية لكي سلامة في الدنيا والآخرة. 
MOTIVASI KERJA PUSTAKAWAN LULUSAN NON ILMU PERPUSTAKAAN DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN TAKALAR Ayu Trysnawati; Alda Asmiranda
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.26104

Abstract

Abstract This article examines the work motivation of non-library science graduate librarians at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar. The purpose of this study is to determine the factors that drive the work motivation of non-library science graduate librarians and to find out the obstacles faced by non-library science graduate librarians at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar in increasing work motivation. The type of research used is descriptive with qualitative methods. The results showed that the motivating factors for librarian motivation in working at the Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar were salary, job security, social conditions, awards and opportunities to work. While the obstacles faced by non-library science graduate librarians in increasing work motivation are obstacles to dealing with users, obstacles to working as a librarian, obstacles to technology, and constraints to library collections. Abstrak Artikel penelitian ini mengkaji tentang motivasi kerja pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor yang mendorong motivasi kerja pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan dan mengeahui kendala yang dihadapi pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan Di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar dalam meningkatkan motivasi kerja. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor pendorong motivasi pustakawan dalam bekerja di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Takalar yaitu adanya gaji, keamanan kerja, kondisi sosial,penghargaan dan kesempatan untuk bekerja. Sedangkan kendala yang dihadapi pustakawan lulusan non ilmu perpustakaan dalam meningkatkan motivasi kerja adalah kendala menghadapi pemustaka, kendala bekerja sebagai seorang pustakawan, kendala terhadap teknologi, dan kendala terhadap koleksi perpustakaan. Hartono. 2015. Dasar-dasar Manajemen Perpustakaan Dari Masa ke Masa. UIN Maliki Press. Karmidi Martoatmodjo. 2006. Materi Pokok Pelayanan Bahan Pustaka, Jakarta: Universitas Terbuka Suwarno, Wiji. 2007. Dasar-dasar Ilmu Perpustakaan: Sebuah pendekatan Praktis. Yogyakarta: Ar-Ruzz. Sutarno, NS. 2004. Manajemen Perpustakaan: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:Sagung Seto. Sulistyo-Basuki. 2006. .Metode Penelitian. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R & D. Bandung: Alfabeta. Undang-undang Republik Indonesia Nomor .43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan: Jakarta.
MUQADDIMAH IBNU KHALDUN: STUDY OF ISLAMIC HISTORIOGRAPHY: Historiografi Islam Ahmad Habib Akramullah Abd. Rahim; Susmihara; Ahmad Yani
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.34427

Abstract

The full name of an Ibn Khaldun is Abd al-Rahman bin Muhammad bin Mohammad bin Hasan bin Jabar bin Mohammad bin Ibrahim bin Abd al-Rahman bin Khaldun. Then he was born in the area of Tunisia, a region in North Africa, around 732 H or 1332 AD, he was a family of migrants from the Andalusian region, a region in Southern Spain, who now moved to the Tunisian area around the middle of the VII century H. The origin of a family The real Ibnu Khaldun was from the Hadramaut area, in the southern Yemen region. Ibnu Khaldun started his education at the age of 18 between 1332 and 1350 AD. As was the case with the Muslims at that time, Ibnu Khaldun's father was the first teacher figure who had taught him traditionally the basic values of Islam. During his stay in the Tunisian area until 751 H, Ibn Khaldun was very diligent in studying and reading and he attended the assembly of his teacher, Muhammad Ibrahim Al-Abili, every time. At that time, Ibnu Khaldun was already 20 years old. And at that time Ibn Khaldun was summoned by Abu Muhammad Ibn Tarafkin, one of the rulers who was in the Tunisian area, to assume the position of secretary to the ruler of Sultan Abu Ishaq Ibnu Abu Yahya Al-Hafsi. Ibnu Khaldun is one of the political activists and thinkers who was born in the Tunisa area in 1332 and he died in Egypt in 1406. Before he died he had spent much of his life in political struggles and adventures in various forms, at different times and at different times. the world in which he lives. Apart from being a political activist, he is also an expert thinker and is very observant of the knowledge he has and he is a very sharp analyst. He wrote down the results of his observations in a book consisting of several volumes on history, a book he called "Ibar" which is a book that is a role model that humans can take from history. The first part of the book he called "Muqaddimah", which means "Introduction". The works can be seen from the title Al-Ibar wa Diwan Al-Mubtada wa Al-Khabar fi, Ayyam Al-Arab wa al-Ajam wa Al-Barbar, wa Man Asharahum min Dzawi Al-Sulthan Al-Akbar, and consists of several volumes.
PENGENALAN PERMAINAN TRADISIONAL DI PESANTREN MATAHARI DESA MANGEMPANG KECAMATAN MONCONGLOE KABUPATEN MAROS Muh. Zulkifli; Muhammad Arwan; Lonny Viona D.; Dien Fitri Awalia; Ummul Fadilah
Al-Hikmah Journal for Religious Studies Vol 23 No 2 (2021): December
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/al-hikmah.v23i2.39174

Abstract

Abstract Traditional game is a game that is played simply, which contains noble values originating from its predecessors. Dexterity is a mandatory skill in playing traditional games, because in general traditional games are carried out outdoors or in open fields which require body movements from the players. Therefore, there is a need for a movement to preserve traditional games for the younger generation, seeing that currently children and adolescents prefer games that are accessed virtually which results in laziness in moving and social interaction among the younger generation. Keywords: Traditional Games, Younger Generation, Social Interaction Abstrak Permainan tradisional merupakan sebuah permainan yang dimainkan dengan sederhana, permainan tradisional ada yang menggunakan alat dan ada pula yang tidak memerlukan alat dalam memainkannya, permainan tradisional mengandung nilai-nilai luhur yang bersumber dari para pendahulu. Ketangkasan adalah merupakan keahlian wajib dalam memainkan permainan tradisional, karena pada umumnya permainan tradisional di laksanakan pada luar ruangan atau lapangan terbuka yang memerlukan gerakan tubuh dari para pemainnya. Oleh karena itu, perlu gerakan pelestarian terhadap permainan tradisional kepada generasi muda, melihat pada saat ini anak-anak beserta remaja lebih menyenangi permainan yang di akses secara virtual yang mengakibatkan kemalasan dalam bergerak dan berinteraksi sosial di kalangan generasi muda. Kata Kunci: Permainan Tradisional, Generasi Muda, Interaksi Sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 5