cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGRO EKONOMI (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan. JAE diterbitkan oleh Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian dua nomor dalam setahun, terbit perdana pada Oktober 1981
Arjuna Subject : -
Articles 392 Documents
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan dan Kesempatan Kerja Buruh Migran di Mariuk dan Tambakdahan (Kabupaten Subang-Jawa Barat) Yusuf M. Colter
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v3n2.1984.45-68

Abstract

There is no available abstract from the Print Edition
Pengaruh Ekspor, Impor, dan Investasi terhadap Pertumbuhan Sektor Pertanian Indonesia nFN Suharjon; Sri Marwanti; Heru Irianto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n1.2017.49-65

Abstract

EnglishPromoting agricultural sector is important for improving Indonesia economic performance. The objectives of the research are to determine the effects of levels and shocks of agricultural export, import, and investment on the growth (GDP) of the Indonesian agriculture sector. The research was conducted using quarterly time series data from 2000–2015. Vector Auto Regression analysis method was applied in this study. The causality analysis shows that the agricultural export, import, and investment levels do not significantly affect the agricultural GDP growth, but the agricultural GDP growth does significantly affect the level of agricultural export, import, and investment. The impulse response analysis shows that the investment response to GDP growth shocks is higher than that of export and import responses. The variance of decomposition analysis shows that the contribution of exports to agricultural GDP growth are larger than the contribution of imports and investments. This study concludes that the absolute value of the agricultural sector export, import, and investment do not affect the sector GDP growth rate, but the agricultural sector GDP growth rate affect the absolute value of the sector export, import, and investment in Indonesia.IndonesianMendorong pertumbuhan sektor pertanian Indonesia adalah penting untuk peningkatan kinerja perekonomian Indonesia. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh besaran dan goncangan (shock) ekspor, impor, dan investasi sektor pertanian terhadap pertumbuhan (GDP) sektor pertanian Indonesia. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data time series triwulanan dari tahun 2000–2015. Penelitian menggunakan metode analisis Vector Auto Regression (VAR). Hasil analisis kausalitas menunjukkan bahwa ekspor, impor, dan investasi pertanian tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan PDB sektor pertanian, namun pertumbuhan PDB sektor pertanian berpengaruh nyata terhadap ekspor, impor, dan investasi pertanian. Hasil analisis impulse response menunjukkan bahwa respons investasi terhadap goncangan pertumbuhan PDB lebih besar dibandingkan respons besaran ekspor dan impor, Analisis variance decomposition menunjukkan kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan PDB lebih besar dibandingkan dengan kontribusi impor dan investasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa besaran absolut ekspor, impor, dan investasi pertanian tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan PDB sektor pertanian, namun pertumbuhan PDB sektor pertanian berpengaruh nyata terhadap besaran ekspor, impor, dan investasi pertanian di Indonesia.
Tinjauan Metode Penelitian "Mengakomodasikan Aspek Politik ke dalam Model: Kasus Hipotetis Pir Tebu" Wayan R. Susila
Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EnglishPublic interest or public good phenomena are generally technical in nature but political in perspective. On the other hand, political aspects of the phenomena are often ignored or inadequately captured in analyses (models). As a result, the recommendations of this kind of study will be characterized by either ineffective policy research or misguided policy implications. To overcome this problems, the model used in a analysis should able to explicitly incorporate political aspects of the phenomena in the model. In response to this need, a multy party-multy objective model using STEP method is discussed in this paper. The discussions cover the theoretical framework and the solution technique of the model. Moreover, the use of the model to determine various agreements or rule in sugar-cane development scheme is also demonstrated to give a more comprehensive feature of the model.IndonesiaFenomena yang berkaitan dengan kepentingan umum atau komoditas umum pada dasarnya adalah masalah teknis namun mempunyai perspektif politik. Di sisi lain, masalah politik dari fenomena tersebut sering diabaikan atau ditangkap secara tidak memadai dalam analisis. Sebagai akibatnya, rekomendasi yang dihasilkan oleh analisis ini akan dicirikan oleh rekomendasi kebijakan yang tidak efektif atau implikasi kebijakan yang salah arah. Untuk mengatasi masalah ini, model analisis yang digunakan harus secara eksplisit mampu mengakomodasikan aspek politik dalam model. Sejalan dengan kebutuhan tersebut, multi party-multi objective model dengan menggunakan metode STEP akan didiskusikan dalam tulisan ini. Diskusi tersebut akan mencakup kerangka berfikir serta teknik solusi model tersebut. Penggunaan model tersebut untuk menentukan beberapa kesepakatan atau aturan dalam pola pengembangan tebu juga ditujukan dalam tulisan ini guna memberi gambaran yang lebih lengkap mengenai model tersebut.
Keunggulan Komparatif dan Kinerja Ekspor Minyak Sawit Mentah Indonesia di Pasar Internasional agung prasetyo; Sri Marwanti; nFN Darsono
Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v35n2.2017.89-103

Abstract

EnglishThe average growth rate of Indonesia’s CPO  exports was 11.94% per year, far below those of Thailand, Malaysia, and Colombia with growth rates of 59.55%, 25.19%, and 20.35% per year respectively in the 2001–2015 period. That condition was worsened by higher tax enforcement on Indonesian CPO in EU countries in 2012 causing Indonesia shifted its exports to India, China, and Pakistan. This study aims to analyze comparative advantage of Indonesian CPO compared to Malaysia, Thailand, and Colombia using the Revealed Comparative Advantage (RCA) analysis. The study also analyzes Indonesia’s CPO export performance in the world markets, especially in India, China, Pakistan, and Netherlands compared to other CPO producers using the Constant Market Share (CMS) approach. RCA analysis showed that Indonesia, Malaysia, Colombia, and Thailand had comparative advantage on CPO. Thailand had the highest RCA index followed by Malaysia, Colombia, and Indonesia. CMS analysis indicated that Indonesia’s CPO export performance was poorer than Malaysia in terms of growth rate, market distribution, and competitiveness, but was better in product composition. Increasing comparative advantage requires synergic policies which include establishing preferential trade agreement, constructing CPO stocking terminals in major importing countries, improving distribution and increasing market penetration.IndonesianRata-rata laju pertumbuhan ekspor minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) Indonesia tahun 2001–2015 adalah 11,94% per tahun, jauh di bawah Thailand, Malaysia, dan Kolombia yang tumbuh masing-masing sebesar 59,55%, 25,19%, dan 20,35% per tahun. Kondisi ini diperburuk dengan pemberlakuan pajak tinggi atas CPO Indonesia di Uni Eropa pada tahun 2012 sehingga mendorong Indonesia mengalihkan fokus ekspor CPO ke India, China, dan Pakistan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keunggulan komparatif CPO Indonesia dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, dan Kolombia dengan menggunakan analisis Revealed Comparatif Advantage (RCA) dan mengetahui kinerja ekspor CPO Indonesia di pasar dunia terutama di India, China, Pakistan, dan Belanda dibandingkan produsen CPO lainnya dengan menggunakan pendekatan Constant Market Share (CMS). Analisis RCA menunjukan bahwa Indonesia, Malaysia, Kolombia, dan Thailand sama-sama memiliki keunggulan komparatif pada CPO. Thailand memiliki nilai indeks RCA tertinggi diikuti oleh Malaysia, Kolombia, dan Indonesia. Berdasarkan analisis CMS, kinerja ekspor CPO Indonesia lebih rendah dibandingkan Malaysia dalam aspek pertumbuhan, distribusi pasar, dan daya saing; tetapi lebih baik dalam aspek komposisi produk. Peningkatkan keunggulan komparatif CPO memerlukan kebijakan ekspor sinergis antara lain dengan mengadakan kesepakatan perdagangan preferensial, membangun fasilitas penampungan CPO di negara-negara importir utama, memperbaiki distribusi, dan meningkatkan penetrasi pasar.
Penilaian Kemampuan Penguasaan Teknologi Pengolahan pada Industri Teh Curah Indonesia Rohayati Suprihatini
Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v19n2.2001.36-55

Abstract

EnglishTechnology determines the competitive advantage of the national tea industry. In order to accelerate development of national made tea industry, a study on technology capability is necessary. The objectives of this study are (1) To assess processing technology capability; (2) To assess condition of technology component including technoware, humanware, infoware, and orgaware, and (3) To give alternative strategies to improve the processing technology capability. This survey was conducted on eight tea processing companies producing made tea. Non numeric multi-criteria multi-person analysis was used to determine level of technology capability. The research results show that processing technology capability in made tea industry remained low. To accelerate improvement of processing technology capability to medium level, the made tea industry requires improvement in innovation management. One of strategies to increase the innovation capability is creating and improving innovative work environments. The technology component condition namely technoware, humanware, infoware, and orgaware remained at medium level. Hence, it should be increased to higher level in order to improve technology capability. In terms of strategic management of improving the capability of technology, most of respondents (75%) selected continuous improvement as the best strategy. Therefore, the strategy should be treated as an action program of Indonesian Tea Association.IndonesianTeknologi merupakan faktor penentu dalam mencapai keunggulan bersaing pada industri teh nasional. Dalam rangka mempercepat pengembangan industri teh nasional, diperlukan suatu kajian yang bertujuan untuk (1) Menilai kemampuan penguasaan teknologi pengolahan, (2) Menilai kondisi komponen-komponen teknologi berupa technoware, hunanware, infoware, dan orgaware, dan (3) Mendapatkan alternatif strategi untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi. Survey dilakukan di delapan perusahaan yang memproduksi teh curah. Analisis non-numeric multi-criteria multi-person digunakan untuk menentukan tingkat kemampuan penguasaan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penguasaan teknologi pengolahan pada industri teh curah Indonesia masih berada pada tingkat kemampuan yang rendah. Untuk mempercepat peningkatan kemampuan penguasaan teknologi pengolahan ke tingkat medium perlu perbaikan dalam manajemen inovasi. Salah satu strategi untuk meningkatkan kemampuan inovasi adalah dengan menciptakan dan mengembangkan lingkungan kerja yang inovatif. Kecanggihan komponen-komponen teknologi yaitu technoware, humanware, infoware, dan orgaware masing-masing masih berada pada tingkat sedang (medium). Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi diperlukan peningkatan kecanggihan komponen-komponen teknologi tersebut ke tingkat tinggi. Sebagian besar responden (75%) memilih strategi peningkatan secara bertahap dan berkesinambungan sebagai strategi terbaik untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi. Oleh karena itu, strategi tersebut perlu dijadikan program kerja dari Asosiasi Teh lndonesia (ATl)
Analisis Volatilitas Harga dan Integrasi Pasar Kedelai Indonesia dengan Pasar Kedelai Dunia Ratna Anita Carolina; Sri Mulatsih; Lukytawati Anggraeni
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v34n1.2016.47-66

Abstract

EnglishThe government is necessary to maintain food price stability in order to support food security in the country. This study aims to analyze domestic (local and imported) soybean prices volatility, and analyze the market integration and the price transmission elasticity that occurs between domestic soybean market and world soybean market. Price volatility analysis using ARCH/GARCH models showed that the world soybean price is more volatile than domestic soybean price, while in domestic market, local soybean price showed more volatility than imported price. Ravallion model was used to analyze market integration and price transmission between world and domestic soybean markets. The result showed that there is no short term market integration, but there exist the long term market integration with a weak price transmission between world and domestic soybean market. IndonesiaStabilisasi harga pangan pokok, termasuk di dalamnya kedelai, merupakan salah satu hal yang perlu dijaga oleh pemerintah untuk mendukung ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volatilitas harga domestik kedelai, baik lokal maupun impor, serta menganalisis integrasi pasar dan transmisi harga yang terjadi antara pasar kedelai domestik dengan pasar kedelai dunia. Analisis volatilitas harga kedelai dengan menggunakan model ARCH/GARCH menunjukkan bahwa harga kedelai dunia lebih volatil dibandingkan dengan harga kedelai domestik; sementara pada pasar kedelai domestik, harga kedelai lokal lebih volatil dibandingkan dengan harga kedelai impor. Model Ravallion digunakan untuk menganalisis integrasi pasar dan transmisi harga antara pasar kedelai dunia dengan pasar kedelai domestik. Hasil analisis menunjukkan bahwa tidak terjadi integrasi jangka pendek, namun terjadi integrasi jangka panjang dengan proses transmisi harga yang lemah antara pasar kedelai dunia dengan pasar kedelai domestik.
Indeks Penulis JAE Vol. 01 -11 Nomor 1 nFN nLN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis Efisiensi Ekonomi Relatif Usahatani Kopi Rakyat di Lampung Budi Santoso; Chairil A. Rasahan
Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v8n1.1989.50-61

Abstract

EnglishOne of the ways to evaluate farm level production process is by conducting farm efficiency analysis. The study is an efficiency analysis on coffee smallholders in Lampung for the 1984/85 season. Two main factors are considered: farm size and geographical location. It was found that there is similarity in the relative efficiency between small scale farms and the larger one, either in terms of economic, price, and technical efficiencies. There is also no significant difference between farms in the lowland and in the upland areas. The evidence is that the upland areas are mostly remote areas, while the lowland farms are more open to their surroundings.IndonesianSalah satu cara untuk menilai keberhasilan proses produksi usahatani adalah dengan melalui penilaian efisiensi usahatani. Penelitian ini ingin mengetahui perbedaan efisiensi relatif berdasarkan perbedaan luas usahatani dan perbedaan lokasi geografi terhadap usahatani kopi rakyat di Lampung pada musim kopi 1984/1985. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesamaan efisiensi relatif, baik efisiensi ekonomi, harga maupun teknik relatif antara usahatani kopi berlahan sempit dengan usahatani kopi berlahan luas dan antara usahatani kopi di dataran tinggi yang relatif terpencil dengan usahatani kopi di dataran rendah yang relatif terbuka.
Tipologi Kecamatan Berdasarkan Beberapa Aspek Ketenagakerjaan Kasus Propinsi Jawa Timur Andin H. Taryoto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jae.v1n2.1982.28-49

Abstract

IndonesianKonsep Unit Daerah Kerja Pembangunan (UDKP) merupakan salah satu bentuk nyata dari usaha untuk menjadikan desa sebagai subyek pembangunan. Dengan UDKP, pembangunan di tingkat kecamatan dapat dianggap sebagai suatu sistem yang efektif dan efisien untuk mengembangkan seluruh desa dalam UDKP yang bersangkutan secara komprehensif dan terkoordinir. Kajian secara lebih mendalam tentang keadaan dan potensi kecamatan dengan demikian dianggap perlu untuk dilakukan. Tulisan ini mencoba menggambarkan hal itu, dengan tekanan pada beberapa aspek-aspek ketenagakerjaan di kecamatan-kecamatan Jawa Timur sebagai daerah penelitian. Studi kemudian dilanjutkan dengan penetapan tipologi kecamatan-kecamatan tersebut berdasarkan aspek-aspek ketenagakerjaan itu, dengan menggunakan Factor Analysis sebagai alat analisanya. Tipologi diharapkan dapat menjadi dasar kebijaksanaan yang dapat mencerminkan tindak pemerataan pembangunan beserta hasil-hasilnya.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue