cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Abstrak Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode Peramalan Produksi Teh Berdasarkan Luas Areal Tanam Tahun Sebelumnya Achmad Imron Rosyadi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n2.1984.18-23

Abstract

IndonesianPeramalan produksi di masa mendatang adalah sangat penting, sehubungan dengan perencanaan pembiayaan, pendapatan, pemasaran dan sebagainya. Tulisan ini mengajukan suatu metode peramalan berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi seperti luas areal, iklim, jenis klon, tingkat kesuburan tanah, pemangkasan dan kegiatan perluasan/peremajaan dengan beberapa asumsi tertentu. Penerapan metode ini secara matematik telah dicobakan untuk meramalkan produksi teh. Hasilnya produksi teh Indonesia akan naik 0.96 persen per tahun dalam periode 1981-85. Pada periode yang sama diramalkan produksi teh rakyat, swasta dan PN/PT masing-masing naik 3.18 persen; 2.16 persen dan -0.32 persen.
Indeks Judul, Penulis, dan Subjek nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor-Faktor yang Memengaruhi Peran Komunikasi Kelompok Tani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Upaya Khusus (Padi, Jagung, dan Kedelai) di Jawa Timur Cut Rabiatul Adawiyah; nFN Sumardjo; Eko S. Mulyani
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.151-170

Abstract

EnglishThe government commits to achieve food sovereignty and self-sufficiency, especially those of rice, corn, and soybean (Pajale) in 2017, 2018, and 2019, respectively. One of the problems is low speed of technological innovation adoption at farm level because of extension workers and farmer group’s communication is not dynamic. This study aims to analyze factors influencing technological innovation adoption of the Rice, Corn and Soybean Special Effort (Upsus Pajale) activities and roles of farmer group communication on technology adoption in Upsus Pajale activities. The research was conducted in Malang Regency, East Java Province. Primary data were collected using questionnaires from 90 respondents. Qualitative data were collected through in-depth interviews with key informants and direct observation. Primary data were analyzed using descriptive statistics and a logistic regression model. The results showed that factors influencing technological innovation adoption in Upsus Pajale activities in Malang Regency were farmers’age, nonformal education, land holding size, mass media, farmers’ assistants, and the farmer group communication. Factors influencing the roles of farmer group communication were farmers’age, the size of controlled arable land, cosmopolity level, non-formal education, mass media, and farmers’ companion.IndonesianPemerintah saat ini telah berkomitmen untuk mewujudkan kedaulatan pangan serta swasembada pangan, terutama komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) yang ditargetkan terwujud berturut-turut pada tahun 2017, 2018, dan 2019. Salah satu permasalahannya adalah kecepatan adopsi inovasi teknologi di tingkat petani masih rendah karena peran komunikasi penyuluh dan kelompok tani masih belum dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap adopsi inovasi teknologi pada kegiatan upaya khusus (Upsus) Pajale dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peran komunikasi kelompok tani terhadap adopsi inovasi teknologi dalam kegiatan Upsus Pajale. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner dengan responden sebanyak 90 orang dan didukung oleh data kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap beberapa informan kunci dan observasi langsung. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensia regresi model logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi adopsi inovasi teknologi pada kegiatan Upsus Pajale di Kabupaten Malang adalah umur petani, pendidikan nonformal, luas lahan yang dikuasai, peran media informasi, peran pendamping, dan peran komunikasi kelompok tani. Faktor-faktor yang memengaruhi peran komunikasi kelompok tani adalah umur petani, luas lahan yang dikuasai, tingkat kekosmopolitan, pendidikan nonformal, peran media informasi, dan peran pendamping petani.
Bukan Resensi Buku nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dampak Faktor Eksternal terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Tebu Keprasan di Jawa Tengah Fadilla Ristya Aminda; Bonar Marulitua Sinaga; Anna Fariyanti
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.127-150

Abstract

EnglishCentral Java Province is one of sugarcane producing centers in Indonesia and Pati is one of sugarcane producing regencies in the province. A total of 5,905 households in Pati regency conduct sugarcane farming as their primary income source. However, sugarcane farmers deal withlimited capital to adopt productivity improving technologies. This study aimed to analyze factors influencing economic decisions of sugarcane farmers in allocating working hours, production, and household’s expenditure, as well as to analyze the impact of changes in input prices, output price, credit, and sugar level on sugarcane farmer household’s welfare in Central Java. Simultaneous equation models consisting of 21 structural equations and 22 identity equations were estimated using Two-Stage Least Squares (2SLS) method. The results showed that an increase in credit, sugar price, and sugar level could compensate increases in fertilizer price and labor wage and had positive impact on farmers’ welfare. Increases in fertilizer price and labor wage could be compensated through credit, sugar price, and sugar level enhancement. It is necessary that the Government increases sugar price and ensures farmers’ access to credit. It aims to encourage farmers to adopt technology through replanting (ratoon replacement) to improve sugarcane productivity and farmers’ welfare.IndonesianJawa Tengah merupakan salah satu sentra produksi tebu di Indonesia. Salah satu kabupaten sentra produksi tebu di Jawa Tengah adalah Pati. Sebanyak 5.905 rumah tangga petani tebu di Kabupaten Pati memiliki usaha tani tebu sebagai sumber pendapatan utama. Rumah tangga petani tebu dihadapkan pada masalah keterbatasan modal sehingga kemampuan adopsi teknologi rendah dan budi daya tidak optimal. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan ekonomi rumah tangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi, dan pengeluaran rumah tangga, serta dampak perubahan harga input, harga ouptut, kredit, dan rendemen terhadap kesejahteraan rumah tangga petani tebu. Penelitian menggunakan data cross section dengan jumlah sampel sebanyak 56 rumah tangga petani tebu. Model ekonomi rumah tangga petani dibangun sebagai sistem persamaan simultan yang terdiri dari 21 persamaan struktural dan 22 persamaan identitas, lalu diestimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan harga gula, jumlah kredit, dan rendemen gula berdampak positif terhadap kesejahteraan rumah tangga petani. Peningkatan harga pupuk dan upah tenaga kerja luar keluarga mampu dikompensasi dengan peningkatan jumlah kredit, harga gula, dan rendemen gula. Pemerintah sebaiknya meningkatkan harga patokan petani dan juga memperbesar jumlah kredit yang dapat diakses petani untuk mendorong adopsi teknologi dengan melakukan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rumah tangga.
Analisis Ordo Integrasi Beberapa Peubah Ekonomi Budiman Hutabarat; nFN Sumedi
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v19n2.2001.1-16

Abstract

EnglishCointegration analysis has drawn economists' attention in dealing time series data, but the validity of its results is subject to the integration property of variables being considered. The paper is an effort to investigate the order of integration of times series economic indicators that are important to agricultural sector. The research concludes that all variables analyzed fall into the group of integrated of order one, as their first-differenced transformations are all stationary. With this finding it is theoretically sound to formulate regression among related economic variables.IndonesianAnalisis kointegrasi telah semakin populer di kalangan analis ekonomi dalam menghadapi data deret waktu, tetapi kesahihan hasil-hasilnya dipengaruhi oleh sifat integrasi peubah yang di pertimbangkan. Makalah ini merupakan satu upaya untuk menyelidiki ordo integrasi indikator ekonomi yang ada kaitannya dengan sektor pertanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa semua peubah yang dianalisis termasuk dalam kelompok berordo integrasi satu, karena semua transformasi, beda pertamanya bersifat stasioner. Dengan penemuan ini, secara teoritis dapatlah dirumuskan regresi antara peubah ekonomi yang berkaitan.
Externalities Inclusion Into Production Cost of System of Rice Intensification Mohamad Maulana
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n1.2016.17-33

Abstract

IndonesiaUsaha tani padi menghasilkan eksternalitas lingkungan yang bersifat negatif. Eksternalitas tersebut merupakan biaya dan tidak dihitung dengan harga pasar sehingga nilai ekonominya tidak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung dan memasukkan biaya eksternalitas negatif tersebut ke dalam biaya produksi usaha tani System of Rice Intensification (SRI) yang berbasis penerapan usaha tani padi organik. Jenis-jenis eksternalitas negatif yang diukur dalam riset ini meliputi CH4, N2O, SO2, NOx, dan PM10. Dalam riset ini digunakan metode Life Cycle Analysis (LCA) dan pendekatan biaya kerusakan yang ditimbulkan oleh polutan serta konsep biaya sosial. Riset dilakukan di Desa Dlingo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Hasil riset menunjukkan bahwa biaya produksi 1 kg GKP adalah Rp1.529/kg. Dengan biaya kerusakan yang dihitung dan dimasukkan ke dalam biaya produksi mencapai Rp9/kg, maka biaya sosial memproduksi 1 kg GKP adalah Rp1.539/kg atau Rp9,60 juta/ha/musim. Keuntungan bersih setelah memasukkan biaya eksternalitas yang diperoleh petani SRI mencapai Rp18,04 juta/ha/musim. Dengan menggunakan target perluasan wilayah SRI pada tahun 2015 sebesar 200.000 ha, maka pemerintah dapat memperoleh keuntungan Rp44,51 miliar.EnglishRice production process generates negative environmental externalities. These externalities are considered as a cost and not accounted by market price such that its economic externalities value is unknown. This study aims to calculate and to internalize negative externalities costs into production costs of the System of Rice Intensification as a rice production process based on organic practices. The quantities of externalities measured in this research are CH4, N2O, SO2, NOx, and PM10. This research uses a Life Cycle Analysis (LCA), a damage cost approach, and a social costs concept. This research was conducted in Dlingo Village, Boyolali Regency, Central Java Province. The results show that the private cost per kg of unhulled rice was Rp1,529 and damage cost was Rp9/kg. Social costs of producing 1 kg of unhulled rice was Rp1,539 or Rp9.60 million/ha/season. SRI’s farmers received net social benefit of Rp18.04 million/ha/season. Considering that the target of extended area for SRI in 2015 was 200,000 ha, government could receive environmental benefits of Rp44.51 billion.
Skala Usaha pada Perkebunan Kelapa Sawit dan Implikasinya terhadap Pengembangan Perkebunan Rakyat Bungaran Saragih
Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v2n1.1982.56-62

Abstract

IndonesianInformasi mengenai keadaan skala usaha penting untuk pengambilan keputusan dan perumusan kebijaksanaan tetapi jumlahnya masih sedikit. Tulisan ini bertujuan menyajikan keadaan skala usaha perkebunan kelapa sawit di Sumatera Bagian Utara dengan menggunakan fungsi keuntungan sebagai alat analisa. Berdasarkan penelitian data yang tersedia perkebunan kelapa sawit di daerah ini ternyata dalam keadaan skala usaha dengan hasil bertambah. Tulisan ini juga menyodorkan implikasi dari hasil penelitian.
Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia Reni Kustiari
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.77-87

Abstract

EnglishShallot is the main spice widely used in the Indonesian food cooking and servings that makes its demand continues increasing although its price highly fluctuates. This study is intended to analyze price behavior and shallot market integration in Indonesia. This study uses monthly producer and consumer prices data for 2011-2016. The price fluctuation was analyzed with the coefficient of variation. The market integration was analyzed with Johansen's cointegration approach using the Vector Error Correction Model (VECM). The study shows that both producer and consumer prices fluctuations increase after the introduction of Horticultural Product Import Recommendation policy. The Engle-Granger causality test shows that there is no causal relationship between the consumer and producer price of the shallot in Indonesia. The market power and market failure are attributed to the absence of causality. The results of forecast errors variance decomposition analysis indicate that the market in Central Java is the dominant market and can be used as a reference market in predicting the dynamics of consumers’ shallot price in Indonesia. Managing shallot production level and amount of shallot supplies in the Central Java markets is the keys for ensuring shallot price stability at national level.IndonesianBawang merah merupakan bumbu masak yang utama bagi masyarakat Indonesia sehingga permintaan bawang merah meningkat terus, walaupun harganya berfluktuasi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis perilaku harga dan integrasi pasar bawang merah di Indonesia. Studi ini menggunakan data harga produsen dan harga konsumen bulanan tahun 2011–2016. Fluktuasi harga dianalisis dengan koefisien variasi. Integrasi pasar bawang merah dianalisis dengan pendekatan kointegrasi Johansen menggunakan Vector Error Correction Model (VECM). Penelitian menunjukkan bahwa fluktuasi harga produsen dan harga konsumen meningkat sesudah kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura diberlakukan. Uji kausalitas Engle-Granger menunjukkan bahwa antara harga konsumen dan harga produsen bawang merah di Indonesia tidak terdapat hubungan kausalitas. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya market power dan terjadinya kegagalan pasar. Analisis dekomposisi varian kesalahan menunjukkan bahwa pasar Jawa Tengah adalah pasar dominan dan dapat menjadi acuan memprakirakan dinamika harga konsumen bawang merah di Indonesia. Pengelolaan tingkat produksi dan jumlah pasokan bawang merah di pasar Jawa Tengah termasuk sebagai kunci dalam menjaga stabilitas harga bawang merah secara nasional.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue