cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Rice Farmers’ Perception And Attitude Toward Organic Farming Adoption nFN Ashari; Juwaidah Sharifuddin; Zainal Abidin Mohammed; Rika Terano
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n1.2016.35-46

Abstract

IndonesiaPada awal abad ke-21, gaya hidup "kembali ke alam" menjadi tren karena orang lebih sadar terhadap dampak negatif penggunaan input kimia pertanian. Fenomena ini menyebabkan konsumen, terutama yang berpenghasilan menengah atas, untuk mengonsumsi makanan sehat. Hal ini menyiratkan bahwa pertanian organik memiliki prospek cukup baik di masa mendatang. Namun demikian, minat petani untuk menjalankan pertanian organik ternyata masih rendah yang ditandai dengan lambatnya adopsi. Review literatur mengungkapkan bahwa persepsi terhadap karakteristik inovasi memiliki kontribusi yang nyata terhadap perilaku adopsi. Tujuan utama penelitian adalah untuk menguji pengaruh persepsi petani, yaitu persepsi kegunaan teknologi, risiko, kepedulian lingkungan, dan sikap terhadap niat mereka untuk mengadopsi usaha tani padi organik. Penelitian ini melibatkan 600 petani padi sebagai responden di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Responden dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu petani semiorganik dan konvensional. Penggalian data dilakukan pada Mei–Agustus 2015 menggunakan kuesioner terstruktur. Penelitian menunjukkan bahwa persepsi tentang kegunaan teknologi, kepedulian lingkungan dan sikap berpengaruh positif dan nyata terhadap niat adopsi usaha tani padi organik, baik pada petani semiorganik maupun konvensional. Namun, persepsi terhadap risiko berpengaruh negatif dan nyata pada petani konvensional, tetapi tidak nyata untuk petani semiorganik. Disimpulkan bahwa persepsi dan sikap terbukti memiliki pengaruh yang signifikan terhadap niat adopsi. Oleh karena itu, untuk meningkatkan tingkat adopsi diperlukan upaya pemerintah untuk membangun persepsi dan sikap positif petani terhadap usaha tani organik. Petani juga membutuhkan dukungan dari beberapa pihak untuk mendorong mereka agar turut terlibat dalam praktik usaha tani organik.EnglishBack to nature lifestyle emerges as people were more aware against the adverse impacts of agro-chemical inputs in the early 21st century. This phenomenon has led the consumers, particularly for upper-middle income, to consume healthy foods. It implies that the organic farming has a good prospect in forthcoming years. However, the intention of farmer to practice organic farming is still low as indicated by slow rate of adoption. The literature review reveals that perception on innovation characteristics has a significant contribution on adoption behavior. Objective of this study is to examine the farmers’ perception, namely perceived usefulness, perceived risk, environmental concern, as well as attitude affecting their intention to adopt organic farming. This study involves 600 rice farmers as respondents in Sragen Regency, Central Java. The respondents were grouped into two categories namely semi-organic and conventional farmers. The data were collected through a structured questionnaire in May–August 2015. The results show that the perceived usefulness, environmental concern, and attitude positively and significantly affect intention to adopt rice organic farming from both of semi and conventional farmers. Meanwhile, the perceived risk influences negatively on intention to adopt organic rice farming merely for conventional farmers. It is concluded that the perceptions and attitude have significant effect on intention. Therefore, efforts should be undertaken to raise positive farmers’ perception and attitude. Farmers also need supports from several parties to encourage them to involve in organic rice farming.
Efisiensi Pemanfaatan Sumberdaya Domestik dalam Usaha Sapi Perah di Jawa Barat I Wayan Rusastra; Yusmichad Yusdja
Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v2n1.1982.63-81

Abstract

IndonesianAnalisa ekonomi tentang eflsiensi pemanfaatan sumberdaya domestik dengan alat Analisa DRC (Domestic Resource Cost) menunjukkan bahwa pada tingkat produktivitas yang lebih rendah dari yang dicapai saat ini, menyebabkan pola perusahaan dan pola peternak tidak eflsien seandainya harga susu di pasaran internasional lebih rendah dari US$ 0,19 atau Rp 120/liter. Produktivitas 2750 liter/unit ternak/tahun kiranya mampu dicapai lewat pola rekomendasi yang diajukan. Pada tingkat produksi ini, pemenuhan permintaan susu dengan produksi dalam negeri tetap menguntungkan sekalipun harga susu di pasaran internasional turun menjadi US$ 0,13 atau Rp 80 per liter. Pada tingkat produksi pola rekomendasi dan tingkat produksi 2 750 liter/unit ternak/tahun, usaha persusuan dalam negeri tetap eflsien dalam pemanfaatan sumberdaya domestik, sekalipun harga daging dipasaran internasional turun menjadi US $0.64 atau Rp 400/kg berat hidup lebih rendah dari harga finansial yang besarnya Rp 1200/kg). Harga riil susu di dalam negeri yang cukup tinggi (Rp 220/liter) masih mampu ditekan dengan tetap memberikan keuntungan yang memadai kepada peternak. Bila tingkat produksi 2.750 liter/unit ternak/tahun mampu dicapai dengan pola rekomendasi, maka pada tingkat produktivitas itu, harga yang layak secara finansial adalah sekitar Rp 150/liter.
Indeks Judul, Penulis, dan Subjek nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tinjauan Buku "Peran Pertanian dalam Pembangunan Ekonomi Nasional" Nizwar Syafa'at
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indeks Judul, Penulis, dan Subjek nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.%p

Abstract

Impacts of Agricultural Incentives Policy on the Rural Economy of Indonesia Faisal Kasryno; Masdjidin Siregar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v7n1.1988.73-100

Abstract

IndonesianTujuan utama dari tulisan ini adalah untuk mempelajari berbagai dampak kebijakan insentif pertanian yang diambil pemerintah terhadap produksi, tenaga kerja, dan pendapatan masyarakat pedesaan dengan acuan khusus pada hasil penelitian Studi Dinamika Pedesaan. Keragaan yang cukup mengesankan dari sektor pertanian Indonesia selama sepuluh tahun terakhir terjadi karena kebijakan insentif pertanian yang dilaksanakan secara berdaya-guna baik ditinjau secara makro ekonomi maupun secara sektoral. Kebijakan insentif yang dicanangkan pemerintah dalam bidang pertanian telah mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan rumahtangga petani di pedesaan. Keadaan yang cukup menggembirakan dalam pendapatan rumahtangga pedesaan adalah kemampuannya mengurangi tingkat kemiskinan, dan mengubah struktur konsumsi pedesaan yang membuat bagian pengeluaran yang lebih banyak untuk jasa dan barang-barang tahan lama. Tenaga kerja bukan pertanian menjadi lebih penting sebagai perangsang utama untuk pertumbuhan pendapatan rumahtangga pedesaan khususnya rumahtangga berpendapatan rendah. Setelah pencapaian swasembada beras, arah kebijakan ditekankan pada usaha diversifikasi pertanian pada tingkat regional maupun nasional. Tulisan ini menyajikan deskripsi beberapa elemen penyesuaian dalam strategi pengembangan pertanian untuk sepuluh tahun mendatang.EnglishThe main objective of the paper is to examine the impacts of Government agricultural incentives policies on production, employment, and income of rural people with special references to the results of Rural Dynamic Study. The impressive performance of the Indonesian agricultural sector in the last decades was made possible by an effectively implemented set of agricultural incentive policies both macroeconomic and sectoral. Government incentive policies in agriculture have increased productivity and income of the rural households. A remarkable increase in rural households income has reduced proverty incident, and changed rural consumption structure towards into more portion of expenditure to the consumer durable goods and services. Non-agriculture employment become more important as the major stimulant to the income growth of the rural households especially for those in low income brackets. After the achievement of rice self sufficiency, there is strong policy direction for diversification of agriculture at both national and regional levels. Several elements of adjustment in agricultural development strategies for the next decade were described.
Analisis Kepuasan Petani terhadap Penggunaan Pupuk Organik pada Tanaman Padi I Gusti Made Gama; Rina Oktaviani; Amzul Rifin
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.105-122

Abstract

EnglishDemand for rice as Indonesian main food staple continues increasing along with the population growth. Currently, most of rice production is still supported by use of chemical fertilizers not environmentally friendly. Government through the Minister of Agriculture Regulation No. 40/2007 recommends organic fertilizer application to improve soil condition and fertility as well as to increase inorganic fertilizer efficiency. One of the organic fertilizers which has been widely applied by farmers is Beka-Pomi fertilizer, a package consisting of Beka decomposer and Pomi organic fertilizers. This research aims to analyze Beta-Pomi customers segmentation, customer satisfaction level, and the main factors affecting farmers’ satisfaction as the fertilizer users. Primary data were collected through random survey of 180 paddy farmers using the fertilizer in Central Java, West Kalimantan, and Lampung Provinces in February-June 2016. The data were analyzed using the descriptive, IPA, CHAID, and CSI methods. Results of analysis indicated that the fertilizer users were dominated by farmers of productive age group (76%), Jajar Legowo and Haston planting pattern (90%), with educational level from primary to secondary schools (91%), agriculture as side job (73%), and land tenure less than 1 hectare (61%). Most farmers satisfied with the Beka-Pomi fertilizer performance (CSI = 80.22%). The main determinants of the satisfaction were land area, planting pattern, educational level, product opinion, farmers’ activities, farmers’ interest, absence of side effects, ability to produce paddy above 10 tonnes/hectare and quick response from the officers. To increase Beka-Pomi sales, it is necessary to improve facilities and field officers’ qualities, decrease product price, and appreciate the farmers applying the fertilizer.  IndonesianKebutuhan beras sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia akan terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Sampai saat ini, sebagian besar produksi padi masih didukung oleh penggunaan pupuk kimia yang tidak ramah lingkungan. Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 40/2007 merekomendasikan penggunaan pupuk organik untuk memperbaiki kondisi dan kesuburan tanah, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk anorganik. Salah satu pupuk organik/hayati yang telah beredar di kalangan petani adalah pupuk Beka-Pomi yang merupakan paket pupuk hayati (decomposer) Beka dan organik Pomi untuk tanaman padi. Penelitian bertujuan menganalisis segmentasi, tingkat kepuasan, dan faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan petani sebagai konsumen pupuk. Data dikumpulkan melalui survei secara acak pada 180 petani padi yang telah menggunakan pupuk Beka-Pomi di Jawa Tengah, Kalimantan Barat, dan Lampung pada bulan Februari-Juni 2016. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif, IPA, CHAID, dan CSI. Penelitian menunjukkan bahwa pengguna pupuk Beka-Pomi didominasi oleh petani kelompok umur produktif (76%), pola tanam Jajar Legowo dan Haston (90%), tingkat pendidikan setingkat SD─SMA (91%), pekerjaan sampingan di bidang pertanian (73%), dan luas lahan kurang dari 1 ha (61%). Petani merasa sangat puas (CSI = 80,22%) pada kinerja pupuk Beka-Pomi. Kepuasan petani dipengaruhi luas lahan, pola tanam, pendidikan, opini produk, aktivitas petani, minat petani, tidak adanya efek samping, kemampuan menghasilkan padi di atas 10 ton/ha, dan respons cepat petugas. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan penjualan Beka-Pomi ialah meningkatkan fasilitas dan kualitas petugas lapangan, menurunkan harga produk, dan mengapresiasi petani pengguna.
Kebutuhan terhadap Penggunaan Traktor di Kabupaten Karawang Dihubungkan dengan Jadwal Irigasi Pantjar Simatupang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v1n1.1981.1-22

Abstract

IndonesianPerbedaan pendapat mengenai manfaat penggunaan traktor di satu pihak dan dampak penggunaannya terhadap kesempatan kerja bagi buruh tani di pihak lain, merupakan ajang diskusi yang cukup menarik akhir-akhir ini. Dalam studi ini ditelaah kebutuhan mengenai penggunaan traktor di daerah Karawang dengan asumsi bahwa para petani harus mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Panita Irigasi setempat. Pertama-tama dihitung berapa tenaga kerja yang tersedia di suatu wilayah, termasuk ternak. Kemudian dibuat model yang menggambarkan mobilitas tenaga kerja untuk pindah dari golongan yang satu ke golongan yang lain. Berdasarkan data itu dihitung, dengan menggunakan Rancangan Linier (Linear Programming), kebutuhan tenaga traktor di Karawang untuk masing-masing golongan irigasi. Ternyata bahwa tanpa traktor para petani tidak akan mampu menyelesaikan pengolahan tanah sesuai dengan jadwal. Karena itu untuk memungkinkan dilaksanakannya jadwal pengolahan tanah yang sesuai dengan jadwal irigasi, diperlukan tenaga traktor.
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract


Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue