cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal AgroBiogen
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 19071094     EISSN : 25491547     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal AgroBiogen memuat artikel primer dan sekunder hasil penelitian bioteknologi dan sumberdaya genetik tanaman, serangga, dan mikroba pertanian. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun pada bulan April, Agustus dan Oktober oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Virulensi Wereng Batang Cokelat (Nilaparvata lugens Stål) dan Strategi Pengelolaannya Chaerani Chaerani
Jurnal AgroBiogen Vol 13, No 1 (2017): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v13n1.2017.p53-66

Abstract

Wereng batang cokelat (WBC) timbul menjadi hama utama padi di Asia sebagai dampak revolusi hijau. Ledakan populasi WBC didukung oleh perilaku WBC yang monofagus pada padi, keperidian tinggi, dan kemampuan migrasi jarak jauh. WBC bersifat labil dalam virulensi dan mampu beradaptasi pada varietas tahan. Penggunaan istilah ‘biotipe’ untuk pengelompokan virulensi WBC masih diperdebatkan karena adanya variasi virulensi dan genetik antarindividu dalam satu biotipe. Makalah tinjauan ini membahas aspek strategi hidup dan makan, biokimia, interaksi dengan endosimbion, dan genetik WBC untuk mengetahui basis adaptasi virulensi WBC sehingga dapat digunakan dalam perbaikan strategi pengelolaan hama ini. Pada level molekuler, virulensi ditandai dengan peningkatan profil ekspresi gen-gen yang berkaitan dengan detoksifikasi senyawa alelokemik tanaman; metabolisme lipid, karbohidrat, asam amino, dan nitrogen; jalur lintas penyinalan respons pertahanan, respons terhadap cekaman, dan respons kekebalan. Penelitian genomik mengungkap interaksi komplementer antara WBC dan mikroorganisme endosimbion, tetapi percobaan menggunakan WBC aposimbiotik menunjukkan bahwa kepadatan endosimbion tidak selalu berkorelasi positif dengan virulensi WBC. Bertolak belakang dengan hasil-hasil penelitian sebelum-nya, pemetaan genetik gen virulensi menggunakan tetua inbred menunjukkan bahwa virulensi WBC dikendalikan secara monogenik sehingga hubungan gene-for-gene antara WBC dengan tanaman padi berlaku. Strategi penanaman varietas tahan untuk mengantisipasi adaptasi virulensi WBC seiring dengan dinamika varietas padi yang ditanam di lapangan dibahas dalam makalah ini.
Embriogenesis Somatik Mangga Varietas Madu dengan Eksplan Nuselar Yati Supriati; Mia Kosmiatin; Ali Husni; Karsinah Karsinah
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p45-50

Abstract

Perbanyakan bibit mangga umumnya dilakukan melalui teknik sambung pucuk agar laju pertumbuhan dan panen lebih cepat.  Varietas mangga madu sering digunakan sebagai batang bawah karena selain memiliki sifat perakaran yang kuat dalam menopang bagian atas, juga mempunyai daya gabung yang baik  dengan varietas mangga yang lain. Kendala yang dihadapi adalah rendahnya ketersediaan batang bawah mangga  Madu,  karena pohon induk yang ada  selain sudah tua, jumlahnya sangat terbatas.  Mikropropagasi tanaman melalui embriogenesis somatik diharapkan dapat membantu perbanyakan batang bawah Madu secara cepat, seragam dan dalam jumlah tak terbatas.  Penelitian berlangsung dari bulan januari sampai dengan November 2015, di Laboratorium Kultur Jaringan BB Biogen. Tujuan penelitian ini  adalah untuk mendapatkan metode terbaik dalam memproduksi kalus dan tunas in vitro sebagai bahan pembentuk planlet.  Percobaan terdiri dari 2 kegiatan yaitu 1)  Penghambatan oksidasi fenol pada eksplan mangga Madu,  dan 2) Induksi pembentukan kalus embriogenik dari jaringan nuselar.  Percobaan disusun berdasarkan Rancangan Acak Lengkap dengan enam ulangan. Parameter yang diamati untuk kegiatan pertama yaitu saat terjadi pencoklatan, intensitas pencoklatan,  dan persentase eksplan mati. Untuk kegiatan kedua, parameter yang diamati adalah waktu inisiasi kalus, persentase eksplan membentuk kalus, tipe kalus (embriogenik dan non embriogenik), bobot kalus, dan  jumlah embrio somatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a).  Dari empat perlakuan yang diuji, ternyata perendaman dengan Potasium nitrat 0.125% selama 1 menit, lalu ditanam pada media MS yang diberi Arang aktif 0.3% merupakan perlakuan yang terbaik untuk membantu pengurangi oksidasi phenol. Induksi kalus dengan menggunakan eksplan nuselar  menunjukkan persentase eksplan menjadi kalus mencapai 50% persen, pada media MS yang diberi Thidiazuron 0.4 mg/l.   Induksi kalus  mulai terjadi pada minggu ke 3-6 setelah tanam.  Formulasi yang terbaik untuk pertumbuhan kalus adalah    media 1/2MS yang ditambah  kombinasi  BAP 2mg/l dan 2,4D 1mg/ dan diberi AgNO3 3mg/l serta arang aktif 0.3%. Struktur kalus lebih banyak bersifat remah dan berwarna putih. Dari perkembangan kalus, terbentuk struktur embrio somatik globular, hati, torpedo sampai kecambah. 
Front Matter JA Vol 12 No 1 Jurnal Agrobiogen
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 1 (2016): Juni
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n1.2016.p%p

Abstract

Back Matter JA Vol 13 No 2 Jurnal Agrobiogen
Jurnal AgroBiogen Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v13n2.2017.p%p

Abstract

Potensi Quorum Quencher Bakteri Filosfer dan Rizosfer terhadap Dickeya dadantii Taruna D. Satwika; Iman Rusmana; Alina Akhdiya
Jurnal AgroBiogen Vol 13, No 2 (2017): Desember
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v13n2.2017.p101-110

Abstract

Ekspresi gen-gen virulensi pada Dickeya dadantii diatur oleh proses quorum sensing menggunakan asil-homoserin lakton (AHL) sebagai molekul sinyal. Patogenisitas bakteri tersebut dapat dihambat oleh aktivitas quorum quenching (QQ) bakteribakteri penghasil AHL-laktonase. Tujuan penelitian ini adalah mengisolasi dan mengarakterisasi bakteri penghasil AHLlaktonase asal rizosfer dan filosfer yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai quorum quencher untuk D. dadantii. Isolasi bakteri dilakukan dari sampel daun dan sampel tanah rizosfer beberapa komoditas tanaman asal Sukabumi, Tegal, Kupang, dan Wonosobo. Sebanyak 8 dari 79 isolat bakteri yang diperoleh menunjukkan aktivitas QQ terhadap bioindikator Chromobacterium violaceum. Bioasai respons hipersensitif (hypersensitive response) yang dilakukan pada tanaman tembakaumenunjukkan enam (KT2, KT9, KT10, KUT1, TKF2, and WKF3) dari delapan isolat tersebut tidak menimbulkan respons hipersensitif. Keenam isolat tersebut mampu menekan virulensi D. dadantii pada umbi kentang. Sekuen 16S rRNA enam isolat tersebut memiliki kemiripan tertinggi dengan Bacillus cereus, B. aryabhattai, B. acidiceler, dan Micrococcus aloeverae. B. cereus KT9 and B. aryabhattai TKF2 terdeteksi memiliki gen penyandi AHL-laktonase (aiiA). Ini merupakan laporan yang pertama tentang aktivitas QQ pada spesies M. aloeverae, B. aryabhattai, and B. acidiceler. Keberadaan gen aiiA pada B.aryabhattai juga belum pernah dilaporkan sebelumnya. Penelitian ini memberikan informasi baru tentang aktivitas QQ ketiga isolat tersebut dan potensinya sebagai quorum quencher untuk D. dadantii.
Back Matter JA Vol 12 No 2 Jurnal Agrobiogen
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n2.2016.p%p

Abstract

Kekerabatan Beberapa Aksesi Padi Lokal Tahan Hama Penyakit Berdasarkan Analisis Polimorfisme Marka SSR Wage R. Rohaeni; Untung Susanto; Nani Yunani; N. Usyati
Jurnal AgroBiogen Vol 12, No 2 (2016): Desember
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v12n2.2016.p81-90

Abstract

Kegiatan karakterisasi secara genotipik merupakan salah satu sub kegiatan penting dalam pengelolaan plasma nutfah. Filogeni atau pohon kekerabatan berdasarkan data genotipik lebih mampu memperlihatkan berapa jarak genetik antar plasma nutfah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Filogeni dan jarak genetik antar plasma nutfah padi lokal unggul koleksi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.  Penelitian dilakukan pada bulan April – Desember 2015 di Laboratorium DNA Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Materi genetik yang digunakan adalah 15 padi lokal unggul dan varietas Ciherang yang merupakan varietas popular dilibatkan dalam penelitian sebagai kontrol. Analisa molekuler yang digunakan adalah analisa mikrosatelit SSR (simple sequence repeat) dengan jumlah marka SSR sebanyak 18. Hasil penelitian menunjukkan terbentuk 3 kelompok/cluster besar pada pylogeni yang terbentuk. Cluster 1 terdiri dari genotype: Gadis Langsat, Kebo, Bandang sigadis, Ciherang, Jawa sleman, Marahmay, Takong, Ampek panjang, Benoraja, dan Siawak. Cluster 2 terdiri dari: Ase balucung, Ase bukne, Jadul, Pare lotong, dan Pare pulu. Cluster 3 terdiri dari varietas lokal Kapas. Jarak genetik paling jauh dimiliki antara Pare pulu dan Ampek panjang dengan koefisien jarak genetik 2.054. kekerabatan paling dekat dimiliki antara Siawak dan Padi kuning dengan jarak genetik 0.089.
Genetic Diversity Analysis and F2 Population Development for Breeding of Long Juvenile Trait in Soybean Tasma, I Made; Yani, N. P. Mega Gena; Purwaningdyah, Rosliana; Satyawan, Dani; Nugroho, Kristianto; Lestari, Puji; Trijatmiko, Kurniawan R.; Mastur, Mastur
Jurnal AgroBiogen Vol 14, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v14n1.2018.p11-22

Abstract

Genetic diversity analysis using molecular markers is an important step for selecting appropriate parents in a soybean breeding program. The aims of this study were to (1) analyze genetic diversity of 29 soybean genotypes assessed with 27 SSR markers for selecting appropriate parents and (2) develop F2 populations to be used for breeding long juvenile (LJ) trait in soybean tobe cultivated in short photoperiod condition. The soybean genotypes used consisted of 11 Indonesian soybean genotypes and 18 genotypes introduced from the USA. F2 populations were developed by crossing Grobogan with three introduced genotypes carrying LJ character. The PIC values of the 27 SSR markers ranged from 0.87 to 0.96. Cluster analysis resulted in three mainclusters at coefficient similarity of 0.76. The five LJ introduced accessions and the nine Indonesian genotypes showed high genetic distances and are useful as parent pairs for developing breeding populations. The F1 progeny phenotypicperformances of the cross far exceeded the performaces of both parents. Three F2 populations were developed by crossing the distantly related soybean genotypes. The F2 populations were verified by using SSR markers and it was found that they segregated in a 1:2:1 ratio confirming the segregation ratio of codominant SSR markers. The F2 populations should be useful for breeding LJ characters to improve soybean productivity in low latitude tropical countries such as Indonesia, which has day length of approximately 12 h all year round.
Construction and Transformation of OsERA1 Gene into Expression Vector and Response of Nipponbare-OsERA1 Transgenic Rice to Drought Stress Tri Joko Santoso; Aniversari Apriana Apriana; Atmitri Sisharmini Sisharmini; Kurniawan Rudi Trijatmiko
Jurnal AgroBiogen Vol 14, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v14n1.2018.p23-36

Abstract

Drought stress is a major constrain which could influence rice productivity. Enhanced Response to ABA1 (ERA1) gene encoding a β-subunit farnesyltransferase enzyme plays a role to control sensitivity of the guard cells to abscisic acid (ABA), hence regulating drought stress response in plant species including rice. This study aimed to clone the OsERA1 gene into expression vector, introduce it into rice plant, and confirm the positive OsERA1-rice plants conferring drought tolerance. This study was initiated by isolation of the OsERA1 gene from rice cDNAs and cloned it to an expression vector cassette, pCAMBIA1301. The cassette harboring OsERA1 gene was introduced into rice plant cv. Nipponbare mediated by Agrobacterium tumefaciens strain LBA4404.Putative transgenic lines were detected using PCR and Southern blot analyses to confirm the inserted transgene and the positive lines were assayed their tolerance to drought. The OsERA1 gene was successfully isolated and constructed into expression vector to generate pCAMBIA1301-OsERA1. Introduction of the gene into Nipponbare has produced nine putative transgenic rice lines, of which, six lines harbored OsERA1 gene. Southern blot analysis of sixteen T2 plants from two PCR-positive transgenic lines revealed1–3 copies of transgene were integrated into rice genome of transgenic lines. Five transgenic lines of Nipponbare-OsERA1 showed better response to drought at vegetative phase compared to control in term of recovery ability. At generative phase, the five transgenic lines yielded less unfilled grains compared to control. Overall, the transgenic lines obtained from this study could bepotential candidates for developing rice varieties tolerant to drought. 
Characterization of Profenofos Degrading Bacteria Alina Akhdiya; Wartono Wartono; Eman Sulaeman; I Made Samudra
Jurnal AgroBiogen Vol 14, No 1 (2018): June
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jbio.v14n1.2018.p37-46

Abstract

Bioremediation is an inexpensive, easy, and safe technology to rehabilitate agricultural land which is highly polluted with pesticides. The aims of this study were to isolate and characterize profenofos degrading bacteria isolated from Pangalengan soils. The isolation step was carried out by using spread plate method on Nitrate Mineral Salts (NMS) medium containing 100 ppm profenofos. The isolates were selected based on hypersensitive response (HR) and hemolytic test, and ability of the isolates to use and degrade profenofos. The selected isolates were characterized based on the sequence of 16 rRNA and detection of the α and β subunits of terminal deoxygenase and naphtalene dioxygenase encoded genes. Three isolates (CN26, CN44, and CN86), which could use profenofos as the exclusive C source, could degrade more than 86.75% profenofos containing growth medium. Based on the 16S rRNA sequences, the three isolates were closely related to Stenotrophomonas maltophilia (99%), Comamonas terrigena (99%), and Pseudomonas sp. (80%). Pseudomonas CN44 consistenly showed high profenofos degradation activity of up to 91.2% when grown on NMS medium (pH 6.8) for 72 hours. β subunit dioxygenase encoding gene of the isolates were detected using primers Rf2-F/Rf2-R, but optimation of PCR is still needed to detect the α subunit of the gene. Naphtalene dioxygenase gene was detected only from Pseudomonas CN44 using the primer pair 301f/1099r. Based on its biodegradation capability and molecular characteristics, Pseudomonas CN44 is very potential to be developed as a bioremediating agent of profenofos.